Tag: tumbuhan

  • 8 Tanaman Hias yang Tak Perlu Disiram Rutin, Cocok Buat yang Sibuk


    Jakarta

    Air memiliki sejumlah manfaat untuk tanaman, seperti membantu proses fotosintesis, mengangkut nutrisi dari tanah ke tanaman, hingga menjaga tanaman tetap segar. Maka dari itu, tanaman perlu disiram secara rutin.

    Namun, tidak semua jenis tanaman harus disiram setiap hari, lho. Ada beberapa tanaman yang justru sebaiknya jangan sering disiram karena bisa cepat layu dan membusuk.

    Jika kamu tipe orang yang super sibuk hingga lupa merawat tanaman, tak ada salahnya membeli tanaman yang ‘irit’ air. Sebab, tumbuhan ini masih bisa tumbuh walau hanya disiram sesekali saja.


    Ingin tahu apa saja tanaman hias yang dapat tumbuh walau jarang disiram? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tanaman Hias Ini Bisa Tumbuh Walau Jarang Disiram

    Ada sejumlah tanaman hias yang punya mekanisme penyimpanan air dalam waktu lama karena minim penguapan. Tanaman itu biasanya dapat tumbuh di kawasan tropis atau iklim ekstrem, sehingga tak perlu disiram secara berkala.

    Dilansir situs Better Homes and Gardens, berikut tanaman hias yang dapat tumbuh subur meski jarang disiram:

    1. Lidah Buaya

    Tanaman aloe vera atau lidah buayaFoto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

    Lidah buaya termasuk tanaman hias yang dapat tumbuh meski tidak disiram air selama berminggu-minggu. Kamu hanya perlu menyiram lidah buaya jika tanah di sekitarnya sudah terlihat kering.

    Kamu dapat meletakkan lidah buaya di lokasi yang sejuk dan tidak terpapar langsung sinar matahari. Tanaman ini sangat cocok untuk dipajang di halaman depan atau dalam ruangan.

    2. Lidah Mertua

    Snake plant, Dracaena trifasciata, Devil Tongue (Sansevieria trifasciata) in clay pot on white pattern wall background, wooden table. Small evergreen houseplant for modern home decor interior designFoto: Getty Images/M.photostock

    Tanaman yang satu ini sudah banyak dikoleksi oleh pemilik rumah karena warnanya yang hijau dan terlihat cantik. Selain menambah estetika, lidah mertua juga bisa ditanam di dalam ruangan karena tidak perlu disiram secara berkala.

    Sama halnya dengan lidah buaya, tanaman hias ini juga tidak membutuhkan banyak sinar matahari sehingga bisa diletakkan di ruangan yang sejuk. Hadirnya lidah mertua juga dapat membersihkan udara secara alami.

    3. Sirih Gading

    Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar in Palm Beach, Florida.Also known as the Epipremnum aureum. The Pothos Plant is a trailing, leafy vine that can reach lengths of up to 40 feet in tropical jungles. Its genus name is derived from the Greek words epi (meaning upon) and premnon (meaning a trunk) in reference to its growing on tree trunks.Indoors, the pothos plant usually confines itself to about six to 10 feet. Its leaves are bright and waxy with a noteworthy pointed heart shape, and are often green or variegated in white, yellow, or pale green. It is rare for them to flower or produce berries, especially indoors, but certain varietals can have tiny, petal-less white flowers that feature small berries.Also called devil's ivy, pothos can be grown in hanging baskets or as a potted plant on a desk. They are excellent at helping to purify the air and tolerant of fluorescent light, making them a popular choice for office environments. These plants can also help cleanse the air when grown in your home or office, as well.Foto: Getty Images/Crystal Bolin Photography

    Banyak orang yang memilih sirih gading atau pothos sebagai tanaman hias di rumah karena terlihat cantik dan menyegarkan. Selain itu, tanaman ini juga mudah dirawat karena tidak perlu disiram setiap hari.

    Pothos termasuk tanaman yang dapat tumbuh di tempat yang minim cahaya dan tingkat kelembapan tinggi. Maka dari itu, sirih gading bisa diletakkan di kamar mandi.

    4. Haworthia

    Dikenal juga sebagai tanaman zebra karena daunnya yang bergaris hitam dan putih, haworthia sangat cocok sebagai tanaman hias di rumah. Selain dapat mempercantik ruangan, tanaman ini bisa tumbuh tanpa perlu banyak air.

    Haworthia sebaiknya diletakkan di bawah sinar matahari agar bisa tumbuh subur. Tanaman ini cukup disiram jika kondisi tanah sudah terlihat kering.

    5. Kaktus

    Sudah menjadi rahasia umum bahwa kaktus merupakan tanaman hias yang dapat tumbuh tanpa perlu sering disiram. Tanaman ini bahkan dapat bertahan hidup di iklim kering tanpa perlu disiram air hingga empat bulan.

    Cara merawat kaktus juga mudah, cukup siram dari bawah dan pastikan pot memiliki drainase yang baik. Simpan kaktus di area yang banyak cahaya matahari agar dapat tumbuh subur.

    6. Spider Plant

    Spider plant atau disebut juga lili paris merupakan tanaman hias yang populer. Selain bentuknya yang cantik, tanaman ini juga dapat tumbuh subur meski jarang disiram.

    Saat musim kemarau, cukup siram lili paris setiap seminggu sekali agar tanahnya tidak terlalu kering. Letakkan tanaman spider plant di tempat yang terpapar cahaya terang.

    7. Ivy

    Tanaman yang satu ini bisa jadi pilihan menarik untuk ditanam di halaman atau dalam rumah. Sama seperti spider plant, tanaman ivy hanya perlu disiram seminggu sekali agar tidak terlalu kering.

    Pastikan kamu menanam tanaman ivy di tempat yang tidak terpapar sinar matahari langsung, tapi tidak terlalu teduh. Maka dari itu, tanaman ini sangat cocok ditanam di dalam ruangan.

    8. Kaktus Anggur

    Satu lagi tanaman hias yang tidak perlu banyak air untuk tumbuh subur, yaitu kaktus anggur. Tanaman dari Meksiko ini dapat mempercantik hunian karena memberikan kesan tropis.

    Merawat kaktus anggur juga sangat mudah karena tidak perlu disiram secara rutin. Sebaiknya siram tanaman ini ketika kondisi tanah sudah kering, lalu letakkan di tempat yang terpapar cahaya matahari agar bisa tumbuh subur.

    Itulah delapan tanaman hias yang tidak perlu disiram secara rutin. Tertarik untuk membeli tanaman yang mana, detikers?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cahaya Merah dari Lampu Bisa Bikin Tanaman Tumbuh Subur, Kok Bisa?


    Jakarta

    Cara agar tanaman dapat tumbuh subur umumnya disiram secara berkala supaya tanahnya tidak kering. Selain itu, tanaman juga perlu terpapar sinar matahari agar proses pertumbuhannya bisa cepat.

    Namun, sejumlah pakar di bidang tanaman membagikan tips lain agar tanaman bisa tumbuh subur, yakni memanfaatkan cahaya merah. Cahaya itu ternyata dapat membantu proses pertumbuhan tanaman.

    Bagaimana cara memanfaatkan cahaya merah agar tanaman bisa tumbuh subur? Simak penjelasannya menurut pakar dalam artikel ini.


    Manfaat Cahaya Merah untuk Tanaman

    Tukang kebun dan desainer taman profesional Linda Pereira menyebut penggunaan cahaya merah dapat membantu tumbuhan lebih cepat panen. Sebab, panjang gelombang atau warna cahaya diketahui dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.

    Sebagai contoh, Linda menanam bibit selada dan basil di dalam ruangan dengan pencahayaan berwarna merah. Cahaya tersebut dapat membantu selada dan basil panen lebih awal.

    “Menanam bibit selada dan basil di dalam ruangan menggunakan lampu LED merah dapat membantu panen lebih awal,” kata Linda dikutip situs The Spruce.

    Selain merah, cahaya berwarna biru juga dapat membantu proses fotosintesis bagi tumbuhan. Namun, kedua warna cahaya ini memiliki fungsi yang berbeda.

    Cahaya biru dapat mendukung pertumbuhan vegetatif tumbuhan, sedangkan cahaya merah mendorong pembuahan dan tahap pertumbuhan selanjutnya dalam siklus hidup tanaman.

    Tips Menggunakan Cahaya Merah untuk Tanaman

    Ada sejumlah tips yang perlu diketahui sebelum menggunakan cahaya merah untuk tanaman. Simak penjelasannya di bawah ini:

    1. Pilih Jenis Lampu yang Tepat

    Lampu terdiri dari beberapa jenis, mulai dari lampu neon, pijar, dan LED. Agar tumbuhan dapat menyerap cahaya merah secara optimal, sebaiknya pilih lampu LED karena lebih terang.

    Namun, harga lampu LED memang cenderung lebih mahal daripada jenis lampu lainnya. Meski begitu, penggunaannya lebih hemat energi sehingga dapat menghemat tagihan listrik.

    “Sudah menjadi rahasia umum kalau lampu LED lebih andal dan efisien daripada lampu jenis lainnya,” ujar Linda.

    2. Durasi Tanaman Terpapar Cahaya Merah

    Lama waktunya tanaman terpapar cahaya merah bisa berbeda-beda tergantung dari jenis tanaman atau siklus hidupnya. Misalnya, tanaman hidroponik seperti selada membutuhkan waktu sekitar 12-14 jam per hari.

    Untuk tanaman hias berbunga dianjurkan terpapar cahaya merah selama 14-16 jam per hari. Sementara untuk bibit tanaman membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 14-16 jam per hari agar bisa tumbuh subur.

    Demikian penjelasan mengenai manfaat cahaya merah untuk tanaman agar bisa tumbuh subur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Simpel Rawat Tanaman Saat Cuaca Panas Agar Tetap Subur


    Jakarta

    Beberapa hari terakhir cuaca panas ekstrem melanda sejumlah daerah di Indonesia. Suhu udara di luar ruangan saat siang hari bisa mencapai 37 derajat Celcius.

    Cuaca panas ekstrem tidak hanya bikin gerah dan pengap, tapi juga memengaruhi makhluk hidup lainnya seperti tanaman. Sebab, panas dari matahari bisa membuat tumbuhan layu dan akhirnya mati jika tidak dirawat.

    Apabila detikers memiliki tanaman hias di rumah, sebaiknya lebih sering dirawat dan diperhatikan ketika cuaca panas ekstrem. Ingin tahu tipsnya? Simak dalam artikel ini.


    Tips Merawat Tanaman Saat Cuaca Panas

    Beberapa tanaman seperti sukulen dan kaktus mungkin dapat bertahan hidup saat cuaca panas ekstrem. Namun lain halnya dengan tanaman hias dalam ruangan yang justru membutuhkan perawatan ekstra.

    Dilansir situs Ugaoo, berikut tips merawat tanaman hias saat cuaca panas ekstrem:

    1. Rutin Siram Tanaman

    Tips yang pertama adalah rutin menyiram tanaman saat cuaca panas sedang melanda. Sebab, udara panas menyebabkan air menguap lebih cepat sehingga tanaman lebih mudah dehidrasi.

    Teknik menyiram tanaman juga tidak bisa sembarangan. Sebaiknya siram tanaman secara perlahan agar tanah bisa punya waktu untuk menyerap air.

    Jika tanaman langsung disiram dalam jumlah banyak maka tanah tidak memiliki waktu untuk menyerap air dan langsung terbuang lewat lubang drainase. Sedangkan jika disiram terlalu sedikit maka hanya lapisan tanah bagian atas saja yang akan basah, sedangkan akar tanaman tetap dehidrasi.

    2. Jaga Kelembapan Tanaman

    Sejumlah tanaman hias menyukai kelembapan tinggi, seperti fittonia, monstrea, calathea, dan sejumlah pakis. Tanaman tersebut perlu disemprot air secara berkala saat cuaca panas ekstrem.

    Selain itu, isi pot tanaman dengan batu kerikil. Fungsinya untuk memastikan kelembapan tanah tetap terjaga dengan baik.

    3. Jauhi Tanaman dari Sinar Matahari Berlebih

    Saat cuaca panas ekstrem, sebaiknya jauhi tanaman dari sinar matahari langsung. Sebab, tumbuhan yang terpapar panas matahari berlebih bisa menyebabkan layu dan akhirnya mati.

    Pindahkan tanaman ke sudut rumah yang tidak terkena sinar matahari langsung sepanjang hari. Selain itu, siram tanaman secara berkala setiap pagi.

    4. Kenali Tanda-tanda Tanaman Stres

    Tanaman juga bisa mengalami stres akibat jarang dirawat. Ketika cuaca sedang panas-panasnya, tanaman bisa lebih mudah stres dan akhirnya mati.

    Ada sejumlah tanda-tanda yang perlu diketahui saat tanaman sudah mulai stres, yakni:

    • Tanaman tropis (terutama yang merambat) akan layu karena terlalu panas.
    • Muncul bintik-bintik cokelat pada tanaman.
    • Setelah itu, daun mulai berwarna kuning kecokelatan.
    • Jika tidak segera diatasi, daun akan berwarna cokelat tua dan mulai berguguran.

    5. Jangan Beri Pupuk Jika Tanaman Mulai Layu

    Banyak orang yang sengaja memberi pupuk tambahan untuk tanaman yang sudah mulai layu. Sayangnya, hal tersebut bukan ide yang baik dan justru membuat tanaman cepat mati.

    Meski pupuk bisa membantu tanaman jadi subur dan menambah nutrisi, tetapi tanaman yang stres akibat cuaca panas kurang tepat jika diberi pupuk. Tanaman lebih membutuhkan air yang cukup agar bisa kembali segar.

    Itulah tips simpel dalam merawat tanaman saat cuaca panas ekstrem. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Hanya Cantik, 3 Tanaman Hias Ini Bisa Bawa Hoki di Rumah


    Jakarta

    Ada banyak tanaman hias yang bisa mempercantik hunian, sebut saja lavender hingga melati. Namun ternyata, ada beberapa tanaman hias yang disebut bisa membawa keberuntungan, lho.

    Sejak zaman dahulu, ada sejumlah tanaman hias dalam ruangan yang dipercaya mendatangkan keberuntungan. Hal ini dipengaruhi oleh budaya dan keyakinan beberapa orang.

    Ingin tahu apa saja tanaman hias yang disebut bisa mendatangkan hoki bagi pemilik rumah? Simak dalam artikel ini.


    Tanaman Hias yang Bisa Mendatangkan Hoki

    Selain memperhatikan bentuknya yang cantik dan indah, kamu juga bisa mempertimbangkan membeli tanaman hias yang bisa membawa hoki ke dalam rumah. Dilansir situs Homes & Gardens, berikut tanaman hias pembawa keberuntungan:

    1. Lucky Bamboo

    Close-up view of lucky bamboo plant trip in a decorative white pot.Foto: Getty Images/iStockphoto/asiantiger247

    Sesuai namanya, lucky bamboo atau bambu keberuntungan merupakan salah satu tanaman yang bisa membawa hoki. Dalam budaya Asia, tumbuhan ini dianggap membawa keberuntungan karena bisa tumbuh dengan cepat dan mudah diperbanyak.

    Jumlah tangkai pada tanaman ini melambangkan makna yang berbeda. Misalnya, satu tangkai melambangkan kehidupan bermakna, dua tangkai menandakan keberuntungan dalam cinta, dan tiga tangkai artinya kebahagiaan serta umur panjang.

    Ahli tanaman rumah Julie Bawden-Davis mengatakan ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan jika ingin merawat lucky bamboo. Pastikan rutin mengganti air setiap 1-2 minggu karena tanaman ini bisa hidup di dalam air.

    Selain itu, jika ditanam di dalam air sumur atau ledeng maka tidak perlu memberinya pupuk. Lucky bamboo juga bisa diletakkan di tempat yang terpapar banyak sinar matahari.

    “Namun, jika kamu menanamnya di RO (reverse osmosis) atau air yang disaring, beri pupuk setiap tiga bulan dengan pupuk cair berkekuatan ¼ yang dicampur dengan air tawar,” ujar Julie.

    2. Jade Plant

    houseplant Crassula ovata jade plant money tree in white potFoto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

    Jade plant atau lebih dikenal tanaman giok merupakan tanaman hias yang dianggap membawa hoki jika ditanam di rumah. Disebut tanaman giok karena bagian daunnya yang mirip seperti batu giok.

    Pada umumnya, tanaman giok dapat diletakkan di area ruang kerja atau pintu masuk rumah. Dalam merawatnya, cukup letakkan di tempat terang dan beri pupuk untuk tanaman sukulen dan kaktus setiap enam bulan sekali.

    Saat menyiram tanaman giok, pastikan kondisi tanah sudah mengering. Hal ini dilakukan untuk mencegah tanah tidak mudah busuk dan daunnya berguguran.

    3. Peace Lily

    Selain bunganya yang cantik, ternyata peace lily bisa mendatangkan hoki jika ditanam di rumah. Julie menyebut tanaman ini dikenal sebagai ‘tanaman kebangkitan’ karena ada keterkaitan dengan kematian dan kelahiran kembali.

    Cara merawat peace lily terbilang mudah. Tempatkan tanaman ini di area yang terang, tapi tidak terpapar sinar matahari langsung. Tanah tanaman ini juga sebaiknya tetap lembap meski peace lily dapat hidup di kondisi yang kering.

    “Bunga ini juga tahan terhadap kekeringan dan akan hidup kembali setelah tidak disiram,” imbuh Julie.

    Itulah tiga tanaman hias yang indah dan bisa mendatangkan keberuntungan. Tertarik menanam tanaman yang mana?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanaman Hias yang Cantik Bisa Cepat Mati Gegara 5 Hal Ini


    Jakarta

    Menanam tanaman hias dapat mempercantik hunian dan menciptakan kesan asri di rumah. Asalkan tanaman tersebut dirawat secara rutin agar bisa tumbuh subur.

    Sayangnya, tidak semua orang paham bagaimana cara merawat tanaman dengan tepat. Seiring waktu, tanaman bisa layu dan akhirnya mati karena salah dalam merawatnya.

    Ingin tahu penyebab tanaman hias yang cantik bisa layu dan mati? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Tanaman Hias Bisa Cepat Mati

    Sejumlah ahli tanaman membeberkan beberapa hal yang membuat tanaman hias di rumah cepat layu dan akhirnya mati. Dilansir situs The Spruce, berikut penyebabnya:

    1. Minim Cahaya

    Ada beberapa tanaman hias yang membutuhkan banyak cahaya matahari agar bisa tumbuh subur. Jika tumbuhan diletakkan di area yang sempit dan gelap, maka tak heran bisa cepat layu dan mati.

    “Memindahkan tanaman ke tempat yang mendapatkan lebih banyak cahaya alami di siang hari akan sangat membantu proses pertumbuhan,” kata ahli hortikultura Justin Hancock.

    Jika rumah kurang mendapatkan sinar matahari, Justin menyarankan untuk menggunakan lampu LED agar tanaman bisa memperoleh banyak cahaya setiap hari.

    2. Terlalu Banyak Air

    Tidak ada salahnya menyiram tanaman secara berkala. Namun kalau terlalu banyak disiram justru membuat tanaman cepat layu. Maka dari itu, penting untuk mengetahui apakah tanaman di rumah perlu disiram rutin atau sesekali saja.

    “Setiap seminggu sekali, coba masukkan jari Anda ke dalam tanah dan cek kelembapannya. Kebanyakan tanaman membutuhkan setidaknya separuh bagian atas tanah untuk benar-benar kering saat setelah disiram,” ujar pakar tanaman Jarrod Bouchie.

    3. Terlalu Banyak Diberi Pupuk

    Terlalu banyak memberikan pupuk pada tanaman ternyata juga tidak baik. Seiring waktu, tanaman bisa layu dengan tanda-tanda awal seperti daun berwarna kuning kecokelatan dan batang layu.

    Ada beberapa tanaman hias yang perlu diberi pupuk setiap sebulan sekali. Lalu, ada juga tumbuhan yang perlu diberi pupuk 2-4 kali dalam setahun. Jadi, penting untuk mencari tahu penggunaan pupuk untuk tanaman hias di rumah.

    4. Serangan Hama

    Penyebab berikutnya karena tanaman hias di rumah diserang hama. Untuk mengatasinya bisa menggunakan cairan pestisida yang dijual bebas di pasaran.

    Kalau khawatir efek samping dari bahan kimia, detikers bisa menggunakan pestisida dari sejumlah bahan alami, seperti semprotan bawang putih, tembakau, dan cabai.

    5. Terpapar Suhu Ekstrem

    Tanaman hias bisa cepat mati karena faktor cuaca ekstrem, seperti suhu panas atau tingkat kelembapan tinggi. Maka dari itu, pilih tanaman hias yang sesuai dengan suhu di wilayah tempat tinggal. Jika suhu udara cenderung panas, maka sebaiknya pilih tanaman hias yang bisa tumbuh tanpa perlu disiram secara berkala.

    Demikian lima hal yang membuat tanaman hias di rumah cepat layu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya, 4 Pewangi Alami Ini Bikin Nyamuk Auto Pergi dari Rumah


    Jakarta

    Nyamuk merupakan salah satu serangga yang sering ditemukan di rumah. Hewan penghisap darah ini kerap mengganggu manusia lewat gigitannya yang bikin gatal-gatal dan bisa memicu penyakit demam berdarah dengue (DBD).

    Salah satu cara untuk mengusir nyamuk di rumah bisa menggunakan cairan pembasmi serangga. Akan tetapi, kandungan zat kimia di dalamnya bisa berbahaya bagi tubuh jika dihirup dalam jumlah banyak.

    Namun jangan khawatir, nyamuk yang muncul di rumah bisa diusir dengan pewangi dari bahan alami. Bahan-bahan yang diperoleh dari tanaman itu diklaim ampuh bikin nyamuk cepat modar saat mencium aromanya.


    Ingin tahu pewangi alami apa saja yang ampuh untuk mengusir nyamuk di rumah? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Pewangi Alami yang Ampuh Usir Nyamuk

    Ada sejumlah pewangi alami yang diklaim ampuh mengusir nyamuk di rumah. Dikutip dari situs Times of India, berikut bahan alami tersebut:

    1. Serai

    Cara Menanam Sereh Sendiri di Rumah, Mudah Kaya akan Manfaat!Foto: Mokkie/Wikimedia Commons/CC BY-SA 3.0

    Serai memiliki wangi yang dapat memberikan efek menenangkan bagi tubuh. Namun, aroma yang tajam membuat nyamuk ogah untuk mendekatinya.

    Serai bekerja dengan cara menutupi aroma dari tubuh manusia yang kerap mengundang nyamuk. Agar efektif mengusir nyamuk, sebaiknya letakkan tanaman serai di dalam rumah atau bisa membuat semprotan alami dari minyak esensial serai.

    2. Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukFoto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Tanaman yang satu ini sudah dikenal sejak lama dapat mengusir nyamuk dari rumah. Sebab, lavender memiliki senyawa linalool yang dapat mengganggu reseptor sensorik nyamuk.

    Menanam lavender di halaman rumah dapat membantu menghalangi serangga terbang itu untuk datang. Bisa juga menggunakan semprotan dari minyak esensial lavender dengan cara menyemprotkan ke area yang sering ditemukan banyak nyamuk.

    3. Mint

    Ilustrasi tanaman peppermintFoto: Getty Images/La_vanda

    Daun mint juga ampuh untuk mengusir nyamuk di rumah karena memiliki aroma yang tajam. Mint mengandung menthol yang sangat tidak disukai oleh serangga penghisap darah tersebut.

    Agar lebih maksimal untuk mengusir nyamuk, sebaiknya letakkan tanaman mint di dekat pintu masuk, jendela, dan area tempat duduk di teras. Bisa juga menggunakan minyak esensial daun mint untuk membuat semprotan aromatik alami.

    4. Kayu Putih

    Ilustrasi minyak kayu putihFoto: Shutterstock

    Penggunaan minyak esensial dengan aroma kayu putih disebut dapat mengusir nyamuk secara efektif. Untuk cara penggunaannya bisa mengoleskan minyak kayu putih ke kulit agar nyamuk tak berani mendekat.

    Bisa juga membeli minyak esensial kayu putih dan digunakan sebagai diffuser. Selain memberikan efek menenangkan, aroma yang tajam dapat mencegah nyamuk untuk datang ke rumah.

    Demikian empat pewangi alami yang ampuh mengusir nyamuk di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Rawat Tanaman Hias Agar Tetap Subur Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Sejumlah wilayah di Tanah Air telah dilanda hujan selama beberapa pekan terakhir. Jika memiliki tanaman hias di rumah, sebaiknya lakukan perawatan ekstra karena hujan kerap menjadi masalah bagi tumbuhan.

    Perlu diketahui, tanaman hias bisa mati jika terkena air hujan terus-menerus. Sebab, akar tanaman akan membusuk akibat kekurangan oksigen dan bisa memicu masalah penyakit jamur dan merusak batang.

    Maka dari itu, penting untuk merawat tanaman hias di rumah dengan tepat selama musim hujan. Bagaimana caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Merawat Tanaman Hias Saat Musim Hujan

    Merawat tanaman hias ketika musim hujan tidak bisa sembarangan. Dilansir situs Root Bridges dan Proven Winners, Selasa (18/11/2025), berikut sejumlah tips merawat tanaman selama musim hujan.

    1. Hindari Genangan Air

    Langkah yang pertama adalah menghindari genangan air karena bisa menyebabkan hilangnya nutrisi tanah dan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Agar tanaman tidak cepat mati saat musim hujan, pastikan pot tanaman memiliki sistem drainase yang baik agar air bisa mengalir ke luar.

    2. Letakkan Tanaman di Tempat Kering

    Saat musim hujan, sebaiknya tanaman hias dipindahkan ke tempat yang kering agar tidak terkena air hujan. Bisa juga menutupnya dengan plastik berlubang yang tembus cahaya agar tanaman tetap mendapatkan kelembapan yang dibutuhkan.

    3. Siapkan Cahaya Tambahan

    Selama musim hujan, tanaman terkadang tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh. Maka dari itu, siapkan sumber cahaya buatan untuk mengatasi kekurangan cahaya, misalnya menggunakan lampu.

    4. Pangkas Tanaman Secara Rutin

    Pangkas tanaman secara teratur menggunakan alat yang tepat, terutama ketika musim hujan karena tunas baru akan tumbuh lebih cepat. Namun, pastikan memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan tersebut. Pemangkasan ini juga membantu menghindari pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan.

    5. Ikat Tanaman Agar Kuat

    Ketika musim hujan, terutama diiringi dengan angin kencang, terkadang tanaman hias di rumah bisa jatuh atau rusak akibat dihantam angin. Sebagai pencegahan, tanaman bisa diikat pada sebatang kayu agar tetap kokoh. Langkah ini sangat penting untuk tanaman yang masih muda dan pertumbuhannya lambat.

    6. Manfaatkan Pupuk dan Cacing Tanah

    Manfaatkan cacing tanah dan pupuk organik agar tanaman tetap subur selama musim hujan. Pupuk organik bermanfaat untuk memberikan nutrisi bagi tanaman agar tetap sehat.

    7. Cegah Erosi Tanah

    Demi mencegah terjadi erosi tanah, buat penghalang di sekitar tanaman selama musim hujan. Pastikan penghalang ini kokoh dan tidak menimbulkan genangan air yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

    8. Periksa Tanaman Secara Berkala

    Selama musim hujan, detikers perlu mengecek tanaman hias di rumah secara berkala. Biasanya, ada beberapa daun yang gugur atau batang patah sehingga harus dibuang segera.

    Itulah delapan tips merawat tanaman hias agar tetap tumbuh subur saat musim hujan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Tanaman Bisa Mati Gegara Kutu Putih! Begini Cara Basminya


    Jakarta

    Pernahkah melihat noda atau serangga putih di tanaman? Kemungkinan besar itu adalah kutu putih, serangga perusak tanaman.

    Kutu putih suka meninggalkan residu putih pada tanaman. Hama ini biasanya muncul karena ada kadar nitrogen dan pertumbuhan lunak pada tanaman. Nah, kondisi itu bisa diakibatkan oleh pemberian pupuk yang terlalu banyak pada tanaman.

    Serangga putih tersebut juga tertarik dengan tanaman yang memiliki banyak sari buah karena itulah sumber makanan mereka. Contoh tanaman yang banyak sarinya seperti tanaman mangga dan jeruk.


    Penghuni rumah harus waspada kalau tanaman diserang kutu putih. Hama ini dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Lebih parahnya lagi, mereka bisa mematikan tanaman dengan cara mengisap sarinya.

    Sayang banget kalau tanaman kesayangan rusak karena kutu putih kan. Oleh karena itu, pemiliknya harus tahu cara membasminya.

    Jika tanaman sudah terlanjur diserang kutu putih, sebaiknya segera diatasi. Temukan cara membasmi kutu putih berikut ini.

    Cara Basmi Kutu Putih

    Inilah langkah-langkah untuk menghilangkan kutu putih pada tanaman, dilansir dari Martha Stewart dan The Spruce.

    1. Pangkas Sebagian Tanaman

    Cara mudah untuk membasmi kutu putih adalah memotong bagian tanaman yang terserang. Langkah tersebut cocok buat serangan kutu putih yang tergolong berat. Dengan begitu, pemilik juga mencegah kutu putih menyebar ke bagian lain.

    2. Siram Air

    Jika serangan kutu putih masih terbilang ringan, siram saja tanaman dengan air. Pegang tanaman di bawah keran, dan alirkan air pada bagian yang terserang kutu.

    3. Semprot Larutan Minyak Nimba

    Selain itu, pemilik bisa pakai larutan minyak nimba sebagai insektisida organik. Campurkan 1-2 sdm minyak nimba dengan 1-2 teh sabun cuci piring dan larutkan ke dalam air 3,7 liter. Tempatkan cairan tersebut di dalam botol semprot.

    Selanjutnya, semprotkan cairan insektisida itu ke tanaman yang terinfeksi kutu putih. Lakukan langkah ini di pagi dan sore hari. Jika belum teratasi, coba ulangi penyemprotan selama 1-2 minggu.

    4. Sebarkan Serangga Predator

    Cara lain bisa dengan menyebarkan serangga predator, seperti Tawon parasitoid (leptomastix dactylopii) dan kumbang Cryptolaemus montrouzieri. Mereka dapat membasmi kutu putih, tetapi prosesnya memakan waktu cukup lama.

    5. Semprot Cairan Anti Kutu Putih

    Pemilik juga bisa menyemprotkan cairan anti kutu putih selama beberapa hari. Cairan ini bisa dibuat dari bawang putih, bawang bombai, dan bubuk cabai.

    Blender bahan-bahan tersebut menjadi pasta lalu campurkan 1 liter air. Diamkan campuran tersebut selama satu jam, lalu saring dengan kain tipis. Tambahkan sabun cuci piring dan aduk hingga rata.

    Masukkan cairan tersebut ke dalam botol semprot. Setelah menyemprot, cairan ini bisa disimpan selama seminggu di kulkas.

    Itulah cara membasmi kutu putih di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com