Tag: tips

  • 6 Tips Mencegah Kucing Liar Naik ke Atap Rumah Tanpa Menyakiti


    Jakarta

    Kucing liar seringlali berkeliaran di sekitar rumah dan naik ke atap. Selain berpotensi merusak genteng atau struktur atap, hal ini juga bisa menimbulkan suara berisik yang mengganggu.

    Sehingga, mencegah kucing liar naik ke atap rumah bisa menjadi langkah penting untuk menjaga kenyamanan di lingkunganmu. Simak beberapa tips mencegah kucing naik ke atap rumah berikut ini.

    Tips Mencegah Kucing Naik ke Atap Rumah

    Untuk mencegah kucing naik ke atap rumah, kamu bisa memutus jalur akses kucing dengan memangkas dahan pohon, memasang pagar anti kucing, hingga menaburkan kopi.


    Mengutip laman Big Bear Roofing, Newsweek, hingga situs jual beli rumah, berikut informasi selengkapnya.

    1. Pangkas Dahan Pohon

    Kucing bisa naik ke atap rumah jika ada dahan yang menjorok di dekatnya. Jadi, jika ada pohon di dekat atap rumah, pangkas dahannya secara teratur. Bereskan juga barang di sekitar rumah yang biasa dipakai kucing untuk memanjat.

    2. Memasang Pagar Anti Kucing

    Kucing juga bisa naik ke atap rumah lewat pagar. Sehingga, cara yang efektif untuk mencegahnya adalah memasang pagar anti kucing.

    Beli jaring kucing dan letakkan di pagar agar kucing tidak bisa naik ke atap. Meski begitu, cara ini seringkali tidak berhasil pada kucing yang cerdik.

    3. Letakkan Kulit Jeruk

    Kucing mempunyai indra penciuman yang sangat tajam. Jeruk memliki bau yang sangat mereka tidak sukai. Sehingga, meletakkan kulit jeruk, lemon, jeruk nipis, atau jeruk bali di sekitar rumah akan mengusir mereka untuk sementara.

    4. Letakkan Tanaman yang Tidak Disukai Kucing

    Tanaman bisa menjadi pengusir kucing secara alami. Sebagian besar kucing tidak suka tanaman beraroma kuat seperti lavender, geranium, eucalyptus, rosemary, atau thyme. Kamu bisa menanam atau membeli tanaman dengan aroma kuat ini untuk mengusir kucing dan mencegahnya naik ke atap rumah.

    5. Pasang Perangkat Ultrasonik Pengusir Kucing

    Suara yang dihasilkan perangkat ultrasonik berada di luar jangkauan pendengaran manusia. Namun kucing memiliki indera pendengaran yang kuat, sehingga kucing bisa mendengarnya dan perangkat ini bisa mengusir mereka.

    Perangkat pengusir kucing elektronik cenderung menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi, semprotan air, atau keduanya. Letakkan alat ini di tempat di mana kucing biasa naik ke atap rumah.

    6. Pasang Alat Penyiram dengan Sensor Gerak

    Tips selanjutnya adalah meletakkan alat penyiram dengan sensor gerak di atap. Nantinya, alat penyiram ini bisa menyiramkan air dalam jumlah yang banyak saat mendeteksi adanya gerakan, sehingga kucing bisa kabur dari atap.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah kucing naik ke atap rumah. Selamat mencobanya.

    (elk/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Ampuh Mencegah Laba-laba Agar Tidak Masuk Rumah


    Jakarta

    Laba-laba adalah salah satu hewan yang kerap muncul di dalam rumah. Bahkan, sejumlah pemilik rumah tidak sadar kalau ada laba-laba yang bersarang hingga berkembang biak.

    Jika menemukan sarang laba-laba, maka sebaiknya segera dibasmi agar tidak terus menerus berkembang biak. Selain itu, lakukan sejumlah pencegahan agar laba-laba tak kembali datang ke rumah.

    Ternyata, ada sejumlah tips ampuh untuk mencegah laba-laba agar tidak datang lagi ke rumah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Tips Mencegah Laba-laba Agar Tidak Masuk Rumah

    Agar hunian tetap bersih dan sehat, sebaiknya lakukan sejumlah pencegahan sejak dini agar laba-laba tidak datang kembali. Dikutip situs Real Simple dan Places for People, Senin (30/6/2025), berikut tips mencegahnya:

    1. Tutup Celah dan Retakan

    Tips yang pertama adalah dengan menutup celah dan retakan yang ada di dalam rumah. Sebab, laba-laba dapat menyelinap melalui celah atau retakan kecil tersebut.

    Lakukan pengecekan terhadap pintu, jendela, dan dinding rumah untuk memastikan tidak ada retakan. Kamu bisa menutup retakan di dinding dengan dempul.

    2. Membersihkan Rumah

    Laba-laba termasuk hewan yang senang bersarang di tempat gelap dan kotor. Maka dari itu, munculnya sarang laba-laba bisa menandakan kalau rumah dalam kondisi kotor.

    Cobalah untuk rutin membersihkan rumah, terutama di bagian langit-langit dan belakang perabotan yang jarang diperhatikan. Jangan lupa untuk menjangkau seluruh sudut dan celah yang ada di rumah untuk memastikan tetap bersih.

    3. Bersihkan Halaman Rumah

    Halaman yang ditumbuhi tanaman liar, rumput tinggi, hingga barang-barang berserakan dapat menarik laba-laba untuk membuat sarang. Untuk itu, pastikan halaman rumah dalam kondisi bersih agar mencegah laba-laba masuk ke rumah.

    4. Usir Serangga Lain

    Tips berikutnya untuk mencegah laba-laba masuk ke rumah adalah dengan mengusir serangga lain, seperti kumbang, lalat, hingga semut. Dengan tidak adanya serangga tersebut maka turut mencegah laba-laba untuk datang dan membuat sarang karena tidak ada sumber makanan.

    5. Matikan Lampu Luar Ruangan

    Lampu yang terang di area luar rumah dapat menarik serangga. Tanpa disadari, hal tersebut juga dapat memancing laba-laba untuk datang karena menemukan sumber makanan.

    Untuk itu, cobalah matikan lampu di luar ruangan yang sekiranya tidak diperlukan untuk menyala di malam hari agar mengurangi laba-laba masuk ke dalam rumah.

    6. Tanam Tumbuhan Pengusir Laba-laba

    Ada sejumlah tanaman yang diklaim dapat mengusir laba-laba dari rumah, seperti lavender, mint, dan citronella. Tanaman tersebut mengeluarkan aroma menyengat yang tidak disukai laba-laba.

    Kamu dapat menanam tanaman di sekitar halaman rumah. Tak hanya mempercantik hunian tapi juga dapat mencegah laba-laba masuk ke rumah.

    7. Minyak Esensial

    Selain menggunakan tanaman, kamu juga bisa pakai minyak esensial seperti minyak pepermin atau minyak pohon teh untuk mengusir laba-laba. Cukup teteskan minyak esensial ke area sekitar kebun karena aromanya tidak disukai hewan tersebut.

    Demikian tujuh tips ampuh mencegah laba-laba masuk ke rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Resolusi Diet Tuntas Sampai Akhir Tahun, Ini Saran Dokter soal ‘Cheating Meal’


    Jakarta

    Pada momen pergantian tahun yang baru, setiap orang umumnya memiliki resolusi atau komitmen yang ingin dilakukan dan dicapai. Salah satu resolusi tahun baru yang kerap kali diniatkan adalah diet untuk menurunkan berat badan.

    Di sisi lain, tidak jarang resolusi diet hanya berakhir sebagai wacana belaka. Banyak dari mereka yang sudah niat untuk menurunkan berat badan, tapi semangatnya pupus di tengah jalan, bahkan sebelum angka di timbangan menjadi lebih kecil.

    Spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) mengatakan bahwa bosan menjadi salah satu faktor yang membuat banyak orang gagal melakukan diet pada resolusi tahun baru mereka.


    “Iya, jadi mungkin (gagal) karena monoton, bosan kan, terus lama nunggu hasilnya (berat badan turun). Kan kita semua pengen cepat ya,” ujar dr Oki saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/12/2024).

    “Terus nomor dua mungkin bosan dengan makanannya,” sambungnya.

    dr Oki menyadari bahwa ini merupakan masalah umum yang terjadi pada mereka yang ingin melakukan diet, tidak hanya untuk resolusi tahun baru. Kepada para pasiennya, dr Oki biasanya memberikan sebuah tips agar diet tersebut efektif, namun tidak akan terasa bosan.

    “Cheating meal itu boleh. Saya selalu kasih ruang untuk pasien saya cheating meal seminggu sekali,” tuturnya.

    Namun, cheating meal yang dimaksud haruslah mengonsumsi makanan dalam batas wajar dan memerhatikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

    “Misalnya sehari nggak makan, cuman minum air terus besoknya dia ugal-ugalan gitu. Pagi nasi padang, siang seafood, malam all you can eat, kan bahaya kayak gitu,” kata dr Oki.

    “Lambung kita nggak didesain untuk hari ini terima minimal, besok terima maksimal, besok minimal lagi, besoknya maksimal lagi, bisa jebol pasti,” tutupnya.

    (dpy/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Riset Ungkap Diet Intermittent Fasting Tak Cuma Pangkas BB, Sedahsyat Ini Efeknya


    Jakarta

    Metode diet ‘intermittent fasting’ diyakini banyak orang efektif menurunkan berat badan. Melalui metode ini, seseorang membatasi durasi waktu makannya dalam sehari. Dengan begitu, batas waktu makan seseorang menjadi lebih pendek, asupan makan pun mungkin menjadi lebih sedikit.

    Misalnya dalam sehari, seseorang hanya boleh makan dalam periode waktu 8 jam, seperti pukul 10 pagi hingga 6 sore. Kemudian berlanjut pada 16 jam lainnya, ia berhenti mengkonsumsi makanan apa pun kecuali minuman nol kalori seperti air putih.

    Rupanya bukan hanya efektif menurunkan berat badan, peneliti baru-baru ini menemukan bahwa metode diet intermittent fasting juga bisa berdampak buat pencernaan dan aktivitas otak. Seperti apa?


    Para peneliti di Institut Manajemen Kesehatan di Beijing menemukan bahwa pembatasan energi intermiten (IER) dapat menyebabkan perubahan drastis pada bakteri usus dan aktivitas otak. Temuan tersebut dilaporkan oleh South West News Service. Menurutnya, peserta penelitian yang menerapkan intermittent fasting ini mengalami penurunan aktivitas wilayah otak yang terlibat dalam pengaturan nafsu makan dan kecanduan.

    “(Peserta penelitian yang menerapkan intermittent fasting) mengalami penurunan aktivitas wilayah otak yang terlibat dalam pengaturan nafsu makan dan kecanduan,” ungkap penelitian tersebut dikutip dari New York Post, Kamis (21/12/2023).

    “(Juga terdapat) peningkatan jumlah bakteri usus tertentu yang dapat membantu perhatian, penghambatan motorik, emosi dan pembelajaran,” imbuhnya.

    Penelitian tersebut dilakukan dengan mempelajari sampel tinja dari 25 pria dan wanita yang menjalani diet intermittent fasting. Peserta pertama-tama menjalani ‘fase puasa dengan kontrol tinggi’ selama 32 hari. Selama periode puasa tersebut, mereka mengonsumsi makanan yang dirancang ahli gizi dan dan telah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing peserta.

    “Di sini kami menunjukkan bahwa pola makan IER mengubah poros mikrobioma otak-usus manusia. Perubahan yang diamati pada mikrobioma usus dan aktivitas di wilayah otak lainnya selama dan setelah penurunan berat badan sangat dinamis dan seiring berjalannya waktu,” kata dr Qiang Zeng.

    Kemudian sebagaimana diterbitkan dalam Frontiers in Cellular and Infection Microbiology, penelitian ini juga menemukan bahwa metode penurunan berat badan intermittent fasting dapat membantu mengurangi masalah terkait obesitas seperti hipertensi, hiperlipidemia, dan disfungsi hati.

    “Mikrobioma usus yang sehat dan seimbang sangat penting untuk homeostasis energi dan menjaga berat badan normal,” beber Dr Yongli Li, juga dari Departemen Manajemen Kesehatan.

    (vyp/naf)



    Sumber : health.detik.com