Tag: tisu

  • 4 Tips Bersihkan Cermin, Auto Kinclong Tanpa Meninggalkan Bekas



    Jakarta

    Cermin sangat sering ditemukan di dalam rumah, baik untuk bercermin atau sebagai dekorasi. Cermin yang bersih dan jernih tak hanya bagus secara estetika tetapi membuat orang yang bercermin nyaman melihat bayangannya.

    Jika dibiarkan, lama-lama akan ada lapisan debu menumpuk pada cermin. Oleh karena itu, sebaiknya bersihkan cermin secara berkala.

    Pastikan untuk membersihkan cermin dengan metode yang tepat ya. Sebab, kalau sekadar pakai tisu dan air, bisa meninggalkan bekas garis air pada cermin.


    Lalu, bagaimana cara yang tepat membersihkan cermin? Simak tipsnya berikut ini.

    Tips Bersihkan Cermin

    Inilah cara membersihkan cermin agar kinclong maksimal, dikutip dari Real Simple.

    1. Cairan Pembersih

    Sebelum mulai mengelap kaca, penghuni rumah perlu menyiapkan cairan pembersih. Kalau mau pakai cairan pembersih yang biasa dijual di pasaran, pastikan khusus untuk kaca.

    Di samping itu, penghuni rumah bisa membuat cairan pembersih sendiri, lho. Cairan ini tentu lebih murah, aman untuk kesehatan, dan ramah lingkungan.

    Campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1 dalam botol semprot. Kocok campuran dengan baik.

    2. Bersihkan Bingkai Cermin

    Jika cermin ada bingkai, pastikan untuk membersihkannya duluan. Cermin yang sudah dibersihkan tetap terlihat kotor kalau tidak membersihkan bingkainya.

    Nah, kalau membersihkan bingkai setelah cermin, kemungkinan penghuni harus membersihkan ulang cermin untuk menghilangkan residu atau noda dari proses pembersihan bingkai. PR banget bukan?

    3. Menyemprot Cairan Pembersih

    Semprotkan cairan pembersih ke kain lap. Dengan cara ini, pembersih tidak akan meresap ke balik lapisan cermin yang dapat menimbulkan noda hitam.

    Penghuni bisa saja menyemprotkan cairan langsung ke cermin, tapi pastikan untuk cepat membersihkannya.

    4. Mengelap Kaca

    Gunakan kain mikrofiber untuk mengelap cermin. Jenis kain ini bisa menarik kotoran dan minyak tanpa meninggalkan bekas serat.

    Sebaiknya mengelap dengan pola S yang rapat dari atas ke bawah. Pastikan mengelap seluruh permukaan cermin hanya dengan satu sapuan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tidur Sebelum Lakukan 6 Hal Ini di Rumah!


    Jakarta

    Membersihkan rumah memang melelahkan sehingga bagi sebagian orang melakukannya pada akhir pekan. Namun, membersihkan rumah juga perlu menjadi kebiasaan agar rumah senantiasa rapi dan sehat.

    Untuk memulai kebiasaan membersihkan rumah, penghuni rumah perlu mencoba beberapa hal yang harus dibersihkan sebelum tidur. Melakukan rutinitas pembersihan sebelum tidur ini akan meringankan beban di keesokan pagi.

    Dilansir dari situs Real Simple, berikut rutinitas pembersihan rumah yang bisa dilakukan pada malam hari atau sebelum tidur.


    1. Bersihkan Kamar Mandi

    Memang kedengarannya cukup melelahkan membersihkan kamar mandi pada malam hari. Namun, jika kebiasaan ini terus dilakukan maka akan membuat hidup lebih mudah. Sebab, pembersihan rutin kamar mandi dapat mencegah kotoran menumpuk akhirnya jika terbiasa maka kamar mandi dapat dengan mudah dibersihkan.

    “Ceceran pasta gigi dan bercak air dapat menumpuk dengan cepat, jadi membersihkannya dengan cepat juga di malam hari dapat membantu menjaga kamar mandi terlihat bagus,” ucap Michelle Urban, pengelola rumah professional The Organized House, dikutip dari Real Simple.

    Menurutnya, agar tidak membuat penghuni malas, simpan saja beberapa tisu desinfektan atau kain mikrofiber jika ingin membersihkan dengan cepat.

    2. Cuci Piring

    Piring yang menumpuk di wastafel dapat menjadi pekerjaan besar bila tidak dibersihkan dengan cepat. Bangun tidur tanpa melihat tumpukan cucian piring juga dapat membuat penghuni rumah merasa segar. Maka, jadikan mencuci piring sebagai kebiasaan yang senantiasa dilakukan sebelum tidur.

    3. Bersihkan Meja Dapur

    Membersihkan meja dapur dari barang yang berserakan juga mampu mencegah kotoran menumpuk. Sebab, meja dapur yang kotor dapat menarik hama dari sisa-sisa makanan sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Membersihkan meja dapur juga tidak memakan waktu banyak dan bisa dilakukan sebelum tidur.

    4. Buang Sampah

    Jika tempat sampah di rumah sudah penuh atau ada sampah yang menimbulkan bau, maka sebaiknya segera dituntaskan sebelum tidur. Hal ini berlaku untuk seluruh tempat sampah baik di dapur, kamar, atau kamar mandi. Membuang sampah dilakukan agar ketika bangun tidur tidak ada sampah yang meluap atau berbau.

    5. Merapikan Ruang Keluarga

    Seharusnya merapikan ruang keluarga tidaklah sulit dan memberatkan. Cukup dua hingga tiga menit seperti meletakkan barang-barang ke tempatnya atau merapikan bantal atau selimut. Supaya lebih mudah, sediakan keranjang lucu yang dapat menampung berbagai barang-barang acak.

    6. Melipat Pakaian

    Pakaian juga merupakan salah satu barang yang cepat menumpuk sehingga menyebabkan ruangan menjadi berantakan. Jika ada pakaian yang baru kering, maka lipat. Lalu, jika ada pakaian kotor berceceran, maka tumpuk di keranjang cuci.

    Itulah rutinitas membersihkan rumah sebelum tidur, semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Trik Bersihkan Cermin Biar Tetap Kinclong


    Jakarta

    Cermin perlu dibersihkan agar bisa tetap digunakan dengan nyaman. Cermin yang kotor tentunya akan mengganggu pemakainya karena tidak bisa melihat tampilan dengan jelas.

    Nah, untuk membersihkannya ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar cermin semakin kinclong. Bukan hanya cairan pembersih yang digunakan, tapi teknik membersihkannya juga perlu diperhatikan agar cermin tidak mudah kotor.

    Lalu bagaimana cara membersihkan cermin agar tetap bersih mengkilap? Dilansir dari Real Simple berikut ini informasinya.


    Cara Membersihkan Cermin

    1. Campurkan Air dengan Cuka

    Campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1 ke dalam botol dan kocok hingga rata. Gunakan air suling jika di rumah adanya air sadah. Namun, jika menggunakan pembersih komersial, tak perlu melewati langkah ini.

    2. Semprotkan Cairan Pembersih atau Campuran Air dan Cuka

    Semprotkan campuran cuka atau pembersih kaca langsung pada kain, bukan langsung pada cermin. Dengan cara ini, pembersih tidak meresap ke balik lapisan perak, yang dapat menimbulkan noda hitam atau karat.

    3. Lap Cermin

    Untuk hasil terbaik, sebaiknya lap cermin dengan pola S yang rapat dari atas ke bawah. Pastikan untuk membersihkan cermin dalam satu usapan.

    Trik Membersihkan Cermin

    1. Bersihkan Bingkai Cermin Terlebih Dahulu

    Jika cermin memiliki bingkai atau dudukan, luangkan waktu untuk membersihkannya terlebih dahulu. Jika membersihkan bingkai setelah cermin, kemungkinan besar harus membersihkan ulang cermin untuk menghilangkan residu atau noda dari proses pembersihan bingkai.

    2. Pembersih yang Digunakan

    Pilih pembersih yang diformulasi khusus untuk kaca. Selain itu, bisa juga membersihkan kaca dengan campuran bahan alami, seperti campuran air dan cuka putih.

    Membersihkan cermin dengan campuran tersebut juga mencegah cermin kamar mandi beruap (setelah mandi) selama sekitar satu minggu. Untuk meningkatkan kemampuan menghilangkan kabut, semprotkan campuran tersebut langsung ke cermin dan diamkan sebentar sebelum menyekanya.

    3. Lap yang Digunakan

    Lap yang digunakan untuk membersihkan cermin juga bisa mempengaruhi kebersihan cermin. Sebaiknya bersihkan cermin menggunakan lap microfiber atau kain bebas serat karena tidak meninggalkan sisa debu, serat, kertas, atau sisa tinta pada cermin dibandingkan dengan membersihkan dengan koran atau tisu. Jika tetap ingin membersihkan dengan koran, gunakan koran yang lama untuk mengurangi tinta yang bisa menempel di cermin.

    Itulah beberapa trik membersihkan cermin agar tetap kinclong. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kebiasaan Buang Tisu ke Kloset Bisa Picu Bencana Sanitasi di Rumah


    Jakarta

    Kloset merupakan perangkat sanitasi yang jalur pembuangannya menuju ke septic tank. Jalur tersebut hanya bisa dilalui oleh air dan kotoran. Selain itu, benda lain dilarang di buang ke dalam sana, terutama yang berbahan keras dan susah terurai.

    Tidak terkecuali adalah tisu. Pemakaian tisu di kamar mandi sebenarnya ditujukan untuk mengelap area dudukan kloset atau untuk mengeringkan area yang basah di badan. Di luar negeri, tisu banyak digunakan sebagai pengganti air untuk membersihkan bagian badan yang kotor.

    Membuang tisu ke dalam lubang kloset bisa menyebabkan saluran tersumbat karena saluran tersebut hanya untuk kotoran dan air saja. Memperbaiki kloset yang tersumbat tidak mudah dan apabila sumbatannya cukup parah, area pipa perlu dibongkar.


    Selain menyumbat saluran pembuangan, membuang tisu juga menyebabkan masalah lain, dilansir Scott English Plumbing, berikut penjelasannya.

    Risiko Buang Tisu ke Dalam Toilet

    1. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Penyumbatan pada saluran pembuangan dapat membuat sistem saluran tersebut rusak. Ada jalur-jalur yang tertutup sehingga arah jalannya air akan berubah. Bisa saja saluran pembuangan cadangan masuk ke rumah melewati wastafel, saluran air, bak mandi, dan bukaan lain yang terhubung langsung ke sistem septic tank rumah.

    2. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Penyumbatan terjadi karena tisu tidak dapat terurai seperti kotoran manusia. Selain itu, serat-serat tisu tersebut bisa tersangkut di dalam pipa. Hal tersebut dapat menyumbat jalannya kotoran. Apabila terdapat benda padat menghadang jalan, air dan kotoran akan sulit lewat.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan. Itulah kenapa alasan tisu harus dibuang ke tempat sampah yang tersedia di toilet.

    Penumpukan tisu di dalam saluran ini juga disebut dengan efek fatberg. Kondisi paling buruk dari efek fatberg adalah tisu basah tersebut bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    3. Benda Tersangkut di Pipa

    Pipa dalam kondisi baru biasanya bentuknya cukup mulus sehingga air bisa mengalir bebas. Namun, seiring berjalannya waktu akan muncul korosi dan ada bagian dari pipa yang meleleh atau mengelupas. Apabila hal tersebut terjadi di dalam pipa, akan banyak titik sangkutan yang apabila tisu lewat di dalamnya akan menutup jalur pembuangan.

    Selain korosi, material pipa dari tanah liat, beton, dan pipa besi juga rentan terhadap pertumbuhan akar pohon yang memungkinkan tumbuh ke dalam sistem saluran pembuangan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Jangan Simpan 9 Benda Ini Dekat Kompor Kalau Nggak Mau Nyesel


    Jakarta

    Kompor merupakan benda yang wajib ada di dalam dapur. Selain kompor, ada berbagai macam barang yang disimpan di dapur, seperti alat masak dan bahan makanan.

    Benda-benda di dapur tidak boleh ditaruh sembarangan, apalagi sampai berdekatan dengan kompor. Pasalnya, kompor sebagai sumber api berisiko membakar benda di dekatnya.

    Nah, ada beberapa benda yang rawan terbakar atau rusak kalau berada dekat kompor. Simak benda apa saja yang tidak boleh diletakkan dekat kompor di sini.


    Benda yang Tak Boleh Berada di Dekat Kompor

    Inilah deretan benda yang sebaiknya ditempatkan jauh dari kompor, dikutip dari Real Simple.

    1. Tisu

    Tisu memiliki bahan yang mudah terbakar. Benda ini bisa saja ditaruh di berbagai tempat, tetapi sebaiknya hindari area kompor.

    2. Benda Elektronik

    Jauhkan benda elektronik seperti pemanggang roti, laptop, dan ponsel dari kompor. Benda-benda ini rawan meleleh akibat panas tinggi.

    3. Rempah-rempah

    Sebaiknya rempah-rempah tidak disimpan dekat kompor. Panas dari kompor bisa mengeringkan minyak esensial di dalam rempah-rempah. Lalu, uap dari merebus air atau sop membuat rempah-rempah bubuk lembap dan cepat menggumpal.

    4. Makanan Cepat Busuk

    Makanan yang cepat busuk seperti kentang, sayuran, dan bawang perlu dijauhkan dari kompor. Makanan seperti itu membutuhkan lingkungan dengan suhu ruangan yang dingin atau sejuk. Kalau diletakkan dekat kompor, makanan tersebut akan cepat lunak dan membusuk.

    5. Produk Pembersih

    Kemudian, jangan simpan produk pembersih seperti sabun cuci piring dekat kompor. Produk tersebut mudah terbakar karena kandungan bahan kimia di dalamnya.

    6. Minyak Goreng

    Biasanya minyak goreng berada dekat kompor agar mudah diambil. Namun, sebenarnya minyak goreng sensitif terhadap suhu tinggi. Kualitas minyak bisa menurun kalau disimpan dekat kompor.

    7. Cuka

    Cita rasa cuka bisa berubah akibat suhu tinggi dari kompor. Sebaiknya hindari meletakkan cuka di area kompor.

    8. Benda Plastik

    Berbagai peralatan dapur ada yang terbuat dari plastik. Pastikan untuk menaruh peralatan tersebut jauh dari kompor agar tidak meleleh, melengkung, mengering, bahkan terbakar kalau terlalu dekat api.

    9. Kain

    Terakhir, jauhkan bahan-bahan kain seperti sarung tangan oven dari kompor. Bahan kain sangat rawan terbakar dekat kompor.

    Itulah sejumlah benda yang perlu dijauhkan dari area kompor. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Membersihkan Kotoran Tikus Tanpa Risiko Penyakit


    Jakarta

    Tikus terkadang masuk dan bersarang di dalam rumah. Mereka pun meninggalkan kotoran dan urine kerap berceceran di sudut-sudut rumah.

    Jika menemukan kondisi seperti ini, penghuni perlu segera membasmi tikus. Pasalnya, tikus merupakan hewan kotor sehingga membawa berbagai penyakit.

    Penghuni harus membersihkan sarang tikus apalagi kotorannya. Namun, proses ini tidak boleh dilakukan secara asal.


    Bagaimana cara membersihkan kotoran tikus? Simak caranya berikut ini.

    Cara Bersihkan Kotoran Tikus

    Inilah langkah-langkah untuk membersihkan kotoran tikus, dilansir dari Situs U.S. Centers for Disease Control and Prevention.

    1. Persiapan

    Sebelum membersihkan kotoran tikus, penghuni dianjurkan memakai sarung tangan karet atau plastik. Lalu, buka semua pintu dan jendela selama 30 menit. Pastikan untuk meninggalkan ruangan tersebut sembari menunggu.

    2. Semprotkan Disinfektan

    Semprotkan disinfektan atau cairan pemutih pada urine dan kotoran tikus sampai benar-benar basah. Biarkan cairan tersebut meresap selama 5 menit atau sesuai instruksi pada label produk.

    3. Lap Kotoran dengan Tisu

    Selanjutnya, gunakan tisu untuk mengelap kotoran beserta cairan pembersih tadi. Lalu, buat tisu tersebut ke tempat sampah tertutup dan sering dikosongkan.

    4. Bersihkan Area dengan Disinfektan

    Lap atau pel area bekas kotoran menggunakan disinfektan. Bersihkan semua permukaan seperti lantai, meja, kabinet, dan laci. Pastikan untuk mengikuti anjuran produk ketika membersihkan permukaan yang berbeda-beda.

    5. Bersihkan Diri

    Terakhir, cuci sarung tangan dengan sabun dan air atau disinfektan sebelum melepaskannya. Setelah dilepas, barulah cuci tangan dengan sabun dan air hangat.

    Itulah tips membersihkan kotoran tikus. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Salah, Tempat Sampah Juga Perlu Dibersihkan Lho! Begini Caranya


    Jakarta

    Mungkin banyak yang mengira tempat sampah tidak perlu dibersihkan. Nyatanya, benda tersebut juga perlu dibersihkan lho sama seperti barang-barang lainnya.

    Walaupun digunakan untuk menampung sampah, tempat sampah tetap perlu dibersihkan agar tidak bau. Selain itu, tempat sampah yang kotor juga bisa mengundang tamu yang tak diinginkan, seperti serangga bahkan tikus.

    Dilansir dari Real Simple, Rabu (3/9/2025), berikut ini cara membersihkan tempat sampah, mulai dari tempat sampah di kamar mandi hingga di luar rumah.


    Tempat Sampah Kamar Mandi

    Interior of toilet seat, paper and trashcan in hygiene restroom.Ilustrasi tempat sampah kamar mandi. Foto: Getty Images/iStockphoto/mrcmos

    Tempat sampah terkadang ada di kamar mandi untuk membuang tisu maupun pembalut. Biasanya, ukuran tempat sampah tersebut kecil.

    “Biasanya, tempat sampah kamar mandi berukuran cukup kecil sehingga bisa dibersihkan dengan kain lembap atau spons dan pembersih serbaguna. Namun, jika ada residu lengket, Anda mungkin perlu membilasnya dengan air hangat terlebih dahulu,” kata Robin Murphy dari ChirpChirp House Cleaning, dikutip dari Real Simple.

    Tempat sampah di kamar mandi perlu didisinfeksi apabila penghuni rumah sakit. Biarkan disinfektan selama beberapa lama sebelum dilap bersih. Hati-hati ya kalau tempat sampahnya terbuat dari logam ketika disemprot disinfeksi karena bisa berkarat.

    Tempat Sampah Dapur

    In de zorgIlustrasi tempat sampah dapur. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

    Tempat sampah di dapur wajib dibersihkan karena ada sisa-sisa makanan yang bisa saja mengundang serangga. Sebelum dibersihkan, pastikan sampah sudah kosong.

    Cara membersihkannya dengan menyemprotkan cairan pembersih terutama bagian dalamnya.

    “Gunakan larutan pembersih serbaguna baik di dalam maupun di luar kaleng menggunakan kain, sabut gosok, atau sikat gosok untuk menggosok permukaan secara menyeluruh, dengan fokus ekstra pada residu yang lengket,” kata Murphy.

    Setelah kotoran terangkat, semprotkan disinfektan, diamkan selama waktu yang disarankan pada botol. Ini akan membuatnya ekstra bersih sekaligus menghilangkan sumber bau.

    “Terakhir, biarkan tempat sampah mengering secara alami atau gunakan kain untuk mengeringkannya sebelum melapisinya dengan kantong sampah bersih,” tambah Murphy.

    Tempat Sampah di Luar Rumah

    Kalau ada tempat sampah yang ditaruh di luar rumah, ini juga harus dibersihkan. Membersihkan tempat sampah tersebut memiliki tantangan tersendiri karena biasanya sangat kotor dan terpapar cuaca. Belum lagi, ukurannya lebih besar dibandingkan tempat sampah di dapur maupun kamar mandi.

    “Gunakan selang taman untuk menyemprot bagian dalam dan luar tempat sampah. Pakai larutan pembersih serbaguna ke bagian dalam dan luar tempat sampah, termasuk tutupnya. Sikat gosok bergagang panjang ideal untuk menggosok permukaan, terutama bagian bawah dan samping,” kata Murphy.

    Setelah itu, bilas tempat sampah secara menyeluruh untuk menghilangkan kotoran dan cairan pembersih. Setelah dibilas, semprotkan disinfektan dan biarkan sesuai waktu yang disarankan dan biarkan kering dengan sendirinya.

    Itulah cara membersihkan tempat sampah. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Bahaya Buang Tisu ke Kloset Bukan Cuma Bikin Mampet


    Jakarta

    Tulisan berisi peringatan tidak membuat tisu ke dalam kloset pasti sering kita temui terutama ketika menggunakan toilet umum. Peringatan ini bukan hanya mengingatkan penggunanya untuk tidak membuang sampah sembarangan, melainkan ada makna lain.

    Tisu merupakan benda padat yang tidak mudah hancur meskipun wujudnya tipis. Hal ini bisa dibuktikan dengan cara merendam tisu di dalam cairan. Tisu tersebut hanya tenggelam ke dasar dan tidak hancur.

    Apabila kondisi serupa terjadi di dalam pipa pembuangan, tentu akan menimbulkan banyak masalah, salah satunya adalah menutup jalur air dan membuat mampet. Ini hanya satu masalah dari beberapa risiko yang bisa terjadi. Untuk lebih jelasnya, dilansir Scott English Plumbing, berikut hal yang bisa terjadi apabila membuang tisu ke dalam kloset.


    1. Efek Fatberg

    Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak. Penumpukan ini bisa bertambah luas hingga seperti gunung es. Apabila sudah sampai seperti ini akan terjadi sumbatan pada saluran pembuangan. Tanda-tanda saluran pembuangan sudah mampet adalah kotoran sulit turun dan muncul bau tak sedap dari area kamar mandi dan pipa pembuangan yang terhubung dengan septic tank.

    2. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Jika kondisi sumbatan sudah parah dan tidak segera diperbaiki, pipa pembuangan bisa rusak. Hal ini dikarenakan tidak ada ruang lagi untuk air dan kotoran lewat. Penumpukan benda di dalam pipa bisa memberikan tekanan yang berisiko terjadi kebocoran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bersihkan Dudukan Kloset Pakai Tisu Malah Bikin Tambah Kotor!



    Jakarta

    Tisu merupakan sejenis kertas tipis yang bisa digunakan untuk apa saja. Salah satunya adalah digunakan untuk membersihkan permukaan kloset yang basah.

    Budaya di Indonesia masih memakai shower kecil dan keran, bisa saja air berceceran hingga ke permukaan lubang kloset. Untuk membersihkan bagian tempat duduk toilet, biasanya memakai tisu karena tidak ada yang tahu air yang bercecer di sana itu air bersih atau sudah terkontaminasi dengan kotoran orang lain.

    Meskipun terlihat sangat membantu, ternyata menurut produsen penggunaan tisu untuk membersihkan permukaan kloset sangat tidak dianjurkan. Dilansir BBC, perusahaan produsen toilet asal Jepang, Toto mengungkapkan tisu dapat menimbulkan goresan. Hal ini disebabkan karena permukaan tisu tersebut dapat mengikis pelindung pada permukaan kloset.


    Dudukan kloset terbuat dari resin plastik yang juga rentan terhadap gesekan. Apabila dipegang, permukaan tisu memang lembut, tetapi debu atau partikel halus yang menempel pada tisu bisa menyebabkan goresan ketika diusap. Hal ini berlaku bagi tisu kering dan kain. Goresan tersebut bisa membuat lubang yang berpotensi sebagai tempat kotoran menempel, lama kelamaan permukaan kloset yang putih bisa berubah warna.

    Peringatan ini bukan hanya dilontarkan oleh perwakilan perusahaan produsen kloset, para ahli kebersihan juga menyampaikan hal yang sama. Mereka menyarankan lebih baik menggunakan kain lembut yang telah direndam dalam detergen atau air bersih biasa untuk membersihkan dudukan toilet daripada menggunakan tisu. Cara ini lebih aman, dapat membersihkan dudukan toilet, dan tidak menimbulkan goresan pada dudukan toilet.

    Selain melarang penggunaan tisu, penggunaan bahan pengencer, penggosok nilon atau logam, atau bahan abrasif lainnya juga berpotensi merusak permukaan dudukan toilet.

    Toto berkomitmen, akan membuat inovasi baru dengan membuat kloset dari material yang lebih aman sehingga jika ada penggunanya yang tetap menggunakan tisu tidak akan mempengaruhi kualitas permukaan kloset.

    Di luar itu, ada larangan lain saat berada di toilet. Menurut laporan dari NDTV, para ahli juga melarang seseorang terlalu lama duduk di kloset, terutama sembari membawa ponsel. Hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

    Posisi duduk di toilet merupakan posisi tubuh yang tidak baik. Gravitasi tidak hanya membuat manusia tetap berada di bumi, tetapi juga membuat tubuh bekerja lebih keras untuk memompa darah kembali ke jantung. Dudukan toilet yang berbentuk oval menjaga posisi rektum lebih rendah dibandingkan kursi biasa sehingga gravitasi menambah tekanan pada dasar panggul.

    Itulah penjelasan mengapa permukaan kloset tidak boleh dibersihkan memakai tisu, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Capek Liat Rumah Berantakan Terus? Coba Trik Beberes Ala KonMari


    Jakarta

    Merapikan rumah adalah bentuk perhatian penghuni agar rumah lebih nyaman dan sehat untuk ditempati. Hal ini sebenarnya tidak sulit, tetapi banyak orang mengaku kesulitan merapikan rumahnya karena berbagai alasan.

    Jika detikers juga mengalami hal yang sama, ada tips yang dapat membantu ketika merapikan rumah, yakni dengan mengikuti metode KonMari yang dipopulerkan oleh Marie Kondo.

    Marie Kondo sendiri merupakan pakar decluttering yang terkenal berkat video-video tips dan bukunya yang membahas teknik merapikan rumah yang unik.


    Metode KonMari sudah banyak yang mencoba dan beberapa di antaranya cocok dan merasa terbantu. Dilansir Business Insider, berikut beberapa poin yang bisa dicontoh dari metode KonMari.

    1. Terapkan Decluttering

    Sebutan decluttering merujuk pada kegiatan merapikan, memilah, dan mengurangi barang-barang yang tak perlu serta menyimpan yang masih digunakan. Dengan begitu, rumah tidak akan terlihat penuh dan cepat berantakan.

    Marie Kondo menyebutkan urutan barang yang harus dipilah adalah pakaian, buku, berbagai produk kertas, barang-barang lain atau Komono (perhiasan, mainan, makeup), dan terakhir barang-barang bernilai sentimental atau memiliki kenangan.

    2. Jangan Menyimpan Benda Sejenis

    Marie Kondo mengatakan akar masalah rumah sering terlihat banyak barang dan berantakan karena orang sering menyimpan jenis barang yang sama di beberapa tempat. Sebagai contoh meletakkan gelas, buku, kabel, tisu, tempat sampah di semua ruangan. Biasanya ini dilakukan untuk mempermudah penghuninya berkegiatan tanpa perlu bolak-balik ke ruangan lain. Namun, cara ini justru membuat rumah terlihat lebih berantakan.

    Ia menyarankan untuk menyortir berdasarkan kategori, bukan berdasarkan lokasi. Menyimpan terlalu banyak barang sejenis hanya untuk meletakkan di tempat berbeda termasuk pemborosan karena belum tentu semuanya akan digunakan. Lebih baik pakai satu-satu.

    3. Simpan Barang yang Membuat Bahagia

    Tips lainnya agar mempermudah pemilihan barang tersebut adalah prioritaskan manfaat dan apakah barang tersebut membuat pemakainya gembira atau mempermudah kegiatan. Singkirkan barang yang tidak membawa manfaat, menyusahkan, atau hanya mengundang rasa sedih.

    Saat sedang menimbang apakah barang tersebut harus dibuang atau tidak, tanyakan kepada diri sendiri ‘apakah barang tersebut bisa membuat bahagia dan nyaman ke depannya?’

    Bahagia di sini bukan hanya berarti gembira ketika menggunakannya, melainkan apakah ada perasaan tenang, percaya diri, dipermudah setiap memakainya, aman, hingga merasa sehat.

    4. Berkomitmen untuk Rajin Merapikan

    Pekerjaan yang dilakukan secara rutin harus diikuti dengan komitmen agar disiplin. Apabila metode KonMari hanya digunakan sekali, tentu tidak akan membantu banyak, hanya sementara waktu. Namun, apabila diniatkan untuk jangka panjang, penghuni baru terasa manfaatnya.

    Itulah beberapa tips merapikan rumah, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com