Tag: total biaya

  • Belajar dari Kasus di Depok, Ini Perkiraan Biaya Bangun Garasi



    Jakarta

    Garasi diperlukan bagi kamu yang punya kendaraan mobil. Hal ini untuk menjaga agar mobil kamu tidak cepat rusak karena terlalu lama kena sinar matahari maupun hujan.

    Jangan sampai kamu membuat garasi atau parkir kendaraan di tempat yang tidak seharusnya, seperti yang terjadi di Depok, Jawa Barat. Di sana, ada seorang warga yang mengecor saluran air untuk dibangun ‘garasi’ di bagian atasnya. Hal tersebut melanggar aturan yang berlaku.

    Tak heran, beberapa wilayah di Indonesia ada yang mewajibkan bagi pemilik kendaraan roda empat untuk memiliki garasi atau carport terlebih dahulu. Kira-kira, berapa ya biaya pembuatan garasi atau carport?


    Carport dan garasi merupakan hal yang berbeda. Carport adalah bangunan semi-permanen dan semi-terbuka yang terkadang dibangun terpisah dari bangunan rumah. Pada carport bisa dipasang kanopi atau dibiarkan terbuka. Sementara itu, garasi adalah bangunan tertutup yang digunakan untuk menyimpan kendaraan.

    Untuk membangun garasi ataupun carport memiliki biaya yang berbeda. Menurut arsitek Denny Setiawan, pembuatan garasi pastinya jauh lebih mahal dibandingkan dengan carport. Hal ini dikarenakan struktur yang digunakan untuk membangun garasi itu sama dengan struktur sebuah bangunan rumah. Sedangkan carport sendiri dibangun dengan struktur semi permanen.

    “Biaya bangun tentunya pasti lebih besar garasi, karena kita harus bikin dinding, lalu kemudian ada atapnya. Kalau carport bisa pakai struktur yang sifatnya semi permanen, pakai struktur baja, kemudian atapnya pakai kaca atau polikarbonat,” jawab Denny ketika dihubungi detikcom, Selasa (11/6/2024) lalu.

    Denny memperkirakan bahwa total biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah garasi itu kurang lebihnya sama dengan biaya untuk membangun rumah.

    Sebagai contoh yang ia jelaskan pada kesempatan tersebut, biaya bangun sebuah rumah di Jakarta adalah sekitar Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per meter perseginya. Maka dari itu, untuk membangun sebuah garasi berukuran standar 1 mobil atau 18 meter persegi akan membutuhkan biaya sekitar Rp 126 juta.

    “Kalau biayanya bangun garasi, anggarannya kurang bisa saya prediksi. Tapi kalau kita bicara membangun sebuah bangunan, kalau di Jakarta ini kira-kira 6 sampai 7 juta per meter persegi. Jadi garasi itu kalau satu mobil kita kira 18 meter persegi, lalu dikali 7 juta. Kira-kira segitu biayanya untuk mobil,” kata Denny.

    “Tentunya ini dipengaruhi oleh lokasi daerah juga, biaya membangun di Jakarta mungkin bisa berbeda dengan biaya membangun di daerah lainnya,” tambahnya.

    Di sisi lain, ia memperkirakan bahwa biaya untuk membangun sebuah carport terhitung jauh lebih murah, hingga setengah harga dari membangun sebuah garasi dengan ukuran yang sama. Tentunya harga ini juga akan ditentukan oleh kualitas bahan yang dipakainya.

    “Untuk biaya carport sendiri tergantung dengan material yang dipakai, tapi seharusnya bisa cuman setengah harga dari bangun garasi saja, karena biasanya kan carport itu tanpa dinding atapnya pun biasanya temporer seperti kaca, atau polikarbonat. Itu sudah bisa jadi carport yang baik,” ujarnya.

    Sebelumnya, warganet ramai menyoroti oknum warga Depok, Jawa Barat yang mengecor aliran air untuk digunakan sebagai garasi. Foto-foto garasi di atas aliran air itu sudah tersebar dan banyak dikritik warganet.

    Pada foto yang beredar, terlihat landasan garasi yang dibangun di atas aliran air memiliki lebar lebih dari 2 meter. Bagian bawahnya dipasang beberapa bilah kayu sebagai penyangga dan bagian atasnya dari saluran itu dicor. Pada foto lainnya, tampak sebuah mobil sudah terparkir di ‘garasi’ tersebut.

    Terkait hal tersebut, Pemerintah Kota Depok menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi ‘garasi’ yang disebut berada di kawasan Sukmajaya, Depok. Kadis PUPR Depok, Citra Indah Yulianty, menegaskan pembuatan garasi di atas saluran air tersebut melanggar peraturan.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Begini Hitung-hitungan Biaya Bangun Rumah Tipe 21, 36, dan 45



    Jakarta

    Saat ini harga tanah semakin mahal per meternya. Selain itu lahan yang tersedia terutama di kota-kota besar juga tidak begitu luas. Alhasil, mau tak mau ukuran rumah tidak bisa dibuat begitu luas mungkin hanya cukup untuk tipe rumah 21 meter persegi, 36 meter persegi, dan 45 meter persegi.

    Biasanya rumah ukuran 21 meter persegi, 36 meter persegi, dan 45 meter persegi cukup untuk dibuat 2 kamar dan 1 kamar mandi atau minimal 1 kamar tidur. Apabila kamu memang sedang ingin membangun rumah dengan ukuran tersebut, hal yang perlu kamu siapkan adalah dana. Perencanaan biaya yang baik akan membuat kamu terhindar dari biaya yang tidak diperlukan. Lantas, bagaimana memperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah masing-masing ukuran tadi?

    Besaran Biaya Pembangunan Rumah Tipe 21, 36, dan 48

    Profesional Kontraktor PT.Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki mengatakan bahwa biaya pembangunan rumah biasanya sekitar Rp 4-5 juta per meter persegi di daerah Jabodetabek, tapi bisa juga berubah tergantung bahan yang dipilih.


    Dengan harga tersebut, kamu sudah bisa memilih beberapa tipe rumah yang dilengkapi dengan 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan dapur.

    Kemudian, siapkan pula biaya untuk pemasangan instalasi listrik. Panggah mengatakan kisaran harganya mulai dari Rp 400.000. Selain biaya untuk pembangunan rumah, kamu juga perlu memiliki dana darurat sekitar 10-15% dari total biaya jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

    Rumah Tipe 21

    Rumah tipe 21 adalah sebutan yang biasa dipakai untuk luas bangunan 21 meter persegi. Biasanya bangunan ini memiliki dimensi 3 x 7 meter, 5,25 x 4 meter, dan 6 x 3,5 meter. Dengan luas dan dimensi tersebut, rumah tipe 21 ini bisa dikategorikan sebagai rumah yang kecil. Sementara itu, untuk hitung-hitungan biaya pembangunan rumah tipe 21 sebagai berikut.

    Biaya konstruksi 21 meter persegi x Rp 4 juta-Rp 5 juta = Rp 84 juta-Rp 105 juta

    Biaya instalasi listrik = Rp 400 ribu

    Biaya tak terduga 10% x (Biaya konstruksi + biaya instalasi) = 10% x Rp 84,4 juta-Rp 105,4 juta = Rp 8,4 juta-Rp 10,5 juta

    Total biaya = Rp 92,8 juta-Rp 116 juta

    Rumah Tipe 36

    Rumah dengan tipe 36 dibangun dengan dimensi 6 x 6 meter atau 9 x 4 meter. Biasanya rumah tipe ini cocok untuk keluarga kecil atau pasangan yang baru menikah. Sementara itu, untuk hitung-hitungan biaya pembangunan rumah tipe 36 sebagai berikut.

    Biaya konstruksi 36 meter persegi x Rp 4 juta-Rp 5 juta = Rp 144 juta-Rp 180 juta

    Biaya instalasi listrik = Rp 400 ribu

    Biaya tak terduga 10% x (Biaya konstruksi + biaya instalasi) = 10% x Rp 144,4 juta-Rp 180,4 juta = Rp 14,4 juta-Rp 18 juta

    Total biaya = Rp 158,8 juta-Rp 198,4 juta

    Rumah Tipe 45

    Rumah tipe 45 umumnya dibangun dengan dimensi 6 x 7,5 meter dan sudah mulai memasuki segmen middle-low. Sementara itu, untuk hitung-hitungan biaya pembangunan rumah tipe 45 sebagai berikut.

    Biaya konstruksi 45 meter persegi x Rp 4 juta-Rp 5 juta = Rp 180 juta-Rp 225 juta

    Biaya instalasi listrik = Rp 400 ribu

    Biaya tak terduga 10% x (Biaya konstruksi + biaya instalasi) = 10% x Rp 180,4 juta-Rp 225,4 juta = Rp 18 juta-Rp 22,5 juta

    Total biaya = Rp 198,4 juta-Rp 247,9 juta

    Perlu diingat bahwa perkiraan harga tersebut belum mencakup harga tanah, ya. Jadi kamu perlu menambahkan harga tanah yang kamu beli sesuai dengan harga pasar agar bisa mendapatkan perkiraan biaya bangun rumah untuk tipe 21, 34, dan 45 dengan lebih tepat.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Kisaran Harga Kitchen Set per Meter dan Hitungan Pemasangannya


    Jakarta

    Ketika merencanakan dapur impian, kita mungkin bertanya-tanya berapa harga kitchen set per meternya? Harganya bisa bervariasi tergantung pada material, desain, hingga merek yang dipilih.

    Pilihlah kitchen set yang sesuai dengan kebutuhan, gaya interior rumah, hingga budget yang dimiliki. Oleh sebab itu, pelajari kisaran harganya untuk membuat anggaran yang lebih tepat.

    Harga Kitchen Set per Meter

    Menurut Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki, mengatakan bahwa harga kitchen set tergantung dengan bahan, luas, dan jumlah kabinet yang dibutuhkan.


    “Kitchen set tergantung bahannya. Yang paling familiar itu kayu dilapisi HPL, tapi memang basically itu kayu. Yang bikin indah itu kulitnya, HPL itu. Biasanya kalau di interior kitchen set itu Rp 1,8 juta sampai Rp 2 juta tergantung dari bahan dan desainnya, tergantung besarnya kabinet yang ada,” kata Panggah kepada detikProperti
    (14/8/2024) lalu.

    Dikutip dari salah satu laman konstruksi bangunan dan properti, berikut adalah kisaran harga kitchen set per meter berdasarkan jenis bahan dan finishingnya 2024:

    • PVC (HPL luar): Rp 3.700.000
    • PVC (HPL luar dan dalam): Rp 3.900.000
    • PVC (Duco): Rp 4.100.000
    • Kayu Jati (HPL): Rp 2.500.000
    • Kayu Jati (Duco): Rp 2.200.000
    • Kayu Jati (Natural Wood ): Rp 1.500.000
    • Blockmin (HPL luar): Rp 1.800.000
    • Blockmin (HPL luar dan dalam): Rp 2.200.000
    • Blockmin (Duco): Rp 2.600.000
    • Multiplek (HPL luar): Rp 2.100.000
    • Multiplek (HPL luar dan dalam) : Rp 2.300.000
    • Multiplek (Duco): Rp 2.900.000
    • Aluminium (ACP 3 ml): Rp 3.000.000
    • Aluminium (ACP 4 ml): Rp 3.400.000
    • Aluminium (ACP lapis HPL): Rp 3.300.000
    • Aluminium (ACP serat kayu):Rp 3.400.000

    Simulasi Perhitungan Biaya Pasang Kitchen Set

    Untuk memasang kitchen set, kita perlu mengukur ruangan. Kemudian memilih material yang diinginkan hingga kitchen set bisa dipasang.

    Sebagai contoh, berikut adalah simulasi perhitungan komponen kitchen set yang akan dipasang:

    Kabinet bawah
    Misalnya ukuran kabinet bawah punya panjang pada bagian kanan 3 meter (m) dan kiri 1,5 meter serta lebar 0,5 meter. Maka perhitungannya: 3 m + 1,5 m – 0,5 m = 4 m

    Kabinet atas
    Panjang sisi kanan 3 m, sisi kiri 1,5 m, lebar 0,3 m. Maka 3 m + 1,5 m – 0,3 m = 4,2 m

    Meja dapur
    Meja dapur berukuran yang sama dengan kabinet bawah yaitu 4 m.

    Backsplash
    Bagian ini bisa dihitung dengan menjumlahkan kedua sisi dinding: 3 m + 1,5 m = 4,5 m

    Cara Menghitung Harga Pemasangan Kitchen Set

    Setelah tahu ukuran kitchen set, kita bisa pilih material yang ingin digunakan. Sebagai contoh, kita akan memilih material HPL.

    Harga HPL di pasaran sekitar Rp 1,5 – 2 juta per meter. Jika harga HPL yang digunakan Rp 1.750.000 per meter, maka total biaya yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.

    Kabinet bawah pakai HPL: 4 x Rp 1.750.000 = Rp 7.000.000
    Kabinet atas pakai HPL: 4,2 x Rp 1.750.000 = Rp 7.350.000
    Backsplash pakai granit: Rp 1.200.000 per meter = 4,5 x Rp 1.200.000 = Rp 5.400.000
    Meja dapur pakai granit: Rp 1.200.000 per meter = 4,8 x Rp 1.200.000 = Rp 5.760.000

    Jadi, total pasang kitchen set: Rp 7.000.000 + Rp 7.350.000 + Rp 5.400.000 + Rp 5.760.000 = Rp 25.510.000.

    Rincian harga di atas merupakan perkiraan biaya pemasangan kitchen set menggunakan HPL dengan meja dapur dan backsplash pakai granit.

    Project Manager dari Gradasi Design & Build, Wahyu, menyebut bahwa kisaran biaya dekorasi dapur lengkap dengan kitchen set adalah sekitar Rp 25 juta untuk ukuran 3-4 meter.

    “Untuk dapur biasa start Rp 25 juta, sudah bisa. Cabinet bawah dan cabinet atas, dengan catatan sudah ada top table dan backsplashnya. Sudah termasuk kitchen setnya, ventilasi, rak piring, tempat sendok, rel panci, rel gas, dan rak bumbu custom,” ungkapnya ketika dihubungi terpisah oleh detikProperti.

    Sekarang, bahan kitchen set yang biasa disarankan adalah adalah PVC board anti rayap. Bahan ini dikenal bagus dan harganya terjangkau adalah PVC board anti rayap.

    Untuk biaya jasa dekorasi dapur ukuran besar, maka biayanya bisa lebih mahal lagi.

    Contoh dapur dengan luas sekitar 25 meter persegi biaya bisa lebih dari Rp 30 juta. Selain itu, ada juga harga jasa dekor yang dihitung per meter. Sebagai gambaran, di Gradasi Design & Build sendiri mulai dari Rp 1,95 juta.

    Perlu dicatat, harga kitchen set bisa saja berbeda, karena tergantung dari ukuran material yang digunakan, hingga wilayah tempat tinggal.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Belajar dari Cerita Aden ‘Bajaj’, Begini Tips Renovasi Rumah Hemat Biaya


    Jakarta

    Komedian Aden ‘Bajaj’ menceritakan kisahnya yang merenovasi rumah namun tak kunjung selesai. Renovasi rumah sempat terhenti karena terjadinya pandemi COVID-19.

    Tak hanya itu, uang yang digunakan untuk merenovasi rumah awalnya bertumpu pada hasil syuting, namun ketika uang tersebut digunakan justru syutingnya berhenti. Alhasil, renovasi rumah juga tidak bisa berjalan terus karena pemasukannya berhenti. Kini renovasi rumahnya sudah terus berjalan dengan menggunakan uang hasil usaha jualan kacamata.

    Nah, berkaca dari hal tersebut, perlu diketahui bahwa melakukan renovasi rumah perlu perencanaan yang matang. Tak hanya itu, budget yang cukup juga diperlukan agar bisa terlaksana dan tidak menguras kantong.


    Akan tetapi, ada saja hal-hal yang membuat biaya renovasi rumah jadi membengkak. Entah anggaran untuk bahan material yang kurang atau biaya tak terduga lainnya.

    Tapi tenang! Ada sejumlah cara yang dapat kamu ikuti supaya renovasi rumah bisa sesuai budget bahkan lebih hemat. Ini informasinya.

    Tips Renovasi Rumah Hemat Biaya

    Perihal renovasi rumah, Ruby Herman selaku Founder Muda Keren Punya Property membagikan tips agar bisa hemat budget saat merenovasi rumah impian.

    1. Ketahui Dulu Apa yang Ingin Direnovasi

    Saat berencana renovasi, Ruby menyebutkan kalau kamu perlu mengetahui bagian rumah mana yang ingin diperbaiki. Pahami terlebih dulu kerusakannya atau hal yang membuatmu tidak nyaman dengan itu.

    “Kita harus kuasai dulu, misalnya (renovasi rumah) karena bocor, kita cari tahu bocornya kenapa karena bocor itu banyak faktor ada yang rembes, genteng retak, jadi harus kita cari tahu,” ujarnya saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Dengan mengetahui apa yang ingin direnovasi serta penyebab kerusakan atau ketidaknyamanannya, kamu akan lebih mudah untuk membuat perencanaan desain dan jenis material yang digunakan serta perhitungan budgetnya.

    2. Hati-hati saat Membongkar Rumah

    Kalau ingin menggunakan kembali bahan dan material dari rumah, maka kamu mesti berhati-hati ketika membongkar rumahmu itu. Usahakan agar material yang hendak dipakai lagi dicopot dengan perlahan sehingga masih dalam kondisi baik.

    Tapi jika memerlukan material yang baru, kamu dapat mencari tahu bahan-bahan apa yang bisa digunakan dan seperti apa kualitasnya sehingga dapat disesuaikan dengan anggaran yang ada.

    Ruby mengatakan kalau bahan material cukup menyita porsi budget renovasi rumah. Karena itu, penting untuk mengetahui material yang hendak dipakai.

    “Pertama kita harus cari tahu dulu, lihat YouTube bahan-bahan apa yang berkualitas dan bagaimana cara kita untuk merenovasinya,” kata Ruby.

    3. Pilih Kontraktor atau Tukang yang Terpercaya

    Renovasi rumah biasanya akan memerlukan jasa tukang bangunan. Menurut Ruby, memilih tukang untuk memperbaiki rumah tidak boleh asal karena tak jarang penipuan terjadi.

    “Saran saya pilihlah kontraktor yang sudah direkomendasikan atau terpercaya sehingga nggak mudah dibohongi. Karena di situ banyak sekali yang nipu-nipu, udah terima uang tukangnya kabur. Jadi saran saya carilah tukang yang sudah dikenal, terpercaya atau rekomendasi sehingga lebih safety,” ungkapnya.

    4. Upah Jasa Tukang

    Kata Ruby, umumnya pembayaran jasa tukang terbagi dua metode yakni harian dan borongan.

    Untuk harian berarti kamu membayar jasa tukang per hari kerjanya sesuai biaya yang disepakati. Dengan cara ini, bahan material yang dibutuhkan menjadi tanggung jawabmu sehingga kamu mesti membeli dan mencarinya sendiri di toko bangunan atau tempat lain.

    Sementara borongan, upah jasa tukangnya mencakup biaya material dan peralatan bangunan yang digunakan. Sehingga budget yang dibayarkan untuk jasa borongan adalah anggaran total yang telah dihitung.

    “Kalau borongan biasanya untuk kebutuhan alat-alatnya, materialnya mereka sudah hitung semua. Mereka yang bayarin, kita tinggal bayar ke mereka (total biaya dari jasa dan material),” tutur Ruby.

    “Entah itu bayarannya borongan atau harian, teman-teman bisa hitung lagi karena ada pilihannya,” tambahnya.

    Tapi jika kamu memiliki pengetahuan tentang material rumah dan ingin menghemat pengeluaran maka bisa menggunakan metode pembayaran harian. Dengan begitu, kamu dapat memilih jenis bahan yang sesuai dengan kebutuhan renovasi rumahmu.

    5. Lakukan Renovasi Secara Bertahap

    Renovasi rumah yang bertahap disebutkan lebih hemat biaya. Ini karena renovasi secara menyeluruh bisa membuat kamu sekeluarga pergi mengungsi sementara ke tempat lain. Dengan kata lain, ada budget lain yang dikeluarkan untuk sewa tempat tinggal.

    Itulah sederet tips renovasi rumah agar hemat pengeluaran. So, diingat-ingat ya sejumlah tips di atas kalau kamu akan merenovasi rumah!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Estimasi Biaya Bangun Dapur Minimalis Ukuran 3 X 6 Meter?


    Jakarta

    Perkiraan (estimasi) pembangunan dapur dan rumah ternyata hampir sama. Karena itu, detikers yang hendak membangun atau memperluas dapur harus punya pertimbangan yang matang agar kebutuhan dana tidak jebol dan berlebih.

    Dapur adalah area penting dalam rumah untuk masak, makan, atau lokasi penyimpanan kebutuhan domestik. Sayangnya luas dapur di rumah minimalis umumnya hanya muat meja untuk meletakkan kompor, tempat cuci piring, dan keran air. Sehingga tak jarang penghuni ingin membangun dapur yang lebih luas.

    Estimasi Biaya Bangun Dapur Minimalis 3 X 6 Meter

    Biaya pembangunan dapur dan rumah tidak jauh beda, seperti penjelasan profesional kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki. Budget bangun rumah di Jabodetabek saat ini sekitar Rp 4-5 juta per meter persegi.


    Belum lagi jika ingin menambahkan kitchen set, biayanya bisa lebih besar. Menurut Panggah, kabinet penyimpanan dengan banyak bukaan ini cukup mahal. Namun harganya memang tergantung bahan, luas, dan jumlah kabinet yang dibutuhkan.

    “Biasanya yang mahal itu di kitchen setnya. Tergantung bahannya. Yang paling familiar itu kayu dilapisi HPL, tapi memang basically itu kayu. Yang bikin indah itu kulitnya, HPL itu. Biasanya kalau di interior kitchen set itu Rp 1,8 juta sampai Rp 2 juta tergantung dari bahan dan desainnya, tergantung besarnya kabinet yang ada,” ujar Panggah.

    Sementara Wahyu selaku Project Manager Gradasi Design & Build mengatakan, perkiraan biaya bikin kitchen set lengkap berukuran 3-4 meter berkisar Rp 25 juta. Kitchen set sudah termasuk kabinet atas, bawah, top table, dan backsplash.

    Selain itu sudah tersedia ventilasi, rak piring, tempat sendok, rel panci, rel gas, dan rak bumbu custom. Kitchen set ini bisa langsung digunakan sesuai kebutuhan konsumen untuk menyimpan berbagai peralatan dan kebutuhan rumah tangga.

    Estimasi biaya pembangunan dapur tentunya harus menyertakan jasa tukang bangunan. Tarif jasanya bervariasi tergantung wilayah tempat tinggal. Estimasinya kisaran Rp 100.000-200.000 per orang, bergantung kesepakatan dengan tukang bangunan.

    Detikers yang ingin membangun dapur tentunya wajib menyiapkan dana darurat. Nantinya dana ini untuk pembiayaan jika terjadi hal-hal di luar rencana. Menurut Panggah, estimasi biaya bangun dapur 3 x 6 m sebaiknya menyiapkan 10-15% dana untuk biaya tak terduga.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini Ukuran dan Material Lantai Garasi yang Tepat


    Jakarta

    Keberadaan garasi diperlukan apabila pemilik rumah memiliki mobil. Hal ini agar pemilik rumah tidak perlu pusing-pusing mencari tempat parkir untuk mobil di dekat rumah.

    Membangun garasi tidak bisa sembarangan, ukurannya harus disesuaikan dengan luas tanah yang dimiliki pemilik rumah. Apabila tanah yang dimiliki tidak terlalu luas, maka pemilik rumah bisa membangun carport saja.

    Nah, kira-kira berapa ya ukuran garasi yang ideal?


    Ukuran Garasi

    Menurut arsitek Denny Setiawan, memiliki garasi di rumah bisa membuat nilai properti meningkat. Namun jika luas tanahnya tidak memadai, maka jangan memaksakan untuk membangun garasi.

    Denny mengungkapkan, untuk membangun garasi bisa menggunakan ukuran yang standar. Ia mengatakan bahwa ukuran garasi untuk sebuah mobil itu biasanya dibangun dengan standar ukuran 3 x 6 meter, dan untuk kelipatan selanjutnya cukup dikalikan dengan jumlah mobil saja.

    “Ukuran standar garasi adalah 3m x 6m untuk 1 mobil. Bila 2 mobil bisa dikalikan 2,” terang Denny kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    “Untuk rumusnya sendiri nggak ada, menurut standar yang kami pakai, ukurannya hanya ini,” tambahnya.

    Lebih detail, Denny memperkirakan bahwa total biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah garasi itu kurang lebihnya sama dengan biaya untuk membangun rumah.

    Sebagai contoh, biaya bangun sebuah rumah di Jakarta adalah sekitar Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per meter persegi. Maka dari itu, untuk membangun sebuah garasi berukuran standar 1 mobil atau 18 meter persegi akan membutuhkan biaya sekitar Rp 126 juta.

    “Kalau biayanya bangun garasi, anggarannya kurang bisa saya prediksi. Tapi kalau kita bicara membangun sebuah bangunan, kalau di Jakarta ini kira-kira 6 sampai 7 juta per meter persegi. Jadi garasi itu kalau satu mobil kita kira 18 meter persegi, lalu dikali 7 juta. Kira-kira segitu biayanya untuk mobil,” kata Denny.

    “Tentunya ini dipengaruhi oleh lokasi daerah juga, biaya membangun di Jakarta mungkin bisa berbeda dengan biaya membangun di daerah lainnya,” tambahnya.

    Material Lantai yang Cocok untuk Garasi

    Dalam memilih lantai yang tepat untuk garasi, Denny menyarankan untuk menggunakan lantai yang bertekstur dan tahan gores. Apa saja contoh-contohnya? Berikut ini informasinya.

    1. Lantai Batu Alam (Andesit)

    Menurut Denny, bahan lantai yang terbaik untuk digunakan di garasi adalah batu alam atau batu andesit. Alasannya karena batu andesit memiliki sifat permukaan yang kesat dan bertekstur, sehingga batu andesit sangat cocok dijadikan sebagai lantai garasi.

    “Beberapa pilihan yang bisa dipakai misalnya, yang paling murah itu batu alam atau andesit. Itu bisa dipakai untuk lantai garasi, selain karena kesat, kalau tergores juga tidak akan terlalu kelihatan karena dia juga bertekstur,” kata Denny.

    Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa tekstur permukaan dari bahan lantai yang dipakai untuk garasi itu sangat penting. Hal ini karena banyak orang yang memang sengaja membuat garasi mereka sedikit miring, sehingga lantai yang bertekstur ini akan membantu gaya gesek ban mobil supaya tidak mudah tergelincir.

    “Bertekstur ini juga penting karena biasanya orang itu kalau bikin garasi agak miring sedikit, jadi tekstur ini memberikan gesekan terhadap ban,” jelasnya.

    2. Lantai Granit Bertekstur

    Jenis bahan lantai yang kedua adalah lantai granit atau keramik granit (granit tiles). Lebih jelasnya, Denny menyarankan untuk menggunakan bahan lantai granit yang memiliki permukaan bertekstur.

    “Yang kedua adalah granit tiles. Granit tiles ini pilihannya banyak sekali, dari mulai yang bertekstur hingga yang di polish. Cuma untuk garasi, tentu harus pakai material yang bertekstur,” kata Denny.

    3. Lantai Granit Bakar

    Bila kamu ingin menggunakan lantai paling mewah, lantai granit bakar ini sangat cocok bagi kamu.

    “Yang paling mahal ada namanya granit bakar, karena granit bakar punya lebar yang cukup besar. Banyak garasi yang pakai granit bakar 1 kali 2 meter,” ujarnya.

    Itu dia tips untuk menentukan ukuran dan material lantai garasi yang tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis 2 Lantai Tipe 60, Kamu Tertarik?


    Jakarta

    Banyak masyarakat yang kini memilih membangun rumah minimalis dua lantai. Salah satu alasannya karena hunian ini dinilai cocok untuk mereka yang sudah berkeluarga.

    Selain itu, rumah minimalis juga sedang tren di masyarakat karena terlihat sederhana, tapi tetap nyaman dan estetis. Dengan mengusung konsep minimalis, maka material yang dipilih juga bukan kelas atas sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya mahal.

    Kalau kamu tertarik untuk membangun rumah minimalis dua lantai, sebaiknya ketahui dulu estimasi biayanya. Dengan begitu, kamu dapat membangun hunian sesuai keinginan serta mencegah over budget dari yang telah diperhitungkan.


    Ingin tahu berapa estimasi biaya untuk membangun rumah minimalis dua lantai? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis 2 Lantai Tipe 60

    Membangun rumah minimalis dua lantai bisa menjadi pilihan terbaik bagi yang sudah berkeluarga. Dengan begitu, kamu masih memiliki ruang yang cukup untuk membuat tiga kamar tidur dan dua kamar mandi.

    Wildan selaku tim konstruksi Rebwild Construction mengatakan, biaya bangun rumah minimalis standar dua lantai sekitar Rp 4,8 juta hingga Rp 5 juta per m2. Namun, harga tersebut bisa berbeda-beda tergantung dari lokasi pembangunan.

    “Kalau untuk bangun rumah 2 lantai itu sekarang Rp 5 jutaan, paling mentok Rp 4,8 juta per m2, itu yang paling murah,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Senin (30/6/2025).

    Dengan banderol Rp 4,8 juta per m2 sudah termasuk seluruh bahan material yang digunakan, mulai dari pasir, semen, genteng, bata ringan (hebel), hingga cat. Biaya tersebut juga sudah termasuk upah tukang borongan.

    Meski begitu, Wildan mengatakan harga tersebut masih bisa lebih murah tergantung dari keinginan pemilik rumah. Misalnya, penggunaan bata ringan diganti menjadi bata merah untuk dinding.

    Selain itu, material yang digunakan adalah tipe standar. Apabila kamu ingin menggunakan material terbaik, maka biayanya bisa lebih bertambah.

    “Kalau materialnya sudah include semua, cuma nggak bisa pilih modelnya gitu. Jadi kayak plafon rumah sudah model flat, enggak yang drop ceiling, enggak yang pakai PVC. Keramiknya juga standar bukan yang asli punya jadi pakai yang KW 1,” ujarnya.

    Selain pemilihan material, Wildan mengatakan harga membangun rumah minimalis dua lantai juga bisa berbeda-beda tergantung tipenya. Membangun rumah dua lantai tipe 36 tentu biayanya berbeda dengan tipe 60.

    Tak hanya mempersiapkan biaya membangun rumah, penting juga untuk menyisihkan dana darurat. Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizki mengimbau agar menyediakan dana darurat sekitar 10-15% dari total biaya bangun rumah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

    Sebagai contoh, kamu akan membangun rumah minimalis dua lantai tipe 60 dengan kisaran Rp 5 juta per m2. Maka estimasi biaya yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

    • Biaya konstruksi: 120 m2 x Rp 5.000.000 per m2 = Rp 600.000.000
    • Biaya instalasi listrik: Rp 1.000.000
    • Biaya tak terduga 15%: Rp 90.000.000.

    Kini, detikers tinggal hitung seluruh biaya konstruksi + biaya instalasi listrik + biaya tak terduga: Rp 600.000.000 + Rp 1.000.000 + Rp 90.000.000 = Rp 691.000.000.

    Jadi, detikers perlu menyiapkan dana sekitar Rp 691 juta untuk membangun rumah minimalis dua lantai tipe 60. Jika kamu ingin mengusung konsep hunian modern atau Japandi style, kemungkinan dana yang dibutuhkan jadi lebih besar.

    Perlu diingat juga, biaya perhitungan di atas merupakan estimasi. Jika kamu memilih material dengan kualitas terbaik, maka biayanya bisa membengkak.

    Demikian estimasi biaya bangun rumah minimalis dua lantai tipe 60. Apakah kamu tertarik?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Estimasi Biaya Bangun Rumah Sederhana 2 Lantai Tipe 36


    Jakarta

    Membangun rumah dua lantai jadi salah satu opsi yang banyak dipilih masyarakat untuk tempat tinggal. Sebab, rumah ini memiliki ruang yang cukup besar sehingga tidak terasa sumpek.

    Namun, keterbatasan lahan di sejumlah kota membuat sebagian orang memilih membangun rumah sederhana dua lantai, salah satunya tipe 36. Tipe ini dinilai sudah cukup sebagai tempat tinggal bagi keluarga kecil yang tinggal di perkotaan.

    Jika detikers tertarik membangun rumah dua lantai tipe 36, sebaiknya ketahui dulu estimasi biayanya. Langkah ini dilakukan agar dapat membangun hunian sesuai dana serta mencegah terjadinya over budget.


    Ingin tahu berapa estimasi biaya bangun rumah sederhana dua lantai tipe 36? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Estimasi Biaya Bangun Rumah Sederhana 2 Lantai Tipe 36

    Sebelum membangun rumah dua lantai tipe 36, pastikan detikers sudah menghitung biayanya terlebih dahulu. Saat membangun rumah biaya yang dikenakan adalah per meter persegi (m2).

    Wildan selaku tim konstruksi Rebwild Construction mengatakan, membangun rumah dua lantai dapat menelan dana sekitar Rp 4,8 juta hingga Rp 5 juta per m2. Namun, harga tersebut bisa berbeda-beda tergantung dari lokasi pembangunan.

    Dengan biaya tersebut sudah termasuk seluruh material konstruksi dalam membangun rumah, mulai dari pasir, semen, genteng, bata ringan (hebel), hingga cat. Biaya tersebut juga sudah termasuk upah tukang borongan.

    Akan tetapi, harga tersebut masih bisa lebih murah tergantung dari keinginan pemilik rumah. Misalnya, penggunaan keramik lantai asli diganti menjadi kualitas KW 1 agar lebih terjangkau.

    “Kalau misalkan atapnya pakai yang genteng keramik tuh lebih mahal lagi, karena dia per pieces-nya sudah Rp 12 ribu, beda dengan atap spandek karena lembaran,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Senin (30/6/2025).

    Selain itu, biaya tersebut hanya untuk membangun rumah dan pemasangan material standar. Untuk instalasi listrik, membuat taman, pagar rumah, atau pemasangan kanopi maka dikenakan biaya tambahan lagi. Besar kecilnya anggaran yang dibutuhkan juga tergantung dari material serta luasnya.

    Di sisi lain, kamu juga perlu mempersiapkan dana darurat sekitar 10-15% dari total biaya bangun rumah. Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama Panggah Nuzhulrizki mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan jika sewaktu-waktu membutuhkan biaya lebih saat membangun rumah.

    Sebagai contoh, kamu akan membangun rumah sederhana dua lantai tipe 36 dengan kisaran Rp 4,8 juta per m2. Maka estimasi biaya yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

    • Biaya konstruksi: 72 m2 x Rp 4.800.000 per m2 = Rp 345.600.000.
    • Biaya instalasi listrik: Rp 1.000.000
    • Biaya tak terduga 15%: Rp 51.840.000

    Setelah itu, kamu perlu menjumlahkan biaya konstruksi + biaya instalasi listrik + biaya tak terduga 15% = Rp 398.440.000.

    Dengan begitu, kamu perlu menyiapkan dana sekitar Rp 398 jutaan untuk membangun hunian sederhana dua lantai tipe 36. Untuk menekan biaya, maka kamu bisa memilih material sederhana tapi punya kualitas yang baik.

    Kembali diingatkan, rincian biaya di atas hanya merupakan estimasi saja. Apabila kamu mengusung konsep hunian modern atau skandinavia, maka anggaran yang dibutuhkan bisa lebih banyak.

    Demikian estimasi biaya bangun rumah sederhana dua lantai tipe 36. Tertarik untuk membangunnya?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Estimasi Biaya Bangun Rumah Tipe 36, 45, dan 54 di Jabodetabek 2025


    Jakarta

    Banyak masyarakat yang memilih membangun rumah minimalis dengan tipe kecil dan menengah, mulai dari tipe 36, 45, dan 54. Hunian ini dinilai sudah cukup sebagai tempat tinggal bagi keluarga beserta anak-anaknya.

    Di sisi lain, membangun rumah tipe kecil menjadi solusi terbaik di saat harga tanah semakin mahal. Selain itu, ketersediaan lahan yang terbatas juga membuat banyak orang memilih mendirikan rumah minimalis tipe kecil.

    Jika kamu tertarik membangun rumah tipe 36, 45, atau 54 di kawasan Jabodetabek, pastikan sudah tahu estimasi biayanya. Langkah ini dilakukan agar kamu bisa menyiapkan anggaran dan tidak over budget.


    Dalam catatan detikProperti, Wildan selaku tim konstruksi dari Rebwild Construction mengatakan, untuk membangun rumah standar satu lantai biayanya sekitar Rp 4,5 juta per m2. Harga tersebut untuk wilayah Jabodetabek dan mungkin terdapat perbedaan di daerah lain.

    “Kalau misalkan ikut harga arsitek tuh sekitar Rp 6 jutaan start-nya, cuma kalau di kami mulai dari Rp 4,5 jutaan,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Senin (9/6/2025).

    Biaya tersebut sudah termasuk seluruh material konstruksi dalam membangun rumah, mulai dari pasir, semen, genteng, bata ringan (hebel), hingga cat. Biaya tersebut juga sudah termasuk upah tukang borongan.

    Akan tetapi, harga tersebut masih bisa lebih murah tergantung dari keinginan pemilik rumah. Misalnya, penggunaan keramik lantai asli diganti menjadi kualitas KW 1 agar lebih terjangkau.

    Selain itu, biaya tersebut tidak termasuk instalasi listrik, membuat taman, pagar rumah, atau pemasangan kanopi. Jika kamu ingin memasang pagar atau kanopi, siapkan dana lebih dan sesuaikan dengan material yang digunakan.

    Dalam membangun rumah, Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizki mengimbau agar mempersiapkan dana darurat sekitar 10-15% dari total biaya bangun rumah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

    Ingin tahu estimasi biaya bangun rumah tipe 36, 45, dan 54 di wilayah Jabodetabek 2025? Simak selengkapnya di bawah ini.

    Estimasi Biaya Bangun Rumah Tipe 36

    Rumah dengan tipe 36 dibangun dengan dimensi 6 x 6 meter atau 9 x 4 meter. Pada umumnya, rumah tipe ini sangat cocok untuk keluarga kecil atau pasangan yang baru menikah.

    Berikut estimasi biaya yang dibutuhkan untuk bangun rumah tipe 36 di Jabodetabek:

    • Biaya konstruksi: 36 m2 x Rp 4.500.000 = Rp 162.000.000
    • Biaya instalasi listrik: Rp 500.000
    • Biaya tak terduga 15%: Rp 24.300.000
    • Total: Rp 186.800.000.

    Estimasi Biaya Bangun Rumah Tipe 45

    Untuk rumah tipe 45 umumnya dibangun dengan dimensi 6 x 7,5 meter dan telah memasuki segmen middle-low. Berikut estimasi biaya pembangunan rumah tipe 45:

    • Biaya konstruksi: 45 m2 x Rp 4.500.000 = Rp 202.500.000
    • Biaya instalasi listrik: Rp 500.000
    • Biaya tak terduga 15%: Rp 30.375.000
    • Total: Rp 233.375.000.

    Estimasi Biaya Bangun Rumah Tipe 54

    Jika memiliki budget lebih, kamu bisa memilih membangun rumah tipe 54. Hunian ini umumnya dibangun dengan dimensi 9 x 6 atau 13,5 x 4 meter dan sudah masuk ke segmen middle.

    Berikut estimasi biaya pembangunan rumah tipe 54 di wilayah Jabodetabek:

    • Biaya konstruksi: 54 m2 x Rp 4.500.000 = Rp 243.000.000
    • Biaya instalasi listrik: Rp 500.000
    • Biaya tak terduga 15%: Rp 36.450.000
    • Total: Rp 279.950.000.

    Perlu diingat, biaya di atas hanya estimasi dan belum mencakup harga tanah. Selain itu, anggaran membangun rumah bisa membengkak jika kamu memilih material kualitas terbaik.

    Demikian estimasi biaya bangun rumah tipe 36, 45, dan 54 di wilayah Jabodetabek pada 2025. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Bangun Rumah 2 Lantai Tipe 45 di Jakarta? Siapkan Dana Segini


    Jakarta

    Rumah dua lantai jadi salah satu pilihan terbaik untuk membangun hunian yang nyaman. Sebab, rumah ini memiliki ruang yang cukup besar sehingga tidak terasa sempit.

    Jika detikers sudah berkeluarga dan memiliki anak, rumah dua lantai tipe 45 bisa menjadi pilihan menarik. Memang tidak sebesar tipe 54 atau 60, tapi setidaknya sudah cukup untuk menampung keluarga kamu dengan nyaman.

    Tertarik untuk membangun rumah dua lantai tipe 45? Pastikan kamu sudah mengetahui estimasi biaya pembangunannya agar bisa menyiapkan dana yang cukup. Untuk lebih jelasnya, simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Estimasi Biaya Bangun Rumah 2 Lantai Tipe 45 di Jakarta 2025

    Sebelum membangun rumah dua lantai tip 45, pastikan kamu telah menghitung biayanya terlebih dahulu. Untuk biayanya sendiri dihitung per meter persegi (m2).

    Wildan selaku tim konstruksi dari Rebwild Construction mengatakan untuk membangun rumah dua lantai bisa menelan dana sekitar Rp 4,8-5 juta per m2. Harga tersebut berlaku untuk wilayah Jakarta, sedangkan untuk daerah lain kemungkinan harganya bisa berbeda.

    Biaya tersebut sudah termasuk seluruh material konstruksi dalam membangun rumah, seperti pasir, semen, genteng, bata ringan (hebel), hingga cat dinding. Biaya tersebut juga meliputi upah tukang borongan di Jakarta.

    Namun, harga tersebut masih bisa lebih murah tergantung dari material yang dipilih. Jika sang pemilik ingin material yang harganya terjangkau maka biaya yang dibutuhkan bisa lebih murah.

    “Harga itu sudah include semua, cuma nggak bisa pakai model yang bagus gitu lho, jadi kaya plafon pakainya yang model flat, nggak yang drop ceiling. Terus keramik bukan yang asli punya, yang KW 1 lah, jadi semua distandarin aja,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Senin (30/6/2025).

    Perlu diingat, biaya tersebut juga hanya untuk membangun rumah serta pemasangan material standar. Untuk instalasi listrik, pagar rumah, atau pemasangan kanopi akan dikenakan biaya tambahan lagi. Besar kecilnya dana yang dibutuhkan tergantung dari material serta ukurannya.

    “Pokoknya dengan biaya tersebut sudah jadi (rumah). Cuma materialnya belum yang di-upgrade ke paling bagus gitu,” jelas Wildan.

    Selain itu, kamu juga perlu menyiapkan dana darurat sekitar 10-15% dari total biaya bangun rumah. Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama Panggah Nuzhulrizki mengatakan langkah ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan jika sewaktu-waktu membutuhkan biaya lebih saat membangun rumah.

    Sebagai contoh, kamu akan membangun rumah sederhana dua lantai tipe 45 di Jakarta dengan kisaran biaya Rp 4,8 juta per m2. Maka estimasi biaya yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

    • Biaya konstruksi: 90 m2 x Rp 4.800.000 per m2 = Rp 432.000.000
    • Biaya instalasi listrik: Rp 1.000.000
    • Biaya darurat 15% saat membangun rumah: Rp 64.800.000

    Setelah itu, kamu perlu menjumlahkan biaya konstruksi + biaya instalasi listrik + biaya darurat 15% = Rp 497.800.000.

    Jadi, kamu perlu menyiapkan dana sekitar Rp 497 jutaan untuk membangun rumah dua lantai tipe 45 di Jakarta. Untuk menekan biaya, kamu bisa memilih material sederhana tapi punya kualitas yang baik.

    Kembali diingatkan, rincian biaya di atas hanya merupakan estimasi sehingga dapat berbeda-beda. Selain itu, biaya tersebut tidak termasuk membeli tanah di Jakarta.

    Demikian estimasi biaya bangun rumah dua lantai tipe 45 di Jakarta. Tertarik untuk membangunnya?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com