Tag: tips hemat listrik

  • Hindari Pasang AC di 5 Tempat Ini biar Tagihan Listrik Aman dan Bebas Bau


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) atau pendingin ruangan merupakan perangkat elektronik andalan di negara tropis. Jika dahulu kipas angin menjadi perangkat pendingin nomor satu, kini posisinya dilangkahi oleh AC sebagai perangkat instan yang banyak dipilih masyarakat.

    Padahal jika dibandingkan antara kipas angin dan AC, jelas AC lebih banyak memakai listrik dan membuat tagihan listrik bulanan membengkak. Namun, fungsinya yang bisa membuat ruangan lebih sejuk dalam waktu singkat membuat banyak orang rela untuk tetap menggunakan AC ketimbang kipas angin.

    Pemakaian listrik yang besar bukan hanya disebabkan oleh lama pemakaian, tetapi juga bisa karena lokasi pemasangannya yang salah. Apabila AC diletakkan di tempat yang benar, mesin AC akan bekerja normal untuk mendinginkan ruangan. Sebaliknya, jika dipasang di lokasi yang salah justru menyita banyak daya.


    Oleh karena itu, agar tetap bisa memakai AC tanpa perlu khawatir listrik boncos, dilansir dari House Digest, berikut lokasi-lokasi yang harus dihindari untuk pemasangan AC.

    1. Dekat Barang dan Area yang Mudah Terbakar

    Sebagai perangkat yang berfungsi mendinginkan ruangan, AC harus jauh-jauh dari sumber panas, seperti cerobong asap, tungku api, kompor atau dekat oven yang terbuka. Oleh karena itu, kebanyakan dapur di rumah jarang ada yang memakai AC. Ketika AC berada dekat dengan sumber panas, sistem pendingin AC bekerja 2x lebih keras karena harus membuat ruangan dingin.

    2. Tempat Terpanas di Rumah

    Sebenarnya salah satu alasan pemilik rumah memasang AC adalah untuk mendinginkan udara di ruangan tersebut. Namun, perlu dipertimbangkan jika ruangan tersebut banyak tersorot sinar matahari dan di dekat sumber panas, sebaiknya ubah interior ruangan agar lebih banyak ventilasi atau pasang kipas angin agar suhu panas bergerak menjauh dari pusat aktivitas penghuninya.

    Sama seperti di atas, AC yang ditempatkan di ruangan yang terlalu panas harus bekerja 2x lebih keras agar ruangan tersebut dingin seperti yang diinginkan penghuninya. Jika AC dibiarkan seperti ini, lama-lama akan timbul masalah pada mesin.

    Solusi lainnya, coba halau sinar matahari masuk ke dalam ruangan dengan memasang tirai. Apabila sedang tahap pembangunan, bisa mengukur arah matahari akan mengarah ke mana. Selain sinar matahari, uap dari dapur atau asap panas yang dihasilkan di dalam rumah juga harus jauh dari lokasi AC dipasang.

    3. Lokasi yang Tersembunyi

    AC harus ditempatkan di area yang tidak ada penghalang tepat di depannya. Hal ini untuk memudahkan udara dingin menyebar ke seluruh ruangan. Namun ada saja yang memasang AC tanpa pengukuran sehingga memilih tempat-tempat yang sempit dan banyak barang besar yang menghalangi.

    Kasus seperti ini banyak ditemukan pada peletakan AC outdoor. Alasannya AC outdoor kerap disimpan di area tersembunyi agar tampilan rumah enak dilihat. Sebab, menampakkan AC outdoor dianggap dapat merusak dekorasi rumah.

    Banyak orang yang menutupi keberadaan AC outdoor dengan memasang penutup atau memasang penghalang seperti tanaman atau lemari. Cara ini justru membuat AC jadi cepat rusak karena udara panas dari unit tidak dapat terbuang dan justru kembali ke dalam sirkulasi AC. Solusinya, penghuni rumah boleh menutupinya tetapi jangan meletakkan barang apa pun di depan baling-balingnya sehingga udara panas dapat dibuang.

    4. Tempat yang Banyak Perangkat Elektronik Berdaya Besar

    Cara untuk menghemat pemakaian listrik adalah tidak menggunakan perangkat elektronik berdaya besar secara bersamaan. Saat hendak menyalakan AC perangkat lain seperti blender, oven, mesin air sebaiknya tidak dalam keadaan menyala. Listrik turun atau jeglek bisa mengakibatkan korsleting listrik dan berbahaya apabila terjadi kebakaran.

    5. Dekat Tempat Sampah

    Tempat sampah bisa menjadi sumber bau di rumah. Terutama untuk tempat pembuangan sampah bekas makanan. Memasang AC di ruangan yang di dalamnya terdapat tempat sampah justru dapat membawa masalah kesehatan.

    Seperti yang diketahui pemasangan AC lebih baik di dalam ruangan yang tertutup, apabila ada bau menguar dari tempat sampah, seluruh penghuninya bisa mencium bau tersebut. Efek jangka pendeknya bisa menyebabkan masalah pernapasan, nyeri dada, hiperreaktivitas saluran napas. Sedangkan dalam jangka panjang seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    Itulah beberapa lokasi yang sebaiknya tidak dipasang AC, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Tarif Listrik Rumah 3.500 VA ke Atas Mau Naik, Begini 6 Cara Hemat Listrik


    Jakarta

    Pemerintah berencana menaikkan tarif listrik bagi pelanggan non subsidi golongan rumah tangga 3.500 VA ke atas dan golongan pemerintah. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan tidak ada masalah dalam implementasi penyesuaian tarif listrik tersebut. Meskipun begitu, masyarakat tetap perlu menghemat pemakaian listrik agar pengeluaran tidak membengkak. Lantas, bagaimana caranya?

    Menghemat listrik adalah sebuah keputusan untuk menggunakan energi seperlunya dan sedikit-dikitnya. Kali ini yang terdampak memang berasal dari masyarakat ekonomi kelas atas dan golongan pemerintah, tetapi penerapan hemat listrik seharusnya dilakukan oleh semua kalangan. Berikut beberapa cara menghemat listrik yang bisa diterapkan.

    1. Cabut Alat Elektronik Setelah Digunakan

    Seperti yang kita tahu, saat ini segala kegiatan tidak jauh-jauh dari sumber listrik. Untuk menghemat pemakaiannya, usahakan setelah digunakan, colokan listrik langsung dicabut.


    2. Hindari Penggunaan Listrik Bersamaan

    Penggunaan listrik bersamaan dapat menyebabkan penggunaan daya meningkat drastis. Solusinya adalah selain menggunakan listrik seperlunya, kamu juga perlu mengurangi penggunaan listrik secara bersamaan.

    3. Gunakan Pendingin Ruangan Saat Dibutuhkan

    Tidak bisa dipungkiri, saat ini AC adalah alat elektronik yang paling sering ditemui di setiap rumah. Sebab, suhu panas di Indonesia terkadang sangat menyengat hingga ke dalam rumah. Tidak heran jika peminatnya bertambah dari tahun ke tahun. Di satu sisi, sebenarnya daya listrik yang terpakai cukup tinggi, kamu perlu menggunakan AC di waktu-waktu tertentu saja, sebisa mungkin hindari penggunaan AC selama 24 jam. Sebagai gantinya coba maksimalkan ventilasi di dalam rumah.

    4. Tampung Air dan Pakai Seperlunya

    Mesin air di rumah juga memakai daya listrik yang cukup besar. Agar tidak terlalu sering menyalakan mesin air, maka persediaan di dalam tandon air harus pas sesuai kebutuhan. Pastikan selama mengisi air, tandon langsung penuh atau bisa dengan cara menampung air di beberapa wadah saat mesin air menyala.

    5. Menyambung Daya Listrik PLN Sesuai Kebutuhan

    Jika kamu berhasil menerapkan pemakaian listrik secukupnya. Kamu bisa menurunkan jumlah konsumsi listrik di rumah. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan ESDM, untuk rumah tangga sedang cukup menyambung 900 – 1300 VA.

    6. Memakai Barang Elektronik Hemat Energi

    Selain memakai barang elektronik seperlunya. Kamu juga bisa mengganti barang elektronik dengan yang lebih hemat energi. Saat ini sudah banyak inovasinya, salah satunya adalah setrika dengan pengatur panas otomatis dan gunakan lampu LED sebagai penerangan sebab lebih terang sehingga mampu menghemat hingga 90% listrik di rumah.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 12 Cara Hemat Listrik Biar Tagihan Nggak Membengkak


    Jakarta

    Tagihan listrik menjadi salah satu pengeluaran yang harus diemban pemilik rumah setiap bulannya. Jika penggunaan listrik boros, maka tagihan bisa makin melonjak. Tentu kamu nggak mau pusing karena tagihan listrik yang melonjak tinggi bukan?

    Nah, oleh karena itu kamu perlu melakukan upaya menghemat listrik. Lalu, seperti apa ya cara menghemat penggunaan listrik di rumah?

    Dalam Modul Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kemdikbud oleh Haris Danial dan Ismiyati Ano, menghemat listrik berarti sikap yang tidak membuang listrik secara percuma, dan mematikan sebagian listrik yang tidak terpakai. Perilaku itu terlihat sepele, namun membawa dampak besar untuk lingkungan kita.


    Mengutip dari detikJabar, Selasa (2/9/2024), berikut ini cara untuk menghemat penggunaan listrik di rumah.

    Tips Hemat Listrik di Rumah

    1. Menyambung Daya Listrik PLN Sesuai Kebutuhan

    Melansir dari anjuran Kementerian ESDM, rumah tangga kecil rata-rata membutuhkan daya listrik yang sedikit. Maka, cukup dengan menyambung listrik berdaya 450 VA atau 900 VA. Sedangkan untuk rumah tangga sedang cukup menyambung 900 – 1.300 VA.

    2. Menyesuaikan Perabot Elektronik Sesuai Kebutuhan

    Kamu bisa lebih efisien memakai listrik dengan menyesuaikan barang elektronik sesuai kebutuhan, seperti memilih kulkas dengan ukuran yang sesuai. Jika rumah tangga kecil maka cukup pilih kulkas satu pintu dengan ukuran kecil, namun jika untuk industri usaha barulah menggunakan pendingin dengan kapasitas yang lebih besar.

    Bisa juga dengan mengatur jumlah kepemilikan perabotan, seperti untuk rumah tangga kecil tak perlu menggunakan pendingin ruangan atau AC pada setiap ruangan. Kemudian untuk ruangan yang memiliki cukup ventilasi tak perlu menggunakan AC.

    3. Mengatur Suhu Sesuai Kebutuhan

    Selain itu, pantau juga suhu barang-barang elektronik seperti kulkas dan AC. Tak perlu dengan suhu yang maksimal, pastikan dengan suhu yang cukup. Contohnya seperti mengatur serta sesuaikan suhu AC berdasar luas ruangan, pertahankan suhu pendingin sekitar 25°C.

    Berdasar anjuran dari dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur melalui lamannya, masyarakat juga bisa mengatur daya pencahayaan maksimum sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai berikut:

    • Untuk ruangan kerja gunakan penerangan 12 watt/m² dengan tingkat pencahayaan 350 lux.
    • Untuk tempat parkir, lobi, dan koridor gunakan penerangan 4 watt/m² dengan tingkat pencahayaan 100 lux.
    • Untuk ruang arsip gunakan penerangan 6 watt/m² dengan tingkat pencahayaan 150 lux.

    4. Gunakan Elektronik Hemat Energi

    Kamu bisa mulai menggunakan setrika yang memiliki pengatur panas otomatis. Gunakan lampu LED sebagai penerangan, sebab lebih terang sehingga mampu menghemat hingga 90% listrik di rumah.

    Untuk komputer, tentunya sekarang nyaris semua pengguna monitor sudah menggunakan LCD atau LED karena lebih hemat listrik daripada menggunakan monitor tabung. Kemudian bisa juga menggunakan saklar otomatis, pengatur waktu (timer), atau sensor cahaya (photocell) untuk lampu taman dan teras.

    5. Nyalakan Barang Elektronik Hanya Saat Diperlukan

    Kamu bisa lebih hemat listrik dengan mulai membiasakan matikan barang elektronik yang tidak digunakan. Contohnya seperti jangan nyalakan televisi saat tidak ingin menonton televisi, nyalakan televisi ketika ingin menonton. Jadi, jangan dibiasakan TV menyala ketika tertidur, ya!

    Kemudian matikan lampu saat pagi dan siang hari, hingga matahari mulai terbenam barulah nyalakan kembali lampu. Kemudian, mulai kurangi ;ampu pada setiap armateur (kotak lampu) dari tiga menjadi dua atau satu lampu saja.

    6. Hindari Penggunaan Listrik Bersamaan

    Sebaiknya menghindari penggunaan benda elektronik secara bersamaan. Misalnya kamu terburu-buru akan pergi, kemudian ingin menggunakan hair dryer. Maka sebelum mulai memasang hair dryer matikan televisi dan AC. Nyalakan listrik seperlunya saja, selebihnya dimatikan.

    7. Beli Tangki Penampungan Air

    Selain listrik, penggunaan air pun kita harus berhemat. Sebaiknya mulai gunakan tangki air untuk menghemat penggunaan pompa air listrik. Buatlah tandon air dan gunakan mesin pompa air jika benar-benar membutuhkan.

    8. Cabut Aliran Listrik

    Pastikan mencabut aliran listrik barang-barang elektronik yang sudah penuh dayanya, seperti handphone, kabel komputer, printer, dispenser, jika tidak dibutuhkan lagi maka cabut dari stop kontak (plug) setelah selesai digunakan atau setelah jam kerja berakhir.

    Kabel listrik peralatan elektronik yang masih menancap, meski sedang tidak digunakan juga akan tetap membuat aliran listrik mengalir. Hal itu juga akan membuat tagihan listrik semakin melonjak. Contoh lainnya, jangan biarkan kabel televisi tersambung ke saklar apabila ingin bepergian berhari-hari dari rumah.

    9. Mengganti Keran yang Bocor

    Terkadang kita tahu ada keran yang bocor pada salah satu titik, namun kita biarkan karena tidak sempat mengganti atau bahkan malas. Keran yang bocor meskipun hanya mengeluarkan setetes demi tetes air juga merupakan bentuk pemborosan.

    Air juga termasuk sumber energi yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Untuk itu gunakan air secukupnya. Apabila kita sering menyalakan pompa air, maka biaya listrik pun akan tinggi. Segera ganti keran jika memang bocor.

    10. Mempersingkat Penggunaan Listrik

    Persingkat penggunaan listrik sebisa mungkin, contohnya ketika ingin memasak nasi dengan rice cooker kamu sudah menggunakan air panas, cara ini dapat mempersingkat waktu memasak sehingga pemakaian listrik dapat dihemat.

    11. Membuat Rumah dengan Ventilasi Udara

    Cara menghemat listrik adalah dengan membuat rumah yang memiliki cukup ventilasi. Hal ini akan membuat aliran udara dari luar bisa masuk ke dalam rumah. Selain itu, membuat sirkulasi udara di dalam rumah juga bisa mengurangi penggunaan pendingin ruangan atau kipas angin. Lebih utamakan untuk membuka jendela agar ada sirkulasi udara daripada menggunakan pendingin ruangan di pagi dan siang hari.

    12. Manfaatkan Ventilasi Rumah

    Fungsi dari ventilasi tak hanya untuk sirkulasi udara, namun kamu juga bisa memanfaatkan cahaya alami (matahari) pada siang hari dengan membuka tirai jendela secukupnya agar tingkat cahaya memadai untuk melakukan kegiatan. Mulailah untuk mengurangi penggunaan lampu pada ruangan kerja.

    Itulah cara menghemat listrik di rumah. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Hemat Listrik Saat Pakai AC Agar Tagihan Nggak Bengkak


    Jakarta

    Ada berbagai cara menghemat tagihan listrik. Salah satunya dengan menggunakan AC dengan efisien.

    AC memang alat andalan di negara tropis seperti Indonesia. Namun, menggunakan AC terkadang bisa memakan banyak listrik.

    Tapi tenang aja, penghuni rumah tetap bisa menikmati udara dingin dari AC kok. Simak cara hemat listrik saat pakai AC agar tagihan nggak membengkak berikut ini.


    Tips Hemat Listrik Pakai AC

    Inilah beberapa cara menghemat listrik saat menggunakan AC, dikutip dari Apartment Therapy.

    1. Pastikan Unit Outdoor AC di Area Teduh

    Jika unit outdoor AC terkena terik matahari, AC tidak akan bekerja sebaik jika berada di area yang teduh. Pemilik rumah bisa memasang semacam penutup untuk mencegah unit AC terkena panas berlebih.

    2. Rutin Bersihkan Filter AC

    Filter AC yang kotor bisa mengganggu sistem kerja AC. Rawatlah sistem AC secara berkala dengan rutin membersihkan filter. Hal ini bisa membantu menghemat uang dalam jangka panjang.

    3. Jangan Otak-atik Suhu AC

    Penghuni bisa lebih hemat listrik kalau tidak mengubah-ubah suhu AC. Tetapkan satu suhu saja dan biarkan AC mendinginkan ruangan.

    Lama-lama ruangan akan dingin dengan sendirinya. Sambil menunggu ruangan dingin, penghuni bisa menyalakan kipas angin.

    4. Matikan AC Jika Akan Ditinggal Lama

    Menyalakan AC terlalu lama tentu memakan banyak listrik. Jika penghuni rumah akan lama meninggalkan ruangan, matikan saja AC-nya.

    Namun, kalau hanya meninggalkan ruangan beberapa jam, cukup naikkan suhu AC. Cara ini lebih hemat karena AC tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mendinginkan kembali ruangan.

    5. Pakai Kipas Angin

    Memasang kipas angin sangat berguna untuk memaksimalkan jangkauan udara dingin dari AC. Taruh kipas angin secara strategis agar udara dingin mengalir ke seluruh ruangan. Cara ini bisa lebih murah daripada menyalakan AC sepanjang hari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 4 Alat Elektronik Ini Bisa Bikin Tagihan Listrik Rumah Membengkak


    Jakarta

    Beberapa barang elektronik membutuhkan daya yang besar sehingga sering menyedot banyak listrik dalam sekali pemakaian. Beberapa barang elektronik terkadang tidak bisa dipakai bersamaan dengan barang elektronik lainnya karena sering kali menyebabkan Miniature Circuit Breaker (MCB) turun atau biasa kita sebut dengan jepret.

    Agar hal itu tidak terjadi, sebaiknya saat membeli alat elektronik, cek keterangan daya yang tertera pada produk. Kemudian, hitung dengan besar daya listrik yang terpasang di rumah. Selain itu pertimbangkan, apakah alat tersebut akan sering digunakan bersamaan dengan alat elektronik lain.

    Di samping itu, ketahui pula barang elektronik apa saja yang biasanya memiliki daya tinggi. Melansir dari express.co.uk, seorang Direktur Pelaksana di Utility Bidder James Longley, menyebut ada 4 barang elektronik yang bisa membuat tagihan listrik membengkak apabila terlalu sering digunakan, berikut daftarnya.


    1. Kulkas

    Kulkas atau lemari pendingin merupakan salah satu barang wajib yang ada di rumah. Bahkan untuk rumah ukuran kecil yang hanya diisi oleh satu orang atau seperti di kamar hotel, terdapat 1 kulkas mini untuk menyimpan makanan kecil.

    Di Indonesia rata-rata daya kulkas yang digunakan adalah 350-780 watt. Ini juga tergantung pada jumlah pintu yang dimiliki satu atau dua serta merek produk yang digunakan. Jumlah watt tersebut kemudian dikalikan 24 jam, misalnya 350 watt x 24 jam sekitar 8.400 watt. Jika dikonversikan menjadi 8,4 kWh.

    Cara pemakaian kulkas yang lebih hemat energi adalah dengan tidak terlalu sering membuka tutup pintunya. Sebab, setiap ada udara panas masuk ke dalam freezer saat membuka pintu, kulkas akan bekerja akan bagian dalam tetap dingin.

    2. Mesin Cuci

    Perangkat elektronik berikutnya yang bisa menyita banyak listrik dalam sekali pemakaian adalah mesin cuci. Besaran daya mesin cuci di Indonesia sekitar 400-500 watt untuk jenis front loading, sementara untuk top loading sekitar 350-550 watt. Besarannya ini tergantung pada merek dan fasilitas pendukung dari mesin cuci itu sendiri. Jika dikonversi untuk mesin cuci front loading sekitar 0,4-0,5 kWh dan mesin cuci top loading 0,35-0,55 kWh.

    Meskipun saat ini sudah tersedia laundry, tetapi jauh lebih aman untuk mencuci sendiri di rumah. Selain itu, tidak semua pakaian bisa diserahkan ke laundry. Tips agar pemakaian mesin cuci tetap hemat energi adalah cuci dalam jumlah penuh, gunakan pengaturan ramah lingkungan pada mesin cuci, dan hindari mencuci pakaian dengan 2 tahap.

    3. Mesin Pengering Pakaian

    Sebenarnya mesin cuci saat ini sudah dilengkapi dengan sistem pengering, setelah proses pencucian selesai, pakaian bisa langsung dijemur. Namun, ada juga yang memakai mesin pengering terpisah.

    Di Indonesia sendiri, daya mesin pengering yang digunakan rata-rata 1.000-3.000 watt, sementara untuk yang hemat energi 40-130 watt. Besaran daya ini tergantung pada merek dari mesin pengering.

    Apabila diubah ke daya per jam sekitar untuk daya 1.000-3.000 watt setara dengan 1-3 kWh karena 1.000 watt setara dengan 1 kWh. Untuk mesin pengering yang hemat energi hanya menggunakan 0,04-0,13 kWh.

    Cara agar pemakaiannya tidak terlalu sering dan hemat energi adalah dengan memeras pakaian secara manual lalu menjemurnya saat matahari terik. Cara ini tidak begitu sulit dan tidak melelahkan. Hasilnya pun sama, pakaian tetap bisa kering.

    4. Oven Listrik

    Banyak orang telah melengkapi dapur mereka dengan oven listrik untuk menghangatkan makanan atau memanggang kue dan roti. Oven listrik di Indonesia biasanya menggunakan rata-rata 1.400-2.200 watt atau 1,4-2,2 kWh. Selain itu, oven listrik tidak bisa langsung panas, melainkan harus ditunggu terlebih dahulu sekitar 1 jam. Untuk oven listrik hemat energi biasanya memiliki daya di bawah 1.000 watt. Namun, kapasitasnya tentu lebih kecil dari oven yang menggunakan daya besar.

    Cara untuk tetap bisa memakai oven listrik tanpa takut tagihan membengkak adalah dengan mengganti produk tersebut dengan oven gas atau air fryer. Dikutip dari situs The Eco Experts, sebagian besar air fryer dengan kapasitas satu hingga dua liter sangat hemat energi. Biasanya air fryer kecil dapat bekerja dengan daya 800-1.000 watt atau 0,8-1,0 kWh.

    Itulah beberapa alat elektronik yang bisa membuat tagihan listrik membengkak dan cara untuk menghematnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Boncos, Begini Cara Pakai AC yang Hemat Listrik


    Jakarta

    Air conditioner (AC) merupakan salah satu alat elektronik yang sering digunakan kala cuaca panas. Namun, penggunaannya kadang bisa makan banyak listrik yang bikin kantong boncos.

    Walau demikian, masih ada lho cara untuk menggunakan AC tapi tetap hemat listrik. Dilansir dari Apartment Therapy, berikut ini informasinya.

    Tips Pakai AC Hemat Listrik

    1. Jangan Otak-atik Suhu AC

    Penghuni rumah disarankan untuk tidak mengubah-ubah suhu AC. Menurut pemilik dan CEO di National Air Warehouse, Brandi Andrews, menggunakan suhu AC yang tetap merupakan cara yang cermat untuk mendinginkan ruangan secara ekonomis.


    “Mungkin butuh waktu, tapi pada akhirnya akan mendingin, dan Anda akan terhanyut dalam suhu yang sempurna. Sementara itu, nyalakan kipas angin dan duduklah di depannya. Kipas angin sebenarnya bisa membantu AC Anda mendinginkan ruangan!” katanya.

    2. Rutin Bersihkan Filter AC

    Cara selanjutnya untuk menghemat penggunaan listrik pada AC adalah membersihkan filternya. Filter yang kotor bisa mengganggu sistem sistem kerja AC sehingga membutuhkan energi lebih untuk bekerja. Filter yang bersih bisa meringankan beban kerja AC sehingga bisa menghemat pembayaran listrik.

    3. Pastikan Outdoor AC di Area Teduh

    AC dapat bekerja lebih baik kalau unit outdoor AC berada di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung. Pemilik rumah bisa memasang penutup untuk mencegah unit AC terkena panas berlebih.

    4. Matikan AC Jika Akan Ditinggal Lama

    Apabila penghuni akan meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama sebaiknya AC dimatikan. Kalau AC dinyalakan terlalu lama bisa-bisa tagihan listrik membengkak.

    Beda lagi kalau penghuni rumah hanya berpindah ruangan. Penghuni bisa menaikkan suhu AC saja. Cara ini dinilai lebih hemat karena AC tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mendinginkan ruangan.

    5. Jangan Tutup Semua Ventilasi

    Menutup semua ventilasi tidak serta merta bisa membuat ruangan dingin ketika menyalakan AC. Menutup terlalu banyak ventilasi bisa berdampak ke sistem.

    “Namun, sistem (AC) Anda didesain untuk memenuhi kebutuhan seluruh rumah. meskipun menutup satu atau dua ventilasi mungkin tidak masalah, jika terlalu banyak, sistem Anda akan menjadi kurang efektif dan efisien secara keseluruhan,” kata spesialis sales kategori dari Ferguson HVAC Jeff Spencer.

    Sebagai gantinya, ia menyarankan untuk menutup tirai di ruangan tidak terpakai, pastikan tidak ada furniture di atas ventilasi, dan tutup pintu ruangan.

    Itulah beberapa cara penggunaan AC agar tetap hemat listrik. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menghemat Listrik Tanpa Mengurangi Kenyamanan


    Jakarta

    Tagihan listrik merupakan pembayaran wajib bagi penghuni rumah per bulannya. Besar tagihan tersebut dapat berbeda-beda. Jika memakai token listrik, batas pemakaian listrik tergantung pada jumlah daya yang dibeli.

    Meskipun pembayaran listrik merupakan kewajiban, pemilik rumah bisa lho menyiasati agar biaya pemakaian listrik tidak begitu mahal. Caranya dengan menghemat pemakaian listrik di rumah

    Dilansir The Times of India, berikut tips menghemat listrik tanpa merusak kenyamanan.


    Tips Hemat Listrik di Rumah

    1. Strategi Pasang AC

    Tidak bisa dipungkiri, saat ini hampir setiap rumah memakai AC sebagai perangkat pendingin udara paling praktis. Pada kenyataannya penggunaan AC ini salah satu penyedot daya terbesar pada listrik rumah.

    Jika pemilik rumah tetap ingin memakai AC, tapi dengan listrik yang hemat coba ikuti trik ini. Atur suhu AC 24 celsius sambil kipas untuk mendinginkan udara di dalam ruangan. Sebab, semakin rendah suhu AC, semakin banyak listrik yang digunakan.

    2. Manfaatkan Pencahayaan Alami

    Salah satu cara menghemat listrik di rumah adalah meminimalisir penggunaan lampu. Buat banyak ventilasi cahaya matahari masuk ke dalam rumah. Bisa dengan membuat jendela yang lebar dan besar, atau skylight yang bisa menerangi baik siang dan malam. Bisa juga mematikan lampu utama, lalu hanya menyalakan lampu tambahan yang wattnya lebih kecil di rumah saat tidak begitu dibutuhkan.

    3. Pakai Bohlam LED

    Untuk lampu utama, pilih yang hemat listrik. Bisa dengan membeli bohlam LED karena jenis lampu satu ini tidak menggunakan begitu banyak listrik. LED bisa menghemat 80 persen energi dan tahan lama. Meski bohlam ini lebih mahal, biaya listrik ke depannya lebih murah.

    4. Cabut Aliran Listrik yang Tak Terpakai

    Perlu diingat setiap perangkat listrik, termasuk kabel, sebaiknya dicabut apabila tidak digunakan. Sebab, listrik tetap akan terpakai apabila tidak dicabut dari stop kontak. Selain itu, membiarkan kabel masih tersambung ke stop kontak juga berbahaya apabila terjadi korsleting listrik.

    5. Pilih Perangkat Hemat Energi

    Selain lampu yang hemat energi, coba pilih perangkat elektronik yang berjenis sama. Harga perangkat tersebut mungkin terasa mahal di awal, tetapi selanjutnya akan menguntungkan karena bisa hemat listrik.

    6. Hemat Penggunaan Mesin Cuci

    Salah satu perangkat yang menyita daya listrik cukup tinggi adalah mesin cuci. Pastikan mesin cuci terisi penuh saat hendak mencuci pakaian. Penggunaan tenaga dan air akan lebih optimal dalam sekali waktu, sehingga tidak perlu buang-buang listrik mencuci terlalu sering.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com