Tag: toren

  • Sering Lihat Toren Air Posisinya di Atas Rumah? Ternyata Ini Alasannya



    Jakarta

    Setiap rumah pasti memiliki toren air yang fungsinya untuk menampung air bersih. Jika kamu perhatikan, rata-rata toren air diletakkan di luar ruangan dan posisinya tidak menempel dengan tanah.

    Penempatan toren seperti ini tidak hanya berlaku di Indonesia, melainkan di Amerika juga berlaku hal yang sama. Kira-kira apa ya alasannya?

    Dilansir detikEdu, posisi toren memang lebih baik diletakkan di atas karena air bergerak ke tempat yang lebih rendah. Hal tersebut dipengaruhi adanya gaya gravitasi di mana semua benda akan kembali ke bawah. Begitu pula dengan air yang massanya tidak lebih berat dari gravitasi.


    Toren air berisi sekian liter air sesuai dengan kemampuan tampungnya. Semakin tinggi posisi toren air maka akan semakin besar jumlah air yang mengalir. Hal ini sesuai dengan hukum debut air yakni ukuran jumlah air yang mengalir dalam satuan waktu. Posisi toren air yang tinggi dapat membantu air yang keluar dari keras lebih deras.

    Hal yang sama dikatakan oleh pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman bahwa toren yang dipasang di tempat yang tinggi dapat mendorong aliran air keluar lebih kencang.

    “Kalau menurut ilmu Fisika ya Pak, makin tinggi (torennya), tekanan (air) makin kencang,” jelas Suratman kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Ketinggian untuk meletakkan toren harus disesuaikan dengan ketinggian rumah. Jangan lupakan untuk memasang pipa saluran air yang berdiameter besar agar jalur air luas sehingga waktu turunnya air juga singkat.

    Suratman menyebutkan terdapat beberapa jenis pipa yang digunakan untuk menyambungkan toren ke keran di rumah berdasarkan ukuran diameter, yaitu ½, ¾, dan 1 inch. Ia menyarankan untuk menggunakan pipa berdiameter 1 inch jika kamu ingin air yang mengalir ke keran rumah lebih deras.

    “Diameter pipa yang turun sama ketinggian, semakin gede makin tinggi makin gede yang turun. Tapi dengan syarat pipanya yang gede, kalau pipa yang 0,5 ya gede tapi lama-lama kecil,” sebut Suratman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Cegah Toren Air Ditumbuhi Lumut Agar Selalu Bersih



    Jakarta

    Toren air adalah tangki atau tempat untuk menyimpan cadangan air bersih di rumah. Tangki yang berisi air ini bisa ditumbuhi lumut karena kondisinya yang lembap.

    Belum lagi ada paparan sinar matahari yang menembus tangki, sehingga mendukung pertumbuhan lumut. Kalau sudah ditumbuhi lumut, air akan tercemar dan mempengaruhi kebersihannya.

    Lalu, bagaimana cara mencegah lumut tumbuh di toren air? Yuk, simak tipsnya berikut ini.


    Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

    Inilah cara mencegah lumut tumbuh di atas toren, dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr.

    1. Tutup Tangki dengan Rapat

    Lumut akan tumbuh ketika air terkena sinar matahari. Maka dari itu, kalian perlu pastikan bahwa tangki air tertutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang masuk.

    2. Buat Pelindung di Atas Toren Air

    Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam. Untuk menghindarinya, kalian bisa memasang pelindung di bagian atas tangki, misalnya seperti memasang atap.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Selain memasang atap, kalian juga bisa mengecat tangki air berbahan plastik dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata supaya tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

    4. Rutin Kuras Toren Air

    Pengurasan tangki air secara rutin dapat menghambat pertumbuhan lumut. Kuras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Apabila lumut tumbuh dengan cepat, tingkatkan frekuensi pengurasan, misalnya jadi 3-4 bulan sekali.

    Itulah cara untuk mencegah pertumbuhan lumut pada toren air di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kok Bisa Toren Air Berlumut? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Hampir setiap rumah memiliki toren air. Disebut juga tandon air, benda ini berfungsi sebagai wadah menyimpan air bersih. Jika rumah mati lampu dan tak bisa mengalirkan air, maka toren air bisa jadi penyelamat.

    Namun, sering kali ditemukan toren air yang berlumut. Alhasil, ketika digunakan air yang keluar justru menjadi kotor dan berwarna hijau akibat lumut.

    Kondisi ini tentu bikin kesal karena air tersebut otomatis tak bisa digunakan lagi untuk mandi dan mencuci. Lantas, apa yang menyebabkan toren air jadi berlumut? Simak dalam artikel ini.


    Penyebab Toren Air Berlumut

    Munculnya lumut di dalam toren air bukan tanpa sebab. Dikutip dari catatan detikProperti, berikut penyebab toren air jadi berlumut:

    1. Sinar Matahari

    Pada umumnya, masyarakat menempatkan toren air di bawah sinar matahari langsung. Ternyata, paparan sinar matahari justru menyebabkan lumut bisa tumbuh di dalam toren.

    2. Air Baku yang Kotor

    Apabila air yang digunakan untuk mengisi toren kualitasnya kotor atau keruh, alhasil lumut bisa tumbuh di dalamnya. Sebab, air kotor mengandung jamur sehingga lumut dapat tumbuh lebih cepat.

    3. Udara Lembap

    Udara lembap di dalam toren air juga bisa menyebabkan tumbuhnya lumut. Apalagi jika posisi toren air terpapar langsung sinar matahari, maka lumut semakin cepat tumbuh.

    Cara Atasi Toren Air Berlumut

    Meski toren air di rumah berlumut, sebenarnya masih bisa diatasi dengan berbagai cara. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Tutup Toren dengan Rapat

    Tips yang pertama adalah memastikan toren air sudah ditutup secara rapat. Jika tidak, sinar matahari bisa masuk ke dalam toren dan alhasil menyebabkan munculnya lumut.

    2. Pasang Pelindung Toren

    Posisi toren air di ruang terbuka menyebabkan gampang terpapar sinar matahari, sehingga lumut dapat muncul. Apabila ingin menempatkan toren di luar ruangan, sebaiknya pasang pelindung seperti atap agar tidak terpapar cahaya matahari langsung.

    3. Kuras Toren Secara Rutin

    Air bersih yang terisi di dalam toren bisa saja menjadi keruh karena partikel tanah yang ikut terbawa saat memompa air. Maka dari itu, sebaiknya kamu rutin menguras toren air untuk mencegah lumut dapat tumbuh.

    Disarankan untuk menguras tandon enam bulan sekali. Jika lumut tumbuh lebih cepat, maka kamu bisa menguras tandon minimal 3-4 bulan sekali.

    4. Pilih Toren Berwarna Gelap

    Tips yang terakhir adalah dengan memilih toren berwarna gelap. Soalnya, tandon air berwarna cerah justru memudahkan cahaya matahari masuk ke dalam. Seiring waktu, lumut dapat tumbuh hingga memenuhi toren.

    Apabila sudah terlanjur memiliki toren air berwarna cerah, kamu bisa mengecatnya dengan warna gelap. Pastikan mengecat toren ke seluruh permukaan agar menegah cahaya masuk ke dalam.

    Itulah penyebab toren air berlumut dan cara mengatasinya. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mending Mana, Toren Warna Oranye atau Biru?



    Jakarta

    Toren merupakan penampung air bersih yang biasa digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci, hingga memasak. Jika diperhatikan, toren atau tandon memiliki bentuk yang sama yakni tabung besar dengan bukaan di bagian atas.

    Meskipun bentuknya sama, tandon diproduksi dengan beberapa warna. Namun, terdapat dua warna yang paling banyak digunakan di Indonesia yakni biru dan oranye. Ternyata penggunaan warna ini bisa berpengaruh pada kualitas air lho.

    Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, mengatakan bahwa toren berwarna terang, dapat lebih cepat pudar akibat paparan sinar matahari dibandingkan toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam.


    Warna toren yang memudar dapat membuat air di dalam toren lebih mudah terpapar sinar matahari. Akibatnya adalah lumut lebih cepat muncul di dalam toren. Keberadaan lumut dapat berpengaruh pada kualitas air.

    “Jadi, kena matahari itu dia lebih tembus gitu loh, jadi lumut itu lebih malah kena sinar matahari itu cepat lumutan gitu. Orange itu bukan memantul tapi malah nyerap, makin terang, orange itu malah nyerap jadi air di toren itu malah gampang lumutan,” tutur Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Dilansir detikEdu, lumut merupakan tumbuhan yang mandiri, mereka bisa mendapatkan makanan dengan bantuan sinar matahari. Selain itu, tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Bryophyta ini mudah tumbuh di daerah yang lembap, seperti toren yang sering terkena panas dan dingin.

    Lantas, apakah lebih baik menggunakan toren berwarna gelap daripada terang?

    Pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya, Hendri, menyampaikan banyak konsumen yang meyakini demikian. Warna yang paling banyak dipilih adalah toren hitam dan biru tua.

    “Kalau banyak orang ada yang bilang biru itu lebih tahan lumut, orange itu ya biasa gitu,” kata Hendri, pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya, kepada detikcom, Kamis (26/10/2023) lalu.

    “Beberapa langganan kita yang beli bahwa ‘kita mau yang warna biru, nih, lebih tahan lumut karena mataharinya nggak bisa nembus ke dalam’,” sambungnya.

    Cuci dan Kuras Toren Berapa Kali?

    Lumut tetap dapat dibersihkan dan dicegah dengan sering membersihkan toren apa pun warna yang dipakai sehingga setiap rumah tetap bisa mendapat air bersih. Suratman menyarankan periode pengurasan dan pencucian toren air adalah 1-2 kali dalam setahun.

    “Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” ujar Suratman.

    Namun, apabila kualitas air di rumah tidak bagus, mengandung sadah, berwarna kuning, atau berlumpur, toren perlu dibersihkan sesering mungkin. Apabila jarang dibersihkan justru dapat menyebabkan iritasi kulit dan berbahaya jika digunakan untuk memasak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Ini Cara Cegah Lumut Tumbuh di Toren Air


    Jakarta

    Setiap rumah biasanya memiliki wadah penampung cadangan air bersih yang disebut toren air atau tangki air. Tangki ini berpotensi ditumbuhi lumut karena kondisinya yang lembap, padahal air perlu dijaga kebersihannya.

    Bukan cuman lembap, lumut dapat tumbuh akibat paparan sinar matahari langsung ataupun air baku yang kotor. Toren air memang sebaiknya dirawat agar bebas dari lumut.

    Lantas, bagaimana cara mencegah lumut tumbuh di toren air? Simak caranya berikut ini, dikutip dari catatan detikProperti.


    Cara Cegah Lumut Tumbuh di Toren Air

    Lakukan langkah-langkah berikut ini untuk mencegah toren air ditumbuhi lumut.

    1. Rutin Kuras Toren Air

    Penghuni rumah bisa menguras tangki air secara rutin untuk menghambat pertumbuhan lumut. Disarankan untuk menguras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Jika lumut tumbuh dengan cepat, penghuni dapat lebih sering melakukan pengurasan, misalnya 3-4 bulan sekali.

    2. Buat Pelindung di Atas Toren Air

    Sinar matahari dapat menembus bahan plastik berwarna cerah pada toren air, sehingga memicu pertumbuhan lumut. Hal ini bisa dihindari dengan memasang pelindung di atas tangki, seperti atap.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Selain itu, eksterior toren air berbahan plastik juga bisa dicat dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata untuk mencegah cahaya yang menembus dinding tangki.

    4. Tutup Tangki dengan Rapat

    Pastikan menutup toren air dengan rapat. Langkah ini penting buat mencegah sinar matahari yang masuk ke tangki.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah pertumbuhan lumut pada toren air di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Tinggi Ideal Pasang Toren di Atas Rumah



    Jakarta

    Toren air adalah tabung khusus untuk menampung air yang akan digunakan untuk keperluan sehari-hari keluarga. Jika diperhatikan, ada toren air yang diletakkan di atas rumah, ada pula yang sejajar dengan tanah.

    Banyak yang mengatakan toren diletakkan di atas rumah lebih baik untuk memudahkan air turun karena tekanan air mengikuti gravitasi. Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega membenarkan hal tersebut. Dengan posisi toren air di atas, air tetap bisa mengalir meskipun tidak ada pompa pendorong. Rumah dalam keadaan dialiri listrik ataupun tidak, air tetap bisa keluar lewat keran-keran di rumah.

    “Sebenarnya lebih ke tekanan air sih. Jadi kalau misalnya pengen aliran airnya kencang, deras (toren harus di atas). Kadang ada orang yang pengen nggak usah pakai pompa deh, biar kalau mati lampu, airnya tetap bisa ngalir,” kata Mega saat ditemui di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).


    Mega mengatakan ketinggian toren maksimal untuk di rumah-rumah adalah 7 meter dari lokasi keran paling bawah. Sementara jarak minimalnya adalah 3 meter. Jarak ini memudahkan air turun, meski tidak dibantu pompa pendorong.

    “Jadi kalau misalnya pengen aliran airnya kencang, deras, itu memang ada ketentuannya 7 meter dari titik keran. Dia (toren) harus 7 meter itu (terutama) kalau pakai shower. Kalau dia pakai keran biasa, itu 3 meter cukup,” sebutnya.

    Namun, toren juga tidak masalah jika ingin diletakkan sejajar dengan tanah. Namun, perlu dibantu dengan pompa pendorong.

    “Jadi misalnya kalau udah pakai pompa pendorong, berarti mau ditaruh di ketinggian berapapun, dia akan tetap bisa alir ke dalam rumah,” ungkapnya.

    Kemudian, toren juga sekarang ada yang memiliki bukaan di bagian bawah sehingga perlu memakai kaki penyangga dan tidak langsung bersentuhan dengan permukaan atap rumah atau tanah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Waktu yang Tepat Kuras Toren Biar Nggak Berlumut



    Jakarta

    Toren air harus dibersihkan secara berkala. Sebab, toren air mudah sekali berlumut, muncul endapan pasir, hingga kapur. Kotoran-kotoran tersebut dapat mempengaruhi kualitas air dan menyumbat pipa.

    Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega menyarankan untuk secara teratur membersihkan toren air, sekitar 6 bulan sekali.

    “Kalau kita anjurannya 3 sampai 6 bulan sekali. Tapi balik lagi tergantung kualitas air. Kan ada yang pakai air tanah, terus misalnya banyak andapan pasir. Nah itu mungkin bisa lagi sering dikuras supaya nggak ada kotoran,” kata Mega saat ditemui di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).


    Apabila kualitas air kurang bagus seperti warnanya kekuningan, banyak sendimen di dalamnya, atau bahkan berlumpur, disarankan untuk menguras toren sebulan sekali. Selain itu, untuk kualitas airnya yang kurang bagus, bisa menambahkan filter di tempat air masuk ke toren.

    “Kita sarankan lagi pakai filter air. Jadi setelah toren dipasang, nanti pasang filter air buat nyaring sedimen,” terangnya.

    Kemudian, untuk cara mengurasnya sebenarnya sama seperti membersihkan wadah biasa sehingga bisa dilakukan sendiri. Sebab, beberapa toren air saat ini sudah dilengkapi pipa pembuangan di bawah toren sehingga mudah untuk membuang air tanpa harus memindahkan letak toren tersebut.

    Untuk mencegah pertumbuhan lumut berlebih, Mega menyarankan untuk mencari jenis toren yang memang kedap cahaya. Sebab, cahaya juga bisa memicu munculnya jamur di dalam toren. Ia juga menegaskan jika warna bukan alasan toren bisa berlumut, melainkan ketebalan dindingnya. Semakin tebal dinding toren, maka cahaya juga akan sulit untuk masuk.

    “Warnanya kedap cahaya, itu dijamin nggak akan lumutan. Yang penting pokoknya nggak ada sinar matahari yang masuk ke dalam tangki. Jadi yang penting itu dindingnya kedap cahaya,” ujarnya.

    Cara untuk mengetes ada kebocoran cahaya di dalam toren adalah dengan memasukkan kamera ke dalam toren. Kemudian, tutup rapat-rapat beberapa saat. Cek hasil rekaman, apakah ada ada cahaya yang terekam atau justru gelap gulita setelah toren ditutup. Apabila gelap, berarti toren tersebut sudah kedap cahaya dan pemiliknya tidak perlu khawatir pertumbuhan lumut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Gatal Usai Mandi? Bisa Jadi Gara-Gara Toren Air Berlumut


    Jakarta

    Toren atau disebut juga tandon air merupakan alat yang berfungsi sebagai wadah menyimpan air bersih. Toren air dapat ditemukan dengan mudah di banyak rumah penduduk.

    Penggunaan toren air dapat memudahkan masyarakat untuk memperoleh air bersih. Namun, sering kali ditemukan toren air yang berlumut sehingga yang keluar justru air kotor dan berwarna hijau.

    Kualitas air tersebut tentu tidak bisa digunakan untuk mandi dan mencuci. Jika air tetap digunakan maka bisa memicu penyakit seperti kulit gatal-gatal dan gangguan saluran pencernaan. Mau tak mau kamu harus membersihkan toren air dari sisa-sisa lumut yang menempel.


    Sebagai pemilik rumah, penting juga untuk mengetahui sejumlah penyebab toren air menjadi berlumut. Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.

    Penyebab Toren Air Berlumut

    Adanya lumut di dalam toren air bukan tanpa sebab. Dikutip dari catatan detikProperti, berikut sejumlah penyebab toren air berlumut:

    1. Sinar Matahari

    Toren air yang terpapar sinar matahari secara langsung bisa memicu lumut. Pada umumnya, banyak warga yang menempatkan toren air di bawah sinar matahari langsung, sehingga tak heran kalau ditumbuhi lumut seiring waktu.

    Solusi dari masalah ini adalah memasang pelindung toren agar tidak terpapar sinar matahari. Kamu juga bisa memilih tandon air berwarna gelap agar dapat menghalangi cahaya masuk ke dalam toren.

    2. Air Baku yang Kotor

    Jika air yang digunakan untuk mengisi toren punya kualitas buruk, maka lumut dapat tumbuh di dalamnya. Hal ini karena air mengandung jamur sehingga lumut dapat tumbuh lebih cepat.

    Bahkan, air bersih pun juga bisa menyebabkan tandon jadi berlumut karena ada beberapa partikel tanah yang ikut terbawa saat memompa air. Solusinya adalah dengan rutin menguras toren minimal 3-4 bulan sekali.

    3. Udara Lembap

    Udara lembap juga menjadi pemicu tumbuhnya lumut di dalam toren. Ditambah lagi jika posisi toren berada di bawah sinar matahari langsung, maka lumut dapat tumbuh dengan cepat.

    Demi mencegah tandon air berlumut di kemudian hari, sebaiknya dilakukan pengecekan secara berkala. Selain itu, pastikan toren air sudah ditutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang bisa masuk ke dalam.

    Demikian tiga penyebab toren air di rumah jadi berlumut. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Lengkap Membersihkan Toren Air Rumah, Jangan Sampai Salah!


    Jakarta

    Toren air memiliki fungsi penting sebagai persediaan air bersih di rumah. Agar penghuni bisa mendapatkan air yang bersih dan segar, maka toren wajib dibersihkan secara rutin.

    Perlu diingat, toren air yang tidak dibersihkan hingga berbulan-bulan dapat memicu tumbuhnya lumut. Hal tersebut membuat air jadi kotor sehingga tidak layak digunakan untuk mandi atau mencuci. Jika dipaksakan maka bisa memicu kulit gatal-gatal dan gangguan pencernaan.

    Maka dari itu, penting untuk merawat dan menjaga kebersihan toren air di rumah. Namun, kamu juga tidak bisa membersihkan toren secara sembarangan. Simak panduan membersihkan toren yang benar dalam artikel ini.


    Panduan Membersihkan Toren Air dengan Tepat

    Toren atau disebut juga tandon air perlu dibersihkan dan dikuras isinya agar tidak ditumbuhi lumut. Disarankan untuk menguras toren air minimal 3-4 bulan sekali agar terlepas dari masalah lumut.

    Mengutip catatan detikProperti, berikut langkah-langkah membersihkan toren air dengan benar:

    Alat dan Bahan

    • Sikat
    • Spons
    • Scrubber atau saringan lumut
    • Kaporit
    • 3 sdm garam dengan 2 liter air yang sudah didihkan (opsional)
    • Cuka putih (opsional).

    Langkah-langkah Membersihkan Toren Air

    Setelah menyiapkan alat dan bahan di atas, kini ikuti caranya di bawah ini:

    1. Matikan Pompa Air

    Langkah yang pertama adalah dengan mematikan pompa air agar tidak ada air mengalir saat proses mencuci toren. Hal ini juga membantu mempercepat proses menguras dan memastikan pembersihan tandon dilakukan secara optimal.

    2. Buang Sisa Air di Dalam Toren

    Sebelum dimulai proses pembersihan, pastikan kamu sudah mengabarkan kepada penghuni rumah bahwa toren air akan dibersihkan sehingga tidak dapat digunakan sementara waktu. Kemudian buang sisa air di dalam toren agar air yang terkontaminasi dengan kuman dan jamur bisa terbuang dan tidak digunakan.

    3. Buang Kotoran yang Mengumpul

    Langkah berikutnya adalah membuang tumpukan kotoran seperti lumut, alga, tanah, dan pasir yang menumpuk di dalam toren. Gunakan alat yang dapat menyeka seluruh lumut seperti sikat dan spons agar kotoran bisa terangkat sepenuhnya.

    4. Sikat Permukaan Toren

    Sebelum menyikat, kamu perlu mengecek komponen toren yang terhubung, seperti valve atau keran, pipa, pompa, serta fitting inlet dan outlet. Periksa seluruh komponen agar saat dibersihkan tidak memicu kerusakan, putus, atau menimbulkan celah yang menyebabkan kebocoran.

    Jika ditemukan ada komponen atau aksesori yang bermasalah, sebaiknya diganti terlebih dahulu agar tidak perlu mengerjakannya dua kali.

    Kalau komponen sudah diganti, kini saatnya melakukan proses pembersihan pada permukaan toren. Jika ukuran tandon cukup besar dan kamu memiliki bobot kurang dari 60 Kg, kamu dapat masuk ke dalam toren untuk mempermudah pembersihan. Namun kalau sulit dijangkau kamu bisa menggunakan gagang sikat yang panjang.

    5. Bersihkan Tutup dan Bagian Luar Toren

    Setelah membersihkan bagian dalam, jangan lupa untuk menyikat area luar toren sampai bersih. Bersihkan juga bagian tutup toren agar tidak ada lagi sisa lumut dan kotoran yang menempel.

    6. Bilas dengan Air Bersih

    Setelah membersihkan toren hingga seluruh lumut dan kotoran terangkat, pastikan kamu membilasnya dengan air bersih hingga sisa-sisa busa dan cairan sabun larut secara menyeluruh.

    7. Isi Ulang Toren

    Langkah terakhir, isi ulang toren dengan air bersih sesuai kapasitasnya. Pastikan kualitas airnya bersih, jernih, tidak berwarna, dan tidak bau. Dengan begitu, kamu bisa menggunakan air di dalam toren hingga jangka waktu lama sampai nantinya tandon dikuras kembali.

    Demikian panduan membersihkan toren air yang berlumut dengan tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mudah Cegah Lumut di Toren Air, Nggak Perlu Ribet!



    Jakarta

    Toren air atau tandon air merupakan penampungan cadangan air yang biasa diletakkan di atap rumah. Fungsinya sangat vital, yaitu menyimpan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan memasak.

    Namun, karena toren selalu terisi air, kondisi di dalamnya menjadi lembap dan rentan ditumbuhi lumut. Jika dibiarkan, pertumbuhan lumut ini bisa membuat air menjadi keruh, berbau, dan tidak layak pakai.

    Kondisi lembap, paparan sinar matahari langsung, hingga kualitas air baku yang buruk menjadi penyebab utama toren cepat ditumbuhi lumut. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?


    Dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), berikut ini tips mencegah pertumbuhan lumut di toren air rumah:

    1. Pastikan Tangki Air Tertutup Rapat

    Lumut tumbuh subur saat air terkena cahaya matahari. Oleh karena itu, pastikan toren air selalu dalam kondisi tertutup rapat. Penutup yang baik akan menghalangi sinar matahari masuk dan menjaga kualitas air tetap bersih.

    2. Pasang Pelindung atau Atap di Atas Toren

    Banyak toren berbahan plastik dan berwarna cerah yang memungkinkan cahaya menembus ke dalam. Solusinya, pasang pelindung atau kanopi di atas toren agar tidak terpapar sinar matahari langsung. Dengan begitu, suhu dan kelembapan di dalam toren bisa lebih terkontrol.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Alternatif lain untuk meminimalisir masuknya cahaya adalah dengan mengecat toren menggunakan warna gelap. Warna gelap seperti hitam atau biru tua mampu menghalangi penetrasi cahaya, sehingga menekan pertumbuhan lumut di dalam toren.

    4. Kuras Toren Secara Rutin

    Langkah terakhir yang tak kalah penting adalah menguras toren secara berkala. Idealnya, toren air dikuras setiap 6 bulan sekali. Namun, jika lumut tumbuh lebih cepat, lakukan pengurasan setiap 3-4 bulan sekali agar air tetap higienis dan sehat digunakan.

    Menjaga kebersihan toren air adalah bagian penting dari upaya menjaga kesehatan keluarga. Jangan tunggu sampai air berubah warna atau berbau! Lakukan perawatan sederhana namun rutin agar toren bebas lumut dan air tetap bersih.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com