Tag: tungau

  • Panduan Mencuci Seprai yang Benar Biar Bersih dan Nyaman


    Jakarta

    Mencuci seprai perlu dilakukan secara rutin. Hal itu dilakukan supaya kamu bisa tidur dengan nyaman dan menjaga kebersihan alas tidur.

    Saat mencucinya pun tidak bisa sembarangan, perlu memperhatikan bahan seprai. Misalnya seperti bahan katun dan linen yang cenderung mudah dicuci. Namun, seprai bahan linen cenderung menyusut jika menggunakan mesin pengering panas.

    Sementara itu, seprai dari sutra dan satin perlu kehati-hatian. Kamu mencucinya dengan suhu yang rendah dan siklus putaran yang lebih lambat ditambah dengan detergen khusus.


    Maka dari itu, penting mengetahui cara mencuci seprai untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Dikutip dari Homes & Gardens, berikut ini cara mencuci seprai.

    Cara Mencuci Seprai

    1. Mencuci di Mesin Cuci

    Kamu bisa mencuci seprai di mesin cuci. Jangan masukkan terlalu banyak cucian di mesin cuci. Kalau bisa, cuci seprai sendiri, jangan dicampur dengan pakaian karena bisa memudarkan warna dan hindari mencuci bersamaan dengan pakaian yang memiliki ritsleting karena bisa merusak seprai.

    2. Periksa Ada Noda atau Tidak

    Sebelum dicuci, sebaiknya periksa seprai dulu apakah ada noda atau tidak. Jika ada noda, sebaiknya bersihkan noda terlebih dahulu. Kamu bisa mencampurkan baking soda dengan air untuk membentuk cairan kental atau pasta dan taruh di seprai yang ada nodanya.

    “Biarkan mengering sampai terkelupas. Sikat pasta kering dan masukkan seprai ke siklus pencucian biasa,” kata Pemilik Pure Freedom, Andrew Bramley, dikutip dari Homes & Gardens.

    3. Masukkan Detergen Secukupnya

    Detergen yang dimasukkan ke dalam mesin cuci tergantung dari banyaknya cucian yang dicuci. Sebaiknya, ikuti rekomendasi takaran pada kemasan detergen.

    Terlalu banyak detergen dapat menyebabkan penggunaan air berlebih dan penumpukan kotoran pada pipa bagian dalam mesin cuci yang bisa menyebabkan kerusakan. Kamu juga bisa tidak menggunakan pelembut pakaian karena dapat mengurangi daya serap alami dan melemahkan kain.

    4. Perhatikan Suhu dan Putaran Mesin Cuci

    Penting untuk memeriksa suhu yang disarankan pada label perawatan seprai karena beberapa kain akan menyusut jika dicuci dengan air panas. Sebab, mencuci dengan air panas dapat membunuh kuman hingga tungau. Sementara itu, seprai sutra harus dicuci dengan tangan atau dimasukkan ke dalam mesin cuci dengan pengaturan untuk mencuci wol atau bahan halus. Suhunya tidak lebih dari 30ºC.

    5. Keringkan Seprai

    Idealnya, seprai dikeringkan di bawah sinar matahari. Hal ini untuk menjaga kesegarannya.

    “Seprei idealnya berada di bawah sinar matahari dan angin sepoi-sepoi, tapi ingat jika seprai Anda diwarnai, balikkan bagian dalam ke luar untuk mengurangi risiko warna memudar di bawah sinar matahari,” kata Direktur Pelaksana Peters’ Cleaners Vicky Whiter.

    Bisakah Mencuci Seprai Pakai Air Panas?

    Biasanya, air yang suhunya hangat bisa membuat seprai dengan warna cerah lebih cepat pudar. Maka dari itu, sebaiknya cuci seprai dengan warna cerah dengan air dingin.

    Pencucian seprai dengan air panas juga bisa membuat seprai justru menciut dan mempersingkat masa pakainya. Jadi, jangan sering-sering cuci seprai pakai air panas ya detikers.

    Kapan Cuci Seprai Pakai Air Panas?

    Saat Orang Sakit

    Dilansir dari Real Simple, kamu bisa mencuci seprai dengan air panas ditambah dengan detergen apabila kasur tersebut ditempati oleh orang sakit. Mencuci seprai dengan air panas ditambah pemutih dengan klorin bisa membunuh bakteri dan virus, contohnya seperti salmonella dan rotavirus.

    Ada Serangan Kutu

    Air panas juga bisa membunuh kutu dengan efisien dan cepat. Jika kasur kamu ‘diserang’ kutu kasur, kamu bisa mencuci seprai dengan air panas dan keringkan dengan suhu yang paling panas.

    Ada Noda

    Beberapa noda bisa dibersihkan lebih mudah dengan menggunakan air panas. Misalnya, seprai kamu terkena noda kopi, kamu bisa membersihkan noda tersebut lebih dulu dengan air panas.

    Namun, tidak semua noda bisa dibersihkan dengan air panas, misalnya noda darah. Noda darah jika dicuci dengan air panas justru bisa membuatnya tidak bisa hilang. Maka dari itu, kalau mau membersihkan noda darah lebih baik pakai air dingin.

    Cara Membersihkan Noda pada Seprai

    Jika terdapat noda pada seprai, sebaiknya hilangkan noda dulu baru dicuci dengan mesin cuci. Dilansir dari The Spruce, berikut ini cara membersihkannya.

    1. Noda Darah

    Hindari mencuci seprai dengan air panas jika ada noda darah. Lebih baik rendam bagian yang ada noda darah pada air dingin. Selanjutnya, oleskan noda dengan hidrogen peroksida lalu bilas.

    2. Noda Kosmetik

    Oleskan campuran air dan detergen cair ke noda, lalu gosok perlahan. Ulangi hingga noda riasan hilang, lalu cuci seperti biasa.

    3. Noda Kopi

    Campurkan 1 liter air, 1/2 sendok teh detergen cair, dan 1 sendok makan cuka putih ke dalam ember atau mangkuk. Rendam bagian seprai yang terkena noda dan biarkan terendam selama 15 menit. Bilas dan ulangi jika perlu, lalu cuci seprai seperti biasa.

    Itulah cara mencuci seprai yang baik agar tetap bersih dan nyaman. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Simple Bersihkan Kasur agar Selalu Wangi dan Nyaman Digunakan


    Jakarta

    Semua benda perlu dirawat dengan baik agar tetap nyaman digunakan dan tahan lama. Begitu juga dengan kasur, tempat kamu beristirahat.

    Hal terpenting saat merawat kasur adalah membersihkannya secara teratur sehingga tidak muncul tungau, jamur, dan bau apek. Kasur yang kotor mudah sekali berbau dan muncul noda yang sulit dibersihkan.

    Bagi kamu yang belum mengetahui cara membersihkan kasur yang benar, dilansir Tom’s Guide, berikut caranya.


    1. Hindari Memakai Bahan Kimia Keras

    Saat membersihkan kasur atau seprai hindari menggunakan cairan pembersih kimia keras. Cairan tersebut bukan membersihkan melainkan berisiko menimbulkan masalah baru.

    Pertama, cairan pembersih yang keras dapat merusak serat dan bahan kasur. Permukaannya pun tidak akan rapi seperti pertama kali kamu beli. Kedua, cairan kimia keras dapat membuat iritasi kulit dan masalah pernapasan karena residu yang tertinggal di permukaannya.

    2. Jangan Biarkan Kasur Basah

    Pastikan kasur selalu dalam keadaan kering. Apabila kasur terkena tumpahan minuman atau kuah makanan, kamu harus langsung membersihkannya. Kasur yang lembap akan menjadi masalah serius karena jamur mudah muncul di permukaannya. Selain itu, kasur yang basah dapat merusak bagian dalam kasur karena ada beberapa kasur yang kerangkanya terbuat dari kayu atau menimbulkan karat pada kerangka besi.

    3. Tidak Memakai Pelindung Kasur

    Pelindung kasur berbeda dengan seprai. Pelindung ini letaknya di bawah seprai. Fungsinya untuk menjaga tempat tidur tetap bersih dan mencegah terkena tumpahan, noda, tungau, dan keringat. Pelindung ini juga bisa membuat permukaan tempat tidur kamu bertahan lebih lama.

    4. Bersihkan Debu Secara Teratur

    Debu, rambut, dan bulu hewan peliharaan merupakan beberapa kotoran yang harus dibersihkan dari kasur. Apabila dibiarkan debu dapat terhirup saat kamu berbaring dan kasur akan menjadi tempat kesukaan tungau.

    Cara membersihkannya juga mudah, bisa menggunakan sapu lidi, vacuum cleaner, atau dijemur di luar jika memungkinkan.

    5. Sesekali Ubah Posisi Kasur

    Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa memutar posisi kasur itu penting. Bukan karena agar tidak mudah bosan melainkan agar posisi penahan beban di kasur merata, tidak hanya di pinggir atau di tengah saja. Kamu juga bisa mengubah posisi kepala.

    Apabila posisi kasur tidak berubah maka ada satu bagian yang mudah cekung karena terus menerus mendapat beban. Secara umum, kamu harus memutar kasur setiap tiga hingga enam bulan untuk menjaga permukaannya tetap segar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, 5 Tanaman Ini Bisa Mengundang Hama ke Taman Rumah


    Jakarta

    Menanam tanaman di halaman rumah bisa memberikan kesan asri dan sejuk. Namun harus hati-hati karena ada beberapa tanaman yang justru menarik hama.

    Keberadaan hama, seperti serangga hingga tupai, tentu bisa merusak tanaman. Tentu kamu nggak mau dong hal itu terjadi?

    Nah, ada beberapa tanaman yang bisa mengundang hama ke taman. Dilansir dari Real Simple berikut ini informasinya.


    Tanaman yang Mengundang Hama

    1. Mawar

    Pink rose bush in the evening sunBunga mawar. Foto: Getty Images/iStockphoto/Marina Izvekova

    Buat kamu yang suka menanam mawar di rumah, hati-hati ya. Tanaman ini rentan terhadap diserang hama seperti kumbang Jepang, tungau laba-laba, maupun kutu daun.

    2. Tomat

    Ilustrasi cara simpan tomatIlustrasi tomat Foto: Getty Images/iStockphoto

    Tomat merupakan salah satu tanaman yang disukai berbagai jenis hewan, seperti tupai, serangga, kutu daun, kutu busuk, maupun ulat tanduk. Maka dari itu harus waspada ya agar tanaman tidak dirusak hama.

    3. Lili Air

    Bright violet water lily. Flower and leaves in the pond. Bright floral natural background. Aquatic plants. Panoramic water landscapewater lily atau lili air. Foto: Getty Images/iStockphoto/Inna Giliarova

    Tanaman cantik yang satu ini bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Hal itu karena pada tanaman ini terdapat bagian yang terisi air sehingga dipakai nyamuk untuk menaruh telurnya.

    4. English Ivy

    A selection of photographs taken primarily in our English cottage garden of a wide variety of native plants, flowers, foliage and flora.English Ivy. Foto: Getty Images/Jack Holliday

    English ivy bisa menjadi tempat berlindung yang aman bagi nyamuk karena area bawah tanaman yang lembap dan teduh. Selain itu, tanaman ini juga cenderung menarik perhatian kutu putih maupun hama tanaman lainnya.

    5. Bunga Matahari

    Bunga matahari.Bunga matahari. Foto: iStock/ohishiistk

    Biji bunga matahari menjadi favorit banyak hewan, seperti tupai dan burung. Tak hanya itu, ada beberapa serangga yang juga tertarik pada tanaman tersebut seperti ngengat dan kumbang.

    Cara Melindungi Tanaman dari Hama

    Ada beberapa cara untuk melindungi tanaman dari hama yaitu sebagai berikut.

    Buat Pembatas

    Kamu bisa membuat pagar pembatas untuk mencegah hewan merusak maupun memakan tanaman.

    Tanam Tanaman Pengusir Hama

    Kamu bisa menanam tanaman perangkap untuk membasmi hama. Sebagai contoh, tanam nasturtium di dekat tomat. Hal itu karena kumbang akan lebih tertarik ke tanaman nasturtium sehingga tanaman tomat kamu akan aman.

    Hati-hati dengan Genangan Air

    Adanya genangan air bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Maka dari itu pastikan tidak ada genangan air di dekat rumah, termasuk pot tanaman.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa mengundang hama. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Daun Tanaman Menguning? Ini 8 Penyebab dan Cara Mencegahnya



    Jakarta

    Bagi yang suka memelihara tanaman di rumah, pasti sering menemui daun tanaman yang menguning. Kalau sudah menguning, maka harus dipotong bagian tersebut agar tidak menyebar ke seluruh bagian tanaman. Namun, jangan khawatir karena daun baru akan tumbuh kembali.

    Namun, sebetulnya kita bisa mencegah daun tanaman yang menguning. Caranya dengan mengetahui beberapa penyebab berikut yang dikutip dari The Spruce, Senin (10/03/2025), yaitu:

    Tekanan Kelembaban

    Penyebab paling umum ketika daun tanaman menguning adalah terlalu banyak air atau kekurangan air. Jika tanaman terlalu banyak air dapat merusak daun karena air dalam tanah dapat tergenang dan tidak mengalir dengan baik.


    Jika kekurangan air, tanaman akan menggugurkan daunnya karena mengalami transpirasi atau penguapan yang merupakan cara tanaman berkeringat untuk menghemat air. Sebelum gugur, daun biasanya akan menguning dan terlihat bintik-bintik cokelat.

    Untuk itu, pastikan untuk menyiram tanaman secara teratur

    Penuaan Normal

    Daun tanaman menguning sebetulnya merupakan hal yang normal seiring bertambahnya usia tanaman. Daun akan menguning dan rontok. Namun, jangan khawatir karena dapat memotong batang utama untuk mendorong pertumbuhan tanaman baru.

    Suhu Dingin

    Suhu dan angin yang terasa dingin sering menyebabkan daun menguning dan rontok. Untuk itu, hindari menaruh tanaman di dekat ventilasi AC atau jendela yang dingin, apalagi jika tanaman tersebut termasuk tanaman tropis.

    Kurang Cahaya

    Tanaman yang kekurangan cahaya biasanya akan menguning kemudian gugur. Biasanya bagian yang menguning itu terletak pada sisi yang membelakangi cahaya. Misalnya, menaruh tanaman dekat jendela, maka sisi berlawanan akan menguning. Solusinya adalah memutar pot setidaknya seminggu sekali agar semua sisi mendapatkan cahaya.

    Solusi terbaik adalah letakkan tanaman ke lokasi yang lebih cerah. Jika cahaya dalam rumah sulit didapat maka bisa menggunakan satu atau dua lampu tanaman buatan.

    Kekurangan Nutrisi

    Daun tanaman akan menguning jika tidak memperoleh nutrisi yang dibutuhkan. Biasanya daun tersebut akan memiliki pola yang tidak biasa, seperti tulang daun tetap gelap sementara jaringan di antaranya menguning. Oleh karena itu, perhatikan nutrisi yang dibutuhkan tanaman karena masing-masing spesies atau jenis tanaman membutuhkan nutrisi yang berbeda satu sama lain.

    Infeksi Virus

    Penyebab berikutnya kemungkinan adanya infeksi virus pada daun di seluruh bagian tanaman. Hal itu dapat dilihat tak hanya daun yang menguning, tetapi juga batang yang berubah bentuk serta bunga yang berubah warna. Infeksi virus pada tanaman biasanya sulit disembuhkan dan rentan menular ke tanaman di dekatnya. Solusinya adalah menggunakan fungisida atau bahan kimia untuk memberantas jamur pada tanaman.

    Segera pisahkan tanaman yang terinfeksi virus dengan tanaman lainnya. Jika tidak dapat disembuhkan maka tanaman harus dibuang. Jangan lupa untuk mencuci dan mensterilkan alat serta pot sebelum menggunakannya pada tanaman lain.

    Hama

    Serangga atau hama seperti kutu daun, tungau, laba-laba, dapat mengisap getah daun tanaman sehingga warnanya menjadi kuning dan meninggalkan bercak. Solusinya adalah menyemprotkan insektisida atau bahan pembunuh serangga pada tanaman.

    Repotting

    Salah satu hal normal pada daun tanaman menguning adalah ketika tanaman dipindahkan ke pot lama ke pot yang baru. Ini menunjukkan cara tanaman menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Sehingga, daun tanaman justru tiba-tiba bisa menguning tanpa sebab. Selama periode ini jangan beri pupuk dan biarkan tanaman mengendapkan akarnya serta menemukan nutrisi di tanah yang baru.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Membasmi Tungau Kasur Tanpa Vacuum Cleaner



    Jakarta

    Tungau adalah salah satu serangga yang berukuran sangat kecil yang biasanya hidup dan berkembang biak di tempat tidur. Kasur yang terlihat bersih belum tentu bebas tungau yang bisa menimbulkan penyakit.

    Mengganti seprai secara rutin bisa membasmi tungau di tempat tidur. Tungau juga biasanya bisa dibasmi menggunakan vacuum cleaner yang menggunakan sinar UV.

    Namun, ada juga cara-cara lain yang bisa membasmi tungau tanpa vacuum cleaner. Apa saja?


    Sebelum membahasnya, penting untuk diketahui apa bahaya dari tungau dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan.

    Meski ukurannya kecil, tungau bisa menggigit berbagai bagian tubuh manusia, seperti leher, wajah, tangan, perut, hingga kaki.

    Gigitan tungau bisa menimbulkan sejumlah gejala, di antaranya gatal pada area yang digigit, munculnya benjol kemerahan, serta iritasi kulit. Efek terburuknya, gigitan tungau bisa memicu gejala kesehatan, seperti scabies atau kudis, eksim, alergi kulit, asma, dan gangguan tidur.

    Cara Membersihkan Tungau di Kasur Tanpa Vacuum Cleaner

    1. Sesuaikan suhu ruangan

    Tungau menyukai tempat lembab. Inilah mengapa penting untuk mengatur suhu ruangan agar hewan kecil ini tidak semakin nyaman dan berkembangbiak. Pastikan kamar tidur memiliki aliran udara yang baik, kamu juga bisa menggunakan dehumidifier.

    2. Gunakan cara alami

    Kamu juga bisa memanfaatkan garam sebagai solusi untuk membasmi tungau. Caranya cukup dengan menyemprotkan larutan garam ke bagian yang kira-kira dihinggapi tungau lalu tunggu beberapa saat. Alternatif lainnya bisa dengan menggunakan minyak lavender.

    3. Cuci seprai dengan air panas

    Hal yang bisa dilakukan untuk membasmi tungau adalah dengan rutin mencuci perlengkapan tidur seperti sprei dan sarung bantal guling dengan air panas. Kamu juga bisa menambahkan deterjen anti-bakteri agar tungau benar-benar mati total dan mencegah perkembangbiakannya muncul.

    4. Jemur kasur

    Sinar matahari bisa membuat tungau mati. Ini juga cara lain yang bisa kamu lakukan tanpa perlu menggunakan vacuum cleaner. Kamu bisa menjemur kasur di bawah paparan sinar matahari agar kelembaban kasur berkurang serta membunuh tungau. Sebelumnya, pastikan cuaca tidak terlalu panas sehingga tidak akan merusak kasur.

    5. Semprot disinfektan

    Cara terakhir membersihkan tungau di kasur tanpa vacuum cleaner adalah menggunakan cairan disinfektan di area kamar atau di area hewan ini bersarang. Kandungan zat kimia dalam cairan tersebut bisa efektif membunuh tungau serta mencegah serangga kecil ini muncul kembali.

    Demikianlah beberapa cara yang bisa kamu diterapkan untuk membersihkan tungau di kasur tanpa vacuum cleaner. Semoga informasinya bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal yang Dapat Memperpendek Umur Kasur


    Jakarta

    Merawat kasur sebenarnya tidak begitu sulit asalkan pemakainya dapat menjauhkan hal-hal tak penting dan berbahaya dari kasur. Selama bisa menghindari hal tersebut, kasur tidak akan cepat rusak dan bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama.

    Bagi yang belum mengetahui apa saja yang harus dihindari dan dijauhkan dari kasur, dilansir Tom’s Guide, berikut beberapa di antaranya.

    1. Tidak Menggunakan Pelindung Kasur

    Kasur modern saat ini tidak lagi bisa digulung atau dilipat karena terdapat per dan susunan lainnya yang dibuat khusus agar kasur nyaman digunakan. Tugas pemakainya adalah memasang pelindung pada kasur agar bagian permukaannya aman. Pelindung ini ada banyak macamnya, tetapi yang paling mendasar adalah memasang seprai. Selain melindungi kasur, seprai juga bisa melindungi kamu dari gigitan tungau.


    2. Kasur Basah

    Kasur adalah benda yang disarankan harus berada dalam keadaan kering. Sebab, di dalam kasur terdapat beberapa susunan yang rentan terhadap air. Apabila terkena air, kasur akan cepat kusam, bernoda, dan logam di dalam kasur berkarat. Oleh karena itu, kasur yang sudah terendam air biasanya tidak nyaman lagi dipakai. Saat membersihkan kasur, gunakan cairan seminimal mungkin, hindari meletakkan wadah cairan di atasnya, dan saat membersihkan area yang basah, pastikan benar-benar kering.

    3. Mengabaikan Noda

    Noda bukan hanya berasal dari cairan yang tumpah ke kasur. Bisa juga karena makanan, air mani, atau transfer warna dari barang-barang tertentu. Mengabaikan noda dapat merusak permukaan kasur serta menjadikannya tempat berkembang biaknya bakteri, jamur, dan lumut. Dari luar mungkin akan tampak baik-baik saja, tetapi seiring waktu noda tersebut akan berubah warna karena pertumbahan jamur dan bakteri. Beberapa noda juga bisa menimbulkan bau tak sedap dan iritasi pada kulit.

    4. Tidak Menyedot Debu Kasur

    Mungkin secara kasat mata, kasur tidak terlihat berdebu, kotor, dan lembap. Padahal kasur merupakan salah satu tempat yang kotor yang perlu dibersihkan secara menyeluruh, bukan hanya bagian seprai.

    Jika kasur tidak bisa dicuci, minimal gunakan alat penyedot debu khusus untuk permukaan kain yang lembut. Vacuum cleaner seperti ini dapat membutuh bakteri dan membasmih tungau yang bersembunyi di sela-sela kasur.

    5. Tidak Memutar Kasur

    Ternyata memutar kasur adalah cara yang ampuh untuk mencegah salah satu bagian kasur rusak. Dengan memutas kasur, setiap bagian dapat mendapat beban yang sama sehingga tidak hanya satu bagian yang haus. Waktu yang tepat untuk memutas kasur adalah tiga hingga enam bulan untuk menjaga bentuk permukaannya.

    6. Menggunakan Bahan Kimia Keras

    Hindari pemakaian bahan kimia keras yang tak disarankan saat membersihkan kasur. Dua bahan yang tidak disarankan adalah pemutih dan pelarut yang diklaim bisa memberihkan permukaan, padahal justru merusak serat dan bahan kasur. Selain itu, bahan kimia keras juga tidak bagus untuk kulit dan pernapasan pemakainya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Bantal Juga Bisa Kadaluarsa, Begini Tanda-tandanya


    Jakarta

    Bantal tidak bisa dipakai selamanya. Alas kepala yang pasti ada di tempat tidur ini memiliki jangka waktu pemakaian dan bisa kadaluarsa. Apabila sudah kadaluarsa, mau tidak mau bantal harus diganti dengan yang baru karena sudah tidak layak dipakai.

    Apabila tidak langsung diganti, dapat berisiko bagi kesehatan penggunanya karena bantal yang sudah kotor dan harus diganti merupakan tempat yang disukai oleh tungau dan kutu busuk.

    Lantas, bagaimana cara mengetahui bantal sudah kadaluarsa?


    Dilansir Daily Mail, pada umumnya setiap jenis bantal memiliki jangka waktu pemakaian. Sebagai contoh bantal sintetis idealnya dipakai sampai 6-12 bulan. Sementara untuk bantal berbulu, jangka waktu pemakainya jauh lebih lama yakni 2-3 tahun.

    Untuk mengetahui secara pasti waktu yang tepat untuk mengganti bantal, bisa dilihat dari tanda-tanda berikut.

    1. Bantal Kempes

    Bantal baru terutama yang sintetis bentuknya cukup besar dan bervolume. Bantal tersebut membuat posisi kepala lebih tinggi ketika digunakan. Massa di dalam bantal dari waktu ke waktu bisa berkurang. Faktornya bukan karena adanya kebocoran atau rusak, melainkan setelah sering dipakai dan menerima banyak tekanan, terjadi pengurangan massa dari dacron di dalamnya.

    Jika bantal di rumah seperti ini berarti sudah saatnya untuk mengganti dengan yang baru. Sebab, bantal yang kempes dapat menyebabkan nyeri pada leher.

    2. Bantal Tidak Balik ke Bentuk Semula Setelah Ditekuk

    Dengan berkurangnya massa di dalam bantal tersebut, bantal akan terlihat lebih kempes dan lemas. Dengan begitu, ketika ditekuk bagaimana pun akan mudah dilakukan. Hal ini berbeda dengan bantal baru yang masih penuh sehingga ketika ditekuk akan kembali ke bentuk semula.

    Cara untuk mengujinya bisa dengan menekuk bantal selama 30 detik, kemudian lepas. Apabila bisa kembali ke bentuk semula yakni menghadap atas, berarti bantal tersebut masih layak digunakan. Namun, apabila bentuknya tetap menekuk, segera ganti dengan bantal baru.

    3. Terdapat Noda

    Kebanyakan bantal memiliki warna dasar putih. Hal ini untuk mempermudah penggunanya untuk melihat ada kotoran atau noda pada bantal sehingga bisa segera dibersihkan. Selain itu, bantal juga bisa berubah menjadi kekuningan dan sulit dibersihkan karena pertumbuhan jamur. Penyebabnya adalah bantal tersebut lembap dari keringat, suhu udara ruangan, atau memang terkena tumpahan dan tidak dikeringkan.

    Perubahan warna ini jangan dianggap sepele karena beberapa noda tidak dapat dibersihkan. Selain mengganggu tampilan bantal, perubahan warna juga sebagai pertanda bantal harus diganti.

    4. Bantal Berbau Tidak Enak

    Bantal yang telah menguning biasanya disertai dengan muncul bau tak sedap. Bau tersebut berasal dari pertumbuhan jamur. Menurut Doctor Sleep, apabila telah tercium bau apek atau tidak sedap, bantal harus segera mencucinya. Namun, apabila sudah terjadi berulang hingga muncul noda kekuningan dari jamur, sebaiknya ganti dengan bantal baru.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Membasmi Tungau di Kasur Tanpa Perlu Vacuum Cleaner


    Jakarta

    Tungau merupakan hama mikroskopis yang dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan hangat dan lembap. Tungau dapat ditemukan di berbagai furnitur rumah, salah satunya kasur.

    Kehadiran tungau di kasur tentu tidak bisa dianggap remeh. Jika kamu digigit oleh tungau maka bisa mengalami kulit gatal, mata kering, bersin, hingga batuk kering. Kondisi ini tentu bikin tidur menjadi tidak nyenyak.

    Namun jangan khawatir, tungau yang ada di kasur dapat diatasi dengan berbagai cara. Bahkan, kamu bisa membasmi serangga kecil ini tanpa perlu menggunakan vacuum cleaner.


    Cara Basmi Tungau di Kasur Tanpa Vacuum Cleaner

    Membersihkan tungau di kasur dapat dilakukan dengan beberapa cara. Dilansir dari situs Mayo Clinic, Kamis (17/7/2025), berikut tipsnya:

    1. Cuci Seprai dan Sarung Bantal

    Tips yang pertama adalah rutin mencuci seprai kasur setiap minggu. Hal ini juga termasuk mencuci selimut, sarung bantal, dan bed cover.

    Agar efektif membunuh tungau dan menghilangkan debu, pastikan seluruh kain dicuci dengan air panas dengan suhu minimal 54,4 derajat Celcius. Jika tidak bisa dicuci dengan air panas, seprai bisa dimasukkan ke dalam pengering selama 15 menit pada suhu yang sama.

    Setelah dicuci, jemur seluruh kain di bawah sinar matahari agar cepat kering. Kemudian angkat kain dan jangan lupa disetrika agar wangi dan tidak terlihat kusut.

    2. Jaga Suhu Kelembapan di Rumah

    Tungau termasuk serangga yang hidup dan berkembangbiak di udara lembap. Maka dari itu, sebaiknya jaga kelembapan di dalam rumah hingga di bawah 50%.

    Pastikan kamu memiliki ventilasi udara yang baik di dalam kamar tidur. Gunakan juga dehumidifier untuk mengurangi kelembapan berlebih di udara.

    3. Garam

    Jika menemukan 1-2 tungau yang ada di kasur, kamu dapat membasminya dengan garam. Bahan dapur ini disebut efektif untuk membasmi tungau dengan cepat.

    Caranya cukup mencampur air dan garam hingga menjadi larutan, setelah itu dimasukkan ke dalam botol semprot. Kini, kamu tinggal menyemprot larutan tersebut ke area yang dihinggapi tungau.

    4. Minyak Lavender

    Selain garam, kamu juga dapat membasmi tungau dengan minyak lavender. Kandungan senyawa linalool pada tanaman ini dapat mengganggu indra penciuman tungau.

    Caranya cukup dengan meneteskan minyak lavender ke area yang terdapat tungau di kasur. Tunggu beberapa saat agar tungau mati setelah mencium aroma lavender yang menyengat.

    5. Buang Barang yang tidak Terpakai

    Apabila ditemukan ada banyak barang tidak terpakai di dalam kamar tidur, sebaiknya segera dibuang. Barang tersebut lama-lama akan berdebu dan akhirnya menjadi tempat bagi tungau untuk berkembang biak.

    Singkirkan barang-barang seperti buku, hiasan meja, majalah, atau pernak-pernik yang tidak terpakai di dalam kamar. Selain mencegah tungau, cara ini juga membuat kamar tidur terlihat lebih bersih dan nyaman.

    6. Jemur Kasur

    Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menjemur kasur. Sebab, sinar matahari yang terik bisa membuat tungau mati.

    Menjemur kasur di bawah sinar matahari juga membantu mengurangi kelembapan di kasur sehingga tidak ada lagi tungau yang hinggap. Namun, pastikan kamu mengecek kondisi cuaca terlebih dahulu sebelum memutuskan menjemur kasur.

    Demikian enam cara membasmi tungau di kasur tanpa perlu menggunakan vacuum cleaner. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Alasan Kenapa Tikus Wajib Diusir dari Rumah!


    Jakarta

    Tikus merupakan salah satu hama yang kerap mengganggu manusia. Terkadang, hewan ini kerap bersarang di dalam rumah dan menimbulkan sejumlah masalah.

    Salah satu dampak paling terasa jika tikus bersarang di rumah adalah menggerogoti sisa makanan di atas meja. Padahal, makanan itu masih bisa dikonsumsi.

    Selain itu, masih ada lagi sejumlah dampak yang ditimbulkan jika tikus bersarang di rumah. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Dampak Tikus Bersarang di Rumah

    Tikus memang bukan hewan berbahaya seperti ular. Meski begitu, kehadiran tikus di rumah sangat mengganggu kenyamanan dan kebersihan. Berikut sejumlah dampak yang ditimbulkan jika tikus bersarang di rumah:

    1. Kerusakan Listrik

    Dilansir situs ECPC Service, tikus memiliki kebiasaan menggigit kabel listrik. Hal tersebut sangat berbahaya karena bisa memicu korsleting listrik dan berpotensi menyebabkan rumah kebakaran.

    2. Merusak Perabotan

    Selain menggigit kabel, tikus juga kerap menggerogoti kayu. Jika kamu memiliki banyak perabotan kayu di rumah maka sebaiknya waspada karena bisa jadi furnitur kesayanganmu rusak gara-gara digigit tikus.

    3. Menyebarkan Kutu dan Tungau

    Tikus termasuk hewan kotor dan jorok karena hidup di saluran air, kamar mandi, dan tempat sampah. Jika tikus masuk dan bersarang di dalam rumah dikhawatirkan dapat menyebarkan kutu dan tungau. Para penghuni bisa mengalami gatal-gatal karena terkena serangga tersebut.

    4. Menyebarkan Penyakit

    Salah satu dampak paling bahaya dari kehadiran tikus di rumah adalah dapat menyebarkan penyakit. Dikutip dari WebMD, tikus dapat menyebarkan penyakit seperti leptospirosis (infeksi bakteri), koriomeningitis limfositik, dan tifus. Manusia dapat terpapar penyakit tersebut lewat kotoran, air liur, dan air seni tikus.

    5. Muncul Bau Tak Sedap

    Muncul sarang tikus di rumah juga dapat menimbulkan aroma tak sedap ke seluruh ruangan. Bau tersebut bisa berasal dari kotoran dan air seni tikus. Apalagi jika ditemukan ada tikus yang mati di loteng atau sudut rumah, tentu aroma bangkainya sungguh sangat menyengat dan mengganggu penghuni rumah.

    Cara Basmi Tikus di Rumah

    Jika mengetahui ada tikus yang bersarang di rumah, sebaiknya segera dibasmi agar tikus tidak terus berkembang biak. Berikut cara basminya:

    1. Pasang Perangkap Tikus

    Cara yang pertama adalah dengan memasang perangkap tikus. Namun, kamu harus mencari tahu letak sarangnya di dalam rumah. Setelah itu, barulah pasang perangkap tikus yang efektif, seperti lem tikus. Agar terpancing, kamu bisa memasang umpan yang memiliki aroma menyengat.

    2. Semprotkan Cairan Pembasmi Tikus

    Kamu bisa menyemprotkan cairan pembasmi tikus ke sarang atau area yang kerap dilaluinya. Namun, hati-hati dalam menggunakan cairan tersebut karena dapat membahayakan kesehatan. Pastikan kamu menggunakan sarung tangan dan masker agar baunya tidak terhirup.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Buru-buru Rapikan Kasur Setelah Bangun Tidur, Ada Manfaatnya Lho


    Jakarta

    Merapikan tempat tidur sebelum beraktivitas di pagi hari merupakan kebiasaan baik. Namun, membersihkan kasur sesaat setelah bangun ternyata kurang dianjurkan, lho.

    Dilansir dari Real Simple, penghuni rumah disarankan untuk tidak langsung merapikan tempat tidur ketika bangun. Soalnya kasur yang baru digunakan buat tidur semalaman dalam kondisi lembap. Hal itu dapat memicu pertumbuhan tungau debu.

    CEO Mattress Next Day Martin Seeley mengatakan, rata-rata manusia mengeluarkan keringat sebanyak 500 mililiter per malam. Kondisi tersebut membuat tempat tidur menjadi lingkungan yang cocok bagi tungau buat berkembangbiak di pagi hari.


    “Oleh sebab itu, penting untuk membiarkan tempat tidur setidaknya selama 30 menit agar sirkulasi udara lebih baik. Hal ini dapat mengurangi kelembapan secara menyeluruh di tempat tidur,” ujar Seeley dikutip dari Real Simple, Sabtu (23/8/2025).

    Penghuni perlu waspada dengan tungau debu di tempat tidur karena dapat membahayakan kesehatan. Menurut American Lung Association, kotoran dari tungau debu bisa menimbulkan reaksi fisik, seperti flu, mata berair, hingga bersin. Pasalnya, sisa kotoran tungau menempel pada seprai, lalu terhirup oleh manusia.

    Penghuni sebaiknya menunda merapikan tempat tidur ketika bangun di pagi hari. Biarkan seprai terbuka sementara. Nyalakan kipas angin dan buka jendela untuk meningkatkan sirkulasi udara.

    Cara Basmi Tungau di Kasur

    Jika ingin membasmi tungau di kasur, penghuni dapat lakukan beberapa cara berikut ini, dikutip dari Mayo Clinic.

    1. Cuci Seprai dan Sarung Bantal

    Cara pertama untuk membasmi tungau kasur adalah rutin mencuci seprai setiap minggu. Jangan lupa untuk mencuci selimut, sarung bantal, dan bed cover juga ya. Setelah dicuci, jemur kain tersebut di bawah sinar matahari, lalu setrika agar rapi.

    2. Jaga Kelembapan Rumah

    Tungau menyukai lingkungan yang lembap untuk berkembangbiak. Pastikan kamar tidur memiliki ventilasi yang cukup buat mencegah tungau. Sebagai tambahan, gunakan dehumidifier untuk mengurangi kelembapan berlebih.

    3. Semprotkan Larutan Garam

    Tungau bisa dibasmi dengan larutan garam. Campurkan air dan garam ke dalam botol semprot. Lalu semprotkan larutan pada area yang dihinggapi tungau.

    4. Jemur Kasur

    Sesekali menjemur kasur di bawah sinar matahari dapat mematikan tungau. Selain itu, cara ini dapat mengurangi kelembapan di kasur.

    Itu dia manfaat tidak langsung merapikan tempat tidur dan cara basmi tungau di kasur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com