Tag: toren

  • Panduan Sederhana Bersihkan Toren Sendiri di Rumah dalam 7 Langkah



    Jakarta – Toren air adalah hal paling penting untuk persediaan air bersih dan sebagai cadangan mendapatkan air dan aksesibilitas air bersih. Namun, seiring waktu pemakaian air yang bersumber dari toren bisa menjadi kotor dan menodai bagian luar hingga isinya.

    Dikutip dari Flip, Rabu (17/1/2024), kontaminasi yang terjadi pada toren bisa berupa debu, serangga kotoran hingga bagian dalam akan penuh dengan lumut. Oleh karena kebersihan toren juga diperlukan dan perlu perawatan secara berkala, sehingga air akan tetap tersimpan bersih dan higienis.

    Untuk mengetahui cara mencuci toren air, detikProperti telah merangkum langkah yang harus dilakukan. Simak infografis berikut ini!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Benar Nggak Sih Toren Air Warna Oren Lebih Cepat Tumbuh Lumut Ketimbang Biru?



    Jakarta

    Air merupakan kebutuhan rumah tangga yang sangat esensial. Setiap rumah perlu memiliki pengelolaan air yang baik, salah satunya dengan mencadangkan air bersih menggunakan toren.

    Toren atau tandon air adalah tangki yang berfungsi menampung air bersih. Tangki ini membantu mengantisipasi kondisi kekurangan air. Ada berbagai jenis toren dari segi bahan, bentuk, hingga warna.

    Dari segi warna, toren tersedia dalam warna oren, biru, bahkan hitam. Namun, sebagian masyarakat masih beranggapan toren warna oren lebih mudah ditumbuhi lumut. Benarkah begitu?


    Pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman mengatakan toren berwarna terang, seperti oranye atau kuning lebih mudah pudar akibat paparan sinar matahari. Sementara, toren berwarna gelap seperti biru dan hitam sebaliknya.

    Apabila warna toren sampai pudar, maka sinar matahari bisa menembus masuk ke dalam toren, sehingga dapat memicu pertumbuhan lumut.

    “Jadi, kena matahari itu dia lebih tembus gitu loh, jadi lumut itu lebih malah kena sinar matahari itu cepat lumutan gitu. Oranye itu bukan memantul tapi malah nyerap, makin terang, oranye itu malah nyerap jadi air di toren itu malah gampang lumutan,” ujar Suratman kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Berdasarkan hal itu, banyak konsumen yang lebih cenderung pada toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam. Terpisah, Toko Bangunan Kurnia Jaya mengungkapkan banyak pembeli memilih toren berwarna biru.

    “Kalau banyak orang ada yang bilang biru itu lebih tahan lumut, oranye itu ya biasa gitu,” kata Hendri.

    “Beberapa langganan kita yang beli bahwa ‘kita mau yang warna biru, nih, lebih tahan lumut karena mataharinya nggak bisa nembus ke dalam’,” lanjutnya.

    Mengutip dari detikEdu, (30/10/2023) lumut adalah sejenis tumbuhan yang dapat memproduksi makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari. Selain itu, tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Bryophyta ini mudah tumbuh di daerah yang lembap. Hal ini membuat toren sebagai tempat yang bisa tumbuh lumut karena memang digunakan untuk menampung air.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Alat dan Langkah Membersihkan Toren Air yang Sudah Berlumut



    Jakarta

    Toren air adalah hal paling penting untuk persediaan air bersih dan sebagai cadangan mendapatkan air dan aksesibilitas air bersih. Namun, seiring waktu pemakaian air yang bersumber dari toren bisa menjadi kotor dan menodai bagian luar hingga isinya.

    Dikutip dari Flip, kontaminasi yang terjadi pada toren bisa berupa debu, serangga kotoran hingga bagian dalam akan penuh dengan lumut. Oleh karena kebersihan toren juga diperlukan dan perlu perawatan secara berkala, sehingga air akan tetap tersimpan bersih dan higienis.

    Untuk mengetahui cara mencuci toren air, detikProperti telah merangkum langkah yang harus dilakukan. Simak berikut ini!
    Langkah Mencuci Toren Air


    Tangki atau toren air perlu dicuci dan dikuras agar isinya tidak ditumbuhi lumut, sehingga setidaknya toren perlu dibersihkan sebulan sekali jika lumutnya tumbuh dengan cepat. Agar memudahkanmu dalam menguras toren, ikuti langkah berikut ini.

    Bahan dan Alat

    – Sikat

    – Spons

    – scrubber atau saringan lumut

    – Kaporit

    – 3 sdm garam dengan 2 liter air, didihkan (opsi)

    – cuka putih (opsi)

    Panduan Bersihkan Toren Air Sendiri

    1. Matikan Pompa Air

    Matikan pompa agar tidak ada air mengalir saat proses mencuci toren, hal ini membantu efektifitas proses menguras dan memastikan pembersihan dilakukan secara maksimal.

    2. Buang Air Toren

    Selama proses pembersihan, pastikan kamu kabarkan kepada seluruh penghuni rumah bahwa air perlu segera dihabiskan dan sebelum membersihkan diingatkan untuk tidak dapat menggunakan air untuk sementara. Buang seisi air di dalam toren agar menghilangkan sisa air yang terkontaminasi dari kuman dan zat berbahaya.

    3. Buang Kotoran Yang Mengumpul

    Selanjutnya, buang tumpukan kotoran seperti lumut, alga, atau pasir. Gunakan alat yang dapat menyeka seluruh lumut seperti sikat dan spons agar tumpukan kotoran tersebut dapat terangkat. Ini untuk memudahkan kamu dalam proses pembersihan berikutnya

    4. Sikat Permukaan Toren

    Sebelum menyikat, kamu perlu memperhatikan komponen toren yang terhubung seperti valve atau keran, pipa, pompa, fitting inlet dan outlet, dan aksesori pendukung lainnya. Periksa terlebih dahulu dari setiap komponen agar ketika dibersihkan tidak ada yang rusak, putus, atau membuat celah yang bisa menyebabkan kebocoran. Jika ada komponen atau aksesori yang bermasalah, sebaiknya kamu menggantinya terlebih dahulu agar tidak perlu mengerjakannya dua kali.

    Jika sudah diperiksa dengan baik, gunakan sikat untuk membersihkan permukaan dinding toren. Jika toren cukup besar dan memiliki bobot kurang dari 60 kilogram, kamu bisa sampai masuk ke dalam untuk mempermudah pembersihan. Tetapi jika sulit dijangkau, kamu bisa menggunakan gagang sikat yang panjang.

    5. Bersihkan Tutup dan Bagian Luar

    Jangan lupa untuk membersihkan bagian luar dan tutup toren, hingga kotoran debu yang tertumpuk hempas tidak ada sisa.

    6. Bilas dengan Air Bersih

    Setelah membersihkan toren, pastikan dibilas dengan air bersih hingga sisa-sisa busa dan cairan pembersihan hilang.

    7. Isi Ulang Toren

    Jika sudah dibilas dengan maksimal, isi ulang toren sesuai kapasitas dengan air bersih dan aliran air lancar. Pastikan kualitas air jernih dan tidak memiliki warna dan bau. Sehingga, pastikan air di dalam toren tetap bersih dan aman.

    Itulah cara mencuci toren air sendiri di rumah. Pastikan kamu membersihkannya secara berkala jika lumut sudah mengumpul. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Memilih Tandon Air yang Bagus dan Tepat untuk Rumah


    Jakarta

    Tandon air adalah tangki penyimpanan air yang biasanya digunakan di rumah, gedung, atau bangunan lainnya. Tandon air disebut juga toren air.

    Tandon ini berfungsi untuk menampung air bersih, dari sumur, saluran air, atau dari penyedia air umum. Maka dari itu, memilih tandon air yang tepat menjadi langkah penting untuk memastikan pasokan air yang cukup dan berkualitas di rumah.

    Cara Memilih Tandon Air

    Dikutip dari laman Water Runner dan Penguin (salah satu produsen tangki air di Indonesia), berikut adalah beberapa tips dalam memilih tandon air:


    1. Menentukan Ukuran Tandon Air

    Menentukan ukuran tangki penyimpanan air dilakukan menilai kebutuhan air rumah tangga.

    Hal ini bisa kamu pertimbangkan dengan berapa jumlah penghuni di rumah, pola penggunaan air harian, serta aktivitas spesifik apa pun yang mungkin membutuhkan pasokan air lebih banyak (seperti berkebun atau punya ternak).

    Mengukur kebutuhan air akan meletakkan dasar untuk memilih ukuran tangki yang tepat.

    2. Mempertimbangkan Variasi Musiman dan Situasi Darurat

    Memperhitungkan variasi musiman dan skenario darurat, juga termasuk dalam langkah untuk memilih tandon air. Jadi, saat musim kemarau, kapasitas penyimpanan yang lebih besar akan sangat berharga.

    Selain itu pilihlah bahan/jenis tangki air yang bisa bebas lumut, memiliki tingkat perlindungan UV tertinggi, dan memiliki garansi panjang.

    3. Kesediaan Ruang

    Besar kecilnya tangki air juga perlu disesuaikan dengan ruang yang tersedia. Pasalnya, kepraktisan dan ruang yang tersedia berperanan penting.

    Perkirakan tempat pemasangan tangki perlu di mempertimbangkan dimensi, bentuk, dan peraturan setempat mengenai penempatan tangki.

    Hal ini bertujuan untuk memastikan tangki bisa dipasang, dengan sempurna di rumah tanpa mengurangi fungsionalitas.

    4. Mengantisipasi Kebutuhan Masa Depan

    Berinvestasi dalam wadah air untuk rumah tangga juga termasuk komitmen jangka panjang. Maka dari itu, memilih tangki dengan ruang yang cukup untuk pertumbuhan akan memastikan sistem penyimpanan air tetap relevan dan efektif seiring dengan kebutuhan terus berubah.

    5. Menghitung Kapasitas Tangki

    Menghitung kapasitas tangki yang tepat bisa dengan mencari keseimbangan antara memenuhi kebutuhan, sekaligus menyediakan cadangan untuk permintaan tak terduga.

    Untuk penggunaan tandon air rumah tangga pada umumnya, standar industri menyarankan kisaran 50-100 galon per orang per hari. Namun, hal ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dan keadaan.

    6. Warna Tangki

    Tandon air ukurannya cukup besar untuk terlihat dari luar rumah. Oleh karena itu, warnanya juga perlu disesuaikan dengan tema eksterior rumah. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu tampilan eksterior rumah.

    7. Material Tersertifikasi

    Pemilihan tandon air juga perlu, yakni yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), Food Grade dan BPA Free. Dengan begitu air bisa aman digunakan untuk berbagai keperluan.

    8. Konsultasi dengan Ahli

    Sekiranya masih bingung dan ragu, mintalah saran dari para profesional dalam bidang penyimpanan air.

    Mereka akan memberikan informasi tentang peraturan setempat, menawarkan rekomendasi berdasarkan situasi, dan memastikan bahwa kamu memilih tangki penyimpanan air yang paling sesuai dengan kebutuhan.

    Itu tadi penjelasan seputar cara memilih tandon air yang tepat. Dengan pertimbangan yang baik, ini akan membantu kalian dalam penyimpanan air yang disesuaikan dengan gaya hidup. Semoga membantu.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Memilih Tandon Air yang Bagus dan Tepat untuk Rumah


    Jakarta

    Tandon air adalah tangki penyimpanan air yang biasanya digunakan di rumah, gedung, atau bangunan lainnya. Tandon air disebut juga toren air.

    Tandon ini berfungsi untuk menampung air bersih, dari sumur, saluran air, atau dari penyedia air umum. Maka dari itu, memilih tandon air yang tepat menjadi langkah penting untuk memastikan pasokan air yang cukup dan berkualitas di rumah.

    Cara Memilih Tandon Air

    Dikutip dari laman Water Runner dan Penguin (salah satu produsen tangki air di Indonesia), berikut adalah beberapa tips dalam memilih tandon air:


    1. Menentukan Ukuran Tandon Air

    Menentukan ukuran tangki penyimpanan air dilakukan menilai kebutuhan air rumah tangga.

    Hal ini bisa kamu pertimbangkan dengan berapa jumlah penghuni di rumah, pola penggunaan air harian, serta aktivitas spesifik apa pun yang mungkin membutuhkan pasokan air lebih banyak (seperti berkebun atau punya ternak).

    Mengukur kebutuhan air akan meletakkan dasar untuk memilih ukuran tangki yang tepat.

    2. Mempertimbangkan Variasi Musiman dan Situasi Darurat

    Memperhitungkan variasi musiman dan skenario darurat, juga termasuk dalam langkah untuk memilih tandon air. Jadi, saat musim kemarau, kapasitas penyimpanan yang lebih besar akan sangat berharga.

    Selain itu pilihlah bahan/jenis tangki air yang bisa bebas lumut, memiliki tingkat perlindungan UV tertinggi, dan memiliki garansi panjang.

    3. Kesediaan Ruang

    Besar kecilnya tangki air juga perlu disesuaikan dengan ruang yang tersedia. Pasalnya, kepraktisan dan ruang yang tersedia berperanan penting.

    Perkirakan tempat pemasangan tangki perlu di mempertimbangkan dimensi, bentuk, dan peraturan setempat mengenai penempatan tangki.

    Hal ini bertujuan untuk memastikan tangki bisa dipasang, dengan sempurna di rumah tanpa mengurangi fungsionalitas.

    4. Mengantisipasi Kebutuhan Masa Depan

    Berinvestasi dalam wadah air untuk rumah tangga juga termasuk komitmen jangka panjang. Maka dari itu, memilih tangki dengan ruang yang cukup untuk pertumbuhan akan memastikan sistem penyimpanan air tetap relevan dan efektif seiring dengan kebutuhan terus berubah.

    5. Menghitung Kapasitas Tangki

    Menghitung kapasitas tangki yang tepat bisa dengan mencari keseimbangan antara memenuhi kebutuhan, sekaligus menyediakan cadangan untuk permintaan tak terduga.

    Untuk penggunaan tandon air rumah tangga pada umumnya, standar industri menyarankan kisaran 50-100 galon per orang per hari. Namun, hal ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dan keadaan.

    6. Warna Tangki

    Tandon air ukurannya cukup besar untuk terlihat dari luar rumah. Oleh karena itu, warnanya juga perlu disesuaikan dengan tema eksterior rumah. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu tampilan eksterior rumah.

    7. Material Tersertifikasi

    Pemilihan tandon air juga perlu, yakni yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), Food Grade dan BPA Free. Dengan begitu air bisa aman digunakan untuk berbagai keperluan.

    8. Konsultasi dengan Ahli

    Sekiranya masih bingung dan ragu, mintalah saran dari para profesional dalam bidang penyimpanan air.

    Mereka akan memberikan informasi tentang peraturan setempat, menawarkan rekomendasi berdasarkan situasi, dan memastikan bahwa kamu memilih tangki penyimpanan air yang paling sesuai dengan kebutuhan.

    Itu tadi penjelasan seputar cara memilih tandon air yang tepat. Dengan pertimbangan yang baik, ini akan membantu kalian dalam penyimpanan air yang disesuaikan dengan gaya hidup. Semoga membantu.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Jangka Waktu Toren Air Harus Dibersihkan, Catat!


    Jakarta

    Toren air merupakan salah satu komponen penting dalam penyediaan air di banyak rumah dan gedung. Meskipun sering digunakan, mungkin ada yang belum menyadari pentingnya menjaga kebersihan toren air.

    Pasalnya, air yang disimpan dalam toren berpotensi kotor karena berlumut atau terkontaminasi jika tidak dirawat dengan baik. Lalu, seberapa sering toren air harus dibersihkan?

    Jangka Waktu Toren Air Harus Dikuras

    Berdasarkan informasi yang dibagikan Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (16/9/2023), pengurasan toren air bisa dilakukan setidaknya 6 bulan sekali.


    Jangka waktu tersebut akan membantu menghambat pertumbuhan lumut di tangki air. Munculnya lumut biasanya disebabkan karena toren sering terpapar sinar matahari langsung.

    Jika pertumbuhan lumutnya cepat, maka frekuensi pengurasan juga harus dipercepat. Misalnya, menjadi 3-4 bulan sekali.

    Alasan Toren Air Harus Dikuras

    Alasan kita perlu rutin menguras toren air yaitu agar air bisa selalu tetap bersih. Jika penghuni rumah menggunakan air yang kotor, tentunya hal ini akan berdampak pada kesehatan seperti gatal-gatal ataupun diare.

    Cara agar Toren Air Tidak Berlumut

    • Rutin dibersihkan.
    • Toren air harus ditutup rapat, agar tidak ada sinar matahari yang masuk.
    • Membuat pelindung di atas tangki dengan warna cerah, agar meminimalisir cahaya matahari yang masuk.
    • Melakukan pengecatan ke toren air agar cahaya tidak mudah menembus dinging tangki.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Toren Air Letaknya di Atas Bangunan? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Jika kamu perhatikan, kebanyakan toren atau tonden air letaknya di lantai teratas rumah dan masih dipasang menara besi lagi. Ada pula yang meletakkannya di halaman rumah, tetapi tetap dipasang menara besi di bawahnya sehingga tidak menempel di tanah. Kira-kira kenapa ya?

    Dilansir detikEdu, hal ini dapat dijelaskan secara ilmiah. Seperti yang kita ketahui di Bumi berlaku yang namanya gaya gravitasi. Di mana semua benda yang berada di atas Bumi akan selalu ditarik ke arah pusat Bumi, begitu pula dengan air yang bergerak ke tempat yang lebih rendah.

    Toren air pasti berisi sekian liter air sesuai massa tampungnya. Semakin tinggi letak muka air, semakin besar jumlah air yang mengalir sesuai dengan hukum debit air yakni ukuran jumlah air yang mengalir dalam satuan waktu. Maka dari itu, semakin tinggi letak toren, semakin deras pula air yang akan mengalir ke keran di rumah.


    Di samping itu, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman juga mengungkapkan hal yang sama bahwa toren yang dipasang di tempat yang tinggi dapat mendorong aliran air keluar lebih kencang.

    “Kalau menurut ilmu Fisika ya Pak, makin tinggi (torennya), tekanan (air) makin kencang,” jelas Suratman kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Ketinggian letak toren ini bisa disesuaikan dengan ketinggian rumah. Kemudian, kunci lainnya agar debit air yang keluar lebih kencang adalah pipa saluran air tersebut juga harus berdiameter besar.

    Ada beberapa jenis pipa yang digunakan untuk menyambungkan toren ke keran di rumah berdasarkan ukuran diameter, yaitu ½, ¾, dan 1 inch. Ia menyarankan untuk menggunakan pipa berdiameter 1 inch jika kamu ingin air yang mengalir ke keran rumah lebih deras.

    “Diameter pipa yang turun sama ketinggian, semakin gede makin tinggi makin gede yang turun. Tapi dengan syarat pipanya yang gede, kalau pipa yang 0,5 ya gede tapi lama-lama kecil,” kata Suratman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Langkah Mudah Bersihkan Toren Air dari Lumut, Nggak Usah Panggil Tukang!



    Jakarta

    Toren air merupakan bagian penting dari rumah untuk menyimpan cadangan air bersih. Namun, lama-lama air di dalam toren bisa menjadi kotor, salah satunya karena tumbuh lumut.

    Dikutip dari Flip, air bersih bisa terkontaminasi debu, serangga, kotoran, dan lumut. Oleh karena itu, penting membersihkan toren secara berkala agar air tetap tersimpan bersih dan higienis.

    Tangki atau toren air perlu dicuci dan dikuras agar isinya tidak ditumbuhi lumut. Setidaknya toren perlu dibersihkan sebulan sekali jika lumutnya tumbuh dengan cepat.


    Lalu, bagaimana cara mencuci toren? Nah, agar memudahkan kamu dalam menguras toren, ikuti langkah berikut ini.

    Bahan dan Alat

    – Sikat

    – Spons

    – scrubber atau saringan lumut

    – Kaporit

    – 3 sdm garam dengan 2 liter air, didihkan (opsi)

    – cuka putih (opsi)

    Cara Bersihkan Toren Air

    1. Matikan Pompa Air

    Matikan pompa agar tidak ada air mengalir saat proses mencuci toren, hal ini membantu efektifitas proses menguras dan memastikan pembersihan dilakukan secara maksimal.

    2. Buang Air Toren

    Selama proses pembersihan, pastikan kamu kabarkan kepada seluruh penghuni rumah bahwa air perlu segera dihabiskan dan sebelum membersihkan diingatkan untuk tidak dapat menggunakan air untuk sementara. Buang seisi air di dalam toren agar menghilangkan sisa air yang terkontaminasi dari kuman dan zat berbahaya.

    3. Buang Kotoran Yang Mengumpul

    Selanjutnya, buang tumpukan kotoran seperti lumut, alga, atau pasir. Gunakan alat yang dapat menyeka seluruh lumut seperti sikat dan spons agar tumpukan kotoran tersebut dapat terangkat. Ini untuk memudahkan kamu dalam proses pembersihan berikutnya

    4. Sikat Permukaan Toren

    Sebelum menyikat, kamu perlu memperhatikan komponen toren yang terhubung seperti valve atau keran, pipa, pompa, fitting inlet dan outlet, dan aksesori pendukung lainnya. Periksa terlebih dahulu dari setiap komponen agar ketika dibersihkan tidak ada yang rusak, putus, atau membuat celah yang bisa menyebabkan kebocoran.

    Jika ada komponen atau aksesori yang bermasalah, sebaiknya kamu menggantinya terlebih dahulu agar tidak perlu mengerjakannya dua kali. Setelah diperiksa dengan baik, gunakan sikat untuk membersihkan permukaan dinding toren.

    Kalau toren cukup besar dan memiliki bobot kurang dari 60 kilogram, kamu bisa sampai masuk ke dalam untuk mempermudah pembersihan. Tetapi jika sulit dijangkau, kamu bisa menggunakan gagang sikat yang panjang.

    5. Bersihkan Tutup dan Bagian Luar

    Jangan lupa untuk membersihkan bagian luar dan tutup toren, hingga kotoran debu yang tertumpuk hempas tidak ada sisa.

    6. Bilas dengan Air Bersih

    Setelah membersihkan toren, pastikan dibilas dengan air bersih hingga sisa-sisa busa dan cairan pembersihan hilang.

    7. Isi Ulang Toren

    Jika sudah dibilas dengan maksimal, isi ulang toren sesuai kapasitas dengan air bersih dan aliran air lancar. Pastikan kualitas air jernih dan tidak memiliki warna dan bau. Sehingga, pastikan air di dalam toren tetap bersih dan aman.

    Itulah cara mencuci toren air sendiri di rumah. Pastikan kamu membersihkannya secara berkala jika lumut sudah mengumpul. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Efektif Cegah Toren Air Berlumut Agar Selalu Bersih


    Jakarta

    Setiap rumah biasanya memiliki tangki atau toren air yang menyimpan cadangan air bersih. Kandungan air itu membuat kondisi tangki menjadi lembap, sehingga rawan ditumbuhi lumut.

    Lumut juga bisa tumbuh di dalam toren air karena paparan sinar matahari. Oleh karena itu, perlu ada langkah pencegahan agar toren air tidak berlumut. Sebab, lumut di toren air bisa mengganggu kebersihan air di rumah.

    Lantas, bagaimana cara mencegah lumut tumbuh di toren air? Yuk, simak tipsnya berikut ini,dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr.


    Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

    Inilah cara mencegah pertumbuhan lumut di dalam toren.

    1. Tutup Tangki dengan Rapat

    Lumut akan tumbuh ketika air terkena sinar matahari. Maka dari itu, kalian perlu pastikan bahwa tangki air tertutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang masuk.

    2. Buat Pelindung di Atas Toren Air

    Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam. Untuk menghindarinya, kalian bisa memasang pelindung di bagian atas tangki, misalnya seperti memasang atap.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Selain memasang atap, kalian juga bisa mengecat tangki air berbahan plastik dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata supaya tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

    4. Rutin Kuras Toren Air

    Pengurasan tangki air secara rutin dapat menghambat pertumbuhan lumbut. Kuras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Apabila lumut tumbuh dengan cepat, tingkatkan frekuensi pengurasan, misalnya jadi 3-4 bulan sekali.

    Itulah cara untuk mencegah pertumbuhan lumut pada toren air di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Harus Bersihkan Toren Air? Ini Waktu Idealnya



    Jakarta

    Toren air menampung cadangan air bersih untuk kebutuhan penghuni rumah. Kandungan air di dalam tangki perlu dijaga, salah satunya dengan rutin membersihkan atau menguras toren air.

    Meskipun sering digunakan, kebersihan toren air terkadang terlupakan atau terabaikan. Padahal, kandungan airnya berpotensi menjadi kotor karena pertumbuhan lumut atau kontaminasi unsur lain.

    Jika penghuni rumah menggunakan air yang kotor, hal ini akan berdampak pada kesehatan seperti gatal-gatal ataupun diare. Oleh karena itu, penting sekali merawat kebersihan toren air.


    Namun, seberapa sering toren air perlu dibersihkan atau dikuras? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

    Waktu Ideal Bersihkan Toren Air

    Berdasarkan informasi yang dibagikan Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pengurasan toren air bisa dilakukan setidaknya 6 bulan sekali.

    Jangka waktu tersebut akan membantu menghambat pertumbuhan lumut di tangki air. Munculnya lumut biasanya disebabkan karena toren sering terpapar sinar matahari langsung.

    Jika pertumbuhan lumutnya cepat, maka frekuensi pengurasan juga harus dipercepat. Misalnya, menjadi 3-4 bulan sekali.

    Cara Agar Toren Air Tidak Berlumut

    Supaya air selalu dalam keadaan bersih, berikut cara agar toren air tidak berlumut.

    • Rutin dibersihkan
    • Toren air harus ditutup rapat, agar tidak ada sinar matahari yang masuk
    • Membuat pelindung di atas tangki dengan warna cerah, agar meminimalisir cahaya matahari yang masuk
    • Melakukan pengecatan ke toren air agar cahaya tidak mudah menembus dinging tangki

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com