Tag: tusuk

  • Kita Tak Sadar, Barang di Rumah Ini Lebih Jorok dari Dudukan Toilet



    Jakarta

    Banyak orang tidak sadar bahwa sebenarnya banyak barang di rumah yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan kuman melebihi dudukan toilet, salah satunya remote control.

    Dalam sehari, rata-rata orang sering menyalakan TV kurang lebih 150 kali. Biasanya remote digunakan untuk mengganti saluran, menyesuaikan volume, dan mematikan serta menyalakan TV.

    Melansir Daily Star, Senin (4/11/2024), ditemukan bahwa remote control yang tidak pernah dibersihkan bisa 15 kali lebih kotor daripada dudukan toilet. Padahal toilet biasanya merupakan area paling kotor di rumah.


    “Faktanya, remote TV ditemukan menjadi tempat berkembang biaknya Enterobacter 15 kali lebih banyak daripada toilet pada umumnya,” kata Sarah Khan, dari asuransi rumah Churchill, dikutip dari sumber yang sama.

    Remote control memiliki Enterobacter lebih tinggi karena biasanya orang jarang membersihkan tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh remote. Hal itu mengakibatkan perpindahan bakteri dari tangan kamu.

    Dalam survei yang dilakukan oleh asuransi rumah Churchill, seperempat dari hasil survei mereka tidak pernah membersihkan remote TV.

    “Remote control ditemukan memiliki jumlah Enterobacter tertinggi di antara semua semua benda yang kami teliti, termasuk sprei, permukaan dapur, laptop, jahitan, dan bahkan dudukan toilet,” ujarnya.

    Dilansir Good Housekeeping, Enterobacter berpotensi menyebarkan penyakit dan infeksi, termasuk infeksi aliran darah dan pneumonia. Jadi perlu membatasi pertumbuhan bakteri ini sebisa mungkin, dengan membersihkan remote secara rutin.

    Cara Membersihkan Remote Control

    1. Mulai dengan mengeluarkan baterai dan dibersihkan debunya dengan kain microfiber yang lembut.
    2. Semprotkan larutan antibakteri, seperti desinfektan antibakteri, ke bagian kain microfiber yang masih baru dan gunakan untuk membersihkan remote control.
    3. Gunakan cotton bud untuk menjangkau sela-sela tombol, jika perlu gunakan tusuk gigi untuk membantu membersihkan kotoran di sekitar tombol. Biarkan hingga kering sebelum memasang kembali baterai.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Langsung Bongkar, Ini 4 Langkah Mudah Perbaiki Lantai Keramik Pecah


    Jakarta

    Lantai keramik yang pecah tentu dapat mengganggu estetika rumah. Hal ini bisa terjadi ketika keramik terkena benturan yang keras atau tekanan yang kuat.

    Keramik juga bisa rusak karena proses pemasangannya tidak benar. Lalu, penyebab lainnya adalah suhu yang tinggi.

    Selain tak enak dipandang, keramik yang pecah memiliki ujung-ujung yang tajam karena terbuka. Garis pecahan keramik ini bisa membahayakan penghuni rumah, jika terinjak tanpa alas kaki.


    Kalau mengalami lantai keramik pecah, bukan berarti kamu harus bongkar lantai dan diganti dengan yang baru kok. Semua tergantung dengan besarnya kerusakan dan modal yang dimiliki.

    Mengganti lantai keramik yang pecah juga tidak membutuhkan proses yang sulit. Beberapa kasus ada yang hanya perlu diberi lem.

    Lalu, bagaimana cara memperbaiki lantai keramik yang pecah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Home Decor Bliss.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik Pecah

    Inilah langkah-langkah memperbaiki lantai keramik yang pecah.

    1. Bersihkan Retakan

    Memasang kembali retakan keramik, kamu perlu melihat jalur retakannya dan potongan yang terpisah. Cara mudah untuk melihat jalur retakannya adalah dengan membersihkannya terlebih dahulu.

    Pertama, gunakan amplas atau pengikis lainnya ke dalam retakan dan kikis bagian yang terlalu tajam. Kedua gunakan pembersih cair atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran yang menempel di keramik.

    2. Oleskan Epoxy pada Retakan

    Cara memperbaiki keramik yang pecah adalah menggunakan epoxy. Tata cara mencampurkan epoxy tertera pada kemasan. Setelah itu siapkan karton atau alat yang khusus untuk meratakan permukaan. Tuang epoxy ke bagian retakan keramik tersebut dan tunggu hingga mengeras.

    Untuk retakan yang lebih tipis, gunakan dengan tusuk gigi. Untuk retakan yang lebih lebar, gunakan alat yang memiliki permukaan yang rata. Hindari penggunaan pisau saat mengaplikasikan epoxy karena akan cepat mengeras.

    3. Kikis Bagian yang Kelebihan

    Apabila saat menuangkan epoxy terlalu banyak dan menyebar ke bagian yang lain, kamu bisa mengikis bagian tersebut agar terlihat lebih rapih. Lakukan dengan cepat sebelum epoxy mengeras. Lalu biarkan epoxy di dalam celah keramik yang pecah mengering.

    4. Cat Retakan yang Telah Ditutup Epoxy

    Langkah terakhir setelah epoxy mengering adalah mengecat bagian atasnya agar terlihat seperti baru. Pilih warna cat yang mirip dengan keramik yang terlihat mengkilap atau berbahan dasar minyak karena tidak mudah pudar saat terkena air. Gunakan kuas tipis untuk mengecatnya.

    Itulah cara memperbaiki keramik yang pecah tanpa membongkarnya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bersihkan Kepala Shower biar Air Tidak Mudah Tersumbat


    Jakarta

    Shower merupakan pancuran air yang menempel pada dinding kamar mandi. Shower perlu sering dibersihkan, terutama pada bagian kepalanya. Kenapa?

    Kepala shower merupakan bagian penting dari shower karena dari bagian ini, air dapat keluar. Namun, bagian ini sayangnya terkadang suka dilewatkan saat membersihkannya karena letaknya agak tinggi dan terkadang terlihat bersih.

    Padahal sama seperti perangkat lain di kamar mandi, kepala shower perlu dibersihkan. Sebab, terkadang tekanan air yang mengecil setiap digunakan bisa jadi bukan salah dari pipa air, melainkan karena ada lubang yang terutup kotoran. Selain itu, kepala shower yang jarang dibersihkan bisa membuat mengalirkan kotoran saat digunakan.


    Dilansir The Spruce berikut beberapa cara membersihkan kepala shower beserta bahan yang bisa dipakai.

    1. Siapkan Cuka

    Cara membersihkan shower terutama pada bagian kepalanya tidak bisa hanya memakai air biasa. Coba siapkan cuka sari apel dan kantong yang yang cukup untuk menutupi bagian kepala pancuran di rumah serta mampu untuk menampung air. Masukkan satu cangkir air cuka ke dalam kantong tersebut.

    2. Pasang Kantong ke Kepala Shower

    Kantong yang sudah berisi cuka sari apel tersebut pasang pada kepala shower. Air tersebut pasti cukup berat, sebaiknya gunakan selotip yang erat, atau jika ingin lebih kuat coba pakai cable ties untuk mengikat plastik tersebut.

    Biarkan kantong tersebut salama 4 jam. Pastikan saat ingin membersihkannya tidak ada orang rumah yang ingin menggunakan shower tersebut. Semakin lama waktu penutupan dengan cuka maka lebih mudah membersihkan kotoran yang mungkin menyumbat kepala shower.

    3. Sikat sampai Bersih

    Setelah empat jam, lepas kantong cuka dan sikat permukaan dan lubang dengan sikat kecil berbulu nilon atau sikat gigi bekas. Jika masih terlihat endapan di lubang nosel, gunakan tusuk gigi atau klip kertas yang diluruskan untuk mengambil kotorang pada setiap lubang.

    Apabila dirasa sudah bersih, bilas bagian dengan air bersih. Kemudian, coba nyalakan shower beberapa menit untuk melihat air yang keluar. Cara ini juga bisa mendorong kotoran keluar saat air dinyalakan.

    4. Keringkan Permukaan Shower

    Meskipun telah bersih dari noda, kepala shower tetap harus dikeringkan untuk mencegah noda air yang tercetak di permukaannya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbaiki Lantai Keramik Retak Harus Dibongkar? No, Pakai Cara Ini Aja


    Jakarta

    Lantai keramik sewaktu-waktu bisa retak atau pecah. Biasanya hal itu terjadi kalau lantai terkena benturan keras atau tekanan yang besar.

    Selain itu, keramik yang terkena sumber panas juga bisa menyebabkan guratan retak. Retakan itu akan semakin jelas ketika lantai diberi tekanan.

    Lantai keramik rusak kemungkinan juga bisa terjadi karena proses pemasangan yang kurang tepat. Bagian bawah ubin tidak ada pengikat yang erat antara partikel dengan agregat, sehingga keramik terdengar kopong atau kosong ketika diketuk.


    Jika menemukan lantai keramik retak, sebaiknya segera diperbaiki. Sebab, keramik rusak bakal merusak estetika rumah. Lalu, keramik retak biasanya memiliki ujung-ujung tajam yang berisiko melukai penghuni rumah.

    Untuk memperbaiki ubin keramik retak, pemilik rumah tidak harus membongkar lantai. Semua tergantung tingkat kerusakan lantai. Terkadang pemilik hanya perlu menggunakan lem untuk mengatasi lantai keramik pecah.

    Lalu, bagaimana cara memperbaiki lantai keramik retak? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik Retak Tanpa Dibongkar

    Inilah langkah-langkah untuk menyambung kembali keramik retak tanpa harus membongkarnya, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Pertama, pemilik perlu membersihkan ubin keramik untuk melihat jalur retakannya. Gunakan amplas atau pengikis ke dalam retakan untuk mengikis bagian yang terlalu tajam. Lalu, gunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran pada keramik.

    2. Oleskan Epoxy

    Selanjutnya, oleskan epoxy untuk mengisi retakan. Caranya dengan menyiapkan campuran epoxy mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan. Kemudian, siapkan karton atau alat khusus untuk meratakan permukaan.

    Tuang epoxy ke retakan keramik dan tunggu hingga mengeras. Pemilik bisa memakai tusuk gigi untuk mengaplikasikan epoxy ke retakan yang tipis. Untuk retakan yang lebar, gunakan alat dengan permukaan yang rata. Namun, hindari penggunaan pisau karena epoxy akan cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang pemilik menuang terlalu banyak epoxy, sehingga menyebar ke bagian lain. Jika demikian, rapikan dengan cara mengikis bagian tersebut. Segera lakukan langkah ini sebelum epoxy mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Terakhir, epoxy yang sudah mengering dapat dicat agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin.

    Pilihlah cat yang warnanya mirip dengan keramik dan finish-nya mengkilap. Lalu, sebaiknya gunakan cat berbahan dasar minyak agar tidak mudah pudar kalau terkena air.

    Itulah cara mudah memperbaiki lantai keramik retak tanpa perlu dibongkar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbaiki Lantai Keramik Retak Perlu Dibongkar? No, Bisa Pakai Cara Ini


    Jakarta

    Lantai keramik bisa mengalami retak atau pecah seiring waktu. Hal ini dapat terjadi karena ada benturan keras atau tekanan yang besar di lantai, sehingga menimbulkan retakan di keramik.

    Tak hanya itu, suhu panas yang tinggi juga menjadi pemicu terjadinya guratan retak pada keramik lantai. Retakan itu akan semakin jelas terlihat saat lantai diberi tekanan.

    Faktor lainnya bisa disebabkan karena proses pemasangan keramik yang kurang tepat. Sebab, bagian bawah ubin tidak ada pengikat yang erat antara partikel dengan agregat, sehingga keramik kopong atau kosong ketika diketuk.


    Kalau melihat ada keramik lantai yang retak di rumah, sebaiknya jangan langsung diganti dengan yang baru. Sebab, ada beberapa tingkat kerusakan pada keramik yang masih bisa diperbaiki. Simak tipsnya dalam artikel ini.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik Retak Tanpa Dibongkar

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keramik retak tanpa perlu dibongkar. Dilansir dari Home Decor Bills, berikut tipsnya:

    1. Bersihkan Retakan

    Langkah yang pertama adalah membersihkan retakan keramik terlebih dulu. Gunakan amplas atau pengikis ke dalam retakan untuk mengikis bagian yang terlalu tajam. Lalu, gunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran pada keramik.

    2. Oleskan Epoxy

    Oleskan retakan di keramik dengan menggunakan epoxy. Caranya dengan menyiapkan campuran epoxy mengikuti petunjuk yang tertera dalam kemasan. Lalu, siapkan karton atau alat khusus untuk meratakan permukaan keramik.

    Tuang epoxy ke keramik yang retak dan diamkan hingga mengeras. Untuk retakan lantai yang tipis dan kecil bisa menggunakan tusuk gigi. Sementara untuk retakan yang lebar, gunakan alat dengan permukaan yang rata. Perlu diingat, jangan menggunakan pisau saat mengoleskan epoxy karena akan cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Jika menuangkan epoxy tidak hati-hati maka bisa meluber dan akhirnya menyebar ke bagian lain. Untuk mengatasinya, bersihkan dengan cara mengikis bagian epoxy yang meluber sebelum cairan tersebut mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Langkah terakhir, epoxy yang sudah mengering dapat dicat agar terlihat seperti baru. Kamu bisa menggunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin.

    Agar hasilnya bagus, disarankan memiliki warna cat ya mirip dengan keramik dan finishing-nya mengkilap. Lalu, gunakan cat berbahan dasar minyak agar tidak mudah pudar saat terkena air.

    Demikian cara mudah memperbaiki lantai keramik yang retak tanpa perlu dibongkar. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Basmi Kamitetep di Rumah, Bisa Pakai Sabun



    Jakarta

    Kamitetep merupakan nama serangga yang mungkin asing bagi beberapa orang. Sebab, serangga satu ini bentuknya unik dan berbeda dari serangga pada umumnya.

    Kamitetep atau Phereoeca uterella memiliki bentuk seperti larva. Warna tubuh luarnya terlihat bertekstur berwarna mirip pasir. Jika dilihat sekilas, kamitetep lebih mirip dengan debu yang menggumpal. Serangga satu ini sangat menyukai tempat yang lembap dan kotor seperti gudang, area di luar rumah, di pojokan barang yang jarang dibersihkan.

    Kamitetep meskipun tidak menggigit atau menyerang, tetapi bulu halusnya dapat menyebabkan gatal-gatal hingga iritasi bagi yang memegangnya. Oleh sebab itu, kamitetep perlu diwaspadai dan dijauhi.


    Cara mengusir kamitetep dari rumah ternyata tidak sulit lho. Ada beberapa cara membasminya dengan bahan-bahan yang biasa ada di rumah, dilansir Bugwiz berikut di antaranya.

    Tips Basmi Kamitetep

    Inilah cara membasmi kamitetep di rumah.

    1. Pakai Sabun Cuci Piring

    Bahan yang ternyata efektif untuk mengusir kamitetep adalah sabun cuci piring. Bahan-bahan sabun cuci piring memakai bahan-bahan yang dapat membuat kamitetep dehidrasi dan merusak lapisan lilin pada tubuhnya.

    Sabun cuci piring harus dicampurkan dengan 3-4 liter air. Ketika dicampurkan jangan sampai terlalu banyak busa. Kemudian, tusuk selubung hewan tersebut agar tidak bergerak. Lubang kecil yang muncul dapat menjadi akses sabun cuci piring bisa masuk ke tubuh kamitetep. Apabila hanya disemprot atau disiram ke tubuh kamitetep, tidak akan begitu berefek karena tubuhnya memiliki lapisan lilin.

    2. Gunakan Pestisida

    Bahan kedua yang bisa digunakan adalah pestisida. Namun, bahan ini harus digunakan hati-hati karena bisa berbahaya jika terkena hewan peliharaan atau anak-anak.

    Sebelum memutuskan untuk memakai pestisida, pastikan produk tersebut aman digunakan di dalam ruangan.

    3. Bersihkan Rumah

    Cara paling aman, mudah, dan efektif mengusir kamitetep adalah dengan rajin membersihkan rumah. Rumah yang bersih bukan tempat yang cocok untuk kamitetep.

    Tempat yang harus dibersihkan ada seluruh ruangan, terutama di area yang mungkin jarang dijamah seperti plafon, atap, di bawah perabotan, dan lain-lain. Area-area tersebut menjadi tempat berkumpulnya santapan kamitetep seperti jaring laba-laba, wool, maupun larva untuk bertahan hidup. Maka tak heran kalau hewan ini ditemukan di tempat-tempat yang jarang dibersihkan.

    4. Jaga Kelembapan Rumah

    Selain harus bersih, rumah juga harus bebas dari lembap. Seperti yang disebutkan sebelumnya jika kamitetep menyukai tempat dengan kelembapan tinggi.

    Cara mengatasi rumah yang lembap adalah dengan memaksimalkan ventilasi udara dan cahaya di rumah. Bisa juga dengan menggunakan dehumidifier, perangkat elektronik yang efektif menyerap kelembapan pada ruangan.

    5. Tutup Pintu Masuk Kamitetep

    Dilansir The Pest Informer, kamitetep sering masuk lewat retakan dan celah di dinding, jendela, dan pintu. Sebelum benar-benar mengusir kamitetep, cari dahulu akses masuknya dan tutup akses tersebut. Apabila ada retakan di dinding, segera ditambal agar tidak menjadi tempat penampungan serangga.

    Itulah sejumlah cara untuk membasmi kamitetep. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Lantai Retak karena Tekanan Besar


    Jakarta

    Lantai keramik bisa pecah karena terkena benturan keras atau tekanan yang besar. Pemilik rumah perlu memperbaiki lantai agar tidak merusak estetika rumah.

    Pemilik bisa memperbaiki lantai retak dengan mengganti seluruh keramiknya. Namun, retakan yang masih ringan bisa diperbaiki tanpa perlu melakukan pembongkaran kok.

    Bagaimana cara mudah mengatasi lantai retak? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Mengatasi Lantai Retak

    Inilah cara memperbaiki lantai keramik yang retak akibat tekanan besar, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan ubin keramik agar jalur retakan terlihat jelas. Gunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran pada keramik. Jika ada bagian yang terlalu tajam, pemilik bisa menggunakan amplas atau pengikis pada retakan.

    2. Oleskan Epoxy

    Kemudian, isi retakan menggunakan epoxy. Gunakan karton atau alat khusus untuk mengoleskan dan meratakan permukaan lantai dengan epoxy.

    Tuang epoxy ke retakan keramik dan tunggu hingga mengeras. Tusuk gigi bisa digunakan untuk retakan tipis, sedangkan alat dengan permukaan lebar untuk retakan besar. Hindari penggunaan pisau karena epoxy akan cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang epoxy bisa menyebar ke bagian lain kalau pemilik terlalu banyak menuangkannya. Pemilik dapat merapikannya dengan cara mengikis bagian berlebih. Segera lakukan langkah ini sebelum epoxy mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Setelah epoxy kering, pemilik bisa mengecat bekas retakan agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas yang tipis untuk mengecat bekas retakan.

    Pastikan untuk memilih warna cat yang mirip dengan lantai dan finish-nya mengkilap. Sebaiknya gunakan cat berbahan dasar minyak agar tidak cepat pudar ketika terkena air.

    Itulah cara mengatasi lantai retak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kamitetep Masih Sering Muncul di Rumah? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Ada beberapa serangga yang kerap muncul di rumah, salah satunya adalah kamitetep. Sebagai informasi, kamitetep atau Phereoeca uterella merupakan serangga sejenis ngengat yang memiliki bentuk seperti biji labu.

    Bentuknya yang unik membuat sejumlah orang mengira kamitetep adalah butiran pasir yang menggumpal di sudut rumah. Padahal kalau diperhatikan lebih detail, pada salah satu bagian ujungnya ada berwarna cokelat.

    Munculnya kamitetep membuat rumah jadi terkesan kotor. Selain itu, serangga kecil ini bisa menyebabkan gatal-gatal atau iritasi jika dipegang secara langsung.


    Kamitetep biasanya menempel pada tembok, sudut ruangan, atau kolong furnitur. Serangga ini bergerak secara perlahan sehingga kerap tidak disadari oleh penghuni rumah.

    Membasmi kamitetep bisa menggunakan sabun cuci piring yang dicampur dengan air. Selain itu, kamu juga bisa meletakkan kamper di lemari jika ditemukan ada kamitetep di pakaian.

    Jika kamitetep kembali muncul di rumah, berarti ada celah atau kebiasaan buruk yang membuat serangga tersebut datang lagi. Ketahui sejumlah penyebabnya dalam artikel ini.

    Penyebab Kamitetep Muncul Lagi di Rumah

    Dilansir situs Bugwiz, berikut sejumlah penyebab kamitetep muncul lagi di rumah:

    1. Jarang Membersihkan Rumah

    Alasan utama kamitetep bisa muncul lagi karena rumah jarang dibersihkan bahkan sampai berbulan-bulan. Ruangan atau area yang kotor di rumah dapat dipenuhi oleh kepompong kamitetep.

    Serangga kecil ini umumnya ditemukan di kamar mandi, kamar tidur, garasi, dan dapur. Kamitetep dapat menempel di dinding, loteng, kayu, batu-bata, dan plesteran.

    2. Lingkungan yang Memadai

    Kamitetep mencari tempat untuk hidup dan berkembang biak yang lembap, panas, tertutup, dan minim gangguan. Apabila terdapat ruangan di rumah yang punya kondisi seperti itu, maka tak heran kamitetep akan muncul kembali meski sebelumnya sudah dibasmi.

    3. Terdapat Sumber Makanan

    Agar bisa bertahan hidup tentu kamitetep membutuhkan makanan. Para ahli entomologi mengatakan kamitetep kebanyakan dapat hidup berdampingan dengan manusia.

    Temuan lainnya mengungkapkan kamitetep senang hidup di dekat laba-laba. Soalnya, mereka akan memakan sisa yang dibuang laba-laba dan sutra dari jaringnya. Selain itu, kamitetep juga dapat memakan serangga mati.

    Rumah yang jarang dibersihkan dapat memunculkan laba-laba dan juga serangga lainnya, sehingga jadi tempat yang nyaman untuk kamitetep berkembang biak karena menemukan sumber makanan yang banyak.

    4. Ada Celah Masuk Rumah

    Kamitetep sebenarnya berasal dari luar rumah, tapi kamitetep betina dewasa yang sudah kawin akan masuk rumah untuk bertelur. Mereka bisa masuk karena menemukan celah kecil di rumah.

    Selain itu, kamitetep juga bisa masuk ke rumah karena ikut terbawa. Mungkin penghuni rumah tidak sadar jika pakaian atau benda yang dibawa ternyata ada kamitetep. Alhasil, serangga kecil itu bisa tinggal dan berkembang biak di rumah.

    Cara Membasmi Kamitetep

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kamu bisa membasmi kamitetep cukup dengan menggunakan sabun cuci piring. Ikuti langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Siapkan wadah besar dan isi sekitar 3-4 liter air
    • Campur 2 sendok makan sabun cici piring ke dalam wadah
    • Aduk secara perlahan agar cairan tersebut tidak mengandung banyak busa
    • Tusuk kepompong kamitetep agar tidak bergerak sekaligus membuat lubang kecil
    • Lalu semprotkan atau tuang cairan sabun cuci piring tersebut ke kamitetep.

    Demikian penjelasan mengapa kamitetep bisa muncul lagi di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Cara Mudah Perbaiki Keramik Retak Tanpa Perlu Dibongkar


    Jakarta

    Lantai keramik suatu ketika bisa retak atau pecah karena berbagai faktor. Keramik pecah bisa dipicu akibat tekanan tinggi, benturan keras, atau suhu panas yang tinggi.

    Retakan itu membuat tampilan lantai menjadi tidak estetik. Pemilik rumah pun mungkin berpikir harus bongkar lantai dan mengganti semua keramik.

    Padahal, pemilik tak perlu buru-buru ganti keramik kok. Jika tingkat kerusakan ringan, pemilik bisa memperbaiki keramik retak sendiri.


    Bagaimana cara memperbaiki keramik retak? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik yang Retak

    Inilah langkah mudah untuk memperbaiki lantai keramik yang retak atau pecah, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Pertama, pemilik menggunakan amplas atau pengikis ke dalam retakan untuk mengikis bagian yang terlalu tajam. Lalu, bersihkan kotoran pada keramik dengan cairan pembersih atau sabun cuci piring.

    2. Oleskan Epoxy

    Selanjutnya, oleskan epoxy pada retakan keramik. Siapkan campuran epoxy beserta karton atau alat khusus buat mengaplikasikannya.

    Tuang epoxy ke retakan keramik dan diamkan hingga mengeras. Untuk retakan lantai yang tipis dan kecil bisa menggunakan tusuk gigi. Gunakan alat dengan permukaan yang rata buat retakan yang lebar. Jangan pakai pisau saat mengoleskan epoxy karena akan cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang epoxy bisa meluber dan menyebar ke bagian lain keramik. Pemilik dapat membersihkannya dengan cara mengikis sebelum cairan mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Terakhir, epoxy yang sudah kering bisa dicat dengan warna serupa dengan keramik. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin. Sebaiknya pilih cat dengan finish mengkilap dan berbahan dasar minyak.

    Itulah cara memperbaiki lantai keramik yang retak tanpa perlu dibongkar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Langkah Mudah Tambal Lantai Keramik yang Retak


    Jakarta

    Rumah semakin berusia tentu akan mengalami kerusakan, termasuk bagian lantai. Lantai keramik yang terkena benturan keras atau tekanan kencang bisa pecah atau retak.

    Kondisi seperti ini bikin rumah kelihatan tidak estetik. Oleh karena itu, pemilik rumah sebaiknya memperbaikinya.

    Tenang aja, pemilik enggak harus ganti ubin seluruh lantai kok. Kalau kerusakan tergolong ringan, pemilik bisa menambal retakan pada lantai keramik.


    Lalu, bagaimana cara menambal lantai keramik yang retak? Berikut ini penjelasannya.

    Cara Tambal Lantai Keramik yang Retak

    Inilah langkah-langkah untuk memperbaiki lantai keramik yang pecah, dikutip dari Home Decor Bills.

    1. Bersihkan Retakan

    Pertama, bersihkan retakan keramik dengan menggunakan amplas atau pengikis. Kikis bagian dalam retakan yang terlalu tajam. Kemudian, bersihkan kotoran pada keramik menggunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring.

    2. Oleskan Epoxy

    Selanjutnya, isi retakan dengan epoxy. Siapkan dulu campuran epoxy sesuai petunjuk pada kemasan serta karton atau alat khusus buat meratakan permukaan keramik.

    Setelah siap, tuangkan epoxy ke bagian keramik yang retak, lalu biarkan mengeras. Jika retakan lantai tipis dan kecil, pemilik bisa pakai tusuk gigi. Untuk retakan lebar, gunakan alat dengan permukaan rata. Namun, sebaiknya tidak pakai pisau ya karena bikin epoxy cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang epoxy bisa meluber dan menyebar ke bagian lain. Jika itu kondisinya, bersihkan dengan mengikis bagian epoxy sebelum cairan mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Jika epoxy sudah mengering, pemilik bisa mengecatnya agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin.

    Sebaiknya pilih warna cat yang serupa dengan keramik dan memiliki finishing mengkilap. Pilih juga cat berbahan dasar minyak supaya tidak cepat pudar kalau kena air.

    Itulah cara mudah menambal lantai keramik yang retak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com