Tag: toilet

  • Noda Kuning di Kamar Mandi Bisa Dibersihkan Pakai Soda Kue, Ini Caranya


    Jakarta

    Seiring penggunaan, kamar mandi akan kotor jika tidak dibersihkan secara berkala. Biasanya akan muncul noda kuning yang menempel di keramik dinding dan lantai.

    Noda kuning tersebut tidak hanya mengganggu penampilan kamar mandi, tapi juga licin saat diinjak. Risikonya sangat besar karena bisa membuat penghuni rumah terpeleset dan menyebabkan cedera.

    Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan membersihkan noda kuning dengan cairan pembersih kamar mandi. Namun, beberapa orang enggan menggunakan cairan tersebut karena khawatir jika terkena kulit.


    Sebagai solusinya, noda kuning di kamar mandi bisa diatasi dengan bahan alami seperti soda kue. Bagaimana cara pakainya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Atasi Noda Kuning di Kamar Mandi Pakai Soda Kue

    Noda kuning yang menempel di dinding dan lantai kamar mandi umumnya disebabkan oleh kotoran, minyak dari tubuh, sisa sabun, dan endapan mineral. Semakin sering menggunakan kamar mandi maka akan lebih cepat noda kuning muncul.

    Dilansir situs Aqua Bliss, noda kuning juga bisa menyerang pancuran air (shower), bak mandi, dan perlengkapan alat mandi lainnya. Terkadang, noda kuning dapat muncul akibat kelembapan tinggi, endapan besi, bakteri, atau kondisi lingkungan yang kotor.

    Untuk mengatasi noda kuning yang menempel di kamar mandi bisa menggunakan soda kue. Agar lebih efektif membasmi noda membandel, disarankan mencampur soda kue dengan cuka putih.

    Agar tidak salah dalam penggunaannya, simak langkah-langkah yang tepat di bawah ini:

    1. Siapkan 2-3 sendok cuka putih, lalu tuang ke dalam wadah yang berisi air
    2. Aduk hingga air dan cuka putih tercampur rata
    3. Lalu masukkan cuka putih ke dalam botol semprot
    4. Semprotkan cairan cuka putih di area yang terdapat noda kuning
    5. Jika sudah, diamkan selama 10-15 menit agar cuka putih bereaksi
    6. Setelah itu, taburkan soda kue di atas permukaan dinding dan lantai yang terdapat noda kuning
    7. Gosok perlahan menggunakan spons. Agar lebih aman, disarankan menggunakan sarung tangan karet saat membersihkan kamar mandi
    8. Terakhir, bila permukaan dinding dan lantai dengan air hangat.

    Setelah mengikuti cara di atas, segera cek kembali permukaan dinding dan lantai setelah dibersihkan. Jika masih ada sisa-sisa noda kuning, lakukan pembersihan secara ekstra agar efektif mengangkat kotoran tersebut.

    Itulah cara mengatasi noda kuning di kamar mandi hanya menggunakan soda kue dan cuka putih. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Pilih Toilet Jongkok atau Toilet Duduk? Ini Perbandingannya



    Jakarta

    Saat memilih perlengkapan untuk hunian, urusan toilet tidak bisa dianggap sepele. Toilet sangat penting karena digunakan untuk buang hajat para penghuni rumah dan tamu yang datang.

    Di Indonesia, toilet jongkok masih banyak ditemukan, sementara toilet duduk makin populer seiring hadirnya hunian modern. Lalu, mana yang lebih tepat untuk rumah Anda? Simak perbandingannya.

    Toilet Jongkok

    Asia, Turkey, Istanbul Area, 2017: View Of Toilet In Turkish RestaurantToilet jongkok. Foto: Getty Images/Kypros

    Dilansir dari laman Bladder & Bowel UK, Minggu (2/11/2025), posisi jongkok dinilai mendukung proses buang air besar lebih alami. Hal ini sejalan dengan kebiasaan banyak orang Asia yang sudah terbiasa menggunakan toilet jongkok.


    Toilet jongkok cenderung tidak membutuhkan banyak ruang, cocok untuk kamar mandi kecil dan area servis seperti kamar mandi ART. Bentuknya sederhana dan menyatu dengan lantai, membuat ruangan lebih efisien.

    Secara struktur, toilet jongkok lebih sederhana sehingga cenderung membutuhkan perawatan lebih minim. Namun karena lantai cenderung basah, kebersihan material lantai perlu diperhatikan agar tidak licin.

    Toilet Duduk

    Ilustrasi ToiletIlustrasi Toilet Duduk. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

    Dilansir dari Teaching Nomad, toilet duduk dinilai lebih ramah untuk anak-anak, lansia, hingga ibu hamil karena tidak perlu tenaga ekstra untuk berjongkok. Tak heran, toilet duduk banyak digunakan di rumah modern, apartemen, dan hotel.

    Penggunaan toilet duduk menghadirkan tampilan lebih modern pada hunian. Dilansir dari Architectural Digest, tren kamar mandi saat ini menonjolkan desain minimalis dan compact yang kerap dipadukan dengan toilet duduk untuk kesan bersih dan rapi.

    Untuk toilet duduk, perhatian lebih dibutuhkan pada bagian dudukan dan engsel. Dilansir dari Martha Stewart, pembersihan rutin dengan cairan lembut dan lap microfiber disarankan demi menjaga ketahanan porselen dan kebersihan permukaan.

    Perlu diingat, penggunaan toilet jongkok atau duduk tergantung pada kebutuhan masing-masing penghuni rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Cara Jitu Mencegah Ular Keluar dari Kloset Kamar Mandi


    Jakarta

    Sejumlah binatang seperti kecoa, kodok, hingga tikus bisa saja masuk ke dalam toilet di rumah. Ketika terjadi demikian, penghuni rumah bisa mengusir hewan-hewan tersebut dengan cukup mudah.

    Beda halnya jika hewan yang muncul di kloset adalah ular. Orang akan dibuat takut, panik, juga cemas akan kehadiran binatang berbahaya itu. Lantas, adakah cara mengatasi ular yang keluar dari toilet kamar mandi?

    Sebelumnya, mari ketahui terlebih dahulu alasan dan cara ular bisa masuk ke dalam kloset kamar mandi.


    Bagaimana Ular Bisa Masuk ke Dalam Kloset?

    Ular dapat masuk ke dalam toilet kamar mandi dengan berbagai cara. Dilansir laman BestLife, ular bisa masuk ke kloset melalui celah-celah rumah, seperti pipa di dinding luar rumah, jendela dan pintu yang terbuka, saluran pengering, hingga ventilasi AC.

    Saat musim panas, ular akan mencari air dan tempat yang lembap. Kamar mandi adalah tempat yang pas bagi ular untuk berlindung. Karena itu, ular tertarik memasuki kloset di kamar mandi.

    Selain itu, ular bisa keluar dari lubang kloset melalui pipa saluran pembuangan toilet. Meskipun terlihat seperti sistem yang tertutup, tapi pipa toilet kerap kali terhubung ke saluran pembuangan utama. Sehingga ular pun dapat masuk ke dalamnya.

    Saluran pembuangan juga bisa jadi tempat persembunyian tikus. Oleh sebab itu, ular kadang masuk ke pipa untuk mencari makanannya. Kemudian, ular bisa bergerak masuk lebih jauh ke dalam pipa dan merayap di saluran yang terhubung ke toilet.

    Cara Mencegah Ular Keluar dari Lubang Kloset

    Jika kemungkinan ada ular yang merayap di pipa pembuangan toilet, kamu dapat mencegahnya untuk keluar lewat lubang toilet dengan cara berikut:

    1. Pasang Jaring Kawat

    Kamu dapat memasang jaring kawat untuk menutup saluran pembuangan. Ini berfungsi agar menghalangi binatang untuk masuk, seperti tikus, tupai, hingga ular.

    Pasang jaring kawat dengan ukuran tebal supaya tidak mudah ditembus oleh hewan-hewan tersebut. Setelahnya, kamu juga dapat mengganjal jaring dengan batu atau benda lain agar tidak mudah copot.

    2. Pakai Multi-Flap

    Multi-flap merupakan katup satu arah. Benda ini memungkinkan langsung tertutup otomatis setelah menyiram toilet. Sehingga multi-flap bisa dipasang di pipa pembuangan toilet untuk mencegah tikus hingga ular masuk.

    3. Menyiram Toilet

    Kalau ular kemungkinan merangkak di saluran limbah toilet, kamu dapat mencegahnya untuk keluar dari kloset dengan menyiram atau flush toilet dengan air sebelum dan setelah digunakan.

    4. Rutin Bersihkan Kloset

    Ular tidak menyukai aroma yang menyengat. Karena itu, kamu bisa membersihkan kloset kamar mandi dengan menyiram cairan berbau tajam secara teratur. Dengan begitu, ular bisa menjauh dan tidak keluar dari dalam toilet.

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Penyebab Toilet Mampet Beserta Solusinya


    Jakarta

    Toilet merupakan salah satu fasilitas penting yang wajib ada di dalam rumah. Namun, karena sering dipakai toilet kerap mengalami permasalahan, misalnya toilet tersumbat.

    Toilet tersumbat bukanlah masalah kecil yang bisa diabaikan. Oleh karena itu, penting untuk mencari tahu penyebab dan memperbaiki toilet sesegera mungkin.

    Bisa jadi, toilet tersumbat karena hal-hal berikut ini.


    Penyebab Toilet Tersumbat

    Melansir The Spruce, Sabtu (20/1/2024), ada beberapa penyebab mengapa toilet di rumah sering tersumbat.

    1. Pipa Ventilasi Tersumbat

    Pipa ventilasi adalah bagian penting dari sistem perpipaan rumah yang membantu menjaga tekanan dalam sistem dan mencegah gas pembuangan masuk ke dalam rumah. Jika pipa ventilasi tersumbat, toilet bisa menjadi sulit dibilas dan masalah lain dalam sistem perpipaan rumah bisa muncul.

    2. Membuang Benda Asing ke Dalam Toilet

    Salah satu penyebab tersumbatnya toilet adalah membuang benda-benda asing ke dalamnya. Ini termasuk tisu basah, paper towel, atau benda lain yang seharusnya tidak dibuang ke dalam toilet. Kebiasaan ini bisa menjadi penyebab masalah dalam sistem perpipaan toilet di rumah.

    3. Saluran Pembuangan Utama yang Rusak

    Saluran pembuangan utama rumah bisa mengalami kerusakan, seperti sobekan atau penekanan, terutama karena akar pohon di dalam tanah yang merusaknya. Hal ini bisa menyebabkan aliran air yang lambat atau bahkan tidak bergerak sama sekali dalam toilet dan perangkat perpipaan lainnya.

    4. Saluran Leher Angsa Pada Toilet yang Terhalang

    Saluran leher angsa pada toilet adalah bagian dalam toilet yang seringkali menjadi penyebab tersumbatnya toilet. Saat terlalu banyak serpihan dibuang ke dalam toilet, biasanya penyumbatan terjadi di bagian ini. Ini bisa menyebabkan aliran air yang lebih lambat atau bahkan air menggenang di kamar mandi.

    5. Toilet Hemat Air yang Tidak Efektif

    Toilet hemat air yang digunakan untuk mengurangi penggunaan air juga bisa menyebabkan tersumbatnya toilet karena penggunaan air yang lebih sedikit dalam proses penyiraman.

    Solusi untuk Toilet Tersumbat

    Untuk mengatasi toilet tersumbat, ada beberapa solusi yang bisa kamu lakukan.

    1. Jangan Membuang Benda Asing ke Dalam Toilet

    Selalu pastikan bahwa kamu hanya membuang bahan-bahan yang bisa terurai di toilet. Jangan buang tisu basah, handuk kertas, rambut, cotton bud, atau benda asing lainnya ke dalam toilet.

    2. Periksa Saluran Leher Angsa Pada Toilet

    Jika toiletmu tersumbat, periksa apakah saluran leher angsa pada toilet terhalang. Kamu bisa menggunakan alat penyedot toilet untuk mengatasi masalah ini. Jika tidak berhasil, segera hubungi tukang ledeng.

    3. Periksa Pipa Ventilasi

    Pastikan pipa ventilasi tidak tersumbat. Jika kamu curiga pipa ventilasi bermasalah, segera hubungi profesional untuk membersihkannya.

    4. Periksa Saluran Pembuangan Utama

    Jika ada indikasi bahwa saluran pembuangan utama rusak, segera hubungi tukang ledeng atau kontraktor pembuangan yang ahli.

    5. Ganti Toilet

    Jika kamu memiliki toilet hemat air yang sering tersumbat, pertimbangkan untuk menggantinya dengan model yang lebih efisien yang bisa berfungsi lebih baik.

    Menghadapi toilet tersumbat bisa sangat mengganggu, tetapi dengan memahami penyebabnya dan mengikuti solusi yang tepat, kamu bisa menjaga toilet tetap berfungsi dengan baik. Toilet yang berfungsi dengan baik adalah kunci kenyamanan dan kebersihan di dalam rumahmu.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar Ingatkan Tutup Dudukan Toilet Setelah Dipakai! Alasannya Bikin Merinding



    Jakarta

    Kita selalu diajarkan untuk selalu menutup dudukan toilet setelah digunakan. Selain hal ini merupakan etika umum, para ahli juga memperingatkan agar tidak membiarkan bagian dudukan toilet terbuka (terutama saat menyiram).

    Alasannya, hal ini dapat menyebabkan Toilet Plume.

    Apa itu Toilet Plume?

    Dikutip dari situs resmi Mirror UK, Senin (12/2/2024), air di dalam toilet dapat bercampur dengan limbah, baik itu urin atau kotoran. Partikel kecil dari campuran tersebut akan memancar ke udara ketika kita menyiramnya. Nah, penyebaran partikel inilah yang sering disebut dengan istilah Toilet Plume.


    Hal ini sangat berbahaya sebab kotoran manusia dapat mengandung sejumlah bakteri penyebab penyakit, termasuk E. dan Staphylococcus.

    Pada 2019, para peneliti di University College Cork menguji partikel udara pada toilet umum selama seminggu. Mereka menemukan bahwa menutup dudukan toilet dapat mengurangi jumlah limbah yang tercecer saat proses penyiraman sebesar 30-60 persen.

    Eleanor Potter dari Plumb World, mengatakan jika setelah menggunakan toilet orang harus selalu ingat untuk mendorong dan menutup tutup dudukan sebelum flush atau menyiramnya. Dia mengatakan ini akan membantu untuk mencegah kontaminasi ke permukaan lainnya seperti seperti handuk, lantai, dan bahkan bak mandi.

    “Jelas bahwa hal sesederhana menutup dudukan toilet bisa berdampak besar pada kebersihan dan keselamatan kesehatan kita secara keseluruhan,” tambahnya. “Meski tampak sepele, hal ini bisa mengurangi penyebaran kuman dan infeksi di dalam rumah”

    Tips Membersihkan Dudukan Toilet

    Memang menyiram toilet dengan bagian dudukan yang tertutup bisa mempercepat penumpukan endapan mineral. Pengendapan ini biasanya menjadi noda kuning kecoklatan. Meskipun noda ini tidak berbahaya bagi kesehatan, namun noda tersebut tidak sedap untuk dipandang.

    Namun kamu tak perlu risau, seorang ahli kebersihan Nancy Ememery di Drench punya solusi mudah untuk menjaga toilet kamu tetap bersih. Dia merekomendasikan membuat campuran pembersih dengan bahan alami berupa baking powder dan cuka putih.

    “Kamu dapat membiarkannya bekerja selama lima menit, kemudian bilas dan bersihkan dengan kain mikrofiber, noda kuning pun terangkat,” tambahnya. Untuk noda kerak kuning yang lebih gelap’, kamu bisa mengulangi prosesnya sampai bersih.

    Demikian alasan mengapa dudukan toilet tidak boleh dibiarkan terbuka. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bolehkah Posisi Toilet di Rumah Menghadap Kiblat? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Keberadaan toilet di dalam rumah merupakan suatu hal yang vital. Sebab, keberadaannya memudahkan penghuni rumah untuk kegiatannya seperti buang air besar maupun buang air kecil.

    Ternyata, penempatan toilet ada tata caranya. Disebutkan bahwa sebaiknya posisi toilet sebagai tempat buang hajat tidak menghadap atau membelakangi arah kiblat. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

    “Apabila engkau ke WC, janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya ketika kencing atau buang air besar.” (HR. Muslim).


    Apabila seseorang tidak punya pilihan selain menggunakan toilet dan dalam prosesnya menghadap atau memunggungi kiblat, sebaiknya posisi badan agak sedikit menyimpang agar tidak benar-benar menghadap atau membelakangi kiblat.

    Sementara itu, dilansir dari islamcity.org, disebutkan bahwa mayoritas ulama menilai kasus-kasus tersebut berlaku di area yang tidak memiliki dinding atau sekat tetap. Apabila ada tembok, maka toilet menghadap atau membelakangi kiblat diperbolehkan ketika menjawab ‘panggilan alam’.

    Dikutip dari jatim.nu.or.id, terkait kamar mandi di rumah yang toiletnya menghadap atau membelakangi kiblat disebutkan bahwa hal itu tidak masalah. Sebab, dalam bangunan kamar mandi dikelilingi tembok dan bangunan sehingga boleh toilet menghadap atau membelakangi kiblat.

    Imam An-Nawawi pentarjih utama dalam Mazhab Syafi’i menguraikan panjang lebar khilafiyah dalam permasalahan ini. Disampaikan:

    ﻣﺬﻫﺐ اﻟﺸﺎﻓﻊ ﺃﻥ ﺫﻟﻚ ﺣﺮاﻡ ﻓﻲ اﻟﺼﺤﺮاء ﺟﺎﺋﺰ ﻓﻲ اﻟﺒﻨﻴﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺳﺒﻖ ﻭﻫﺬا ﻗﻮﻝ اﻟﻌﺒﺎﺱ اﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻤﻄﻠﺐ ﻭﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﻭاﻟﺸﻌﺒﻲ ﻭﻣﺎﻟﻚ ﻭﺇﺳﺤﺎﻕ ﻭﺭﻭاﻳﺔ ﻋﻦ ﺃﺣﻤﺪ

    Artinya: Mazhab Syafi’i mengatakan bahwa kencing menghadap kiblat adalah haram saat di tanah lapang dan boleh di dalam bangunan (kamar mandi, toilet). Ini adalah pendapat Abbas bin Abdul Muthalib, Ibnu Umar, Syu’bi, Malik, Ishaq dan satu riwayat Ahmad(Al-Majmu’ 2/81-82)

    Adapun, tempat toilet disarankan berukuran cukup luas agar penggunanya tidak bersentuhan dengan kotoran. Selain itu, tersedia air yang cukup, sebaiknya air mengalir, untuk membersihkan tubuh dan tempat.

    Meskipun membangun toilet dengan arah menuju atau membelakangi kiblat bukanlah sebuah dosa, sebaiknya jika ingin membangun toilet haruslah membuatnya dengan mengarah di sisi lain kiblat dan bukannya mengarah atau membelakanginya.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Anjuran Islam Mengenai Posisi dan Ukuran Toilet



    Jakarta

    Toilet merupakan salah satu bagian penting pada sebuah rumah, karena manusia membutuhkan toilet sebagai sarana tempat yang aman untuk melakukan aktivitas seperti buang air besar dan buang air kecil.

    Ketika membangun toilet, masih banyak umat muslim yang hanya memperhatikan lokasi, nilai estetik, dan kemudahan aksesnya saja. Tapi tahukah kamu, sebenarnya dalam ajaran islam ada loh ajaran mengenai arah toilet.

    Menurut ajaran Islam, penempatan posisi toilet ada ajarannya lho. Dijelaskan pada sabda Rasulullah SAW bahwa sebaiknya posisi toilet tidak boleh menghadap atau membelakangi arah kiblat.


    “Apabila engkau pergi ke toilet, janganlah engkau menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang air kecil ataupun buang air besar,” menurut (HR. Muslim).

    Bila memang tidak ada pilihan lain karena toilet sudah terlanjur menghadap atau membelakangi arah kiblat, sebaiknya kamu posisikan badanmu agak menyamping agar tidak benar benar menghadap atau membelakangi kiblat.

    Tetapi hal ini juga ada perdebatannya nih teman-teman, dilansir dari islamcity.org. Para mayoritas ulama sepakat bahwa pernyataan kencing tidak boleh menghadap kiblat hanya berlaku ketika berada di tempat terbuka, lain halnya dengan ruangan yang tertutup dengan tembok.

    Imam An-Nawawi pentarjih utama dalam Mazhab Syafi’i juga menguraikan panjang lebar khilafiyah dalam permasalahan ini. Ia menyampaikan:

    ﻣﺬﻫﺐ اﻟﺸﺎﻓﻊ ﺃﻥ ﺫﻟﻚ ﺣﺮاﻡ ﻓﻲ اﻟﺼﺤﺮاء ﺟﺎﺋﺰ ﻓﻲ اﻟﺒﻨﻴﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺳﺒﻖ ﻭﻫﺬا ﻗﻮﻝ اﻟﻌﺒﺎﺱ اﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻤﻄﻠﺐ ﻭﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﻭاﻟﺸﻌﺒﻲ ﻭﻣﺎﻟﻚ ﻭﺇﺳﺤﺎﻕ ﻭﺭﻭاﻳﺔ ﻋﻦ ﺃﺣﻤﺪ

    Artinya: Mazhab Syafi’i mengatakan bahwa kencing menghadap kiblat adalah haram saat di tanah lapang dan boleh di dalam bangunan (kamar mandi, toilet). Ini adalah pendapat Abbas bin Abdul Muthalib, Ibnu Umar, Syu’bi, Malik, Ishaq dan satu riwayat Ahmad (Al-Majmu’ 2/81-82)

    Selain itu, adapun ukuran toilet yang dianjurkan adalah berukuran cukup luas dan memiliki sumber air mengalir yang baik. Alasannya agar penggunanya tidak menyentuh kotoran dan bisa dengan mudah membersihkan kotoran pada tubuh dan tempat buang air tersebut.

    Setelah kamu tahu kalau toilet mengarah ke kiblat itu bukanlah hal dosa, tapi sebaiknya ketika kamu hendak membuat toilet, alangkah baiknya bila toilet tersebut dibuat mengarah ke sisi lain kiblat saja a teman-teman.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagaimana Hukum Bangun Toilet di Dalam Masjid? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Masjid adalah tempat ibadah bagi umat Muslim dan terbuka untuk umum. Sebagai tempat ibadah, Masjid adalah tempat yang suci. Bahkan jika ingin memasukinya dianjurkan sudah dalam keadaan berwudhu.

    Namun, sering ditemui pula di dekat tempat wudhu terdapat toilet atau kamar mandi. Dalam Islam sendiri toilet atau kamar mandi dianggap sebagai tempat kotor yang disukai oleh setan dan jin.

    Rasulullah SAW pernah menyebut toilet adalah tempatnya para setan laki-laki maupun perempuan menurut riwayat Hadits Ahmad dan Ibnu Majah, sebagai berikut.


    “Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri setan, maka jika salah seorang dari kalian hendak masuk kamar mandi (WC), ucapkanlah, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

    Dengan demikian, apakah boleh ada kamar mandi di dalam Masjid atau di dekat tempat wudhu? Mengutip dari NU Online, adanya toilet di dalam Masjid itu diperbolehkan. Baik kamar mandi di dalam bangunan Masjid atau terpisah.

    Keputusan ini didukung oleh Kitab Bughyatul Mustarsyidin, As-Sayyid ‘Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar Ba ‘Alawy, (Darul Fikr, Beirut Libanon, cetakan pertama 1994 M), halaman 104.

    “Sedangkan bangunan toilet yang bersusun dengan bangunan Masjid, baik di lantai satu atau lantai dua dan seterusnya itu hukumnya diperinci. Kalau toilet tersebut dibangun setelah dibangunnya Masjid, maka hukumnya menjadi Masjid (suci). Jadi haram menjadikan toilet sebagai tempat buang najis. Kalau toilet tersebut dibangun bersamaan dengan dibangunnya Masjid atau sebelum dibangunnya Masjid, maka boleh menjadikan toilet sebagai tempat buang najis karena tidak menjadi hukum Masjid.”

    Jadi ketentuan membuat kamar mandi di area Masjid adalah membangun keduanya secara bersamaan agar penetapan hukum tersebut terpisah. Jika toilet dibangun setelahnya, area Masjid yang semula suci tidak bisa diubah. Penambahan kamar mandi dianggap mengotori area Masjid. Berbeda lagi halnya untuk membuat tempat wudhu, untuk ini masih diperbolehkan.

    Selain itu, dalam Islam dilarang membuang hajat menghadap kiblat. Posisi WC duduk atau jongkok beserta bak airnya perlu berlawanan dengan arah kiblat.

    Mengutip dari detikHikmah, Imam Syafi’i dalam Kitab Al Umm mengatakan, “Abu Ayyub mengetahui larangan tersebut dan dia melihatnya sebagai larangan yang bersifat mutlak. Ibnu Umar mengetahui menghadapnya Rasulullah SAW ketika buang hajat ke Baitul Muqaddas, dan dia tidak mengetahui larangan beliau.”

    Dalam riwayat lain disebutkan dalam Kitab al-Muwatha’ karya Imam Malik. Dikatakan, Rasulullah SAW pernah melarang orang buang hajat menghadap kiblat.

    “Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi dari seorang laki-laki dari Anshar, bahwa Rasulullah SAW melarang menghadap kiblat bagi orang yang buang air besar atau kecil.”

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Toilet Harus Dibersihkan?


    Jakarta

    Membersihkan toilet terkadang menjadi pekerjaan yang menyusahkan. Tapi, toilet harus dibersihkan karena kalau tidak bisa menjadi sarang kuman dan bakteri. Toilet yang kotor bisa menimbulkan bau yang tidak sedap dan tentunya tidak nyaman digunakan. Oleh karena itu, membersihkan toilet secara rutin sangat penting dilakukan.

    Lantas, seberapa sering seharusnya toilet dibersihkan? Simak jawabannya di bawah ini.

    Melansir dari laman Big Bathroom Shop, toilet bisa menampung jutaan bakteri. Agar toilet bisa terbebas dari bakteri dan kuman, setidaknya kamu harus membersihkan toilet seminggu sekali secara rutin. Kamu bisa melakukannya pada saat weekend agar tidak mengganggu kegiatan yang lain.


    Ada bagian-bagian toilet yang tidak boleh terlewat pada proses pembersihkan, yaitu:

    1. Membersihkan mangkuk toilet
    2. Membersihkan tempat duduk toilet
    3. Membersihkan tutup toilet
    4. Membersihkan tepi mangkuk toilet dari kotoran
    5. Oleskan disinfektan ke pegangan untuk menyiram toilet
    6. Bersihkan bagian luar toilet
    7. Bersihkan lantai di sekitar bagian luar toilet

    Tips Perawatan Toilet

    Untuk mengurangi penumpukan bakteri pada toilet, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan setiap hari. Hal ini juga bertujuan agar pekerjaan membersihkan toilet mingguan kamu tidak terlalu berat. Berikut caranya.

    1. Gunakan desinfektan pada pegangan siram toilet
    2. Bersihkan toilet dengan benar setelah digunakan
    3. Bersihkan mangkuk toilet dari segala kotoran

    Kamu bisa menaruh sebotol larutan pembersih di dekat toilet, sehingga bisa dengan mudah menyemprot pegangan flush dan dudukan toilet setiap selesai digunakan. Semoga membantu.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Panik! Ikuti 4 Langkah Ini Saat Toilet Meluap


    Jakarta

    Penghuni rumah terkadang menghadapi berbagai masalah di sekitar rumah, salah satunya mungkin perkara toilet meluap. Hal ini memang PR (pekerjaan rumah) banget karena bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah.

    Misalnya toilet mengeluarkan bau yang tidak sedap atau kesulitan menyiram saat buang air besar maupun kecil. Jangan dibiarkan, sebaiknya toilet meluap segera diatasi sebelum masalahnya makin mengganggu.

    Kalau sudah seperti ini, apa yang harus dilakukan? Yuk, simak cara mengatasi toilet meluap berikut ini yang dilansir dari The Spruce, Selasa (18/6/2024).


    Cara Mengatasi Toilet Meluap

    1. Matikan Pasokan Air

    Jika toilet meluap, segera menghentikan aliran air ke toilet untuk menghentikan luapan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengangkat tutup tangki toilet dan secara manual mendorong penutupnya ke bawah untuk mencegah air mengalir ke dalam mangkuk toilet dari tangki.

    Kamu cukup mematikan air ke toilet dengan menggunakan katup penyedia air yang terletak pada saluran masuk air toilet. Jika toilet kamu tidak memiliki katup penyedia air dan katup penutupnya rusak sehingga tidak tersegel dengan benar, maka kamu perlu mencari katup penutup air utama di rumah dan mematikan air ke seluruh rumah.

    2. Bersihkan Genangan Air

    Kalau toilet sudah berhenti meluap, luangkan waktu sebentar untuk membersihkan lantai dengan handuk bekas, pastikan lantai, dinding, dan benda lainnya benar-benar kering untuk mencegah jamur, lumut, dan pembusukan.

    Setelah lantai dan area sekitarnya dibersihkan, ambil ember dan wadah kecil. Gunakan wadah tersebut untuk membuang kelebihan air dari mangkuk toilet secara bertahap dan menuangkannya ke dalam ember.

    Hal ini dilakukan agar kamu tidak menumpahkan lebih banyak air ke lantai saat kamu mencoba menyiram toilet atau menggunakan plumbing snake pada saluran pembuangan.

    3. Sedot Toilet dengan Alat Penyedot WC

    Gunakan alat penyedot WC atau plunger untuk membersihkan sumbatan. Masukkan kepala penyedot ke dalam toilet, pastikan penyedot dimasukkan langsung ke saluran pembuangan. Jaga agar gagang penyedot tetap tegak sambil mendorong penyedot ke atas dan ke bawah selama sekitar 15 hingga 20 detik untuk memaksa udara dan air masuk ke saluran pembuangan untuk membersihkan sumbatan.

    4. Gunakan Plumbing Snake/Drain Snake

    Namun, terkadang penyedot WC biasa tidak cukup untuk menghilangkan sumbatan. Terutama jika penyumbatan disebabkan oleh benda atau beberapa jenis bahan yang tidak dibuat untuk dibuang ke toilet.

    Dalam kasus ini, kamu dapat menggunakan plumbing snake untuk mencoba memecahkan sumbatan atau mengeluarkan penghalang tersebut. Plumbing snake adalah sejenis tongkat fleksibel yang bisa mengikuti alur saluran pembuangan atau pupa.

    Umumnya dilengkapi semacam capit di ujungnya yang bisa digunakan untuk mendorong atau menarik benda penyebab sumbatan.

    Tempatkan ujung plumbing snake ke dalam mangkuk toilet dan masukkan secara perlahan ke saluran pembuangan. Jika ujung plumbing snake tidak bisa masuk lagi, maka kamu sudah menemukan titik penyumbatan.

    Nah, kalau ingin memecahkan titik sumbatan, putar plumbing snake di saluran pembuangan dengan cepat sambil memberikan tekanan tambahan untuk mendorong plumbing snake melewati sumbatan.

    Namun, jika kamu ingin mengambil sumbatan tersebut, pastikan kamu memasang pengait pada plumbing snake sebelum memasukkannya ke dalam saluran pembuangan. Jika sudah menemukan sumbatannya, alih-alih didorong, tarik secara perlahan menggunakan plumbing snake.

    Ulangi proses ini beberapa kali untuk memastikan bahwa sumbatan telah pecah atau dikeluarkan dari saluran pembuangan, kemudian nyalakan air ke toilet dan siram untuk menguji apakah perbaikan yang kamu lakukan berhasil. Jika masalah terus berlanjut, sebaiknya hubungi tukang ledeng profesional.

    Itulah cara mengatasi toilet meluap. Semoga membantu!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com