Tag: toren air

  • Toren Air Harus Sering Dibersihkan Agar Tak Berlumut, Ini Waktu Idealnya



    Jakarta

    Lumut merupakan ancaman bagi toren air atau tangki air yang jarang dibersihkan. Lumut bukan hanya berpengaruh pada kebersihan air, melainkan dapat menyumbat saluran sehingga air yang keluar dari keran sering kali sedikit dan tidak deras.

    Selain jarang dibersihkan, lumut pada toren disebabkan karena kualitas dinding toren air yang terlalu tipis sehingga cahaya mudah sekali menembus. Selama dinding toren air tebal, tidak ada celah untuk cahaya masuk pagi dan malam, air bisa tetap bersih dan pertumbuhan lumut dapat dicegah.

    Penyebab lainnya toren air sering kotor adalah kondisi airnya tidak jernih, warnanya kekuningan, dan mengandung kapur. Kondisi air seperti ini bisa memicu gatal-gatal hingga alergi kulit. Oleh karena itu, ketahui waktu yang tepat untuk membersihkan toren air.


    Waktu Ideal Bersihkan Toren Air

    Berdasarkan informasi yang dibagikan Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pengurasan toren air bisa dilakukan setidaknya 6 bulan sekali.

    Jangka waktu tersebut dapat membantu menghambat pertumbuhan lumut di tangki air. Munculnya lumut biasanya disebabkan karena toren sering terpapar sinar matahari langsung.

    Jika pertumbuhan lumutnya cepat, maka frekuensi pengurasan juga harus dipercepat. Misalnya, menjadi 3-4 bulan sekali.

    Cara Agar Toren Air Tidak Berlumut

    Supaya air selalu dalam keadaan bersih, berikut cara agar toren air tidak berlumut.

    • Rutin dibersihkan
    • Toren air harus ditutup rapat, agar tidak ada sinar matahari yang masuk
    • Membuat pelindung di atas tangki dengan warna cerah, agar meminimalisir cahaya matahari yang masuk
    • Melakukan pengecatan ke toren air agar cahaya tidak mudah menembus dinging tangki

    Itulah waktu yang tepat untuk membersihkan toren air, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Toren Berlumut Bukan Karena Warnanya Cerah, Begini Faktanya



    Jakarta

    Jika diperhatikan warna toren yang paling banyak dipakai di rumah-rumah antara oranye dan biru tua. Namun saat ini lebih banyak orang memakai warna biru tua atau gelap karena beranggapan warna cerah dapat memicu pertumbuhan lumut di dalam.

    Warna cerah dinilai lebih mudah ditembus matahari. Cahaya yang tembus ke dalam toren dapat memicu pertumbuhan fotosintetik lumut. Lantas, apakah anggapan itu benar nggak ya?

    Menurut Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega anggapan tersebut tidak benar. Penyebab toren cepat berlumut bukan karena warna yang dipakai, melainkan ketebalan dindingnya. Dinding yang tipis dan transparan membuat cahaya tembus ke dalam. Apabila material dinding yang dipakai tebal dan tidak tembus cahaya, warna cerah atau gelap akan aman dari lumut.


    “Warnanya kedap cahaya, itu dijamin nggak akan lumutan. Yang penting pokoknya nggak ada sinar matahari yang masuk ke dalam tangki. Jadi yang penting itu dindingnya kedap cahaya,” kata Mega saat ditemui di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).

    Ia menjelaskan produk toren saat ini, terutama milik Pinguin sudah dilengkapi dengan 4 lapisan sehingga cahaya matahari tidak akan masuk ke dalam toren.

    Cara untuk mengetahui dinding toren tebal adalah dengan meletakkan ponsel ke dalam toren yang kering dengan fitur video aktif. Setelah itu, tutup rapat. Ambil ponsel tersebut semenit kemudian untuk melihat hasil rekaman ada kebocoran cahaya atau tidak. Apabila hasil rekamannya gelap tidak ada cahaya yang masuk setelah toren ditutup, berarti toren tersebut tidak mudah ditumbuhi lumut.

    “Sekarang kan kayak gini, misalnya warnanya cerah-cerah. Tapi nggak akan masuk cahaya karena sebenarnya itu cerah bagian depannya doang. Jadi memang kita udah rancang supaya cahaya nggak tembus. Terus supaya dia kuat selama bertahun-tahun, berpuluh puluh tahun,” jelasnya.

    Selain karena ketebalan toren, faktor lain yang membuat toren air cepat berlumut adalah kondisi air di rumah tersebut. Jadi bukan hanya karena cahaya matahari yang menembus ke dalam toren air, melainkan kualitas air rumah tersebut.

    Mega mengungkapkan saat ini warna toren air pun sudah beragam, tidak terbatas pada oranye cerah dan biru tua. Untuk mengikuti pasar, warna yang hadir justru warna-warna pastel dan earth tone. Konsumen juga tidak perlu khawatir karena warna tersebut tidak akan memicu pertumbuhan lumut.

    Mengenai banyaknya pemakaian toren warna oranye dan biru tua daripada warna-warna lainnya, Mega mengatakan dua warna tersebut merupakan warna yang paling banyak diambil oleh supplier seperti toko bahan bangunan. Selain itu, warna oranye dan biru tua merupakan warna-warna awal yang telah ada sejak produk toren air rilis.

    “Karena memang kalau di distributor toko, kan kita ada distribusi ke toko-toko. Biasanya mereka ambil warnanya yang oranye sama biru tua. Biasanya mereka nyetok torenya yang 2 warna ini,” ungkapnya.

    Itulah penjelasan mengenai penyebab toren banyak lumut yang ternyata bukan karena warnanya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Tinggi Ideal Pasang Toren Air di Atas Rumah? Segini Anjurannya



    Jakarta

    Jika melihat pemandangan rumah-rumah dari atas, biasanya terlihat tabung besar berwarna biru, oren, atau hitam di atapnya. Tabung itu adalah toren air yang fungsinya menampung cadangan air bersih.

    Toren air sering kali dipasang di atas untuk memudahkan air turun mengikuti gaya gravitasi. Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega menjelaskan posisi toren tersebut membuat air bisa mengalir tanpa ada pompa pendorong. Air bisa tetap mengalir meski listrik di rumah padam.

    “Sebenarnya lebih ke tekanan air sih. Jadi kalau misalnya pengin aliran airnya kencang, deras (toren harus di atas). Kadang ada orang yang pengin enggak usah pakai pompa deh, biar kalau mati lampu, airnya tetap bisa ngalir,” kata Mega kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


    Lantas, seberapa tinggi toren air perlu dipasang di atas rumah?

    Menurut Mega, ketinggian maksimal toren air adalah 7 meter dari lokasi keran paling bawah. Sementara itu, paling pendek pemasangan toren air adalah 3 meter. Jarak tersebut cukup untuk air turun tanpa pompa pendorong.

    “Jadi kalau misalnya pengin aliran airnya kencang, deras, itu memang ada ketentuannya 7 meter dari titik keran. Dia (toren) harus 7 meter itu (terutama) kalau pakai shower. Kalau dia pakai keran biasa, itu 3 meter cukup,” jelasnya.

    Jika pemilik rumah ingin meletakkan toren air sejajar dengan tanah, hal itu masih memungkinkan. Namun, pastikan untuk memasang pompa pendorong.

    “Jadi misalnya kalau udah pakai pompa pendorong, berarti mau ditaruh di ketinggian berapapun, dia akan tetap bisa alir ke dalam rumah,” ungkapnya.

    Selain itu, sekarang toren air ada yang memiliki bukaan di bagian bawah. Model tangki tersebut memerlukan kaki penyangga sehingga tidak langsung bersentuhan dengan permukaan atap atau tanah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Simak juga Video ‘Waspada! Toren Bisa Jadi Sumber Penyakit’:

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Waktu Ideal buat Kuras Toren Air? Ini Rekomendasinya



    Jakarta

    Toren air adalah tempat untuk menyimpan cadangan air bersih di rumah. Meski isinya air bersih, penghuni rumah perlu membersihkan atau menguras toren air secara berkala.

    Jika toren air dibiarkan kotor, kualitas air bakal terganggu dan pipa bisa tersumbat. Soalnya, tangki ini mudah berlumut dan muncul endapan pasir hingga kapur.

    Lalu, kapan saatnya toren air dikuras dan dibersihkan? Berikut ini penjelasannya.


    Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega menganjurkan agar toren air dibersihkan secara teratur. Ia menyebutkan waktu untuk pengurasan sekitar 6 bulan sekali.

    “Kalau kita anjurannya 3 sampai 6 bulan sekali. Tapi balik lagi tergantung kualitas air. Kan ada yang pakai air tanah, terus misalnya banyak endapan pasir. Nah itu mungkin bisa lagi sering dikuras supaya nggak ada kotoran,” kata Mega kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Jika kalau kualitas air kurang bagus di rumah, sebaiknya kuras toren sebulan sekali. Kondisi air yang dimaksud seperti warnanya kekuningan, terdapat banyak sedimen atau berlumpur.

    “Kita sarankan lagi pakai filter air. Jadi setelah toren dipasang, nanti pasang filter air buat nyaring sedimen,” terangnya.

    Kemudian, cara kuras toren air sama seperti membersihkan wadah biasa sehingga dapat dilakukan sendiri. Beberapa toren air pun sekarang sudah ada yang punya pipa pembuangan di bawahnya. Dengan begitu, penghuni lebih mudah membuang air tanpa perlu memindahkan letak toren.

    Cara Cegah Toren Air Berlumut

    Selain itu, penghuni dapat mencegah pertumbuhan lumut berlebih untuk menjaga kebersihan air. Mega menyarankan untuk menggunakan toren yang kedap cahaya. Cahaya dapat memicu pertumbuhan jamur di dalam toren.

    Bukan soal warna toren, ia menegaskan ketebalan dindingnya yang mempengaruhi pertumbuhan lumut. Semakin tebal dinding toren, maka cahaya akan sulit masuk.

    “Warnanya kedap cahaya, itu dijamin nggak akan lumutan. Yang penting pokoknya nggak ada sinar matahari yang masuk ke dalam tangki. Jadi yang penting itu dindingnya kedap cahaya,” ujarnya.

    Penghuni dapat melakukan tes untuk mengecek kebocoran cahaya di dalem toren. Caranya dengan memasukkan kamera yang sedang merekam video, lalu tutup toren rapat-rapat.

    Setelah itu, cek hasil rekaman. Apabila video tersebut gelap gulita, dapat dipastikan toren kedap cahaya.

    Itulah tips seputar toren air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Alasan Toren Sering Dipasang di Atas Rumah dan Tinggi Idealnya



    Jakarta

    Toren merupakan penampungan air yang wajib ada di rumah. Bentuknya seperti botol air minum, tetapi ukurannya dua hingga tiga kali lebih besar dari badan manusia. Di bagian atasnya terdapat penutup dan bagian bawah biasanya terdapat pipa yang menancap.

    Jika detikers perhatikan, kebanyakan toren diletakkan di atas rumah. Ada yang sejajar dengan atap atau diletakkan pada sebuah tower. Padahal toren ukurannya cukup besar dan ketika diisi air bobotnya akan bertambah berkali-kali lipat, kenapa justru diletakkan di atas?

    Ternyata alasannya cukup sederhana. Menurut Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega posisinya yang berada di atas akan memudahkan air turun dan mengalir ke seluruh rumah. Hal ini sejalan dengan konsep gravitasi. Alhasil air dapat bergerak tanpa perlu bantuan pompa tambahan.


    “Sebenarnya lebih ke tekanan air sih. Jadi kalau misalnya pengin aliran airnya kencang, deras (toren harus di atas). Kadang ada orang yang pengin enggak usah pakai pompa deh, biar kalau mati lampu, airnya tetap bisa ngalir,” kata Mega kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Lantas, apakah salah jika meletakkan toren di bawah?

    Mega mengatakan tidak ada masalah jika ingin meletakkan toren air di bawah atau sejajar dengan rumah. Namun, toren tersebut harus dilengkapi dengan pompa pendorong.

    “Jadi misalnya kalau udah pakai pompa pendorong, berarti mau ditaruh di ketinggian berapapun, dia akan tetap bisa alir ke dalam rumah,” ungkapnya.

    Bagi yang ingin meletakkan toren air di atas rumah, perhatikan pula ketinggiannya karena tidak bisa sembarangan. Ketinggian maksimal toren air adalah 7 meter dari lokasi keran paling bawah. Sementara itu, paling pendek pemasangan toren air adalah 3 meter. Jarak tersebut cukup untuk air turun tanpa pompa pendorong.

    “Jadi kalau misalnya pengin aliran airnya kencang, deras, itu memang ada ketentuannya 7 meter dari titik keran. Dia (toren) harus 7 meter itu (terutama) kalau pakai shower. Kalau dia pakai keran biasa, itu 3 meter cukup,” jelasnya.

    Selain itu, sekarang toren air ada yang memiliki bukaan di bagian bawah. Model tangki tersebut memerlukan kaki penyangga sehingga tidak langsung bersentuhan dengan permukaan atap atau tanah.

    Itulah alasan dan tinggi ideal pemasangan toren di atas rumah, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com