Tag: tumpahan

  • Haruskah Mengepel Lantai Setiap Selesai Menyapu? Begini Anjurannya



    Jakarta

    Mengepel lantai biasa dilakukan setelah menyapu lantai. Namun, jika dilihat secara kasat mata, sebenarnya lantai sudah terlihat bersih hanya dengan disapu. Lantas, apakah mengepel lantai harus dilakukan setiap hari, terutama setelah menyapu?

    Dilansir Angi, ternyata penentuan waktu untuk mengepel lantai bisa disesuaikan dengan banyaknya aktivitas yang dilakukan di rumah. Apabila seharian berada di rumah, lantai harus dipel setiap hari bahkan setiap setelah melakukan kegiatan lho. Bahkan mengepel tidak hanya dilakukan satu kali saja, melainkan dua kali yakni pada pagi dan sore hari.

    Untuk area dapur, mengepel lantai juga dianjurkan dilakukan ketika selesai makan, termasuk di area ruang makan. Tumpahan, remah-remah, dan minyak dari masakan dapat mengotori lantai selama memasak dan makan.


    Menyapu dan mengepel setelah makan malam juga dianjurkan. Dengan begitu, saat penghuni rumah ingin memasak keesokan paginya, dapur tidak berantakan bak kapal pecah.

    Lalu, untuk area di dekat pintu masuk dan ruangan yang sering jadi tempat lalu lalang bisa dipel setiap dua minggu sekali. Namun, jika sedang musim hujan, mengepel lantai sebaiknya dilakukan setiap selesai hujan.

    Ruang tempat keluarga berkumpul atau menerima tamu seperti ruang keluarga, ruang tamu, dan ruang TV harus sering dipel terutama setelah selesai digunakan. Sebab, kotoran bisa terbawa dari luar. Di ruangan ini bisa saja ada tumpahan remah makanan dan lainnya.

    Apa yang Terjadi Jika Jarang Mengepel Lantai?

    Lantai yang jarang dipel pasti terasa lengket, berpasir, dan kasar. Terutama bagi penghuni yang jarang memakai alas kaki selama di dalam rumah.

    Selain itu, lantai yang kotor dan jarang dipel menjadi tempat berkumpulnya serbuk sari, kotoran, debu, dan kotoran lainnya menyebabkan penumpukan alergen, bakteri, dan bahkan jamur, yang mencemari rumah dan menciptakan lingkungan yang tidak higienis. Seiring waktu, muncul bau tak sedap di rumah karena pertumbuhan jamur dan bakteri.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 5 Penyebab Kulkas Bau Busuk dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Kulkas merupakan salah satu perangkat elektronik yang wajib dibersihkan secara rutin. Sebab, kulkas yang jarang dirawat dapat mengeluarkan bau tak sedap serta bisa merusak makanan yang disimpan di dalamnya.

    Sebelum mengatasi bau busuk yang keluar dari dalam kulkas, sebaiknya detikers perlu mencari tahu apa penyebab aroma tersebut bisa muncul. Biasanya, bau itu muncul dari sisa makanan atau minuman yang tersimpan terlalu lama hingga kedaluwarsa.

    Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan kulkas mengeluarkan aroma tak sedap. Apa saja? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Kulkas Mengeluarkan Bau Busuk

    Dilansir situs Which, berikut sejumlah penyebab umum kulkas mengeluarkan bau busuk:

    1. Bagian dalam Kulkas Sudah Kotor

    Penyebab yang pertama karena bagian dalam kulkas sudah kotor. Umumnya, hal ini disebabkan karena tumpahan makanan atau minuman yang tak terlihat, lalu didiamkan selama berhari-hari karena tak terlihat. Satu-satunya solusi adalah dengan membersihkan seluruh rak kulkas hingga tidak tersisa lagi kotoran.

    2. Penampungan Air Kulkas

    Sudah mencoba membersihkan bagian dalam kulkas tapi masih tercium bau tak sedap? Bisa jadi penyebabnya datang dari wadah untuk menampung air kulkas. Coba lakukan pengecekan pada bagian tersebut, biasanya wadah tersebut berisi air yang bercampur kotoran.

    3. Menyimpan Makanan dengan Cara yang Salah

    Penyebab berikutnya bisa jadi karena kamu menyimpan produk makanan atau minuman dengan cara yang salah, terutama yang beraroma menyengat. Jika disimpan di kulkas dengan wadah dibiarkan terbuka, hal itu yang menyebabkan munculnya aroma tidak sedap.

    4. Saluran Air Tersumbat

    Saluran air yang tersumbat bisa menjadi salah satu faktor munculnya aroma busuk dari kulkas. Cobalah cek bagian belakang kulkas dan lihat bagian pembuangan kondensasi. Biasanya, aroma tak sedap berasal dari sini.

    Jika ingin dibersihkan, sebaiknya panggil teknisi atau jasa profesional untuk menghindari terjadinya kerusakan pada kulkas di kemudian hari.

    5. Ada Benda Asing di Wadah Pembuangan

    Kalau kulkas masih mengeluarkan bau tak sedap, cobalah untuk mengecek wadah pembuangan air kulkas. Hal ini bisa disebabkan karena adanya masalah pada pendingin ruang mesin.

    Selain itu, cek juga air yang menggenang di dalam wadah, apakah kosong atau ditemukan benda atau hewan seperti serangga, beras, kacang, hingga makanan yang membusuk. Solusinya adalah dengan membuang seluruh air dan dikuras sampai bersih.

    Tips Mengatasi Bau Tak Sedap di Kulkas

    Jika bagian dalam kulkas mengeluarkan bau tak sedap, ada sejumlah cara untuk mengatasinya. Dikutip dari The Spruce, berikut cara-caranya:

    1. Bubuk Kopi

    Kamu bisa meletakkan bubuk kopi segar pada sebuah wadah atau loyang untuk menghilangkan bau di kulkas. Pastikan kamu mendiamkan bubuk kopi tersebut selama semalaman agar efektif menghilangkan bau.

    2. Baking Soda

    Baking soda dinilai ampuh untuk menghilangkan bau tak sedap di kulkas. Caranya juga mudah, cukup menuangkan baking soda ke dalam wadah, lalu taruh di dalam kulkas dan diamkan semalaman hingga bau menghilang.

    3. Minyak Atsiri

    Selain digunakan sebagai aroma terapi, minyak atsiri juga bisa digunakan untuk menghilangkan aroma tak sedap. Untuk cara penggunaannya, tuang minyak atsiri ke bola-bola kapas, lalu masukkan ke dalam kulkas dan diamkan selama 24 jam. Cara ini dinilai ampuh untuk mengatasi bau busuk di kulkas.

    Itu dia lima penyebab kulkas mengeluarkan bau busuk dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Kapan Saatnya Lantai Dipel? Ini Ciri-cirinya


    Jakarta

    Biasanya saat membersihkan rumah, penghuni akan mengepel lantai. Mengepel lantai perlu dilakukan agar rumah tetap bersih dan bebas kuman.

    Saat ingin mengepel lantai, bisa saja dilakukan seminggu sekali karena lantai masih terlihat bersih. Hal itu sebenarnya tidak masalah untuk dilakukan.

    Tapi, sebenarnya mengepel lantai itu minimal harus berapa kali sih?


    Menurut pemilik Bee Maids House Cleaning Services, Jorge Leiva, sebenarnya tidak ada jawaban pasti untuk hal tersebut. Tapi, sebaiknya mengepel lantai dilakukan minimal seminggu sekali, terlebih di area yang sering kotor seperti dapur.

    “Dan tergantung seberapa bersih rumah yang Anda inginkan, bisa saja dilakukan lebih dari sekali dalam seminggu,” katanya, dikutip dari Southern Living, Minggu (16/11/2025).

    Hal lain yang harus diperhatikan saat ingin mengepel lantai adalah berapa orang yang tinggal di rumah. Hal itu karena berpengaruh pada kotornya lantai karena sering diinjak-injak.

    Namun, Leiva menyarankan untuk mengepel berdasarkan kotornya lantai, bukan seberapa sering harus dilakukan.

    Tanda-tanda Lantai Harus Dipel

    Berikut ini beberapa tanda lantai harus dipel.

    1. Lantai Kusam atau Pudar

    Seiring berjalannya waktu, lalu lintas kaki yang terus-menerus akan menyebabkan lantai memudar dan kusam. Itu menjadi salah satu tanda lantai harus segera dipel.

    Rambut, debu, dan serat kain sering tersapu ke sudut-sudut, tempat mereka mulai menumpuk dengan sendirinya.

    3. Titik-titik Lengket

    Jika penghuni rumah menyadari kakinya terasa lengket saat berjalan di lantai, sudah saatnya lantai dipel.

    4. Nat yang Tampak Kotor

    Meskipun sering disapu, remah-remah dan kotoran dapat mengendap di antara ubin. Tumpahan sering meresap ke dalam nat dan membuatnya tampak kotor.

    5. Alergi Kambuh

    Pemilik rumah yang sensitif terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan mungkin menyadari alergi mereka kambuh sebelum hal lainnya. Saat alergi kambuh, itu pertanda lantai harus dipel.

    Itulah informasi terkait waktu yang tepat untuk mengepel lantai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Kenapa Lantai Malah Lengket Habis Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Pernahkah ngepel lantai tapi setelahnya malah terasa lengket? Kejadian seperti itu pastinya bikin sebal, sebab penghuni sudah capek-capek mengepel tapi hasilnya mengecewakan.

    Padahal, penghuni bakal nyaman sekali kalau bisa berjalan di lantai yang bersih, kinclong, dan keset. Tapi tenang aja, ada kok cara memastikan lantai enggak lengket setelah dipel.

    Sebelum itu, penghuni rumah harus tau kenapa lantai bisa lengket usai dipel. Berikut ini penjelasannya.


    Penyebab Lantai Lengket Habis Dipel

    Inilah beberapa alasan lantai malah lengket setelah dipel, dikutip dari Maid2Match, Selasa (18/11/2025)

    1. Terlalu Banyak Cairan Pembersih

    Biasanya penghuni rumah suka mencampurkan cairan pembersih ke air pel. Terlalu banyak menuangkan cairan pembersih bisa meninggalkan residu di lantai. Residu itu yang bikin lantai lengket.

    Pastikan takaran cairan pembersih atau rasio produk dengan airnya sesuai. Ikuti petunjuk produk agar tidak berlebihan. Penghuni juga boleh pel lantai lagi setelahnya pakai air hangat buat menghilangkan sisa produk pembersih.

    2. Air Pel Kotor

    Lantai lengket habis pel dapat disebabkan oleh penggunaan air pel yang sudah kotor. Air pel kotor perlu diganti dengan yang baru ya. Jika tidak, sama saja menyebarkan kotoran di lantai.

    3. Lantai Kurang Kering

    Kebiasaan menginjak lantai saat lantai baru dipel bisa bikin lantai licin dan meninggalkan bercak lengket. Setelah dipel, lantai perlu dibiarkan dulu sampai kering.

    Buka jendela atau nyalakan kipas angin agar lantai cepat kering. Selain itu, penghuni dapat mengeringkan lantai pakai kain pel kering.

    4. Sisa Tumpahan

    Lantai dapur yang lengket bisa disebabkan oleh sisa kotoran yang tidak dibersihkan dengan benar. Misalnya ada sisa tumpahan jus atau saus yang belum tuntas dibersihkan. Oleh karena itu, penghuni perlu bersihkan tumpahan dulu sebelum mengepel seluruh lantai.

    5. Kain Pel Kotor

    Kain pel yang kotor justru menyebarkan kotoran pada lantai. Kain ini juga lembap sehingga meninggalkan residu lengket pada lantai.

    Nah, penghuni seharusnya mencuci kain pel setelah selesai mengepel lantai. Cuci kain pel pakai air panas dan detergen lembut, lalu biarkan mengering.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lantai lengket setelah dipel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Pernah Lihat ‘Lalat’ di Urinoir Toilet Pria? Ternyata Bikin Toilet Bersih!


    Jakarta

    Apabila kamu ke mal atau tempat umum, pasti kamu pernah melihat jika toilet laki-laki bentuk WC khusus yakni menempel di dinding. Nama perangkat sanitasi adalah urinoir atau urinal. Ada satu hal unik dari urinoir yang mungkin jarang diketahui perempuan yakni di dinding dekat lubang urinoir terdapat gambar lalat yang ukurannya sama dengan lalat sungguhan.

    Gambar lalat ini jika dilihat terlihat seperti noda hitam di dinding urinoir. Ternyata gambar kecil tersebut memainkan peran besar terhadap kebersihan toilet laki-laki lho. Sebenarnya apa arti keberadaan lalat di sana?

    Dikutip dari NPR, Kamis (12/9/2024), tanda ini awal mulanya muncul di Belanda sebagai sebuah solusi agar urin tidak menyiprat ke luar dinding urinoir. Sebab, urin yang menyiprat ke area lain tentu akan menimbulkan bau yang tidak sedap dan membersihkannya akan lebih sulit karena harus seluruh kamar mandi dibersihkan.


    Dengan adanya gambar lalat pada dinding dekat lubang urinoir menjadi penanda ke arah mana mereka harus membuang urin. Semulanya ini hanya eksperimen di Belanda, tetapi ternyata cara ini benar-benar efektif.

    Secara kasat mata, gambar lalat itu terlihat sungguhan dan letaknya berada di atas saluran urinoir yang menyimpang ke kiri. Kamu yang biasa tinggal di tempat yang bersih, pasti ingin mengusir lalat yang menempel di dinding urinoir. Pria memiliki naluri jika membidik lalat tersebut ‘serangga’ itu akan hanyut.

    Memang cara ini terdengar konyol karena memainkan suatu gambar yang terlihat nyata untuk mengalihkan fokus seseorang. Namun, ternyata cara ini sukses meminimalisir cipratan urin dan bau di toilet. Menurut NPR, tingkat tumpahan urin ke area lain di luar urinoir berkurang 80%.

    Alasan Pemilihan Lalat Sebagai Objek di urinoir

    Pemilihan lalat adalah salah satu hal yang menarik dan memunculkan gambaran di benak kita pertama kali secara sadar atau tidak bahwa lalat adalah sesuatu yang tidak sehat. Biasanya saat seseorang melihat sesuatu yang tidak disukai, mereka akan mulai berbenah atau menyingkirkannya.

    Sejarah Gambar Lalat di urinoir

    Gambar lalat ini pertama kali diletakkan di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda oleh Aad Keiboom bersama dengan rekannya. Metode ini ternyata dapat menekan biaya untuk pemeliharaan toilet.

    Namun, inspirasi penempelan lalat di urinoir ini sudah digunakan 1960an bermula oleh petugas pemeliharaan Belanda yang pernah bertugas di tentara Belanda bernama Jos Van Bedoff. Dia menyadari terdapat titik-titik merah kecil di urinoir barak dan dia merasa kamar mandi tersebut lebih bersih dan orang-orang membuang urin mengarah ke titik tersebut..

    Dari temuannya itu, dia mengusulkan kepada direksi bandara untuk membuat titik ini diubah menjadi lalat, alasan ini untuk memanipulasi visual yang sebenarnya tidak nyata, bisa dimaknai dalam benak manusia seakan nyata. Lokasinya yang berada di dinding urinoir, tentu tidak mungkin diusir dengan tangan sehingga gambar tersebut bisa menjadi titik fokus.

    Perancang urinoir mengakui bahwa cara ini lebih efektif daripada mencari bentuk toilet yang lebih tinggi di sisi-sisinya atau membuat berbagai bentuk cekungan agar urin tidak terciprat kemana-mana.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Pilih Karpet yang Cocok untuk Tangga Rumah


    Jakarta

    Memilih karpet terbaik untuk tangga bisa sulit karena karpet harus memiliki ketahanan dan ketebalan yang sesuai agar berfungsi dengan baik. Karpet juga harus terlihat bagus saat dipotong, dililitkan, dan diselipkan di sekitar tepi anak tangga dan tiang pagar.

    Jika kamu memiliki tangga yang sering dilewati atau memiliki anak kecil di rumah, disarankan untuk memasang karpet pada tangga di rumah kamu.

    Melansir The Spruce, Selasa (15/10/2024), berikut cara memilih karpet dan metode pemasangan untuk tangga rumah kamu.


    Cara Memilih Karpet untuk Tangga

    1. Pilih Bahan yang Tepat

    Dampak dari berjalan di tangga lebih besar daripada di permukaan datar karena adanya gaya gravitasi tambahan saat kamu menuruni tangga. Oleh karena itu, mempertimbangkan kualitas dan daya tahan bahan karpet. Pastikan juga permukaan karpet tetap rendah.

    Untuk tangga, kamu bisa coba pakai karpet nilon sintetis yang dipotong dengan permukaan yang rendah, sehingga menawarkan stabilitas optimal.

    2. Pertimbangkan Ketebalan

    Ketebalan karpet merupakan faktor penting dalam kesesuaian karpet untuk tangga. Karpet tebal dengan permukaan yang tinggi mungkin ideal untuk kamar tidur, tetapi terlalu tebal untuk tangga.

    Karpet yang terlalu tebal dapat membahayakan keselamatan karena saat melilit ujung depan tangga. Karpet tersebut berfungsi sebagai jalan menurun untuk kaki kamu. Tanpa permukaan yang kuat untuk menopang kaki, kamu berisiko untuk terjatuh.

    3. Ketahanan

    Ada perbedaan antara noda dan kotoran, meskipun tumpahan cenderung lebih sering terjadi pada karpet ruang keluarga daripada di tangga. Tetap penting untuk mencari karpet dengan kualitas tahan kotoran untuk tangga kamu.

    4. Gaya dan Penampilan

    Meskipun gaya karpet apapun dapat digunakan di tangga, ada baiknya untuk mempertimbangkan bagaimana tampilan karpet saat dililitkan di tepi tapak atau menyambung jahitan di sekitar tiang.

    Pertimbangkan juga pola pada karpet dan bagaimana tampilannya saat dipasang. Pola karpet harus diletakkan secara vertikal, jangan pernah horizontal di tangga demi alasan estetika dan performa.

    5. Pilihan Metode Memasang Karpet

    Metode Waterfall

    Tangga dengan karpetTangga dengan karpet Foto: Getty Images/iStockphoto/Elena Sgarabotto

    Dilakukan dengan menekuk karpet di tepi tangga dan membiarkannya jatuh lurus ke bawah hingga sejajar dengan anak tangga berikutnya.

    Ini adalah cara yang mudah dan cepat untuk memasang karpet dan karena alasan ini banyak pembangunan rumah menggunakan metode ini.

    Metode French Cap

    Karpet Tangga Hollywood/French CapKarpet Tangga Hollywood/French Cap Foto: The Spruce / Meg MacDonald

    Disebut juga gaya Hollywood adalah tampilan tangga yang mewah dan dirancang khusus. Pemasang membungkus karpet dengan erat di sekeliling tepi setiap anak tangga, lalu menyelipkan dan menjepitnya di bawah bibir tangga, menyesuaikan bentuk anak tangga.

    Metode ini membutuhkan lebih banyak waktu dan keterampilan dari pihak pemasang. Pelat tangga juga dapat dipasang dengan metode French cap untuk menonjolkan ujung tangga.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sampai Salah, ini Cara Memilih Meja Dapur yang Tepat


    Jakarta

    Saat kamu memilih meja dapur, ada banyak hal yang harus pertimbangkan. Memilih material yang pas bisa menjadi keputusan yang sulit, bukan hanya karena estetikanya tetapi juga karena tidak semua meja dapur dibuat sama.

    Ada meja yang cocok untuk untuk koki rumahan, tetapi ada juga yang lebih baik untuk keluarga. Tak hanya itu, penting juga untuk memilih material yang akan melengkapi skema desain ruangan dan berfungsi dengan baik untuk gaya hidup kamu.

    Melansir Real Simple, Kamis (17/10/2024), berikut beberapa pertimbangan untuk kamu saat memilih meja dapur untuk rumah kamu.


    Pertimbangkan Gaya yang Dipilih

    Desainer Yvonne McFadden dari Y. McFadden Interiors menyarankan untuk mencari meja dapur yang mudah dibersihkan dan dirawat tetapi juga tampak cantik. Pilihlah batu alam, seperti marmer, granit, batu pasir, dan batu kapur.

    Selalu bersihkan meja dapur setelah memasak dan pastikan untuk segera membersihkan tumpahan yang terjadi untuk mencegah noda dan menjaga kondisinya tetap optimal.

    Pikirkan Daya Tahan

    Meskipun batu alam indah dan relatif tahan lama, batu alam tidak bisa dihancurkan dan semua batu alam tetap rentan terhadap goresan dan noda. Jika kamu mencari bahan meja dapur yang lebih tahan lama, disarankan memilih meja dapur kuarsa yang diasah.

    Dengan mengasah lempengan batu alam apapun, kamu dapat meminimalkan munculnya sidik jari, noda air, dan tumpahan di sela-sela pembersihan sekaligus memberikan tampilan matte yang indah dan canggih pada meja dapur.

    Pertimbangkan Anak Kecil di Rumah

    Direkomendasikan pemasangan batu sabun. Batu sabun adalah batu yang lebih lunak dan rentan tergores, mengoleskan minyak secara teratur akan mengembalikan kilauannya, dan keausan secara keseluruhan hanya akan menambah daya tarik.

    Bisa juga memilih batu buatan yang tahan terhadap goresan dan noda. Meja dapur kuarsa tahan panas dan tidak akan tergores, jadi kamu tidak perlu khawatir meletakkan panci panas di permukaan yang salah atau tidak sengaja menumpahkan noda.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Mengecat Tembok Lebih Mudah dan Anti Berantakan



    Jakarta

    Mengecat tembok bisa jadi pekerjaan yang menyenangkan dan menantang. Salah satu tantangannya pastinya kamu bisa menjadi korban tetesan dan cipratan cat secara tidak terduga.

    Tumpahan mungkin tidak dapat dihindari, tetapi ada beberapa cara yang bisa membuat kekacauan tidak terlalu berantakan. Biasanya, kamu perlu menggunakan selotip pelukis, wadah, dan sedikit dempul saat ingin mengecat.

    Namun, mengecat juga akan mudah bila dikerjakan bersama, sehingga situasi menjadi menyenangkan.


    Melansir Real Simple, Kamis (17/10/2024), berikut beberapa cara agar pengecatan menjadi mudah dan terhindar dari kekacauan.

    Tips Mengecat Anti Berantakan

    1. Gunakan Lakban Pelukis untuk Menjernihkan Rol Cat

    Jika dinding kamu bertekstur, kamu memerlukan rol dengan serat yang tinggi, yakni serat halus. Serat yang lebih panjang akan masuk ke semua sudut dan celah, sehingga kamu dapat mengecat dengan merata.

    Namun, kamu perlu berhati-hati karena rol ini dapat memiliki serat yang berlebih, sehingga akan terlepas dan mengering langsung pada dinding yang baru dicat.

    Untuk melepaskan serat sebelum mulai pengecatan, bungkus rol dengan selotip pelukis dengan erat. Saat kamu menarik membuka selotip, serat akan ikut terkelupas.

    2. Gunakan Lakban Pelukis untuk Menuang Cat

    Daripada kamu harus berurusan dengan tetesan cat atau risiko tumpahan, kamu bisa membuat corong dengan selotip.

    Sobek dua lembar selotip berukuran delapan inci dan tempelkan secara diagonal di bibir kaleng dalam bentuk V. Sobek lembar ketiga, sekitar 20 cm panjangnya dan letakkan di titik V. Corong akan menghasilkan tuangan yang rapi dan stabil.

    3. Gunakan Karet Gelang untuk Menggosok Kuas

    Untuk perbaikan cepat atau pekerjaan yang memerlukan kuas kecil, karet gelang elastis bisa menjadi solusi terbaik kamu. Aduk cat dan geser karet gelang dengan hati-hati di sekeliling kaleng, rentangkan di sepanjang bukaan.

    Dengan cara ini, kamu dapat mencelupkan kuas ke dalam kaleng dan mengusapkannya ke karet gelang untuk menghilangkan cat berlebih. Tempat penyerap sementara ini akan menjaga tepi kaleng tetap bersih, sehingga mudah untuk menutupnya kembali.

    4. Gunakan Kaleng Makanan untuk Menyimpan Rol

    Saat kamu memiliki kaleng kosong, bilas dan biarkan kering. Kemudian, gunakan pemotong kotak untuk mengiris bukaan berbentuk tanda bintang di bagian tengah tutup kaleng. Masukan pegangan rol ke dalam tutup kaleng makanan tersebut.

    Saat hendak berhenti mengecat, kamu bisa menyimpan rol cat ke dalam kaleng tersebut untuk menampung cat. Lalu, amankan tutupnya dan simpan di tempat yang seharusnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jadwal Ideal Membersihkan Kamar Mandi


    Jakarta

    Kamar mandi yang bersih nggak cuman bikin penghuni rumah merasa nyaman tapi juga baik buat kesehatan. Sebab, kamar mandi adalah tempat yang cepat kotor dan jadi tempat ideal buat ditumbuhi kuman dan jamur.

    Nah, penting sekali membersihkan kamar mandi secara rutin. Ada beberapa hal di kamar mandi yang perlu lebih sering dibersihkan ataupun bisa jarang-jarang.

    Berikut jadwal ideal membersihkan kamar mandi yang bisa kamu ikuti, dikutip dari The Spruce, Jumat (1/11/2024).


    Bersih-bersih Harian

    1. Mengelap Permukaan Basah

    Gunakan kain yang mengandung disinfektan ataupun spons untuk mengelap counter, wastafel, dan keran untuk membersihkan tumpahan dan cipratan air. Pastikan untuk menggunakan kain bersih atau baru untuk membersihkan tempat duduk kloset atau lantai.

    2. Keringkan Pintu dan Dinding

    Setiap selesai mandi, gunakan handuk atau alat pembersih karet untuk mengeringkan tembok dan dinding basah supaya mencegah pembentukan kerak air. Selain itu, jangan lupa menutup tirai kamar mandi agar cepat kering.

    3. Gantung Handuk dan Keset

    Pastikan untuk menggantung handuk dan keset basah agar cepat kering. Langkah ini akan mencegah pertumbuhan jamur.

    Bersih-bersih Mingguan

    1. Cuci Handuk dan Keset

    Cuci handuk-handuk dan keset setiap minggu supaya tidak menjadi tempat bersarangnya kuman. Sebaiknya keset dikeringkan dengan cara dijemur agar tidak merusak karet pada bagian bawah keset.

    2. Bersihkan Kloset

    Bersihkan bagian dalam kloset menggunakan sikat dan cairan pembersih. Sementara bagian luar kloset bisa dilap dengan tisu basah yang mengandung disinfektan atau spons dan cairan pembersih kamar mandi.

    3. Bersihkan Permukaan

    Bersihkan lantai dan tembok kamar mandi secara menyeluruh setiap minggu untuk menghilangkan noda dan jamur pada permukaan. Lalu, buang juga rambut-rambut yang terkumpul pada lubang pembuangan air. Jangan lupa bersihkan juga tirai di kamar mandi.

    4. Bersihkan Wastafel

    Singkirkan barang-barang yang memenuhi area wastafel. Lalu, bersihkan wastafel menggunakan cairan pembersih. Pastikan untuk membilas area wastafel dengan bersih dan keringkan.

    5. Bersihkan Gagang Pintu dan Sakelar Lampu

    Jangan membersihkan gagang pintu, sakelar lampu, dan pintu kabinet. Area ini sebenarnya sering disentuh ketika menggunakan kamar mandi, sehingga rawan tumbuh kuman dan bakteri.

    6. Bersihkan Cermin

    Bersihkan cermin dengan cairan pembersih dan kain mikrofiber. Cermin yang kinclong dapat menunjukkan kamar mandi terawat dengan baik.

    7. Buang Sampah

    Buang isi tempat sampah setiap minggu supaya tidak menumpuk dan menimbulkan aroma tidak sedap. Lalu, kamu bisa menaruh beberapa kantong plastik baru di dalam tempat sampah untuk memudahkan penggantian kantong plastik nantinya.

    Bersih-bersih Bulanan

    1. Sortir dan Bersihkan Tempat Penyimpanan

    Kamu bisa rutin menyortir dan membersihkan tempat penyimpanan di kamar mandi. Buanglah produk-produk yang sudah habis dan kedaluwarsa. Jangan sampai barang-barang yang tidak dipakai menumpuk dan memenuhi ruang.

    2. Bersihkan Shower

    Kalau aliran air pada shower tidak lancar karena tersumbat, sudah saatnya membersihkan shower. Kamu bisa membersihkan shower menggunakan cuka putih sulingan dan sikat untuk membersihkan kotoran dan kerak.

    3. Cuci Tempat Sampah

    Selain membuang sampah dan mengganti kantong plastik tempat sampah, sebaiknya rutin mencuci tempat sampah setiap bulan. Bersihkan tempat sampah dengan menyiram air panas dan menggosoknya dengan sabun.

    4. Bersihkan Tirai

    Jika menggunakan tirai kamar mandi, jangan lupa membersihkannya setiap bulan. Sebab, ada tumpukan debu dan noda yang perlu dibersihkan secara berkala.

    5. Inspeksi Kamar Mandi

    Pastikan untuk melakukan inspeksi kamar mandi setiap bulan untuk mencegah kerusakan. Perhatikan area sekitar wastafel, shower, dan keran untuk melihat ada kebocoran. Selain itu, periksa juga kalau ada pertumbuhan jamur di kamar mandi agar bisa segera diatasi.

    Itulah cara menjaga kebersihan kamar mandi secara rutin. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pasang Karpet di Ruangan Ini, Nanti Menyesal!



    Jakarta

    Karpet sering kali menjadi alat yang dimanfaatkan untuk mempercantik ruangan. Dengan ditempatkan di atas lantai, karpet juga berfungsi membuat lantai menjadi lebih nyaman.

    Banyak kelebihan yang bisa didapat saat memasang karpet di ruangan. Namun, tidak semua ruangan bisa dipasang karpet. Pertimbangkan segala kebutuhan yang diinginkan saat memasang karpet di rumah.

    Melansir Better Homes & Gardens, Selasa (5/11/2024), berikut beberapa ruangan yang tidak seharusnya dipasang karpet:


    1. Kamar Mandi

    Kamar mandi menjadi ruangan yang tidak seharusnya dipasang karpet. Hal ini karena adanya shower, wastafel, dan bak mandi yang menjadi area dengan tingkat kelembapan tinggi.

    Kamar mandi juga seringkali menjadi ruang terbatas dengan ventilasi yang lebih sedikit dibandingkan ruangan lain di rumah. Saat kamar mandi berkarpet, kelembapan akan mulai meresap ke dalam karpet, yang menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut.

    Pertimbangkan menggunakan ubin vinyl, laminasi, keramik, atau porselen. Hal ini karena memiliki ketahanan terhadap air, sehingga tidak perlu khawatir tentang jamur atau lumut yang tumbuh.

    2. Dapur

    Dapur berfungsi sebagai ruang serbaguna, seperti untuk memasak dan menyiapkan makanan. Sehingga lantai dapur harus bebas dari tumpahan dan kotoran, sedangkan karpet susah dibersihkan saat terkena noda dan kotoran.

    Pertimbangkan untuk memasang lantai kayu keras, laminasi, atau vinyl di dapur. Pilihan ini akan memudahkan pembersihan dan tahan terhadap keausan yang diterima lantai dapur. Gunakan alas lantai yang rendah atau yang dapat dicuci di dapur untuk menambah warna.

    3. Ruang Cuci

    Ruang cuci adalah area dengan tingkat kelembapan tinggi yang rentan terhadap penumpukan jamur dan lumut seiring waktu. Penumpukan yang lambat dapat dipercepat jika ada masalah dengan mesin cuci, seperti kebocoran pada mesin cuci.

    Kamu bisa menggunakan laminasi atau vinyl untuk lantai ruang cuci. Jika mesin cuci mengalami kebocoran atau perlu diganti, cukup menggeser keluar mesin cuci dan membersihkan tumpahan tanpa harus mengganti lantai.

    4. Ruang Bermain

    Pastinya kamu berpikir bahwa meletakkan karpet tebal di tempat yang sering digunakan anak-anak menjadi ide yang bagus. Adanya noda spidol, minuman, dan noda lainnya akan sulit dihilangkan terutama saat noda sudah kering atau menempel.

    Pertimbangkan untuk memakai ubin lantai busa yang dapat dipasang di seluruh ruangan. Selain itu, ubin ini memiliki berbagai pola dan warna sehingga kamu dapat memilih opsi yang paling sesuai di rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com