Tag: tips membersihkan kotoran kucing

  • Kucing Sering BAB di Halaman Rumah? Pakai Cara Alami Ini untuk Mencegahnya!


    Jakarta

    Kucing adalah salah satu hewan yang sering kita temui berkeliaran di jalan ataupun pekarangan rumah. Hal yang menjengkelkan dari kucing yang berkeliaran adalah ketika mereka BAB sembarangan. Berbeda dengan kucing peliharaan yang sudah terlatih, kucing jalanan biasanya sering membuang kotorannya di sembarang tempat termasuk di halaman rumah.

    Ketika hal itu sudah terjadi, tentu kotoran kucing yang ada di halaman akan mengganggu pemilik rumah. Kotoran kucing menimbulkan bau yang sangat tidak sedap dan juga merusak keindahan halaman rumah. Walaupun hal ini menjengkelkan, jangan sampai kamu menyakiti kucing tersebut. Lebih baik kamu melakukan cara-cara dibawah ini agar kucing enggan BAB di halaman rumah kamu lagi.

    Cara Alami Mencegah Kucing BAB di Halaman Rumah

    Tanam Tumbuhan Pengusir Kucing

    Tahukah kamu bahwa kucing sebenarnya membenci bau tanaman lavender dan rosemary? Kucing memiliki indra penciuman yang cukup sensitif. Bau dari tumbuhan seperti lavender dan rosemary sangat menyengat bagi penciuman kucing, sehingga mereka akan cenderung menghindari bau-bau tersebut.


    Untuk menghindari kucing mendekat dan BAB di halaman rumah, kamu bisa menanam tumbuhan ini di halaman rumah kamu. Tenang saja, bau dari tumbuhan lavender dan rosemary tidak menyengat bagi penciuman manusia. Jadi, menanam tumbuhan ini di halaman bisa mengusir kucing sekaligus mempercantik halaman kamu.

    Gunakan Bubuk Kopi

    Kopi memiliki kadar kafein yang tinggi, dan ini adalah hal yang sangat dihindari oleh kucing. Kamu hanya perlu menaburkan bubuk kopi di halaman rumah untuk membuat kucing kabur dan tidak BAB di sana.
    Metode ini juga berguna untuk hewan lainnya seperti anjing. Perlu diingat juga bahwa bubuk kopi aman bagi tumbuhan sekitar, tapi tetap jangan menaburkan terlalu banyak karena bubuk kopi bisa mengubah tanah menjadi asam dalam kadar yang tinggi.

    Semprot Halaman Menggunakan Larutan Cuka dan Air

    Cuka memiliki bau kecut yang kuat dan sangat dibenci kucing. Bau cuka inilah yang akan mengusir kucing dari halamanmu. Cara melakukannya mudah, kamu hanya perlu melarutkan cuka ke dalam air kemudian masukkan ke dalam botol spray. Gunakan rasio perbandingan 1:1 agar mudah. Kamu bisa menyemprotkan cairan ini ke halaman rumah dan bau akan bertahan dalam waktu yang lama. Selain mengusir kucing, cuka juga bisa mengusir hama dan serangga. Namun, kamu tetap harus hati-hati saat menyemprotkannya karena cuka bisa merusak beberapa tanaman.

    Kubur Kulit Jeruk di Halaman

    Setelah makan jeruk, lebih baik kulitnya kamu kubur di halaman rumah karena bisa mengusir kucing. Kucing tidak menyukai bau citrus dari kulit jeruk, maka dari itu mereka akan selalu menghindarinya.

    Kamu hanya perlu mengubur kulit jeruk dan buah citrus lainnya di halaman rumah. Maka mereka tidak akan kembali lagi. Cara ini juga terhitung aman dan tidak merusak tanaman lainnya.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis Pasir Kucing dan Tips Membersihkan agar Nggak Bau


    Jakarta

    Memelihara kucing merupakan hal menyenangkan bagi sebagian orang. Tentunya, cat pawrents wajib memperhatikan kesehatan dan kebersihan kucing salah satunya dengan memperhatikan tempat buang air.

    Kucing harus diberi tempat khusus untuk buang air kecil dan besar. Tempat ini biasanya berupa kotak yang diisi dengan pasir kucing. Sebelum membeli pasir kucing, detikers harus mengetahui beberapa jenisnya yang ada di pasaran.

    Masing-masing jenis pasir kucing memiliki keunggulan sesuai kebutuhan hewan peliharaan. Ada jenis yang sangat efektif menahan bau, tersedia pula jenis pasir agar kucing nyaman.


    4 Jenis Pasir Kucing

    Dikutip dari The Spruce Pets, berikut 4 jenis pasir kucing beserta karakteristiknya:

    1. Pasir Silica Gel

    Silica gel merupakan butiran dari mineral alami yang mampu menyerap cairan atau kelembapan. Bahan ini banyak dipakai untuk berbagai peralatan yang tidak boleh terkena lembap atau air.

    Silica gel juga dipakai untuk pasir kucing karena bertekstur lembut sehingga tidak akan menyakiti kucing saat menginjaknya. Pasir kucing dari silica gel juga mampu menahan bau kotoran dengan baik.

    Penggantian pasir kucing dari silica gel bisa bergantung pada jumlah kucing dan kelembapan ruangan sekitar. Silica gel ini juga memiliki indikator warna yang bisa terlihat ketika sudah kotor.

    Biasanya untuk satu kucing bisa dilakukan penggantian seminggu sekali. Tapi tentunya semakin sering diganti makin baik untuk kebersihan dan kesehatan kucing.

    2. Pasir Tofu

    Pasir Tofu salah satu jenis pasir kucingPasir Tofu. Foto: via Catoro Pets

    Berdasarkan situs The Cat Butler, pasir tofu adalah pasir kucing yang dibuat dari bubur kedelai food grade tetapi bukan untuk dikonsumsi. Kelebihan pasir tofu adalah tahan lama, mudah dibersihkan, dan menyerap bau.

    Pasir tofu bahkan disebut-sebut bisa menyerap kotoran cuma dalam dua detik. Setiap butirnya berdiameter 2 mm. Semakin cepat pasir kucing menyerap cairan, maka semakin cepat pula bau dapat diredam.

    Pasir tofu akan menggumpal jika terkena kotoran cair sehingga detikers bisa dengan mudah memisahkan pasir yang sudah terkena kotoran dengan yang bersih.

    3. Pasir Bentonite

    Pasir Bentonite salah satu jenis pasir untuk kucingPasir Bentonite. Foto: via portapet.de

    Pasir bentonite adalah pasir kucing yang dibuat dari tanah liat natrium bentonit alami. Jika terkena kotoran atau cairan, pasir kucing bentonite ini akan menggumpal dan mengeluarkan bau yang wangi. Ini sangat baik untuk menutupi bau kotoran kucing. Beberapa merek menyediakan varian wewangian yang berbeda.

    4. Pasir Zeolit

    Pasir zeolit adalah salah satu jenis pasir kucing yang banyak digunakan di IndonesiaPasir zeolit. Foto: via Zeodeo Store

    Dikutip dari Imerys, pasir kucing zeolit dibuat dari mineral alami yang bagus menyaring, menyerap ion amonia, mengurangi bau, dan menjaga kebersihan di tempat kotoran hewan.

    Kemampuan penyerapan pasir zeolit ini seperti spons, tetapi juga tergantung pada mereknya. Ada juga merek pasir zeolit yang kurang bagus menyerap kotoran cair.

    Kelebihannya, pasir zeolit mampu mengurangi bau kotoran kucing, karena zeolit bisa menyerap ion amonia yang terkandung dalam kotoran kucing. Sementara kekurangannya adalah pasir yang tidak menggumpal saat terkena kotoran cair.

    Pasir zeolit bisa didaur ulang, dicuci dengan sabun, dikeringkan, lalu bisa dipakai lagi. Namun, mencuci pasir zeolit tidak menjamin bisa menghilangkan baunya.

    Tips Membersihkan Pasir Kucing

    Memakai jenis pasir kucing apa pun, pemilik kucing tetap harus rutin membersihkannya terutama usai buang air besar. Kotoran kucing tetap menimbulkan bau tak sedap dan bisa membuat kucing sakit. Dikutip dari Times, berikut ini beberapa tips membersihkan pasir kucing:

    1. Kosongkan Kotak Kotoran

    Seperti menguras bak, maka kamu harus mengosongkan kotak kotoran kucing terlebih dahulu. Yakni dengan memindahkan pasir kucing yang ada di dalamnya.

    Untuk menghindari bau dan penyakit, gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkannya. Pastikan untuk mengeluarkan pasir dengan hati-hati agar tidak berserakan.

    2. Bersihkan Kotak dan Pasirnya

    Kemudian bersihkan pasir kucing tersebut. Lihat kemasan pasir kucing untuk mengetahui apakah pasir tersebut bisa dicuci dengan sabun dan dipakai kembali. Jika bisa dipakai ulang, cuci dan keringkan pasir tersebut.

    Ada bahan yang hanya bisa sekali pakai. Jika dipaksakan, maka tidak akan bisa menyerap kotoran cair dan membuat bau yang tak sedap.

    Jangan lupa untuk membersihkan kotaknya. Pertama, siram dulu kotak sampai bersih, lalu rendam dengan air panas agar kumannya mati, kemudian bersihkan dengan sabun wangi dan sikat sampai bersih.

    3. Ganti dengan Pasir Kucing Bersih

    Tuangkan pasir kucing yang bersih dengan kedalaman 10 cm. Hal ini dilakukan karena kucing memiliki kebiasaan mengais pasir terlebih dahulu sebelum buang kotoran.

    Ratakan juga permukaannya, karena kucing tidak suka permukaan yang bergelombang. Kemudian, letakkan kembali kotak tersebut ke tempat semula. Jika ingin memindahkan lokasi kotak pasir pembuangan, tempatkan di dekat kucing makan agar terlihat. Usahakan tempat kotak pasir kucing tersebut tidak lembap.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com