Tag: tulangan

  • Ketahui Kelebihan, Kekurangan, dan Bedanya dengan Bata Merah


    Jakarta

    Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi bahan bangunan semakin berkembang. Salah satu inovasi terbaru dalam dunia konstruksi modern adalah material bata ringan. Sesuai namanya, bata ringan atau bata hebel memiliki bobot berat yang lebih rendah dibandingkan bata merah biasa.

    Meskipun ringan, jenis bata ini memiliki kekuatan struktural dan keunggulan lainnya yang tak kalah bagus dari material bata konvensional. Dalam artikel ini, detikProperti akan mengulas lebih lanjut mengenai bata ringan beserta kelebihan dan kekurangannya.


    Mengenal Bahan Bata Ringan

    Dilansir dari laman Loftybuildinggroup, bata hebel merupakan beton ringan aerasi (Autoclaved Aerated Concrete) yang terbuat dari bahan-bahan berupa pasir, semen, kapur, dan gypsum. Bata ringan umumnya tersedia dalam bentuk balok atau panel, dan dapat dikatakan sebagai salah satu bahan bangunan serbaguna yang kuat. Satu panel standar bata hebel diketahui setara dengan ukuran 75 batu bata merah biasa. Oleh karena itu, bata ringan bisa menjadi pilihan material yang tepat untuk konstruksi dinding luar rumah.

    Kelebihan Bata Ringan

    Bata ringan banyak digunakan untuk rumah modern karena keunggulan dan nilai ekonomisnya. Mengutip dari laman Carlislehomes dan Langdonbuilding, berikut sejumlah kelebihan yang ditawarkan oleh bahan bata ringan:

    1. Kokoh dan Tahan Lama

    Bata ringan rupanya mempunyai kekuatan dan daya tahan yang tak kalah baik dibanding bata konvensional. Pasalnya, pada panel bata ringan terdapat tulangan baja dengan lapisan anti-korosi yang membantu memaksimalkan kekuatan dan daya tahan material bata.

    2. Ramah Lingkungan

    Dalam membangun rumah, dampak terhadap lingkungan sekitar juga penting untuk dipertimbangkan. Untuk itu, bata ringan hadir sebagai terobosan material bangunan yang ramah lingkungan. Dari segi bahan dan pembuatannya, bata ringan diproduksi dengan menggunakan bahan baku dan energi yang lebih sedikit dari bata biasa. Limbah hingga uap dari proses pembuatan bata hebel didaur ulang, sehingga gas rumah kaca yang dihasilkan pun minim.

    3. Mereduksi Suara

    Bata ringan bisa menjadi pilihan material bangunan yang tepat untuk membangun rumah yang kedap suara. Pasalnya, jenis bata ini mampu mengurangi transmisi suara dari luar, sehingga kamu nggak akan terganggu dengan segala kebisingan suara jalanan atau rumah tetangga. Karena kemampuannya dalam meredam suara, penggunaan bata ringan direkomendasikan untuk rumah bertingkat, rumah di pinggir jalan, atau rumah di daerah suburban yang letaknya saling berdekatan.

    4. Efisiensi Energi

    Keunggulan berikutnya dari penggunaan bahan bata ringan adalah jenis bata ini memiliki efisiensi energi yang baik. Hal ini karena bata hebel dirancang dengan kemampuan isolasi termal yang efektif untuk menjaga suhu rumah tetap sejuk, bahkan dalam kondisi musim panas sekalipun. Secara tidak langsung, penggunaan bata ringan juga membantu mengurangi biaya pemanasan atau pendinginan.

    5. Pemasangannya yang Cepat

    Bobot berat bata hebel yang lebih ringan dibanding bata merah konvensional tentunya membuat proses pemasangan bata hebel lebih cepat dan mudah. Apabila dikerjakan oleh tenaga ahli berpengalaman, pemasangan bata ringan untuk rumah diperkirakan hanya membutuhkan waktu tiga hari saja.

    6. Tahan Api

    Kelebihan lainnya dari bata ringan adalah jenis bata ini bersifat tahan api dan tidak mudah terbakar, sehingga cocok digunakan untuk rumah di area yang rawan terjadi kebakaran hutan. Material bata hebel sendiri juga sudah memenuhi persyaratan untuk enam kategori tingkat serangan kebakaran hutan atau Bushfire Attack Level (BAL) dan teruji oleh CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization).

    Kekurangan Bata Ringan

    Di balik kelebihannya, bata ringan tetap memiliki beberapa kekurangan. Dikutip dari buku Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Material oleh Yusep Arif Kamaludin dan buku Panduan Lengkap Membangun Rumah oleh Gatut Susanta, kekurangan bata hebel adalah sebagai berikut:

    • Harganya relatif lebih mahal dibanding batako tras.
    • Memerlukan tenaga ahli yang dapat memasang bata hebel dengan baik.
    • Karena dijual per 1 meter kubik, jenis bata ini hanya tersedia di toko material besar.
    • Rentan retak dan lapuk.
    • Dinding mudah dilubangi karena terdapat lubang pada bagian sisi dalam bata.

    Perbedaan Bata Ringan dan Bata Merah

    Detikers mungkin bertanya-tanya, apa bedanya antara bata ringan dan bata merah biasa? Dilansir dari situs Buildpilot, berikut rincian perbedaan bahan bata ringan dan batako:

    1. Komposisi dan Karakteristik

    • Bata ringan: Memiliki bobot yang lebih ringan dan kemampuan isolasi termal yang baik untuk menjaga suhu dalam ruangan.
    • Bata merah: Tahan terhadap cuaca ekstrem apabila dirawat dan dipasang dengan tepat.

    2. Harga

    • Bata ringan: Karena kualitas isolasi dan kemudahan pemasangannya, harga bata ringan cenderung lebih tinggi.
    • Bata merah: Lebih terjangkau dari segi harga. Namun, memerlukan tambahan biaya untuk perawatannya.

    3. Daya Tahan dan Masa Pakai

    • Bata ringan: Relatif awet dan mempunyai ketahanan yang baik terhadap elemen cuaca seperti rayap, jamur, dan kelembaban.
    • Bata merah: Meskipun tahan api, bata merah cenderung rentan lembab dan retak seiring waktu.

    4. Dampak Terhadap Lingkungan

    • Bata ringan: Proses produksinya melibatkan konsumsi sumber daya dan emisi karbon yang minim, sehingga ramah lingkungan.
    • Bata merah: Proses produksinya lebih boros, karena memerlukan energi dan sumber daya yang besar.

    5. Proses Pemasangan

    • Bata ringan: Sifatnya yang ringan membuat jenis bata ini relatif lebih cepat dan mudah untuk dipasang.
    • Bata merah: Proses pemasangannya membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga ahli yang terampil.

    Pada akhirnya, baik bata hebel ataupun bata merah mempunyai kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Pemilihan material bahan bisa disesuaikan dengan kebutuhan, preferensi dan budget yang dimiliki.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Fungsi Tulang Baja dalam Struktur Bangunan buat Cegah Rumah Roboh


    Jakarta

    Beton merupakan material penting yang harus ada di dalam konstruksi bangunan. Material satu ini digunakan untuk berbagai hal, mulai dari pelat, dinding, fondasi, frame, dan masih ada lagi.

    Untuk membuat beton, dibutuhkan bahan dasar di antaranya pasir, kerikil, dan batu split. Bahan dasar tersebut dicampurkan dengan bahan pengikat semen dan air.

    Namun, tahukah kamu bada rangkaian baja tulangan di dalam beton. Kenapa demikian?

    Dikutip dari Builderspace, Jumat (9/8/2024) beton sendiri sebenarnya tidak sekuat yang dibayangkan. Meski beton memang memiliki daya tahan gaya kompresi yang sangat kuat.

    Namun, beton tidak mampu menahan gaya tarik. Selain itu, beton juga memiliki tingkat kelenturan yang rendah.

    Sebagai contoh, bangunan kuno di Roma seperti Colosseum dan Parthenon. Bangunan tersebut bisa berdiri hingga ribuan tahun lamanya. Hal ini menunjukkan bahwa beton bisa menahan gaya kompresi dengan sangat baik.

    Sebagai bayangan, silinder yang terbuat dari semen yang dicampur dengan banyak air bisa menahan gaya tekanan kompresi hingga 450 kg. Namun, bila silinder yang sama dijadikan sebagai tempat bergantung beban seberat 36 kg, beton tersebut akan pecah atau rusak.

    Sebaliknya, beton memiliki daya tahan gaya tarik dan kelenturan yang kurang baik.

    Hal ini membuktikan bahwa beton memiliki daya tahan gaya tarik di bawah 10% dibandingkan dengan gaya kompresi.

    Maka dari itu, beton perlu didukung dengan baja tulangan di dalamnya untuk meningkatkan daya tahan tariknya serta membuatnya lebih lentur sehingga tidak mudah pecah atau rusak ketika beton sedikit membengkok.

    Alasan Ada Tulangan Baja di Dalam Beton

    Ilustrasi atap dak beton datarIlustrasi atap dak beton datar Foto: via Homestead Leiceste

    1. Tingkat Kelenturan yang Tinggi

    Baja memiliki tingkat kelenturan yang tinggi. Kelenturannya ini akan sangat membantu hasil cetakan beton supaya tidak mudah rusak ketika diberikan beban yang membuatnya membengkok.

    Fungsinya adalah untuk menjaga struktur bangunan agar tetap utuh. Ketika beton tersebut membengkok, beton tersebut tidak akan langsung runtuh dan masih bisa menopang beban bangunan tersebut.

    2. Beton dan Baja Memiliki Koefisien Muai Panas yang Sama

    Ketika benda padat dipanaskan, molekul di dalam material tersebut akan bergerak lebih cepat. Atom-atom yang aktif ini akan memakan tempat lebih banyak ketika bergerak, oleh karena itu, benda padat tersebut akan mengembang. Sebaliknya, ketika dingin benda tersebut akan mengecil.

    Setiap bahan material memiliki koefisien muai yang beragam, maka dari itu penggunaan baja yang memiliki koefisien sama dengan beton menjadi salah satu alasannya.

    Itulah alasan mengapa beton selalu diisi dengan baja tulangan di dalamnya. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pasang Roster di Rumah? Begini Simulasi Hitung-hitungan Biayanya!


    Jakarta

    Pernah mendengar dinding roster? Dinding ini biasanya dibuat dari susunan batu yang ukurannya serupa dan tengahnya terdapat banyak lubang. Akhir-akhir ini dinding roster tengah menjadi tren, terutama pada area depan rumah.

    Mengutip dari buku 28 Ide Desain Fasad Rumah Minimalis, roster bisa digunakan sebagai aksen fasad ataupun secondary skin pada bangunan.

    Fungsi utama dari roster adalah menjadi akses sirkulasi udara di rumah hingga menambah estetika. Dengan adanya lubang-lubang pada dinding, udara bisa melalui celah tersebut, tetapi panas tidak akan langsung mengarah ke dalam rumah. Mengenai estetika, roster yang memiliki pola dan lubang tentu terlihat lebih menarik daripada dinding polos.


    Jika kita ingin membuat dinding roster di rumah, kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan ya?

    Biaya Pasang Dinding Roster di Rumah

    Menurut CEO SobatBangun Taufiq Hidayat, Selasa (3/9/2024), saat ingin membangun roster, yang perlu dipersiapkan adalah biaya material dan biaya upah tukang.

    Misalnya, kamu ingin membangun dinding ukuran 3 x 1,5 meter dengan menggunakan roster dari tanah liat ukuran 20 x 20 cm. Sebagai gambaran, begini contoh perhitungannya.

    Biaya Material

    Sebelum memulai hitung-hitungan, sebagai informasi harga material yang tertera berikut adalah perkiraan dari harga rata-rata di pasaran. Harga ini akan berbeda tergantung pada merek yang digunakan.

    a. Mortar (campuran semen dan pasir): Rp 120.000 per sak. Jumlah yang dibutuhkan kira-kira 2 sak. Total biaya: Rp 240.000.

    b. Roster tanah liat ukuran 20 x 20 cm. Roster ini ada yang dijual satuan seharga Rp 10.000/pcs.

    Nah, cara menghitung kebutuhan roster untuk dinding ukuran 3 x 1,5 meter sebagai berikut:

    Untuk roster ukuran 20 x 20 cm maka kira-kira dibutuhkan 76 pcs roster. Apabila harga satuan roster Rp 10.000, maka totalnya Rp 760.000 untuk biaya beli roster. Jumlah roster ini bisa disesuaikan dengan luas batu tulangan yang akan dibangun.

    c. Besi Tulangan

    Besi yang dibutuhkan sisi kanan dan kiri dinding adalah 2 batang. Ketinggian dinding tersebut 1,5 meter x 2 maka 3 meter. Sisi kanan dan kiri apabila ditotal 6 meter. Kemudian, bagian bawah dan atas juga masing-masing 2 sehingga dibutuhkan 4 batang x 3 meter maka jadi 12 meter.

    Besi yang bisa dibeli ukuran 10 meter atau 8 meter. Apabila ingin membeli besi tulangan 10 meter maka kamu harus membeli 2 batang besi tulangan. Harga satuannya berkisar Rp 50.000/batang.

    Total biaya besi tulangan: Rp 100.000

    Jumlahkan seluruh biaya mortar + roster + besi tulangan = Rp 240.000 + Rp 760.000 + Rp 100.000

    Total biaya material = Rp 1.100.000 atau Rp 1,1 juta.

    Biaya Tukang

    Untuk membuat dinding roster berukuran 3 x 1,5 meter membutuhkan sekitar 2 tukang dengan waktu pengerjaan paling lama 2 hari. Anggap saja biaya 1 tukang sekitar Rp 200.000 per orangnya. Berikut ini biaya pembuatan kolam renang dari segi upah tukang:

    Total biaya tukang = jumlah tukang x lama pengerjaan x upah

    Total biaya tukang = 2 x 2 x Rp 200.000 = Rp 800.000

    Biaya tukang = 2 hari x Rp 200.000 = Rp 400.000/orang

    Sehingga total perkiraan biaya pembuatan dinding roster ukuran 3 x 1,5 meter adalah:

    Rp 1.100.000 + Rp 800.000 = Rp 1.900.000 atau Rp 1,9 juta.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kekurangan Bata Ringan dan Perbandingannya dengan Bata Merah


    Jakarta

    Saat kamu ingin membangun rumah atau bangunan lainnya, salah satu keputusan terpenting adalah memilih jenis batu bata yang tepat. Dalam beberapa tahun terakhir, bata ringan atau bisa disebut hebel, atau fly ash, semakin populer.

    Bata ringan dinilai menjadi alternatif batu bata merah tradisional dan lebih ramah lingkungan. Namun, antara bata ringan dan bata merah, mending yang mana?

    Mengenal Bata Ringan

    Dikutip dari laman Ultratech Cement, sesuai dengan namanya, bata ringan atau yang sering disebut bata hebel memiliki bobot yang lebih rendah dibandingkan dengan bata merah.


    Meskipun lebih ringan, jenis bata ini tetap memiliki kekuatan struktural yang baik. Belum lagi dengan berbagai keunggulan lainnya yang membuatnya menjadi alternatif yang menarik untuk bahan bangunan.

    Menurut laman Loftybuildinggroup, bata hebel merupakan jenis beton ringan aerasi atau Autoclaved Aerated Concrete (AAC) yang dibuat dari campuran pasir, semen, kapur, dan gypsum. Bata ringan biasanya tersedia dalam bentuk balok atau panel dan dianggap sebagai salah satu material serbaguna yang memiliki daya tahan tinggi.

    Satu panel standar bata hebel bahkan setara dengan sekitar 75 batu bata merah biasa, sehingga menjadi pilihan yang efisien untuk konstruksi dinding eksterior rumah. Fatriady MR dkk, dalam bukunya yang berjudul Teknologi Bangunan dan Material menyebut, bata ringan telah banyak digunakan sebagai dinding.

    Sebab sifatnya yang tahan terhadap air, api, ringan, ukuran lebih besar, efisien dan efektif menjadikan bahan yang paling banyak diminati di dunia konstruksi gedung. Kemajuan teknologi konstruksi semakin pesat, menghasilkan inovasi sehingga pekerjaan lebih efisien dan efektif.

    Kelebihan Bata Ringan

    Bata ringan banyak dipilih dalam pembangunan rumah modern karena berbagai keunggulannya. Mengutip dari laman Carlislehomes, Langdonbuilding, dan buku Beban Kerja Teori dan Aplikasi Bata Ringan (Autoclaved Aerated Concrete) oleh Dr Ir Suradi, berikut beberapa manfaat utama dari penggunaan bata ringan:

    1. Kuat dan Tahan Lama

    Bata ringan memiliki ketahanan yang tidak kalah dengan bata konvensional. Hal ini disebabkan oleh adanya tulangan baja berlapis anti-korosi pada panel bata ringan, yang meningkatkan daya tahannya terhadap berbagai kondisi lingkungan.

    2. Ramah Lingkungan

    Dalam proses pembuatannya, bata ringan menggunakan bahan baku dan energi yang lebih sedikit dibandingkan bata biasa. Limbah produksi dan uap yang dihasilkan juga didaur ulang, sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca.

    3. Mampu Meredam Suara

    Jika kamu menginginkan rumah yang lebih kedap suara, bata ringan bisa menjadi pilihan tepat. Material ini mampu mengurangi transmisi suara dari luar, sehingga cocok digunakan untuk rumah di daerah perkotaan atau pinggir jalan yang rentan terhadap kebisingan.

    4. Efisiensi Energi

    Salah satu keunggulan lain dari bata ringan adalah kemampuannya dalam menjaga suhu ruangan tetap stabil. Dengan isolasi termal yang baik, bata ini dapat membantu menjaga rumah tetap sejuk di musim panas dan mengurangi kebutuhan pendingin ruangan, sehingga lebih hemat energi.

    5. Pemasangan yang Cepat

    Karena bobotnya yang lebih ringan dibandingkan bata merah, bata hebel lebih mudah dipasang. Dengan tenaga kerja yang berpengalaman, pemasangan bata ringan untuk sebuah rumah bisa diselesaikan hanya dalam waktu sekitar tiga hari.

    6. Tahan Api

    Bata ringan juga memiliki sifat tahan api yang baik, menjadikannya pilihan ideal untuk rumah di daerah rawan kebakaran. Material ini bahkan telah diuji oleh Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO) dan memenuhi enam kategori tingkat serangan kebakaran hutan atau Bushfire Attack Level (BAL).

    7. Bagian Permukaan yang Halus

    Bata ringan memiliki permukaan yang sama dengan beton. Permukaannya halus dan rata sehingga tidak perlu diplesteran. Bentuknya lebih presisi, rapi, bersih dan memiliki bentuk yang seragam karena menggunakan cetakan beton.

    Kekurangan Bata Ringan

    Meskipun memiliki banyak keunggulan, bata ringan juga memiliki beberapa kelemahan. Berdasarkan buku Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Material oleh Yusep Arif Kamaludin, Panduan Lengkap Membangun Rumah oleh Gatut Susanta, dan buku Beban Kerja oleh Suradi, berikut beberapa kekurangan bata ringan atau hebel:

    1. Harga

    Harga bata ringan lebih mahal dibandingkan dari bata merah atau batako karena kualitas dan keunggulannya. Selain itu juga bata ringan hanya dipasarkan oleh toko, agen atau distributor. Biasanya bata ringan hanya tersedia di toko material besar karena dijual dalam satuan meter kubik.

    2. Cara Pemasangan

    Bata ringan membutuhkan tenaga ahli untuk pemasangannya. Pemasangan bata ringan menggunakan roskam bergigi, sehingga harus dikerjakan oleh tukang yang ahli dan berpengalaman dalam pekerjaan memasang dinding bata ringan. Perekatan bata ringan memerlukan mortar khusus yang harganya lebih mahal.

    3. Kualitas Bata

    Penyiraman tidak perlu dilakukan saat pemasangan bata ringan. Sebab, akan menyebabkan proses pengeringan hebel block akan membutuh waktu yang lama.

    Selain itu, bata ringan rentan mengalami retak dan lapuk. Dindingnya lebih mudah dilubangi karena memiliki rongga di bagian dalamnya.

    Perbandingan Bata Ringan dan Bata Merah

    Pemilihan material dinding menjadi salah satu keputusan penting. Dua pilihan yang paling umum digunakan adalah bata ringan dan bata merah. Keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Masih dikutip dari literatur yang sama, berikut perbedaannya:

    1. Komposisi dan Karakteristik

    Bata ringan terbuat dari campuran pasir silika, semen, kapur, air, dan bahan tambahan lainnya yang diproses dengan teknologi autoclaved aerated concrete (AAC). Material ini lebih ringan dibandingkan bata merah, dengan ukuran lebih besar dan struktur berpori.

    Sementara bata merah terbuat dari tanah liat yang dibentuk dan dibakar hingga mengeras. Jadi, strukturnya lebih padat dan bobot yang lebih berat dibandingkan bata ringan.

    Jika kamu menginginkan material yang lebih ringan dan mudah dipasang, bata ringan adalah pilihan yang tepat. Namun, jika kamu membutuhkan material yang lebih kuat secara alami, bata merah bisa menjadi pilihan.

    2. Kekuatan dan Daya Tahan

    Bata ringan memiliki ketahanan yang baik terhadap air, api, dan rayap. Bata ringan juga relatif lebih awet dan tahan terhadap serangan rayap, jamur, serta kelembapan.

    Namun, bata ringan lebih rentan terhadap retak jika tidak dipasang dengan benar. Sementara bata merah sudah kuat secara alami dan tahan terhadap cuaca ekstrem, tetapi bisa menyerap air lebih banyak sehingga lebih rentan terhadap kelembaban.

    Jadi, dari segi ketahanan terhadap api dan serangan hama, bata ringan lebih unggul. Namun, jika ingin material yang tahan lama tanpa risiko retak, bata merah lebih direkomendasikan.

    3. Efisiensi Pemasangan

    Bata ringan ukurannya lebih besar dan bobotnya lebih ringan, sehingga pemasangannya lebih cepat dan mudah. Bata merah punya ukuran yang lebih kecil dan bobotnya lebih berat, pemasangannya lebih lama dan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja.

    Jika ingin mempercepat proses pembangunan, bata ringan lebih efektif karena bisa dipasang dalam waktu lebih singkat. Tapi, dengan catatan mungkin pemasangannya akan membutuhkan tukang dan peralatan khusus, sebab tak semua tukang pernah memasang bata ringan.

    4. Kemampuan Isolasi Termal dan Suara

    Bata ringan mampu meredam panas dan suara dengan baik karena strukturnya yang berpori. Sementara bata merah tidak memiliki kemampuan isolasi termal dan suara sebaik bata ringan. Jika kamu ingin rumah yang lebih sejuk dan kedap suara, maka bata ringan lebih unggul.

    5. Harga dan Biaya Pembangunan

    Bata ringan arganya cenderung lebih mahal dibanding bata merah, tetapi pemasangan lebih cepat sehingga menghemat biaya tenaga kerja. Harga bata merah memang lebih murah, tetapi membutuhkan lebih banyak material dan tenaga kerja, sehingga total biayanya bisa lebih tinggi.

    Jika mempertimbangkan anggaran, bata merah lebih murah dari segi harga satuan. Namun, jika ingin efisiensi waktu dan tenaga, bata ringan bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis dalam jangka panjang.

    6. Dampak Terhadap Lingkungan

    Proses produksi bata ringan juga dinilai lebih ramah lingkungan karena menghasilkan lebih sedikit emisi karbon. Sementara bata merah membutuhkan lebih banyak energi dan sumber daya dalam pembuatannya.

    Nah, itulah tadi penjelasan tentang kekurangan bata ringan dan perbandingan dengan bata merah. Pada akhirnya, pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan, anggaran, dan prioritas proyek pembangunanmu. Semoga membantu!

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Besi Beton Ulir Terbaru 2025 Sesuai Ukuran


    Jakarta

    Besi beton ulir merupakan salah satu material yang penting dalam konstruksi bangunan. Sebelum membeli material ini, sebaiknya ketahui dulu harga terbarunya di toko bangunan.

    Dikutip dari e-Jurnal um.ac.id, besi beton punya fungsi untuk menarik serta menahan gaya tekan, sehingga bangunan dapat berdiri kokoh dan kuat. Maka dari itu, besi beton dimanfaatkan untuk rangka utama serta pondasi penyusun struktur bangunan.

    Sebagai informasi, besi beton terbagi ke dalam dua jenis, yakni besi beton polos dan besi beton ulir. Besi beton polos berfungsi untuk tulangan utama pada struktur beton bertulang, lalu permukaannya juga halus dan licin.


    Sedangkan besi beton ulir umumnya digunakan untuk tulangan sekunder pada struktur beton bertulang. Fungsi ulir pada besi beton ini dapat meningkatkan daya lekat antara besi dan beton sehingga lebih kokoh.

    Dalam artikel ini, detikProperti akan membahas kisaran harga besi beton ulir terbaru 2025. Harga bisa berbeda-beda tergantung dari ukuran ketebalan. Cek selengkapnya di bawah ini.

    Kisaran Harga Besi Beton Ulir Terbaru 2025

    Besi beton ulir memiliki ketebalan yang berbeda-beda, mulai dari 10-16 milimeter (mm), tapi ada juga yang 19 mm. Harga besi beton ulir juga beragam karena tergantung dari lokasi toko bangunan.

    Biasanya, toko bangunan punya aturan khusus dalam pembelian besi beton ulir, seperti minimal pembelian harus 50-100 buah. Selain itu, pastikan kamu membeli besi beton ulir yang sudah mengusung Standar Nasional Indonesia (SNI).

    Dari pantauan detikProperti di sejumlah e-commerce, Senin (30/6/2025), berikut kisaran harga besi beton ulir terbaru 2025 sesuai ukuran:

    • Besi beton ulir 10 mm full SNI: Rp 60.000/batang
    • Besi beton ulir 10 mm SNI: Rp 71.000/batang
    • Besi beton ulir 10 mm SNI TS 280: Rp 70.000/batang
    • Besi beton ulir 10 mm SNI TS 420: RP 72.000/batang
    • Besi beton ulir 13 mm standar SNI: Rp 90.000/batang
    • Besi beton ulir 13 mm full SNI: Rp 115.000/batang
    • Besi beton ulir 13 mm full SNI TS 420: Rp 118.000/batang
    • Besi beton ulir 16 mm SNI: Rp 139.500/batang
    • Besi beton ulir 16 mm SNI Krakatau Steel: Rp 196.500/batang
    • Besi beton ulir 19 mm SNI: Rp 265.000/batang
    • Besi beton ulir 22 mm SNI: Rp 358.000/batang.

    Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari ketentuan pihak toko bangunan. Selain itu, besi beton ulir dengan merek ternama punya harga yang sedikit lebih mahal meskipun ukurannya sama.

    Besi beton ulir yang dijual umumnya memiliki panjang 12 meter sehingga yang berbeda hanya ukurannya saja. Pastikan kamu juga sudah berkonsultasi dengan kontraktor yang membangun rumah agar dapat membeli besi beton sesuai kebutuhan.

    Demikian kisaran harga terbaru besi beton ulir 2025 sesuai ukuran. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Baja Ringan Terbaru 2025 untuk Konstruksi


    Jakarta

    Baja ringan merupakan salah satu bahan material yang banyak dipilih untuk konstruksi rumah. Umumnya, baja ringan sering digunakan sebagai rangka atap bangunan.

    Alasan utama baja ringan banyak digunakan untuk konstruksi bangunan saat ini karena memiliki sejumlah keunggulan, seperti bobot yang ringan, kokoh, dan anti rayap.

    Jika berencana untuk menggunakan baja ringan pada konstruksi bangunan, sebaiknya cari tahu dulu harganya sebelum membelinya. Sebab, harga baja ringan bisa berbeda-beda tergantung dari jenisnya.


    Simak kisaran harga baja ringan terbaru per November 2025 dalam artikel ini.

    Harga Baja Ringan Terbaru per November 2025

    Baja ringan yang dijual di pasaran terdiri dari berbagai jenis. Biasanya baja ringan dijual dalam satuan per batang dengan harga yang berbeda-beda, tergantung dari jenis dan ketebalannya.

    Dari pantauan detikProperti di sejumlah toko bangunan di e-commerce, Senin (24/11/2025), berikut kisaran harga baja ringan per batang terbaru November 2025:

    1. Baja Truss

    Baja ringan truss atau kaso dinilai kokoh dan dapat menahan beban berat. Pada umumnya baja ringan ini digunakan untuk rangka atap serta struktur kuda-kuda.

    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,50 mm: Rp 55.500
    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,55 mm: Rp 66.500
    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,60 mm: Rp 71.000
    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,70 mm: Rp 81.000
    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,75 mm: Rp 87.000
    • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 1 mm: Rp 118.000.

    2. Baja Ringan Hollow

    Baja ringan hollow berbentuk kotak atau persegi panjang dengan rongga di dalamnya. Baja jenis ini banyak digunakan untuk rangka konstruksi bangunan karena dinilai ringan dan kokoh.

    • Hollow baja ringan per batang 2 x 4 (0,30 mm): Rp 18.000
    • Hollow baja ringan per batang 4 x 4 (0,30 mm): Rp 20.000
    • Hollow baja ringan per batang 2 x 4 (0,50 mm): Rp 38.000
    • Hollow baja ringan per batang 4 x 4 (0,50 mm): Rp 48.000.

    3. Baja Ringan Reng

    Jenis baja ringan selanjutnya adalah baja ringan reng yang punya ciri khas berbentuk segitiga. Baja ringan ini juga kerap digunakan untuk konstruksi bangunan.

    • Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,34 mm: Rp 23.000
    • Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,40 mm: Rp 27.500
    • Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,45 mm: Rp 34.000
    • Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,50 mm: Rp 37.000.

    4. Baja Ringan Bondek

    Baja ringan bondek memiliki fungsi sebagai rangka pada tulangan, pelapis, atau pembungkus untuk menahan beban dan tekanan beton. Ciri khas dari baja ringan ini adalah punya bentuk bergelombang.

    • Baja ringan bondek (0,6 mm) lebar 1 meter: Rp 475.000/lembar
    • Baja ringan bondek (0,6 mm) lebar 1 meter: Rp 2.375.000/5 lembar
    • Baja ringan bondek (0,6 mm) lebar 1 meter: Rp 4.750.000/10 lembar.

    Sebagai pengingat, harga di atas bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dari ketentuan setiap toko bangunan. Harga yang tercantum di atas diambil dari sejumlah toko bangunan online di Jabodetabek.

    Itulah kisaran harga baja ringan dari berbagai jenis terbaru per November 2025. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pilih Baja atau Beton? Simak Plus Minusnya Sebelum Bangun Rumah



    Jakarta

    Menentukan bahan utama struktur rumah bukan sekadar soal kuat atau tidak, tapi juga soal efisiensi, waktu pembangunan, dan dampak lingkungan. Antara baja dan beton, pilihan ini bisa sangat mempengaruhi masa depan rumah, dari dari segi ketahanan hingga pengeluaran jangka panjang.

    Rumah yang kokoh adalah impian banyak orang, namun bangunan yang kokoh tidak selalu berarti identik dengan beton padat. Di era konstruksi modern, baja muncul sebagai alternatif yang sangat populer karena kekuatannya yang tinggi, fleksibilitas struktur, dan potensi mempercepat proses pembangunan. Tapi baja punya tantangan tersendiri, terutama dalam hal korosi dan emisi karbon.

    Sementara itu, beton telah lama menjadi pilihan utama dalam banyak proyek bangunan karena daya tahan dan stabilitasnya. Dilansir dari situs Empire Engineering, berikut penjelasannya.


    Karakteristik Material Baja dan Beton

    Baja adalah material yang sangat serbaguna, tersedia dalam berbagai bentuk seperti pelat datar dan balok dengan berbagai penampang. Sementara itu, beton adalah material komposit non homogen yang beban tekannya ditahan oleh gabungan beberapa material dan semen, sedangkan beban tarik diatasi dengan besi tulangan (rebar) yang tertanam di dalamnya.

    Keunggulan & Kekurangan

    Keunggulan Beton:

    • Beton sangat tahan terhadap korosi, terutama jika dibandingkan dengan baja, yang menjadikannya pilihan kuat dalam lingkungan yang keras atau lembap.
    • Beton juga lebih tahan terhadap kerusakan akibat ketidak tahanan karena sifat massanya.
    • Dari sisi biaya, beton cenderung lebih murah sebagai material dasar dan harganya di tiap waktu lebih stabil dibanding baja.
    • Dalam hal jejak karbon, produksi beton lokal bisa lebih rendah emisinya jika dibandingkan dengan baja.

    Keunggulan Baja:

    • Baja punya keunggulan besar dalam hal kecepatan konstruksi. Struktur baja jauh lebih ringan dari beton, sehingga lebih cepat dibangun karena menghindari proses pengecoran dan curing beton.
    • Karena sifat baja yang bisa diprefabrikasi (diproduksi terlebih dahulu), bagian-bagian strukturnya bisa dirakit dengan cepat di lokasi proyek.
    • Struktur baja memungkinkan desain yang lebih efisien, misalnya profil baja bisa dirancang sedemikian rupa untuk memaksimalkan kekuatan dengan penggunaan material yang minimal.

    Biaya & Waktu Konstruksi

    Karena beton adalah material dasar yang relatif murah dan tersedia secara lokal, beton cenderung menjadi opsi ekonomis secara material. Namun, pengecoran beton membutuhkan tenaga kerja yang intensif untuk memasang tulangan, membuat bekisting, menuang beton, lalu menunggu proses curing. Semua ini memakan waktu dan biaya tenaga kerja.

    Di sisi lain, baja mengurangi durasi proyek karena banyak komponennya bisa diprefabrikasi dan langsung dirakit di lokasi. Karena struktur baja lebih ringan, fondasi yang dibutuhkan bisa lebih kecil atau lebih sederhana, yang juga bisa menekan biaya dasar.

    Umur Bangunan & Perawatan

    Beton memiliki daya tahan alami terhadap korosi, karena rancangan beton melindungi tulangan di dalamnya. Oleh karena itu, struktur beton umumnya lebih tahan lama tanpa perawatan anti korosi yang intensif. Sementara itu, struktur baja, meski cepat dibangun, memerlukan lapisan pelindung (misalnya cat anti karat) dan pemeliharaan berkala agar tidak cepat rusak karena korosi.

    Pertimbangan Lingkungan

    Salah satu poin penting dalam perbandingan adalah dampak karbon. Emisi karbon yang terkait dengan produksi beton bisa lebih rendah dibanding produksi baja, terutama jika baja harus diangkut jarak jauh. Dengan demikian, jika mempertimbangkan aspek keberlanjutan, beton bisa menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam beberapa konteks.

    Itulah beberapa perbandingan antara beton dan baja. Jika prioritas dalam proyek pembangunan adalah kecepatan pembangunan, struktur ringan, dan fleksibilitas desain, maka baja bisa menjadi pilihan unggul.

    Namun, Jika lebih menekankan biaya material yang stabil, ketahanan jangka panjang, dan jejak karbon rendah, beton bisa lebih cocok, terutama jika material agregat tersedia secara lokal.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com