Tag Archives: tips properti

8 Tips Menyembunyikan Kabel TV biar Nggak Berantakan


Jakarta

Kabel TV yang berantakan tentu mengganggu tampilan ruangan dan membuat rumah terkesan berantakan. Selain itu, kabel yang tidak tertata rapi juga bisa menjadi sumber bahaya, terutama jika ada anak kecil atau hewan peliharaan di rumah.

Namun, kamu tidak perlu khawatir! Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyembunyikan kabel TV yang berantakan ini.

Apa saja caranya? Simak di bawah ini melansir dari laman The Spruce.


Sembunyikan Kabel dengan Kotak Penyimpanan Kabel

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk menyembunyikan kabel TV yang berantakan adalah dengan menggunakan kotak penyimpanan kabel. Terbuat dari plastik ABS yang kokoh, kotak ini memiliki banyak warna netral seperti putih, hitam, dan motif kayu, sehingga bisa menyatu dengan warna dinding kamu.

Kotak ini dilengkapi dengan port kabel yang dapat dibuka atau ditutup sesuai kebutuhan. Selain itu, kotak ini juga memiliki lubang ventilasi untuk sirkulasi udara agar kabel tidak panas. Dengan menggunakan kotak ini, kabel akan tetap rapi dan terorganisir di dalamnya.

Ikat Menggunakan Ikatan Kabel

Jika kamu mencari solusi yang sederhana dan murah, gunakan ikatan kabel untuk mengumpulkan kabel-kabel TV yang berantakan menjadi satu, kemudian ikat yang rapi. Kamu bisa membeli pita hook-and-loop hitam selebar 3/4 inci dan memotongnya sesuai kebutuhan.

Gulungan 3 meter biasanya cukup untuk mengatur semua kabel TV kamu yang berantakan. Cara ini bisa membuat kabel terlihat lebih rapi dan teratur tanpa perlu menggunakan alat atau perangkat khusus.

Ganti Kabel dengan yang Lebih Pendek

Kabel TV yang berantakan biasanya disebabkan oleh kabel yang terlalu panjang. Solusinya adalah mengganti kabel-kabel tersebut dengan versi yang lebih pendek. Kabel daya, HDMI, koaksial, dan data tersedia dalam berbagai panjang, bahkan ada yang hanya 30 cm.

Gunakan Raceways dan Saluran Kabel di Dinding

Raceways dan saluran kabel adalah tabung datar atau berbentuk D yang dipasang di permukaan dinding untuk menyembunyikan kabel. Produk ini biasanya terbuat dari plastik dalam warna netral yang dapat dicat sesuai warna dinding. Dengan menyelipkan kabel di dalamnya, kamu dapat menjaga tampilan dinding tetap rapi dan bersih, sementara kabel tetap tersembunyi.

Gunakan Saluran Alas Tiang

Saluran plastik berlubang bisa menggantikan trim quarter-round pada alas tiang untuk menyembunyikan kabel-kabel secara horizontal di sepanjang dinding. Saluran ini mudah dibuka dan ditutup, sehingga kamu bisa dengan cepat mengganti atau menambah kabel sesuai kebutuhan.

Selipkan Kabel di Dalam Dinding

Gunakan peralatan kabel khusus di dinding untuk menyembunyikan kabel dengan aman di dalam dinding. Peralatan ini dirancang untuk mencegah bahaya kebakaran dan menjaga keselamatan penghuni rumah. Kamu harus panggil orang yang profesional supaya bisa memasang kabelnya dengan aman. Meskipun sedikit rumit, cara ini adalah yang paling baik untuk menyembunyikan kabel karena kabel tidak akan terlihat dan akan terlindungi dengan baik di dalam dinding.

Buat Dinding Palsu

Membangun dinding palsu di belakang TV adalah cara yang efektif juga untuk menyembunyikan kabel di rumah dengan dinding beton atau bata yang sulit untuk dibor. Dinding palsu ini dapat dipasang dengan mudah menggunakan dua sampai empat drywall, dan sekrup drywall. Cara ini bisa menyembunyikan kabel TV yang berantakan tanpa perlu melakukan perubahan besar pada struktur asli dinding.

Ubah Kabel Menjadi Bagian dari Dekorasi

Cara yang terakhir untuk menyembunyikan kabel TV adalah membuatnya sebagai bagian dari dekorasi rumah dengan cara kreatif. Misalnya, kamu bisa menyamarkan kabel sebagai bagian dari cetakan alas tiang, atau menyelipkannya ke dalam perabot yang memiliki outlet bawaan. Ini adalah cara untuk membuat kabel menyatu ke dalam dekorasi rumah tanpa perlu menyembunyikannya sepenuhnya.

Itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menyembunyikan kabel TV yang berantakan. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi ruangan masing-masing, ya. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

9 Cara Usir Kucing Liar Biar Nggak Datang Lagi ke Halaman Rumah


Jakarta

Kedatangan kucing liar ke pekarangan kerap membuat penghuni rumah jengkel. Karena kadang mereka senang mengacak-acak barang maupun tanaman. Bahkan buang kotoran sembarangan sehingga bikin area halaman rumah jadi beraroma tak sedap.

Meski sudah diusir, tak jarang kucing liar datang lagi dan kembali membuat onar. Tapi tenang, ada kok cara usir kucing liar agar tidak datang lagi. Sederet cara ini aman, tidak menyakiti kucing, dan tanpa menggunakan racun. Bagaimana caranya? Cek uraian di bawah.

Cara Usir Kucing Liar dari Rumah Tanpa Racun

Mengutip The Spruce, berikut cara mengusir kucing liar agar tidak kembali lagi ke rumah.


1. Bersihkan Sisa Makanan

Kucing liar biasa datang ke tempat yang ada banyak makanannya. Mereka akan terus-menerus datang bahkan bisa menetap di tempat tersebut. Karena itu, bersihkan sampah makanan yang dibuang lalu tutup rapat tempat sampah agar tidak mengundang kucing liar.

Jika punya alat pemanggang, bersihkan pula sisa makanan yang menempel agar aromanya tidak menggoda kucing maupun hewan liar datang.

2. Pasang Pagar Anti Kucing

Pagar yang ada celahnya dapat dengan mudah dilewati kucing. Tapi ketika cat-free fence (pagar anti kucing) dipasang, kucing akan kesulitan melewatinya. Sebab, pagar khusus ini memiliki paku penghalang seperti kawat berduri. Walau begitu, pagar anti kucing ini tidak akan menyakiti kucing liar kok karena pakunya tidak terlalu tajam.

3. Sebar Cangkang Telur

Ternyata cangkang telur bisa mengusir kucing liar yang datang lho. Caranya dengan meremukkan cangkang telur menjadi potongan kecil, tapi tidak terlalu kecil juga ya. Lalu sebarkan di pekarangan rumah.

Cangkang telur cukup efektif lantaran permukaannya yang cenderung tajam. Sehingga membuat kucing liar tidak nyaman berjalan di atasnya. Untuk jumlah cangkang telurnya dapat disesuaikan dengan luas halaman rumah ya.

4. Tanam Tanaman Pengusir Kucing

Beberapa tanaman mengeluarkan aroma yang tidak disukai kucing, seperti lavender dan rosemary. Kamu bisa menanamnya di halaman rumah agar kucing liar tidak kembali datang.

Walau kucing tidak senang dengan baunya, tapi aroma tumbuhan tersebut tidak sampai mengganggu manusia kok. Bahkan aroma tanaman ini bisa cukup disukai manusia. Selain itu, tanaman mint juga dapat dipilih karena sama-sama punya bau yang tidak disukai hewan.

5. Taburkan Bubuk Kopi

Produk yang dapat ditemukan di dapur seperti bubuk kopi juga dapat digunakan. Kamu dapat menyebarkannya di area halaman rumah yang sering didatangi kucing.

Bubuk kopi bisa dimanfaatkan karena aromanya yang menyengat bisa mengganggu hewan liar. Di sisi lain, bubuk ini tergolong aman bagi tanaman di pekarangan tetapi dapat mengubah tanah menjadi asam dengan kadar tinggi.

6. Pasang Penyemprot Air Otomatis

Penyemprot air otomatis cukup berhasil untuk mengusir kucing liar. Alat ini umumnya dilengkapi pemancar inframerah yang jika ada hewan melewatinya akan mengeluarkan semburan air. Cara ini cukup efektif untuk menakuti kucing liar sehingga mencegah mereka untuk masuk ke halaman rumah.

7. Semprotkan Air Cuka

Cuka punya aroma kecut yang kuat. Untuk manusia saja, bau cuka cukup menyengat dan bisa mengganggu, terlebih untuk hewan. Karenanya, cuka dapat dimanfaatkan untuk mengusir kucing liar.

Caranya mudah, cukup larutkan cuka ke dalam air lalu masukkan ke dalam botol semprot. Gunakan rasio 1:1 agar lebih gampang. Kemudian air cuka ini dapat disemprotkan ke area pekarangan yang kerap didatangi kucing. Baunya bisa bertahan lama dan membuat kucing liar tidak tahan.

8. Gunakan Tusuk Gigi

Tusuk gigi kayu dapat digunakan pula untuk mengusir kucing liar. Caranya bukan untuk dicolok-colokkan ke tubuh hewannya ya, tapi untuk diletakkan di area halaman yang kucing sering kunjungi. Dengan begitu, kucing tidak akan ke tempat itu kembali karena membuat tidak nyaman.

9. Sebarkan Kulit Jeruk

Mirip seperti bubuk kopi, kucing tidak suka aroma dari kulit jeruk. Ini karena baunya dapat membuat mereka terganggu dan tidak betah.

Cara menggunakan kulit jeruk ini mudah, kamu cukup menyebar atau menguburnya di tempat yang didatangi kucing liar. Nantinya mereka tidak akan kembali dan cara ini juga terbilang aman untuk tumbuhan di sekitarnya.

Nah, itu tadi sederet cara ampuh mengusir kucing liar agar tidak datang lagi ke pekarangan rumah.

(inf/dna)



Sumber : www.detik.com

Banyak Walang Sangit di Rumah? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


Jakarta

Walang Sangit adalah salah satu serangga yang paling dibenci oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya, serangga yang satu ini memiliki bau menyengat yang sangat mengganggu. Parahnya lagi, bau ini sering datang secara misterius pada tubuh kita.

Tidak sampai situ saja, biasanya bau tidak sedap khas walang sangit ini juga sulit untuk dibersihkan dan memakan waktu yang lama untuk hilang sempurna.

Lalu, bagaimana caranya bau misterius ini bisa timbul ya?


Kenapa Walang Sangit Bau?

Dikutip dari rd.com, Rabu (12/6/2024), sebenarnya walang sangit ini tidak selalu mengeluarkan bau khasnya, bau ini sebenarnya adalah sebuah mekanisme pertahanan dari walang sangit. Bau ini hanya akan dikeluarkan bila walang sangit merasa terancam atau bila mereka tersakiti, seperti tidak sengaja tergencet atau ketindihan.

Bau tersebut datang dari cairan kimia di dalam tubuh mereka, Bahan kimia bau tersebut terdapat di kelenjar di perut mereka. Beberapa spesies walang sangit bahkan dapat menyemprotkan bahan kimia tersebut hingga beberapa inci.

Kapan Musim Walang Sangit?

Biasanya walang wangit akan lebih sering beraktivitas saat cuaca sedang hangat. Sebaliknya, saat cuaca sedang dingin, mereka akan bersembunyi di bangunan rumah, dari mulai sela tembok, loteng, rak buku, hingga di bawah kasur.

Menurut vice president Technical and Regulatory Affairs National Pest Management, Jim Fredericks, walang sangit biasanya akan aktif ketika cuaca sedang hangat, mereka akan cenderung muncul pada bagian rumah yang hangat dan terkena sinar matahari.

“Walang sangit akan muncul di sisi rumah yang terkena sinar matahari, tempat mereka menghangatkan diri,” ujar Fredericks.

Nah, bagi kamu yang sedang mendapatkan masalah serangan walang sangit di dalam rumah kamu, kamu tidak perlu khawatir. Di bawah ini ada beberapa cara untuk mengatasi walang sangit yang masuk ke rumah.

Penyebab Walang Sangit Masuk ke Rumah dan Cara Mengatasinya

1. Banyak Celah di Rumah

Penyebab yang pertama adalah karena banyaknya akses masuk serangga kecil ke dalam rumah kamu, seperti contohnya celah pada pintu, jendela, dan ventilasi.

Cara untuk mengatasinya adalah dengan menambal seluruh celah pada rumah dengan dempul silikon atau lateks silikon yang berkualitas.

2. Terlalu Banyak Sumber Cahaya

Sumber cahaya seperti lampu bisa mengundang perhatian walang sangit. Oleh karena itu, sebaiknya kamu mengurangi pencahayaan di area luar rumah kamu saat sore dan malam hari.

3. Banyak Tumpukan Sampah Daun Mati

Walaupun walang sangit sangat menyukai sisi bangunan yang cerah atau terkena sinar matahari, bukan berarti mereka tidak menyukai tempat yang lembap. Nyatanya, mereka juga suka berkumpul di sampah daun dan sisa makanan di halaman rumah.

Maka dari itu, biasakanlah untuk menyapu sampah dedaunan kering yang menumpuk di halaman rumah kamu.

Itu dia beberapa penyebab mengapa walang sangit masuk ke dalam rumah, dan cara untuk mengatasinya. Semoga bermanfaat!

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Ingin Bangun Pagar Rumah? Ini 10 Hal yang Penting Diperhatikan


Jakarta

Pagar termasuk elemen penting pada sebuah rumah. Selain menawarkan keamanan dan meningkatkan privasi penghuni rumah, pagar mampu mempercantik tampilan hunian.

Namun sebelum membangun pagar, ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan terlebih dahulu. Hal ini supaya pagar yang dipasang kokoh tahan lama dan proyek pembangunan pagar tidak mengganggu tetangga. Lantas, apa saja yang mesti diperhatikan?

Tips Sebelum Membangun Pagar Rumah

Dilansir Better Homes & Gardens dan MasterClass, berikut sederet hal yang perlu diperhatikan sebelum memasang pagar rumah:


1. Tentukan Tujuan Pasang Pagar

Sebelumnya, pastikan tahu tujuan membangun pagar lebih dulu. Jika ingin memasangnya supaya rumah aman dan privasi terjaga, maka pagar dapat dibuat tinggi dan kokoh agar tidak mudah dibobol.

2. Ketahui Batas Properti

Detikers harus tahu batas properti yang dimiliki di bagian depan, belakang, kanan, dan kiri. Hal ini untuk memastikan pagar dibangun dalam lingkup tanah sendiri, bukan di area milik orang lain.

3. Ukur Area Pagar

Setelah tahu batas ujung propertinya, tetapkan ukuran dan di mana pagar akan dipasang. Gunakan alat meteran untuk mengukur area yang ingin dibangun pagar, dan catat agar tidak lupa.

Pada saat ini, kamu bisa mulai mempertimbangkan model pagar yang cocok sesuai keinginan. Tentukan pula bentuk dan panjang pagar.

4. Tandai Jalur Perpipaan

Jika menggunakan layanan PDAM, detikers mesti tahu jalur perpipaan yang dilewati. Kalau perlu, tandai sepanjang jalurnya agar tidak terdampak pembangunan pagar. Berlaku pula untuk saluran air, sanitasi, dan perpipaan lainnya.

5. Pilih Material Pagar

Material pagar yang digunakan berdampak pada tampilan, daya tahan, dan perawatannya. Umumnya pagar terbuat dari kayu, tapi bisa juga dari bahan alternatif seperti aluminium, baja, vinyl, maupun bambu.

6. Pertimbangkan Menggunakan Jasa Tukang

Pagar rumah dapat dibuat sendiri jika detikers bisa melakukannya. Namun jika proyek pagar yang dibangun berskala besar, pemakaian jasa tukang boleh dipertimbangkan. Bisa tukang harian ataupun kontraktor, sesuaikan dengan budget.

7. Pikirkan jika Ingin Menambah Dekorasi

Banyak pemilik rumah tidak hanya memasang pagar tetapi juga menambahkan dekorasi seperti tanaman atau pohon di sekitarnya. Bila ingin sekaligus menghiasi sekeliling pagar, kamu bisa mulai memikirkan tanaman yang cocok dan letak ditanamnya.

Pertimbangkan pula pintu pagar untuk jalur keluar masuk. Bisa dibuat satu atau dua jalur sesuai yang dibutuhkan. Jika ada dekorasi lain yang ingin ditambahkan pada pagar, bisa mulai dipikirkan juga.

8. Pertimbangkan Iklim

Membangun pagar rumah juga perlu mempertimbangkan iklim di wilayah tempat tinggalmu. Seperti pagar bermaterial kayu, bambu, dan logam paling tahan lama di iklim dingin, sementara vinyl lebih cocok untuk hunian di daerah hangat dan lembap.

Pemasangan pagar juga mesti diperhatikan untuk mencegah terangkatnya tiang. Sebagai contoh di wilayah yang mengalami dingin beku, tiang perlu ditancapkan pada lubang cukup dalam supaya tidak terangkat ketika air di bawah tanah membeku.

9. Rencanakan Anggaran

Setelah mengetahui material, model, hingga proses pemasangan pagar yang diinginkan, detikers dapat menghitung perkiraan budget yang dikeluarkan. Apabila biaya melebihi anggaran yang disiapkan, kamu bisa mempertimbangkan ulang material yang dipilih. Penting untuk merencanakan budget dengan benar agar tidak boncos.

10. Beritahukan Pembangunan kepada Tetangga

Sebelum memulai proyek, detikers dapat memberitahukan rencana pemasangan pagar kepada tetangga. Hal ini untuk meminimalisir kebisingan yang ditimbulkan pembangunan tidak terlalu mengganggu kenyamanan tetangga.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, detikers bisa punya pagar yang pembangunannya tidak mengganggu tetangga. Seluruh fasilitas dan sarana umum masih bisa digunakan tanpa gangguan berarti.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

4 Cara Ampuh Membasmi Gulma dari Paving Block


Jakarta

Menyingkirkan gulma dari paving halaman rumah menjadi pekerjaan yang tidak ada habisnya. Namun tidak perlu khawatir karena ada cara untuk membasminya.

Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh di sekitar tanaman lain, biasanya gulma tumbuh secara liar sehingga sulit untuk dikendalikan. Gulma taman yang ditakuti akan mencuri ruang akar, cahaya, air, dan nutrisi dari tanaman lain. Gulma juga menjadi tempat berkembang biaknya hama, penyakit, dan bakteri, sehingga bahaya apabila tidak disingkirkan.

Melansir Homes & Gardens, berikut beberapa cara menghilangkan gulma dari paving block dengan mudah dan efektif.


Gunakan Cangkul

Membuang gulma dari paving block dengan cangkul cukup efektif dan ramah lingkungan. Sebelum mencangkul, pastikan permukaan tanah cukup kering sehingga gulma tercabut hingga akarnya.

Gulma yang berakar dalam memerlukan pencabutan akar tunggangnya. Hal ini membuat pekerjaan lebih sulit saat dilakukan di celah atau retakan paving block.

Tuangkan Air Panas ke Gulma

Bukan hanya gulma yang perlu disingkirkan dari paving block, tetapi juga lumut dan alga yang menumpuk dapat membuat teras atau dek kamu licin serta berlendir. Kamu bisa menggunakan air panas.

Air mendidih akan membunuh serangga, cukup tuangkan air panas langsung ke gulma yang membandel. Pastikan untuk mengenakan pelindung untuk mencegah luka bakar.

Bakar Gulma di Antara Paving Block

Penyembur api bisa menjadi alat pembasmi gulma yang tersedia secara luas yang dapat memancarkan api langsung ke gulma yang tidak diinginkan. Hal ini akan mengatasi masalah gulma yang tumbuh di celah-celah paving block.

Namun, saat kamu menggunakan cara ini, panas dari udara dapat merusak tanaman di sekitarnya. Sehingga hal ini tidak dapat digunakan untuk rumput di halaman rumah.

Gunakan Cuka untuk Membunuh Gulma

Cuka bisa menjadi salah satu cara yang efektif untuk membunuh gulma dari paving block. Namun meskipun cara ini efektif, metode ini menyingkirkan gulma bersifat sementara.

Sebaiknya hindari cuka dan garam di dekat hamparan bunga karena asamnya dapat mengubah kadar PH tanah dan dapat membunuh hewan di sekitarnya. Namun, menggunakannya di antara celah-celah paving bisa menjadi ide yang mudah dilakukan.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

6 Cara Efektif Usir Cicak Pakai Bahan yang Ada di Rumah, Mudah!


Jakarta

Adanya cicak di rumah memang tidak berbahaya, namun cicak biasanya sangat tidak diinginkan untuk berkeliaran di sekitar rumah kamu. Cicak tertarik pada makanan, air, dan tempat berlindung.

Adanya serangga menjadi faktor adanya cicak di rumah karena menjadi sumber makanannya. Genangan air, seperti kolam juga menjadi sumber air bagi cicak untuk tetap berada di rumah kamu.

Namun, pastinya kamu menginginkan cicak pergi dari rumah. Melansir The Spruce, berikut beberapa tips mengusir cicak yang ada di sekitar rumah.


Gunakan Bawang Merah dan Bawang Putih

Letakkan bawang merah dan bawang putih di sekitar rumah untuk mencegah cicak memasuki area dalam rumah. Kamu bisa menaruh bawang merah dan bawang putih dalam botol berisi air dan menyemprotkan air tersebut ke sudut-sudut dan sekitar titik masuk rumah.

Bau bawang merah dan bawang putih yang kuat tidak menarik bagi cicak, sehingga cicak akan menghindari tempat-tempat yang berbau menyengat ini.

Simpan Kamper

Kamper memiliki bau yang kuat untuk mengusir berbagai jenis hama, termasuk cicak. Letakkan kamper di area yang sering didatangi cicak, seperti di bawah lemari dapur dan kamar mandi.

Namun, kamu harus memperhatikan sekitar. Hal ini dikarenakan kamper mengandung bahan kimia beracun, sehingga berbahaya bagi anak-anak dan hewan peliharaan.

Tanaman

Beberapa tanaman memiliki bau yang tidak sedap bagi cicak, seperti peppermint, ekaliptus, atau serai. Tanamlah di kebun sebagai cara yang mudah dan praktis untuk mengusir cicak dari halaman rumah kamu.

Pakai Ampas Kopi

“Ampas kopi merupakan obat rumahan yang ampuh untuk mengusir cicak dari rumah, karena baunya yang kuat dan teksturnya yang kasar tidak disukai cicak,” kata Dr. Kathryn Dench, kepala penasihat ilmiah untuk Paw Origins.

Taburkan bubuk kopi di sekitar pondasi rumah dan di dekat titik masuk untuk mencegah cicak masuk ke dalam rumah kamu.

Gunakan Semprotan Merica

Lada bersifat mengganggu bagi cicak. Jadi menyemprotkan semprotan merica di area dalam rumah atau di sekitar bagian luar merupakan cara yang bagus untuk mengusir cicak dari rumah.

Kamu dapat membuat semprotan merica sendiri dengan mencampur air dan cabai rawit atau bubuk cabai. Semprotkan campuran di sudut-sudut kosong dekat titik masuk dan sudut tersembunyi lainnya.

“Bau yang menyengat akan membuat cicak berpikir dua kali sebelum melintasi pintu masuk yang disemprot merica,” kata Wilson.

Manfaatkan Kucing Peliharaan

Kucing tidak hanya suka mengejar tikus, kucing juga suka mengejar dan menangkap reptil kecil seperti cicak. Sehingga cicak yang tersisa akan ketakutan.

“Meskipun kucing kamu bukan pemburu alami, seringkali cicak akan sangat takut hingga tidak mendirikan tempat di rumah kamu saat mereka dikejar-kejar oleh kucing yang ingin tahu,” kata Brett Bennett, direktur operasional untuk PURCOR Pest Solution.

Itulah beberapa cara untuk mengusir cicak dari rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

6 Cara Cepat Mengeringkan Pakaian saat Musim Hujan


Jakarta

Mengeringkan pakaian saat musim hujan bisa menjadi tantangan tersendiri. Sebab, tidak adanya sinar matahari bisa membuat udara lembap ditambah lagi cipratan air hujan membuat cucian semakin lama keringnya.

Pakaian yang lembap bisa memicu tumbuhnya jamur yang tidak baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengeringkan pakaian.

Namun jangan khawatir! Kamu juga bisa tetap mengeringkan pakaian dengan cepat lho walaupun lagi musim hujan. Begini caranya.


1. Maksimalkan Putaran Mesin Pengering

Dilansir dari Lifestyle Clotheslines, langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk memastikan pakaian kering lebih cepat adalah dengan memaksimalkan putaran mesin pengering pakaian. Proses ini akan membantu menghilangkan sebanyak mungkin air dari pakaian sebelum kamu menjemurnya.

Dikutip dari Homes & Gardens, untuk memaksimalkan putaran mesin pengering, pastikan beberapa hal berikut ini.

– Jangan menambahkan pakaian basah ketika mesin pengering sedang bekerja

– Jangan masukkan pakaian basah ke dalam mesin pengering hingga overload

– Bersihkan ventilasi mesin pengering

– Jangan mengeringkan pakaian dengan benda lain atau dengan bahan berbeda

– Segera keluarkan pakaian yang sudah dikeringkan, jika tidak maka pakaian akan lembab dan bergumal

2. Jemur Pakaian di Dalam Ruangan

Selama musim hujan, menjemur pakaian di dalam ruangan menjadi pilihan yang lebih praktis. Beberapa teknik efisien yang bisa kamu terapkan adalah sebagai berikut.

– Gunakan Jemuran Portabel

Jemuran portabel adalah investasi yang tepat karena membantu mencegah bau apek pada pakaian dan meningkatkan sirkulasi udara. Jemuran portabel mudah dipindah-pindah, serta bisa dilipat sehingga bisa menghemat tempat saat tidak digunakan.

Pastikan untuk meletakkan pakaian secara rapi di atas jemuran ini untuk memastikan udara bisa memiliki sirkulasi yang baik sehingga bisa mempercepat proses pengeringan.

– Gunakan Hanger atau Gantungan Baju

Menggunakan hanger atau gantungan baju juga bisa membantumu mempercepat proses pengeringan pakaian. Pastikan pakaian tersusun rapi di atas gantungan untuk hasil yang lebih baik.

“Hindari meninggalkan pakaian di mesin cuci terlalu lama saat masih bahas. Hal ini bisa menyebabkan pakaian menjadi bau dan berkembangnya jamur,” kata Joyce French dari Home How, dikutip dari Homes & Gardens, Kamis (4/1/2024).

Ia menyarankan untuk segera menggantung pakaian setelah dicuci agar bisa cepat kering.

3. Gunakan Kipas dan Sirkulasi Udara

Dalam cuaca yang lembap, penggunaan kipas, air purifier, atau jendela terbuka bisa membantu menghilangkan kelembaban dan mempercepat proses pengeringan. Jika memungkinkan, gunakan perabot-perabot tersebut yang hemat energi agar tidak boros listrik.

“Pastikan setel kipas dengan kekuatan rendah agar pakaian tidak ‘beterbangan’,” kata professional cleaning expert di Letti & Co, Bret Jackson, dikutip dari Homes & Gardens.

4. Kelompokkan Pakaian

Penting untuk mengelompokkan pakaian berdasarkan berat dan ketebalan. Prioritaskan pengeringan pakaian yang lebih ringan dan tipis terlebih dahulu untuk memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik.

5. Gunakan Metode Pengeringan Alternatif

Kamu juga bisa mencoba metode pengeringan alternatif, yaitu menggunakan alat-alat elektronik, seperti pengering rambut atau setrika. Pastikan untuk memperhatikan jenis kain dan pengaturan suhu agar pakaian tetap aman dari kerusakan.

6. Jangan Sampai Pakaian Menyentuh Lantai

Menurut professional cleaning expert di Letti & Co, Bret Jackson, ketika menjemur pakaian basah jangan sampai menyentuh lantai karena akan menciptakan kelembaban dan membuat pakaian lebih lama keringnya. Ia menyarankan untuk menjemur pakaian di dekat jendela atau pintu agar terkena sirkulasi udara.

“Jika kamu tidak memiliki tali untuk menjemur pakaian, kamu bisa menggantung pakaian di kursi atau di rak pengering,” tuturnya.

Itulah beberapa tips ampuh mengeringkan pakaian dengan cepat dan efisien di musim hujan. Mengeringkan pakaian di musim hujan memang bisa menjadi tantangan, tetapi dengan tips-tips di atas, kamu bisa mengatasi masalah ini dengan lebih mudah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Jangan Taruh Kipas Angin di Tempat Ini, Pokoknya Jangan!


Jakarta

Kipas angin merupakan salah satu alat elektronik yang sering digunakan untuk membuat ruangan terasa adem. Biasanya, kipas angin ditaruh di dalam kamar tidur atau ruang tamu.

Akan tetapi, ada beberapa tempat yang sebaiknya tidak ditaruh kipas angin. Di mana saja kah itu? Dilansir dari Ideal Home, berikut ini informasinya.

Di Dekat Jendela

Menaruh kipas angin di dekat jendela tidak disarankan karena justru bisa membawa udara yang panas alih-alih menyalurkan udara dingin dari luar rumah. Namun, akan berbeda jika kamu menaruh 2 kipas angin di dekat jendela, satunya menghadap luar jendela dan yang satunya menghadap ke dalam ruangan untuk mendapatkan udara sejuk.


Belum lagi, menaruh kipas angin di dekat jendela juga bisa membawa masuk serbuk sari sehingga memicu terjadinya alergi.

Di Samping Tanaman

Jika kamu memiliki tanaman indoor, sebaiknya tidak menaruh kipas angin di dekatnya. Sebab, udara yang keluar dari kipas angin bisa membuat daun tanaman kering.

“Meskipun beberapa tanaman menyukai angin sepoi-sepoi, aliran udara yang kuat dan konstan dapat mengeringkan atau merusak daun yang rapuh. Jauhkan kipas angin dari tanaman hias, terutama yang membutuhkan kelembapan tinggi,” kata ahli instalasi alat-alat rumah tangga dari London Electricians 247, Andrai Carcu.

Di Permukaan Tinggi

Meletakkan kipas angin di permukaan yang tinggi bisa mengeluarkan udara yang panas. Sebaiknya letakkan kipas angin di posisi yang lebih rendah ke tanah untuk membantunya mengambil udara dingin yang telah turun dan mendorongnya ke penghuni ruangan.

Di Tempat Berdebu

Meletakkan kipas di tempat berdebu justru akan menerbangkan debu-debu ke penjuru rumah dan bisa memicu alergi. Jika kipas angin berdebu, kamu bisa membersihkannya terlebih dahulu agar angin yang dikeluarkan lebih banyak.

Itulah beberapa tempat yang sebaiknya dihindari untuk meletakkan kipas angin. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Rumah Kosong Lebih Untung Dijual atau Disewakan? Ini Jawabannya!



Jakarta

Selain rumah siap huni, pasti kamu pernah melihat rumah kosong yang tidak lagi ditempati oleh pemiliknya. Rumah ini biasanya tampilannya berantakan, banyak semak belukar, kosong, dan apabila sudah belasan tahun ditinggal akan menunjukkan kerusakan pada bagian fasad dan jendela.

Banyak faktor yang menyebabkan rumah tersebut kosong. Bisa karena lokasinya yang jauh dari tempat kerja, anak-anaknya sudah keluar dari rumah itu dan orangtuanya meninggal, rumah warisan tetapi tidak ada yang bisa merawat rumah itu lagi, dan alasan lainnya.

Rumah kosong yang ditemui di Indonesia tidak melihat besar atau kecil. Nilai rumah berapa pun apabila pemiliknya tidak dapat merawatnya, rumah tersebut berpotensi menjadi rumah kosong.


Sebenarnya, rumah tersebut bisa lho kamu manfaatkan sebagai sumber cuan seperti disewa atau langsung dijual. Sebagai pertimbangan mana yang lebih baik, simak penjelasan berikut.

Rumah Kosong Lebih Untung Dijual atau Disewakan?

Menurut Director of Ray White Indonesia Erwin Karya cara pengelolaan rumah kosong itu tergantung dengan kebutuhan pemiliknya. Bila kamu sedang membutuhkan uang secepatnya, sebaiknya kamu menjual rumah kosong. Sebaliknya, apabila kamu sedang tidak ada keperluan uang yang mendesak, kamu bisa memanfaatkan rumah tersebut sebagai rumah sewa.

“Apabila tidak ada kebutuhan dana dalam jumlah besar, sebaiknya disewakan saja untuk mendapatkan yield atau imbal hasil yang dapat menjadi passive income bagi pemilik rumahnya” jelas Erwin kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Vice President Xavier Marks Home Nina Kuntjoro menambahkan, bahwa menjual rumah kosong jauh lebih menguntungkan daripada disewakan.

“Memang kalau yang menguntungkan itu kan kalau seandainya dia itu beli rumah sudah lama, misalkan rumah yang dia beli itu dari tahun 80, berarti nilai investasi dari rumah itu udah naik kan. Itu lebih menguntungkan. Tapi kalau misalkan dia beli baru mungkin 1~2 tahun lalu, mungkin kalau dijual nilainya belum begitu terasa,” terang Nina.

“Sekarang juga sudah banyak orang yang beli rumah utuh yang bagus dan tidak ada kekurangan, lalu rumah itu disewakan. Ya itu juga bisa jadi pilihan” lanjutnya.

Keuntungan dan Kerugian Menjual atau Menyewakan Rumah Kosong

Sama seperti yang dijelaskan sebelumnya, apabila kamu menjual rumah kosong, keuntungan yang didapat jauh lebih besar dan cepat. Sementara itu, keuntungan menyewakan rumah kosong, kamu akan memiliki pendapatan pasif dari hasil penyewaan tersebut.

Namun, kerugiannya apabila rumah tersebut disewakan, kamu perlu merenovasi bagian rumah yang rusak agar layak dihuni. Kemudian, baru kamu bisa menyewakan. Kamu juga akan dikenakan biaya perawatan rumah tersebut.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

8 Tanaman yang Menghalangi Ular Masuk Rumah


Jakarta

Kemunculan ular di pekarangan dapat membuat penghuni rumah khawatir. Meski tidak semua ular berbisa, hewan melata itu sudah terkenal berbahaya dan ditakuti, apalagi jika sampai tergigit.

Agar halaman rumah terhindar dari ular, sejumlah pencegahan dapat dilakukan. Salah satunya dengan menanam tanaman pengusir ular. Apa saja?

Tanaman Penghalang Ular

Ular tidak menyukai aroma menyengat. Sejumlah tanaman yang mengeluarkan aroma tajam dapat ditanam di halaman rumah. Mengutip Homes & Gardens, berikut sederet tanaman yang bisa menghalangi ular masuk ke pekarangan rumah menurut ahli pengendali hama:


1. Marigold

Berkat aromanya yang kuat, marigold tidaknya dapat mengusir serangga tetapi juga ular. Tanaman berbunga cerah ini memiliki akar yang tumbuh dalam dan agresif.

Akarnya yang kokoh dapat mengeluarkan bau tajam yang mampu mengusir ular dan tikus Akar marigold yang tumbuh agresif juga bisa menjangkau persembunyian ular sehingga baunya akan mencapai jauh ke dalam tanah.

2. Lavender

Lavender.Ilustrasi lavender Foto: Mohammed Harith Khalil/Wikimedia Commons

Lavender punya aroma menyengat yang tidak disukai ular dan mampu mengganggu indera penciumannya. Hewan melata itu akan menghindari tanaman berbunga ungu ini dan menjauh. Lavender dapat ditanam di area pekarangan sebanyak 5-10 tanaman.

3. Rosemary

Rosemary memiliki bau tajam yang bantu menghalangi ular masuk halaman rumah. Meski begitu, tanaman herba ini sebaiknya cukup ditanam dalam jumlah sedang atau di dalam pot karena daunnya yang lebat khawatir menjadi tempat persembunyian ular.

4. Allium

Berkat tingginya kandungan sulfonat dan bau yang menyengat, genus tanaman allium efektif mengusir ular dan hama lainnya. Tanaman allium antara lain bawang putih, bawang bombay, dan kucai.

5. Serai

Lemongrass or Lapine or Lemon grass or West Indian or Cymbopogon citratus were planted on the ground. It is a shrub, its leaves are long and slender green. It is an herb which was made into food and medicine.Tanaman serai Foto: Getty Images/iStockphoto/Nanniie_iiuu

Meski aroma menyegarkannya kerap dimanfaatkan untuk bumbu masakan, bau yang dikeluarkan serai tidak disenangi ular. Tanaman rempah ini dapat ditanam di atas tanah alih-alih di dalam pot.

Hindari menanam terlalu banyak serai di pekarangan karena bentuknya yang mirip semak khawatir menjadi tempat bersembunyi ular.

6. Lidah Mertua

Disebut juga sansevieria atau ‘snake plant’, tanaman lidah mertua ini mempunyai daun tinggi dan melengkung seperti pedang yang membuat ular tidak suka. Entah karena hewan melata itu merasa terancam atau karena tepi daunnya yang tajam.

Lidah mertua subur di luar ruangan di wilayah beriklim hangat. Untuk menanamnya, letakkan di tempat yang terang tetapi jangan tepat di bawah sinar matahari langsung. Hindari menanamnya di tanah basah karena dapat menyebabkan akarnya membusuk.

7. Eucalyptus

tanaman EucalyptusTanaman eucalyptus Foto: iStockphoto

Eucalyptus mengeluarkan aroma kuat sepanjang tahun. Berkat aromanya itu, tanaman ini bukan hanya dapat mengusir serangga tapi juga ular. Pertimbangkan menanam eucalyptus jika memiliki halaman sempit.

8. Daffodil

Daffodil mencegah ular masuk pekarangan secara tidak langsung. Tanaman ini lebih tepatnya mengusir tikus yang jadi makanan ular. Semakin sedikit sumber makanan ular di halaman rumah maka semakin kecil kemungkinan hewan melata itu datang.

Apakah Tanaman Benar Mampu Menghalangi Ular Masuk Halaman Rumah?

Dilansir Envynature, tanaman saja tidak menjamin pekarangan bebas ular. Sebab ular biasanya tertarik dengan area yang banyak tempat persembunyian, sumber makanan, dan kehangatan. Sehingga menanam tanaman pengusir ular tidak sepenuhnya menghalangi mereka masuk halaman rumah.

Tanaman pengusir ular hanya menciptakan lingkungan tidak menyenangkan dengan mengeluarkan aroma tajam yang mencegah ular masuk ke area tersebut. Meski tidak menyukai aroma menyengat, ular mampu menoleransi bau tersebut jika mereka merasa terancam atau terdapat sumber makanan di sana.

Menanam tanaman di atas yang dikombinasikan dengan rutin merawat halaman barulah bisa bantu mengusir ular. Perawatan halaman di sini mencakup:

  • Membersihkan gundukan tanah, yang mungkin jadi tempat persembunyian ular.
  • Menanam tanaman yang tidak berbentuk semak-semak rapat.
  • Memangkas tanaman liar secara teratur.
  • Memastikan pekarangan bebas hewan pengerat yang jadi sumber makanan ular.
  • Menempatkan tanaman pengusir ular di sejumlah titik masuk potensial ular untuk mengurangi kemungkinan hewan melata tersebut memasuki pekarangan.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com