Tag: tv

  • Haruskah Mengepel Lantai Setiap Selesai Menyapu? Begini Anjurannya



    Jakarta

    Mengepel lantai biasa dilakukan setelah menyapu lantai. Namun, jika dilihat secara kasat mata, sebenarnya lantai sudah terlihat bersih hanya dengan disapu. Lantas, apakah mengepel lantai harus dilakukan setiap hari, terutama setelah menyapu?

    Dilansir Angi, ternyata penentuan waktu untuk mengepel lantai bisa disesuaikan dengan banyaknya aktivitas yang dilakukan di rumah. Apabila seharian berada di rumah, lantai harus dipel setiap hari bahkan setiap setelah melakukan kegiatan lho. Bahkan mengepel tidak hanya dilakukan satu kali saja, melainkan dua kali yakni pada pagi dan sore hari.

    Untuk area dapur, mengepel lantai juga dianjurkan dilakukan ketika selesai makan, termasuk di area ruang makan. Tumpahan, remah-remah, dan minyak dari masakan dapat mengotori lantai selama memasak dan makan.


    Menyapu dan mengepel setelah makan malam juga dianjurkan. Dengan begitu, saat penghuni rumah ingin memasak keesokan paginya, dapur tidak berantakan bak kapal pecah.

    Lalu, untuk area di dekat pintu masuk dan ruangan yang sering jadi tempat lalu lalang bisa dipel setiap dua minggu sekali. Namun, jika sedang musim hujan, mengepel lantai sebaiknya dilakukan setiap selesai hujan.

    Ruang tempat keluarga berkumpul atau menerima tamu seperti ruang keluarga, ruang tamu, dan ruang TV harus sering dipel terutama setelah selesai digunakan. Sebab, kotoran bisa terbawa dari luar. Di ruangan ini bisa saja ada tumpahan remah makanan dan lainnya.

    Apa yang Terjadi Jika Jarang Mengepel Lantai?

    Lantai yang jarang dipel pasti terasa lengket, berpasir, dan kasar. Terutama bagi penghuni yang jarang memakai alas kaki selama di dalam rumah.

    Selain itu, lantai yang kotor dan jarang dipel menjadi tempat berkumpulnya serbuk sari, kotoran, debu, dan kotoran lainnya menyebabkan penumpukan alergen, bakteri, dan bahkan jamur, yang mencemari rumah dan menciptakan lingkungan yang tidak higienis. Seiring waktu, muncul bau tak sedap di rumah karena pertumbuhan jamur dan bakteri.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 6 Cara Bikin Rumah Terasa Sejuk Meski Tak Pakai AC


    Jakarta

    Akhir-akhir ini suhu dari pagi ke siang sangat panas, lalu menjelang sore langit mendung pertanda akan turun hujan. Udara kemudian tidak lagi terasa panas, tetapi lembap dan sedikit pengap.

    Biasanya jika rumah terasa pengap, panas, atau lembap, orang akan memilih untuk menyalakan AC. Suhu AC lebih stabil dan nyaman dibandingkan udara di luar yang mengganggu konsentrasi.

    Namun, di satu sisi menyalakan AC selama 24 jam terus menerus juga tidak baik karena memakan banyak sekali energi yang dapat membuat tunggakan listrik membengkak. Selain itu, penggunaan AC terlalu lama juga bisa menyebabkan masalah kesehatan.


    Lantas, bagaimana membuat rumah terasa sejuk tanpa perlu bergantung AC? Dilansir berbagai sumber, berikut beberapa caranya.

    1. Pasang Kaca Film Surya

    Dilansir CNN Indonesia, kaca film surya ternyata bisa mencegah panas di dalam rumah karena menghalau sinar matahari yang masuk. Memang dengan memasang kaca film penerangan di dalam rumah jadi lebih gelap, tetapi pandangan dari dalam ke luar tidak lantas buram karena saat ini ada produk yang hanya menghitamkan pandangan dari luar tetapi tetap jernih dari dalam.

    2. Sering Membuka Jendela

    Jendela bukan hanya sebagai akses cahaya masuk, melainkan sebagai sirkulasi udara di rumah. Dilansir dari Real Simple, membuka jendela saat sedang panas di luar bisa membawa angin panas ke dalam rumah. Disarankan untuk membuka jendela ketika sejuk agar angin segar masuk.

    3. Pasang Exhaust Fan

    Exhaust fan adalah kipas yang dipasang di dinding. Penggunaan exhaust fan banyak ditemukan di kamar mandi agar suhu di dalam sana tidak lembap. Layaknya cara kerja kipas, alat ini bisa mengeluarkan udara panas dan membawa udara sejuk ke dalam ruangan.

    4. Pasang Tirai

    Selain kaca film, cara lain agar ruangan lebih sejuk adalah dengan memasang tirai pada jendela. Tirai atau gorden yang dipakai lebih baik berwarna putih agar dapat memantulkan cahaya dari luar.

    5. Matikan Alat Elektronik yang Tak Terpakai

    Perangkat elektronik menimbulkan panas di ruangan yang terkadang tak disadari oleh penghuninya. Saat udara terasa pengap dan panas, coba matikan lampu, TV, atau perangkat elektronik yang menimbulkan panas.

    6. Letakkan Beberapa Tanaman

    Tanaman dapat menyerap udara panas dari proses transpirasi. Tanaman juga bisa menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen di udara sehingga udara tidak terasa pengap. Pilih tanaman tinggi dengan daun besar dan lebat serta tanaman yang menyukai banyak sinar matahari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 6 Cara Bikin Rumah Terasa Sejuk Meski Tak Pakai AC


    Jakarta

    Akhir-akhir ini suhu dari pagi ke siang sangat panas, lalu menjelang sore langit mendung pertanda akan turun hujan. Udara kemudian tidak lagi terasa panas, tetapi lembap dan sedikit pengap.

    Biasanya jika rumah terasa pengap, panas, atau lembap, orang akan memilih untuk menyalakan AC. Suhu AC lebih stabil dan nyaman dibandingkan udara di luar yang mengganggu konsentrasi.

    Namun, di satu sisi menyalakan AC selama 24 jam terus menerus juga tidak baik karena memakan banyak sekali energi yang dapat membuat tunggakan listrik membengkak. Selain itu, penggunaan AC terlalu lama juga bisa menyebabkan masalah kesehatan.


    Lantas, bagaimana membuat rumah terasa sejuk tanpa perlu bergantung AC? Dilansir berbagai sumber, berikut beberapa caranya.

    1. Pasang Kaca Film Surya

    Dilansir CNN Indonesia, kaca film surya ternyata bisa mencegah panas di dalam rumah karena menghalau sinar matahari yang masuk. Memang dengan memasang kaca film penerangan di dalam rumah jadi lebih gelap, tetapi pandangan dari dalam ke luar tidak lantas buram karena saat ini ada produk yang hanya menghitamkan pandangan dari luar tetapi tetap jernih dari dalam.

    2. Sering Membuka Jendela

    Jendela bukan hanya sebagai akses cahaya masuk, melainkan sebagai sirkulasi udara di rumah. Dilansir dari Real Simple, membuka jendela saat sedang panas di luar bisa membawa angin panas ke dalam rumah. Disarankan untuk membuka jendela ketika sejuk agar angin segar masuk.

    3. Pasang Exhaust Fan

    Exhaust fan adalah kipas yang dipasang di dinding. Penggunaan exhaust fan banyak ditemukan di kamar mandi agar suhu di dalam sana tidak lembap. Layaknya cara kerja kipas, alat ini bisa mengeluarkan udara panas dan membawa udara sejuk ke dalam ruangan.

    4. Pasang Tirai

    Selain kaca film, cara lain agar ruangan lebih sejuk adalah dengan memasang tirai pada jendela. Tirai atau gorden yang dipakai lebih baik berwarna putih agar dapat memantulkan cahaya dari luar.

    5. Matikan Alat Elektronik yang Tak Terpakai

    Perangkat elektronik menimbulkan panas di ruangan yang terkadang tak disadari oleh penghuninya. Saat udara terasa pengap dan panas, coba matikan lampu, TV, atau perangkat elektronik yang menimbulkan panas.

    6. Letakkan Beberapa Tanaman

    Tanaman dapat menyerap udara panas dari proses transpirasi. Tanaman juga bisa menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen di udara sehingga udara tidak terasa pengap. Pilih tanaman tinggi dengan daun besar dan lebat serta tanaman yang menyukai banyak sinar matahari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Ingin Liburan Tenang? Cek Dulu 5 Hal Ini Sebelum Tinggalkan Rumah



    Jakarta

    Libur sejenak di tengah-tengah padatnya rutinitas memang mengasyikkan! Siapa nih yang punya rencana berlibur long weekend? Eits, tunggu dulu, jangan lupa kerjakan hal-hal ini ya sebelum meninggalkan rumah buat liburan!

    Dikutip dari Martha Stewart, terdapat 5 hal yang wajib dilakukan di rumah sebelum ditinggal liburan.

    Tutup Jendela dan Pintu

    Hal yang paling penting adalah memastikan pintu dan jendela tertutup dan terkonci rapat. Jangan hanya pintu dan jendela utama, tetapi juga jendela kamar bahkan pintu belakang. Jika meninggalkan kendaraan di rumah, pastikan juga pintu garasi tertutup rapat serta kendaan dalam keadaan terkunci ya.


    Cabut Peralatan Elektronik

    Demi alasan keselamatan, cabut semua peralatan elektronik seperti TV, charger HP, rice cooker, mesin cuci, dan alat elektronik lainnya. Hal ini guna mencegah risiko kebakaran listrik akibat korsleting serta dapat menghemat tagihan listrik.

    Bersihkan Kulkas

    Periksa kulkas apakah ada bahan makanan yang perlu dibuang atau tidak. Meninggalkan makanan berlama-lama di kulkas yang sudah membusuk bisa membuat kulkas bau dan kulkas mudah rusak.

    Periksa Tanaman

    Jika ada tanaman di dalam rumah, jangan lupa untuk diperiksa juga. Pastikan sudah disiram agar ketika pulang tanaman tidak kering. Dianjurkan juga memotong rumput sebelum meninggalkan rumah agar halaman tetap rapi. Halaman yang ditumbuhi rumput liar dapat menjadi ciri penghuni sedang bepergian dan ini tanda baik bagi penjahat.

    Beritahu Tetangga atau Teman yang Dipercaya

    Beritahu tetangga atau teman yang paling dipercaya dan berikan mereka kunci darurat. Hal ini guna mencegah risiko serta mereka dapat langsung masuk ke rumah jika terjadi keadaan darurat. Namun, tentu saja tetap berhati-hati saat mempercayakan rumah kepada orang terdekat ya.

    Itu dia sedikit tips untuk kamu yang berencana berlibur long weekend kali ini. Semoga membantu dan tetap hati-hati!

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Jangan Nyalakan 4 Elektronik Ini Barengan, Bisa Bikin Korslet!


    Jakarta

    Ada banyak barang elektronik di rumah yang perlu dicolok ke stopkontak agar bisa menyala, seperti AC, kipas angin, TV, mesin cuci, dan kulkas. Barang-barang tersebut juga memiliki daya listrik yang besar agar bisa beroperasi.

    Sayangnya, masih banyak pemilik rumah yang mencolok barang-barang elektronik tersebut pada satu stopkontak yang sama. Lebih parahnya lagi, barang elektronik itu digunakan dalam waktu bersamaan.

    Sebenarnya, sah-sah saja jika kamu menyalakan AC, lemari es, atau menggunakan vacuum cleaner di waktu yang bersamaan. Namun, masalah bisa muncul jika benda tersebut dicolok pada satu stopkontak yang sama dan daya listrik di rumah tidak terlalu besar.


    Perlu diketahui, ada sejumlah barang elektronik yang sebaiknya tidak dicolok ke stopkontak dan dinyalakan secara bersamaan. Apa saja? Simak dalam artikel ini.

    Barang Elektronik Ini Jangan Menyala Secara Bersamaan

    Sejumlah pakar di bidang kelistrikan menyebut ada barang-barang elektronik yang jangan dinyalakan secara bersamaan. Dikutip dari Better Homes & Gardens, berikut daftarnya:

    1. Mesin Cuci dan Dishwasher

    Mesin cuci dan dishwasher (mesin pencuci piring) sebaiknya tidak dinyalakan dalam waktu yang sama. Sebab, kedua alat ini dapat mengonsumsi daya listrik yang sangat besar.

    Jika mesin cuci dan dishwasher dicolok pada satu stopkontak dan dinyalakan secara bersamaan, maka bisa merusak kedua barang elektronik tersebut seiring waktu.

    “Menyalakan dishwasher sambil mencuci pakaian di mesin cuci dapat memengaruhi kinerja mesin. Bisa jadi pakaian tidak akan bersih atau air yang keluar di dishwasher sangat kecil,” kata pakar listrik Glenn Lewis.

    2. Peralatan Dapur

    Jika kamu memiliki peralatan dapur seperti microwave, pemanggang roti, atau ketel listrik, sebaiknya tidak dinyalakan secara bersamaan. Ketiga alat itu memiliki daya listrik yang besar dan jika dihidupkan bersamaan dapat membebani sirkuit, sehingga berpotensi memicu korsleting.

    Untuk mencegah hal itu terjadi, hindari mencolok ketiga barang tersebut pada satu stopkontak. Cek juga besaran watt-nya untuk mengetahui mana peralatan dapur yang paling besar dan rendah daya listriknya.

    3. Pengering Rambut

    Meski ukurannya kecil, tapi ternyata pengering rambut atau hair dryer memiliki daya listrik yang besar. Pada umumnya hair dryer memiliki daya listrik sekitar 400-1.000 watt.

    Jika daya listrik di rumah kamu tidak terlalu besar, sebaiknya jangan menggunakan pengering rambut sambil menyalakan AC, TV, atau mesin cuci. Sebab, arus listrik yang terlalu besar bisa memicu kelebihan beban pada sirkuit dan berisiko terjadi arus pendek listrik.

    4. Barang Elektronik yang Menyala dalam Waktu Lama

    Ada sejumlah barang elektronik yang terus menyala dalam waktu lama, seperti lemari es, AC, dan dispenser air. Selain terus menyala setiap waktu, barang elektronik itu juga memiliki daya listrik yang besar.

    Sebaiknya hindari mencolok barang-barang elektronik, terutama yang menyala dalam waktu lama dan punya daya besar pada satu stopkontak. Langkah ini dilakukan untuk mencegah bahaya pada arus listrik yang berisiko menyebabkan terjadinya korsleting.

    Itulah empat barang elektronik di rumah yang sebaiknya jangan menyala dan dicolok pada satu stopkontak yang sama. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Tips Meletakkan Sofa dan TV di Ruang Keluarga yang Sempit


    Jakarta

    Meletakkan sofa dan TV di ruang keluarga bisa menjadi tantangan, apalagi buat kamu yang punya ruang keluarga yang sempit. Jika salah meletakkan, bisa jadi ruangan semakin sempit.

    Nah, untuk mengakalinya ada beberapa trik yang bisa kamu lakukan mengatasi hal ini. Mengutip dari Ideal Home, Rabu (14/2/2024). Berikut trik yang bisa kamu coba.

    Tips Meletakkan Sofa di Ruang Keluarga yang Sempit

    Jika kamu memiliki ukuran ruang keluarga standar, berbentuk persegi panjang atau persegi, maka posisikan dua sofa berukuran sama yang saling berhadapan dengan meja kopi di antaranya dan letakkan di tengah titik fokus ruangan dapat menjadi pilihan yang cocok.


    Kemudian, pastikan juga selalu memberikan sedikit jarak di sekitar furnitur, sehingga orang-orang dapat berjalan atau berkeliling. Sebenarnya, tidak ada aturan pasti dan tepat yang mengatakan kamu tidak dapat memasangkan furnitur dengan ukuran berbeda, seperti tiga tempat duduk dan dua tempat duduk, atau sofa panjang dengan tempat duduk.

    Ukuran yang bervariasi dapat menciptakan dinamika yang berbeda di dalam ruang keluarga kecil tersebut.

    Tips Meletakkan TV di Ruang Keluarga yang Sempit

    Tak bisa dipungkiri, ruang keluarga tanpa televisi (TV) akan menjadi ruang keluarga yang hampa dan menyisakan ruang kosong. Sebab, pada kebanyakan ruang keluarga, TV menjadi salah satu titik fokus di dalam area tersebut. Lantas, dimana meletakkan TV di dalam ruang keluarga yang sempit?

    Untuk posisi menonton yang optimal, TV idealnya diletakkan di depan tengah sofa. Jika ini merusak estetika, maka posisikan TV di satu sisi lainnya, seperti di sudut ruangan. Selain itu, TV harus berada pada ketinggian yang tepat dalam kaitannya dengan sofa sehingga terasa nyaman untuk dilihat dan kamu tidak perlu melihat ke atas atau meninggikan leher untuk menontonnya.

    Demikian tips meletakkan sofa dan tv di ruang keluarga yang sempit. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Taruh TV di Kamar, Ini Anjurannya


    Jakarta

    Menambahkan televisi atau TV di kamar tidur bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin menonton dengan posisi yang nyaman di tempat tidur. Agar bisa menonton dengan nyaman, tentunya peletakan TV menjadi penting.

    Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin menaruh TV di kamar tidur. Salah satunya adalah jangan menempatkan TV di depan jendela yang memancarkan sinar matahari ke dalam kamar karena bisa membuat mata lelah akibat cahaya yang masuk. Di sisi lain, jangan meletakkan TV di seberang jendela karena akan membuat layar menjadi silau.

    Lantas, bagaimana posisi TV yang baik di kamar tidur? Dilansir dari The Spruce, Jumat (16/2/2024), berikut ini tips meletakkan TV di kamar tidur.


    1. Pasang TV di Dinding

    TV di kamar tidur/Onurdongel/Getty Images via The SpruceTV di kamar tidur/Onurdongel/Getty Images via The Spruce Foto: Onurdongel/Getty Images via The Spruce

    Memasang TV di dinding menjadi salah satu pilihan yang paling mudah dan sederhana. Untuk meningkatkan tampilan TV, kamu bisa menambahkan dekorasi pada dinding, misalnya membuat latar dengan desain yang estetis atau menambahkan dekorasi lainnya.

    2. Taruh di Dekat Area Duduk

    TV di kamar tidur/Nile Johnson Interior Design via The SpruceTV di kamar tidur/Nile Johnson Interior Design via The Spruce Foto: Nile Johnson Interior Design via The Spruce

    Apabila kamar kamu cukup luas dan ada area duduk, sebaiknya letakkan TV di area duduk tersebut. Hal ini bisa menciptakan sudut pribadi yang santai dan suasana nyaman tanpa harus naik ke tempat tidur.

    3. Taruh di Atas Rak

    TV di kamar tidur/Mats Silvan/Getty Images via The SpruceTV di kamar tidur/Mats Silvan/Getty Images via The Spruce Foto: Mats Silvan/Getty Images via The Spruce

    Jika kamu memiliki rak, kamu bisa menaruh TV di atas rak tersebut. Tambahkan dekorasi yang diperlukan, misalnya tanaman, buku, atau lukisan agar tampilan tampak lebih natural.

    Itulah beberapa tips untuk meletakkan TV di kamar tidur. Selamat mencoba!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Membersihkan Layar Semua Tipe TV dengan Benar


    Jakarta

    TV sudah menjadi salah satu perabot yang umum ada di rumah sebuah keluarga di Indonesia. Biasanya TV dimanfaatkan sebagai hiburan atau hanya sekedar sebagai alat untuk meramaikan suasana rumah agar tidak sunyi.

    Seiring berjalannya waktu, layar TV akan menjadi kotor. Beberapa faktor yang menyebabkan layar TV menjadi kotor diantaranya adalah, tersentuh oleh tangan, dan akibat dari ruangan yang lembap sehingga debu mudah menempel pada permukaan layar TV.

    Namun di samping itu, banyak orang yang masih takut untuk membersihkan layar TV mereka, alasannya karena mereka khawatir akan merusak layar TV tersebut. Pasalnya saat ini sudah ada banyak tipe layar TV yang baru, dan setiap tipenya memiliki karakteristik yang berbeda-beda


    Tapi sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi. Di bawah ini ada cara yang bisa kamu contoh untuk membersihkan semua tipe layar TV seperti TV plasma, LCD, LED, OLED, dan QLED.

    Tips Saat Membersihkan layar TV

    Mengutip dari hgtv.com, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ketika ingin membersihkan TV, diantaranya yaitu.

    1. Gunakan Kain Mikrofiber yang Lembut dan Tidak Berbulu

    Layar TV sangatlah rentan terhadap goresan, terutama tipe layar TV plasma. Layar TV bahkan bisa tergores oleh tisu, maka dari itu kamu harus pastikan untuk menggunakan bahan yang lembut seperti mikrofiber. Pastikan kamu menyediakan setidaknya 3 buah kain mikrofiber

    2. Jangan Semprotkan Cairan Pembersih Langsung ke TV

    Sebaiknya ketika ingin membersihkan dengan cairan pembersih, jangan menyemprotkannya secara langsung ke layar TV. Sebaiknya kamu menyemprotkannya pada kain mikrofiber terlebih dahulu.

    3. Wajib Membaca Buku Panduan TV

    Selalu gunakan buku panduan TV sebagai patokan cara membersihkan. Karena bisa saja TV tersebut tidak memperbolehkan cairan tertentu atau harus diperlakukan secara spesial.

    Berikut cara membersihkan semua tipe layar TV yang bisa kamu contoh.

    Cara Membersihkan Layar TV

    1. Matikan TV dan Cabut Kabelnya

    Sebelum membersihkannya, kamu wajib untuk mematikan dan mencabut semua kabel yang terpasang pada TV kamu dan tunggu hingga TV menjadi dingin. Selain agar tidak terjadi korsleting listrik, layar TV yang mati juga memudahkan kita untuk melihat bagian layar yang kotor.

    2. Bersihkan Debu dari Lubang Kabel, Sudut, dan Layar TV

    Kamu bisa membersihkan debu pada lubang kabel TV kamu dengan menggunakan air duster. Lakukan secara perlahan agar tidak merusak luabng kabel tersebut.

    Setelah itu, kamu bisa membersihkan debu pada bagian sudut TV dan layar TV dengan kain mikrofiber. Pastikan untuk melakukannya dengan lembut, supaya tidak merusak layar TV.

    3. Buat Cairan Pembersih

    Kamu bisa membuat cairan pembersih sendiri dengan mencampurkan cuka dan air suling dengan perbandingan 1:1 pada sebuah botol semprotan. Atau kamu juga bisa membuat cairan lain dengan bahan air suling yang dicampur dengan 70% isopropyl alcohol dengan perbandingan 1:4.

    Seperti yang sudah dijelaskan, kamu juga harus membaca buku panduan TV tersebut, mungkin saja beberapa TV tidak memperbolehkan penggunaan bahan cairan di atas. Hindari juga penggunaan cairan pembersih dengan bahan amonia, aseton atau alkohol dengan konsentrasi yang lebih tinggi.

    4. Basahi Mikrofiber dengan Cairan Pembersih

    Seperti yang sudah dijelaskan, sebaiknya kamu tidak menyemprotkan langsung ke layar TV. Gunakanlah kain mikrofiber bersih yang baru, lalu basahi sedikit dengan cairan pembersih. Pastikan kamu tidak membuat kain terlalu basah karena nantinya akan sulit untuk mengering.

    5. Bersihkan Layar

    Selanjutnya bersihkan layar dengan kain mikrofiber yang sudah dibasahi tersebut secara perlahan dan tidak menekan layar terlalu keras. Pastikan saat membersihkan, layar Tv tidak terlalu basah. Setelah itu tunggu hingga kering.

    6. Bersihkan Sisa Noda Bekas Air

    Setelah mengering, pastikan layar tersebut bersih secara menyeluruh. Terkadang bila kamu menggunakan terlalu banyak cairan pembersih, tumpukan cairan pembersih itu akan meninggalkan noda air. Maka dari itu, kamu harus membersihkannya dengan kain mikrofiber yang baru.

    7. Jaga Layar TV Tetap Bersih

    Setelah kamu membersihkannya, kamu harus menjaganya agar tetap bersih. Bila kamu melihat ada noda segeralah untuk membersihkannya dengan kain mikrofiber, karena noda tersebut akan membuat debu menempel dengan mudah.

    Itu dia beberapa tips dan cara untuk membersihkan semua tipe layar TV agar kembali kinclong seperti baru.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pasang TV di Luar Ruangan


    Jakarta

    Membuat tempat bersantai di luar ruangan belakangan ini menjadi tren, terutama bagi rumah bertema modern. Biasanya ruangan bersantai ini berupa hasil perpaduan antara kehidupan dalam ruangan dan luar ruangan.

    Bentuknya bisa berupa teras rumah yang dijadikan sebagai ruang bersantai, ruangan tanpa dinding, atau ruangan dengan dinding kaca yang mengarah keluar rumah.

    Biasanya, ruangan bersantai ini akan terasa lebih lengkap bila dipasangi TV. Selain dari sisi estetikanya, memasang TV pada ruang bersantai juga ditujukan untuk menambah nilai kegunaan ruangan tersebut yang memang dari awal dibangun untuk tempat bersantai dan berkumpul dengan keluarga atau teman.


    Namun, pemasangan TV di luar ruangan atau ruangan terbuka tentunya berbeda dengan TV yang dipasang di dalam ruangan, dimana sumber cahaya pada ruangan terbuka lebih intens dibandingkan dengan di dalam ruangan tertutup.

    Lalu, apa saja hal yang perlu diperhatikan saat memasang TV di ruangan terbuka?

    Hal Perlu Kamu Perhatikan Ketika Ingin Memasang TV di Ruangan Terbuka

    Dikutip dari lifehacker.com, ada 5 hal yang perlu kamu perhatikan ketika ingin memasang TV pada ruangan terbuka atau di luar ruangan.

    1. Pilih TV yang Tepat

    Hal yang paling utama tentunya adalah memilih TV yang cocok untuk lingkungan luar ruangan. Kamu harus teliti untuk mencari TV yang kuat terhadap paparan sinar matahari (tergantung seberapa sering atau seberapa kuat cahaya yang masuk mengenai lokasi TV tersebut akan dipasang).

    Selain itu, kamu juga harus menentukan tingkat kecerahan TV tersebut. Tergantung pemakaiannya apakah akan lebih sering dipakai pada siang atau malam hari.

    Bila dirasa akan lebih sering digunakan pada malam hari saja, TV dengan tingkat kecerahan layar standar juga sudah cukup, atau kamu juga bisa mencoba untuk memakai proyektor saja supaya bisa mendapatkan layar yang lebih lebar dengan harga yang minim.

    Sebaliknya, bila TV tersebut akan sering digunakan pada siang hari, kamu harus mencari TV dengan tingkat kecerahan yang tinggi supaya bisa nyaman ditonton pada siang hari.

    2. Pilih Bahan yang Cocok

    Tentunya bila kamu ingin memasang TV di ruangan terbuka atau di luar ruangan, kamu perlu TV dengan spesifikasi bahan yang mumpuni. Sebab, TV ini akan dipasang di ruangan yang terbuka, tentunya akan lebih sering terpapar elemen udara, panas, hingga air. Maka dari itu, kamu harus menentukan bahan yang kuat untuk menahan, elemen-elemen tersebut.

    3. Pasang Cover

    Walaupun tipe TV yang kamu beli diiklankan cocok untuk ruangan terbuka atau luar ruangan, kamu juga harus tetap memberikan perhatian ekstra. Memasang cover atau penutup pada TV ditujukan untuk menahan cipratan air, dan debu ketika sedang tidak digunakan, sehingga dengan adanya cover, umur dari TV tersebut juga akan semakin awet.

    4. Perhatikan Kabel

    Bila kamu memasang TV di ruangan terbuka atau di luar ruangan, kamu perlu untuk memastikan supaya kabel dari TV tersebut aman dari ancaman korsleting. Selain itu kamu juga bisa memasang pelindung kabel supaya tidak digigit tikus.

    5. Tempat Pemasangan

    Selain mencari tempat yang mudah untuk menjangkau sumber listrik, kamu juga bisa mencoba untuk memperhatikan kenyamanan dari posisi TV tersebut. Dengan pemasangan yang tepat, nilai kenyamanan dan estetik dari ruangan tersebut tentunya akan meningkat juga.

    Itu dia segenap tips untuk kamu yang ingin memasang TV di ruang bersantai terbuka di rumahmu. Dengan ini, semoga kamu bisa membuat ruangan outdoor dengan TV yang nyaman!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menata Foto di Dinding Ruang Tamu agar Aesthetic


    Jakarta

    Menghias dinding ruang tamu dengan foto bisa menjadi cara untuk menampilkan kenangan berharga. Namun, menatanya dengan benar dan enak dilihat menjadi tantangan tersendiri.

    Sehingga, pemilihan bingkai dan penempatan yang ideal membutuhkan pertimbangan agar hasilnya memuaskan. Tentunya kegiatan ini akan menyenangkan jika dilakukan bersama dengan anggota keluarga. Berikut beberapa cara menata foto dinding ruang tamu.

    Cara Menata Foto Dinding Ruang Tamu

    Cara menata dinding ruang tamu memang terkesan sederhana, namun konsepnya perlu dipikirkan dengan baik. Berikut beberapa rekomendasinya.


    1. Gantung Foto Secara Sejajar

    Ilustrasi ruang tamu minimalisIlustrasi ruang tamu minimalis Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz

    Tak hanya memanfaatkan ruang, rangkaian foto di dinding bisa memberikan kesan yang nyaman pada suatu tempat. Kamu dapat memasang bingkai foto dengan ukuran sama secara sejajar.

    Memasangnya di belakang sofa yang kosong bisa jadi ide yang menarik. Pilih warna netral dengan bingkai sederhana. Menurut Living Cozy, pastikan rangkaian foto tersebut berukuran setidaknya dua pertiga dari lebar sofa.

    2. Padukan Foto, Lukisan, dan Karya Lainnya dengan Berbagai Ukuran

    Ruang tamuRuang tamu Foto: (Louisa dan Fyodor:Good House Keeping)

    Menurut Molly Torres Portnof dari Date Interiors, pemilik rumah dapat memadukan lukisan, foto, hingga gambar yang unik pada dinding ruang tamu. Penataannya bisa mencakup berbagai ukuran foto, mulai dari yang berukuran kecil, sedang, dan besar. Jangan lupa untuk memajangnya secara simetris.

    3. Gantung Foto di Sekitar TV

    Rumah minimalis seringkali menyatukan ruang tamu dan ruang keluarga, di mana terdapat televisi di dalamnya. Mengutip Good Housekeeping, agar area TV tak terlihat membosankan, letakkan foto dengan posisi membingkai salah satu siku tv.

    4. Pajang Foto Melingkar

    Mengutip salah satu situs jual beli properti, kamu dapat memajang foto melingkar seperti jam dinding. Di sini, kamu akan membutuhkan 12 foto untuk dianalogikan menjadi angka jam dinding. Jangan lupa tambahkan aksesoris jarum jam di tengah bingkai.

    Tips Saat Memajang Bingkai Foto di Dinding Ruang Tamu

    Setelah mendapatkan konsep dalam memajang foto, ada beberapa tips yang perlu diketahui. Berikut di antaranya:

    1. Pastikan Tata Letak Sudah benar

    Rencanakan tata letak sebelum menggantung foto dan pastikan konsepnya sudah benar. Jangan sampai desain beberapa bingkai foto tidak seimbang.
    Kamu bisa meletakkan bingkai di lantai terlebih dahulu untuk menentukan bagaimana susunan idealnya.

    2. Gantung Ukuran Besar Terlebih Dahulu

    Bingkai yang berukuran besar kemungkinan besar akan menjadi titik fokus utama dan memberi pengaruh pada letak foto lainnya. Jadi, penting untuk menggantungnya terlebih dahulu sebelum bingkai yang lebih kecil.

    Ketika memasang, sisakan jarak 5 cm setiap gambar saat menggantungnya. Setelah memasang 1-2 gambar, mundur untuk melihat tata letaknya dari jauh.

    “Begitu Anda mulai menggantung bingkai, mundur sesekali untuk melihat gambarannya. (Hal ini) jauh lebih mudah untuk membuat penyesuaian kecil seiring berjalannya waktu,” kata Kepala Desainer di Keepsake, Christina Capetola.

    3. Jangan Memasang Terlalu Banyak Foto

    Memasang terlalu banyak foto bisa membuat dinding menjadi terkesan terlalu ramai. Hal ini bisa mengalihkan perhatian dari foto-foto yang paling penting. Dalam hal dekorasi rumah, lebih sedikit foto lebih baik.

    4. Pastikan Warna Bingkai Sesuai dengan Warna Dinding

    Warna dinding menjadi aspek penting yang perlu dipertimbangkan ketika akan memajang bingkai. Pastikan warna bingkai tidak bertabrakan dengan dinding atau furnitur di dekatnya.

    5. Jangan Gantung Foto Terlalu Tinggi

    Menggantung foto terlalu tinggi menjadi kesalahan umum yang seringkali dilakukan. Jadi, pastikan foto tetap enak untuk dipandang.

    Itulah sejumlah cara menata foto di dinding ruang tamu. Semoga menginspirasimu detikers.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com