Tag: tisu toilet

  • Awas! Jangan Kebiasaan Buang Tisu ke Dalam Toilet, Ini Bahayanya


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat ada tanda dilarang membuang tisu atau sampah ke dalam toilet di WC umum? Hal itu bukan tanpa alasan, lho!

    Membuang sampah ke toilet ternyata bisa memicu masalah. Mulai dari saluran pembuangan yang mampet hingga kerusakan toilet mungkin terjadi kalau kamu terus membuang tisu ke toilet. Tentunya, memperbaiki toilet bakal sangat merepotkan.

    Oleh karena itu, sebaiknya jangan membuang sampah tisu ke dalam toilet. Yuk, simak risikonya, dikutip dari Scott English Plumbing, Kamis (20/6/2024).


    Risiko Buang Tisu ke Dalam Toilet

    1. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Jika kamu pikir tisu yang dibuang ke toilet akan hancur, maka asumsi kamu keliru. Masalah ini bukan terjadi bagaimana tisu toilet itu mengalir dengan baik tanpa perlu terjun atau apa pun tetapi justru masalahnya akan muncul setelahnya. Ketika tisu tersebut dalam keadaan basah dan melewati sistem saluran pembuangan ini tidak langsung hancur dalam 24 jam.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan. Itulah kenapa alasan tisu harus dibuang ke tempat sampah yang tersedia di toilet.

    2. Efek Fatberg

    Fatberg sering terjadi di rumah dan menghasilkan perbaikan pipa rumah. Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    Formasi ini menyebabkan penyumbatan pada pipa dan saluran air, apalagi efek ini bisa mencapai panjang hingga lebih dari 10 kaki atau dan berat hingga 100 kg.

    3. Benda Tersangkut di Pipa

    Semakin tua pipa rumah kamu maka akan semakin rapuh sistemnya. Artinya, pipa kamu terkorosi sehingga tidak mengherankan jika saluran pembuangan banyak lubang-lubang kecil. Banyak sistem saluran pembuangan lama dibangun dari tanah liat, beton, pipa besi.

    Material ini rentan terhadap pertumbuhan akar pohon yang memungkinkan untuk mulai tumbuh ke dalam sistem saluran pembuangan di sambungan yang bisa menyebar dan membentuk jaring di seluruh pipa sehingga benda-benda yang melewati pipa ini bisa tersangkut ke akar.

    4. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Jika tisu basah yang disiram tidak tersangkut di pipa atau tersumbat dan mencapai sistem saluran pembuangan, ini bisa menimbulkan kerusakan dan menyebabkan kerusakan di sistem septik tank rumah serta sistem saluran pembuangan kota. Hasilnya saluran pembuangan cadangan yang dapat masuk ke rumah kamu seperti melewati wastafel, saluran air, bak mandi, dan bukaan lain yang terhubung langsung ke sistem septik rumah.

    Itulah beberapa risiko membuang tisu ke dalam toilet. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Penyebab Kloset Mengeluarkan Suara Berisik dan Gelembung Usai Disiram


    Jakarta

    Usai digunakan dan disiram, apakah kloset di rumahmu mengeluarkan suara mendesis atau bunyi gemericik? Dan apakah bunyi tersebut disertai keluarnya gelembung?

    Sebagian orang mengeluhkan toilet di kediamannya mengeluarkan suara berisik setelah disiram. Hal ini tak jarang membuat mereka khawatir bakal terjadi sesuatu dengan kloset beserta sistem pembuangannya.

    Kira-kira apa ya penyebab toilet mengeluarkan bunyi? Lantas, adakah cara untuk mengatasinya?


    5 Penyebab Kloset Mengeluarkan Suara dan Cara Mengatasinya

    Dilansir situs Paschal Air, Plumbing, & Electrics dan The Spruce, berikut beberapa kemungkinan penyebab kloset mengeluarkan suara dan cara mengatasinya:

    1. Saluran Pembuangan Mampet

    Saluran pembuangan tersumbat bisa dibilang penyebab paling umum keluarnya suara berisik dari toilet. Saluran yang tersumbat membuat air tidak mengalir lancar sehingga menggenang di dalam pipa. Saat air menggenang, gelembung udara bisa muncul dan suara bluk-bluk juga terdengar.

    Penyumbatan saluran dapat disebabkan banyak hal, di antaranya karena penumpukan sampah di pipa seperti tisu toilet, barang atau mainan yang jatuh, dan kotoran lain. Pada beberapa kasus, saluran pembuangan yang mampet bisa mengakibatkan kloset meluap.

    Masalah saluran toilet yang mampet perlu segera diatasi. Kamu bisa coba menggunakan penyedot toilet untuk menyedot sampah atau kotoran yang menyumbat. Dengan begitu, salurannya dapat lancar kembali.

    2. Pipa Kloset Rusak

    Penyebab lain toilet mengeluarkan suara berisik dan bergelembung yaitu pipa pembuangan yang pecah akibat akar pohon yang tumbuh mengenai saluran atau karena faktor usia. Saluran pembuangan toilet bisa-bisa bocor dan menimbulkan masalah yang lebih serius.

    Kalau kondisinya seperti ini, maka pipa perlu segera diperbaiki. Kamu dapat memanggil tukang ledeng untuk memeriksa dan membereskannya.

    3. Septic Tank Penuh

    Air dan kotoran yang disiram melalui kloset akan mengalir ke septic tank. Seiring penggunaannya, tangki limbah ini bisa kelebihan muatan alias kepenuhan. Kondisi ini yang bisa menimbulkan gelembung dan bunyi gemericik dari kloset. Jika septic tank penuh maka kamu bisa menghubungi jasa sedot WC.

    4. Tekanan Air Terlalu Tinggi

    Pada kloset duduk, pasokan air bisa menyebabkan toilet bergelembung dan mengeluarkan suara. Bila tekanan airnya terlalu tinggi, aliran air mengalir dengan cepat melewati pipa sehingga menimbulkan gelembung udara dan bunyi desisan yang bergetar. Nantinya, gelembung akan naik ke permukaan mangkuk toilet dan kamu bisa melihat kloset bergelembung.

    Di sisi lain, tekanan air yang terlalu rendah bisa pula membuat toilet muncul gelembung. Tekanan ini membuat air mengalir terlalu lambat di pipa sehingga air di mangkuk toilet menjadi stagnan. Dan kondisi ini juga dapat menyebabkan gelembung muncul di kloset.

    Kalau ahli memperbaiki masalah seperti ini, kamu dapat memperbaikinya secara mandiri. Namun jika tidak, tidak apa memanggil tukang ledek untuk membetulkannya.

    5. Katup Pengisian Rusak

    Katup pengisi di kloset umumnya terdapat pelampung yang naik turun tergantung level air di dalamnya. Fungsinya untuk mengatur air yang masuk ke tangki toilet setelah tiap kali menyiram.

    Saat pelampung turun, katup terbuka sehingga memungkinkan tangki mengisi ulang air. Usai air mencapai level tertentu, katup tertutup rapat agar mencegah air meluap dari tangki.

    Sama seperti barang lain, katup pengisi ini bisa rusak seiring berjalannya waktu. Akibatnya, kloset mengeluarkan suara mendesis. Semakin keras suara yang terdengar, umumnya katup akan rusak kian parah. Maka dari itu, segera perbaiki katup pengisian kloset agar tidak menyebabkan banjir gara-gara pasokan air yang meluap.

    Nah, itu tadi sederet penyebab kloset mengeluarkan suara dan cara mengatasinya. Semoga jadi informasi yang membantu!

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Larangan Buang Tisu ke Toilet, Ternyata Damage-nya Nggak Main-main!


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat ada tanda larangan membuang tisu ke dalam lubang toilet? Tanda larangan ini memang sering ditemukan terpajang di pintu toilet.

    Membuang tisu ke dalam toilet memang cukup praktis, tapi ternyata ada efek buruknya, lho. Bahkan, membuat tisu seperti ini bisa berpotensi mengeluarkan biaya yang lumayan karena terjadi kerusakan.

    Lantas, kenapa tisu tidak boleh dibuang ke dalam toilet? Yuk, simak alasannya berikut ini, dikutip dari Scott English Plumbing, Jumat (4/10/2024).


    Alasan Dilarang Buang Tisu ke Lubang Toilet

    1. Tisu Susah Terurai

    Jika kamu pikir tisu yang dibuang ke toilet akan hancur, maka asumsi kamu keliru. Masalah ini bukan terjadi bagaimana tisu toilet itu mengalir dengan baik tanpa perlu terjun atau apa pun tetapi justru masalahnya akan muncul setelahnya. Ketika tisu tersebut dalam keadaan basah dan melewati sistem saluran pembuangan ini tidak langsung hancur dalam 24 jam.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan. Itulah kenapa alasan tisu harus dibuang ke tempat sampah yang tersedia di toilet.

    2. Mengurangi Umur Pipa

    Semakin tua pipa rumah kamu maka akan semakin rapuh sistemnya. Artinya, pipa kamu terkorosi sehingga tidak mengherankan jika saluran pembuangan banyak lubang-lubang kecil. Banyak sistem saluran pembuangan lama dibangun dari tanah liat, beton, pipa besi.

    Material ini rentan terhadap pertumbuhan akar pohon yang memungkinkan untuk mulai tumbuh ke dalam sistem saluran pembuangan di sambungan yang bisa menyebar dan membentuk jaring di seluruh pipa sehingga benda-benda yang melewati pipa ini bisa tersangkut ke akar.

    3. Menimbulkan Efek Fatberg

    Fatberg sering terjadi di rumah dan menghasilkan perbaikan pipa rumah. Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    Formasi ini menyebabkan penyumbatan pada pipa dan saluran air, apalagi efek ini bisa mencapai panjang hingga lebih dari 10 kaki atau dan berat hingga 100 kg.

    4. Menyebabkan Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Jika tisu basah yang disiram tidak tersangkut di pipa atau tersumbat dan mencapai sistem saluran pembuangan, ini bisa menimbulkan kerusakan dan menyebabkan kerusakan di sistem septik tank rumah serta sistem saluran pembuangan kota. Hasilnya saluran pembuangan cadangan yang dapat masuk ke rumah kamu seperti melewati wastafel, saluran air, bak mandi, dan bukaan lain yang terhubung langsung ke sistem septik rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Larangan Buang Tisu ke Toilet, Ternyata Damage-nya Nggak Main-main!


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat ada tanda larangan membuang tisu ke dalam lubang toilet? Tanda larangan ini memang sering ditemukan terpajang di pintu toilet.

    Membuang tisu ke dalam toilet memang cukup praktis, tapi ternyata ada efek buruknya, lho. Bahkan, membuat tisu seperti ini bisa berpotensi mengeluarkan biaya yang lumayan karena terjadi kerusakan.

    Lantas, kenapa tisu tidak boleh dibuang ke dalam toilet? Yuk, simak alasannya berikut ini, dikutip dari Scott English Plumbing, Jumat (4/10/2024).


    Alasan Dilarang Buang Tisu ke Lubang Toilet

    1. Tisu Susah Terurai

    Jika kamu pikir tisu yang dibuang ke toilet akan hancur, maka asumsi kamu keliru. Masalah ini bukan terjadi bagaimana tisu toilet itu mengalir dengan baik tanpa perlu terjun atau apa pun tetapi justru masalahnya akan muncul setelahnya. Ketika tisu tersebut dalam keadaan basah dan melewati sistem saluran pembuangan ini tidak langsung hancur dalam 24 jam.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan. Itulah kenapa alasan tisu harus dibuang ke tempat sampah yang tersedia di toilet.

    2. Mengurangi Umur Pipa

    Semakin tua pipa rumah kamu maka akan semakin rapuh sistemnya. Artinya, pipa kamu terkorosi sehingga tidak mengherankan jika saluran pembuangan banyak lubang-lubang kecil. Banyak sistem saluran pembuangan lama dibangun dari tanah liat, beton, pipa besi.

    Material ini rentan terhadap pertumbuhan akar pohon yang memungkinkan untuk mulai tumbuh ke dalam sistem saluran pembuangan di sambungan yang bisa menyebar dan membentuk jaring di seluruh pipa sehingga benda-benda yang melewati pipa ini bisa tersangkut ke akar.

    3. Menimbulkan Efek Fatberg

    Fatberg sering terjadi di rumah dan menghasilkan perbaikan pipa rumah. Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    Formasi ini menyebabkan penyumbatan pada pipa dan saluran air, apalagi efek ini bisa mencapai panjang hingga lebih dari 10 kaki atau dan berat hingga 100 kg.

    4. Menyebabkan Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Jika tisu basah yang disiram tidak tersangkut di pipa atau tersumbat dan mencapai sistem saluran pembuangan, ini bisa menimbulkan kerusakan dan menyebabkan kerusakan di sistem septik tank rumah serta sistem saluran pembuangan kota. Hasilnya saluran pembuangan cadangan yang dapat masuk ke rumah kamu seperti melewati wastafel, saluran air, bak mandi, dan bukaan lain yang terhubung langsung ke sistem septik rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Toilet Nggak Bisa Disiram Bikin Jengkel, Ini 5 Biang Keroknya



    Jakarta

    Salah satu masalah umum yang sering terjadi pada toilet adalah sistem penyiraman yang tidak berfungsi. Kejadian ini pastinya akan sangat menjengkelkan bagi penghuni rumah.

    Penyiraman toilet tidak berfungsi karena alasan, seperti rantai yang terputus, penutup yang rusak, level air rendah, pelampung yang rusak, sumbatan pada tepi saluran, atau sekedar penyumbatan saluran pembuangan yang perlu dibersihkan dengan penyedot.

    Dilansir dari The Spruce, berikut penjelasan beberapa penyebab toilet tidak bisa disiram yang membuat aktivitas kamu terganggu.


    Tuas Terputus

    Jika toilet memiliki sistem tuas penyiraman, ada kemungkinan tuas tersebut telah terlepas dari penutup. Tuas tersebut biasanya terpasang pada penutup dengan rantai yang longgar.

    Untuk memperbaikinya, lepaskan tutup tangki toilet dan periksa apakah tuas serta penutup masih terhubung. Jika rantai terlepas, pasang kembali dan uji penyiraman toilet. Jika rantai rusak atau putus seluruhnya, kamu harus menggantinya.

    Toilet Tersumbat

    Sumbatan merupakan salah satu masalah paling umum yang menyebabkan toilet tidak dapat disiram. Kebanyakan penyumbatan toilet disebabkan oleh terlalu banyak tisu toilet yang menyumbat saluran pembuangan dan mencegah pembuangan limbah tambahan.

    Kamu bisa mengatasinya menggunakan penyedot untuk mendorong udara dan air melalui saluran pembuangan, sehingga sumbatan dapat disingkirkan. Sebelum memulai, pastikan level air di mangkuk toilet cukup rendah sehingga penyedotan tidak akan meluap.

    Pelampung Rusak atau Terhalang

    Pelampung biasanya diletakkan di atas air dalam tangki toilet. Saat air mencapai level tertentu, pelampung akan menutup katup pengisian, sehingga air tidak dapat masuk ke tangki.

    Kamu dapat menyelesaikan masalah ini dengan mengganti pelampung, membuang segala penghalang, atau mengatur ketinggian pelampung sehingga toilet terisi cukup banyak untuk menyiram toilet.

    Penyumbatan Rim Jet

    Rim jet adalah lubang kecil di bagian bawah tepi mangkuk toilet. Toilet akan kesulitan menyiram jika lubang ini tersumbat oleh endapan mineral atau kotoran.

    Bersihkan jet dengan cuka dan sikat toilet atau sikat gigi bekas untuk memecah endapan mineral dan menghilangkan sumbatan pada rim jet.

    Flapper yang Rusak

    Pembilasan yang lemah dapat menjadi tanda katup yang rusak atau tidak berfungsi. Katup berfungsi untuk menutup celah antara tangki toilet dan mangkuk toilet, serta jika katup melengkung atau robek maka air akan mengalir dari tangki ke mangkuk toilet.

    Toilet tidak dapat menyiram dengan baik jika tangki airnya tidak cukup. Untuk mengatasi masalah ini, belilah katup toilet baru yang kompatibel dengan rakitan katup pembilas yang ada.

    Lepas dan ganti katup lama, lalu periksa apakah tangki toilet terisi dengan baik. Setelah penuh, siram toilet untuk memastikan semuanya berfungsi kembali.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kebiasaan Buang Tisu ke Kloset Bisa Picu Bencana Sanitasi di Rumah


    Jakarta

    Kloset merupakan perangkat sanitasi yang jalur pembuangannya menuju ke septic tank. Jalur tersebut hanya bisa dilalui oleh air dan kotoran. Selain itu, benda lain dilarang di buang ke dalam sana, terutama yang berbahan keras dan susah terurai.

    Tidak terkecuali adalah tisu. Pemakaian tisu di kamar mandi sebenarnya ditujukan untuk mengelap area dudukan kloset atau untuk mengeringkan area yang basah di badan. Di luar negeri, tisu banyak digunakan sebagai pengganti air untuk membersihkan bagian badan yang kotor.

    Membuang tisu ke dalam lubang kloset bisa menyebabkan saluran tersumbat karena saluran tersebut hanya untuk kotoran dan air saja. Memperbaiki kloset yang tersumbat tidak mudah dan apabila sumbatannya cukup parah, area pipa perlu dibongkar.


    Selain menyumbat saluran pembuangan, membuang tisu juga menyebabkan masalah lain, dilansir Scott English Plumbing, berikut penjelasannya.

    Risiko Buang Tisu ke Dalam Toilet

    1. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Penyumbatan pada saluran pembuangan dapat membuat sistem saluran tersebut rusak. Ada jalur-jalur yang tertutup sehingga arah jalannya air akan berubah. Bisa saja saluran pembuangan cadangan masuk ke rumah melewati wastafel, saluran air, bak mandi, dan bukaan lain yang terhubung langsung ke sistem septic tank rumah.

    2. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Penyumbatan terjadi karena tisu tidak dapat terurai seperti kotoran manusia. Selain itu, serat-serat tisu tersebut bisa tersangkut di dalam pipa. Hal tersebut dapat menyumbat jalannya kotoran. Apabila terdapat benda padat menghadang jalan, air dan kotoran akan sulit lewat.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan. Itulah kenapa alasan tisu harus dibuang ke tempat sampah yang tersedia di toilet.

    Penumpukan tisu di dalam saluran ini juga disebut dengan efek fatberg. Kondisi paling buruk dari efek fatberg adalah tisu basah tersebut bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    3. Benda Tersangkut di Pipa

    Pipa dalam kondisi baru biasanya bentuknya cukup mulus sehingga air bisa mengalir bebas. Namun, seiring berjalannya waktu akan muncul korosi dan ada bagian dari pipa yang meleleh atau mengelupas. Apabila hal tersebut terjadi di dalam pipa, akan banyak titik sangkutan yang apabila tisu lewat di dalamnya akan menutup jalur pembuangan.

    Selain korosi, material pipa dari tanah liat, beton, dan pipa besi juga rentan terhadap pertumbuhan akar pohon yang memungkinkan tumbuh ke dalam sistem saluran pembuangan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Jenis-jenis Bidet Kloset Beserta Tips Pakainya


    Jakarta

    Setelah buang air, pengguna kamar mandi biasanya akan membersihkan diri menggunakan air. Air itu disemprotkan menggunakan alat yang disebut bidet.

    Bidet adalah alat sanitasi untuk membersihkan sisa kotoran setelah buang air. Alat ini sering ditemukan di sejumlah negara di Eropa dan Asia.

    Ada beragam bentuk bidet yang cara menggunakannya pun berbeda. Bahkan, beberapa sangat canggih, bisa menyemprotkan air hangat.


    Apa saja jenis-jenis bidet? Simak ulasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Bidet

    Inilah jenis-jenis bidet dikutip dari laman health, Kamis (18/9/2025).

    1. Jet Spray

    Ilustrasi desain kamar mandi.Ilustrasi desain kamar mandi. Foto: iStock

    Jenis bidet yang sering ditemui di Indonesia biasa disebut jet spray. Alatnya berbentuk selang dengan kepala pancuran dan terpisah dari kloset. Pengguna mesti menjangkau genital dan anus dengan perangkat tersebut.

    2. Bidet Bawaan

    toiletIlustrasi bidet bawaan. Foto: (Wahyu/detikTravel)

    Lalu, ada bidet elektrik yang sudah bawaan, posisinya berada di bawah dudukan kloset. Bidet ini tidak memakan ruang kamar mandi. Area yang dapat dibersihkan mungkin terbatas karena alat tersebut terpasang pada dudukan toilet.

    3. Bidet Terpisah

    Beautiful Large Bathroom in Luxury Home with double sink, bathtub and bidetBidet terpisah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Mariakray

    Ada juga bidet berukuran agak besar seperti wastafel yang terpasang di sebelah kloset sehingga cukup memakan ruang. Pengguna kamar mandi harus berpindah dari toilet ke bidet untuk menggunakannya.

    Tips Pakai Bidet

    Meski membersihkan diri menggunakan air sangat dianjurkan, caranya pun harus benar agar lebih higienis. Berikut ini tipsnya.

    1. Bersihkan dari Arah Depan ke Belakang

    Pastikan untuk menyemprotkan air dari depan ke belakang. Cara ini akan menghindari bakteri dari kotoran BAB mengenai uretra sehingga mencegah penyakit akibat infeksi.

    2. Bersihkan Bidet secara Rutin

    Untuk meminimalisir penyebaran bakteri, bersihkan atau desinfeksi bidet secara rutin terutama pada kamar mandi umum. Bersihkan bidet genggam atau jet spray dengan kain atau tisu toilet sebelum menggunakannya.

    3. Lap Setelah Menggunakan Bidet

    Setelah menggunakan bidet, lap area genital dan anus. Ini membantu memastikan semua kotoran feses, darah menstruasi, atau urin tidak tersisa.

    Itulah jenis-jenis bidet dan tips pakainya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Buang Tisu ke Kloset Bisa Picu Masalah pada Septic Tank


    Jakarta

    Banyak masyarakat yang terbiasa membuang tisu ke dalam kloset. Padahal, di dalam kamar mandi sudah disediakan tempat sampah untuk membuang tisu bekas pakai.

    Banyak orang yang menilai jika tisu, terutama tisu toilet, mudah hancur jika terkena air. Hal tersebut yang menjadi alasan banyak orang memilih membuang tisu secara langsung ke dalam toilet.

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, memang ada beberapa jenis tisu yang dinilai cepat terurai saat terkena air, yakni tisu toilet daur ulang, tisu dari bambu, tisu satu lapis (1 ply), dan tisu dua lapis (2 ply) yang lembut.


    Meski keempat jenis tisu tersebut dapat dengan mudah hancur ketika terkena air, tapi bukan berarti bisa dibuang langsung ke dalam kloset. Selain kloset jadi terlihat kotor, kebiasaan buruk ini bisa menimbulkan masalah di septic tank.

    Sebagai informasi, air limbah dari dalam rumah akan dibuang ke septic tank. Di dasar septic tank terdapat lapisan lumpur yang mengendap, sedangkan limbah yang lebih ringan akan membentuk lapisan buih yang mengapung di permukaan.

    Lalu, ada bakteri baik di dalam septic tank yang dapat mengurai limbah organik. Sedangkan limbah cair akan mengalir keluar ke saluran pembuangan.

    Bahaya Membuang Tisu ke Kloset

    Tisu toilet yang dibuang ke dalam kloset, terutama jenis tisu yang lapisannya tebal, tidak akan mudah terurai dengan cepat. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyumbatan di saluran pembuangan dan memenuhi kapasitas septic tank.

    Selain itu, tisu yang memiliki bahan kimia tambahan seperti aroma wangi, juga dapat membahayakan sistem pembuangan di septic tank. Zat kimia tambahan ini dapat mengurangi efisiensi bakteri dengan cara membunuh bakteri baik yang berfungsi penting untuk mengurai limbah organik.

    Akibat kebiasaan membuang tisu ke dalam kloset bisa mengganggu fungsi septic tank untuk menampung limbah. Hal ini dapat memicu masalah yang lebih parah di kemudian hari, seperti penyumbatan pipa pembuangan dan potensi terjadinya penumpukan limbah.

    Kapasitas septic tank juga akan berkurang karena terlalu banyak dipenuhi sampah tisu. Jika septic tank di rumah tak pernah disedot dan terus dipenuhi sampah, maka bisa saja memicu ledakan septic tank di kemudian hari.

    Itulah alasan jangan membuang tisu ke dalam kloset karena mengganggu fungsi septic tank. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com