Tag: tisu

  • Pakai Kain Atau Tisu? Ini Alat Terbaik buat Melap Meja Dapur


    Jakarta

    Saat ingin membersihkan dapur, khususnya menyeka meja, ada kebingungan yang sering terjadi apakah perlu menggunakan kain lap atau kertas tisu.

    Baik kain lap mau kertas tisu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari kain lap dan kertas tisu, kamu bisa memilih mana yang lebih baik digunakan untuk menyeka meja dapurmu di rumah.

    Melansir Better Homes & Gardens, Jumat (29/12/2023), berikut penjelasan mendalam mengenai kelebihan dan kekurangan kain lap dan kertas tisu.


    Kelebihan dan Kekurangan Kertas Tisu

    Kertas tisu merupakan pilihan yang umum digunakan oleh banyak orang. Selain mudah didapatkan dan digunakan, penggunaan kertas tisu juga dianggap lebih ekonomis daripada kain lap.

    Melansir Better Homes & Gardens, Jumat (29/12/2023), berdasarkan data Sensus AS dan Survei Konsumen Nasional Simmons, sekitar 45,3 juta orang Amerika menggunakan delapan gulung atau lebih kertas tisu setiap bulannya.

    Ini menciptakan pengeluaran rata-rata sekitar US$ 11 atau Rp 170.000 per bulan atau US$ 132 atau sekitar Rp 2 juta per tahun hanya untuk kertas tisu, yang sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah dan sulit untuk didaur ulang.

    Namun, ada dampak lingkungan yang perlu diperhitungkan. Kertas tisu berkontribusi pada deforestasi atau penebangan hutan dan sering kali dianggap sebagai limbah terkontaminasi yang sulit untuk didaur ulang.

    Kebersihan Kain Lap vs Kertas Tisu

    Menurut ahli kebersihan, Dr. Laundry atau Mary Gagliardi dari Clorox, kertas tisu dianggap sebagai opsi yang lebih higienis dibandingkan kain lap.

    Kain lap harus dicuci sering setelah penggunaan sehingga membutuhkan lebih banyak air. Selain itu, kain lap bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Kain lap juga harus dicuci dengan benar untuk memastikan kebebasan dari kuman sebelum digunakan kembali.

    Sebuah studi dari University of Arizona menemukan bahwa setiap kali permukaan meja diseka dengan kain atau handuk, bakteri akan menetap pada kain yang lembab. Kain lap sering menjadi tempat yang ideal bagi kuman untuk berkembang dengan 89% kain lap dapur mengandung bakteri koliform yang berasal dari kotoran hewan berdarah panas dan manusia.

    Selain itu, 25% kain lap mengandung bakteri E. coli yang bisa berbahaya. Penggunaan kain lap yang terus-menerus tidak hanya mengandung kuman berbahaya, tetapi juga bisa menyebarkan kuman tersebut ke seluruh dapur, tangan, dan barang-barang lain yang bersentuhan dengannya.

    Lantas, Pilih Kain Lap atau Kertas Tisu?

    Pilihan antara kain lap dan kertas tisu pada akhirnya tergantung pada nilai apa yang lebih kamu utamakan: dampak lingkungan dan biaya atau risiko bakteri, virus, dan jamur. Jika kamu memilih menggunakan kain lap, ada beberapa tips untuk membersihkan dan menggantinya dengan benar.

    Tips Penggunaan dan Perawatan Kain Lap

    Jika kamu memilih menggunakan kain lap, penting untuk membersihkan dan menggantinya secara teratur. Bilas dan peras kain lap sepenuhnya setiap kali digunakan dan gantung untuk mengeringkan dan mengurangi pertumbuhan bakteri.

    Untuk menjaga keamanan, disarankan untuk mengganti kain lap dan handuk setiap hari jika digunakan untuk menyeka atau membersihkan tangan. Penggunaan pemutih juga direkomendasikan untuk mensterilkan kain lap secara berkala.

    Dengan pemahaman yang lebih baik tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing metode, kamu bisa membuat keputusan yang lebih baik dalam menjaga kebersihan dapurmu di rumah.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Jangan Kebiasaan Buang Tisu ke Dalam Toilet, Ini Bahayanya


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat ada tanda dilarang membuang tisu atau sampah ke dalam toilet di WC umum? Hal itu bukan tanpa alasan, lho!

    Membuang sampah ke toilet ternyata bisa memicu masalah. Mulai dari saluran pembuangan yang mampet hingga kerusakan toilet mungkin terjadi kalau kamu terus membuang tisu ke toilet. Tentunya, memperbaiki toilet bakal sangat merepotkan.

    Oleh karena itu, sebaiknya jangan membuang sampah tisu ke dalam toilet. Yuk, simak risikonya, dikutip dari Scott English Plumbing, Kamis (20/6/2024).


    Risiko Buang Tisu ke Dalam Toilet

    1. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Jika kamu pikir tisu yang dibuang ke toilet akan hancur, maka asumsi kamu keliru. Masalah ini bukan terjadi bagaimana tisu toilet itu mengalir dengan baik tanpa perlu terjun atau apa pun tetapi justru masalahnya akan muncul setelahnya. Ketika tisu tersebut dalam keadaan basah dan melewati sistem saluran pembuangan ini tidak langsung hancur dalam 24 jam.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan. Itulah kenapa alasan tisu harus dibuang ke tempat sampah yang tersedia di toilet.

    2. Efek Fatberg

    Fatberg sering terjadi di rumah dan menghasilkan perbaikan pipa rumah. Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    Formasi ini menyebabkan penyumbatan pada pipa dan saluran air, apalagi efek ini bisa mencapai panjang hingga lebih dari 10 kaki atau dan berat hingga 100 kg.

    3. Benda Tersangkut di Pipa

    Semakin tua pipa rumah kamu maka akan semakin rapuh sistemnya. Artinya, pipa kamu terkorosi sehingga tidak mengherankan jika saluran pembuangan banyak lubang-lubang kecil. Banyak sistem saluran pembuangan lama dibangun dari tanah liat, beton, pipa besi.

    Material ini rentan terhadap pertumbuhan akar pohon yang memungkinkan untuk mulai tumbuh ke dalam sistem saluran pembuangan di sambungan yang bisa menyebar dan membentuk jaring di seluruh pipa sehingga benda-benda yang melewati pipa ini bisa tersangkut ke akar.

    4. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Jika tisu basah yang disiram tidak tersangkut di pipa atau tersumbat dan mencapai sistem saluran pembuangan, ini bisa menimbulkan kerusakan dan menyebabkan kerusakan di sistem septik tank rumah serta sistem saluran pembuangan kota. Hasilnya saluran pembuangan cadangan yang dapat masuk ke rumah kamu seperti melewati wastafel, saluran air, bak mandi, dan bukaan lain yang terhubung langsung ke sistem septik rumah.

    Itulah beberapa risiko membuang tisu ke dalam toilet. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Dia Daftar Barang yang Harus Ada di Kamar Tidur, Sudah Lengkap Belum?


    Jakarta

    Kamar tidur merupakan tempat penghuni rumah menghabiskan banyak waktu di dalamnya. Untuk mendukung aktivitas di kamar, ada sejumlah barang yang sering digunakan penghuni rumah.

    Mengingat kamar ini dipakai untuk tidur, bersantai, dan menyimpan harta pribadi. Oleh karena itu, kamu bisa memanfaatkan sejumlah barang untuk mengoptimalkan fungsi ruangan.

    Apa saja ya barang wajib di kamar tidur? Berikut ini daftarnya, dikutip dari The Spruce, Jumat (28/6/2024).


    Barang Wajib di Kamar Tidur

    1. Matras

    Tentu saja tempat tidur menjadi furnitur utama di ruangan ini dengan komponen utamanya, yakni matras. Benda ini merupakan investasi yang besar karena dapat memengaruhi kualitas tidur, sehingga penting mencari matras berkualitas yang nyaman digunakan.

    2. Bantal

    Bantal membuat tidur menjadi lebih nyaman karena dapat memberi ganjalan empuk supaya badan tidak sakit di pagi hari. Kamu bisa memilih bantal dengan beragam jenis isi dan tingkat keempukan yang sesuai dengan seleramu.

    3. Bingkai Tempat Tidur

    Sebaiknya matras diletakan di atas bingkai tempat tidur. Ada banyak desain tempat tidur yang bisa kamu pilih menyesuaikan dengan estetika kamar. Lalu, kamu juga bisa menggunakan bingkai yang dilengkapi headboard ataupun ruang penyimpanan di bawahnya.

    4. Seprai & Sarung Bantal

    Tempat tidur tidak lengkap tanpa seprai dan sarung bantal yang berfungsi sebagai ‘pakaian’ bagi kasur. Penting sekali memilih seprai dan sarung bantal yang terbuat dari bahan yang nyaman menjadi alas tidur serta memiliki desain yang cocok dengan estetika ruangan.

    5. Meja Nakas

    Meski meja nakas atau meja sebelah tempat tidur biasanya untuk dekorasi kamar, meja ini sebenarnya sangat fungsional. Meja nakas membantu mengorganisir barang-barang di kamar karena ruang penyimpanannya, lalu bisa sebagai tempat meletakan lampu, kotak tisu, jam, atau buku.

    6. Lampu Tidur

    Penerangan ruangan sangat penting untuk menunjang kamar tidur, terlebih untuk memastikan kualitas tidur. Selain ada lampu utama di plafon, lampu tidur juga diperlukan untuk memberi penerangan yang tidak terlalu terang ketika akan tidur.

    7. Gorden

    Gorden atau penutup jendela berfungsi untuk menjaga privasi penghuni kamar dan menghalau cahaya masuk. Tak hanya itu, pemilihan gorden dengan desain, bahan, dan tipe yang tepat juga bisa menambah keindahan dari kamar tidur.

    8. Karpet

    Sebagai tambahan, karpet cukup penting untuk mengubah suasana kamar tidur. Karpet yang empuk dan hangat bisa menambah kenyamanan ruangan, apalagi desainnya dapat melengkapi interior ruangan.

    9. Tempat Penyimpanan

    Harta dan benda pribadimu tentu membutuhkan ‘rumah’ di dalam kamar tidur. Pastikan untuk menyediakan tempat penyimpanan yang cukup untuk semua barangmu. Kamu bisa menggunakan rak, lemari, keranjang, dan wadah untuk menyimpan barang-barang dengan teratur.

    10. Jam Alarm

    Kamu juga memerlukan jam di dalam kamar tidur, namun lebih utamanya jam alarm agar tidak terlambat bangun. Ada beragam jam alarm tersedia di pasaran yang bisa kamu pilih sesuai selera atau estetika kamar tidur.

    11. Cermin

    Terakhir, kamu juga membutuhkan cermin untuk mengecek penampilan setiap pagi sebelum beraktivitas. Sebaiknya memilih cermin dengan ukuran penuh agar bisa melihat penampilan dari ujung kepala sampai kaki. Selain fungsional, cermin bisa menjadi barang dekor sekaligus memancarkan pantulan cahaya di dalam ruangan.

    Itulah daftar barang yang mesti ada di kamar tidur. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Hilangkan Bau Pipis Kucing Segera, Jangan Dibiarkan!


    Jakarta

    Banyak orang mempunyai hewan peliharaan di rumah, salah satu yang sering dipelihara adalah kucing. Namun, terkadang kucing suka pipis sembarangan, sehingga rumah menjadi bau pipis kucing.

    Jangan biarkan pipis kucing terlalu lama karena akan sulit dibersihkan, terutama aroma tidak sedapnya. Apalagi, kucing biasanya akan pipis di tempat yang sama berulang kali.

    Oleh karena itu, penting bagi para pemilik kucing untuk tahu cara menghilangkan bau pipis kucing dengan efektif. Sebelum itu, ketahui dulu alasan kucing suka pipis sembarangan di rumah.


    Penyebab Kucing Pipis Sembarangan di Rumah

    Melansir The Vets, Jumat (5/7/2024), salah satu alasan utama adalah masalah kesehatan. Beberapa kondisi medis seperti diabetes, penyakit ginjal, masalah saluran kemih, atau arthritis dapat menyebabkan kucing pipis sembarangan. Segera konsultasikan ke dokter hewan jika kucingmu tiba-tiba mulai pipis sembarangan.

    Selain masalah kesehatan, kucing juga bisa pipis sembarangan karena masalah perilaku. Stres, kecemasan, atau perasaan menguasai wilayah bisa menjadi pemicu. Selain itu, pastikan kotak pasir tempat kucingmu buang air dalam keadaan bersih karena ini juga memainkan peran penting.

    3 Cara Hilangkan Bau Pipis Kucing di Rumah

    1. Bersihkan Secepat Mungkin

    Sebaiknya segera membersihkan pipis kucing ketika menemukannya. Seiring berjalannya waktu, bakteri akan mengurai zat kimia dalam pipis, seperti urea, yang menghasilkan bau seperti amonia yang tidak sedap.

    Jangan biarkan pipis kucing sampai mengering. Ketika pipis kucing telah mengering, akan lebih sulit menemukan sumber bau tersebut.

    2. Lap Pipis dengan Tisu atau Kain

    Bersihkan pipis kucing menggunakan tisu atau kain untuk menyerap semua cairan urine. Ini akan membantu mengurangi bau sebelum membersihkannya secara menyeluruh. Selain itu, hindari penggunaan air panas untuk membilas pipis kucingmu karena noda dan baunya akan lebih sulit dihilangkan.

    3. Hindari produk pembersih mengandung amonia

    Hindari penggunaan produk pembersih berbasis amonia. Penggunaan produk pembersih berbasis amonia bisa mendorong kucing untuk pipis sembarangan lagi di tempat yang sama.

    Gunakan produk pembersih yang mengandung enzim, campuran baking soda dan cuka putih, atau detergen dan air soda.

    Menghilangkan bau pipis kucing di rumah bisa menjadi tugas yang menantang. Dengan tiga cara jitu di atas, kamu dapat mengatasi masalah ini dengan lebih efektif.

    Selalu perhatikan kesehatan dan kesejahteraan kucingmu. Jika terus pipis sembarangan, konsultasikan dengan dokter hewan untuk saran lebih lanjut. Dengan demikian, rumahmu akan tetap bersih, nyaman, dan bebas dari bau pipis yang tidak sedap.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Meja di Dapur Sering Basah, Lebih Baik Dikeringkan Pakai Lap atau Tisu?


    Jakarta

    Dapur adalah ruangan yang mudah basah dan kotor. Kamu memerlukan alat kebersihan yang tepat agar perabotan di dapur tidak mudah rusak. Misalnya perabotan yang tahan panas, air, dan kelembapan.

    Namun, setiap bahan punya kekurangan dan kelebihan, ada yang tahan air tetapi tidak bisa dengan panas, begitu pun sebaliknya. Salah satu perabotan yang rentan rusak terhadap panas dan air adalah meja. Apa pun bahannya meja rentan berjamur dan rusak.

    Untuk mencegahnya, kamu bisa melapisi meja dengan plastik atau memilih bahan yang paling cocok, kayu, plastik, atau besi. Selain mencegah, kamu juga harus sering membersihkannya. Cara ini membantu permukaannya tetap bersih dan kering. Biasanya bahan yang digunakan untuk membersihkannya bisa dengan lap atau tisu.


    Dua bahan ini dinilai bagus untuk menyerap cairan seperti air atau cairan lainnya. Namun, dari segi efisiensi, lap dan tisu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Melansir Better Homes & Gardens, Sabtu (20/7/2024), berikut beberapa kelebihan dan kekurangan lap dan tisu untuk membersihkan meja.

    Kelebihan dan Kekurangan Tisu

    Kertas tisu adalah salah satu bahan kebersihan yang mudah didapat dan sekali pakai. Semakin banyak menggunakan tisu, maka semakin banyak sampah menumpuk. Tisu juga bukan bahan yang mudah di daur ulang sehingga dapat berakhir sebagai limbah. Kamu bisa menggunakannya mungkin dalam keadaan darurat seperti saat alat kebersihan lain tidak ada di tempat.

    Kelebihan dan Kekurangan Lap

    Lap biasanya dibuat dari kain atau plastik sintetis. Lap adalah bahan kebersihan yang bisa digunakan berulang kali. Namun, perawatannya tidak praktis. Kamu harus sering mencucinya setelah dipakai. Lalu jika telah digunakan untuk cairan berwarna akan lebih sulit dibersihkan.

    Kebersihan Lap vs Tisu

    Ahli kebersihan, Dr. Laundry atau Mary Gagliardi dari Clorox, menyampaikan tisu lebih higienis dibandingkan kain lap. Sementara itu, lap harus dicuci setelah digunakan sehingga membutuhkan air. Selain itu, kain lap bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Kain lap juga harus dicuci dengan benar untuk memastikan bersih dari kuman.

    Sebuah studi dari University of Arizona menemukan bahwa setiap kali permukaan meja diseka dengan kain atau handuk, bakteri akan menetap pada kain yang lembab. Kain lap sering menjadi tempat yang ideal bagi kuman untuk berkembang dengan 89% kain lap dapur mengandung bakteri koliform yang berasal dari kotoran hewan berdarah panas dan manusia.

    Selain itu, 25% kain lap mengandung bakteri E. coli yang bisa berbahaya. Penggunaan kain lap yang tidak rutin diganti tidak hanya menjadi sarang kuman berbahaya, melainkan juga bisa menyebarkan kuman tersebut ke seluruh dapur, tangan, dan barang-barang lain yang bersentuhan dengannya.

    Lantas, Lebih Baik Lap atau Tisu?

    Untuk menilai lebih efektif yang mana, tergantung pada nilai apa yang lebih kamu utamakan: dampak lingkungan dan biaya atau risiko bakteri, virus, dan jamur. Jika kamu memilih menggunakan kain lap, ada beberapa tips untuk membersihkan dan menggantinya dengan benar.

    Tips Penggunaan dan Perawatan Kain Lap

    Saat kamu memilih menggunakan lap, kamu harus berkomitmen untuk membersihkan dan menggantinya secara teratur. Bilas dan peras kain lap sepenuhnya setiap kali digunakan dan gantung untuk mengeringkan dan mengurangi pertumbuhan bakteri.

    Ganti lap dan handuk setiap hari jika digunakan untuk menyeka atau membersihkan tangan. Penggunaan pemutih bisa membantu mensterilkan kain lap secara berkala.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Membersihkan Tempat Sampah di Rumah Biar Nggak Bau Busuk


    Jakarta

    Keberadaan tempat sampah tentunya dibutuhkan di rumah. Meski digunakan untuk menampung sampah, ternyata tempat sampah juga perlu dibersihkan agar tidak menimbulkan bau busuk.

    Tempat sampah tidak hanya bagian luarnya saja yang perlu dibersihkan, tetapi bagian dalamnya juga. Tempat sampah yang kotor tidak hanya menimbulkan bau busuk, tetapi menarik serangga bahkan tikus.

    Maka dari itu, perlu membersihkan tempat sampah pada bagian dalam dan luarnya. Dilansir dari Real Simple, berikut ini cara membersihkan tempat sampah.


    1. Tempat Sampah di Dapur

    simpan sampah makanan di freezerIlustrasi tempat sampah di dapur. Foto: iStock

    Sebelum membersihkan tempat sampah di dapur, pastikan sampah sudah dibuang terlebih dahulu. Apabila di bagian dalam tempat sampah ada kotoran yang menempel, kamu bisa membersihkannya dan menyemprotkan air ke dalamnya.

    “Kemudian oleskan larutan pembersih serbaguna baik did alam maupun di luar tempat sampah menggunakan kain atau sikat untuk menggosok permukaan secara menyeluruh dengan membersihkan perhatian ekstra pada residu yang lengket,” kata Robin Murphy dari ChirpChirp House Cleaning, dikutip dari Real Simple, Sabtu (3/8/2024).

    Setelah kotoran hilang, kamu bisa menyemprotkan disinfektan dan diamkan beberapa saat sesuai dengan instruksi yang tertera di botol. Hal ini akan membuatnya ekstra bersih dan dapat menghilangkan sumber bau apapun.

    “Terakhir biarkan tempat sampah mengering secara alami atau gunakan kain untuk mengeringkannya sebelum melapisinya dengan kantong sampah yang bersih,” ujarnya.

    2. Tempat Sampah di Kamar Mandi

    Interior of toilet seat, paper and trashcan in hygiene restroom.Interior of toilet seat, paper and trashcan in hygiene restroom. Foto: Getty Images/iStockphoto/mrcmos

    Di kamar mandi, biasanya terdapat tempat sampah kecil untuk membuang tisu bekas pakai. Kamu bisa membersihkan tempat sampah di kamar mandi dengan lap basah dan pembersih serbaguna. Apabila ada kotoran yang membandal, kamu bisa membersihkannya terlebih dahulu dengan air hangat.

    Meskipun kecil, akan lebih baik kalau tempat sampah juga disemprotkan disinfektan apalagi kalau di rumah ada orang yang sakit. Setelah disemprotkan disinfektan, kamu bisa biarkan beberapa saat sesuai informasi yang tertera lalu lap menggunakan kain.

    3. Tempat Sampah di Luar Rumah

    Pilah sampah untuk daur ulang.Ilustrasi tempat sampah di luar rumah. Foto: Freepik

    Membersihkan tempat sampah di luar rumah perlu pekerjaan ekstra karena ukurannya yang besar. Oleh karena itu, kamu bisa membersihkannya dengan menyemprotkan air dari selang.

    “Gunakan selang taman untuk menyemprot bagian dalam dan luar tempat sampah. Gunakan larutan pembersih serbaguna ke bagian dalam dan luar, termasuk tutupnya. Sikat gosok bergagang panjang sangat ideal untuk menggosok permukaan, terutama bagian bawah dan samping,” kata Murphy.

    “Bilas tempat sampah secara menyeluruh dengan selang taman untuk menghilangkan semua larutan pembersih dan kotoran. Setelah membilas, semprotkan disinfektan, diamkan selama waktu yang disarankan, dan biarkan kering dengan sendirinya,” tutupnya.

    Itulah tips membersihkan tempat sampah di rumah. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Masalah yang Akan Terjadi Jika Buang Tisu ke Lubang WC


    Jakarta

    Tisu biasa disediakan di kamar mandi, terutama pada kamar mandi umum. Fungsinya bisa untuk membersihkan WC yang mungkin basah setelah dipakai orang lain atau untuk keperluan lainnya. Kamu pasti sering melihat keterangan larangan membuang tisu dan sampah lainnya ke dalam lubang WC, kira-kira alasannya kenapa ya?

    Jika melihat aturan di luar negeri, tisu adalah benda yang tidak dilarang untuk dibuang ke dalam lubang WC, tetapi di Indonesia aturannya berbeda. Hal ini dikarenakan bahan yang dipakai WC di luar negeri didesain khusus agar mudah terurai saat terkena air dan ramah lingkungan.

    Sementara itu, tisu di Indonesia memiliki susunan serat yang rapat dan tidak mudah terurai kecuali diberi tekanan yang kuat. Maka, jika kamu membuang tisu ke dalam lubang WC, dapat membuat saluran air mampet. Bayangkan, jika sehari kamar mandi tersebut digunakan 10 kali dan tisu dibuang ke dalam lubang WC setiap kali orang selesai dari kamar mandi. Tisu yang basah tersebut akan terkumpul di satu tempat dan menyumbat jalannya air. Seiring waktu kamu akan kesulitan untuk menyiram kotoran di WC karena aliran air tidak akan mengalir.


    Selain menyebabkan saluran mampet, dikutip dari Scott English Plumbing, Kamis (12/9/2024), berikut beberapa alasan tisu tidak dibuang ke lubang WC.

    1. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Pipa saluran air di rumah, seperti yang dipakai pada WC akan terhubung ke saluran pembuangan akhir yang menghubungkan dengan septic tank. Tisu bisa saja sampai ke area saluran pembuangan. Biasanya tisu ini ukurannya cukup untuk terbawa arus.

    Ternyata tisu yang terbawa sampai ke saluran pembuangan atau parahnya hingga ke sistem septic tank sama-sama dapat menimbulkan kerusakan. Bahkan kerusakannya bisa menyebabkan saluran area lain tersumbat.

    2. Tidak Gampang Terurai

    Seperti yang disebutkan sebelumnya di Indonesia masih memakai jenis tisu yang memiliki serat rapat dan tidak mudah hancur. Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan.

    3. Mempersingkat Umur Pipa

    Pipa yang penuh dengan sampah tidak terurai dapat mengakibatkan potensi kerusakan pada pipa. Semakin banyak kerusakan terjadi, maka kinerjanya semakin menurun. Mau tidak mau harus diganti.

    Kemudian, apabila sampah tisu ini terbawa sampai ke pembuangan akhir, banyak sistem saluran pembuangan lama dibangun dari tanah liat, beton, pipa besi. Material ini rentan terhadap pertumbuhan akar pohon. Sampah padat seperti tisu basa bisa menyangkut di akar-akar tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Cara gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan lewat dengan di link ini (Tanya Properti)

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Barang Dapur Ini Cepat Kotor, Sudah Kamu Bersihkan Belum?


    Jakarta

    Ruang dapur memang bagian rumah yang paling cepat kotor karena berbagai aktivitas memasak. Oleh karena itu, kamu harus sering membersihkan dapur biar nggak jadi sarang bakteri atau bikin noda makin sulit dihilangkan.

    Setelah memasak, pasti ada saja bekas minyak, lemak, bumbu masakan yang berceceran. Kalau nggak segera dibersihkan, bisa-bisa kotoran akan semakin susah dibersihkan.

    Nah, ternyata ada bagian-bagian di dapur yang paling sering kotor dan jarang dibersihkan, lho. Apa saja ya?


    Yuk, simak apa saja barang dapur yang sering kotor dan terlupakan, dikutip dari The Spruce, Senin (23/9/2024).

    1. Setiap Pegangan di Dapur

    Banyak peralatan di dapur memiliki tombol, pegangan, atau touchpad yang disentuh setiap kali digunakan. Ini termasuk pegangan kabinet, pegangan peralatan, dan panel kontrol.

    Sayangnya, seringkali kita lupa untuk membersihkan area ini saat kita membersihkan dapur. Khususnya, jika kita menyentuhnya saat memasak atau menangani makanan mentah.

    Oleh karena itu, penting untuk membersihkan pegangan, handle, dan touchpad ini setidaknya seminggu sekali dengan tisu disinfektan atau pembersih disinfektan.

    2. Wastafel

    Wastafel memang tempat untuk mencuci, tapi jangan salah, wastafel bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak. Apalagi di permukaannya seperti celah-celah tempat wastafel bertemu dengan meja, di sekitar saluran pembuangan, dan tutup pembuang sampah.

    Oleh karena itu, wastafel dapur sebaiknya didisinfeksi setelah setiap persiapan makanan, pencucian piring, atau setidaknya sekali sehari. Jangan lupa untuk membersihkan pegangan, keran, dan area di sekitar wastafel.

    Semua percikan saat mencuci makanan yang terkontaminasi akan menempel di sana. Gunakan pembersih wastafel yang mengandung disinfektan dan lap bersih atau tisu disinfektan sekali pakai.

    3. Spons, Sikat, dan Kain Lap Piring

    Dalam upaya untuk mengurangi penggunaan tisu dan dampaknya pada lingkungan, banyak rumah menggunakan spons selulosa, sikat gosok wastafel, dan kain lap dapur.

    Sayangnya, spon dapur dan sikat pembersih bisa menyimpan tingkat bakteri yang tinggi jika tidak dibersihkan dengan benar. Jika kamu menggunakan produk-produk ini, mereka harus dicuci dengan air panas setelah setiap persiapan makanan atau sesi pembersihan.

    Sikat gosok wastafel dan sayuran bisa dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring untuk membersihkan dengan benar setiap kali digunakan.

    4. Kulkas

    Kulkas yang berfungsi mendinginkan makanan tetap bisa ditumbuhi bakteri berbahaya, lho! Makanan seperti buah dan sayuran harus disimpan tanpa dicuci terlebih dahulu untuk menghindari kerusakan cepat.

    Namun, laci kulkas perlu dicuci secara berkala untuk menghindari kontaminasi di masa depan. Kelebihan makanan atau cairan makanan bisa tertinggal di laci dan di sekitar rak-rak kulkas.

    Untuk menghilangkan bakteri, ragi, dan jamur yang mungkin tumbuh, keluarkan laci atau rak kulkas secara berkala dan bersihkan dengan detergen ringan dan air panas atau hangat. Keringkan dengan lap bersih atau tisu kertas.

    5. Talenan

    Talenan, terutama yang terbuat dari kayu, sering memiliki celah-celah kecil yang bisa menyimpan bakteri. Penting untuk memiliki setidaknya dua talenan terpisah: satu untuk buah dan sayuran, dan satu untuk daging.

    Cuci talenan setiap kali digunakan dengan air panas dan sabun, dan bilas dengan air panas. Keringkan dengan tisu kertas atau kain dapur bersih.

    Jangan biarkan talenan menetes hingga mengering karena bakteri menyukai lingkungan yang hangat dan lembap. Kamu juga bisa memilih talenan yang bisa dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring untuk membersihkan dengan cermat.

    6. Mesin Pembuat Kopi, Blender, & Alat-Alat Kecil

    Alat-alat, seperti mesin pembuat kopi dan blender, bisa menjadi tempat yang ideal bagi bakteri, ragi, dan jamur untuk tumbuh. Beberapa alat kecil harus dibersihkan setelah setiap penggunaan.

    Setidaknya sekali seminggu, bongkar dan bersihkan alat-alat kecil secara menyeluruh. Beberapa komponen aman untuk dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring, dan yang lain harus dicuci dengan air panas dan sabun, lalu dibilas dengan air panas dan dikeringkan dengan benar.

    Rutinitas pembersihan yang sama juga harus diterapkan pada alat, seperti pembuka kaleng, sendok takar, dan cangkir.

    7. Kotak Makan, Tas Belanja, & Botol Air

    Setiap kali kamu menggunakan kotak makan, tas belanja, atau botol air yang bisa digunakan kembali, ada potensi kontaminasi silang oleh bakteri, kecuali jika telah dibersihkan dengan benar.

    Kotak makan harus sepenuhnya dibongkar dan dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring atau dicuci dengan air panas, dibilas dengan air panas, dan dikeringkan sepenuhnya.

    Sebagian besar kotak makan dan tas belanja yang dapat digunakan kembali bisa dimasukkan ke dalam mesin cuci pakaian untuk membersihkan dengan cermat.

    8. Meja Dapur

    Meja dapur seringkali digunakan untuk meletakkan dompet, tas belanja, dan barang lainnya, selain menjadi tempat untuk menyiapkan makanan. Pastikan untuk membersihkannya sebelum menyiapkan makanan atau setidaknya sekali sehari.

    Hindari menggunakan spons atau kain lap piring yang sudah digunakan karena benda-benda tersebut mungkin menyimpan bakteri dan kuman.

    Luangkan waktu untuk membersihkan sudut-sudut, di bawah alat-alat kecil, dan sepanjang pinggiran antara kompor atau kulkas dan meja dapur setidaknya seminggu sekali.

    9. Wadah Bumbu Dapur

    Wadah bumbu dapur, seperti garam dan merica, sering digunakan dan sering disentuh selama persiapan makanan. Bersihkan wadah tersebut dengan hati-hati dengan tisu disinfektan setelah setiap persiapan makanan dan bersihkan secara menyeluruh setiap minggu.

    Itulah beberapa barang dapur yang mesti rajin kamu cuci ya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Larangan Buang Tisu ke Toilet, Ternyata Damage-nya Nggak Main-main!


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat ada tanda larangan membuang tisu ke dalam lubang toilet? Tanda larangan ini memang sering ditemukan terpajang di pintu toilet.

    Membuang tisu ke dalam toilet memang cukup praktis, tapi ternyata ada efek buruknya, lho. Bahkan, membuat tisu seperti ini bisa berpotensi mengeluarkan biaya yang lumayan karena terjadi kerusakan.

    Lantas, kenapa tisu tidak boleh dibuang ke dalam toilet? Yuk, simak alasannya berikut ini, dikutip dari Scott English Plumbing, Jumat (4/10/2024).


    Alasan Dilarang Buang Tisu ke Lubang Toilet

    1. Tisu Susah Terurai

    Jika kamu pikir tisu yang dibuang ke toilet akan hancur, maka asumsi kamu keliru. Masalah ini bukan terjadi bagaimana tisu toilet itu mengalir dengan baik tanpa perlu terjun atau apa pun tetapi justru masalahnya akan muncul setelahnya. Ketika tisu tersebut dalam keadaan basah dan melewati sistem saluran pembuangan ini tidak langsung hancur dalam 24 jam.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan. Itulah kenapa alasan tisu harus dibuang ke tempat sampah yang tersedia di toilet.

    2. Mengurangi Umur Pipa

    Semakin tua pipa rumah kamu maka akan semakin rapuh sistemnya. Artinya, pipa kamu terkorosi sehingga tidak mengherankan jika saluran pembuangan banyak lubang-lubang kecil. Banyak sistem saluran pembuangan lama dibangun dari tanah liat, beton, pipa besi.

    Material ini rentan terhadap pertumbuhan akar pohon yang memungkinkan untuk mulai tumbuh ke dalam sistem saluran pembuangan di sambungan yang bisa menyebar dan membentuk jaring di seluruh pipa sehingga benda-benda yang melewati pipa ini bisa tersangkut ke akar.

    3. Menimbulkan Efek Fatberg

    Fatberg sering terjadi di rumah dan menghasilkan perbaikan pipa rumah. Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    Formasi ini menyebabkan penyumbatan pada pipa dan saluran air, apalagi efek ini bisa mencapai panjang hingga lebih dari 10 kaki atau dan berat hingga 100 kg.

    4. Menyebabkan Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Jika tisu basah yang disiram tidak tersangkut di pipa atau tersumbat dan mencapai sistem saluran pembuangan, ini bisa menimbulkan kerusakan dan menyebabkan kerusakan di sistem septik tank rumah serta sistem saluran pembuangan kota. Hasilnya saluran pembuangan cadangan yang dapat masuk ke rumah kamu seperti melewati wastafel, saluran air, bak mandi, dan bukaan lain yang terhubung langsung ke sistem septik rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Larangan Buang Tisu ke Toilet, Ternyata Damage-nya Nggak Main-main!


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat ada tanda larangan membuang tisu ke dalam lubang toilet? Tanda larangan ini memang sering ditemukan terpajang di pintu toilet.

    Membuang tisu ke dalam toilet memang cukup praktis, tapi ternyata ada efek buruknya, lho. Bahkan, membuat tisu seperti ini bisa berpotensi mengeluarkan biaya yang lumayan karena terjadi kerusakan.

    Lantas, kenapa tisu tidak boleh dibuang ke dalam toilet? Yuk, simak alasannya berikut ini, dikutip dari Scott English Plumbing, Jumat (4/10/2024).


    Alasan Dilarang Buang Tisu ke Lubang Toilet

    1. Tisu Susah Terurai

    Jika kamu pikir tisu yang dibuang ke toilet akan hancur, maka asumsi kamu keliru. Masalah ini bukan terjadi bagaimana tisu toilet itu mengalir dengan baik tanpa perlu terjun atau apa pun tetapi justru masalahnya akan muncul setelahnya. Ketika tisu tersebut dalam keadaan basah dan melewati sistem saluran pembuangan ini tidak langsung hancur dalam 24 jam.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan. Itulah kenapa alasan tisu harus dibuang ke tempat sampah yang tersedia di toilet.

    2. Mengurangi Umur Pipa

    Semakin tua pipa rumah kamu maka akan semakin rapuh sistemnya. Artinya, pipa kamu terkorosi sehingga tidak mengherankan jika saluran pembuangan banyak lubang-lubang kecil. Banyak sistem saluran pembuangan lama dibangun dari tanah liat, beton, pipa besi.

    Material ini rentan terhadap pertumbuhan akar pohon yang memungkinkan untuk mulai tumbuh ke dalam sistem saluran pembuangan di sambungan yang bisa menyebar dan membentuk jaring di seluruh pipa sehingga benda-benda yang melewati pipa ini bisa tersangkut ke akar.

    3. Menimbulkan Efek Fatberg

    Fatberg sering terjadi di rumah dan menghasilkan perbaikan pipa rumah. Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    Formasi ini menyebabkan penyumbatan pada pipa dan saluran air, apalagi efek ini bisa mencapai panjang hingga lebih dari 10 kaki atau dan berat hingga 100 kg.

    4. Menyebabkan Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Jika tisu basah yang disiram tidak tersangkut di pipa atau tersumbat dan mencapai sistem saluran pembuangan, ini bisa menimbulkan kerusakan dan menyebabkan kerusakan di sistem septik tank rumah serta sistem saluran pembuangan kota. Hasilnya saluran pembuangan cadangan yang dapat masuk ke rumah kamu seperti melewati wastafel, saluran air, bak mandi, dan bukaan lain yang terhubung langsung ke sistem septik rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com