Tag Archives: transaksi

Transaksi Aset Kripto Per April 2024 Capai Rp 211 Triliun


Jakarta

Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi (Bappebti) mencatat jumlah investor aset kripto mencapai 20 juta orang per April 2024. Sementara itu, total transaksinya dalam empat bulan pertama tahun ini mencapai Rp 211,1 triliun, lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 yang hanya Rp 149 triliun.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) Bappebti, Tirta Karma Senjaya, menjelaskan masih ada sejumlah tantangan investasi kripto di Indonesia. Pertama, terkait ruang lingkup investasi kripto dari hulu ke hilirnya sangat luas.

“Sehingga hal ini menjadi tantangan yang cukup besar untuk kami bisa meregulasi secara baik, namun juga tetap memberikan ruang eksplorasi dan inovasi bagi industri maupun pendukung ekosistemnya, serta memberikan keamanan dan kenyamanan investasi bagi para investor,” ujar Tirta dalam keterangannya, Rabu (29/5).


Tirta menambahkan, tantangan tersebut menjadi tanggung jawab bersama agar bisa mengatur terkait dengan penggunaan blockchain. “Karena kami yakin dari sisi hulu ini akan memberikan keuntungan besar bagi Indonesia jika dikembangkan lebih jauh lagi,” kata dia.

Sementara itu, General Counsel Pintu, Malikulkusno Utomo (Dimas), menjabarkan tantangan yang dihadapi oleh industri kripto di Indonesia dari sisi pedagang. Tantangan pertama adalah aturan dari hulu hingga hilir. “Karena kita tahu investasi kripto bergerak sangat cepat dan dinamis dengan berbagai use cases yang muncul setiap harinya.

Investasi perdagangan spot hanyalah salah satu produk, sementara banyak hal lain seperti Decentralized Finance (DeFi), NFT, Web3, dan produk kripto lainnya yang menjadi tantangan seluruh pihak,” kata dia.

Tantangan selanjutnya yakni edukasi di tengah meningkatnya jumlah investor dalam waktu cepat. Menurut Dimas, Pintu memiliki komitmen untuk melakukan edukasi kepada masyarakat melalui webinar, roadshow, hingga adanya Pintu Academy.

“Namun kami justru melihat ada sarana lain untuk edukasi yaitu langsung mencoba berinvestasi kripto. Hal tersebut tidak hanya dapat mendorong penetrasi investor kripto Indonesia, namun menjadi bagian dari perjalanan self-learning investor itu sendiri bahwa terdapat berbagai risiko di dalam investasi kripto,” pungkasnya.

(fdl/fdl)



Sumber : finance.detik.com

Pelaku Fintech Syariah Kumpul, Bahas Keamanan Data dan Transaksi


Jakarta

Sejumlah perusahaan fintech syariah yang tergabung dalam Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) berkumpul untuk membahas tantangan industri ke depan dalam forum CBNCloud Connect.

CBNCloud Connect digelar oleh PT Cyberindo Mega Persada, salah satu pionir layanan cloud computing dengan merek CBNCloud, bersama mitra strategisnya, EDTS (Enterprise Digital Technology Services).

CBNCloud Connect menyoroti pentingnya keamanan dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era digital, terutama dalam industri fintech yang sangat sensitif terhadap keamanan data dan transaksi.


Kolaborasi dengan menggunakan Google Cloud dipilih sebagai fokus utama acara ini, mengingat peran pentingnya dalam menyediakan solusi keamanan dan kolaborasi terdepan dalam teknologi cloud. Acara ini dihadiri oleh para pemimpin utama dari CBNCloud, EDTS, serta jajaran pengurus dan anggota perusahaan fintech AFSI.

“Kami dari AFSI berharap CBNCloud Connect dapat menjadi wadah yang produktif dan mengembangkan inovasi untuk memajukan ekosistem fintech yang lebih aman dan terintegrasi, tentunya dalam pemanfaatan teknologi cloud yang andal,” kata Ketua Umum AFSI Ronald Yusuf Wijaya, ditulis Kamis (27/6/2024).

General Manager Corporate Solutions CBNCloud, Natalia D. Arientowati, menyatakan kolaborasi antara CBNCloud, EDTS, dan AFSI akan mendorong terciptanya solusi yang inovatif dan terpercaya dalam industri fintech. “Khususnya dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional bisnis melalui penggunaan teknologi cloud,” katanya.

Peserta disajikan materi yang mendalam dan komprehensif oleh para ahli di bidangnya, Faradila dan Arif Sembiring. Para cloud architect dari EDTS ini secara rinci menyampaikan berbagai aspek keamanan dalam teknologi cloud. Penjelasan mereka mencakup bagaimana Google Collaboration meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko bagi perusahaan fintech di Indonesia.

“Google Cloud menghadirkan teknologi terdepan ke dalam fintech syariah, menyederhanakan integrasi data dan analitik untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih baik dan aman.” Ujar Allto W. Setiabudi, Chief Operating Officer EDTS.

Acara ini bukan hanya menjadi ajang untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga bukti nyata dari komitmen CBNCloud dan EDTS dalam mendukung perkembangan teknologi cloud di Indonesia.

Dengan menghadirkan platform kolaborasi seperti CBNCloud Connect, diharapkan tercipta kerjasama yang berkelanjutan untuk mewujudkan visi bersama demi meningkatkan daya saing dan inovasi di industri fintech. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membawa dampak positif dalam meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keamanan data, serta memperluas jangkauan layanan bagi pelanggan fintech.

(fdl/fdl)



Sumber : finance.detik.com

Melesat 354%! Transaksi Aset Kripto RI Tembus Rp 344,09 T


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perkembangan perdagangan aset kripto di Indonesia naik signifikan. Secara akumulatif dari Januari-Agustus 2024 nilainya mencapai Rp 344,09 triliun, tumbuh 354% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Demikian kata Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (1/10/2024).

“Secara akumulatif nilai transaksi aset kripto sepanjang 2024 ini yaitu dari Januari-Agustus telah tercatat mencapai Rp 344,09 triliun atau tumbuh 354% jika dibandingkan periode yang sama pada 2023,” kata Hasan.


Khusus Agustus 2024, transaksi kripto di Indonesia mencapai Rp 48 triliun. Nilai itu tercatat tumbuh dari sebelumnya Rp 42,34 triliun pada Juli 2024.

Peningkatan nilai itu juga dibarengi dengan jumlah investor kripto yang meningkat. Jumlahnya mencapai 20,9 juta investor per Agustus 2024.

“Sehubungan dengan perkembangan aktivitas kegiatan aset kripto di Indonesia, pada Agustus 2024 tercatat jumlah total investor berada dalam tren meningkat dengan total 20,9 juta investor. Terjadi peningkatan kembali dibandingkan di Juli 2024 yang berjumlah 20,59 juta investor,” jelas Hasan.

(aid/kil)



Sumber : finance.detik.com

Transaksi Kripto Tembus Rp 35 Triliun


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat transaksi kripto di Indonesia hingga April 2025 mencapai Rp 35,61 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan posisi Maret 2025 Rp 32,45 triliun

“Nilai transaksi aset kripto di periode April 2025 tercatat sebesar Rp 35,61 triliun, meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya di Maret 2025 yang tercatat di angka Rp 32,45 triliun. Hal ini menunjukkan kepercayaan konsumen dan juga kondisi pasar yang tetap terjaga dengan baik,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Hasan Fawzi dalam konferensi pers secara virtual, Senin (2/6/2025).

Peningkatan transaksi ini juga diimbangi dengan kenaikan jumlah pengguna aset digital tersebut. Jumlah konsumen yang menggunakan aset kripto pada April 2025, tercatat mencapai 14,16 juta orang.


“Jumlah konsumen kembali dalam tren peningkatan, yaitu mencapai angka 14,16 juta konsumen dibandingkan bulan Maret 2025 yang tercatat di angka 13,71 juta konsumen,” jelas Hasan.

Dalam memperkuat kerangka pengaturan dan pengambangan di industri Aset Keuangan Digital (AKD), OJK saat ini sedang memfinalisasi penyusunan Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) terkait dengan penilaian kemampuan dan kepatutan pihak utama dan juga penilaian kembali pihak utama di sektor Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK).

“Serta RPOJK untuk penerapan tata kelola dan manajemen risiko di sektor ITSK, dan Rancangan Surat Edaran OJK (RSEOJK) untuk penerapan program anti pencucian uang, pendanaan terorisme, dan juga pendanaan senjata pemusnah massal pada sektor ITSK,” terang Hasan.

(ada/hns)



Sumber : finance.detik.com