Tag: tom

  • Jangan Letakkan Kulkas di Samping Kompor, Ini Bahayanya!



    Jakarta

    Kulkas merupakan salah satu perabotan rumah tangga yang tidak boleh sembarangan dalam perawatannya, termasuk meletakkan kulkas dalam rumah. Sebab kulkas bekerja cukup ekstra dibandingkan alat elektronik lainnya karena selalu dalam keadaan menyala (dingin).

    Salah satu yang sering dianjurkan adalah kulkas tidak boleh diletakkan di samping kompor atau oven. Dikutip dari Tom’s Guide, Selasa (3/6/2025), para ahli menyebut bahwa menempatkan kulkas di samping kompor atau oven di mana kedua benda itu merupakan sumber panas dapat berisiko. Hal ini dapat membuat kulkas bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu dingin di dalamnya.

    Akibat yang ditimbulkan adalah terjadi peningkatan penggunaan energi dan berpotensi bisa merusak kulkas itu sendiri. Hal ini sebab pertemuan suhu ekstrem itu dapat memengaruhi kinerja kulkas.


    Selain di samping kompor atau oven, kulkas juga tidak boleh diletakkan di seberang jendela yang mendapat sinar matahari langsung. Walaupun kulkas modern masa kini memiliki insulasi yang jauh lebih baik, tetapi tetap jauhkan kulkas dari sumber panas untuk meminimalkan pemborosan energi.

    Lalu, bagaimana cara menempatkan kulkas secara tepat?

    Pertama, kulkas harus berada di permukaan yang datar dan keras serta memiliki ventilasi di sekitarnya. Jangan letakkan kulkas di ruang tertutup dengan aliran udara terbatas karena bisa membuat kulkas menjadi terlalu panas sehingga mengurangi masa pakai serta risiko kerusakan.

    Kemudian, pastikan area di sekeliling kulkas memiliki ruang cukup agar memudahkan membuka pintu kulkas. Sisakan jarak sekitar 3 cm di bagian belakang kulkas agar tidak menyentuh dinding. Hal ini berguna agar memastikan adanya sirkulasi udara.

    Demikian tips terkait penempatan kulkas yang tidak bisa sembarangan ya, detikers! Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Lembap Picu Pertumbuhan Lumut dan Jamur? Ini Cara Atasinya


    Jakarta

    Pernahkah merasa udara di rumah terasa lembap? Situasi rumah seperti itu tentu membuat penghuni merasa tidak nyaman dan sesak.

    Rumah lembap bisa disebabkan oleh sirkulasi udara yang tidak lancar. Kalau mengalami hal seperti ini, harus segera diatasi agar tidak memicu pertumbuhan lumut dan jamur.

    Lantas, bagaimana cara mengatasi kelembapan di rumah? Simak tipsnya berikut ini


    Tips Mengatasi Rumah Lembap

    Inilah beberapa cara menghilangkan kelembapan di rumah, dikutip dari Tom’s Guide.

    1. Pastikan Semua Permukaan Kering

    Atasi masalah kelembapan dari sumbernya, salah satunya genangan air di rumah. Pastikan semua permukaan kering, seperti di dapur dan kamar mandi.

    Langkah ini untuk mencegah air menguap dan terkumpul di udara. Dengan begitu, air tersebut tidak menambah tingkat kelembapan rumah.

    2. Rutin Buka Pintu dan Jendela

    Sebaiknya penghuni rumah membuka pintu dan jendela secara teratur. Cara ini memungkinkan udara segar masuk sehingga rumah tak terasa sesak.

    Sirkulasi udara yang tidak lancar menyebabkan kondensasi. Membuka jendela dan pintu bisa membuat kelembapan tidak menumpuk di rumah.

    3. Nyalakan Kipas Angin

    Kurangi kelembapan di rumah dengan menyalakan kipas angin, terutama di ruangan lembap seperti dapur dan kamar mandi. Alat ini efektif untuk mempercepat proses pembuangan udara.

    4. Nyalakan AC

    Mendinginkan udara dengan AC juga melancarkan sirkulasi udara di rumah. Hal ini membantu mengurangi kelembapan, kondensasi, dan pertumbuhan jamur.

    Udara panas dan lembap bertemu dengan kumparan dingin dalam AC bisa menurunkan tingkat kelembapan ruangan.

    5. Pelihara Tanaman

    Cara alami untuk menurunkan tingkat kelembapan adalah memelihara tanaman di rumah. Ada tanaman yang secara aktif mengurangi tingkat kelembapan di rumah dan mencegah terbentuknya jamur dan kondensasi.

    Salah satu tanaman yang membantu mengurangi kelembapan adalah tanaman anggrek. Bunga-bunga yang berwarna-warni ini sangat bagus untuk menyerap kelembapan dari udara dan menyerap melalui daun serta akarnya.

    Itulah cara mengatasi ruangan lembap untuk mencegah tumbuhnya lumut dan jamur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Bisa Bikin Kucing Liar Ogah Masuk Rumah


    Jakarta

    Kucing merupakan hewan peliharaan yang digemari banyak orang. Walau demikian, ada juga orang-orang yang tak menyukainya atau takut sehingga melakukan berbagai cara untuk mengusirnya.

    Selain itu, terkadang ada kucing liar yang masuk ke pekarangan rumah suka buang air sembarangan. Hal ini tentunya membuat penghuni rumah tak nyaman.

    Nah, untuk mencegah kucing liar masuk ke rumah, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menanam tanaman. Ada beberapa tanaman yang tidak disukai kucing sehingga bisa membuatnya enggan memasuki pekarangan rumah.


    Dilansir dari Tom’s Guide dan Homes & Gardens, berikut ini informasinya.

    1. Serai

    Tips memasak dengan seraiserai Foto: Getty Images/iStockphoto

    Serai merupakan salah satu tanaman yang tidak disukai kucing. Wangi serai memang disukai banyak orang, tetapi tidak dengan kucing.

    Serai termasuk tanaman tropis dan tumbuh subur di lingkungan yang panas dengan sinar matahari penuh, serta suhu tidak pernah turun di bawah 4 derajat Celcius. Tanaman ini juga tergolong minim perawatan sehingga cukup disiram secara teratur saat cuaca panas.

    2. Lemon

    Ripe lemon fruits on a branch.  Lemon orchad in the background.Please note: shallow depth of field.See also:Ilustrasi pohon lemon. Foto: iStock

    Kucing tidak menyukai lemon karena aromanya yang kuat. Selain itu, pohon lemon mengandung banyak minyak seperti limonene dan citral yang juga tidak disukai para kucing.

    Untuk menanam pohon lemon, sebaiknya ditanam di pot yang berukuran besar. Hal ini agar pohon lemon bisa tumbuh lebih tinggi. Cara merawatnya juga harus hati-hati, pastikan tanahnya memiliki drainase yang baik dan sebaiknya menggunakan tanah organik.

    3. Lavender

    Lavender.Lavender. Foto: Mohammed Harith Khalil/Wikimedia Commons

    Lavender memiliki aroma khas yang ternyata tidak disukai kucing. Hal ini tentu cocok untuk kamu yang ingin mencegah kucing masuk rumah.

    Pada lavender juga ada senyawa tidak beracun yang disebut linalool di dalam lavender yang tidak disukai serangga. Maka dari itu, lavender juga ampuh untuk mencegah beberapa hama, mulai dari tikus, lalat, nyamuk, dan semut.

    Merawat lavender juga terbilang mudah. Tanaman ini dapat bertahan hidup dalam waktu lama meski tidak disiram air.

    4. Geranium

    Bunga geranium.Bunga geranium. Foto: iStock/ph2212

    Aroma geranium tidak disukai kucing. Selain itu, daun pada geranium juga berduri sehingga membuat kucing tidak nyaman berjalan di dekatnya.

    Cukup mudah untuk merawat tanaman ini. Geranium mudah tumbuh di semua jenis tanah dan tumbuh subur di bawah sinar matahari atau di tempat teduh.

    5. Rosemary

    Tanaman herbal rosemaryTanaman rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Rosemary memiliki aroma yang bikin kucing ogah mendekat ketika akan memasuki halaman rumah. Rosemary bisa jadi pilihan alternatif sebagai tanaman hias di rumah karena mudah ditanam. Cukup menggunakan pot kecil dan rosemary bisa ditanam di dalam ruangan.

    Itulah beberapa tanaman yang tidak disukai kucing. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! 6 Tanaman Ini Bikin Kucing Ogah Masuk Rumah


    Jakarta

    Kucing, baik kucing liar maupun peliharaan tetangga, kerap kali masuk ke pekarangan rumah. Hal ini bisa dianggap menyebalkan apalagi jika pemilik rumah tidak begitu menyukai kucing.

    Kucing-kucing tersebut bisa saja buang air sembarangan di pekarangan rumah yang kotorannya tentu jadi pekerjaan bagi pemilik hunian. Namun, hal itu bisa dicegah salah satunya dengan menanam tanaman yang dibenci kucing.

    Menanam tanaman yang tidak disukai kucing bisa memperkecil kemungkinan hewan mamalia itu memasuki pekarangan rumah. Apa saja tanaman yang bisa ditanam? Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    1. Lavender

    Bunga lavender.Bunga lavender. Foto: iStock/John Gonzales Buenaposada

    Dilansir dari Ideal Homes, lavender merupakan tanaman yang tidak disukai kucing. Aromanya yang sangat kuat bisa mengalahkan wewangian lainnya di kebun rumah sehingga kurang menarik bagi kucing. Merawat lavender juga relatif mudah jadi bisa menjadi opsi tanaman di kebun rumah.

    “Lavender yang paling efektif untuk mengusir kucing di kebun adalah yang tumbuh tinggi dan seperti semak, sehingga kucing sulit berjalan melewatinya dengan mudah,” saran Sarah Elliott, Pakar Kesehatan Kucing di VetHelpDirect.com, dikutip dari Ideal Homes.

    2. Geranium

    Bunga geranium.Bunga geranium. Foto: iStock/ph2212

    Geranium memang bisa menghasilkan wangi yang harum namun tidak disukai oleh kucing. Ditambah lagi, geranium memiliki daun berduri yang juga tidak disukai kucing jadi sangat cocok untuk ditanam di taman.

    3. Serai

    wedang seraiserai Foto: iStock

    Tanaman yang kerap menjadi bahan masakan ini juga bisa dipakai untuk mengusir kucing. Wanginya mungkin banyak disukai orang, tetapi tidak dengan kucing.

    Dilansir dari Homes & Gardens, pemilik rumah bisa menanam serai di tempat yang terkena sinar matahari langsung setidaknya 6 jam setiap hari. Penempatan serai yang strategis, seperti di dekat pintu masuk, bisa menjadi penghalang efektif yang menjauhkan kucing dari rumah.

    “Serai tumbuh subur di bawah sinar matahari penuh dan tanah yang memiliki drainase yang baik. Karena berasal dari daerah tropis, ia lebih menyukai suhu hangat dan kelembapan yang konsisten, tetapi pastikan untuk tidak menyiramnya secara berlebihan,” kata pakar kebun Nikki Bruner, dikutip dari Homes & Gardens.

    4. Pohon Lemon

    Ripe lemon fruits on a branch.  Lemon orchad in the background.Please note: shallow depth of field.See also:Ilustrasi pohon lemon. Foto: iStock

    Aroma lemon yang kuat bisa membuat kucing menjaga jarak dan ogah memasuki pekarangan rumah. Pertimbangkan menanam pohon lemon di pot yang lebih besar yang memungkinkannya tumbuh subur dan menjadi pelindung untuk area tinggi yang bisa menjadi tempat masuk kucing, seperti pagar.

    Tempatkan pohon lemon di tempat yang banyak terkena sinar matahari langsung setidaknya selama 8 jam sehari. Tanaman ini juga menyukai kondisi lembap, jadi bisa semprotkan air agar tetap tumbuh subur, apalagi saat kondisi kering.

    5. Oregano

    Ilustrasi oreganoIlustrasi oregano Foto: Getty Images/wingedwolf

    Dilansir dari Tom’s Guide, oregano juga menjadi tanaman yang tidak disukai kucing. Tanaman ini mengandung senyawa kimia alami carvacrol yang bisa mengiritasi sistem pernapasan kucing. Apabila kucing memakan oregano, bisa beracun.

    6. Mint

    secret menu Starbucks rasa mintmint Foto: site news/iStock

    Tanaman ini dikenal dengan wanginya yang menyegarkan. Akan tetapi, kucing tidak menyukai wangi tersebut. Maka dari itu, sangat cocok untuk menanam tanaman ini di rumah.

    Cara lain untuk mengusir dengan mint adalah dengan membuat cairan dengan mengencerkan beberapa daun mint segar di dalam botol semprot yang berisi air. Biarkan larutan beberapa saat sebelum menyemprotnya ke berbagai area yang menjadi jalur masuk kucing.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa membuat kucing ogah masuk rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ini 5 Tanda Ada Sarang Tikus di Dalam Rumah


    Jakarta

    Tikus merupakan salah satu hama yang kerap muncul di dalam rumah. Selain dapat mengganggu penghuni, kehadiran tikus dapat menyebarkan penyakit berbahaya bagi manusia.

    Mengutip laman Triangle Pest, Minggu (22/6/2025), tikus sering kali muncul di atap rumah, dapur, hingga kamar mandi. Pada umumnya tikus juga sering bersembunyi di sela-sela lemari atau saluran pipa air rumah.

    Jika tidak segera dibasmi, tikus bahkan bisa hidup dan berkembang biak di dalam tempat tinggal. Kalau sudah begini, tentu detikers harus bergerak cepat sebelum populasinya semakin banyak.


    Nah, ada sejumlah tanda-tanda jika ada sarang tikus di dalam rumah. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Ciri-ciri Ada Sarang Tikus di Rumah

    Munculnya tikus di dalam rumah nggak bisa dianggap sepele. Sebab, tikus bisa mengotori rumah dan menimbulkan bau tak sedap. Bahkan, kotoran tikus pun bisa memicu penyakit berbahaya.

    Dilansir Tom’s Guide, Minggu (22/6/2025), berikut sejumlah ciri-ciri ada sarang tikus di dalam rumah:

    1. Banyak Kotoran Tikus

    Tanda yang pertama adalah munculnya banyak kotoran tikus di dalam rumah yang berwarna gelap dan ukurannya kecil. Biasanya kotoran tikus ditemukan di sudut-sudut ruangan atau di tempat tersembunyi yang jarang disentuh manusia.

    Kalau menemukan ada banyak kotoran tikus, bisa jadi rumah kamu sudah dijadikan sebagai sarang oleh hewan pengerat tersebut. Segera lakukan pemeriksaan secara detail untuk mengetahui keberadaan sarang tersebut.

    Untuk mengangkat kotoran tikus wajib memakai sarung tangan pelindung. Lalu, bersihkan area tersebut dengan cairan antiseptik untuk membunuh kuman dan bakteri.

    2. Ada Air Seni Tikus

    Selain kotoran, tikus juga sering buang air kecil secara terus-menerus. Jika menemukan ada genangan air kecil di tempat yang terpojok dan kotor, bisa jadi itu adalah ‘rumah’ tikus untuk berkembang biak.

    Air seni tikus terkadang bercampur dengan debu dan kotoran lain sehingga membentuk bercak atau noda kering yang berwarna kuning. Jika ada barang yang terpapar air seni tikus, sebaiknya bersihkan dengan tepat agar kuman dapat mati.

    3. Tercium Bau Busuk

    Karena tikus sering buang air kecil dan buang air besar di sarangnya, maka tak heran area tersebut menimbulkan aroma tak sedap. Bau tersebut sering digunakan tikus untuk menandai wilayah atau sarangnya ketika bepergian.

    Bau tersebut bahkan bisa tercium menyengat di area tertutup, seperti di dalam lemari, dapur, gudang, atau loteng. Bau ini juga dapat lebih kuat di sepanjang papan dan dinding tempat tikus berjalan.

    4. Terdengar Suara Gesekan

    Jika saat bersantai di rumah dan mendengar ada suara gesekan pada dinding atau plafon, hal itu bisa menandakan ada sarang tikus. Cobalah dengar dari mana suara gesekan itu berasal untuk mencari tahu lokasi sarangnya.

    Terkadang muncul juga suara seperti menggaruk yang menandakan hama tersebut sedang menggaruk kayu atau dinding rumah.

    5. Jejak atau Bekas Minyak

    Apabila detikers melihat ada noda kotor yang teratur di sepanjang dinding, hal tersebut merupakan tanda lain adanya sarang tikus. Hama ini memiliki penglihatan yang buruk dan cenderung mencari jalan di sekitar dinding atau pinggir papan.

    Alhasil, kotoran dan minyak dari bulu tikus akan menempel di permukaan rumah yang bersih serta meninggalkan jejak yang terlihat. Kalau jejak itu mudah dibersihkan, tandanya tikus tersebut baru saja lewat.

    Itulah lima tanda-tanda jika ada sarang tikus di dalam rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bolehkah Meletakkan Kulkas di Dekat Oven? Begini Jawaban Pakar



    Jakarta

    Kulkas merupakan salah satu alat elektronik yang dibutuhkan di rumah. Kulkas biasanya diletakkan di dapur untuk memudahkan menyimpan dan menyiapkan makanan.

    Penempatan kulkas di dapur perlu diperhatikan baik-baik untuk memudahkan membuka dan menutup pintu. Salah satu pertanyaan yang kerap ditemukan yaitu boleh nggak sih kulkas ditaruh di dekat oven?

    Dulu, memang disarankan untuk tidak meletakkan kulkas di dekat oven. Sebab, oven yang panas bisa membuat kulkas bekerja ekstra untuk mendinginkan makanan yang ada di dalamnya.


    Walau demikian, di zaman modern saat ini sudah banyak jenis kulkas dengan freezer yang sudah memiliki sistem insulasi yang baik dan terintegrasi dengan sistem pendingin sehingga bisa mencegah panas berpindah dari oven.

    “Saat ini, dengan perkembangan modern, Anda cenderung tidak akan mengalami masalah dalam menjaga keduanya tetap bersama,” kata Senior Designer di Second Nature Kitchens, Ashleigh Hanwell, dikutip dari Ideal Home, Rabu (2/7/2025).

    Di sisi lain, Product Manager pada Product Care Group untuk Russel Hobbs, Marc Duckworth, tidak menyarankan untuk meletakkan kulkas di samping oven. Sebab, panas yang dihasilkan dari oven bisa membuat kulkas bekerja lebih keras untuk tetap dingin yang menimbulkan potensi boros energi.

    Jika memang keduanya harus diletakkan berdekatan, sebaiknya diberi batas atau penghalang agar panas dari oven tidak langsung terkena kulkas. Sebelum diletakkan berdekatan, sebaiknya cek instruksi dari pabrik untuk kedua alat elektronik tersebut.

    “Meskipun kulkas modern memiliki insulasi yang jauh lebih baik, Anda dapat meminimalkan pemborosan energi dengan menjauhkan kulkas dari sinar matahari langsung. Pastikan kulkas tidak diletakkan di seberang jendela atau langsung di dekat peralatan yang bisa panas, seperti oven,” ujar Duckworth, dikutip dari tom’s guide.

    Semakin berkembangnya teknologi, menaruh kulkas di dekat oven kini bisa saja dilakukan. Namun alangkah lebih baik jika terdapat penghalang di antara kulkas dan oven untuk memberikan ruang di dekatnya serta mencegah panas dari oven langsung terkena kulkas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bolehkah Meletakkan Kasur Langsung di Lantai? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Banyak orang yang tidur langsung menggunakan kasur yang terletak di lantai. Biasanya, kasur tersebut langsung diletakkan begitu saja di lantai tanpa alas apa pun.

    Memangnya boleh ya menaruh langsung kasur di lantai tanpa alas apa pun?

    Sebenarnya boleh-boleh saja menaruh kasur langsung di lantai. Toh tidak ada aturan baku yang mengaturnya juga.


    Hanya saja, ada beberapa kekurangan dari menaruh kasur langsung di lantai. Dilansir dari Tom’s Guide, berikut ini informasinya.

    Kekurangan Menaruh Kasur di Lantai

    Memicu Perkembangan Jamur

    Kasur kemungkinan besar menjadi tempat bertumbuhnya jamur jika diletakkan langsung di lantai, apalagi kalau tempat atau ruangan kamar kamu lembap atau hangat. Tanpa adanya pembatas antara kasur dan lantai maka tidak ada sirkulasi udara yang menyebabkan area tersebut menjadi lembap yang cocok bagi serangga dan makhluk lainnya masuk ke dalam kasur.

    Rentan Terasa Panas

    Karena tidak ada sirkulasi udara, panas tubuh akan terperangkap di dalam kasur jika benda tersebut diletakkan langsung di lantai. Apabila panas tubuh terperangkap di dalam kasur, kasur akan terasa hangat yang bisa saja membuatmu gerah saat tidur.

    Jadi Sarang Serangga dan Debu

    Kutu kasur bisa saja langsung masuk ke dalam kasur dengan mudah jika diletakkan di lantai tanpa pelindung apapun, misalnya jika kasur tak memakai seprai. Selain itu, debu juga akan terkumpul dengan cepat jika kasur diletakkan langsung di lantai.

    Kelebihan Menaruh Kasur di Lantai

    Walau demikian, ada kelebihannya juga lho menaruh kasur langsung di lantai. Berikut ini informasinya.

    Ruangan Lebih Luas

    Dilansir dari Homes & Gardens, Mary Love dari Simba Sleep mengatakan menaruh kasur langsung di lantai bisa membuat ruangan terasa lebih luas, apalagi jika ukuran ruangan kecil. Sebab, tidak perlu menaruh dipan tempat tidur lagi.

    Selain itu, lantai juga menyediakan alas yang stabil sehingga menghindari risiko rangka tempat tidur berderit yang bisa membangunkan penghuni rumah di malam hari.

    Manfaat Ergonomis

    Menurut ilmuwan tidur dari Emma Mattress, Theresa Schnorbach, ada manfaat ergonomis saat menaruh kasur langsung di lantai. Sebab, seluruh permukaan lantai rata sehingga kasur mendapat topangan yang sama kuatnya.

    “Hal ini sangat berbeda dengan rangka tempat tidur berpalang, di mana celah di antara bilah-bilahnya menciptakan ketidakkonsistenan dalam topangan,” katanya, dikutip dari Homes & Gardens.

    Tips Menaruh Kasur Langsung di Lantai

    Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin menaruh kasur langsung di lantai. Dilansir dari Sleep Foundation, berikut ini informasinya.

    Jaga Kebersihan

    Sangat penting untuk menjaga kebersihan karena kasur langsung ditaruh di lantai. Penghuni rumah harus rutin menyapu dan mengepel lantai dan biarkan kering sebelum menaruh kasur.

    Jaga Kelembapan

    Karena kasur rentan lembap jika ditaruh di lantai, sebaiknya dirikan kasur dan sandarkan ke tembok agar ada sirkulasi udara.

    Beri Pembatas antara Kasur dan Lantai

    Jika lantai di rumah berupa kayu atau keramik sebaiknya tambahkan alas sebelum menaruh kasur di atas lantai. Ini akan membantu melindungi kasur serta menjaga suhu lebih nyaman di malam yang dingin. Metode ini juga memiliki manfaat tambahan karena kasur tidak langsung menyentuh lantai tanpa perlu menggunakan rangka atau fondasi tempat tidur.

    Itulah kekurangan dan kelebihan menaruh kasur langsung di lantai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Letakkan Kasur Langsung di Lantai, Ketahui Untung Ruginya Dulu


    Jakarta

    Tempat tidur biasanya terdiri dari kasur empuk beserta dipan sebagai alasnya. Kalau tak menggunakan dipan, posisi kasur bakal lebih pendek dan langsung menyentuh lantai.

    Ada kalanya penghuni rumah meletakkan kasur atau matras langsung di atas lantai tanpa alas. Kemungkinan penghuni melakukan ini karena tidak punya dipan atau memang ingin style kamar tertentu.

    Dilansir dari Tom’s Guide, meletakkan matras di atas lantai merupakan opsi yang sederhana dan memudahkan penghuni rumah. Namun, sebenarnya hal itu tidak direkomendasikan, lho.


    Sebab, kasur membutuhkan ruang untuk bernapas agar bentuknya tetap terjaga. Terutama matras yang super empuk rawan ditumbuhi jamur dan bakteri.

    Kerugian Letakkan Kasur di Lantai

    Inilah sejumlah kekurangan meletakkan kasur di lantai yang perlu penghuni rumah pertimbangkan.

    1. Rawan Tumbuh Jamur dan Lumut

    Sebagian besar matras punya risiko tinggi untuk tumbuh lumut dan jamur kalau ditaruh di lantai. Tanpa celah antara kasur dan lantai, tidak ada aliran udara. Hal itu dapat menyebabkan tempat lembap, sehingga menarik serangga dan hama lainnya untuk berkumpul dan berkembang biak.

    Kalau mau pasang di lantai, pilih kasur hybrid dan pegas lebih daripada kasur yang seluruhnya berbusa padat. Udara bisa bergerak lebih bebas di antara pegas.

    2. Memicu Alergi Kambuh

    Jika penghuni punya riwayat alergi, sebaiknya pertimbangkan kembali untuk meletakkan kasur di lantai. Sebab, debu dan tungau bisa cepat mengumpul kalau ditaruh langsung di lantai dibandingkan di atas alas.

    3. Rawan Kutu Kasur

    Kutu kasur lebih mudah menyelinap ke kasur yang ada di lantai. Lama-lama matras bakal habis dipenuhi kutu kasur dalam beberapa bulan ke depan.

    Keuntungan Letakkan Kasur di Lantai

    Di sisi lain, berikut kelebihan meletakkan kasur langsung di lantai.

    1. Matras Empuk Jadi Lebih Padat

    Kalau merasa kasur terlalu empuk atau kendur, menaruhnya di lantai bisa membuatnya lebih padat. Namun, kalau punya masalah mobilitas, penghuni mungkin membutuhkan dorongan untuk bisa bangun dari posisi yang rendah.

    2. Memperbaiki Postur Tubuh

    Banyak penelitian menunjukkan manfaat tidur di matras di atas lantai. Posisi tidur ini baik untuk sirkulasi darah, mengurangi nyeri leher dan punggung, serta memperbaiki postur dan keselarasan tulang belakang.

    3. Gaya Interior Alternatif

    Meletakkan kasur di lantai bisa membuat kamar tidur tampak minimalis dan lega. Sebagai alternatif, penghuni bisa membeli kasur lantai Jepang yang dapat digulung dan disimpan sewaktu tidak digunakan.

    Tips Letakkan Kasur di Lantai

    Jika penghuni tetap ingin meletakkan kasur di atas lantai, berikut ini tipsnya.

    1. Pasang Busa atau Karton di Bawah Kasur

    Beri alas karton atau busa di bawah kasur agar tidak kedinginan. Lakukan ini hanya Kalau lantai kamar tidur dilapisi kayu atau ubin.

    2. Sandarkan Kasur Seminggu Sekali

    Untuk mencegah pertumbuhan lumut dan jamur, sandarkan matras ke tembok selama beberapa jam seminggu sekali. Cara ini berguna untuk mengurangi kelembapan pada kasur.

    3. Jaga Kebersihan Lantai dan Matras

    Pastikan lantai dan kasur tetap terjaga bersih. Penghuni perlu rajin menyapu lantai di bawah kasur dan membersihkan debu pada dinding dan furniture.

    4. Pilih Posisi yang Tepat

    Jangan sembarangan taruh kasur di kamar tidur. Pilih lokasi yang memiliki sirkulasi udara yang baik, seperti dekat jendela.

    Itulah informasi seputar meletakkan kasur di atas lantai tanpa alas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Ini 5 Tanda Ada Tikus Bersembunyi di Rumah


    Jakarta

    Rumah bisa dimasuki berbagai hama, salah satunya tikus. Kehadiran tikus sangat mengganggu penghuni rumah karena mereka kerap mengotori rumah dan merusak benda-benda.

    Tikus bisa menjadi sumber masalah, sebab kotorannya dapat menimbulkan penyakit yang mengancam kesehatan penghuni rumah. Lalu, mereka juga bisa mencuri makanan dari rumah.

    Oleh karena itu, penghuni perlu waspada dengan kehadiran tikus. Kenali tanda-tanda tikus sedang bersembunyi di rumah berikut ini.


    Pertanda Tikus Masuk Rumah

    Inilah ciri-ciri rumah yang terdapat tikus di dalamnya, dikutip dari Tom’s Guide.

    1. Kotoran Tikus

    Pertanda paling umum aktivitas tikus di rumah adalah ada kotoran tikus. Kotoran tikus berukuran kecil, berwarna gelap, dan berbentuk silinder. Biasanya kotoran ditemukan di area yang umum, termasuk sudut ruangan.

    Selain itu, tikus juga buang air kecil secara terus-menerus. Perhatikan genangan air kecil atau noda di dekat tempat bersarangnya. Air seni tikus biasanya bercampur dengan debu dan kotoran lain sehingga membentuk bercak atau noda kering serta kekuningan.

    2. Bau Busuk

    Penghuni rumah bisa mengetahui kehadiran tikus dari munculnya bau busuk. Tikus kerap buang air kecil sehingga terdapat bau yang kuat seperti amonia di area tertentu.

    Bau ini sering digunakan tikus untuk menandai wilayahnya. Namun, biasanya bau tidak sedap ini tercium di area tertutup seperti di dalam lemari, dapur, dan loteng.

    3. Jejak Tikus

    Penghuni rumah terkadang bisa menemukan noda-noda kotor yang teratur di sepanjang dinding yang mengikuti jalur yang sama. Hal itu merupakan tanda lain adanya aktivitas tikus.

    Tikus memiliki penglihatan yang buruk dan cenderung mencari jalan di sekitar dinding atau papan pinggir. Akibatnya, kotoran dan minyak dari bulunya akan menempel pada permukaan rumah serta meninggalkan jejak yang terlihat. Jika tandanya mudah dibersihkan, ini menunjukkan bahwa tikus baru saja datang.

    4. Sarang Tikus

    Tikus sering mencari tempat berlindung sehingga akan membuat sarang di area tertentu. Sarang tikus biasanya berupa tumpukan bahan yang dirobek-robek, seperti tumpukan sampah.

    Hewan pengerat itu mencari kehangatan dan tempat berlindung yang nyaman. Setelah tikus membuat sarang, akan sulit untuk mengusirnya.

    5. Suara Gesekan atau Garukan

    Terkadang penghuni rumah dapat mendengar suara garukan atau gesekan pada dinding atau plafon rumah. Suara tersebut kemungkinan tanda aktivitas tikus seperti tikus sedang menggaruk kayu atau dinding. Suara itu berupa garukan dan langkah kaki pastinya menjadi pertanda tikus masuk ke dalam rumah.

    Itulah pertanda ada tikus bersembunyi di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kucing Liar Suka Masuk Rumah? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Kucing liar merupakan salah satu hewan yang kerap masuk ke pekarangan rumah. Kenapa ya?

    Keberadaan kucing liar terkadang mengganggu penghuni rumah, apalagi kalau mereka takut dengan hewan tersebut. Kucing liar juga sering kali buang air sembarangan sehingga membuat penghuni rumah jengkel.

    Ada beberapa kemungkinan alasan kucing liar sering masuk ke pekarangan rumah. Dilansir dari Best Life, berikut ini infromasinya.


    Penyebab Kucing Liar Masuk Pekarangan Rumah

    Sumber Makanan dan Air

    Makanan bisa menjadi alasan utama kucing liar masuk ke pekarangan rumah. Walaupun makanannya sudah tidak ada, kucing bisa kembali lagi karena ingat di tempat itu sempat ada sumber makanan.

    “Ini mungkin termasuk sisa makanan di mangkuk hewan peliharaan jika Anda memberi mereka makan di luar, atau bisa juga tempat sampah, panggangan, dan sisa makanan piknik,” kata CEO Black Pest Prevention Nicole Carpenter.

    Sumber makanan kucing liar beragam, mulai dari serangga hingga tikus.

    Selain sumber makanan, adanya air juga sama pentingnya bagi kucing. Rumah yang ada mangkuk air hewan peliharaan maupun genangan air bisa menarik kucing masuk ke dalam pekarangan rumah.

    Tanaman Tertentu

    Menurut Carpenter, tanaman tertentu dapat membuat kucing mendekati rumah. Kucing biasanya tertarik pada tanaman yang kaya vitamin dan mineral. Tanaman yang disukai kucing antara lain peterseli hingga rumput gandum.

    Tempat Bersembunyi

    Kucing liar suka bersembunyi yang nyaman dan hangat untuk mereka berlindung. Mereka biasanya masuk ke gudang, sudut-sudut pekarangan, mesin mobil, dan semak-semak.

    Kucing Lain

    Jika kamu memelihara kucing di rumah, kucing liar mungkin tertarik untuk masuk halaman rumah. Hewan ini tertarik pada jejak bau yang ditinggalkan kucing lain. Mereka mungkin saja sedang mencari pasangan kawin.

    Cara Usir Kucing Liar

    Ada beberapa tanaman yang tidak disukai kucing. Dilansir dari Tom’s Guide dan Homes & Gardens berikut ini informasinya.

    Serai

    Serai merupakan salah satu tanaman yang tidak disukai kucing. Wangi serai memang disukai banyak orang, tetapi tidak dengan kucing.

    Serai termasuk tanaman tropis dan tumbuh subur di lingkungan yang panas dengan sinar matahari penuh, serta suhu tidak pernah turun di bawah 4 derajat Celcius. Tanaman ini juga tergolong minim perawatan sehingga cukup disiram secara teratur saat cuaca panas.

    Lavender

    Lavender memiliki aroma khas yang ternyata tidak disukai kucing. Hal ini tentu cocok untuk kamu yang ingin mencegah kucing masuk rumah.

    Pada lavender juga ada senyawa tidak beracun yang disebut linalool di dalam lavender yang tidak disukai serangga. Maka dari itu, lavender juga ampuh untuk mencegah beberapa hama, mulai dari tikus, lalat, nyamuk, dan semut.

    Merawat lavender juga terbilang mudah. Tanaman ini dapat bertahan hidup dalam waktu lama meski tidak disiram air.

    Lemon

    Kucing tidak menyukai lemon karena aromanya yang kuat. Selain itu, pohon lemon mengandung banyak minyak seperti limonene dan citral yang juga tidak disukai para kucing.

    Untuk menanam pohon lemon, sebaiknya ditanam di pot yang berukuran besar. Hal ini agar pohon lemon bisa tumbuh lebih tinggi. Cara merawatnya juga harus hati-hati, pastikan tanahnya memiliki drainase yang baik dan sebaiknya menggunakan tanah organik.

    Itulah penyebab dan cara mengusir kucing menggunakan tanaman yang tak disukainya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com