Tag: tips mencuci

  • 10 Tips Mencuci Pakaian yang Tak Banyak Orang Tahu



    Jakarta

    Mencuci merupakan aktivitas membersihkan pakaian dengan air dan sabun, kadang ditambah pewangi, lalu dijemur, dan setelah kering baru disetrika. Namun, pada kenyataannya ada kesalahan mencuci entah pakaian yang rusak, pakaian malah jadi bau, noda pakaian tidak hilang, atau bahkan bisa merusak mesin cuci.

    Dilansir dari situs Real Simple, pada Selasa (06/05/2025), berikut 10 tips mencuci yang harus diketahui agar mencegah kesalahan-kesalahan yang bisa menimbulkan kerugian.

    Jangan Pakai Pelembut Untuk Handuk

    Faktanya, handuk tidak perlu memakai pelembut pakaian. Hal ini dikarenakan pelembut pakaian dapat meninggalkan lapisan yang menahan bau dan menghambat penyerapan. Selain handuk, pakaian yang tidak perlu memakai pelembut adalah pakaian olahraga.


    Air Hangat dan Minyak Zaitun untuk Baju Wol

    Jika sweater atau baju rajutan mengalami penyusutan, sebetulnya pakaian tersebut bisa kembali ke bentuk semula setelah direndam pada wadah yang berisi air hangat serta ditambah satu sendok makan minyak zaitun. Rendam sweater selama dua hingga tiga jam, lalu letakkan di permukaan datar, kemudian tarik perlahan kembali ke ukuran semula.

    Suhu Air yang Tepat untuk Noda

    Ternyata suhu air adalah kunci untuk menghilangkan noda membandel pada pakaian. Gunakan air panas untuk noda yang sudah menempel karena air panas dapat melonggarkan serat pakaian.

    Cuci Jins Baru Supaya Tidak Luntur

    Jika punya pakaian berbahan denim atau jins yang baru saja dibeli, maka pakaian itu wajib dicuci terlebih dahulu. Cuci jins menggunakan air dingin agar warnanya tidak luntur dan mengotori pakaian lain. Untuk perlindungan ekstra, tambahkan ½ cangkir cuka putih pada pencucian pertama untuk menjaga warnanya tetap utuh.

    Pemanis Buatan untuk Noda Minyak

    Pakaian yang terkena noda minyak bisa hilang dengan pemanis buatan. Caranya cukup gosok pada noda, diamkan selama beberapa menit, lalu sikat dan bilas. Pemanis akan menyerap minyak sehingga ketika dicuci seperti biasa bisa dengan mudah hilang.

    Cuka dan Soda Kue untuk Bau pada Pakaian Olahraga

    Pakaian olahraga cenderung lebih beraroma tidak sedap karena banyak kuman dan bakteri akibat campuran kotoran dan keringat. Cara yang bisa dilakukan adalah siapkan ember berisi air dingin lalu tambah secangkir cuka dan secangkir soda kue. Kemudian, rendam pakaian semalaman. Pilihan lainnya adalah tambahkan cuka ke pelembut kain di mesin cuci.

    Sabun Cuci Piring untuk Noda Minyak

    Sama seperti pemanis buatan, sabun cuci piring juga bisa dipakai untuk menghilangkan noda minyak yang membandel pada pakaian. Sebelum dicuci seperti biasa, oleskan sabun cuci piring pada noda lalu biarkan selama 10 menit.

    Pakai Kantong Jaring

    Menggunakan kantong jaring untuk mencuci pada pakaian yang halus dan kecil, seperti kaus kaki dan topi akan sangat bermanfaat. Hal ini untuk mencegah serat halus kain yang terlepas dan dapat membuat saluran air mampet.

    Jangan Terlalu Banyak Memasukkan Cucian ke Pengering

    Memasukkan terlalu banyak pakaian ke dalam pengering dapat membuat pengering menjadi rusak. Drum pengering yang terlalu penuh menyebabkan pakaian tidak dapat bersirkulasi dengan baik. Sebaiknya cucian yang dimasukkan ke dalam pengering tidak lebih dari ⅔ muatan drum.

    (zlf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Kok Baju Saya Masih Kotor Meski Sudah Dicuci? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Apakah kamu sering mendapati pakaian kamu masih kotor dan bau meski sudah dicuci? Ada berbagai faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Salah satunya ada masalah pada mesin cuci.

    Lalu, apa yang menyebabkan pakaian kotor setelah dicuci dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut.

    Penyebab Pakaian Masih Kotor Setelah Dicuci

    Melansir dari Love to Know, Sabtu (23/12/2023), berikut beberapa penyebab pakaian masih kotor setelah dicuci.


    Drum Mesin Cuci kotor

    Kebersihan mesin cuci perlu diperhatikan sekitar sebulan sekali. Sebab meski memiliki fungsi untuk membersihkan. Bukan berarti mesin cuci bisa bersih sendiri. Kotoran sisa dari proses mencuci bisa menumpuk dan mengotori drum mesin cuci. Drum mesin cuci yang kotor akan membuat bakteri dan jamur dapat tumbuh kemudian menyebar ke pakaian selama siklus pencucian. Selain itu, hal ini juga jadi penyebab pakaian berbau tidak sedap.

    Menggunakan Terlalu Banyak Deterjen atau Pelembut

    Selanjutnya, penyebab pakaian kotor setelah dicuci adalah memakai deterjen atau pelembut yang terlalu banyak. Sebelum memasukan deterjen atau pelembut, ada baiknya kamu membaca petunjuk mesin cuci untuk mengetahui jenis detergen yang dibutuhkan. Mesin cuci dengan efisiensi lebih tinggi membutuhkan lebih sedikit detergen. Jadi, jika menemukan noda putih atau biru pada pakaian setelah mencuci, kamu mungkin memasukkan terlalu banyak sabun ke dalam drum.

    Mesin cuci efisiensi tinggi juga tidak membutuhkan banyak air dalam siklus pencucian seperti model lama. Menambahkan terlalu banyak sabun, akan menghasilkan banyak busa sehingga mesin tidak dapat membersihkannya sepenuhnya dari pakaian.

    Ada Karat Pada Mesin Cuci

    Karat juga menjadi penyebab pakaian kotor setelah dicuci. Biasanya, hal ini tidak kamu sadari hingga mendapatkan noda coklat kemerahan. Untuk noda karat, jika terjadi pada bagian penggiling atau drum, kamu perlu memanggil teknisi untuk memperbaiki mesin cuci.

    Cara Mengatasi Noda Setelah Pencucian

    Mengetahui apa penyebab pakaian kotor setelah dicuci adalah hal bagus, tetapi tidak membuat proses menghilangkannya menjadi lebih mudah. Untungnya, jika menemukan noda-noda ini sebelum mencuci pakaian dan dikeringkan beberapa kali, seharusnya bisa menghilangkannya.

    Noda Jamur

    Jika memiliki noda hijau kehitaman berlendir di seluruh pakaian, kemungkinan besar ada jamur yang muncul dalam siklus pencucian kamu. Untungnya, menghilangkan noda jamur dari pakaian dapat dilakukan dengan mudah menggunakan rendaman cuka yang diencerkan.

    Caranya mudah untuk membunuh spora jamur yang menempel, cukup rendam pakaian di dalam cuka dengan takaran sekitar 3 sampai 7 liter air selama 30 menit.

    Noda Deterjen Cucian Berwarna Biru dan Putih

    Ada banyak cara menghilangkan noda deterjen. Kamu dapat menggunakan cuka dengan cara sama seperti pada pakaian yang terkena noda jamur dan lumut atau mencoba salah satu dari metode lain untuk menghilangkan noda deterjen.

    Noda Karat

    Noda karat pada baju memiliki bentuk noda kecil kemerahan. Salah satu cara untuk membersihkan noda karat dari pakaian adalah menambahkan kurang lebih 236 ml air perasan lemon ke dalam air cucian, kemudian masukkan pakaian ke mesin cuci.

    Noda Pewarna Pakaian yang Luntur

    Untuk menghilangkan noda pewarna atau luntur pada pakaian, kamu bisa coba gunakan pemutih. Kamu juga bisa membersihkan pakaian dengan noda warna luntur dengan pemutih yang sangat encer, sekitar dengan takaran air sekitar 3 liter.

    Demikian penyebab pakaian kotor setelah dicuci dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Ampuh Memutihkan Pakaian yang Menguning Tanpa Pemutih


    Jakarta

    Baju, celana, hingga kain putih mudah kusam atau menguning jika terus digunakan. Cairan pemutih umumnya dipakai untuk membuat warna pakaian kinclong kembali.

    Sayangnya, penggunaan produk pemutih yang terlalu banyak bisa merusak bahan. Bukannya bersih, baju justru semakin kekuningan sehingga tidak layak lagi dipakai.

    Ada kok cara ampuh memutihkan pakaian tanpa pemutih. Temukan caranya di bawah ini.


    Cara Memutihkan Pakaian Tanpa Pemutih

    Mengutip The Spruce dan Real Simple, berikut sederet cara memutihkan pakaian putih yang kekuningan atau kusam tanpa cairan pemutih:

    1. Gunakan Perasan Lemon

    Air perasan lemon merupakan pemutih alami untuk pakaian. Kandungan asam sitratnya berguna untuk memutihkan pakaian berbahan katun, linen, dan poliester.

    • Siapkan 4 buah lemon, potong menjadi dua bagian dan peras untuk diambil airnya.
    • Campurkan perasan lemon ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas.
    • Rendam pakaian putih setidaknya 4 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    2. Rendam dengan Soda Kue

    Soda kue atau baking soda mengandung natrium bikarbonat yang bantu menghilangkan noda membandel pada kain. Bahan ini juga dapat menghempaskan bau yang menempel di pakaian, termasuk kaus kaki.

    • Campurkan 230 gram soda kue ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas, aduk hingga larut.
    • Rendam pakaian putih setidaknya 1 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    3. Tambahkan Cuka Putih

    Asam asetat dalam cuka putih bantu menghilangkan residu deterjen penyebab pakaian menguning dan kusam.

    • Tambahkan 250 ml cuka putih suling ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas.
    • Masukkan pakaian putih menguning dan rendam semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    4. Pakai Sabun Cuci Piring

    Sabun cuci piring ada yang mengandung natrium hipoklorit yang bisa memutihkan kain terbuat dari serat alami seperti katun atau linen.

    • Siapkan 3,5 liter air panas.
    • Tambahkan sedikit sabun cuci piring dengan deterjen biasa, aduk merata.
    • Masukkan pakaian kusam dan rendam selama 30 menit.
    • Cuci pakaian seperti biasa.

    5. Cobalah Citric Acid

    Bubuk citric acid atau asam sitrat bekerja sebagai pemutih sama seperti lemon. Teksturnya yang bubuk cukup disimpan tempat kering dan tidak mudah rusak seperti perasan lemon.

    • Campurkan 3 sdm bubuk asam sitrat dalam 3,5 liter air panas.
    • Rendam pakaian setidaknya 4 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    6. Campurkan Boraks

    Boraks termasuk alternatif pemutih yang dapat menghilangkan noda dan residu yang mampu menempel pada kain.

    • Campurkan 115 gram bubuk boraks ke 3,5 liter air hangat, aduk hingga larut.
    • Masukkan pakaian putih dan rendam selama 30 menit atau lebih.
    • Cuci seperti biasa.

    7. Jemur di Bawah Sinar Matahari

    Cahaya matahari yang mengandung sinar ultraviolet (UV) bisa memudarkan warna pakaian tapi juga dapat mencerahkan baju putih. Tidak hanya memutihkan, cahaya ini bantu membunuh kuman yang mungkin bersarang di kain.

    Pakaian, seprai, maupun handuk putih dapat dijemur di bawah sinar matahari langsung dan biarkan hingga kering.

    Penting diperhatikan, sejumlah cara di atas dikhususkan untuk pakaian full putih. Pengulangan metode mungkin diperlukan untuk mendapatkan pakaian yang kembali putih dan bersih.

    Hindari penggunaannya pada pakaian berwarna atau motif. Lakukan metode sesuai petunjuk dan jangan mencampur-campur bahan yang dipakai.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Ini Tips Cuci Gorden yang Benar


    Jakarta

    Mencuci gorden diperlukan agar tetap bersih dan bebas debu. Saat mencucinya tidak bisa sembarangan dan sebaiknya disesuaikan dengan material gorden.

    Waktu yang pas untuk mencuci gorden biasanya tiga sampai enam bulan sekali. Waktu pencucian tersebut tergantung dari bahan gorden maupun lokasi penempatannya.

    Nah, saat ingin mencucinya, ada beberapa yang tips yang bisa dilakukan agar gorden tetap bersih dan dalam keadaan baik. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Tips Mencuci Gorden

    Bersihkan Debu

    Menurut CEO MaidPro, Patricia Duarte, membersihkan debu pada gorden sebelum mencucinya perlu dilakukan. Hal ini dilakukan agar gorden tidak terlalu kotor sebelum waktu pencuciannya.

    Pemilik rumah bisa membersihkan debu pada gorden dengan menggunakan kemoceng atau vacuum cleaner setiap minggu atau sebulan sekali.

    Cek Gorden Apakah Luntur atau Tidak

    Sebelum mencucinya, pastikan dulu gorden luntur atau tidak. Pastinya pemilik rumah nggak mau ‘kan warna gorden miliknya luntur atau tercampur warna lain jika dicuci bersamaan dengan bahan lainnya.

    Jangan Pakai Pelembut Pakaian

    Menurut Duarte, pelembut pakaian bisa meninggalkan lapisan yang menjebak kotoran dan sabun. Hal ini bisa membuat gorden lebih cepat kotor dan mengurangi kemampuannya untuk menyaring udara.

    Gunakan Siklus Lembut Saat Pencucian atau Pakai Air Dry

    Penggunaan siklus lembut dilakukan agar gorden tetap utuh saat dicuci. Saat menjemurnya, pendiri Maid Brigade, Robin Murphy, menyarankan untuk dilakukan diangin-anginkan. Jika tidak memungkinkan bisa menggunakan pengaturan panas rendah pada pengring pakaian.

    Gantung Gorden Saat Lembap

    Menggantung gorden dalam keadaan agak lembap bisa mengurangi kerutan secara alami. Dengan demikian, pemilik gorden tidak perlu menyetrikanya.

    Tips Mencuci Gorden Berdasarkan Bahannya

    Gorden Renda Tipis

    Gorden ini rapuh, jadi sebaiknya dicuci dengan tangan atau dicuci kering. Setelah dicuci, letakkan di tempat yang datar untuk mengeringkannya.

    Gorden Wol

    Wol tidak tahan air atau panas. Sebaiknya gunakan jasa profesional saat mencucinya agar tidak rusak.

    Gorden Katun

    Bahan katun kuat tetapi dapat menyusut karena panas. Untuk mencucinya, bisa menggunakan air dingin dan detergen lembut. Kemudian, keringkan dengan suhu rendah atau jemur hingga kering.

    Gorden Poliester

    Poliester adalah kain yang lebih mudah dirawat dan tidak mudah rusak. untuk mencucinya bisa menggunakan air dingin atau hangat. Hindari suhu tinggi saat mencucinya.

    Itulah beberapa tips untuk mencuci gorden. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Bisa Sembarangan, Begini Cara Mencuci Pakaian Berbahan Anti Air


    Jakarta

    Saat ini sudah banyak pakaian yang memakai bahan anti air sehingga dapat mencegah pakaian basah. Namun, beberapa di antara penggunanya ada yang belum mengetahui bagaimana cara mencuci pakaian dengan bahan seperti ini. Apakah sama dengan pakaian dengan bahan kain?

    Beberapa di antaranya bahkan ada yang merasa tidak perlu mencucinya terlalu sering karena tidak mudah basah dan cepat mengeringnya. Padahal sama seperti pakaian lainnya, pakaian dengan bahan anti air juga perlu dicuci.

    Lantas, bagaimana cara membersihkan pakaian dengan bahan anti air? Dilansir The Guardian, berikut tipsnya.


    Tips Mencuci Pakaian Berbahan Anti Air

    1. Pakaian Tidak Boleh Dibiarkan Lembap

    Pakaian berbahan anti air tetap perlu dijemur agar benar-benar kering. Sebab, apabila dibiarkan lembap, nantinya minyak dan kotoran yang berada di permukaan bahan dapat merusak pelindung pada bahan tersebut.

    2. Langsung Cuci Pakaian

    Apabila pakaian berbahan anti air terasa lembap, jangan sekali-kali menyimpannya di keranjang pakaian yang tertutup. Kamu harus langsung mencucinya karena apabila dibiarkan beberapa hari jamur bisa tumbuh pada pakaian dan menyebabkan bau tak sedap pada pakaian.

    3. Cuci dengan Mesin Cuci

    Beberapa pakaian berbahan anti air bisa dicuci menggunakan mesin cuci. Namun, kamu harus melihat kembali tata cara pembersihan pakaian di label yang biasa tertera di dalam baju.

    4. Setrika Bahan dengan Pelapis

    Setelah dijemur atau dikeringkan, kamu bisa menyetrika pakaian berbahan anti air agar lebih tahan lama. Namun, ada cara khusus untuk menyetrikanya karena bahan anti air biasanya memakai plastik sehingga tidak tahan terhadap panas.

    Caranya adalah dengan memasang pelapis agar setrika tidak langsung menyentuh pakaian berbahan anti air tersebut. Gunakan panas sedang agar bahan tidak meleleh.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Remeh! Begini Cara dan Waktu Tepat Mencuci Selimut



    Jakarta

    Selimut merupakan salah satu kain tebal yang digunakan untuk menghangatkan tubuh terutama ketika sedang tidur. Kain yang tebal dan jarang terlihat noda membuat orang selalu mengira selimut tetap bersih sehingga lupa untuk mencuci. Padahal, walau kelihatan bersih, selimut justru menyimpan banyak debu di dalamnya.

    Untuk itu, selimut juga perlu dicuci secara rutin seperti kain yang lain. Namun, kapan sebaiknya selimut harus dicuci?

    Menurut pakar binatu di SudShare, Laurie Fulford, seperti dikutip dari situs Homes and Gardens, waktu mencuci selimut tergantung dengan seberapa sering selimut tersebut menyentuh dengan tubuh manusia atau hewan.


    “Jika selimut tidak sering menyentuh tubuh manusia apalagi hewan peliharaan, maka aman untuk mencuci selimut setiap satu bulan sekali. Namun, jika sering bersentuhan dengan tubuh manusia atau hewan peliharaan maka perlu dicuci setiap satu hingga dua minggu sekali,” ujar Fulford.

    Mencuci selimut memang hal yang penting untuk menjaga selimut tetap bersih guna mencegah timbulnya gejala alergi terutama pada kulit. Bahkan, selimut tetap kotor jika tidak digunakan dan hanya disimpan di dalam lemari. Sebab, debu-debu akan menempel terutama pada lapisan selimut terluar. Debu inilah yang akhirnya dapat beterbangan dan menempel di udara, rambut, hingga kulit manusia.

    Walau mencuci selimut terdengar sulit karena bahannya yang tebal, kamu bisa gunakan jasa binatu. Akan tetapi, mencuci selimut sendiri sebetulnya tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut terdapat 3 tips untuk mencuci selimut.

    1. Pisahkan selimut dari pakaian lain. Hindari mencuci selimut dan seprai bersamaan.
    2. Jangan gunakan air panas saat mencuci karena dapat membuat selimut menyusut dan bahannya menjadi rusak.
    3. Pilih siklus halus pada mesin cuci agar selimut tetap lembut dan bebas serat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 7 Kesalahan Sepele Ini Saat Mencuci Pakaian



    Jakarta

    Mencuci tidak hanya sekadar memasukkan pakaian ke dalam mesin dan mengeluarkannya ketika sudah bersih. Mencuci butuh persiapan dan kehati-hatian, seperti takaran deterjen dan hal lainnya agar pakaian serta mesin cuci tidak rusak.

    Beberapa kesalahan ketika mencuci mungkin wajar dilakukan, tapi beberapa kesalahan ada yang bisa fatal dan merusak pakaian atau mesin cuci itu sendiri. Untuk itu, melansir dari situs Better Homes & Gardens, berikut deretan kesalahan mencuci yang harus dihindari.

    Menggunakan Terlalu Banyak Deterjen

    Menggunakan terlalu banyak deterjen bukan berarti pakaian jadi lebih bersih, justru sebaliknya. Menambahkan deterjen dalam jumlah banyak dapat menghasilkan busa tambahan sehingga pakaian tidak dapat terbilas secara menyeluruh. Akibatnya, pada pakaian masih ada residu lengket yang menarik lebih banyak kotoran, debu, dan bakteri. Oleh karena itu, gunakan deterjen secukupnya.


    Tidak Memilah Jenis Pakaian

    Tidak semua jenis pakaian dapat dicuci secara bersamaan, seperti pakaian warna terang harus dipisah dengan pakaian warna gelap. Bahan pada pakaian tertentu seperti jins, sweater, dan kemeja juga harus dipisah. Handuk, seprai, dan kain tebal juga harus dicuci terpisah.

    Tidak Mengosongkan Kantong

    Pastikan kantong-kantong pada baju atau celana dikosongkan sebelum dicuci. Tisu menjadi salah satu benda yang cukup sering ditemukan pada kantong. Maka, buang semua apa yang ada di kantong untuk menghindari kerusakan pakaian.

    Tidak Menutup Ritsleting

    Ritsleting pada celana dapat tersangkut pada pakaian lain di dalam mesin cuci. Hal ini sangat berisiko menimbulkan kerusakan baik bagi pakaian itu sendiri atau mesin cuci. Oleh karena itu, tutup ritsleting sebelum memasukkannya ke dalam mesin cuci. Pada bra, kencangkan kaitnya agar tidak tersangkut.

    Tidak Membuka Kancing Kemeja

    Kemeja harus dibuka seluruh kancingnya sebelum dicuci. Hal ini agar menghindari kemeja robek. Selain itu, kancing dibuka agar mencegah benang kancing mengendur saat dicuci.

    Tidak Membersihkan Noda Sebelum Mencuci

    Terkadang beberapa pakaian memiliki noda membandel yang tidak mudah hilang jika dicuci hanya dengan mesin cuci. Oleh karena itu, sebelum mencuci, periksa seluruh pakaian khususnya yang memiliki noda. Kemudian, hilangkan dulu nodanya bisa dengan air panas, tepuk-tepuk agar kain tidak rusak, baru setelah noda hilang bisa dicuci kembali di mesin cuci.

    Tidak Membuka Pintu Mesin Cuci

    Setelah selesai mencuci sebaiknya buka pintu mesin cuci agar tidak membuat udara di dalamnya terjebak sehingga jadi lembap. Biarkan terbuka sampai mesin cuci mengering dengan sendirinya. Hal ini agar mesin cuci bebas dari bakteri dan bau.

    Itulah beberapa kesalahan umum saat mencuci. Perhatikan dan jangan diulangi lagi, ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Jenis Pakaian Ini ‘Haram’ Dicuci dengan Mesin Cuci, Bikin Cepat Rusak


    Jakarta

    Saat ini mencuci pakaian jauh lebih mudah dan tidak perlu menggunakan banyak tenaga semenjak ada mesin cuci. Pakaian cukup dimasukkan ke dalam keranjang di dalam mesin cuci, kemudian mesin akan otomatis mencuci pakaian, membilas, dan mengeringkan.

    Pakaian yang bisa masuk dan dicuci di mesin cuci ada batasannya. Hal ini dikarenakan mesin cuci memiliki kapasitas dan ada beberapa pakaian yang bisa rusak jika dicuci di mesin cuci. Dilansir Southern Living, berikut beberapa jenis pakaian yang sebaiknya tidak dicuci di dalam mesin cuci.

    1. Sutra

    Sutra merupakan bahan yang memiliki tekstur halus, lembut, dan cukup berkilau. Bahan pembuat sutra bukan dari bahan sintetis, melainkan serat protein alami yang dihasilkan oleh ulat sutra, yakni larva ngengat sutra (Bombyx mori). Harga sutra cukup mahal dan perawatannya cukup ketat. Sutra tidak disarankan untuk dicuci dengan mesin cuci karena dapat menimbulkan penyusutan dan kerusakan pada bahannya. Sebaiknya cuci pakaian sutra dengan tangan lalu gunakan air dingin dan deterjen lembut. Jangan menjemur sutra pada sinar matahari langsung karena bisa menyebabkan warnanya memudar.


    2. Beha

    Pakaian dalam wanita satu ini lebih direkomendasikan untuk dicuci menggunakan tangan. Tali pengait beha berpotensi tersangkut pada pakaian lain atau pada mesin cuci itu sendiri. Seiring waktu tali tersebut dapat renggang dan tidak lagi nyaman dipakai.

    3. Pakaian Manik-manik

    Indonesia memiliki baju kebaya yang biasa dibuat dengan jahitan yang rumit dan mani-manik. Meskipun terlihat ramai hiasan tetapi tampilannya tidak norak, justru yang memakainya terlihat elegan. Selain pembuatannya yang sulit, cara mencucinya pun nggak sembarangan lho. Kebaya atau pakaian bermanik-manik sebaiknya dicuci dengan tangan untuk menghindari kerusakan pada jahitan dan manik-manik.

    4. Pakaian yang Ada Bulu Hewan

    Pakaian yang sering ditemukan serat atau bulu hewan tidak cocok dicuci menggunakan mesin cuci. Hal ini dikarenakan mesin cuci justru membuat bulu tersebut lepas dari pakaian dan bisa menyumbat mesin cuci. Jika ingin tetap mencuci baju di dengan mesin cuci, bersihkan atau hilangka dahulu bulu menggunakan sikat atau rol serat.

    5. Kasmir atau Wol

    Mengutip dari situs Martha Stewart, mencuci kardigan atau pakaian berbahan serat wol dari bulu hewan tidak bisa dengan mesin cuci. Bahan wol atau kasmir terlalu tipis jika dicuci bersamaan dengan pakaian lain. Selain itu, bisa berisiko bahan robek, melar, hingga menyusut. Pakaian dari bahan wol sebaiknya dicuci dengan tangan.

    6. Setelan Jas

    Jas merupakan jenis pakaian formal yang sering dipakai pekerja kantoran. Bahannya biasanya agak kaku dan membentuk badan terutama bagian tangan dan pundak. Untuk menjaga bentuknya tetap rapi dan kokoh, cuci jas dengan tangan tanpa terlalu memeras.

    7. Kulit

    Bahan kulit jika dicuci dengan mesin cuci dapat menyusut. Maka, jika kamu punya jaket kulit maka bisa bersihkan dengan tisu bayi. Namun, kamu tetap perlu saran dari tukang laundry untuk memastikan jaket kulitmu dicuci dengan baik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Mesin Cuci Tetap Awet? Hindari 5 Kebiasaan Buruk Ini


    Jakarta

    Cukup jarang ditemukan penyebab kerusakan mesin cuci karena digunakan setiap hari. Sebagai perangkat kebersihan tentu mesin cuci diproduksi agar mampu digunakan setiap hari. Lantas, apa yang menyebabkan mesin cuci rusak?

    Setiap perangkat elektronik sebenarnya berpotensi mengalami kerusakan. Penyebabnya beragam, bisa karena kerusakan pada mesin, usia penggunaan yang sudah lama, dampak dari bencana alam, dan yang paling sering disebabkan karena salah penggunaan.

    Dilansir Good House Keeping, berikut beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat memakai mesin cuci.


    1. Memasukkan Pakaian Berlebihan

    Sebelum memakai mesin cuci, ketahui dulu bagaimana cara kerjanya. Salah satunya adalah mengetahui seberapa banyak pakaian yang bisa dimasukkan ke dalam wadah. Ada yang mengatakan hanya setengah dari kapasitas tabung dan ada yang 3/4. Berat maksimal ini berguna agar ketika mencuci pakaian tidak sulit memutar dan setiap sisi pakaian dapat bersih merata.

    Mesin cuci yang terlalu penuh bisa menyebabkan proses pencuciannya macet dan selesai lebih lama. Semakin sedikit pakaian yang ada di dalam, proses pencucian akan lebih maksimal dan bersih.

    2. Menggunakan Jenis Detergen yang Salah

    Umumnya mesin cuci menggunakan jenis detergen cair. Produsen juga lebih banyak mengeluarkan detergen cair dengan fungsi ganda agar dapat menghilangkan noda, melembutkan pakaian, hingga memberikan wangi pada pakaian dalam satu produk.

    Beberapa mesin cuci juga ada yang kurang cocok menggunakan detergen bubuk karena bisa meninggalkan kotoran dan menyumbat sistem di dalamnya. Jika ingin menggunakan detergen bubuk sebaiknya dilarutkan dahulu dengan air agar tidak ada bubuk yang tertinggal di dalam wadah.

    3. Lupa Mengeluarkan Benda yang Tertinggal di Pakaian

    Peraturan yang tak kalah penting saat mencuci baju menggunakan mesin cuci adalah keluarkan semua benda yang tidak bisa dicuci. Dengan kata lain, cek dahulu semua kantong di pakaian jangan sampai ada barang yang tidak bisa dicuci. Banyak kejadian, tisu, uang, gelang, jam tangan, hingga ponsel ikut tercuci. Benda-benda tersebut akan berbahaya karena bisa merusak mesin cuci.

    Selain itu, bulu hewan peliharaan atau daun-daunan juga berbahaya jika tertinggal di mesin cuci. Kotoran-kotoran tersebut bisa menyumbat drainase mesin cuci.

    4. Sering Memakai Mesin Cuci Hingga Bergetar

    Mesin cuci yang bergetar biasanya dikarenakan kelebihan muatan atau posisi meletakkannya tidak seimbang. Mesin cuci yang sering bergetar dapat memicu kerusakan pada sistem di dalamnya.

    5. Jarang Membersihkan Mesin Cuci

    Ketika memakai mesin cuci, kebanyakan penggunanya lupa jika mesin cuci juga harus rutin dibersihkan. Meskipun air bisa keluar masuk secara otomatis ketika digunakan, tetapi kotoran akan sulit keluar karena terhalang pakaian.

    Cara membersihkan mesin cuci adalah dengan air hangat, kemudian tuangkan cairan pembersih khusus mesin cuci ke dalamnya. Operasikan mesin cuci seperti biasa. Ketika air berputar, biasanya kotoran yang mengendap akan naik ke atas. Ulangi cara ini sampai tidak terlihat ada kotoran yang mengambang. Setelah itu ambil filter mesin cuci dan sikat hingga bersih.

    Itulah 5 kebiasaan yang membuat mesin cuci cepat rusak, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Baju Harus Dibalik saat Dicuci? Ini Kata Pakar



    Jakarta

    Saat mencuci baju, biasanya dilakukan dalam keadaan terbalik yaitu bagian dalamnya di luar. Hal ini ternyata ada manfaatnya lho.

    Membalik pakaian saat dicuci bisa menjaga warna agar tidak pudar. Selain itu, membalik bagian dalam jeans ke luar bisa mencegah iritasi bahan pakaian lain yang sensitif karena bergesekan dengan ritsleting, kancing, atau bahan berat lainnya.

    “Mencuci pakaian dan membaliknya akan membantu melindungi kain luar dari gesekan selama pencucian, yang sangat penting untuk mempertahankan warna dan membuat pakaian tampak baru,” kata Forrest Webber, pemilik Bear Brothers Cleaning dikutip dari Real Simple, Selasa (25/11/2025).


    Selain itu, cara ini juga bisa melindungi motif dan sulaman pakaian membersihkan bagian dalam pakaian hingga menghilangkan keringat.

    Walaupun membalik pakaian tidak bisa mencegah warna pudar, setidaknya bisa memperlambat proses itu.

    Walau demikian, tidak semua pakaian bisa dicuci dengan cara bagian dalamnya dibalik. Berikut ini beberapa pakaian yang bisa dicuci dengan bagian dalam yang ada di luar.

    – Jeans
    – Pakaian olahraga
    – Kemeja katun
    – Pakaian berwarna cerah
    – Pakaian berwarna gelap
    – Bahan halus dan bebas noda

    Kalau ada pakaian berwarna gelap atau cerah dan ingin mempertahankan kecerahan warnanya, balikkan pakaian tersebut sebelum dicuci.

    “Ini akan mencegah pudarnya pakaian berwarna gelap atau cerah dan akan mempertahankan sulaman atau sablon,” kata Webber.

    Kalau pakaian terkena noda, perlu mengatasinya terlebih dulu dan membersihkannya dengan sisi yang benar. Ini akan membantu menghilangkan noda sebaik mungkin.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com