Tag: tukang harian

  • Lebih Baik Tukang Harian atau Borongan untuk Renovasi Rumah? Ini Bedanya


    Jakarta

    Ketika sedang merenovasi rumah, kamu bisa menggunakan jasa tukang harian atau borongan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan.

    Ada beberapa perbedaan dari tukang harian dan tukang borongan. Kamu bisa memilihnya berdasarkan waktu pengawasan, budget hingga seberapa besar renovasi yang dilakukan.

    Perbedaan Tukang Harian dan Borongan

    Tukang harian dan borongan memiliki perbedaan di sistem pembayaran, waktu penyelesaian hingga kualitas pekerjaan. Berikut penjelasannya.


    1. Sistem Pembayaran

    Tukang harian: Dibayar per hari
    Tukang borongan: Dibayar berdasarkan proyek dalam jangka waktu tertentu. Biayanya sesuai dengan kesepakatan di awal.

    Mengutip buku 24 Desain Rumah di Bawah 80 Juta oleh DMaximus arc, pekerjaan harian bisa lebih hemat jika pengawasan dilakukan setiap hari. Sehingga tak ada pekerjaan yang tertunda atau keterlambatan material.

    2. Penyelesaian

    Tukang harian: cenderung lebih lambat dalam menyelesaikan proyek.

    Tukang borongan: Lebih cepat dari tukang harian, sebab melibatkan banyak orang dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Pekerjaan borongan ini cenderung ingin cepat selesai, sehingga perlu pengawasan yang ketat.

    Mengutip buku 54 Inspirasi Desain Pengembangan Rumah oleh Atiya Murti, jika pemilik rumah memiliki waktu yang cukup banyak untuk mengawasi pekerjaan tukang, tak ada salahnya untuk menggunakan jasa tukang harian. Namun, jika tak punya cukup waktu, maka kamu bisa menggunakan jasa tukang borongan.

    3. Kualitas Hasil Pekerjaan

    Tukang harian: Umumnya lebih detail dalam menyelesaikan pekerjaan. Jika terdapat hasil yang kurang memuaskan dan diperlukan penggantian pekerja, lebih mudah untuk melakukan pemutusan hubungan kerja, dibandingkan dengan sistem borongan.

    Tukang borongan: Menghasilkan pekerjaan yang baik dan berkualitas serta tepat waktu dalam penyelesaiannya. Asalkan, pemilik rumah memahami tata cara dan tahapan dalam membangun rumah, serta memiliki waktu cukup untuk mengawasi di lapangan.

    Mengutip buku Ide Kreatif Renovasi Rumah oleh Santi Hasan dan Anisah Utami, jika bekerja dengan tukang borongan, maka pemilik rumah harus bersiap menjadi pengawas sekaligus manajer dalam proyeknya. Sebab, dalam sistem borongan, hal-hal di luar teknis renovasi harus ditangani sendiri oleh pemilik rumah.

    4. Biaya

    Tukang harian: Lebih mahal dari tukang borongan dan keahlian spesifik diperlukan.

    Tukang borongan: Upah tukang borongan lebih murah dibandingkan dengan tukang harian. Mengutip salah satu situs jual beli rumah. Hal ini karena tukang borongan menerapkan strategi tertentu dalam mengefisiensi waktu serta penggunaan bahan bangunan.

    5. Jenis Proyek

    Tukang harian: Proyeknya relatif kecil dan sederhana, misalnya ruangan atau perbaikan rumah.

    Tukang borongan: Umumnya digunakan dalam proyek yang besar, misalnya bangunan komersial atau hunian.

    6. Fokus dan Tanggung Jawab

    Tukang harian: Lebih fokus, sebab dipekerjakan berdasarkan keahliannya.

    Tukang borongan: Tanggung jawabnya lebih besar, karena berkaitan dengan pengelolaan proyek secara keseluruhan.

    Itulah beberapa perbedaan tukang harian dan juga borongan. Pertimbangkan secara matang sebelum memilih tukang untuk merenovasi rumahmu ya.

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Perbedaan Tukang Borongan dan Harian



    Jakarta

    Ketika ingin membangun atau merenovasi rumah sering kali kita dihadapkan pada pilihan, lebih baik pakai tukang borongan atau tukang harian? Hal tersebut tentunya kembali lagi pada pilihan masing-masing.

    Memang apa sih perbedaan tukang harian dengan tukang borongan? Dikutip dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tukang harian adalah pekerja konstruksi yang dibayar per hari kerja. Pembayarannya dihitung dengan menjumlahkan hari kerja per orang pertugas.

    Sementara itu, tukang borongan adalah pekerja konstruksi yang dibayar berdasarkan proyek yang diselesaikan dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap seperti yang disepakati di awal.


    Nah, buat kalian yang masih bingung untuk menggunakan jasa tukang borongan atau tukang harian, berikut ini perbedaannya.

    1. Upah

    – Tukang harian: Berdasarkan hari kerja
    – Tukang borongan: Berdasarkan proyek dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap yang disepakati di awa;

    2. Tanggung Jawab

    – Tukang harian: Lebih fokus karena dipekerjakan berdasarkan keahlian spesifik.
    – Tukang borongan: Lebih besar karena berkaitan dengan pengelolaan proyek secara keseluruhan.

    3. Jenis Proyek

    – Tukang harian: Relatif kecil dan sederhana, seperti renovasi ruangan atau perbaikan rumah.
    – Tukang borongan: Umum digunakan pada proyek yang lebih besar, seperti hunian baru atau bangunan komersial.

    4. Efisiensi

    – Tukang harian: Biasanya biaya lebih tinggi karena membutuhkan keahlian spesifik.
    – Tukang borongan: Efisiensi biaya dan waktu karena menerapkan strategi tertentu. Contohnya dari penggunaan bahan bangunan.

    6. Waktu Penyelesaian

    – Tukang harian: lebih fleksibel.
    – Tukang borongan: Lebih cepat karena mengerahkan lebih banyak tukang dengan jadwal yang pasti.

    7. Kualitas Pekerjaan

    – Tukang harian: Umumnya lebih detail dalam menyelesaikan pekerjaan.
    – Tukang borongan: Jika dikerjakan terburu-buru berpotensi berpengaruh pada kualitas bangunan.

    Sebagai informasi, apabila dalam suatu proyek membutuhkan keterampilan khusus, seperti pemasangan sistem listrik atau perbaikan saluran air, pastikan tukang yang dipilih memiliki keahlian dan berpengalaman. Bahkan kalau perlu yang bersertifikat untuk mengerjakan proyek tersebut.

    Tentunya, hal-hal tersebut dapat dijadikan pertimbangan untuk menggunakan jasa tukang harian atau tukang borongan. Kalian hanya perlu menyesuaikan dengan proyek yang akan dilakukan.

    Demikian informasi terkait perbedaan tukang harian dengan tukang borongan. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lebih Mudah Memahami Bedanya Tukang Borongan dan Harian



    Jakarta

    Ketika ingin membangun atau merenovasi rumah sering kali kita dihadapkan pada pilihan, lebih baik pakai tukang borongan atau tukang harian? Hal tersebut tentunya kembali lagi pada pilihan masing-masing.

    Memang apa sih perbedaan tukang harian dengan tukang borongan? Dikutip dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tukang harian adalah pekerja konstruksi yang dibayar per hari kerja. Pembayarannya dihitung dengan menjumlahkan hari kerja per orang pertugas.

    Sementara itu, tukang borongan adalah pekerja konstruksi yang dibayar berdasarkan proyek yang diselesaikan dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap seperti yang disepakati di awal.


    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Perbedaan Tukang Harian dan Tukang Borongan


    Jakarta

    Saat ingin membangun maupun renovasi rumah, tentunya dibutuhkan tukang untuk melakukannya. Namun, terkadang penghuni rumah masih kebingungan lebih baik pakai jasa tukang harian atau tukang borongan.

    Memang, keduanya memiliki perbedaan dan kelebihan maupun kekurangannya masing-masing. Penggunaan tukang harian maupun tukang borongan ditentukan atas kebutuhan masing-masing.

    Apa saja sih perbedaan antara tukang harian dengan tukang borongan?


    Tukang harian merupakan pekerja konstruksi yang dibayar per hari. Biasanya, pembayaran dihitung dengan menjumlahkan hari kerja per orang per tugas.

    Sementara itu, tukang borongan adalah pekerja konstruksi yang dibayar berdasarkan proyek yang diselesaikan dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap seperti yang disepakati di awal.

    Perbedaan antara tukang harian dengan tukang borongan bukan hanya itu saja. Dilansir dari Instagram Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (@kemenpupr), berikut ini perbedaan tukang harian dengan tukang borongan.

    1. Upah

    – Tukang harian: Berdasarkan hari kerja.
    – Tukang borongan: Berdasarkan proyek dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap yang disepakati di awal.

    2. Tanggung Jawab

    – Tukang harian: Lebih fokus karena dipekerjakan berdasarkan keahlian spesifik.
    – Tukang borongan: Lebih besar karena berkaitan dengan pengelolaan proyek secara keseluruhan.

    3. Jenis Proyek

    – Tukang harian: Relatif kecil dan sederhana, seperti renovasi ruangan atau perbaikan rumah.
    – Tukang borongan: Umum digunakan pada proyek yang lebih besar, seperti hunian baru atau bangunan komersial.

    4. Efisiensi

    – Tukang harian: Biasanya biaya lebih tinggi karena membutuhkan keahlian spesifik.
    – Tukang borongan: Efisiensi biaya dan waktu karena menerapkan strategi tertentu. Contohnya dari penggunaan bahan bangunan.

    6. Waktu Penyelesaian

    – Tukang harian: lebih fleksibel.
    – Tukang borongan: Lebih cepat karena mengerahkan lebih banyak tukang dengan jadwal yang pasti.

    7. Kualitas Pekerjaan

    – Tukang harian: Umumnya lebih detail dalam menyelesaikan pekerjaan.
    – Tukang borongan: Jika dikerjakan terburu-buru berpotensi berpengaruh pada kualitas bangunan.

    Sebagai informasi, apabila dalam suatu proyek membutuhkan keterampilan khusus, seperti pemasangan sistem listrik atau perbaikan saluran air, pastikan tukang yang dipilih memiliki keahlian dan berpengalaman. Bahkan kalau perlu yang bersertifikat untuk mengerjakan proyek tersebut.

    Tentunya, hal-hal tersebut dapat dijadikan pertimbangan untuk menggunakan jasa tukang harian atau tukang borongan. Kamu hanya perlu menyesuaikan dengan proyek yang akan dilakukan.

    Demikian informasi terkait perbedaan tukang harian dengan tukang borongan. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Upah Tukang Bangunan 2024, dari Tukang Kayu-Pasang Listrik



    Jakarta

    Saat akan membangun maupun renovasi rumah, tentunya memerlukan tukang. Untuk membangun atau renovasi rumah bisa dilakukan oleh tukang harian maupun tukang borongan, tergantung dengan keperluan.

    Jika renovasinya minor, kamu bisa menggunakan tukang harian. Penggunaan tukang harian ketika membangun rumah bisa saja lebih hemat jika dilakukan pengawasan setiap harinya, sehingga tidak ada pekerjaan yang tertunda atau terlewat.

    Kira-kira berapa ya biaya jasa tukang harian? Dilansir dari Lamudi, berikut ini daftarnya.


    Jasa Satuan Harga
    Tukang Kayu Per hari Rp 110.000
    Tukang Gali Per hari Rp 95.000
    Tukang Besi Beton Per hari Rp 120.000
    Tukang Batu Per hari Rp 100.000
    Tukang Cat Per hari Rp 115.000
    Tukang Besi Profil Per hari Rp 125.000
    Tukang Ledeng Per hari Rp 115.000
    Tukang Listrik Per hari Rp 120.000

    Sebagai catatan, harga tersebut bisa berubah tergantung dari wilayah tempat tinggal.

    Sementara itu, dalam catatan detikProperti pada 2023, Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky mengatakan harga tukang berbeda-beda setiap daerahnya. Misalnya, untuk di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) upah tukang harian sekitar Rp 150.000-200.000.

    “Tergantung di daerah juga, tapi kalau di daerah Jabodetabek itu masih ada Rp 150-200 ribu itu ada, tergantung dari kualitas, kecepatan, dan ketelitian tukang,” tuturnya kepada detikProperti, ditulis Jumat (15/12/2023).

    Beda lagi dengan harga kenek. Kenek di sini maksudnya adalah pekerja yang membantu tukang. Panggah menyebutkan, upah kenek bangunan per hari bervariasi, untuk di Jabodetabek sekitar Rp 100.000-130.000.

    Sementara itu, untuk upah mandor atau kepala tukang sedikit lebih tinggi dari harga tukang dan kenek. Upah mandor sekitar Rp 200.000-250.000 per hari.

    “Kalau mandor bisa Rp 200.000-250.000 karena dia kan tipenya hanya pengawas aja, jadi dia yang akan mimpin,” ungkapnya.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini yang Membedakan Tukang Harian dan Borongan, Kamu Sudah Tahu?



    Jakarta

    Ketika ingin membangun atau merenovasi rumah sering kali kita dihadapkan pada pilihan, lebih baik pakai tukang borongan atau tukang harian? Hal tersebut tentunya kembali lagi pada pilihan masing-masing.

    Memang apa sih perbedaan tukang harian dengan tukang borongan? Dikutip dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Minggu (25/8/2024), tukang harian adalah pekerja konstruksi yang dibayar per hari kerja. Pembayarannya dihitung dengan menjumlahkan hari kerja per orang pertugas.

    Sementara itu, tukang borongan adalah pekerja konstruksi yang dibayar berdasarkan proyek yang diselesaikan dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap seperti yang disepakati di awal.


    Nah, buat kalian yang masih bingung untuk menggunakan jasa tukang borongan atau tukang harian, berikut ini perbedaannya.

    1. Upah

    – Tukang harian: Berdasarkan hari kerja
    – Tukang borongan: Berdasarkan proyek dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap yang disepakati di awa;

    2. Tanggung Jawab

    – Tukang harian: Lebih fokus karena dipekerjakan berdasarkan keahlian spesifik.
    – Tukang borongan: Lebih besar karena berkaitan dengan pengelolaan proyek secara keseluruhan.

    3. Jenis Proyek

    – Tukang harian: Relatif kecil dan sederhana, seperti renovasi ruangan atau perbaikan rumah.
    – Tukang borongan: Umum digunakan pada proyek yang lebih besar, seperti hunian baru atau bangunan komersial.

    4. Efisiensi

    – Tukang harian: Biasanya biaya lebih tinggi karena membutuhkan keahlian spesifik.
    – Tukang borongan: Efisiensi biaya dan waktu karena menerapkan strategi tertentu. Contohnya dari penggunaan bahan bangunan.

    6. Waktu Penyelesaian

    – Tukang harian: lebih fleksibel.
    – Tukang borongan: Lebih cepat karena mengerahkan lebih banyak tukang dengan jadwal yang pasti.

    7. Kualitas Pekerjaan

    – Tukang harian: Umumnya lebih detail dalam menyelesaikan pekerjaan.
    – Tukang borongan: Jika dikerjakan terburu-buru berpotensi berpengaruh pada kualitas bangunan.

    Sebagai informasi, apabila dalam suatu proyek membutuhkan keterampilan khusus, seperti pemasangan sistem listrik atau perbaikan saluran air, pastikan tukang yang dipilih memiliki keahlian dan berpengalaman. Bahkan kalau perlu yang bersertifikat untuk mengerjakan proyek tersebut.

    Tentunya, hal-hal tersebut dapat dijadikan pertimbangan untuk menggunakan jasa tukang harian atau tukang borongan. Kalian hanya perlu menyesuaikan dengan proyek yang akan dilakukan.

    Demikian informasi terkait perbedaan tukang harian dengan tukang borongan. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Perbedaan Tukang Harian dan Borongan, Pilih yang Mana?


    Jakarta

    Saat merencanakan proyek renovasi atau pembangunan rumah, salah satu keputusan yang harus diambil adalah memilih jasa tenaga kerja yang tepat. Dua opsi yang umum digunakan adalah tukang harian dan tukang borongan.

    Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan, anggaran, dan skala pekerjaan. Jadi, memahami perbedaan keduanya bisa membantu pemilik rumah dalam mengambil keputusan. Berikut perbedaan tukang harian dan borongan.

    Perbedaan Tukang Harian dan Borongan

    Tukang harian dan borongan memiliki perbedaan dalam sistem pembayaran, waktu penyelesaian, serta upah yang diberikan. Mengutip buku 54 Inspirasi Desain Pengembangan Rumah type 36, 45, dan 54 oleh Atitya Murti, 24 Desain Rumah di Bawah 80 Juta oleh DMaximus arc, hingga situs jual beli rumah, berikut penjelasan dari perbedaan keduanya.


    1. Sistem Pembayaran

    • Tukang harian: Dibayar per hari berdasarkan hari kerja
    • Tukang borongan: Dibayar berdasarkan proyek dalam jangka wakt tertentu. Biaya ditentukan sesuai dengan kesepakatan di awal.

    2. Waktu Penyelesaian

    • Tukang harian: Cenderung lebih lambat dalam menyelesaikan pekerjaan dibandingkan tukang borongan.
    • Tukang borongan: Lebih cepat dari tukang harian, karena melibatkan banyak orang dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Namun, karena cenderung cepat selesai, perlu pengawasan di lapangan.

    3. Biaya

    • Tukang harian: Biaya yang dikeluarkan untuk tukang harian lebih besar dari tukang borongan dan keahlian spesifik diperlukan. Namun, tukang harian bisa lebih hemat jika pengawasan dilakukan setiap hari, sehingga tak ada pekerjaan tertunda atau keterlambatan material.
    • Tukang borongan: Biaya yang dikeluarkan untuk tukang borongan lebih murah. Sebab, tukang borongan menerapkan strategi tertentu untuk mengefisiensi waktu dan penggunaan bahan bangunan.

    4. Jenis Proyek

    • Tukang harian: Relatif lebih kecil dan sederhana. Contohnya, renovasi ruangan atau perbaikan rumah
    • Tukang borongan: Umumnya diberikan untuk proyek yang lebih besar. Contohnya, bangunan komersial dan hunian baru.

    5. Hasil Pekerjaan

    • Tukang harian: Umumnya, tukang harian lebih detail ketika menyelesaikan pekerjaan. Apabila ada hasil pekerjaan yang kurang memuaskan dan perlu dilakukan penggantian pekerja, lebih mudah melakukan pemutusan hubungan kerja.
    • Tukang borongan: Hasil pekerjaannya baik, berkualitas, dan tepat waktu. Dengan catatan, pemilik rumah memahami tata cara serta tahapan dalam membangun rumah. Pemilik rumah juga perlu mempunyai cukup waktu untuk mengawasi tukang di lapangan.

    6. Tanggung Jawab

    • Tukang harian: Lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaan karena bekerja berdasarkan keahlian spesifik.
    • Tukang borongan: Tanggung jawab lebih besar. Sebab melakukan pengelolaan proyek secara keseluruhan.

    Pilih mandor atau tukang yang sudah dipercaya dan bisa bekerja dengan profesional. Tukang profesional akan bekerja dengan tidak mengulur waktu meski dibayar harian. Begitu pula tukang profesional yang dibayar borongan juga tidak akan mengerjakan secara terburu-buru, tapi lebih mementingkan kualitas pekerjaannya.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Tukang Harian VS Borongan, Mana yang Lebih Cocok buat Proyek Kita?


    Jakarta

    Saat membangun rumah, pasti membutuhkan tukang untuk mengerjakannya. Namun, masih banyak yang bingung untuk memilih antara tukang harian dan borongan.

    Jika melihat dari sebutannya, kedua kelompok tukang ini dibedakan dari cara penghitungan upahnya. Menurut unggahan media sosial Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tukang harian merupakan pekerja konstruksi yang dibayar per hari kerja atau harian. Pembayarannya dihitung dengan menjumlahkan hari kerja per orang dan per tugas.

    Sementara itu, tukang borongan adalah pekerja konstruksi yang dibayar berdasarkan proyek yang diselesaikan dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap yang telah disepakati di awal.


    Dari pengertiannya sudah tergambar jelas apabila tukang harian pemberian upahnya sesuai dengan lama kerjanya dan sesuai tugas. Semakin lama waktu pengerjaannya, upah yang harus diberikan juga semakin banyak. Sementara itu, tukang borongan telah memiliki ketentuan yang jelas yakni besar upah dan lama pengerjaannya.

    Perbedaan lagi di antaranya keduanya masih banyak, berikut rinciannya.

    1. Tugas

    • Tukang harian: Lebih fokus karena dipekerjakan berdasarkan keahlian spesifik.
    • Tukang borongan: Lebih besar karena berkaitan dengan pengelolaan proyek secara keseluruhan.

    2. Jenis Pekerjaan yang Bisa Diambil

    • Tukang harian: Relatif kecil dan sederhana, seperti renovasi ruangan atau perbaikan rumah.
    • Tukang borongan: Umum digunakan pada proyek yang lebih besar, seperti hunian baru atau bangunan komersial.

    3. Efisiensi

    • Tukang harian: Biasanya biaya lebih tinggi karena membutuhkan keahlian spesifik.
    • Tukang borongan: Efisiensi biaya dan waktu karena menerapkan strategi tertentu. Contohnya dari penggunaan bahan bangunan.

    4. Waktu Penyelesaian

    • Tukang harian: lebih fleksibel, bisa lebih cepat dan lebih lama.
    • Tukang borongan: Lebih cepat karena mengerahkan lebih banyak tukang dengan jadwal yang pasti.

    5. Kualitas Pekerjaan

    • Tukang harian: Umumnya lebih detail dalam menyelesaikan pekerjaan.
    • Tukang borongan: Jika dikerjakan terburu-buru berpotensi berpengaruh pada kualitas bangunan.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Upah Tukang Harian dan Borongan Nggak Sama, Segini Kisarannya



    Jakarta

    Tukang merupakan sosok penting dalam pembangunan rumah. Saat hendak memperkerjakan tukang, pemilik rumah harus tahu besar upah yang harus diberikan.

    Penentuan upah tukang bangunan tergantung pada sistem kerjanya. Ada yang disebut tukang harian dan tukang borongan. Perbedaan kedua sistem ini adalah tukang harian biasanya dikontrak dan dibayar harian. Sementara itu, tukang borongan adalah pekerja yang dibayar berdasarkan kontrak dan telah ditentukan waktu pengerjaannya.

    Lantas, bagaimana cara menentukan kapan kita butuh memperkerjakan tukang harian atau borongan?


    Menurut Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta Teguh Aryanto saat membangun rumah dari nol lebih baik memilih tukang borongan, sementara jika renovasi lebih baik memakai tukang harian karena dalam perbaikan rumah biasanya kerap ditemukan banyak kerusakan baru sehingga waktu penyelesaiannya tidak bisa ditentukan secara pasti.

    “Kalau bangunnya dari nol, lebih banyak borongan. Kalau renovasi biasanya harian. Karena kalau renovasi kita kadang nggak tahu hal-hal yang ternyata harus ada tambahan-tambahan,” kata Teguh saat ditemui di Press Conference Renovation Expo 2025 di Hotel Darmawangsa, Jakarta Selatan pada Selasa (11/11/2025).

    Ada pun upah yang harus dikeluarkan untuk membayar tukang harian dan borongan juga berbeda. Teguh mengungkapkan harga tukang harian sudah tembus sekitar Rp 200-250 ribu per orang untuk tukang harian. Sementara itu, harga tukang borongan sekitar Rp 400-500 ribu per meter persegi.

    “Sekarang setahu saya ya, kalau harian tuh Rp 200.000-250.000 per hari ya. Per orang per hari. (Tukang borongan) kalau nggak salah ya Rp 400.000-500.000 per meter persegi,” tuturnya.

    Itulah penjelasan mengenai perbedaan tugas dan upah tukang harian dan tukang borongan, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com