Tag: toilet duduk

  • Pilih Toilet Jongkok atau Toilet Duduk? Ini Perbandingannya



    Jakarta

    Saat memilih perlengkapan untuk hunian, urusan toilet tidak bisa dianggap sepele. Toilet sangat penting karena digunakan untuk buang hajat para penghuni rumah dan tamu yang datang.

    Di Indonesia, toilet jongkok masih banyak ditemukan, sementara toilet duduk makin populer seiring hadirnya hunian modern. Lalu, mana yang lebih tepat untuk rumah Anda? Simak perbandingannya.

    Toilet Jongkok

    Asia, Turkey, Istanbul Area, 2017: View Of Toilet In Turkish RestaurantToilet jongkok. Foto: Getty Images/Kypros

    Dilansir dari laman Bladder & Bowel UK, Minggu (2/11/2025), posisi jongkok dinilai mendukung proses buang air besar lebih alami. Hal ini sejalan dengan kebiasaan banyak orang Asia yang sudah terbiasa menggunakan toilet jongkok.


    Toilet jongkok cenderung tidak membutuhkan banyak ruang, cocok untuk kamar mandi kecil dan area servis seperti kamar mandi ART. Bentuknya sederhana dan menyatu dengan lantai, membuat ruangan lebih efisien.

    Secara struktur, toilet jongkok lebih sederhana sehingga cenderung membutuhkan perawatan lebih minim. Namun karena lantai cenderung basah, kebersihan material lantai perlu diperhatikan agar tidak licin.

    Toilet Duduk

    Ilustrasi ToiletIlustrasi Toilet Duduk. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

    Dilansir dari Teaching Nomad, toilet duduk dinilai lebih ramah untuk anak-anak, lansia, hingga ibu hamil karena tidak perlu tenaga ekstra untuk berjongkok. Tak heran, toilet duduk banyak digunakan di rumah modern, apartemen, dan hotel.

    Penggunaan toilet duduk menghadirkan tampilan lebih modern pada hunian. Dilansir dari Architectural Digest, tren kamar mandi saat ini menonjolkan desain minimalis dan compact yang kerap dipadukan dengan toilet duduk untuk kesan bersih dan rapi.

    Untuk toilet duduk, perhatian lebih dibutuhkan pada bagian dudukan dan engsel. Dilansir dari Martha Stewart, pembersihan rutin dengan cairan lembut dan lap microfiber disarankan demi menjaga ketahanan porselen dan kebersihan permukaan.

    Perlu diingat, penggunaan toilet jongkok atau duduk tergantung pada kebutuhan masing-masing penghuni rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Pakar Ingatkan Tutup Dudukan Toilet Setelah Dipakai! Alasannya Bikin Merinding



    Jakarta

    Kita selalu diajarkan untuk selalu menutup dudukan toilet setelah digunakan. Selain hal ini merupakan etika umum, para ahli juga memperingatkan agar tidak membiarkan bagian dudukan toilet terbuka (terutama saat menyiram).

    Alasannya, hal ini dapat menyebabkan Toilet Plume.

    Apa itu Toilet Plume?

    Dikutip dari situs resmi Mirror UK, Senin (12/2/2024), air di dalam toilet dapat bercampur dengan limbah, baik itu urin atau kotoran. Partikel kecil dari campuran tersebut akan memancar ke udara ketika kita menyiramnya. Nah, penyebaran partikel inilah yang sering disebut dengan istilah Toilet Plume.


    Hal ini sangat berbahaya sebab kotoran manusia dapat mengandung sejumlah bakteri penyebab penyakit, termasuk E. dan Staphylococcus.

    Pada 2019, para peneliti di University College Cork menguji partikel udara pada toilet umum selama seminggu. Mereka menemukan bahwa menutup dudukan toilet dapat mengurangi jumlah limbah yang tercecer saat proses penyiraman sebesar 30-60 persen.

    Eleanor Potter dari Plumb World, mengatakan jika setelah menggunakan toilet orang harus selalu ingat untuk mendorong dan menutup tutup dudukan sebelum flush atau menyiramnya. Dia mengatakan ini akan membantu untuk mencegah kontaminasi ke permukaan lainnya seperti seperti handuk, lantai, dan bahkan bak mandi.

    “Jelas bahwa hal sesederhana menutup dudukan toilet bisa berdampak besar pada kebersihan dan keselamatan kesehatan kita secara keseluruhan,” tambahnya. “Meski tampak sepele, hal ini bisa mengurangi penyebaran kuman dan infeksi di dalam rumah”

    Tips Membersihkan Dudukan Toilet

    Memang menyiram toilet dengan bagian dudukan yang tertutup bisa mempercepat penumpukan endapan mineral. Pengendapan ini biasanya menjadi noda kuning kecoklatan. Meskipun noda ini tidak berbahaya bagi kesehatan, namun noda tersebut tidak sedap untuk dipandang.

    Namun kamu tak perlu risau, seorang ahli kebersihan Nancy Ememery di Drench punya solusi mudah untuk menjaga toilet kamu tetap bersih. Dia merekomendasikan membuat campuran pembersih dengan bahan alami berupa baking powder dan cuka putih.

    “Kamu dapat membiarkannya bekerja selama lima menit, kemudian bilas dan bersihkan dengan kain mikrofiber, noda kuning pun terangkat,” tambahnya. Untuk noda kerak kuning yang lebih gelap’, kamu bisa mengulangi prosesnya sampai bersih.

    Demikian alasan mengapa dudukan toilet tidak boleh dibiarkan terbuka. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Toilet Duduk: Nyaman Sih, Tapi….


    Jakarta

    Di zaman sekarang, toilet duduk sudah menjadi pilihan toilet yang digunakan oleh kebanyakan orang. Ada banyak kelebihan yang membuat masyarakat lebih memilih toilet duduk untuk dipasang di kamar mandi daripada toilet jongkok. Mulai dari modelnya yang lebih modern, teknologi yang digunakan, hingga kenyamanannya.

    Toilet duduk memang nyaman sih, tapi ada juga lho kekurangannya.

    Banyak penelitian yang sudah membuktikan bahwa BAB menggunakan toilet duduk sebenarnya lebih sulit dan lebih lama karena patensi usus berkurang saat duduk sehingga menyebabkan tekanan perut berkurang dan memperlambat proses buang air besar. Sedangkan, proses BAB yang terlalu lama bisa menimbulkan penyakit seperti sembelit dan wasir.


    Selain itu, ada juga beberapa kekurangan dan kelebihan toilet duduk yang bisa kamu pertimbangkan sebelum memilih untuk buang air di toilet jongkok atau toilet duduk.

    Dilansir dari laman Bigger Bathroom, berikut adalah kelebihan dan kekurangan toilet duduk.

    Kelebihan Toilet Duduk

    1. Teknologi modern

    Teknologi modern membuat toilet duduk memiliki fitur yang lebih canggih dan lebih nyaman. Salah satu kelebihan terbesar dari toilet duduk adalah dari segi kenyamanan dan dapat merilekskan kaki. Oleh karena itu, toilet Ini adalah pilihan yang bagus untuk lansia.

    2. Postur duduk

    Postur duduk yang digunakan pada toilet duduk tidak menyebabkan kompresi neurovaskular ekstremitas bawah sehingga dapat menghindari penyakit neurovaskular ekstremitas bawah atau nyeri pada tulang betis dan jari-jari kaki.

    Jika duduk dalam jangka waktu lama di toilet duduk, hal ini tidak akan menyebabkan pusing, atau kram saat bangun sehingga lebih aman dan mudah untuk dilakukan bagi lansia.

    Kekurangan Toilet Duduk

    1. Toilet duduk membuat proses BAB lebih lama dan sulit. Menurut struktur fisiologis tubuh manusia, patensi usus berkurang saat duduk, dan tekanan perut berkurang, sehingga proses BAB akan lebih sulit.

    2. Karena posisi duduk lebih nyaman, orang akan melakukan aktivitas lain saat ke kamar mandi. Seperti membaca buku, merokok, bermain ponsel. Hal ini dapat menyebabkan buang air besar dalam waktu lama dan peningkatan risiko wasir

    3. Kulit bersentuhan langsung dengan dudukan saat duduk di toilet. Jika terdapat bakteri dan parasit yang menempel pada toilet, akan mudah untuk tertular penyakit, terutama di toilet umum.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Toilet Duduk atau Jongkok? Ini Anjuran dalam Islam dan Kesehatan



    Jakarta

    Toilet yang juga dikenal sebagai WC atau jamban adalah fasilitas sanitasi yang digunakan untuk membuang kotoran seperti urin dan feses. Di Indonesia, dikenal dua jenis toilet yaitu toilet jongkok dan toilet duduk. Pada umumnya di RI menggunakan toilet jongkok, tetapi seiring berkembangnya zaman, keberadaan toilet jongkok mulai tergeser dengan toilet duduk.

    Penggunaan toilet jongkok dan toilet duduk mempengaruhi proses seseorang dalam buang air besar atau buang air kecil. Mengutip dari penelitian berjudul ‘Penggunaan Toilet Jongkok dan duduk dalam perspektif hukum Islam dan kesehatan’ oleh Risqi Hidayat, Islam menyarankan menggunakan toilet jongkok dibanding toilet duduk. Hal ini disampaikan oleh Syeikh Muhammad Munajjad bahwa sunnah buang hajat adalah dengan jongkok.

    Anjuran Islam menggunakan toilet jongkok juga ada hubungannya jika ditinjau dari ilmu kesehatan. Penelitian yang dilakukan oleh dokter Rusia bernama Dov Sikirov menjelaskan bahwa ketika posisi duduk, otot tidak bisa memberikan tekanan yang lebih untuk mengeluarkan kotoran. Hal ini karena otot hanya mengendur sebagian, sementara dalam posisi jongkok, tekanannya mengendur dan rileks dengan sempurna sehingga memudahkan proses pengeluaran kotoran.


    Selain itu, buang air besar dalam posisi duduk membutuhkan waktu yang lebih lama secara tubuh butuh proses untuk mendorong feses melalui sudut rektoanal. Sementara dalam posisi jongkok tidak butuh waktu lama sebab sudut rektoanal telah terbentuk dengan sendirinya sehingga feses pun kotoran.

    Toilet jongkok juga mencegah kontak langsung antara tubuh dengan permukaan toilet. Hal ini bisa mencegah penularan penyakit atau infeksi. Sementara itu, etika buang air dengan berjongkok akan lebih terjaga auratnya sebagaimana adab buang air untuk tidak memperlihatkan kemaluan.

    Namun, toilet jongkok tidak bisa digunakan oleh semua kalangan, seperti orang tua, orang cacat, atau orang obesitas karena ketidaknyamanannya. Toilet jongkok juga bisa memicu timbulnya artritis dan tekanan pada lutut. Sehingga, toilet duduk lebih direkomendasikan untuk orang yang telah mengalami penurunan fleksibilitas dan kekuatan otot, kelebihan berat badan, dan orang yang keseimbangannya buruh

    Oleh sebab itu, penggunaan toilet jongkok lebih dianjurkan dalam Islam. Akan tetapi, toilet duduk juga diperbolehkan untuk orang tua yang sudah renta karena sudah tidak kuat atau orang yang memiliki kelebihan berat badan yang kesulitan berjongkok.

    Melansir dari artikel ilmiah berjudul “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” oleh Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, salah satu solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah munculnya kesadaran para desainer untuk membuat kloset semi jongkok. Hal ini direkomendasikan sebagai salah satu pilihan dalam mendesain kamar mandi islami.

    Terlepas dari hal itu semua, yang sudah pasti adalah ketika hendak buang air besar atau buang air kecil usahakan tidak berdiri kecuali dalam keadaan darurat. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah.

    “Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Membersihkan Toilet Duduk, Seberapa Sering Perlu Disikat?


    Jakarta

    Toilet, sebagai bagian dari fasilitas sebuah properti, wajib dijaga kebersihannya. Tak terkecuali toilet duduk yang banyak bersentuhan langsung dengan kulit.

    Jika tidak dibersihkan menyeluruh, berbagai jejak usai buang air besar dan buang air kecil berisiko tertinggal di toilet duduk. Jejak berupa bakteri, virus, dan noda inilah yang berisiko mengganggu kesehatan pengguna toilet duduk lainnya.

    Tips Membersihkan Toilet Duduk dengan Benar

    Sejumlah hal perlu diperhatikan saat membersihkan toilet duduk. Simak tips yang dibagikan ahli kebersihan, yang dikutip dari Good Housekeeping dan Martha Stewart:


    1. Kenakan Sarung Tangan

    Sarung tangan perlu dikenakan saat membersihkan toilet duduk untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Gulung lengan baju dan kenakan sarung tangan karet panjang selama membersihkan toilet.

    Setelah pembersihan toilet duduk selesai, jangan lupa menggosok tangan yang bersarung tangan dengan sabun dan air panas di wastafel atau keran. Upaya ini adalah cara terbaik untuk membersihkan tangan sekaligus sarung yang telah dipakai.

    Kemudian, buang sarung tangan sekali pakai atau biarkan sarung tangan tak sekali pakai mengering dengan sendirinya. Sarung tangan bisa dikenakan kembali saat toilet duduk dibersihkan kembali.

    2. Baca Petunjuk Penggunaan Pembersih

    Periksa petunjuk penggunaan cairan pembersih yang dipakai sebelum membersihkan toilet. Setiap produk punya metode pemakaian yang berbeda. Cek cara penggunaan dan lama waktu rekomendasi cairan perlu didiamkan. Biasanya pembersih perlu dibiarkan terlebih dahulu selama 5-10 menit.

    3. Buat Larutan Pembersih Sendiri

    Cairan pembersih toilet juga dapat dibuat sendiri jika kehabisan. Diperlukan cuka dan soda kue. Cuka digunakan sebagai pembersih pertama dan soda kue dapat ditambahkan jika noda tidak sepenuhnya hilang.

    Cuka perlu dibiarkan meresap selama 30-60 menit dan barulah disikat. Biarkan soda kue sekitar 10 menit untuk pembersihan lebih lanjut. Bisa juga menggunakan pemutih, gosok dan biarkan selama 5 menit sebelum disiram.

    4. Bersihkan Bagian Dalam Toilet Terlebih Dahulu

    Pembersihan toilet duduk dapat dimulai dengan bagian dalam alias mangkuknya. Tuang seluruh bagian mangkuk toilet dengan cairan pembersih. Biarkan selama beberapa menit lalu sikat menyeluruh. Siram menggunakan air bersih atau tekan tombol flush.

    5. Bersihkan Bagian Luar Toilet Lebih Sering

    Bagian luar toilet dapat disikat berikutnya menggunakan sikat dan cairan pembersih. Bisa juga dibersihkan dengan tisu, kain, atau tisu disinfektan.

    Toilet umumnya digunakan setiap hari. Jika tak sempat membersihkan toilet harian secara menyeluruh, setidaknya bersihkan bagian luar lebih sering termasuk penutup dan dudukan. Dengan begitu toilet akan tetap bersih.

    6. Jangan Lupa Bersihkan Dudukan Toilet

    Dudukan toilet juga jangan sampai terlewat untuk dibersihkan. Gunakan cairan pembersih yang sama lalu siram ke kedua sisi dudukan. Gosok menyeluruh dan semprot disinfektan agar semakin bersih. Jangan lupa turunkan kembali dudukan setelah selesai pembersihan.

    7. Rutin Bersihkan Alat Pembersih

    Penting juga untuk membersihkan alat pembersih yang digunakan. Ini karena alat tersebut bersentuhan langsung dengan kotornya toilet duduk. Peralatan dapat dibersihkan menggunakan larutan pembersih yang sama.

    Termasuk membersihkan sarung tangan, spons, atau perlengkapan pembersih plastik lainnya. Rendam selama 5 menit dalam larutan 1 liter air yang dicampur 3 sdm pemutih untuk memastikannya bebas kuman.
    Gantung agar kering secara alami dengan angin-angin. Selain sarung tangan, pastikan sikat benar-benar kering sebelum menyimpannya kembali ke dalam tabung agar tidak mendorong pertumbuhan bakteri.

    Seberapa Sering Perlu Membersihkan Toilet Duduk?

    Toilet yang digunakan setiap hari harus sering dibersihkan menyeluruh, setidaknya seminggu sekali. Jika ada orang sakit di rumah, toilet harus dibersihkan dan didisinfeksi lebih sering sebanyak 2-3 hari sekali.

    Sementara toilet duduk yang jarang digunakan tidak perlu dibersihkan secara menyeluruh setiap minggu. Namun perlu disiram secara teratur untuk mencegah penumpukan mineral air yang dapat menjadi noda.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Toilet Jongkok vs Duduk, Mana yang Lebih Sehat dan Sesuai Syariat?



    Jakarta

    Toilet jadi bagian penting di rumah, tapi siapa sangka pilihan antara toilet jongkok dan duduk bisa membawa dampak bagi kesehatan hingga nilai-nilai keislaman. Di Indonesia, toilet jongkok dulunya jadi pilihan utama. Tapi seiring gaya hidup modern, toilet duduk mulai mendominasi-terutama di rumah-rumah baru dan fasilitas publik.

    Pertanyaannya, mana yang lebih baik: toilet jongkok atau toilet duduk?

    Menurut penelitian berjudul “Penggunaan Toilet Jongkok dan Duduk dalam Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan” oleh Risqi Hidayat, Islam lebih menganjurkan buang air dalam posisi jongkok. Syeikh Muhammad Munajjad menyebutkan bahwa buang hajat secara sunnah dilakukan dengan jongkok.


    Selain aspek agama, dari sisi medis posisi jongkok ternyata juga lebih menguntungkan. Dokter asal Rusia, Dov Sikirov, menemukan bahwa saat jongkok, otot-otot tubuh lebih rileks dan sudut saluran pencernaan (rektoanal) terbentuk optimal. Hasilnya, proses buang air besar jadi lebih cepat dan tuntas dibanding saat duduk.

    Posisi jongkok juga memudahkan keluarnya feses tanpa perlu mengejan lama. Selain itu, toilet jongkok juga meminimalisir kontak langsung antara kulit dan permukaan kloset, sehingga mengurangi risiko penularan penyakit atau infeksi.

    Dari sisi adab, toilet jongkok juga membantu menjaga aurat karena posisi tubuh lebih tertutup, sesuai ajaran Islam soal etika buang air.

    Meski punya banyak keunggulan, toilet jongkok tidak ramah untuk semua kalangan. Orang lanjut usia, difabel, atau mereka yang mengalami obesitas bisa kesulitan berjongkok karena butuh tenaga ekstra dan tekanan besar pada lutut.

    Dalam kasus seperti ini, toilet duduk menjadi solusi yang lebih aman dan nyaman. Bahkan dalam Islam, penggunaannya tetap diperbolehkan untuk orang yang punya keterbatasan fisik.

    Menjawab kebutuhan semua pihak, kini mulai muncul desain kloset semi jongkok. Dalam artikel ilmiah “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” karya Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, desain ini disebut sebagai alternatif ideal untuk menciptakan kamar mandi yang ramah muslim dan tetap nyaman digunakan.

    Satu hal yang pasti-baik jongkok maupun duduk-buang air sambil berdiri sebaiknya dihindari, kecuali dalam kondisi darurat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

    Jadi pilihan toilet kembali ke kebutuhan dan kondisi penghuni rumah. Toilet jongkok lebih sesuai dari sisi kesehatan dan syariat, namun toilet duduk tetap jadi solusi bagi mereka yang mengalami keterbatasan fisik.

    Kalau kamu sedang merenovasi atau merancang kamar mandi, mungkin bisa pertimbangkan desain kloset semi jongkok agar lebih inklusif dan tetap sesuai nilai-nilai Islami.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bersihkan Toilet Duduk dengan Mudah Agar Kinclong Lagi


    Jakarta

    Banyak pemilik rumah yang kini beralih menggunakan toilet duduk karena dianggap lebih nyaman untuk buang air kecil dan buang air besar. Karena digunakan setiap hari, maka kamu juga perlu membersihkan toilet duduk secara berkala.

    Jika toilet duduk tidak dirawat dan jarang dibersihkan maka akan cepat kotor sehingga menimbulkan noda kuning. Selain itu, toilet duduk yang kotor menjadi sarang bagi kuman dan bakteri untuk berkembang biak.

    Maka dari itu, penting untuk membersihkan toilet duduk secara rutin agar penghuni dan tamu yang datang ke rumah merasa nyaman saat menggunakan kamar mandi. Cara membersihkannya juga mudah kok, simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Membersihkan Toilet Duduk dengan Mudah

    Membersihkan toilet duduk tidak sesulit yang dibayangkan, lho. Dilansir situs Wecasa, berikut cara membersihkan toilet duduk dengan mudah:

    1. Siapkan Alat

    Langkah pertama adalah dengan menyiapkan semua peralatan untuk membersihkan toilet duduk, mulai dari sikat, lap pembersih, cairan pembersih, dan ember berisi air

    Pastikan kamu menyiapkan dua sikat, yakni sikat untuk bagian dalam dan luar toilet duduk. Lalu, siapkan juga cairan pembersih khusus bagian dalam dan luar toilet duduk.

    Saat membersihkan toilet duduk disarankan pakai sarung tangan agar kuman dan kotoran tidak masuk melalui sela-sela jari.

    2. Bersihkan Toilet Duduk dengan Tepat

    Jika semua alat sudah siap, mulai bersihkan toilet duduk dari area luar terlebih dulu. Semprotkan cairan pembersih sampai merata, lalu sikat secara perlahan agar noda kuning bisa hilang.

    Setelah itu, bersihkan bagian dalam toilet duduk. Area ini memang paling mudah kotor dan terdapat noda kuning karena digunakan setiap hari.

    Semprot cairan pembersih ke bagian dalam toilet duduk secara merata, lalu diamkan selama 10-15 menit. Kemudian sikat sampai bersih hingga tak ada lagi noda kuning yang menempel.

    3. Pakai Baking Soda untuk Bersihkan Toilet Duduk

    Kamu juga bisa menggunakan baking soda agar toilet duduk semakin bersih dan kinclong. Caranya cukup mencampur baking soda dan air hingga menjadi pasta, lalu oleskan pada bagian toilet duduk yang kotor.

    Tunggu selama 10-15 menit agar baking soda bereaksi terhadap noda dan kotoran, lalu sikat toilet duduk secara perlahan. Jika sudah, pencet tombol flush untuk membuang kotoran ke saluran air.

    4. Cuka Putih untuk Opsi Alternatif

    Selain baking soda, kamu juga dapat menggunakan cuka putih untuk membersihkan toilet duduk. Cara pakainya juga gampang, campur cuka putih dan air secukupnya ke dalam botol semprot.

    Kocok botol terlebih dahulu sebelum digunakan, lalu semprotkan larutan cuka putih ke area yang bernoda di toilet duduk. Diamkan selama 10-15 menit agar cuka bereaksi terhadap noda, setelah itu lap hingga bersih.

    5. Bilas dengan Air Bersih

    Langkah terakhir adalah dengan membilas toilet duduk dengan air bersih. Pastikan tidak ada sisa kotoran atau cairan pembersih yang menempel di toilet duduk.

    Agar lebih nyaman dan sehat, kamu bisa menyemprotkan cairan antiseptik setelah menggunakan toilet duduk. Langkah ini untuk mencegah bakteri dan kuman bisa berkembang biak di toilet duduk.

    Itulah cara membersihkan toilet duduk agar kinclong lagi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Ganti Toilet Jongkok Jadi Duduk? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Masih banyak kamar mandi di Indonesia yang menggunakan toilet jongkok. Sebagian orang mungkin sedang mempertimbangkan untuk beralih ke toilet duduk.

    Toilet duduk terkesan lebih modern dan praktis untuk digunakan. Namun, apakah menggunakan toilet duduk keputusan terbaik?

    Bagi yang sedang mempertimbangkan buat pasang toilet duduk, sebaiknya ketahui dulu kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini penjelasannya, dilansir dari Bigger Bathroom.


    Kelebihan Toilet Duduk

    Inilah poin plus kalau menggunakan toilet duduk.

    1. Postur Duduk

    Toilet ini memungkinkan penggunanya buang air dalam posisi duduk. Postur tersebut terbilang aman dan nyaman, terutama bagi lansia. Jika duduk dalam jangka waktu lama di toilet duduk, hal ini tidak akan menyebabkan pusing, atau kram ketika bangun.

    Lalu, postur ini membuat kompresi neurovaskular ekstremitas bawah sehingga bisa menghindari penyakit neurovaskular ekstremitas bawah atau nyeri pada tulang betis dan jari-jari kaki.

    2. Teknologi Modern

    Selain itu, toilet duduk menggunakan teknologi modern. Benda ini memiliki fitur yang lebih canggih sehingga memberikan kenyamanan bagi penggunanya.

    Kekurangan

    Di sisi lain, toilet duduk punya kekurangan yang perlu dipertimbangkan.

    1. Proses BAB Lebih Sulit

    Menurut struktur fisiologis tubuh manusia, patensi usus berkurang saat duduk, dan tekanan perut berkurang. Hal ini membuat proses BAB akan lebih sulit kalau menggunakan toilet duduk.

    2. Kulit Bersentuhan dengan Dudukan

    Ketika pengguna duduk di kloset, kulitnya bersentuhan langsung dengan dudukannya. Hal ini membuat bakteri dan parasit pada toilet mudah berpindah ke manusia. Hal ini memungkinkan risiko penularan penyakit, terutama di toilet umum.

    3. Berisiko Timbul Penyakit

    Posisi duduk memang nyaman, tetapi penggunanya bisa terlena dan melakukan aktivitas lain di kamar mandi. Misalnya buang air sambil baca buku, merokok, atau bermain ponsel. Padahal buang air besar dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko wasir.

    Itulah kelebihan dan kekurangan menggunakan toilet duduk. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pilih Toilet Jongkok atau Toilet Duduk? Ini Perbandingannya



    Jakarta

    Saat memilih perlengkapan untuk hunian, urusan toilet tidak bisa dianggap sepele. Toilet sangat penting karena digunakan untuk buang hajat para penghuni rumah dan tamu yang datang.

    Di Indonesia, toilet jongkok masih banyak ditemukan, sementara toilet duduk makin populer seiring hadirnya hunian modern. Lalu, mana yang lebih tepat untuk rumah Anda? Simak perbandingannya.

    Toilet Jongkok

    Asia, Turkey, Istanbul Area, 2017: View Of Toilet In Turkish RestaurantToilet jongkok. Foto: Getty Images/Kypros

    Dilansir dari laman Bladder & Bowel UK, Minggu (2/11/2025), posisi jongkok dinilai mendukung proses buang air besar lebih alami. Hal ini sejalan dengan kebiasaan banyak orang Asia yang sudah terbiasa menggunakan toilet jongkok.


    Toilet jongkok cenderung tidak membutuhkan banyak ruang, cocok untuk kamar mandi kecil dan area servis seperti kamar mandi ART. Bentuknya sederhana dan menyatu dengan lantai, membuat ruangan lebih efisien.

    Secara struktur, toilet jongkok lebih sederhana sehingga cenderung membutuhkan perawatan lebih minim. Namun karena lantai cenderung basah, kebersihan material lantai perlu diperhatikan agar tidak licin.

    Toilet Duduk

    Ilustrasi ToiletIlustrasi Toilet Duduk. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

    Dilansir dari Teaching Nomad, toilet duduk dinilai lebih ramah untuk anak-anak, lansia, hingga ibu hamil karena tidak perlu tenaga ekstra untuk berjongkok. Tak heran, toilet duduk banyak digunakan di rumah modern, apartemen, dan hotel.

    Penggunaan toilet duduk menghadirkan tampilan lebih modern pada hunian. Dilansir dari Architectural Digest, tren kamar mandi saat ini menonjolkan desain minimalis dan compact yang kerap dipadukan dengan toilet duduk untuk kesan bersih dan rapi.

    Untuk toilet duduk, perhatian lebih dibutuhkan pada bagian dudukan dan engsel. Dilansir dari Martha Stewart, pembersihan rutin dengan cairan lembut dan lap microfiber disarankan demi menjaga ketahanan porselen dan kebersihan permukaan.

    Perlu diingat, penggunaan toilet jongkok atau duduk tergantung pada kebutuhan masing-masing penghuni rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com