Tag: toren air

  • Konon Toren Air Warna Terang Lebih Cepat Lumutan, Ini Kata yang Bikin



    Jakarta

    Ada anggapan bahwa warna toren yang cerah dapat membuat pertumbuhan lumut lebih cepat daripada yang berwarna gelap. Hal ini dikarenakan warna yang cerah dapat ditembus oleh cahaya matahari, sementara toren warna gelap tidak.

    Namun, saat ini banyak sekali terlihat rumah-rumah warga yang justru memakai toren air warna oranye cerah. Lantas, anggapan itu benar nggak ya?

    Menurut Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega anggapan tersebut kurang tepat. Warna bukan penyebab utama pertumbuhan lumut di dalam toren air. Penyebab utama munculnya lumut di dalam toren adalah faktor ketebalan pada dinding toren air.


    “Warnanya kedap cahaya, itu dijamin nggak akan lumutan. Yang penting pokoknya nggak ada sinar matahari yang masuk ke dalam tangki. Jadi yang penting itu dindingnya kedap cahaya,” kata Mega saat ditemui di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).

    Ia menjelaskan produk toren saat ini, terutama milik Pinguin sudah dilengkapi dengan 4 lapisan sehingga cahaya matahari tidak akan masuk ke dalam toren.

    Cara untuk mengetes ada kebocoran cahaya ke dalam toren adalah dengan memasukkan kamera ke dalam toren. Kemudian, tutup rapat-rapat beberapa saat. Cek hasil rekaman, apakah ada cahaya yang terekam atau justru gelap gulita setelah toren ditutup. Apabila gelap, berarti toren tersebut sudah kedap cahaya dan pemiliknya tidak perlu khawatir akan pertumbuhan lumut.

    “Sekarang kan kayak gini, misalnya warnanya cerah-cerah. Tapi nggak akan masuk cahaya karena sebenarnya itu cerah bagian depannya doang. Jadi memang kita udah rancang supaya cahaya nggak tembus. Terus supaya dia kuat selama bertahun-tahun, berpuluh puluh tahun,” jelasnya.

    Mega mengungkapkan saat ini warna toren air pun sudah beragam, tidak terbatas pada oranye cerah dan biru tua. Untuk mengikuti pasar, warna yang hadir justru warna-warna pastel dan earth tone. Konsumen juga tidak perlu khawatir karena warna tersebut tidak akan memicu pertumbuhan lumut.

    Mengenai banyaknya pemakaian toren warna oranye dan biru tua daripada warna-warna lainnya, Mega mengatakan dua warna tersebut merupakan warna yang paling banyak diambil oleh supplier seperti toko bahan bangunan. Selain itu, warna oranye dan biru tua merupakan warna-warna awal yang telah ada sejak produk toren air rilis.

    “Karena memang kalau di distributor toko, kan kita ada distribusi ke toko-toko. Biasanya mereka ambil warnanya yang oranye sama biru tua. Biasanya mereka nyetok torenya yang 2 warna ini,” ungkapnya.

    Kemudian, faktor lain yang membuat toren air cepat berlumut adalah kondisi air di rumah tersebut. Jadi bukan hanya karena cahaya matahari yang menembus ke dalam toren air, melainkan kualitas air rumah tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Tinggi Ideal Pasang Toren di Atas Rumah



    Jakarta

    Toren air adalah tabung khusus untuk menampung air yang akan digunakan untuk keperluan sehari-hari keluarga. Jika diperhatikan, ada toren air yang diletakkan di atas rumah, ada pula yang sejajar dengan tanah.

    Banyak yang mengatakan toren diletakkan di atas rumah lebih baik untuk memudahkan air turun karena tekanan air mengikuti gravitasi. Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega membenarkan hal tersebut. Dengan posisi toren air di atas, air tetap bisa mengalir meskipun tidak ada pompa pendorong. Rumah dalam keadaan dialiri listrik ataupun tidak, air tetap bisa keluar lewat keran-keran di rumah.

    “Sebenarnya lebih ke tekanan air sih. Jadi kalau misalnya pengen aliran airnya kencang, deras (toren harus di atas). Kadang ada orang yang pengen nggak usah pakai pompa deh, biar kalau mati lampu, airnya tetap bisa ngalir,” kata Mega saat ditemui di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).


    Mega mengatakan ketinggian toren maksimal untuk di rumah-rumah adalah 7 meter dari lokasi keran paling bawah. Sementara jarak minimalnya adalah 3 meter. Jarak ini memudahkan air turun, meski tidak dibantu pompa pendorong.

    “Jadi kalau misalnya pengen aliran airnya kencang, deras, itu memang ada ketentuannya 7 meter dari titik keran. Dia (toren) harus 7 meter itu (terutama) kalau pakai shower. Kalau dia pakai keran biasa, itu 3 meter cukup,” sebutnya.

    Namun, toren juga tidak masalah jika ingin diletakkan sejajar dengan tanah. Namun, perlu dibantu dengan pompa pendorong.

    “Jadi misalnya kalau udah pakai pompa pendorong, berarti mau ditaruh di ketinggian berapapun, dia akan tetap bisa alir ke dalam rumah,” ungkapnya.

    Kemudian, toren juga sekarang ada yang memiliki bukaan di bagian bawah sehingga perlu memakai kaki penyangga dan tidak langsung bersentuhan dengan permukaan atap rumah atau tanah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Waktu yang Tepat Kuras Toren Biar Nggak Berlumut



    Jakarta

    Toren air harus dibersihkan secara berkala. Sebab, toren air mudah sekali berlumut, muncul endapan pasir, hingga kapur. Kotoran-kotoran tersebut dapat mempengaruhi kualitas air dan menyumbat pipa.

    Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega menyarankan untuk secara teratur membersihkan toren air, sekitar 6 bulan sekali.

    “Kalau kita anjurannya 3 sampai 6 bulan sekali. Tapi balik lagi tergantung kualitas air. Kan ada yang pakai air tanah, terus misalnya banyak andapan pasir. Nah itu mungkin bisa lagi sering dikuras supaya nggak ada kotoran,” kata Mega saat ditemui di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).


    Apabila kualitas air kurang bagus seperti warnanya kekuningan, banyak sendimen di dalamnya, atau bahkan berlumpur, disarankan untuk menguras toren sebulan sekali. Selain itu, untuk kualitas airnya yang kurang bagus, bisa menambahkan filter di tempat air masuk ke toren.

    “Kita sarankan lagi pakai filter air. Jadi setelah toren dipasang, nanti pasang filter air buat nyaring sedimen,” terangnya.

    Kemudian, untuk cara mengurasnya sebenarnya sama seperti membersihkan wadah biasa sehingga bisa dilakukan sendiri. Sebab, beberapa toren air saat ini sudah dilengkapi pipa pembuangan di bawah toren sehingga mudah untuk membuang air tanpa harus memindahkan letak toren tersebut.

    Untuk mencegah pertumbuhan lumut berlebih, Mega menyarankan untuk mencari jenis toren yang memang kedap cahaya. Sebab, cahaya juga bisa memicu munculnya jamur di dalam toren. Ia juga menegaskan jika warna bukan alasan toren bisa berlumut, melainkan ketebalan dindingnya. Semakin tebal dinding toren, maka cahaya juga akan sulit untuk masuk.

    “Warnanya kedap cahaya, itu dijamin nggak akan lumutan. Yang penting pokoknya nggak ada sinar matahari yang masuk ke dalam tangki. Jadi yang penting itu dindingnya kedap cahaya,” ujarnya.

    Cara untuk mengetes ada kebocoran cahaya di dalam toren adalah dengan memasukkan kamera ke dalam toren. Kemudian, tutup rapat-rapat beberapa saat. Cek hasil rekaman, apakah ada ada cahaya yang terekam atau justru gelap gulita setelah toren ditutup. Apabila gelap, berarti toren tersebut sudah kedap cahaya dan pemiliknya tidak perlu khawatir pertumbuhan lumut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Gatal Usai Mandi? Bisa Jadi Gara-Gara Toren Air Berlumut


    Jakarta

    Toren atau disebut juga tandon air merupakan alat yang berfungsi sebagai wadah menyimpan air bersih. Toren air dapat ditemukan dengan mudah di banyak rumah penduduk.

    Penggunaan toren air dapat memudahkan masyarakat untuk memperoleh air bersih. Namun, sering kali ditemukan toren air yang berlumut sehingga yang keluar justru air kotor dan berwarna hijau.

    Kualitas air tersebut tentu tidak bisa digunakan untuk mandi dan mencuci. Jika air tetap digunakan maka bisa memicu penyakit seperti kulit gatal-gatal dan gangguan saluran pencernaan. Mau tak mau kamu harus membersihkan toren air dari sisa-sisa lumut yang menempel.


    Sebagai pemilik rumah, penting juga untuk mengetahui sejumlah penyebab toren air menjadi berlumut. Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.

    Penyebab Toren Air Berlumut

    Adanya lumut di dalam toren air bukan tanpa sebab. Dikutip dari catatan detikProperti, berikut sejumlah penyebab toren air berlumut:

    1. Sinar Matahari

    Toren air yang terpapar sinar matahari secara langsung bisa memicu lumut. Pada umumnya, banyak warga yang menempatkan toren air di bawah sinar matahari langsung, sehingga tak heran kalau ditumbuhi lumut seiring waktu.

    Solusi dari masalah ini adalah memasang pelindung toren agar tidak terpapar sinar matahari. Kamu juga bisa memilih tandon air berwarna gelap agar dapat menghalangi cahaya masuk ke dalam toren.

    2. Air Baku yang Kotor

    Jika air yang digunakan untuk mengisi toren punya kualitas buruk, maka lumut dapat tumbuh di dalamnya. Hal ini karena air mengandung jamur sehingga lumut dapat tumbuh lebih cepat.

    Bahkan, air bersih pun juga bisa menyebabkan tandon jadi berlumut karena ada beberapa partikel tanah yang ikut terbawa saat memompa air. Solusinya adalah dengan rutin menguras toren minimal 3-4 bulan sekali.

    3. Udara Lembap

    Udara lembap juga menjadi pemicu tumbuhnya lumut di dalam toren. Ditambah lagi jika posisi toren berada di bawah sinar matahari langsung, maka lumut dapat tumbuh dengan cepat.

    Demi mencegah tandon air berlumut di kemudian hari, sebaiknya dilakukan pengecekan secara berkala. Selain itu, pastikan toren air sudah ditutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang bisa masuk ke dalam.

    Demikian tiga penyebab toren air di rumah jadi berlumut. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Lengkap Membersihkan Toren Air Rumah, Jangan Sampai Salah!


    Jakarta

    Toren air memiliki fungsi penting sebagai persediaan air bersih di rumah. Agar penghuni bisa mendapatkan air yang bersih dan segar, maka toren wajib dibersihkan secara rutin.

    Perlu diingat, toren air yang tidak dibersihkan hingga berbulan-bulan dapat memicu tumbuhnya lumut. Hal tersebut membuat air jadi kotor sehingga tidak layak digunakan untuk mandi atau mencuci. Jika dipaksakan maka bisa memicu kulit gatal-gatal dan gangguan pencernaan.

    Maka dari itu, penting untuk merawat dan menjaga kebersihan toren air di rumah. Namun, kamu juga tidak bisa membersihkan toren secara sembarangan. Simak panduan membersihkan toren yang benar dalam artikel ini.


    Panduan Membersihkan Toren Air dengan Tepat

    Toren atau disebut juga tandon air perlu dibersihkan dan dikuras isinya agar tidak ditumbuhi lumut. Disarankan untuk menguras toren air minimal 3-4 bulan sekali agar terlepas dari masalah lumut.

    Mengutip catatan detikProperti, berikut langkah-langkah membersihkan toren air dengan benar:

    Alat dan Bahan

    • Sikat
    • Spons
    • Scrubber atau saringan lumut
    • Kaporit
    • 3 sdm garam dengan 2 liter air yang sudah didihkan (opsional)
    • Cuka putih (opsional).

    Langkah-langkah Membersihkan Toren Air

    Setelah menyiapkan alat dan bahan di atas, kini ikuti caranya di bawah ini:

    1. Matikan Pompa Air

    Langkah yang pertama adalah dengan mematikan pompa air agar tidak ada air mengalir saat proses mencuci toren. Hal ini juga membantu mempercepat proses menguras dan memastikan pembersihan tandon dilakukan secara optimal.

    2. Buang Sisa Air di Dalam Toren

    Sebelum dimulai proses pembersihan, pastikan kamu sudah mengabarkan kepada penghuni rumah bahwa toren air akan dibersihkan sehingga tidak dapat digunakan sementara waktu. Kemudian buang sisa air di dalam toren agar air yang terkontaminasi dengan kuman dan jamur bisa terbuang dan tidak digunakan.

    3. Buang Kotoran yang Mengumpul

    Langkah berikutnya adalah membuang tumpukan kotoran seperti lumut, alga, tanah, dan pasir yang menumpuk di dalam toren. Gunakan alat yang dapat menyeka seluruh lumut seperti sikat dan spons agar kotoran bisa terangkat sepenuhnya.

    4. Sikat Permukaan Toren

    Sebelum menyikat, kamu perlu mengecek komponen toren yang terhubung, seperti valve atau keran, pipa, pompa, serta fitting inlet dan outlet. Periksa seluruh komponen agar saat dibersihkan tidak memicu kerusakan, putus, atau menimbulkan celah yang menyebabkan kebocoran.

    Jika ditemukan ada komponen atau aksesori yang bermasalah, sebaiknya diganti terlebih dahulu agar tidak perlu mengerjakannya dua kali.

    Kalau komponen sudah diganti, kini saatnya melakukan proses pembersihan pada permukaan toren. Jika ukuran tandon cukup besar dan kamu memiliki bobot kurang dari 60 Kg, kamu dapat masuk ke dalam toren untuk mempermudah pembersihan. Namun kalau sulit dijangkau kamu bisa menggunakan gagang sikat yang panjang.

    5. Bersihkan Tutup dan Bagian Luar Toren

    Setelah membersihkan bagian dalam, jangan lupa untuk menyikat area luar toren sampai bersih. Bersihkan juga bagian tutup toren agar tidak ada lagi sisa lumut dan kotoran yang menempel.

    6. Bilas dengan Air Bersih

    Setelah membersihkan toren hingga seluruh lumut dan kotoran terangkat, pastikan kamu membilasnya dengan air bersih hingga sisa-sisa busa dan cairan sabun larut secara menyeluruh.

    7. Isi Ulang Toren

    Langkah terakhir, isi ulang toren dengan air bersih sesuai kapasitasnya. Pastikan kualitas airnya bersih, jernih, tidak berwarna, dan tidak bau. Dengan begitu, kamu bisa menggunakan air di dalam toren hingga jangka waktu lama sampai nantinya tandon dikuras kembali.

    Demikian panduan membersihkan toren air yang berlumut dengan tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mudah Cegah Lumut di Toren Air, Nggak Perlu Ribet!



    Jakarta

    Toren air atau tandon air merupakan penampungan cadangan air yang biasa diletakkan di atap rumah. Fungsinya sangat vital, yaitu menyimpan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan memasak.

    Namun, karena toren selalu terisi air, kondisi di dalamnya menjadi lembap dan rentan ditumbuhi lumut. Jika dibiarkan, pertumbuhan lumut ini bisa membuat air menjadi keruh, berbau, dan tidak layak pakai.

    Kondisi lembap, paparan sinar matahari langsung, hingga kualitas air baku yang buruk menjadi penyebab utama toren cepat ditumbuhi lumut. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?


    Dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), berikut ini tips mencegah pertumbuhan lumut di toren air rumah:

    1. Pastikan Tangki Air Tertutup Rapat

    Lumut tumbuh subur saat air terkena cahaya matahari. Oleh karena itu, pastikan toren air selalu dalam kondisi tertutup rapat. Penutup yang baik akan menghalangi sinar matahari masuk dan menjaga kualitas air tetap bersih.

    2. Pasang Pelindung atau Atap di Atas Toren

    Banyak toren berbahan plastik dan berwarna cerah yang memungkinkan cahaya menembus ke dalam. Solusinya, pasang pelindung atau kanopi di atas toren agar tidak terpapar sinar matahari langsung. Dengan begitu, suhu dan kelembapan di dalam toren bisa lebih terkontrol.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Alternatif lain untuk meminimalisir masuknya cahaya adalah dengan mengecat toren menggunakan warna gelap. Warna gelap seperti hitam atau biru tua mampu menghalangi penetrasi cahaya, sehingga menekan pertumbuhan lumut di dalam toren.

    4. Kuras Toren Secara Rutin

    Langkah terakhir yang tak kalah penting adalah menguras toren secara berkala. Idealnya, toren air dikuras setiap 6 bulan sekali. Namun, jika lumut tumbuh lebih cepat, lakukan pengurasan setiap 3-4 bulan sekali agar air tetap higienis dan sehat digunakan.

    Menjaga kebersihan toren air adalah bagian penting dari upaya menjaga kesehatan keluarga. Jangan tunggu sampai air berubah warna atau berbau! Lakukan perawatan sederhana namun rutin agar toren bebas lumut dan air tetap bersih.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Ampuh Cegah Toren Air Berlumut biar Selalu Bersih


    Jakarta

    Toren air adalah tempat penyimpanan cadangan air bersih untuk rumah. Tangki ini bisa ditumbuhi lumut yang mengganggu kebersihan air.

    Pertumbuhan lumut biasanya dipicu oleh kondisi tangki yang lembap, mengingat ada kandungan air di dalamnya. Lalu, paparan sinar matahari ke toren air juga memicu lumut untuk tumbuh.

    Jika ingin menjaga air tetap bersih, pemilik perlu mencegah lumut di toren air. Simak caranya berikut ini.


    Tips Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

    Inilah beberapa cara mencegah lumut tumbuh di toren air, dikutip dari arsip berita detikProperti.

    1. Rutin Kuras Toren Air

    Penghuni bisa menghambat pertumbuhan lumut dengan menguras toren air secara rutin. Sebaiknya kuras tangki air minimal 6 bulan sekali. Kalau lumut cepat tumbuh, pemilik bisa lebih sering menguras air, misalnya 3-4 bulan sekali.

    2. Tutup Tangki dengan Rapat

    Pastikan tangki air tertutup dengar rapat agar sinar matahari tidak masuk. Lumut dapat tumbuh saat air terkena sinar matahari.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Sinar matahari dapat menembus dinding tangki yang berwarna cerah. Untuk mencegah hal ini, pemilik bisa mengecat toren air berbahan plastik menggunakan warna gelap. Pastikan pengecatan dilakukan secara merata dan tebal.

    4. Pasang Atap di Atas Toren Air

    Selain itu, pemilik bisa memasang atap di atas toren air. Atap tersebut akan melindungi toren dari cahaya matahari, sehingga tidak menembus masuk dan memicu pertumbuhan lumut.

    Itulah cara untuk menghindari pertumbuhan lumut di toren air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Cegah Lumut Tumbuh di Toren Biar Air Tak Tercemar



    Jakarta

    Toren air alias tangki penyimpanan air bersih jadi komponen penting di rumah. Namun, toren yang jarang diperhatikan kebersihannya bisa ditumbuhi lumut, loh!

    Kondisi toren yang lembap serta paparan sinar matahari langsung bisa memicu tumbuhnya lumut. Jika dibiarkan, air cadangan bisa tercemar dan membahayakan kesehatan penghuni rumah.

    Nah, supaya air tetap bersih dan aman digunakan, penting untuk mencegah lumut tumbuh di dalam toren. Dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian PUPR, berikut ini langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:


    1. Pastikan Tangki Tertutup Rapat

    Lumut tumbuh karena adanya sinar matahari yang menembus ke dalam air. Untuk mencegah hal itu, pastikan tutup toren selalu dalam kondisi rapat dan tidak terbuka. Jangan biarkan sinar matahari menyelinap ke dalam tangki, ya!

    2. Pasang Pelindung atau Atap

    Kalau toren terbuat dari bahan plastik dan berwarna cerah, cahaya bisa dengan mudah menembus ke dalam. Solusinya, kamu bisa menambahkan pelindung seperti atap atau kanopi di atas toren agar tidak langsung terkena sinar matahari.

    3. Cat Toren dengan Warna Gelap

    Alternatif lain untuk menghalangi cahaya masuk ke dalam toren adalah dengan mengecat dinding luar toren menggunakan warna gelap. Warna hitam atau biru tua bisa membantu menyerap cahaya dan mencegah penetrasi sinar ke dalam air.

    4. Kuras Toren Secara Berkala

    Meski sudah dilindungi, kamu tetap harus rutin menguras toren. Idealnya, lakukan pengurasan minimal 6 bulan sekali. Kalau lumut sudah mulai muncul lebih cepat, tingkatkan frekuensi jadi 3-4 bulan sekali agar kualitas air tetap terjaga.

    Dengan menjaga kebersihan toren air, kamu tak hanya mencegah lumut tapi juga memastikan air cadangan di rumah tetap higienis dan aman digunakan. Yuk, mulai jadwalkan perawatan toren secara rutin!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Toren Air Suka Ditumbuhi Lumut, Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Setiap rumah harus punya cadangan air bersih, caranya dengan menampungnya di toren air. Namun, kondisi tangki yang lembap karena berisi air rawan ditumbuhi lumut.

    Selain lembap, paparan sinar matahari mendukung pertumbuhan lumut. Meski tidak berbahaya, lumut tersebut dapat mempengaruhi kebersihan air.

    Oleh karena itu, penghuni rumah perlu menjaga kondisi toren air agar senantiasa bersih dan tidak ditumbuhi lumut. Simak caranya dalam artikel ini.


    Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

    Inilah beberapa langkah untuk merawat toren air agar tidak ditumbuhi lumut, dikutip dari arsip berita detikProperti.

    1. Rutin Kuras Air Toren

    Penghuni rumah bisa mencegah pertumbuhan lumut dengan menguras airnya secara rutin. Sebaiknya kuras air tangki minimal 6 bulan sekali. Jika lumut cepat tumbuh, penghuni perlu lebih sering menguras air sekitar 3-4 bulan sekali.

    2. Cat Tangki dengan Warna Gelap

    Paparan sinar matahari yang menembus lapisan toren air memicu pertumbuhan lumut. Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam.

    Penghuni dapat menghalangi paparan cahaya tersebut dengan mengecat tangki berbahan plastik dengan warna gelap. Pastikan lapisan cat tebal dan merata agar tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

    3. Pastikan Tangki Tertutup Rapat

    Selain itu, sinar matahari bisa menembus tutup tangki yang tidak tertutup rapat. Tutup tangki dengan benar agar tidak ada cahaya yang masuk.

    4. Pasang Pelindung di Atas Toren Air

    Terakhir, penghuni rumah bisa memberi perlindungan tambahan pada toren air dengan memasang atap. Pasang pelindung di atas tangki untuk menghindari paparan matahari.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah pertumbuhan lumut di toren air. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Toren Bocor Bikin Air Cepat Habis? Ini Cara Perbaikinya Tanpa Perlu Bongkar


    Jakarta

    Toren adalah tempat untuk menampung cadangan air bersih di rumah. Setelah lama digunakan, toren air dapat mengalami kerusakan hingga terjadi kebocoran. Kalau toren bocor, pasokan air bisa cepat habis.

    Kerusakan kecil pada toren sulit buat disadari oleh penghuni rumah. Penghuni perlu mengenali tanda-tanda toren air bocor.

    Tanda toren bocor antara lain air yang keluar dari keran kecil, bahkan cepat habis. Lalu, ketika toren sudah diisi, airnya tak kunjung penuh.


    Jika dibiarkan, kerusakan toren bakal semakin parah. Celah pada tangki pun dapat memicu pertumbuhan lumut dan alga di dalam toren.

    Lantas, bagaimana cara memperbaiki toren air yang bocor? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Toren Air Bocor

    Dikutip dari Water Tank Factory, toren air yang bocor tidak selalu harus dibongkar dan digantikan baru. Pemilik rumah masih bisa memperbaiki toren air bocor. Berikut ini cara memperbaiki toren air berbahan plastik.

    1. Tutup dengan Lem

    Pemilik rumah dapat mengatasi toren air bocor menggunakan produk penutup kebocoran menggunakan lem khusus pada tempat penyimpanan air. Cara ini cocok untuk mengatasi kebocoran kecil pada tangki air.

    2. Pengelasan Poli

    Selain itu, retakan berukuran kecil hingga besar dapat diatasi oleh tenaga ahli. Mereka bisa menutup retakan dengan teknik pengelasan poli, yakni material dipanaskan agar menyatu kembali.

    3. Perbaiki Pipa

    Toren air bocor bisa disebabkan karena ada pipa yang tersumbat, retak, atau pecah. Periksa bagian ring dan gasket untuk mencari indikasi terjadi aus. Lalu, tutup celah yang berpotensi jadi tempat keluar air menggunakan lakban khusus.

    Itulah cara memperbaiki toren air bocor tanpa perlu bongkar pasang. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com