Tag: tumpukan debu

  • Wajib Tahu! Benda Ini Seharusnya Tidak Dibersihkan Terlalu Sering



    Jakarta

    Membersihkan rumah dan isinya merupakan rutinitas yang dilakukan untuk menjaga agar tetap bersih dan tahan lama. Namun, ternyata ada beberapa benda di rumah yang tidak perlu dibersihkan secara rutin atau terlalu sering.

    Membersihkan barang-barang di rumah memang bertujuan untuk menyingkirkan kuman dan bakteri. Akan tetapi, terdapat beberapa benda dengan bahan tertentu yang tidak bisa sering dibersihkan karena akan membuat kualitas benda tersebut menjadi lebih buruk.

    Melansir dari situs Southern Living, berikut deretan benda di rumah yang tidak boleh dibersihkan terlalu sering.


    Perabotan Kayu

    Perabotan kayu yang harganya mahal membuat kamu rajin membersihkan untuk menjaga kualitasnya. Namun, ternyata menurut CEO AspenClean, Alicia Sokolowski, membersihkan perabotan kayu secara berlebihan justru dapat merusak bahan tersebut.

    “Kayu merupakan material alami yang memerlukan penanganan hati-hati agar tetap dalam kondisi terbaiknya. Membersihkan perabotan kayu terlalu sering terutama dengan air atau bahan kimia yang kuat mengakibatkan pengurangan minyak alami pada kayu sehingga kayu menjadi kering. Sebaiknya, bersihkan debu pada kayu menggunakan kain mikrofiber seminggu sekali sesuai kebutuhan.” kata Sokolowski.

    Jendela

    Sokolowski juga menyarankan tidak terlalu sering membersihkan jendela sebab dapat menimbulkan goresan, bercak, dan kerusakan pada lapisan jendela. Selain itu, bisa juga mengikis lapisan pelindung UV atau film yang dirancang untuk menghalangi panas dan silau.

    Penggunaan air yang berlebihan atau pembersih kimia yang sifatnya terlalu keras dapat menyebabkan penumpukan kelembapan di jendela yang berpotensi tumbuhnya jamur dan kerusakan rangka. Sokolowski menyarankan bersihkan jendela setiap 3 sampai 6 bulan sekali.

    Lantai Kayu

    Hindari membersihkan lantai kayu terlalu sering terutama dengan air atau bahan kimia keras karena air dapat meresap ke dalam kayu dan menyebabkan pembengkakan. Pembersih juga dapat menghilangkan lapisan pada kayu sehingga lebih rentan rusak. Cukup disapu atau disedot debu nya dan pel setiap 1 – 2 bulan sekali menggunakan pembersih yang aman dan lembut untuk kayu.

    Kipas Angin Gantung

    Kipas angin gantung memang menyimpan tumpukan debu yang banyak. Akan tetapi, cukup bersihkan sebulan sekali. Mulailah sebulan sekali dulu untuk melihat seberapa parah debunya kemudian sesuaikan dengan kebutuhan.

    Microwave dan Kulkas

    Microwave adalah perabotan rumah yang cepat bau dan kotor akibat cipratan makanan. Namun, jika makanan ditutup selama dipanaskan, maka noda dapat cipratan dapat diminimalisir. Dengan demikian, pembersihan secara menyeluruh hanya perlu dilakukan setiap 1 sampai 3 bulan sekali.

    Sama dengan kulkas yang cukup dibersihkan satu bulan sekali untuk menjaganya agar tetap higenis. Perhatikan wadah makanan saat disimpan di kulkas agar menghindari tumpahan yang membuat kulkas berjamur dan berbau.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Dari Mana Debu di Rumah Berasal? Bisa Jadi Ini Sumbernya


    Jakarta

    Membersihkan rumah dari debu rasanya tidak ada habisnya. Setiap sudut rumah harus dibersihkan setiap hari agar bebas debu.

    Rumah memang harus rajin dibersihkan agar tidak ada debu yang menumpuk dan mengotori rumah. Sebab, benda kecil ini dapat membuat rumah kotor dan kesehatan penghuni terganggu.

    Namun, dari mana sebenarnya asal debu dan bagaimana cara mencegahnya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Sumber Debu di Rumah

    Inilah beberapa sumber debu dan tips mencegahnya, dikutip dari Forbes Home.

    1. Tungau Debu

    Debu di rumah bisa saja berasal dari kumpulan tungau debu. Serangga ini memakan kulit mati manusia yang terlepas.

    Manusia biasanya melepaskan 1,5 gram kulit mati dari tubuh dan ditemukan pada seprai, bantal, dan matras. Oleh karena itu, penghuni perlu rajin membersihkan permukaan kain.

    2. Polusi

    Polusi yang berasal dari knalpot mobil atau emisi pabrik bisa masuk ke dalam rumah melalui jendela. Apalagi kalau rumah berada dekat jalanan ramai.

    Partikel polusi akan menjadi debu di dalam rumah. Penghuni dapat menggunakan air purifier untuk membersihkan udara dari polusi.

    3. Kain

    Kain dapat menjadi sarang debu sekaligus juga sumbernya. Bahan kain pada gorden, handuk, seprai, maupun pakaian bisa melepaskan partikel-partikel kecil yang menjadi debu.

    4. Jalanan dan Tanah

    Selain itu, partikel debu juga bisa dari jalanan seperti tanah, pasir, dan batu. Partikel tersebut terbawa ke dalam rumah karena menempel pada pakaian ataupun sepatu.

    Cara mencegah debu masuk rumah bisa dengan menutup celah pintu dan jendela. Lalu hindari menggunakan sepatu di dalam rumah.

    5. Rambut Hewan Peliharaan

    Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing sering meninggalkan jejak rambut di sekitar rumah. Rambut tersebut akan berterbangan di udara atau menempel pada furniture. Penghuni dapat mengurangi intensitas rambut hewan dengan rajin menyisir dan memandikan peliharaannya.

    6. Serbuk Sari

    Serbuk sari dari tanaman bertebaran di udara lalu masuk ke rumah melalui pintu atau jendela. Coba gunakan layar jendela atau air purifier sebagai filter serbuk sari agar tidak menjadi debu di rumah.

    Itulah beberapa sumber debu di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com