Tag: tips memilih kontraktor

  • Jangan Sampai Ketipu! Ini Tips Mengawasi Kontraktor Saat Bangun Rumah


    Jakarta

    Saat ingin membangun rumah, kamu bisa memakai jasa kontraktor untuk memastikan pembangunan berjalan dengan lancar. Saat ini mencari jasa kontraktor juga cukup mudah, bahkan bisa melalui online.

    Namun, kamu harus tahu jika tidak semua kontraktor dapat memberikan pelayanan yang bagus. Ada beberapa di antaranya justru membangun secara asal-asalan. Alhasil saat rumah sudah selesai, banyak bagian rumah yang tampilannya tidak rapi, saat hujan atapnya bocor, atau muncul retak rambut di dinding.

    Lantas, bagaimana cara menghindari kontraktor yang tak bertanggung jawab? Begini tipsnya.


    1. Harus Memahami Desain Rumah dan RAB yang Jelas

    CEO SobatBangun Taufiq Hidayat mengatakan saat memilih kontraktor, kamu harus memastikan mereka memahami desain rumah dan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Selain itu, pemilik rumah juga harus memahami dua hal tersebut agar komunikasi ke depannya terjalin dengan baik.

    “Bangun rumah itu kan biasanya kan ada desain, ada gambar kerja, ada RAB. Nah itu kalau bangun rumah yang benar semua itu sesuai spek yang ada di gambar, yang ada di desain, dan yang ada di RAB,” kata Taufiq saat dihubungi detikProperti, Jumat (8/11/2024).

    2. Buat Kontrak yang Jelas

    Kontrak adalah perjanjian kerja antara kontraktor dengan pemilik rumah. Kontrak juga bisa digunakan sebagai panduan selama bekerja. Salah satu yang harus ada adalah apakah pihak kontraktor bersedia bertanggung jawab apabila setelah rumah selesai ternyata ditemukan kerusakan.

    “Rumah itu kan biasanya ada kontrak tuh, kesepakatan kontraknya itu seperti apa? Tadi kan ditanya apakah itu masih bisa diperbaiki atau nggak. Jadi misalnya rumah udah jadi, kontraktor masih bertanggung jawab pada masa perawatan, berapa lama, nah itu biasanya ada gitu,” sebutnya.

    3. Minta Didampingi Arsitek

    Taufiq menyarankan untuk pemilik rumah yang kurang memahami seputar pembangunan rumah bisa meminta bantuan arsitek atau jasa pengawasan pembangunan. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman atau penipuan.

    “Kalau nggak ngerti harus ada pendamping, pendamping arsitek, pendamping insinyur. Apa kata mandor, kontraktor, (bisa) dibohongi gitu kan, kita cari orang yang ngerti,” jelasnya.

    Terkait biaya memakai jasa arsitek atau orang ahli, tergantung kepada siapa pemilik rumah meminta bantuan. Sebagai contoh jika ia meminta saudaranya yang ternyata arsitek, bisa saja tidak dikenakan biaya atau hanya memberikan uang makan dan transportasi karena pengecekan tidak setiap hari.

    4. Tentukan Cara Pembayaran

    Kontraktor ada yang dibayar per progres seperti selesai menyelesaikan lantai satu, mereka menerima bayaran, baru dilanjutkan lantai berikutnya.

    “Jadi kalau mau bikin kamar mandi, fondasinya dulu. Fondasi udah selesai dibayar. Naik ke dinding, dinding selesai dibayar, terus atap, atap selesai dibayar. Keramik, keramik selesai dibayar,” ucapnya.

    Sistem pembayaran pembangunan per progress ini memberikan peluang ke pemilik rumah untuk mengecek pekerjaan secara menyeluruh. Apabila tidak sesuai, kamu bisa menahan pembayaran sampai perbaikan selesai.

    Namun, ada pula cara pembayaran kontraktor di muka atau bahkan pembayaran penuh di akhir.

    5. Penghuni Harus Sering Tanya Progres

    Taufiq menegaskan agar tidak terjadi kesalahan di akhir, sejak awal penghuni rumah harus sering bertanya sampai tidak ada keraguan. Apabila pemilik tidak begitu paham, pada saat bertanya bisa didampingi oleh arsitek atau orang yang lebih paham.

    “Cara yang paling gampang, tanya sama yang mengerjakan, ‘itu bocor apa nggak’, ‘gimana caranya’, itu nanti dijelasin sama dia gitu. ‘Bisa ditunggu waktu hujan nggak?’, ‘nanti bapak cek, ceknya yang mana?’,” paparnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Pilih Kontraktor yang Amanah untuk Bangun dan Renovasi Rumah


    Jakarta

    Memilih kontraktor yang tepat adalah faktor penting untuk kelancaran pembangunan rumah. Saat kita memilih kontraktor yang amanah, bisa diandalkan, dan jujur, pembangunan rumah dapat selesai tepat waktu dan tanpa drama.

    Bagi yang belum tahu, dilansir detikBali, kontraktor adalah badan khusus yang bertugas melakukan aktivitas pengadaan, baik untuk barang fisik maupun jasa, dan mendapat upah sesuai dengan nilai kontrak yang telah disepakati kedua pihak.

    Kontraktor kerap menjadi pilihan untuk pembangunan rumah dari 0. Bisa pula kontraktor dipilih saat ingin merenovasi rumah seperti saat menambah lantai atau memperluas rumah.


    Saat memilih kontraktor, melihat harga jasa saja tidak cukup. Banyak kontraktor yang bisa memberikan harga murah atau janji-janji manis lainnya justru bisa saja sering menipu konsumen.

    Lantas, bagaimana cara memilih kontraktor yang terpercaya?

    Menurut Novianti, seorang pegawai pemerintahan sekaligus content creator masak dan home decor, memberikan pengalamannya saat mencari kontraktor. Ia berkata susah-susah gampang untuk menemukan kontraktor yang cocok. Berdasarkan pengalaman pribadi, ia menemukan kontraktor pilihannya saat melihat tetangganya sedang membangun rumah.

    Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa tips dari Novi saat memilih kontraktor yang tepat untuk membangun rumah.

    1. Pilih Kontraktor yang Amanah

    Aspek pertama yang harus dilihat saat mencari kontraktor adalah cari tahu apakah perusahaan tersebut amanah atau tidak. Hal ini untuk menghindari proyek gagal di tengah jalan atau dibangun asal-asalan. Novi juga membagikan tips menyeleksi kontraktor yang paling cocok dengannya yakni melihat dari penawaran jasa yang paling bagus dan sesuai dengan budget yang dimiliki.

    “Cari kontraktor itu harus yang amanah dan bisa dipercaya. Karena itu kan istilahnya yang utama,” kata Novi pada Jumat (9/2/2024) lalu.

    2. Sering Diskusi dengan Kontraktor

    Ia menekankan ketika mencari kontraktor, pemilik rumah juga harus memiliki rancangan rumah yang akan dibangun atau direnovasi sehingga memiliki bayangan untuk mengawasi dan menjelaskan kepada kontraktor.

    Kemudian, jelaskan sejelas mungkin ide yang dimiliki ke kontraktor. Disarankan pemilik rumah memiliki gambar atau sketsa rumah yang telah dikonsultasikan kepada arsitek. Dengan begitu, kesalahpahaman dapat dicegah.

    Ketika pembangunan berjalan, pemilik rumah juga harus mengecek progresnya dan selalu berkomunikasi dengan kontraktor tersebut.

    “Diskusi, coba kerja sama yang baik dengan kontraktornya biar tidak mangkrak,” tuturnya.

    3. Pintar-pintar Cari Bahan

    Selain biaya untuk jasa kontraktor, pemilik rumah juga harus mengeluarkan biaya untuk material bangunannya. Jangan sampai hanya mengandalkan kontraktor karena bisa saja tidak cocok dengan budget atau malah ditipu.

    “Kita juga harus pintar-pintar cari bahan yang lebih murah tapi bisa sesuai dengan budgetnya tapi sesuai dengan keinginan kita,” ujarnya.

    Ciri-ciri Kontraktor yang Harus Dihindari

    Terpisah, Profesional Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki menyampaikan ciri-ciri kontraktor yang perlu dihindari karena kemungkinan tidak amanah.

    1. Tidak Memiliki Izin Usaha

    Sebagai penyedia jasa, kontraktor seharusnya memiliki izin usaha. Perusahaan yang tak memiliki izin usaha akan sulit untuk memastikan kinerjanya dan meminta pertanggung jawabannya karena tidak tercatat secara resmi dan diakui di mata hukum.

    2. Tidak Punya Portofolio Hasil Kerja

    Jangan coba-coba memakai jasa kontraktor yang belum memiliki pengalaman sebelumnya. Novi juga mengatakan hal serupa, jika hasil pekerjaan sebelumnya bisa menjadi pertimbangan besar. Cara melihat portofolio tersebut, bisa melalui media sosial, company profile, testimoni langsung dari yang sudah memakai jasa mereka, dan lainnya.

    3. Tim yang Bekerja Bersamanya Bermasalah dan Tidak Kompeten

    Kontraktor tidak mungkin bekerja sendirian, mereka memiliki tim bahkan mempunyai jaringan tukang-tukang yang biasa bekerja pada proyek mereka. Kalian bisa mengecek tukang-tukang tersebut apakah memang sering bekerja dengan kontraktor tersebut atau juga baru bekerja.

    Bisa pula cek tim kontraktor tersebut apakah lengkap yakni memiliki arsitek, design interior, estimator, purchasing, logistik, dan engineering.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com