Tag: toren air

  • Seberapa Sering Sih Tandon Air Perlu Dikuras? Simak Penjelasannya


    Jakarta

    Tandon atau toren air biasa dijadikan sebagai tempat penampungan air untuk di rumah-rumah. Sebagai wadah penyimpanan air, tentunya kebersihan tangki ini mesti diperhatikan.

    Seiring berjalannya waktu, partikel-partikel yang dibawa air seperti pasir atau lumpur bisa mengendap dan menumpuk di dasar tangki. Tak jarang juga, lumut dapat tumbuh di sisi dalam toren. Apabila dibiarkan, hal ini akan mempengaruhi kualitas air yang ditampung.

    Terlebih jika air di dalamnya digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti minum, memasak, atau mencuci. Pasokan air di tandon harus benar bersih dan berkualitas baik, bukan?


    Ini agar air yang dipakai tergolong layak serta tidak memicu masalah kesehatan. Lantas, baiknya seberapa sering menguras toren air?

    Penyebab Toren Air Kotor

    Tak jarang sebagian orang menguras tangki ketika keran air mampet atau saat air yang keluar keruh. Padahal, hal itu menandakan kalau tandon air sudah kotor sehingga kotoran terbawa dan menyumbat pipa yang terhubung ke keran.

    Namun, apa yang menyebabkan toren air menjadi kotor? Mengutip laman smartwateronline.com, sumber asal air dapat menjadi faktor bersih tidaknya air di tandon. Jika air diambil dari galian sumur di tanah contohnya, kemungkinan lumpur bisa ada. Tapi balik lagi, setiap wilayah memiliki kualitas air tanah yang berbeda-beda.

    Selain itu, partikel yang terkandung di air seperti lumpur dan pasir jika terbawa dan masuk ke tandon juga dapat mengotori tampungan air. Lama-lama, partikel-partikel ini pun bisa mengendap di dasar tangki.

    Toren air yang kotor bisa pula disebabkan oleh pertumbuhan lumut. Lumut berkembang dengan cepat jika tandon air terkena langsung paparan sinar matahari.

    Bukan cuma itu, air keruh yang tertampung di tangki dan udara lembap di dalamnya dapat juga mempercepat pertumbuhan lumut di dalam toren.

    Seberapa Sering Membersihkan Toren Air?

    Menguras tandon seharusnya tidak menunggu sampai tangki dipenuhi kotoran dan air menjadi keruh. Toren sebaiknya rutin dibersihkan bahkan sebelum hal-hal seperti keran mampet muncul.

    Melalui Instagram @kemenpupr, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebutkan kalau tangki air setidaknya dikuras 6 bulan sekali. Ini supaya menghindari lumpur atau kotoran lain mengendap di dasar toren dan mencegah pertumbuhan lumut.

    Namun, jika kotoran menumpuk dan lumut muncul dengan cepat maka toren air dapat dibersihkan lebih sering, sekitar 3-4 bulan sekali.

    Selain itu, tingkat kebersihan sumber air juga bisa mempengaruhi kebersihan tandon air. Seperti halnya, kualitas air di Jabodetabek mungkin berbeda dengan air di daerah lain.

    Pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman, menyarankan agar toren air di wilayah Jabodetabek dikuras setidaknya 1-2 kali dalam setahun.

    “Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” ungkap Suratman kepada detikcom.

    Nah, sekarang kamu sudah tahu kan seberapa sering toren air perlu dikuras. Jadi, jangan lupa bersihkan tandon air secara teratur, ya!

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Hempas Lumut! Begini Cara Cuci Toren Air Sendiri Di Rumah


    Jakarta

    Toren air adalah hal paling penting untuk persediaan air bersih dan sebagai cadangan mendapatkan air dan aksesibilitas air bersih. Namun, seiring waktu pemakaian air yang bersumber dari toren bisa menjadi kotor dan menodai bagian luar hingga isinya.

    Dikutip dari Flip, Rabu (17/1/2024), kontaminasi yang terjadi pada toren bisa berupa debu, serangga kotoran hingga bagian dalam akan penuh dengan lumut. Oleh karena kebersihan toren juga diperlukan dan perlu perawatan secara berkala, sehingga air akan tetap tersimpan bersih dan higienis.

    Untuk mengetahui cara mencuci toren air, detikProperti telah merangkum langkah yang harus dilakukan. Simak berikut ini!
    Langkah Mencuci Toren Air


    Tangki atau toren air perlu dicuci dan dikuras agar isinya tidak ditumbuhi lumut, sehingga setidaknya toren perlu dibersihkan sebulan sekali jika lumutnya tumbuh dengan cepat. Agar memudahkanmu dalam menguras toren, ikuti langkah berikut ini.

    Bahan dan Alat

    – Sikat

    – Spons

    – scrubber atau saringan lumut

    – Kaporit

    – 3 sdm garam dengan 2 liter air, didihkan (opsi)

    – cuka putih (opsi)

    Panduan Bersihkan Toren Air Sendiri

    1. Matikan Pompa Air

    Matikan pompa agar tidak ada air mengalir saat proses mencuci toren, hal ini membantu efektifitas proses menguras dan memastikan pembersihan dilakukan secara maksimal.

    2. Buang Air Toren

    Selama proses pembersihan, pastikan kamu kabarkan kepada seluruh penghuni rumah bahwa air perlu segera dihabiskan dan sebelum membersihkan diingatkan untuk tidak dapat menggunakan air untuk sementara. Buang seisi air di dalam toren agar menghilangkan sisa air yang terkontaminasi dari kuman dan zat berbahaya.

    3. Buang Kotoran Yang Mengumpul

    Selanjutnya, buang tumpukan kotoran seperti lumut, alga, atau pasir. Gunakan alat yang dapat menyeka seluruh lumut seperti sikat dan spons agar tumpukan kotoran tersebut dapat terangkat. Ini untuk memudahkan kamu dalam proses pembersihan berikutnya

    4. Sikat Permukaan Toren

    Sebelum menyikat, kamu perlu memperhatikan komponen toren yang terhubung seperti valve atau keran, pipa, pompa, fitting inlet dan outlet, dan aksesori pendukung lainnya. Periksa terlebih dahulu dari setiap komponen agar ketika dibersihkan tidak ada yang rusak, putus, atau membuat celah yang bisa menyebabkan kebocoran. Jika ada komponen atau aksesori yang bermasalah, sebaiknya kamu menggantinya terlebih dahulu agar tidak perlu mengerjakannya dua kali.

    Jika sudah diperiksa dengan baik, gunakan sikat untuk membersihkan permukaan dinding toren. Jika toren cukup besar dan memiliki bobot kurang dari 60 kilogram, kamu bisa sampai masuk ke dalam untuk mempermudah pembersihan. Tetapi jika sulit dijangkau, kamu bisa menggunakan gagang sikat yang panjang.

    5. Bersihkan Tutup dan Bagian Luar

    Jangan lupa untuk membersihkan bagian luar dan tutup toren, hingga kotoran debu yang tertumpuk hempas tidak ada sisa.

    6. Bilas dengan Air Bersih

    Setelah membersihkan toren, pastikan dibilas dengan air bersih hingga sisa-sisa busa dan cairan pembersihan hilang.

    7. Isi Ulang Toren

    Jika sudah dibilas dengan maksimal, isi ulang toren sesuai kapasitas dengan air bersih dan aliran air lancar. Pastikan kualitas air jernih dan tidak memiliki warna dan bau. Sehingga, pastikan air di dalam toren tetap bersih dan aman.

    Itulah cara mencuci toren air sendiri di rumah. Pastikan kamu membersihkannya secara berkala jika lumut sudah mengumpul. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Aman Bersihkan Toren Air Sendiri


    Jakarta

    Membersihkan toren air di rumah meski terkesan sepele, tetap perlu dilakukan dengan kehati-hatian. Ini mengingat setelah seorang pria tewas dalam toren air di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Korban ditemukan meninggal dunia setelah setengah jam membersihkan toren air.

    Peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/11) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban baru dapat dievakuasi oleh petugas Damkar Jakarta Selatan setelah 2 jam. Berikut informasi selengkapnya.

    Kalau kamu berniat membersihkan sendiri toren air di rumah kamu, lakukan dengan aman ya. Hal paling utama yang perlu kamu ketahui adalah memiliki pengetahuan dasar untuk membersihkan toren.


    Dikutip dari Flip, Minggu (28/1/2024), detikProperti telah merangkum langkah yang harus dilakukan untuk membersihkan toren dengan aman. Simak tips berikut ini!

    Langkah Mencuci Toren Air

    Tangki atau toren air perlu dicuci dan dikuras agar isinya tidak ditumbuhi lumut, sehingga setidaknya toren perlu dibersihkan sebulan sekali jika lumutnya tumbuh dengan cepat. Agar memudahkanmu dalam menguras toren, ikuti langkah berikut ini.

    Bahan dan Alat

    – Sikat

    – Spons

    – scrubber atau saringan lumut

    – Kaporit

    – 3 sdm garam dengan 2 liter air, didihkan (opsi)

    – cuka putih (opsi)

    Panduan Bersihkan Toren Air Sendiri

    1. Matikan Pompa Air

    Matikan pompa agar tidak ada air mengalir saat proses mencuci toren, hal ini membantu efektifitas proses menguras dan memastikan pembersihan dilakukan secara maksimal.

    2. Buang Air Toren

    Selama proses pembersihan, pastikan kamu kabarkan kepada seluruh penghuni rumah bahwa air perlu segera dihabiskan dan sebelum membersihkan diingatkan untuk tidak dapat menggunakan air untuk sementara. Buang seisi air di dalam toren agar menghilangkan sisa air yang terkontaminasi dari kuman dan zat berbahaya.

    3. Buang Kotoran Yang Mengumpul

    Selanjutnya, buang tumpukan kotoran seperti lumut, alga, atau pasir. Gunakan alat yang dapat menyeka seluruh lumut seperti sikat dan spons agar tumpukan kotoran tersebut dapat terangkat. Ini untuk memudahkan kamu dalam proses pembersihan berikutnya

    4. Sikat Permukaan Toren

    Sebelum menyikat, kamu perlu memperhatikan komponen toren yang terhubung seperti valve atau keran, pipa, pompa, fitting inlet dan outlet, dan aksesori pendukung lainnya. Periksa terlebih dahulu dari setiap komponen agar ketika dibersihkan tidak ada yang rusak, putus, atau membuat celah yang bisa menyebabkan kebocoran. Jika ada komponen atau aksesori yang bermasalah, sebaiknya kamu menggantinya terlebih dahulu agar tidak perlu mengerjakannya dua kali.

    Jika sudah diperiksa dengan baik, gunakan sikat untuk membersihkan permukaan dinding toren. Jika toren cukup besar dan memiliki bobot kurang dari 60 kilogram, kamu bisa sampai masuk ke dalam untuk mempermudah pembersihan. Tetapi jika sulit dijangkau, kamu bisa menggunakan gagang sikat yang panjang.

    5. Bersihkan Tutup dan Bagian Luar

    Jangan lupa untuk membersihkan bagian luar dan tutup toren, hingga kotoran debu yang tertumpuk hempas tidak ada sisa.

    6. Bilas dengan Air Bersih

    Setelah membersihkan toren, pastikan dibilas dengan air bersih hingga sisa-sisa busa dan cairan pembersihan hilang.

    7. Isi Ulang Toren

    Jika sudah dibilas dengan maksimal, isi ulang toren sesuai kapasitas dengan air bersih dan aliran air lancar. Pastikan kualitas air jernih dan tidak memiliki warna dan bau. Sehingga, pastikan air di dalam toren tetap bersih dan aman.

    Itulah cara mencuci toren air sendiri di rumah. Pastikan kamu membersihkannya secara berkala jika lumut sudah mengumpul. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Sederhana Bersihkan Toren Sendiri di Rumah dalam 7 Langkah



    Jakarta – Toren air adalah hal paling penting untuk persediaan air bersih dan sebagai cadangan mendapatkan air dan aksesibilitas air bersih. Namun, seiring waktu pemakaian air yang bersumber dari toren bisa menjadi kotor dan menodai bagian luar hingga isinya.

    Dikutip dari Flip, Rabu (17/1/2024), kontaminasi yang terjadi pada toren bisa berupa debu, serangga kotoran hingga bagian dalam akan penuh dengan lumut. Oleh karena kebersihan toren juga diperlukan dan perlu perawatan secara berkala, sehingga air akan tetap tersimpan bersih dan higienis.

    Untuk mengetahui cara mencuci toren air, detikProperti telah merangkum langkah yang harus dilakukan. Simak infografis berikut ini!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mending Toren Air di Atas Rumah atau Bawah Tanah? Ini Pertimbangannya


    Jakarta

    Toren atau tandon merupakan tangki air yang berfungsi sebagai wadah penyimpanan sementara untuk air bersih sebelum digunakan untuk berbagai keperluan.

    Namun, tidak semua rumah, bangunan, dan sejenisnya memiliki fasilitas tangki air ini. Biasanya, pasokan air diperoleh langsung dari sumbernya, seperti pompa sumur atau air PDAM yang disalurkan melalui pipa.

    Bangunan yang tidak mempunyai tangki air mungkin mungkin lebih efisien, tetapi akan kesulitan jika suatu saat listrik mati atau pompa air mengalami masalah.


    Sementara itu tangki air terpasang, walaupun listrik mati atau pompa air bermasalah, air masih tersedia dalam tandon atau toren.

    Nah pemasangannya pun mempengaruhi dari fungsi toren air ini. Ada yang memasang di atas rumah atau di bawah tanah. Keduanya sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan, berikut ulasannya.

    Mending Pasang Toren Air di Atas Rumah atau di Bawah Tanah?

    Jika kamu sedang membangun rumah atau akan memasang toren air, berikut beberapa hal yang mesti dipertimbangkan saat akan memasangnya di atas rumah atau di bawah tanah.

    Pasang Toren Air di Atas Rumah

    Meletakkan tangki air di atas bangunan bukan hanya sekadar memanfaatkan ruang kosong di atap. Dengan memanfaatkan gaya gravitasi, air bersih dapat dialirkan tanpa perlu menggunakan pompa ketika dibutuhkan.

    Selain itu peletakan toren air di atas rumah dipilih karena proses pemasangannya yang lebih mudah dan terjangkau. Perawatannya pun lebih mudah karena letaknya yang terlihat di atas rumah.

    Tetapi pemilihan lokasi di atas rumah juga merupakan suatu kekurangan. Bagi sebagian orang, mungkin toren air akan mengganggu estetika dari sebuah rumah.

    Selain itu, kekurangan yang penting untuk dipertimbangkan adalah beberapa tandon mungkin akan rentan terhadap cuaca, terlebih lagi jika lingkungan rumahnya memiliki cuaca yang ekstrim.

    Ini akan mempengaruhi suhu air yang ada di dalamnya, air bisa saja membeku saat musim dingin atau menjadi panas saat musim panas.

    Dalam beberapa kasus, kapasitas toren air di atas rumah juga mungkin akan lebih terbatas mengingat lokasinya menyesuaikan atap dari sebuah bangunan.

    Pasang Toren Air di Bawah Tanah

    Sebagai alternatif, pemasangan toren air di bawah tanah mungkin bisa menjadi pilihan. Terlebih lagi jika kamu tidak suka dengan pemasangan toren air di atap rumah yang mengganggu estetika.

    Pemasangan toren di bawah tanah tidak akan mengurangi ruang apapun karena letaknya yang di bawah tanah. Ini juga mempengaruhi kapasitas tandon yang lebih versatile daripada penyesuaian kapasitas toren air yang ada di atas rumah.

    Berbeda dengan toren air yang terletak di atas rumah, suhu air yang tersimpan di dalam tanah juga cenderung lebih konsisten karena terlindung dari cuaca ekstrim yang ada di luar.

    Akan tetapi pemasangan tandon air di bawah tanah juga memiliki kekurangan yaitu pengerjaan toren di bawah tanah akan membutuhkan waktu serta biaya yang lebih.

    Selain itu pemasangan pompa air tambahan juga diperlukan untuk mengangkat air dari bawah ke permukaan, sangat berbeda dengan toren air di atas rumah yang bisa memanfaatkan gravitasi untuk mengalirkan air.

    Pemasangan toren di bawah tanah juga perlu mempertimbangkan jenis tanah yang ada, karena tanah dengan kandungan tanah liat yang tinggi tidak disarankan untuk memasang tandon di bawah tanah.

    Tips Memilih Toren Air

    Setelah memilih lokasi peletakan toren, berikut beberapa tips yang mungkin membantumu memilih toren air.

    1. Pastikan kebutuhan air harian Anda untuk memilih tangki dengan kapasitas yang tepat. Kapasitas yang terlalu besar dapat menghambat sirkulasi air.
    2. Pilih produk sesuai budget. Tidak semua produk unggul dalam segala aspek, toren juga memiliki berbagai jenis bahan seperti fiber glass, stainless steel, dan polyethylene. Pilihlah sesuai kebutuhan.
    3. Pilih tangki yang bebas lumut agar air tetap bersih dan tangki lebih awet.
    4. Gunakan tangki dengan material yang tahan sinar UV dan cuaca ekstrem, terutama jika ditempatkan di atas rumah.

    Itu dia ulasan mengenai toren air. Nah sekarang sudah ada gambaran kan toren air akan diletakan di mana?

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Benar Nggak Sih Toren Air Warna Oren Lebih Cepat Tumbuh Lumut Ketimbang Biru?



    Jakarta

    Air merupakan kebutuhan rumah tangga yang sangat esensial. Setiap rumah perlu memiliki pengelolaan air yang baik, salah satunya dengan mencadangkan air bersih menggunakan toren.

    Toren atau tandon air adalah tangki yang berfungsi menampung air bersih. Tangki ini membantu mengantisipasi kondisi kekurangan air. Ada berbagai jenis toren dari segi bahan, bentuk, hingga warna.

    Dari segi warna, toren tersedia dalam warna oren, biru, bahkan hitam. Namun, sebagian masyarakat masih beranggapan toren warna oren lebih mudah ditumbuhi lumut. Benarkah begitu?


    Pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman mengatakan toren berwarna terang, seperti oranye atau kuning lebih mudah pudar akibat paparan sinar matahari. Sementara, toren berwarna gelap seperti biru dan hitam sebaliknya.

    Apabila warna toren sampai pudar, maka sinar matahari bisa menembus masuk ke dalam toren, sehingga dapat memicu pertumbuhan lumut.

    “Jadi, kena matahari itu dia lebih tembus gitu loh, jadi lumut itu lebih malah kena sinar matahari itu cepat lumutan gitu. Oranye itu bukan memantul tapi malah nyerap, makin terang, oranye itu malah nyerap jadi air di toren itu malah gampang lumutan,” ujar Suratman kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Berdasarkan hal itu, banyak konsumen yang lebih cenderung pada toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam. Terpisah, Toko Bangunan Kurnia Jaya mengungkapkan banyak pembeli memilih toren berwarna biru.

    “Kalau banyak orang ada yang bilang biru itu lebih tahan lumut, oranye itu ya biasa gitu,” kata Hendri.

    “Beberapa langganan kita yang beli bahwa ‘kita mau yang warna biru, nih, lebih tahan lumut karena mataharinya nggak bisa nembus ke dalam’,” lanjutnya.

    Mengutip dari detikEdu, (30/10/2023) lumut adalah sejenis tumbuhan yang dapat memproduksi makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari. Selain itu, tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Bryophyta ini mudah tumbuh di daerah yang lembap. Hal ini membuat toren sebagai tempat yang bisa tumbuh lumut karena memang digunakan untuk menampung air.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh! 4 Cara Mencegah Pertumbuhan Lumut di Toren Air


    Jakarta

    Toren air atau tangki air berfungsi untuk penampungan cadangan air di rumah. Kondisi toren yang lembap menjadi tempat yang cocok buat lumut bertumbuh.

    Terkadang lumut bisa tumbuh di dalam toren air karena terpapar sinar matahari langsung ataupun air baku yang kotor. Hal ini bisa mengganggu kebersihan air di rumah, lho.

    Lalu, bagaimana cara mencegah lumur di toren air? Yuk, simak tipsnya berikut ini, dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, Selasa (23/7/2024).


    Cara Cegah Toren Air Lumutan

    1. Tutup tangki dengan rapat

    Lumut akan tumbuh ketika air terkena sinar matahari. Maka dari itu, kalian perlu pastikan bahwa tangki air tertutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang masuk.

    2. Buat pelindung di Atas Toren Air

    Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam. Untuk menghindarinya, kalian bisa memasang pelindung di bagian atas tangki, misalnya seperti memasang atap.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Selain memasang atap, kalian juga bisa mengecat tangki air berbahan plastik dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata supaya tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

    4. Rutin Kuras Toren Air

    Pengurasan tangki air secara rutin dapat menghambat pertumbuhan lumbut. Kuras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Apabila lumut tumbuh dengan cepat, tingkatkan frekuensi pengurasan, misalnya jadi 3-4 bulan sekali.

    Demikian beberapa cara untuk mencegah pertumbuhan lumut padatoren air di rumah. Semoga bermanfaat ya!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tunggu Sampai Mampet, Ini Waktu yang Tepat Bersihkan Toren Air!



    Jakarta

    Setiap rumah pasti memiliki tangki air atau biasa disebut toren. Fungsi dari toren sendiri adalah menampung air siap pakai yang nantinya akan mengalir ke setiap saluran air di rumah seperti dapur, kamar mandi, wastafel, hingga keran halaman depan.

    Kebersihan air di rumah juga dipengaruhi oleh kebersihan dari toren air itu sendiri. Maka dari itu, kamu perlu memastikan toren air dalam keadaan bersih dan terawat. Toren air memang tidak perlu setiap hari dibersihkan karena lumut tidak akan secepat itu menyebar di dalamnya. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk membersihkan toren air?

    Pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman, mengatakan bahwa mayoritas klien menggunakan jasanya saat air di rumah mereka keruh atau keran mampet.


    “Tapi cuci toren itu nunggu air keruh atau mampet baru orang order cuci toren rata-rata,” ungkap Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com beberapa waktu lalu, seperti yang dikutip pada Sabtu (26/10/2024).

    “Rata-rata yang order itu torennya itu kan sampai nggak dicuci bertahun-tahun, nunggu air nggak ngalir, baru order. Rata-rata kayak gitu masalah mampet, banyak lumut, banyak lumpur di saluran,” lanjut Suratman.

    Lebih lanjut, ia mengungkapkan penyebab toren air lebih cepat kotor. Menurutnya pemicu utamanya adalah pertumbuhan lumut dan endapan lumpur di dalam toren tersebut. Pertumbuhan lumut biasanya terjadi karena paparan sinar matahari ke air yang ada di dalam toren. Sementara itu, lumpur di dalam toren berasal dari endapan dari kotoran-kotoran yang ada di dalam kandungan air. Seperti yang diketahui rata-rata rumah di Indonesia memakai air tanah sehingga saat air masuk ke dalam toren air, ada tanah yang terbawa.

    Dua benda ini yang apabila diabaikan justru menyumbat pipa yang menyambungkan toren dengan keran.

    “Jadi keran yang mampet karena lumpur itu jadi endapan di toren itu udah penuh, jadi kotoran itu ke instalasi ke keran. Jadi menutup ke pipa,” jelas Suratman.

    Seberapa Sering Toren Air Harus Dikuras?

    Membersihkan dan menguras toren harus dilakukan rutin, sedikitnya satu sampai dua kali dalam setahun. Banyaknya pengurasan tergantung pada tingkat kebersihan sumber air di tempat tinggal masing-masing.

    “Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” jelas Suratman.

    Suratman menyampaikan Proses membersihkan dan menguras toren pun ternyata hanya memakan waktu sekitar 30 menit hingga satu jam. Sebelum dibersihkan, toren air harus dalam keadaan kosong agar waktu pembersihannya semakin cepat.

    “Kalau biasa kita tuh paling lama satu jam, paling cepat 30 menit, tergantung kondisi air, kosong atau penuh pas kita datang. Kosongin dulu itu hampir setengah jam,” jelas Suratman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Jangka Waktu Toren Air Harus Dibersihkan, Catat!


    Jakarta

    Toren air merupakan salah satu komponen penting dalam penyediaan air di banyak rumah dan gedung. Meskipun sering digunakan, mungkin ada yang belum menyadari pentingnya menjaga kebersihan toren air.

    Pasalnya, air yang disimpan dalam toren berpotensi kotor karena berlumut atau terkontaminasi jika tidak dirawat dengan baik. Lalu, seberapa sering toren air harus dibersihkan?

    Jangka Waktu Toren Air Harus Dikuras

    Berdasarkan informasi yang dibagikan Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (16/9/2023), pengurasan toren air bisa dilakukan setidaknya 6 bulan sekali.


    Jangka waktu tersebut akan membantu menghambat pertumbuhan lumut di tangki air. Munculnya lumut biasanya disebabkan karena toren sering terpapar sinar matahari langsung.

    Jika pertumbuhan lumutnya cepat, maka frekuensi pengurasan juga harus dipercepat. Misalnya, menjadi 3-4 bulan sekali.

    Alasan Toren Air Harus Dikuras

    Alasan kita perlu rutin menguras toren air yaitu agar air bisa selalu tetap bersih. Jika penghuni rumah menggunakan air yang kotor, tentunya hal ini akan berdampak pada kesehatan seperti gatal-gatal ataupun diare.

    Cara agar Toren Air Tidak Berlumut

    • Rutin dibersihkan.
    • Toren air harus ditutup rapat, agar tidak ada sinar matahari yang masuk.
    • Membuat pelindung di atas tangki dengan warna cerah, agar meminimalisir cahaya matahari yang masuk.
    • Melakukan pengecatan ke toren air agar cahaya tidak mudah menembus dinging tangki.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Toren Air Letaknya di Atas Bangunan? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Jika kamu perhatikan, kebanyakan toren atau tonden air letaknya di lantai teratas rumah dan masih dipasang menara besi lagi. Ada pula yang meletakkannya di halaman rumah, tetapi tetap dipasang menara besi di bawahnya sehingga tidak menempel di tanah. Kira-kira kenapa ya?

    Dilansir detikEdu, hal ini dapat dijelaskan secara ilmiah. Seperti yang kita ketahui di Bumi berlaku yang namanya gaya gravitasi. Di mana semua benda yang berada di atas Bumi akan selalu ditarik ke arah pusat Bumi, begitu pula dengan air yang bergerak ke tempat yang lebih rendah.

    Toren air pasti berisi sekian liter air sesuai massa tampungnya. Semakin tinggi letak muka air, semakin besar jumlah air yang mengalir sesuai dengan hukum debit air yakni ukuran jumlah air yang mengalir dalam satuan waktu. Maka dari itu, semakin tinggi letak toren, semakin deras pula air yang akan mengalir ke keran di rumah.


    Di samping itu, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman juga mengungkapkan hal yang sama bahwa toren yang dipasang di tempat yang tinggi dapat mendorong aliran air keluar lebih kencang.

    “Kalau menurut ilmu Fisika ya Pak, makin tinggi (torennya), tekanan (air) makin kencang,” jelas Suratman kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Ketinggian letak toren ini bisa disesuaikan dengan ketinggian rumah. Kemudian, kunci lainnya agar debit air yang keluar lebih kencang adalah pipa saluran air tersebut juga harus berdiameter besar.

    Ada beberapa jenis pipa yang digunakan untuk menyambungkan toren ke keran di rumah berdasarkan ukuran diameter, yaitu ½, ¾, dan 1 inch. Ia menyarankan untuk menggunakan pipa berdiameter 1 inch jika kamu ingin air yang mengalir ke keran rumah lebih deras.

    “Diameter pipa yang turun sama ketinggian, semakin gede makin tinggi makin gede yang turun. Tapi dengan syarat pipanya yang gede, kalau pipa yang 0,5 ya gede tapi lama-lama kecil,” kata Suratman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com