Tag: tips properti

  • Posisi Penempatan Pintu dan Jendela yang Baik Menurut Ajaran Islam



    Jakarta

    Bagi umat Muslim yang baru akan membangun rumah dan ingin menerapkan desain yang dianjurkan dalam Islam, kamu bisa menggunakannya pada saat memasang pintu dan jendela.

    Seperti yang diketahui, pintu adalah akses utama masuk ke rumah. Sementara jendela merupakan akses untuk mendapatkan cahaya alami dari matahari dan jalur sirkulasi udara apabila nantinya pintu ditutup.

    Menurut IslamiCity, yang dikutip pada Rabu (13/3/2024), terdapat panduan untuk merancang meletakkan pintu dan jendela yang baik di rumah di rumah sebagai berikut.


    Ketentuan Pintu yang Baik Menurut Islam

    Sebagai jalan utama masuk ke dalam rumah, sebaiknya posisi pintu tidak memperlihatkan isi keseluruhan rumah. Lebih baik pintu dihadapkan ke ruang tamu atau ruang depan. Lalu dari ruang tamu tersebut terdapat sekat berupa dinding atau lemari untuk mencegah interior di dalam rumah terlihat dari luar.

    Selain itu, buat pintu rumah tidak bersebelahan dengan pintu tetangga. Apabila pintu tetangga berada di sebelah kiri, maka kamu bisa membuatnya di tengah atau ikut di kiri. Hal ini juga berlaku bagi hunian di lingkungan yang padat atau apartemen.

    Ukuran pintu juga sebaiknya tidak terlalu besar. Jika ukurannya terlalu besar, kamu bisa membuatnya menjadi dua pintu. Sebagai unsur dekoratif agar pintu tidak terlihat monoton, kamu boleh menghias pintu depan dengan kaligrafi bertuliskan salam, doa, atau ayat-ayat al-Qur’an.

    Hindari mengukir pintu dengan gambar manusia atau hewan seperti bentuk kepala hewan atau bagian tubuh manusia yang dibuat dengan detail. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam sebuah Hadits riwayat HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Hibban.

    “Sesungguhnya malaikat tidak memasuki suatu rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar timbul (relief).”

    Sebagai tambahan kamu juga bisa melengkapi pintu dengan alat yang memudahkan tamu untuk memanggil penghuni rumah seperti bel.

    Ketentuan Desain Jendela Menurut Islam

    Hal penting yang perlu diperhatikan dari pemasangan jendela adalah fungsinya dapat melindungi privasi penghuninya. Desain yang disarankan adalah tidak perlu membuat jendela terlalu besar terutama yang langsung menghadap ke arah jalan dan bisa dilihat orang lain.

    Ketinggian jendela yang dianjurkan adalah di atas mata, tetapi masih mudah untuk dibuka atau ditutup. Menggunakan kaca buram dan semi-buram seperti kaca film diperbolehkan untuk keamanan dan kenyamanan penghuninya. Kamu juga boleh menambahkan balok di atas kusen sebagai penyangga yang biasa disebut balok latei.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Abaikan! 6 Tanda Rumah Perlu Renovasi


    Jakarta

    Merawat rumah adalah hal yang sangat penting dilakukan oleh setiap pemilik rumah untuk menjaga rumah tetap nyaman dan bebas dari masalah. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk merawat rumah mulai dari hal yang sederhana seperti menjaga kebersihan rumah hingga renovasi rumah.

    Tapi, kapan waktu yang tepat untuk merenovasi rumah? Kamu bisa melakukan renovasi pada rumah ketika rumah mulai terasa tidak nyaman dan muncul tanda-tanda masalah di rumah yang perlu diatasi. Melansir dari laman Architecture Beast, berikut adalah 6 tanda rumah kamu perlu renovasi.

    1. Atap atau Genteng Bocor

    Atap atau genteng yang bocor adalah salah satu tanda besar rumah kamu perlu renovasi. Biasanya, kebocorannya ditandai dengan bintik-bintik air di langit-langit. Umumnya genteng memang harus diganti setiap 30 tahun sekali, tapi jika sudah banyak genteng kamu yang bocor kamu perlu segera memperbaikinya. Dalam beberapa kasus, atap yang bocor bisa menjadi pertanda adanya masalah yang lebih serius, sehingga perlu untuk segera dilakukan renovasi pada atap.


    2. Perlu Ruang Tambahan

    Ruang tambahan diperlukan saat kamu memiliki keluarga yang sedang berkembang. Ketika anak sudah remaja, mereka akan memerlukan kamar sendiri sehingga rumah kamu memerlukan renovasi untuk ruang tambahan. Renovasi untuk menambah ruangan pada rumah juga bisa mengubah tata letak rumah kamu, jadi hal ini bisa menjadi solusi juga untuk kamu yang butuh suasana dan tampilan rumah yang baru.

    3. Perbaikan Kecil yang Terus Berulang

    Perbaikan-perbaikan kecil di rumah adalah hal yang tidak bisa dihindari. Namun, jika kamu terus-menerus memperbaiki masalah yang sama setiap saat, ini bisa menjadi tanda bahwa rumah kamu memerlukan renovasi. Selain itu, melakukan renovasi juga bisa membantu kamu menghindari biaya berulang dan menjaga rumah kamu tetap berfungsi dengan efisien.

    4. Lantai Sudah Dalam Kondisi Buruk

    Hal lain yang menandakan bahwa kamu memerlukan renovasi adalah ketika lantai menjadi bobrok. Dibandingkan dengan bagian rumah lainnya, lantai biasanya lebih tahan lama. Namun seiring berjalannya waktu, lantai juga bisa rusak dan perlu untuk diganti. Selain dari sisi fungsional, merenovasi lantai juga bisa menambah nilai estetika pada rumah.

    5. Pipa Bocor

    Ketika pipa mulai bocor, itulah saatnya kamu untuk memanggil tukang ledeng dan melakukan renovasi. Sayangnya, banyak pemilik rumah yang menunda perbaikan pipa hingga masalahnya semakin parah. Meskipun hal ini mungkin tampak tidak penting pada saat itu, pipa yang rusak dapat merusak dan membahayakan fondasi rumah kamu.

    6. Banyaknya Rayap dan Hama

    Salah satu tanda yang tidak dapat disangkal bahwa rumah perlu renovasi adalah ketika kamu sering menemukan bukti adanya serangan rayap, terutama bagi kamu yang banyak menggunakan kayu sebagai furnitur rumah. Rayap dapat menyebabkan kerusakan besar pada rumah, sehingga memerlukan biaya perbaikan yang mahal. Oleh karena itu kamu harus membasmi serangan rayap terlebih dahulu sebelum memulai renovasi rumah.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahan Rumah Tangga Ini Bisa Dijadikan Cairan Pembersih Alami



    Jakarta

    Membersihkan rumah rasanya kurang lengkap kalau belum menggunakan cairan pembersih. Ada banyak cairan pembersih yang tersedia di pasaran yang mampu menghilangkan kotoran dan noda membandel di rumah.

    Namun, seringkali cairan pembersih seperti itu menggunakan bahan yang keras serta dapat mengganggu kesehatan manusia dan lingkungan. Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan cairan pembersih alami yang lebih aman serta mampu membersihkan rumah dengan maksimal.

    Melansir dari laman Better Bond Cleaning, berikut ini beberapa bahan yang bisa digunakan untuk membuat cairan pembersih alami di rumah.


    1. Cuka Putih

    Cuka putih merupakan bahan yang luar biasa sebagai cairan pembersih rumahan. Bahan ini bisa membantu menghilangkan minyak, noda membandel dan juga mendisinfeksi permukaan.

    Menariknya, cairan ini bisa digunakan sebagai pembersih gelas, logam kuningan, dan minyak. Cuka putih sangat efektif untuk membersihkan noda, tetapi disarankan agar tidak digunakan pada bahan marmer atau batu-batuan.

    2. Lemon

    Lemon sebagai buah sitrus mampu menghilangkan kotoran, debu, bakteri, dan noda di lantai dan permukaan keras lainnya. Kamu bisa mencampurkan jus lemon dan garam untuk menggosok permukaan menjadi kinclong.

    Sementara untuk keran, buah lemon bisa digosokkan ke permukaan kotor dan dibiarkan selama enam jam sebelum dibersihkan dengan kain basah. Selain itu, lemon juga dapat menjadi pewangi alami tempat sampah, cukup dengan meletakan separuh belahannya.

    3. Soda Kue

    Soda kue merupakan bahan pembersih alami yang lembut tetapi mampu membersihkan kotoran dengan mudah. Selain digunakan sendirian, bahan ini dapat ditambahkan ke banyak bahan pembersih lainnya.

    Soda kue boleh digunakan untuk membersihkan oven, microwave, dan talenan untuk menghilangkan noda dan kotoran. Sebab, bahan tersebut tergolong aman, terlebih karena merupakan bahan makanan.

    4. Boraks

    Boraks memang salah satu bahan serba guna yang sangat bermanfaat untuk urusan rumah tangga. Salah satunya sebagai bahan pembersih yang bisa digunakan untuk banyak permukaan. Meski mengandung berbagai unsur kimia, bahan ini masih tergolong sebagai pembersih alami.

    Sebab, boraks bertindak sebagai buffer namun menjaga pH stabil untuk memberikan hasil pembersihan yang aman dan sehat. Untuk membersihkan kloset kamar mandi, tuangkan setengah gelas boraks lalu biarkan semalaman.

    Lalu, kamu bisa menyikatnya di pagi hari untuk menghilangkan kotoran dan noda membandel. Sementara untuk wastafel dapur yang berminyak, cukup dengan mendiamkan taburan bokas selama 15 menit sebelum dibersihkan.

    5. Garam

    Garam sebagai barang yang wajib ada di rumah ternyata bisa sangat membantu membersihkan rumah. Kamu dapat menyikat ubin, lantai, atau permukaan keras lainnya dengan taburan garam. Untuk hasil lebih maksimal, campurkan garam dengan air panas sebagai cairan pembersih.

    Itulah bahan-bahan yang bisa digunakan sebagai cairan pembersih alami untuk membuat rumah menjadi kinclong dan sehat bagi keluarga maupun lingkungan. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Penyebab Air Keran Muncrat Ketika Dibuka dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Ketika kenop keran air diputar atau ditarik, biasanya air keluar secara perlahan. Tetapi pernahkah kamu mengalami air keran muncrat tepat saat kamu membuka keran tersebut?

    Air keran yang muncrat ini bisa membuat pakaian dan benda di depannya basah karena tekanan air yang keluar terlalu besar dan menyebar.

    Kondisi aliran air ini ada yang sementara dan ada pula yang terjadi terus menerus. Biasanya yang sementara itu aliran airnya akan kembali normal setelah pembukaan keran kedua. Namun ada pula air keran yang muncrat yang memang alirannya melebar sehingga kamu perlu mengecilkan jumlah air yang keluar agar pakaian tidak basah.


    Sebenarnya apa yang menyebabkan air keran muncrat saat baru akan digunakan. Melansir dari Angi pada Kamis (14/3/2024), berikut beberapa penyebabnya.

    1. Pipa Saluran Air Dimatikan

    Saluran air yang sudah lama tidak digunakan karena pemilik rumah pergi berlibur atau jarang berada di rumah membuat air jarang digunakan.

    Otomatis tidak ada yang memberikan tekanan untuk air mengalir ke atas dalam jangka waktu yang cukup lama. Maka, pada saat kembali digunakan, akan terdengar suara pipa kosong, baru setelah itu air keluar dengan memuncrat.

    Jika kamu mengalami hal serupa, kamu tidak perlu melakukan perbaikan pada saluran air. Cukup gunakan keran air seperti biasa setiap harinya, air bisa kembali mengalir dengan lancar seperti semula.

    2. Lubang Penyaring Keran Tersumbat

    Pada lubang keran air, kerap dipasang penutup berupa luban-lubang kecil untuk menghasilkan aliran air yang lebih konsisten dan bebas percikan. Lubang ini merupakan mencampurkan air dan udara untuk membuat aliran air lebih lancar.

    Apabila aliran keran air muncrat, bisa jadi dikarenakan penyaring keran ini tersumbat. Sehingga air keluar deras dan keras. Jika memang tersumbat, kamu bisa membuka lubang penyaring keran tersebut dengan diputar. Setelah itu sikat bagian lubang dan dalamnya. Biasanya penyebab tersumbatnya karena lumut yang menumpuk

    3. Kerusakan pada Keran Cartridge

    Jika kamu memiliki keran yang cara membuka alirannya dengan diangkat dan ditutup, keran tersebut bernama cartridge. Katup keran cartridge yag rusak atau kotor bisa menghambat aliran air yang keluar dan menyebabkan keran air muncrat.

    Solusinya jika katup keran cartridge rusak, kamu perlu menggantinya dengan yang baru. Apabila kotor kamu bisa membukanya dan membersihkan pada bagian tutup dan tubuh dalamnya.

    4. Pipa Air Retak

    Pipa air yang retak memberikan akses udara masuk ke dalam aliran air. Cara mengetahui tanda-tanda kebocoran air pada pipa rusak diantaranya terdapat noda air di dinding seperti rembesan, tercium bau lapuk, keran air terasa longgar, keran air muncrat setiap dibuka.

    Cara memperbaiki pipa air yang retak tergantung pada tingkat kerusakannya. Jika retaknya parah maka kamu perlu menggantinya dengan yang baru, namun apabila masih bisa ditambal gunakan dengan lem fiber, dempul epoksi, serta selongsong karet dan jepitan. Minta bantuan ahli agar perbaikan pipa yang retak cepat.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Masalah Rumah yang Bisa Diselesaikan Pakai Baking Soda dan Cuka!


    Jakarta

    Baking soda dan cuka adalah barang yang selalu ada di dapur setiap rumah. Selain kegunaannya sebagai bahan masakan, baking soda dan cuka juga ternyata bisa digunakan sebagai bahan pembersih.

    Kegunaan baking soda dan cuka sebagai pembersih alami sebenarnya sudah cukup populer.

    Kebanyakan orang tahu bahwa soda kue adalah bahan pembersih dan penghilang bau, sedangkan cuka mempunyai kekuatan antibakteri.


    Meskipun masing-masing zat merupakan pembersih yang efektif, namun jika digabungkan, zat-zat tersebut bisa memberikan efek ekstra.

    Dilansir dari laman How Stuff Works, inilah 6 masalah di rumah yang bisa diatasi cuma pakai baking soda dan cuka:

    1. Membersihkan Panci dan Wajan

    Saat memasak, sering kali makanan yang kamu masak gosong dan lengket di panci atau wajan. Ketika hal itu terjadi, kamu tidak perlu khawatir dan segera ambil baking soda dan cuka yang ada di dapur kamu.

    Caranya adalah dengan menambahkan sedikit air dan 1 cangkir (240 ml) atau lebih cuka ke dasar panci, lalu panaskan hingga mendidih. Angkat panci dari api lalu tambahkan 2 sendok makan (28 gram) soda kue. Biarkan panci terendam hingga tidak ada gelembung lagi. Kemudian, gosok dengan sabut gosok dan kerak gosong yang semula menempel akan hilang seketika.

    2. Membersihkan Mesin Cuci

    Mesin cuci dapat menumpuk sisa sabun, kerak kapur, atau bahkan jamur seiring berjalannya waktu. Dari pada membeli bahan bahan kimia yang belum tentu aman, kamu bisa menggunakan bahan-bahan alami seperti baking soda dan cuka untuk membersihkannya.

    Caranya cukup dengan memasukkan kedua bahan tersebut ke dalam drum mesin cuci. Kemudian jalankan mesin dengan air panas selama satu putaran penuh.

    3. Mengatasi Saluran Pembuangan Tersumbat

    Jangan salah, campuran baking soda dan cuka ternyata ampuh untuk mengatasi saluran pembuangan yang tersumbat juga. Caranya cukup sederhana, tuangkan air mendidih ke saluran pembuangan.

    Kemudian tuangkan 1/2 cangkir soda kue dan diamkan di saluran pembuangan selama tiga hingga lima menit. Selanjutnya, tambahkan 1 cangkir cuka, diikuti dengan 1 cangkir air panas. Tunggu selama 5 sampai 10 menit. Kemudian bilas dengan lebih banyak air mendidih. Dijamin saluran pembuangan kamu akan lancar lagi.

    4. Membersihkan Wastafel Dapur

    Kombinasi baking soda dan cuka juga bisa digunakan untuk mengembalikan kilau pada wastafel stainless steel di dpur kamu. Untuk caranya, cukup basahi wastafel lalu taburi dengan soda kue. Setelah itu, gosok menggunakan sikat atau kain lalu bilas. Selanjutnya, rendam beberapa lembar tisu di dalam cuka putih, dan letakkan di wastafel. Diamkan selama 20 menit, lalu angkat dan bilas kembali wastafel.

    5. Menghilangkan Bau pada Toilet

    Bau tidak sedap pada toilet bisa juga dihilangkan dengan menggunakan baking soda dan cuka. Cukup tuangkan 1 cangkir soda kue ke dalam mangkuk, lalu tambahkan 1 cangkir cuka. Tutup penutup toilet dan diamkan campuran itu sampai berbuih selama sekitar 30 menit. Kemudian gunakan sikat toilet untuk menggosoknya hingga bersih.

    6. Memperbaiki Handuk yang Kasar

    Handuk bisa menjadi kaku atau bau karena penggunaan deterjen dan pelembut kain secara berulang-ulang. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena baking soda dan cuka bisa dengan mudah memperbaiki handuk kamu.

    Untuk melakukan ini, pertama-tama cuci handuk dengan 1 cangkir cuka dan air panas. Jangan tambahkan deterjen apa pun. Kemudian cuci untuk kedua kalinya dengan air panas dan 1 cangkir soda kue. Terakhir, masukkan ke dalam pengering tanpa menggunakan pelembut kain.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampas Kopi dan 6 Sisa Makanan Ini Tak Boleh Dibuang ke Wastafel


    Jakarta

    Selesai makan dan memasak hindari membuang sisa makanan di wastafel atau saluran air di tempat pencucian piring. Membuang sisa makanan terutama berbentuk padat dapat menyumbat saluran air.

    Bahkan ampas minuman seperti kopi dan teh juga tidak menjamin dapat terbuang ke luar. Sering kali didapati justru ampas minuman penyebab saluran air tersumbat.

    Menurut situs Mr. Rooter, cara mengetahui saluran air tersumbat, bisa dilihat dari tanda-tanda berikut.


    1. Air meluap dari saluran pembuangan wastafel atau keluar dari sela-sela selang pembuangannya.
    2. Air lama menyusut saat kran wastafel digunakan.
    3. Lubang mengeluarkan bau makanan tidak sedap.

    Maka dari itu, ada baiknya sisa makanan langsung dibuang ke tempat sampah, terutama untuk jenis makanan berikut.

    Ampas Kopi

    Setelah menyeruput kopi, kamu pasti menemukan ampas di dasar gelar. Saat hendak mencuci gelas, hindari membuang ampas kopi langsung ke saluran air wastafel. Ampas kopi tidak mudah larut dalam air dan berpotensi menumpuk di saluran air.

    Sebagai gantinya coba jadikan ampas kopi sebagai pupuk tanaman, penghilang bau di rumah, atau bahan eksfoliasi kulit.

    Nasi, Mie, dan Pasta

    Nasi adalah sisa makanan yang paling sering ditemukan saat mencuci piring. Meski ukurannya kecil, tetapi itu tidak menjamin, nasi akan larut atau hancur saat dibuang di saluran air.

    Hal yang sama juga berlaku setelah membuat mie atau pasta. Sisa dari hasil memasak mie atau pasta sebaiknya tidak dibuang ke saluran air, termasuk airnya yang masih panas dan berminyak.

    Nasi, mie, dan pasta ada tipe bahan makanan yang dapat menyerap air dengan baik, sehingga saat dibuang di saluran air bisa menyebabkan penyumbatan.

    Tepung

    Terlalu Banyak Konsumsi Tepung Bisa Memicu 5 Penyakit IniTepung yang masih kering Foto: Getty Images/iStockphoto/Timmary

    Orang Indonesia kerap membuat makanan dengan dilapisi adonan tepung seperti pisang goreng, bakwan, tempe, tahu, ayam goreng, dan masih banyak lagi. Pada sisa adonan tepung tersebut pasti ada larutan terigu yang mengental.

    Adonan ini sebaiknya tidak dibuang ke saluran air karena sifatnya sama seperti ampas kopi tidak mudah larut saat tersiram air.

    Minyak dan Lemak

    Cara Praktis Bersihkan Wadah Makanan yang BerminyakWadah Makanan yang Berminyak Foto: TikTok Adi Kempler

    Setelah memasak, kamu perlu berhati-hati saat mencuci alat masak terutama yang berminyak. Minyak dan lemak mudah menempel di dinding saluran air dan apabila terjadi penumpukan kotoran dapat menyebabkan saluran air tersumbat.

    Jadi sebelum mencuci alat masak dan makan rendam lebih dahulu dengan air sampai minyak terangkat. Setelah itu buang di tempat sampah.

    Tulang

    -tulang ayam Foto: Istimewa

    Penggemar ayam goreng, ayam, sapi, dan daging hewan bertulang lainnya, pastikan buang sisa tulang tersebut ke tempat sampah. Tulang yang keras sulit untuk terurai dan dapat menyebabkan saluran air tersumbat jika dibuang ke sana.

    Cangkang Telur

    Manfaat cangkang telurCangkang telur Foto: Getty Images/iStockphoto

    Sama seperti tulang, cangkang telur juga berbentuk padat meski rapuh. Membran cangkang telur juga memiliki ujung yang tajam dan tipis sehingga mudah untuk tersangkut di saluran air. Sebagai gantinya kamu bisa membuat serpihan cangkang telur menjadi bahan pupuk kompos.

    Kulit Kentang

    manfaat kulit kentangKulit kentang Foto: Getty Images/iStockphoto

    Bagi kamu yang suka mengonsumsi kentang, sebaiknya kulit kentang yang telah dicuci bersih dikonsumsi. Apabila kulit kentang tidak dipakai buang pada tempat sampah. Membuang kulit kentang ke saluran air juga dapat menyebabkan penyumbatan.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian Sistem Cessie: Skema, Manfaat, dan Kekurangannya


    Jakarta

    Dalam dunia transaksi jual beli rumah lewat bank, ada skema pembelian yang diberi nama sistem cessie. Bank memiliki skema pengalihan hak pembayaran apabila debitur bermasalah dalam pelunasan pencicilan misalnya dalam pembelian rumah.

    Mengutip dari Kementerian Keuangan pada Jumat (15/3/2024), sistem cessie merupakan perjanjian pengalihan piutang yang dilakukan oleh pihak perbankan untuk mengalihkan hak tagih kepada pihak lain dan atau pihak ketiga untuk menjamin fasilitas kredit atau dana yang diberikan oleh bank.

    Sistem cessie ini salah satu cara bank agar uang kredit yang diberikan kepada debitur dapat kembali jika di tengah jalan pelunasan tidak bisa dipenuhi. Sistem cessie membutuhkan pihak ketiga yakni calon pembeli baru yang bisa membayar lunas rumah dari pemilik lamanya.


    Dalam perjanjian cessie, yang dialihkan adalah piutang atas nama atau kebendaan tidak bertambah lainnya sebagaimana diatur dalam Pasal 613 ayat (1) KUH Perdata yang menentukan, penyerahan atas piutang-piutang atas nama dan kebendaan tidak bertambah lainnya, dilakukan dengan jalan membuat sebuah akta otentik atau di bawah tangan dengan mana hak-hak atas kebendaan itu dilimpahkan kepada orang lain.

    Piutang atas nama atau tagihan atas nama adalah tagihan yang krediturnya tertentu dan diketahui dengan baik oleh debitur. Hal ini berbeda dengan tagihan atas tunjuk (aan toonder) yang merupakan tagihan-tagihan yang krediturnya (sengaja dibuat, demi untuk memudahkan pengalihannya) tidak tertentu.

    Skema Sistem Cessie

    Dalam sistem cessie ini yang akan terlibat di dalamnya adalah pihak bank sebagai kreditur, pembeli rumah atau benda melalui sistem cicilan kepada bank atau pihak yang berutang, dan pihak ketiga yang mau membeli rumah atau benda dari pembeli pertama yang tidak sanggup melunasi cicilan kepada bank.

    Nantinya pembeli rumah yang memiliki masalah dalam pelunasan cicilan kepada bank akan dipertemukan dengan pihak ketiga yang tertarik untuk membeli rumah yang cicilannya macet. Pihak bank juga perlu memberitahukan perihal peralihan ini kepada pembeli rumah yang bermasalah.

    Pihak ketiga nantinya akan mendapatkan surat-surat piutang atau benda tak berwujud lainnya yang melekat seperti hak tanggungan, hipotik, dan lainnya disertai dengan endosmen.

    Berdasarkan Pasal 613 KUH Perdata pihak bank akan membuat akta otentik atau akta bawah tangan ketika mengalihkan hak tagih cicilan rumah kepada pihak ketiga. Pembuatan akta otentik ini perlu diketahui oleh pembeli lama yang tidak mampu melakukan pelunasan. Akta otentik atau akta bawah tangan ini dibuat secara tertulis, diakui, disetujui oleh pembeli lama dan hanya untuk tagihan yang sudah ada.

    Dengan begitu pembayaran oleh pihak ketiga akan dianggap sah. Sementara untuk pembeli lama yang memiliki utang kepada bank atas cicilan rumahnya tetap harus membayar utang tersebut sesuai kesepakatan di awal.

    Manfaat Sistem Cessie

    Sistem Cessie ini tentu memudahkan pihak bank agar layanan cicilan yang sudah diberikan kepada debitur dapat kembali beserta dengan bunganya.

    Untuk pihak debitur yang cicilannya terkendala, mereka memiliki harapan untuk menjual rumah tersebut kepada pihak ketiga yang juga ikut melunasi sisa cicilan yang macet. Meskipun debitur tetap melunasi utangnya.

    Bagi pihak ketiga yang mengambil alih sisa pelunasan cicilan rumah pembeli lama mereka akan ditawarkan harga rumah atau benda yang lebih murah.

    Kekurangan Sistem Cessie

    Sistem Cessie ini memiliki sejumlah risiko karena pihak ketiga ketika membayar rumah yang mengalami kredit macet tidak langsung mendapatkan hak milik rumah tersebut. Pihak ketiga perlu melakukan balik nama atas sertifikat rumah terlebih dahulu.

    Proses balik nama ini juga perlu negosiasi antara pembeli lama dengan pihak ketiga terkait harga beli rumah yang sama-sama mereka lunasi.

    Jika pembeli lama tidak mau menyerahkan rumah tersebut kepada pihak ketiga ketika dua-duanya berhasil melunasi cicilan rumah tersebut, pihak ketiga berhak mendapatkan pengembalian uang yang dia keluarkan saat mengikuti sistem Cessie ini.

    Dengan begitu, pihak ketiga tidak akan mendapatkan rumah tersebut dan perlu menunggu uangnya kembali. Sehingga membutuhkan waktu lagi sampai modalnya kembali.

    (aqi/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Mengatasi Ujung Karpet yang Tertekuk Kembali Lurus


    Jakarta

    Bagi kamu yang menggunakan bentuk karpet dengan ujung lancip, pasti pernah menemukan ujungnya tertekuk ke atas. Saat kamu mencoba meluruskan dengan dilipat ke arah sebaliknya justru tercetak garis lekukan di permukaan karpet.

    Jangan khawatir, kondisi ujung karpet yang tertekuk atau terlipat ini bisa dikembalikan ke tampilan datar seperti saat baru saja dibeli. Melansir dari The Spruce pada Jumat (15/3/2024), berikut beberapa cara mengembalikan bentuk ujung karpet yang tertekuk kembali lurus.

    Jemur di Bawah Sinar Matahari

    Menjemur karpet di luar ruangan saat matahari tengah cerah ternyata bisa mengembalikan bentuk karpet. Cara ini juga efektif untuk menghilangkan kusut, kerutan, dan lipatan pada karpet.


    Gulung Karpet ke Arah Sebaliknya

    Jika melipat ke arah sebaliknya meninggalkan garis, coba gulung karpet ke belakang, sehingga tidak menimbulkan garis yang merusak estetika karpet tersebut. Setelah digulung, diamkan gulungan karpet selama beberapa saat. Jika ujung karpet yang tertekuk berhasil kembali, jangan lupa timpa dengan benda agar tidak ada gelombang di permukaannya.

    Gunakan Setrika Pakaian

    Setrika yang memiliki lapisan datar dapat meluruskan ujung karpet yang tertekuk atau terangkat. Caranya adalah letakkan kain kecil di atas ujung karpet yang tertekuk lalu gosok kain tersebut sembari agak ditekan.

    Fungsi dari kain kecil ini adalah untuk melindungi permukaan karpet rusak karena tidak semua karpet menggunakan bahan kain yang tahan panas dan ada pula yang menggunakan semi plastik yang berpotensi meleleh.

    Gunakan Pengering Rambut atau Hair Dryer

    Sama seperti setrika, kamu perlu berhati-hati saat mengarahkan panas ke karpet. Hair dryer bisa diarahkan ke belakang karpet dengan jarak 15-23 cm agar permukaan karpet tidak rusak. Saat mengarahkan hair dryer tersebut sebaiknya sembari digerakkan agar perenggangan permukaan karpet lebih cepat.

    Rekatkan Permukaan Karpet

    Merekatkan permukaan bawah karpet ada kelebihan dan kekurangannya. Tampilan karpet akan lebih baik dan permukaannya akan lebih rata tanpa ada tekukan atau naik ke atas. Namun, dengan memasang lem di bawah permukaan karpet membuatnya sulit dilepas atau dibersihkan.

    (aqi/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Penyebab Bantalan Sofa Kendur dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Kelebihan sofa daripada kursi biasa adalah dudukannya memiliki bantalan yang empuk dan hangat. Namun, sering ditemui bantalan sofa kendur saat diduduki.

    Hal ini bisa disadari saat duduk di atasnya, kamu merasa seperti badan lebih rendah dari ketinggian bantalan sofa yang seharusnya. Saat pertama kali merasakan itu kamu pasti akan merasa tidak nyaman dan mencoba memperbaiki posisi duduk agar lebih tegak.

    Mengutip dari The Spruce pada Sabtu (16/3/2024), berikut cara mengetahui penyebab bantalan sofa kendur dan cara memperbaikinya.


    1. Cek Kondisi Bantalan Sofa

    sofa kendur bukan hanya karena bantalannya yang kurang massa di dalamnya. Kamu bisa mengeceknya dengan melepas bantalan sofa. Kemudian meletakkannya di lantai. Jika saat diduduki bantalannya kendur seperti semula maka memang benar masalah dari sana.

    Bantal yang rata dapat dibuat kembali menggunakan bahan yang sama dengan cara memutarnya. Namun solusi yang paling efektif adalah mengganti bantalan sofa dengan busa baru yang dibungkus dengan poliester atau dacron.

    2. Pegas Serpentine Longgar atau Rusak

    Serpentine Springs adalah pegas yang berada di dalam sofa. Bentuknya zig zag seperti ular terbuat dari kabel logam panjang. Pegas serpentine atau yang kerap disebut pegas zig-zag ini mengelilingi kerangka sofa dari depan ke belakang.

    Pegas yang sudah lepas, perlu dipasang kembali ke klipnya, agar sofa tidak kendor. Apabila kondisi Pegas serpentine kendor, maka kamu harus menggantinya dengan yang baru.

    Pegas serpentine terbuat dari logam yang kuat juga rawan putus, terutama bagi pemiliknya yang kerap melepaskan ikatannya pada kerangka sofa kayu. Jika sudah terputus, kamu masih bisa menyambungkannya dengan benang atau kawat.

    Untuk menghindari bantalan sofa kendur, kamu perlu berhati-hati saat menggunakannya seperti rajin mengganti bantalan sofa dan tidak duduk di atas sofa dengan tekanan lebih.

    Jika kamu suka duduk di sofa, coba secara teratur berganti tempat agar semua sisi sofa mendapatkan tekanan yang sama. Menduduki satu spot sofa secara terus menerus mengurangi massa bantalan sofa untuk menyanggah beban di atasnya.

    Selain itu, hindari lompat di atas sofa. Getaran berlebih membuat pegas serpentine bisa putus atau bergeser. Duduk secara perlahan jangan seperti membanting diri.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Bau Plastik Terbakar di Rumah? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Bau plastik terbakar di rumah terkadang mengganggu penghuni rumah. Hal itu juga bisa membuat was-was penghuni rumah karena dikhawatirkan ada kebakaran.

    Mencium bau plastik terbakar padahal tidak ada sumber bau yang jelas bisa membuat penghuni rumah khawatir dan harus diatasi sesegera mungkin. Penyebab munculnya bau plastik terbakar di rumah bisa saja tidak berbahaya, namun bisa juga menjadi tanda sesuatu yang lebih berisiko sehingga harus diperiksa oleh profesional.

    Penyebab Ada Bau Plastik Terbakar di Rumah

    Dilansir dari The Spruce, Selasa (19/3/2024), bau plastik terbakar dapat berasal dari plastik yang benar-benar terbakar, misalnya peralatan masak yang meleleh di atas kompor panas atau aksesoris rambut plastik yang bersentuhan dengan catokan.


    Namun, bisa juga sumber bau plastik terbakar tidak bisa ditemukan. Jika tidak ditemukan sumbernya, dikhawatirkan bau tersebut berasal dari kabel listrik yang rusak.

    Kabel listrik yang buruk bisa menjadi terlalu panas atau bahkan terbakar dan dapat menyebabkan komponen terbakar, misalnya pada konektor atau yang lainnya.

    Stopkontak yang terlalu banyak beban juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Jika digunakan banyak perangkat, stopkontak akan menjadi terlalu panas dan dapat melelehkan berbagai komponen listrik di stopkontak.

    Cara Menghilangkan Bau Plastik Terbakar

    Sangat penting untuk segera menghilangkan bau plastik terbakar di rumah. Nah, hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah menyingkirkan benda yang menyebabkan bau tersebut. Selanjutnya buka semua jendela agar sirkulasi udara lancar atau menyalakan kipas angin.

    Kamu juga bisa menghilangkan bau tersebut dengan menaruh mangkuk berisi cuka putih pada ruangan yang bau plastik terbakar.

    Apabila sumber bau plastik terbakar berasal dari sistem kelistrikan, segera matikan atau cabut semua peralatan terkait. Pastikan tidak ada aliran listrik yang mengalir ke sana.

    Namun, apabila kamu tidak bisa menemukan sumber bau plastik terbakar, sebaiknya hubungi profesional atau teknisi listrik.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com