Tag: trish duarte

  • 6 Alasan Jangan Jemur Baju di Depan Rumah


    Jakarta

    Masih banyak masyarakat yang sering menjemur pakaian di depan rumah. Alasan utamanya agar baju cepat kering karena terkena sinar matahari langsung.

    Meski hal tersebut dinilai sebagai cara yang tepat, tetapi ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum menjemur baju di depan rumah. Sebab, bisa saja pakaian yang telah dicuci malah bau kembali setelah dijemur.

    Lantas, mengapa dianjurkan untuk tidak menjemur baju di depan rumah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Alasan Jangan Menjemur Baju di Depan Rumah

    Ada sejumlah alasan mengapa kamu tidak dianjurkan menjemur baju di depan rumah. Dilansir situs Homes and Gardens, Kamis (22/5/2025) berikut sejumlah alasannya:

    1. Kondisi Cuaca yang Berubah

    Alasan utama jangan menjemur pakaian di depan rumah karena cuaca yang dapat berubah. Saat ini cuaca di sebagian kota memang tidak menentu, pagi hari cerah dan bisa turun hujan di siang hari.

    Jika cuaca mendadak hujan, tentu pakaian yang sedang dijemur bisa basah terkena air hujan. Selain itu, kotoran dan debu bisa menempel di baju karena terbawa angin.

    2. Dapat Memudarkan Warna Baju

    Menjemur pakaian di depan rumah bertujuan agar baju cepat kering. Namun, jika pakaian dijemur terlalu lama maka bisa memudarkan warna baju akibat terkena sinar matahari, khususnya pakaian berwarna cerah atau gelap.

    “Perlu diperhatikan bahwa warna kain dapat memudar lebih cepat akibat paparan sinar matahari yang berlebihan, terutama untuk pakaian berwarna cerah atau gelap,” kata Daniel Brown CEO Handy Cleaners.

    3. Pakaian Dikerumuni Semut

    Karena baju dijemur di luar ruangan, maka bisa saja semut datang dan mengerumuni pakaian milik detikers. Sebab, semut menyukai cucian yang masih segar karena mengeluarkan wangi yang menarik perhatian mereka.

    “Semut dapat merusak pakaian dengan menimbulkan lubang pada kain. Semut juga dapat masuk ke dalam pakaian tanpa Anda sadari. Ketika pakaian itu digunakan maka kamu bisa gatal-gatal karena digigit semut,” kata Trish Duarte seorang professional cleaner.

    Jika menjemur baju di depan rumah, sebaiknya kibas-kibas terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke keranjang bersih. Cara ini dilakukan agar tidak ada semut yang bersembunyi di dalam baju.

    4. Bikin Baju Jadi Bau Lagi

    Alasan berikutnya karena baju yang telah dicuci jadi bau lagi setelah dijemur. Memang, pakaian yang dijemur di bawah matahari bisa cepat kering dan mencegah timbulnya jamur, tapi jika dijemur terlalu lama bisa menyebabkan bau tak sedap.

    Apabila kamu tinggal di kawasan yang tingkat polusinya tinggi, seperti ada asap pembakaran sampah atau pabrik, maka partikel dari asap bisa menyerap ke baju. Selain bikin baju bau apek, kondisi ini juga dapat membahayakan kesehatan.

    5. Mengganggu Estetika Hunian

    Ketika menjemur baju di depan rumah, maka kamu perlu menyiapkan alat atau tali untuk menjemur pakaian. Hal ini dapat mengganggu estetika hunian karena terdapat jemuran yang berada di halaman atau garasi rumah.

    Selain itu, tumpukan baju yang dijemur di depan rumah dapat mengganggu pemandangan sekaligus menimbulkan kesan berantakan dan tidak teratur. Hal ini dapat memengaruhi citra kamu sebagai pemilik rumah.

    6. Baju Bisa Lembap dan Bau Apek

    Ketika menjemur baju di luar rumah saat kondisi cuaca sedang hujan atau mendung, alhasil pakaian tidak cepat kering. Kondisi ini bisa menyebabkan baju jadi lembap dan bau apek ketika sudah kering.

    “Idealnya pakaian harus kering dalam waktu 2-6 jam setelah dicuci. Jika mencium bau apek dari pakaian, itu artinya ada bakteri, jamur, dan lumut yang muncul di pakaian Anda. Alhasil Anda perlu mencucinya lagi,” ujar Trish Duarte.

    Itulah enam alasan sebaiknya jangan menjemur pakaian di depan rumah. Semoga bermanfaat!

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar Sebut 5 Benda Ini Jangan Dibersihkan Pakai Spons, Kenapa?


    Jakarta

    Spons memiliki fungsi utama untuk membersihkan alat makan dan peralatan masak agar kembali kinclong. Selain itu, spons juga banyak dipakai untuk membersihkan benda-benda di rumah.

    Walau dapat mengangkat kotoran secara efektif, tapi tidak semua perabotan di rumah dapat dibersihkan pakai spons. Alih-alih menjadi bersih, tapi justru dapat merusak permukaannya.

    Ingin tahu apa saja perabotan di rumah yang sebaiknya jangan dibersihkan pakai spons? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Benda Ini Jangan Dibersihkan Pakai Spons

    Dilansir situs The Spruce, berikut benda-benda di rumah yang jangan dibersihkan menggunakan spons menurut ahli kebersihan:

    1. Cermin dan Permukaan Kaca

    Banyak orang yang terbiasa membersihkan cermin atau permukaan kaca menggunakan spons. Padahal, kebiasaan ini justru membuat kaca jadi kusam dan muncul goresan halus.

    “Tekstur spons bertindak seperti amplas halus, sehingga jika dipakai di permukaan kaca dapat menciptakan goresan kecil dan jadi terlihat buram pada permukaan yang seharusnya bening,” kata pakar kebersihan dari MaidPro Temecula Trish Duarte.

    Daripada menggunakan spons, Trish menyarankan memakai kain halus atau kain microfiber untuk membersihkan cermin dan permukaan kaca di rumah.

    2. Segel Pintu Kulkas

    Segel pintu kulkas atau disebut gasket berfungsi untuk menyegel pintu lemari es agar udara dingin tidak keluar. Bagian ini memang wajib dibersihkan agar pintu selalu tertutup rapat, tapi sebaiknya jangan dibersihkan pakai spons.

    “Alih-alih membersihkan kotoran, penggunaan spons justru mendorong kotoran semakin dalam ke lipatan segel pintu kulkas, tempat ditemukan ada jamur dan bakteri tumbuh,” ujar ahli kebersihan dari Spekless Karina Toner.

    Karina lebih menyarankan menggunakan sikat gigi bekas saat membersihkan segel pintu kulkas. Agar efektif mengangkat kotoran, buat cairan dari cuka putih dan air hangat, lalu gosokkan sikat gigi ke setiap lipatan dengan perlahan.

    3. Pisau

    Sering membersihkan pisau yang kotor dengan spons? Ternyata pakar menyebut cara ini justru dapat mengikis ujung pisau sehingga jadi tidak tajam. Selain itu, mencuci pisau dengan spons sangat berbahaya karena berisiko melukai tangan akibat tertusuk secara tidak sengaja.

    Agar lebih aman, cukup bersihkan pisau dengan kain lap kering. Lakukan secara hati-hati agar pisau tidak mengiris tangan.

    4. Perabotan Kayu

    Membersihkan perabotan kayu seperti talenan ternyata tidak dianjurkan menggunakan spons. Sifat spons yang dapat mengikis ternyata berisiko merusak lapisan kayu, sehingga menimbulkan celah yang besar pada serat kayu.

    “Spons dapat menimbulkan kelembapan pada serat kayu yang berpori, sehingga bisa cepat rusak dan menjadi tempat bertumbuhnya bakteri,” ungkap Trish.

    Untuk membersihkan perabotan kayu, sebaiknya gunakan sikat gigi atau kain lap khusus yang tidak menyerap air berlebih. Setelah dicuci bersih, segera dilap dan dikeringkan agar kelembapan tidak masuk ke serat kayu.

    5. Panci dan Wajan Anti Lengket

    Satu lagi benda di rumah yang sebaiknya jangan dibersihkan pakai spons, yakni panci dan wajan anti lengket. Permukaannya yang halus dan tipis dapat menimbulkan goresan jika terus dibersihkan pakai spons.

    “Lapisan wajan anti lengket sangat tipis dan halus, sedangkan spons dapat menciptakan goresan yang tidak terlihat, tapi seiring waktu dapat merusak lapisannya,” sebut Trish.

    Sebagai alternatif, Trish menyarankan menggunakan kain lap khusus atau sikat bambu yang dirancang untuk permukaan panci dan wajan anti lengket.

    Itulah lima benda yang sebaiknya jangan dibersihkan dengan spons menurut sejumlah pakar. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com