Tag: tips diet

  • Tak Perlu Diet Ketat, Ini 5 Cara Aman Turunkan Berat Badan dengan Cepat


    Jakarta

    Tidak jarang sebagian besar orang rela melakukan diet ketat untuk menurunkan berat badan dengan lebih cepat. Namun tindakan gegabah tersebut terkadang justru membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

    Menjaga berat badan tetap ideal membutuhkan perubahan yang bisa bertahan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, mempertimbangkan kembali beberapa pola makan dan gaya hidup menjadi kunci penurunan berat badan dengan cepat.

    Dikutip dari Healthcom, inilah cara tepat untuk menurunkan berat badan dengan aman.

    1. Batasi makanan olahan

    Membatasi makanan olahan seperti makanan cepat saji, gula tambahan, dan produk tinggi natrium dapat menurunkan BB dengan hasil yang lebih cepat. Umumnya makanan olahan mengemas lebih banyak kalori yang menciptakan surplus sehingga mengganggu penurunan berat badan. Gantilah produk olahan dengan makanan yang kaya akan nutrisi.


    2. Konsumsi lebih banyak sayur

    Sayuran menjadi salah satu makanan rendah karbohidrat yang mengandung serat, air, dan juga nutrisi. Menurut penelitian, mengonsumsi tiga porsi sayuran setiap harinya dapat memaksimalkan penurunan berat badan. Cobalah mencampur berbagai jenis sayuran untuk mendapatkan lebih banyak nutrisi dan antioksidan.

    3. Minum air putih

    Seseorang tidak harus menghentikan kebiasaan minum kopi untuk menurunkan dan mempertahan berat badan. Namun setelah satu atau dua cangkir kopi, konsumsilah banyak air putih.

    Asupan air yang dibutuhkan tubuh bervariasi, tergantung berat badan dan tingkat aktivitas yang dilakukan. Untuk mencegah kebosanan, tambahkan beberapa bahan alami ke dalamnya seperti jeruk, mint segar, mentimun dan juga jahe.

    4. Rutin berolahraga

    Selain diet, aktivitas fisik juga menjadi bagian penting dalam penurunan berat badan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan untuk berolahraga selama 150 menit setiap minggunya.

    Selain menurunkan berat badan, aktivitas fisik juga bermanfaat untuk membangun otot yang kuat, menambah energi, mengurangi risiko terkena penyakit, serta mengurangi kecemasan dan depresi.

    5. Mengubah kebiasaan makan

    Alih-alih mengonsumsi makanan dengan porsi besar, cobalah untuk mengubah kebiasaan tersebut dengan menyiapkan camilan sehat di tengah hari. Selain itu hentikan kebiasaan makan sambil menonton TV untuk menghindari makan berlebihan secara tidak sadar.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Kebiasaan yang Bikin BB Nggak Turun-turun padahal Sudah Diet


    Jakarta

    Beberapa orang mengeluh tak kunjung mengalami penurunan berat badan, padahal sudah mati-matian melakukan upaya diet. Mulai dari membatasi asupan makan, mengurangi nyemil, hingga melakukan aktivitas fisik. Rupanya, memang ada lho sejumlah kebiasaan yang seringkali secara tak disadari, membuat berat badan tak kunjung turun.

    Penurunan berat badan bukan hanya berkaitan dengan asupan nutrisi dan olahraga, beberapa hal penting seperti usia serta jenis kelamin juga mempengaruhi. Di samping itu, dikutip dari WomensHealth, berikut beberapa kebiasaan yang bisa membuat berat badan susah turun:

    1. Hanya mengurangi porsi tanpa memperhatikan gizi makanan


    Menurut pakar obesitas Matthew Weiner, MD, defisit kalori sangat bisa menurunkan sekitar 10 persen dari total berat badan. Namun jika ingin menurunkan lebih banyak, daripada hanya mengurangi kalori, cobalah ubah jenis makanan yang dikonsumsi.

    Daripada hanya berfokus pada kuantitas asupan makanan, sebaiknya perhatikan juga kualitas asupan makanan yang masuk ke tubuh. Sebab bukan hanya lebih menyehatkan, berat badan ideal juga bisa lebih dipertahankan dengan asupan makanan yang baik.

    2. Kurang asupan protein

    Secara umum protein bisa membuat seseorang merasa kenyang dalam waktu lebih lama. Walhasil, orang tersebut akan mengonsumsi lebih sedikit makanan dari waktu ke waktu. Asupan protein ini juga membantu membangun otot, kulit, dan tulang yang sehat.

    Tetapi berkenaan dengan upaya penurunan BB, tidak semua protein tepat dikonsumsi dalam jumlah banyak. Protein nabati seperti kacang-kacangan, tahu, dan tempe dapat dikonsumsi tanpa mengkhawatirkan efek negatif apapun pada kesehatan. Sementara protein hewani tanpa lemak, termasuk ayam dan ikan bisa menjadi bagian dari diet sehat yang kaya akan protein.

    3. Makan Sehat, tapi Kebanyakan

    Makanan yang tergolong sehat pun tak berarti boleh dikonsumsi dalam jumlah ‘gila-gilaan’. Sebab pada dasarnya, kunci dari penurunan BB adalah lebih sedikit kalori masuk dan lebih banyak kalori yang keluar.

    4. Masih mengonsumsi minuman manis

    Minuman manis seperti soda, lebih berisiko bikin berat badan cepat naik daripada makanan manis. Ketika seseorang banyak makan manis, orang tersebut akan merasa sedikit kenyang sehingga cenderung makan sedikit saat siang hari. Tetapi saat seseorang minum manis, orang tersebut tidak akan merasa kenyang sehingga besar risiko, orang tersebut tetap makan banyak di siang hari.

    5. Kurang minum air putih

    Asupan air putih terbukti ampuh menurunkan berat badan. Menurut tinjauan studi yang diterbitkan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, memang ada kaitan erat antara konsumsi air dengan keberhasilan penurunan berat badan.

    6. Memiliki kondisi medis yang mempersulit penurunan BB

    Kondisi medis yang memengaruhi hormon, kadar insulin, atau tekanan darah akan mempersulit penurunan berat badan. Cedera yang mengakibatkan mobilitas terbatas juga berkontribusi pada penambahan berat badan. Kemampuan untuk berolahraga secara teratur pun juga akan berkurang.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 5 Minuman yang Paling Sering Bikin Gagal Diet, Bisa Hambat Penurunan BB


    Jakarta

    Bagi beberapa orang, menurunkan berat badan mungkin bukan perkara gampang. Sudah mencoba cara ini-itu sampai membatasi asupan makanan yang disuka, berat badan masih saja tak kunjung turun.

    Banyak orang hanya berfokus pada pembatasan asupan makanan ketika ingin menurunkan berat badan. Padahal di samping asupan makanan, rupanya ada lho beberapa jenis minuman yang secara tak disadari, sering bikin gagal diet.

    Dikutip dari Womens Health, inilah beberapa minuman yang harus dihindari jika ingin sukses menurunkan berat badan:

    1. Minuman Kopi

    Minuman kopi dengan tambahan krim di dalamnya bisa mengacaukan rencana penurunan berat badan. Daripada menambahkan krim, sebaiknya campurlah sedikit susu murni yang bisa mengurangi kalori dalam tubuh.


    Bagi penggemar kopi, tidak ada salahnya menambahkan sedikit gula. Namun pastikan kadarnya tak berlebihan, agar minuman kopi tak malah menghambat tujuan penurunan berat badan.

    2. Es Teh

    Hampir semua es teh mengandung banyak gula tambahan, terlebih yang dikemas dalam botol. Sebagai alternatif, sebaiknya buat sendiri hidangan minuman teh di rumah agar asupan gulanya lebih bisa dikontrol.

    3. Jus

    Jus menjadi salah satu minuman yang digemari banyak orang. Namun siapa sangka ternyata minuman ini juga bisa menghambat penurunan berat badan, yakni jika mengandung gula tambahan dalam kadar tinggi.

    Gula dalam jus dicerna dengan cepat oleh tubuh karena tidak ada nutrisi lainnya seperti lemak maupun protein yang bisa memperlambatnya. Meski jus jauh lebih baik dari soda, seharusnya minuman yang satu ini hanya mengandung gula alami agar tak malah bikin gagal diet.

    4. Smoothie

    Meski smoothie termasuk ke dalam daftar makanan atau camilan sehat, semua tetap tergantung pada besaran porsi yang dikonsumsi. Bahkan sebuah smoothie dengan campuran pisang, secangkir buah beri, secangkir yogurt, dengan tambahan sedikit susu akan menambah kalori dan juga gula.

    Sebagai gantinya, cobalah untuk mencampurkan satu cangkir yogurt dengan susu yang mengandung protein agar tetap kenyang meski hanya menghabiskan satu porsi smoothie.

    5. Minuman Energi

    Jika seseorang telah memiliki pola makan sehat, olahraga teratur, dan tidur yang cukup, seharusnya tidak lagi membutuhkan minuman energi dengan kandungan kafein atau minuman kaleng lainnya. Gaya hidup sehat yang diterapkan harusnya membuat seseorang merasa berenergi.

    Alih-alih menenggak minuman ini, perhatikan kembali kualitas tidur dan juga asupan makanan sehingga memiliki cukup energi untuk beraktivitas. Kebiasaan yang sehat secara otomatis akan membuat seseorang berada di jalur yang tepat untuk menurunkan bobot tubuh.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Kebiasaan Pagi yang Bikin Cepat Kurus, Khusus Buat yang Sering Gagal Diet


    Jakarta

    Bagi beberapa orang, menurunkan berat badan bukan perkara gampang. Sudah mencoba cara ini-itu, mulai dari berolahraga sampai mengurangi asupan camilan favorit, berat badan masih saja tak kunjung turun. Rupanya, kunci keberhasilan turun BB boleh jadi ada di kebiasaan pagi hari setelah bangun tidur lho.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada sejumlah kebiasaan pagi yang bisa membuat proses penurunan berat badan berlangsung lebih cepat. Pasalnya, pembakaran kalori merupakan faktor penting dalam menjaga gaya hidup sehat. Dengan menerapkan kebiasaan kecil di pagi hari, metabolisme untuk pembakaran kalori di pagi hari dan sepanjang hari bisa meningkat.

    Seorang ahli gizi di Rumah Sakit Manipal, Old Airport Road, Bengaluru, Nabanita Saha, membagikan sejumlah kebiasaan di pagi hari yang bisa membantu penurunan berat badan. Begini penjelasannya:


    1. Banyak minum air putih

    “Bangunlah dari tempat tidurmu, dan ambil segelas air di pagi hari. Minum cukup air membantu meningkatkan metabolisme dan juga penting untuk kesehatan secara umum,” jelasnya dikutip dari Healthshots, Selasa (12/12/2023).

    “Untuk meningkatkan metabolisme tambahan, masukkan seiris lemon, atau beberapa tetes cuka sari apel ke dalam air Anda,” ujar Nabanita lebih lanjut.

    2. Pilih jenis olahraga HIIT (High-intensity interval training)

    Jenis olahraga ini bisa membantu proses pembakaran kalori secara lebih efektif. Pasalnya, jenis olahraga HIIT dapat membantu pembakaran kalori berlangsung lebih optimal dan mempertahankan metabolisme yang tinggi lama setelah latihan selesai.

    3. Jangan skip sarapan!

    Sering mendengar bahwa sarapan penting sekali untuk menjaga energi sepanjang hari? Itu fakta! Menurut Nabanita, dengan menjaga perut terisi dengan pas di pagi hari, seseorang bisa mencegah asupan makan berlebihan sepanjang hari.

    “Ada alasan mengapa sarapan sering disebut sebagai waktu makan terpenting dalam sehari. Anda bisa mendapatkan energi yang Anda perlukan untuk hari berikutnya dan menghindari makan berlebihan di kemudian hari dengan mengonsumsi sarapan seimbang yang lengkap,” jelasnya.

    “Untuk memberi bahan bakar pada tubuh Anda dan menjaga metabolisme aktif, campurkan karbohidrat kompleks, lemak sehat, dan protein dalam makanan Anda,” imbuh Nabanita.

    4. Pilih makanan berbumbu

    Sekilas, terdengar aneh ya jika makanan berbumbu dikaitkan dengan penurunan berat badan? Nyatanya menurut ahli gizi, membumbui makanan pagi hari dengan cabai rawit, jahe, atau kayu manis bisa membantu meningkatkan metabolisme dan membakar lebih banyak kalori.

    Pasalnya, rempah-rempah ini bersifat termogenik, artinya meningkatkan kehangatan tubuh dan mempersulit pencernaan.

    5. Perbanyak asupan protein!

    Makanan yang kaya protein dapat membakar lebih banyak kalori. Sebab, protein membutuhkan lebih banyak energi untuk dicerna dibandingkan lemak atau karbohidrat. Contoh sumber protein yang baik yakni daging tanpa lemak, yoghurt Yunani, keju cottage, dan telur.

    6. Minum teh hijau atau kopi hitam

    Kafein dalam jenis minuman ini bisa meningkatkan metabolisme. Pasalnya, minuman kopi hitam dan teh hijau mengandung antioksidan yang bisa berdampak positif buat kesehatan. Namun tetap hati-hati ya! Orang dengan masalah medis tertentu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi kafein, apalagi dalam jumlah banyak.

    (vyp/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 4 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Turun BB, Ternyata Simpel Banget!

    Jakarta

    Bagi beberapa orang, bukan mudah menurunkan berat badan. Sudah mencoba tips diet ini-itu, berat badan terus saja ‘nge-stuck’. Rupanya menurut ahli gizi, kunci keberhasilan untuk menurunkan berat badan boleh jadi ada di kebiasaan pagi hari.

    Memang pada dasarnya, kunci untuk menurunkan berat badan adalah dengan defisit kalori. Artinya, kalori yang masuk ke tubuh tak boleh sampai jauh berlebihan dibandingkan kalori yang terbakar. Tentunya, hal ini dilakukan dengan menjaga asupan makanan dibarengi aktivitas olahraga.

    Lantas jika ingin memaksimalkan upaya penurunan BB dengan langkah-langkah simpel di pagi hari, apa saja yang bisa dicoba?


    1. Minum air putih!

    Sebagaimana dibuktikan oleh penelitian, memperbanyak asupan air putih setiap hari bisa membantu proses penurunan berat badan. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical and Diagnostic Research, orang yang minum sekitar dua gelas air 30 menit sebelum sarapan, makan siang, dan makan malam mengalami penurunan berat badan dan mengalami penurunan indeks massa tubuh (BMI).

    “Saat Anda bangun di pagi hari, Anda mungkin mengalami dehidrasi, jadi menghidrasi dengan segelas air adalah ide yang bagus. Anda juga mungkin mengira Anda lapar, padahal sebenarnya hanya haus,” ujar ahli gizi sekaligus penulis ‘Finally Full, Finally Slim’, Lisa Young, dikutip dari Eat This Not That.

    2. Pilih menu kaya akan protein buat sarapan

    Young menjelaskan, sarapan dengan makanan kaya protein seperti telur, yogurt, atau selai kacang akan membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Ditambah, asupan makanan ini membantu menstabilkan gula darah. Tak heran, makanan kaya akan protein ini disebut-sebut menjadi resep utama untuk menurunkan BB.

    Seiring itu, banyak uji klinis telah mengungkapkan bahwa meningkatkan asupan protein dapat meningkatkan komposisi tubuh secara keseluruhan dengan menurunkan massa lemak.

    3. Pilih juga buah-buahan!

    “Anda akan menambahkan jumlah besar dan volume pada makanan Anda tanpa kalori yang tidak perlu,” kataYoung. Sembari dijelaskannya, buah adalah makanan terbaik untuk ditambahkan ke rutinitas pagi karena kaya akan antioksidan dan serat.

    Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa menambah jumlah konsumsi serat setiap hari hingga 30 gram dapat menurunkan tekanan darah dan membantu menurunkan berat badan. Walhasil, mengawali hari dengan asupan serat adalah cara sederhana untuk membantu proses penurunan BB.

    “Saya suka menambahkan buah beri ke yogurt saya atau mengiris apel ke dalam oatmeal saya. Penurunan berat badan yang sehat berfokus pada apa yang harus ditambahkan, bukan dikurangi,” tutur Young.

    4. Sempatkan jalan kaki!

    Terkesan simpel, tapi sebenarnya aktivitas jalan kaki punya manfaat luar biasa buat tubuh. Tak terkecuali, membantu proses penurunan berat badan.

    “Menurunkan berat badan dengan berjalan kaki adalah tambahan yang bagus selain mengonsumsi makanan sehat. Berjalan kaki membakar kalori, membantu menjaga tulang tetap kuat, dan baik untuk suasana hati Anda,” pungkas Young.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Tantangan Berat Nia Ramadhani saat Diet, Bukan karena Batasi Nasi

    Jakarta

    Artis Nia Ramadhani curhat soal diet yang sempat dijalaninya pasca melahirkan. Saat itu, ia berhasil menurunkan berat badannya hingga 28 kg dalam waktu enam bulan.

    Selain mengkonsumsi dua butir telur setiap paginya, ia juga masih tetap makan nasi untuk makan siang dan buah alpukat untuk sesi sore. Namun, ada tantangan yang menurutnya sangat sulit untuk ditahan selama diet, yakni kebiasaan nyemil.

    “Yang susah itu waktu di jam 3 sampai jam 4 sore. Biasanya kita pengen ngemil bawaannya. Nah itu yang nggak boleh, agak berat juga,” bebernya dalam video YouTube miliknya yang dilihat detikcom, Selasa (16/1/2024).


    Ngemil memang menjadi salah satu kegiatan yang harus dibatasi selama menjalani diet. Makanan yang dikonsumsi setiap harinya haruslah seimbang dan tetap memberikan energi untuk tubuh.

    Selain ngemil, ada beberapa kebiasaan yang tanpa sadar ternyata bisa menggagalkan diet yang dikutip dari Everyday Health. Kira-kira apa saja ya?

    Sering Skip Sarapan

    Ternyata, sering nggak sarapan malah bisa menggagalkan diet lho. Pakar diet di Amerika, Jessica Crandall, RD, mengatakan saat melewati sarapan akan membuat metabolisme tubuh melambat.

    Menurutnya, sarapan itu sangat penting karena akan memberikan tambahan energi yang perlu dikonsumsi sepajang hari. Tanpa bahan bakar ini, kemungkinan besar seseorang bisa makan dalam jumlah lebih banyak nantinya.

    Kebiasaan Ngemil

    Seperti yang diungkapkan Nia Ramadhani, saat ia menjalani diet hal yang paling sulit untuk ditahan adalah kebiasaan ngemil. Seringkali camilan yang dikonsumsi berkalori tinggi dan penuh dengan karbohidrat kosong.

    Sebuah studi baru-baru ini di University of North Carolina menemukan bahwa masalah ini bukan hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga pada anak-anak. Semakin sering mengkonsumsi junk food yang tidak sehat, termasuk keripik asin, soda, dan permen.

    Makan Terlalu Cepat

    Punya kebiasaan makan terlalu cepat juga ternyata bisa menggagalkan diet. Saat makan terlalu cepat, saat ngemil maupun makan, itu tidak akan memberikan waktu bagi otak untuk merasakan perut.

    Otak tidak akan memberikan sinyal kenyang sampai sekitar 15 hingga 20 menit setelah mulai makan. Jika sering menghabiskan makanan dalam 10 menit atau kurang, seseorang bisa makan lebih banyak dari yang dibutuhkan.

    Dalam sebuah penelitian terhadap 3.200 pria dan wanita, peneliti Jepang menemukan bahwa makan terlalu cepat sangat terkait dengan kelebihan berat badan.

    Terlalu Banyak Konsumsi Junk Food

    Salah satu musuh terbesar seseorang yang sedang menjalani program diet adalah junk food. Terlalu banyak mengkonsumsi junk food akan membuat lemak terus tertimbun di perut.

    Sebab, sebagian besar junk food mengandung kalori yang jumlahnya melebihi kebutuhan sehari-hari.

    Kebanyakan Konsumsi Snack Sehat

    Dikutip dari laman Eat This, nurtisionis Marissa West mengatakan bahwa mengkonsumsi terlalu banyak snack sehat juga bisa menggagalkan diet. Beberapa makanan sehat memiliki jumlah kalori yang tinggi, terlebih dikonsumsi dalam jumlah yang banyak.

    “Meskipun almond dan alpukat adalah superfood yang sehat, mereka tetap padat kalori, sehingga mungkin untuk menambah kalori harian jika Anda tidak berpegang pada ukuran porsi camilan sehat yang tepat, terutama yang dikemas dalam tas,” kata West.

    “Saya selalu menyarankan klien untuk meninjau ukuran porsi camilan mereka, lalu meletakkan camilannya , dan terakhir simpan tasnya untuk menghindari hal ini terjadi.”

    Sering Ganti Olahraga

    Terlalu sering berganti-ganti jenis olahraga juga ternyata berpengaruh pada kesuksesan diet. Itu membuat perubahan yang sudah ada tidak bisa terlihat.

    “Berubah dari satu latihan ke latihan terdengar bagus secara teori, tetapi pada akhirnya bisa menjadi kekacauan dari penurunan berat badan secara konsisten,” jelas West.

    “Aturan praktis yang baik adalah memberikan program latihan apa pun yang Anda coba selama satu bulan untuk melihat apakah ada perubahan dan kemajuan yang terjadi. Kemajuan tidak harus segera menurunkan berat badan, itu bisa diukur dengan cara lain, seperti menyelesaikan lebih banyak repetisi dari gerakan tertentu atau melakukan push-up atau berlari lebih cepat,” jelasnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Nia Ramadhani Turun 28 Kg dalam 6 Bulan, Masih Makan Nasi Nggak Ya?


    Jakarta

    Nia Ramadhani belakangan menjadi perbincangan warganet yang berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 28 kg. Itu dilakukannya selama enam bulan pasca melahirkan.

    Dalam video di YouTube miliknya, Nia mengungkapkan dirinya tetap makan tiga kali sehari saat menjalani diet tersebut. Namun, makanan yang dikonsumsinya tetap harus diperhatikan.

    “Makan pagi cuma telur dua. Di jam 12 siang gue makan ayam, tapi tetap pakai nasi,” kata Nia dalam video YouTube miliknya yang dilihat detikcom, Selasa (16/1/2024).


    “Udah gitu, jam 6 sore makan alpukat. Udah gitu aja selama enam bulan,” sambung dia.

    Meski menjalani diet yang cukup ketat, Nia berusaha tetap makan tiga kali dalam sehari. Namun, hal yang paling sulit untuknya adalah menahan keinginan untuk ngemil.

    Selama jeda waktu makan itu, Nia mengaku tidak mengkonsumsi makanan apapun. Terlebih di sore hari, menurutnya itu adalah waktu yang paling sulit untuk tidak ngemil.

    “Yang susah itu waktu di jam 3 sampai jam 4 sore. Biasanya kita pengen ngemil bawaannya. Nah itu yang nggak boleh, agak berat juga,” ungkapnya.

    Melihat pola diet yang dijalani Nia, ini hampir mirip seperti tips diet yang disetujui para ahli dan sains untuk mempertahankan berat badan yang sehat. Berikut beberapa tips diet yang bisa dicoba dari para ahli, dikutip dari Everyday Health:

    Jangan Skip Sarapan!

    Konselor dan konsultan nutrisi di Boston, Lainey Yourkin, mengatakan sarapan adalah awal yang penting saat menjalani diet. Menu yang disarankan adalah makanan yang berprotein tinggi untuk mencegah keinginan untuk ngemil.

    “Coba terapkan 15 hingga 25 gram protein saat sarapan. Protein dicerna secara perlahan dan menekan hormon rasa lapar, membantu tetap kenyang. Selain itu, sarapan berprotein tinggi membantu mengekang keinginan ngemil di kemudian hari,” jelas Yourkin.

    “Kombinasikan makanan berprotein dengan serat dan lemak sehat, seperti dua butir telur dengan roti gandum utuh dan alpukat, atau wafel beku berprotein tinggi dengan kacang-kacangan, buah beri, dan sedikit sirup maple,” sambungnya.

    Harus Ada Protein Tiap Kali Makan

    Christine M Palumbo, RDN, konsultan nutrisi dari Naperville, Illinois, mengungkapkan seseorang yang diet harus mengkonsumsi makanan kaya protein setiap kali makan. Hal ini dapat membantu mengurangi berat badan berlebih.

    “Protein memperlambat proses pencernaan dan berdampak positif pada hormon rasa lapar. Protein juga mampu mencegah rasa lapar lebih baik dibandingkan karbohidrat,” katanya.

    “Makanan kaya protein termasuk quinoa, edamame, kacang-kacangan, biji-bijian, kacang-kacangan, telur, yogurt, keju, tahu, unggas, ikan, dan daging.”

    Tetap Terhidrasi

    Konselor nutrisi dan pendiri serta CEO Nourished Bite, Megan Casper RDN, mengungkapkan sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum dua gelas air sebelum makan, akan mengalami penurunan berat badan yang lebih banyak.

    “Tips sederhana ini bekerja dalam dua cara. Rasa haus bisa menyamar sebagai rasa lapar, sehingga menyebabkan Anda makan lebih banyak. Dan air membuat Anda merasa lebih kenyang, menyebabkan Anda makan lebih sedikit saat makan,” jelas Megan Casper.

    Penuhi Asupan Buah-buahan

    Personal trainer bersertifikat dan juru bicara media nasional dari Academy of Nutrition and Dietetics yang berbasis di Boston, Sue-Ellen Anderson Haynes, RDN, CDCES, mengatakan buah juga sangat penting dikonsumsi saat menjalani diet.

    Pasalnya, buah rendah akan kalori dan mengandung banyak nutrisi yang diperlukan tubuh, seperti antioksidan dan serat. Selain menambah kebutuhan asupan, ini juga membuat menu diet menjadi lebih bervariasi.

    Jangan Sampai Lewati Jam Makan

    Ahli gizi dan diet di Texas, AS, Angela Lemond, menegaskan bahwa diet yang sehat adalah dengan tetap makan teratur. Sebab, tubuh tetap memerlukan energi untuk bisa beraktivitas.

    “Tubuh kita mengetahui makanan apa yang memiliki kepadatan energi lebih tinggi, dan kita akan lebih menginginkannya. Hargai rasa lapar Anda dan jangan biarkan tubuh Anda berpikir bahwa ia sedang kelaparan,” tuturnya.

    Makan dengan Perlahan

    Pekerja sosial klinis berlisensi dan psikoterapis di praktik swasta di New York City Janet Zinn mengatakan cara makan juga bisa berpengaruh pada diet yang dijalani. Ia selalu meminta kliennya untuk belajar makan secara perlahan atau tidak terburu-buru.

    “Saya menyarankan mereka untuk mengunyah perlahan, menelan hanya ketika semua makanan sudah dikunyah, dan ulangi. Perlu waktu untuk mengetahui bahwa kita kenyang,” jelas Zinn.

    “Makan perlahan tidak hanya membuat kita lebih menikmati makanan tetapi juga memberi kita isyarat kenyang yang lebih baik,” pungkasnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Nia Ramadhani Curhat Sukses Pangkas BB 28 Kg Dalam 6 Bulan, Ini Dietnya


    Jakarta

    Penampilan artis Nia Ramadhani kerap mencuri perhatian warganet. Pasalnya, Nia mampu menjaga tubuhnya tetap langsing meski sudah memiliki 3 anak.

    Di media sosial, beredar soal diet yang memang dijalani Nia untuk menjaga tubuhnya agar tetap ideal. Dalam sebuah video di YouTube miliknya, ia mengaku sempat naik 28 kg setelah melahirkan anak-anaknya.

    Namun, dengan rutin menjalani diet ia mampu memangkas berat badannya hingga 28 kg dalam waktu enam bulan. Tentunya, hal itu tidak didapatkannya secara instan.


    Seperti apa sih diet yang dijalani Nia Ramadhani?

    Dalam video tersebut, Nia mengungkapkan selama diet mengurangi asupan nasi. Ia hanya rutin mengkonsumsi telur dan hanya makan nasi di siang hari.

    “Kan lu lihat sendiri perjuangan gue, makan pagi cuma telur dua. Di jam 12 siang gue makan ayam, tapi tetap pakai nasi,” beber Nia dalam video YouTube miliknya yang dilihat detikcom, Selasa (16/1/2024).

    “Udah gitu, jam 6 sore makan alpukat. Udah gitu aja selama enam bulan,” lanjutnya.

    Meski menjalani diet, Nia mengaku tetap makan sebanyak tiga kali dalam sehari. Hanya saja, di sela-sela waktu makan itu ia tidak mengkonsumsi makanan apapun.

    Dengan pola diet yang dijalaninya selama 6 bulan, Nia berhasil memangkas berat badannya hingga 28 kg.

    “Jadi, dalam sehari itu tetap tiga kali makannya. Tapi, di sela-sela ini nggak boleh makan sama sekali,” kata Nia.

    “Tapi, dengan itu 28 kg gue hilang dalam 6 bulan. Lama juga ya,” sambung dia.

    Tak hanya membatasi makanan yang dikonsumsi, saat menjalani diet Nia juga berusaha untuk tidak ngemil. Menurutnya, itu adalah tantangan yang paling sulit selama menjalani diet.

    Nia mengaku harus menahan keinginannya untuk ngemil di sore hari, tepat di sela-sela waktu makannya.

    “Yang susah itu waktu di jam 3 sampai jam 4 sore. Biasanya kita pengen ngemil bawaannya. Nah itu yang nggak boleh, agak berat juga,” pungkasnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Ramai Cara Pangkas BB Puluhan Kg dalam Hitungan Bulan, Aman Nggak Sih?


    Jakarta

    Belakangan ramai tips diet yang mengklaim mampu menurunkan berat badan hingga puluhan kilogram. Bahkan, ini bisa didapatkan dalam jangka waktu beberapa bulan.

    Meski pola dietnya tergolong ekstrem, masih banyak yang penasaran dan ingin mencobanya untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Sebenarnya berat badan yang turun puluhan kilogram dalam hitungan bulan ini masih aman nggak sih?

    Spesialis gizi klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Davie Muhamad, SpGK, mengatakan turun berat badan hingga puluhan kilogram masih tergolong aman. Namun, hal ini perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk apakah menyusutnya bobot tubuh benar-benar karena penurunan massa lemak.


    “Sebenarnya berat badan yang sehat atau nggak sehat itu kuncinya bukan masalah turun berat badannya berapa, yang terpenting adalah apa yang turun. Apakah massa lemak, massa air, atau malah massa ototnya,” jelas dr Davie saat dihubungi detikcom, Kamis (18/1/2024).

    “Kalau yang sehat itu yang turun adalah massa lemaknya. Nah turun berat badan yang sehat itu kalau misalnya dia awalnya berat badannya berlebih, yang turun harus massa lemaknya, bukan ototnya,” lanjutnya.

    dr Davie menjelaskan idealnya berat badan yang turun selama diet dihitung per minggu, sekitar setengah hingga 1 kg per minggunya. Jika dihitung per bulan, berat badan yang turun maksimal bisa sekitar empat kg.

    Ia menegaskan angka itu adalah hitungan berat badan maksimal yang turun selama program diet. Angka tersebut bisa dicapai dengan jika diet dijalani dengan konsisten.

    “Yang bikin nggak sehat itu berat badannya turun, tapi pas dicek komposisi tubuhnya ternyata yang turun malah massa ototnya. Itu yang nggak baik dan nggak sehat,” kata dr Davie.

    “Jadi, kalau misalnya dalam 6 bulan bisa turun sampai 30 kg misalnya, itu perlu dicek lagi dengan pemeriksaan komposisi tubuh. Apakah penurunannya berat badannya konstan per minggunya dan apakah yang turun itu massa lemaknya. Karena diet yang sehat itu bukan hanya dilihat dari berat badan yang turun saja,” pungkasnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Dokter Ungkap Kunci Diet Anti Menyiksa, Tapi Cepat Pangkas BB


    Jakarta

    Setiap orang pasti ingin memiliki berat dan bentuk tubuh yang ideal. Tak jarang, banyak yang berusaha ekstra menjalani pola diet hingga bisa menurunkan puluhan kilogram dalam waktu beberapa bulan saja.

    Namun, ternyata pola diet yang dijalani tidak bisa selalu sama pada setiap orang. Bisa saja pola dietnya sudah baik, tetapi tidak berpengaruh pada berat badannya atau mungkin berdampak pada kesehatannya.

    Seperti apa sih pola diet yang bisa menurunkan berat badan dengan cepat tapi tetap sehat?


    Spesialis gizi klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Davie Muhamad, SpGK, menjelaskan pola diet yang ada saat ini, seperti intermittent fasting hingga mediterranean diet memberikan banyak manfaat. Baik untuk kesehatan maupun penurunan berat badan.

    Namun, dr Davie menggarisbawahi pola diet yang dilakukan harus disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing orang. Hal yang terpenting adalah konsisten menjalaninya.

    “Kalau sudah cocok dengan programnya ya silahkan dijalani programnya dan harus konsisten. Jadi nggak bisa ganti-ganti metode diet, karena tubuh butuh adaptasi sama pola diet yang kita terapkan yang akan mengubah metabolisme tubuh,” jelas dr Davie pada detikcom, Kamis (18/1/2024).

    “Kalau kita ganti-ganti, nggak sabar, nggak konsisten, tubuh akan adaptasi terus. Nggak akan sampai tujuan nantinya,” sambungnya.

    Salah satu program diet yang menurut dr Davie cocok untuk kebanyakan orang di Indonesia adalah diet gizi seimbang. Dalam menjalani pola diet tersebut, masih bisa makan tiga kali sehari yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam.

    Menurutnya, yang terpenting dalam menjalani pola diet gizi seimbang ini ada pada sarapan. Sebab, sarapan ini akan sangat berpengaruh pada penurunan berat badan.

    “Yang penting ada di sarapannya. Jadi nggak bisa tuh sarapannya hanya roti atau telur rebus saja. Dari penelitian yang ada, sarapan itu harus lengkap. Ada karbohidrat, protein, serat dari sayur dan buah-buahan,” beber dr Davie.

    “Diet gizi seimbang ini juga membantu mengontrol gula darah. Jika gula darah kita terkontrol, otomatis berat badan akan terkendali. Itu karena asupan makan yang komplit,” lanjut dia.

    Meski dalam pola diet ini tetap mengkonsumsi karbohidrat, itu masih bisa membantu menurunkan berat badan. Asalkan, porsi dari karbohidrat yang dikonsumsi tidak berlebihan.

    dr Davie mengungkapkan karbohidrat adalah sumber utama tubuh manusia. Maka dari itu, karbohidrat harus tetap ada meski tengah menjalani program diet.

    Untuk menurunkan berat badan yang signifikan tidak bisa hanya dengan diet. dr Davie menekankan perlunya aktivitas fisik, seperti olahraga, agar hasilnya lebih maksimal.

    “Misalnya makannya saja yang diatur, tapi nggak olahraga, jadi nggak bisa turun berat badannya. Atau olahraga saja, tapi makannya bebas ya nggak akan optimal hasilnya,” tutur dia.

    “Jadi, harus olahraga, atur pola makan, pola hidup sehat seperti makan teratur, tidak begadang, bangun pagi, dan mengelola stres. Sebab, stres itu bisa meningkatkan nafsu makan bahkan bisa meningkatkan pembentukan sel lemak,” pungkasnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera