Tag: ubin retak

  • Ini 6 Penyebab Keramik Kamar Mandi Retak dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Tidak hanya mengganggu tampilan, keramik kamar mandi yang retak juga bisa menjadi masalah fungsionalitas ruang.

    Lamat kamar mandi bisa retak karena berbagai faktor. Tekanan fisik hingga faktor-faktor lingkungan menjadi beberapa penyebab keretakan ubin.

    Penyebab Keramik Kamar Mandi Retak

    Retakan keramik kamar mandi bisa ditemukan di spot mana saja. Namun, Mengutip Bathroom Werx, retakan keramik paling sering terjadi pada pancuran, bak mandi, dan perlengkapan lainnya.


    Lebih lanjut, berikut adalah alasan yang menyebabkan ubin kamar mandi retak:

    1. Instalasi yang Buruk

    Teknik pemasangan yang salah menjadi alasan umum yang menyebabkan ubin kamar mandi retak. Jika lantai keramik tidak dipasang dengan benar, maka ia tidak akan bertahan lama karena memunculkan celah dan titik lemah ubin.

    2. Kontraksi atau Pergerakan Bangunan

    Ini mencakup ekspansi dan kontraksi pergeseran rumah. Jika dasar ubin bergeser atau bergerak (meskipun sedikit), hal ini rentan membuat keramik kamar mandi retak.

    3. Kelembapan

    Kelembapan atau kerusakan akibat air juga berperan dalam retaknya keramik. Pasalnya, air akan meresap ke dalam celah-celah ubin, sehingga merapuhkannya. Seiring waktu, hal itu menyebabkan keretakan.

    4. Kurangnya Perawatan

    Kurangnya perawatan, seperti tidak membersihkan noda atau kotoran keramik kamar mandi secara rutin, biasa mengakibatkan penumpukan jamur atau lumut. Pada akhirnya, hal itu yang bisa merusak lapisan keramik.

    5. Fluktuasi Suhu

    Perubahan suhu menyebabkan tekanan yang, membuat ubin akan memuai dan menyusut. Tekanan tersebut membuat risiko retaknya lebih besar.

    6. Terkena Benda atau Furniture yang Bergerak

    Dampak langsung dari benda yang jatuh dan furniture yang bergerak berperan dalam retakan ubin. Karena keduanya menyebabkan benturan yang menyebabkan ubin mudah retak.

    Cara Memperbaiki Ubin Retak di Kamar Mandi

    Kita bisa memperbaiki ubin kamar mandi yang retak, tanpa harus menggantinya. Dilansir Birkes Builders, Berikut adalah langkah-langkah mengatasi keramik kamar mandi yang retak:

    • Cari tahu apakah itu retakan tipis atau besar. Retakan tipis yang kecil jadi hal yang umum, yang bisa diperbaiki dengan dempul silikon.
    • Bersihkan retakan dengan baik.
    • Oleskan dempul dan ratakan, sampai sesuai dengan permukaan ubin.
    • Untuk retakan yang lebih besar, pakaila dempul keramik. Caranya, bersihkan area tersebut lalu aplikasikan dempul dan biarkan kering.
    • Amplas dengan lembut untuk meratakan dempul keramik.

    Jika kerusakannya tidak bisa diperbaiki, maka kamu perlu mengganti keramik kamar mandi tersebut.

    Berikut adalah langkah-langkah mengganti ubin kamar mandi:

    • Lepaskan ubin lama dengan hati-hati.
    • Bersihkan nodanya.
    • Pasang ubin baru dengan mortar tipis.
    • Biarkan mengeras, lalu tutupi celah-celahnya.
    • Selalu periksa apakah mengganti ubin kamar mandi yang baru lebih baik daripada sekadar memperbaikinya.

    Cara Mencegah Kerusakan Ubin Kamar Mandi

    Berikut adalah langkah-langkah melindungi ubin di kamar mandi dari kerusakan:

    • Gunakan kain lembut dan pembersih ringan untuk membersihkan ubin. Karena, penggosok keras bisa menyebabkan keretakan kecil, yang seiring waktu bisa menyebabkan keretakan.
    • Menyegel ulang ubin keramik kamar mandi setiap beberapa tahun. Tujuannya untuk mencegah air masuk dan melindungi ubin.
    • Periksa ubin secara teratur. Cara ini untuk mengetahui tanda-tanda awal masalah, seperti retakan kecil atau ubin yang longgar. Memperbaiki masalah ini segera akan menghemat banyak masalah.
    • Pastikan nat tetap dalam kondisi baik. Pasalnya, nat yang rusak atau hilang bisa menyebabkan air meresap ke dalam, yang bisa melemahkan ubin dan membuatnya lebih mudah retak.
    • Hindari menjatuhkan barang berat di atas ubin kamar mandi. Bahkan ubin yang dipasang dengan sangat baik pun bisa retak, kalau terkena benturan keras.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Biang Kerok Lantai Keramik Terangkat dan Meledak Lengkap Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Keramik lantai dapat terangkat dan meledak. Hal ini bisa terjadi pada bagian tengah keramik sehingga membuat lantai tersebut pecah. Materialnya yang keras, akan berbahaya jika terinjak. Bagian ujung keramik pasti tajam dan bisa menggores kulit.

    Lantas, apa penyebab keramik lantai terangkat dan meledak?

    Dilansir dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr yang tayang pada 2023 lalu, berikut beberapa penyebab keramik lantai terangkat dan meledak.


    1. Banjir

    Air merupakan musuh bagi bahan bangunan, tidak terkecuali keramik. Air bisa mengikis nat yang mengikat keramik agar menempel pada lantai. Apabila pengeratnya hilang, keramik dengan mudah rusak, retak, hingga pecah.

    2. Ada Celah Udara Masuk

    Penyebab lainnya adalah banyaknya udara berkumpul di bawah keramik. Hal ini membuat banyak tekanan pada bagian bawah keramik sehingga lama kelamaan justru membuat retak dan mengangkat permukaannya.

    3. Pergerakan Pondasi Rumah

    Terpisah, menurut The Floor Trader Outlet, keramik terangkat juga bisa disebabkan oleh kekuatan yang lebih besar yakni pergerakan pada fondasi rumah. Biasanya disebabkan oleh alam seperti pergerakan tanah dan gempa. Namun, kualitas bangunan yang rendah juga bisa menyebabkan kerusakan yang sama.

    4. Perubahan Suhu

    Setiap material dapat mengalami pemuaian dan penyusutan, termasuk keramik. Biasanya hal ini terjadi karena perubahan suhu yang tinggi seperti dari yang semula panas menjadi sangat dingin. Perubahan ini memang tidak terlihat secara kasat mata. Namun, seiring waktu muncul tanda-tandanya yakni retakan pada lantai.

    5. Kesalahan pada Cara Pemasangan

    Seperti yang disebut sebelumnya, cara pemasangan keramik yang salah juga bisa menyebabkan kerusakan. Sebagai contoh bagian bawah keramik ada yang kopong dan proses persiapan pemasangan keramik yang kurang sesuai.

    Cara Memperbaiki Lantai Keramik Terangkat dan Pecah

    Setelah ubin retak, mustahil untuk memperbaikinya tanpa meninggalkan bekas yang tampak. Lebih baik mengganti ubin daripada mencoba memperbaikinya. Berikut caranya.

    • Potong nat di sekitar ubin yang retak menggunakan alat pemotong nat.
    • Angkat keramik yang retak, jika tidak bisa gunakan palu atau bor.
    • Bersihkan puing-puing.
    • Pasang keramik baru dengan cara yang benar dan perekat yang berkualitas sehingga tidak terangkat lagi.
    • Oleskan nat baru di antara keramik yang telah dipasang.

    Harap lakukan dengan hati-hati ketika melakukan proses di atas supaya tidak merusak lantai keramik yang ada.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Jangan Sampai Salah! Ini 5 Kesalahan Umum Saat Pasang Ubin



    Jakarta

    Ubin kerap menjadi pilihan untuk mempercantik tampilan rumah. Namun, salah memilih dan memasang ubin bisa berakibat fatal, mulai dari lantai yang mengangkat, ubin retak, hingga ruangan tampak kurang menarik.

    Kesalahan kecil dalam proses pemasangan bahkan dapat berujung pada perombakan ulang yang memakan biaya besar. Karena itu, pemilik rumah perlu lebih cermat sebelum menentukan desain, corak, kualitas, dan cara pemasangan ubin.

    Mengutip Ideal Home, ada lima kesalahan umum saat memasang ubin yang sebaiknya dihindari:


    1. Tidak Melihat Sampel Ubin

    Banyak orang langsung membeli ubin tanpa melihat sampelnya terlebih dahulu. Padahal, melihat potongan kecil atau sampel penuh sangat penting untuk memastikan desain dan warna sesuai dengan tampilan ruangan.

    2. Tidak Menentukan Jumlah Ubin yang Dibutuhkan

    Sering kali pemasangan terkendala karena jumlah ubin yang kurang. Hal ini membuat pemilik rumah repot membeli tambahan dalam jumlah kecil, padahal biasanya ubin dijual dalam satu paket.

    3. Membeli Ukuran yang Salah

    Ubin tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari kecil 7,5 x 15 cm hingga besar 60 x 120 cm. Pemilihan ukuran yang tidak sesuai bisa membuat hasil pemasangan terlihat kurang proporsional dan merusak estetika ruangan.

    4. Tidak Merencanakan Layout

    Tanpa perencanaan layout, jumlah ubin dan potongan yang dibutuhkan akan sulit diprediksi. Akibatnya, bisa terjadi kekurangan stok atau pemotongan yang tidak rapi. Layout yang matang membantu efisiensi sekaligus mempercantik hasil akhir.

    5. Tidak Menentukan Jenis Ubin yang Cocok

    Desain ubin yang cantik belum tentu cocok untuk kebutuhan ruang. Finishing dan ketahanan ubin perlu diperhatikan agar tidak mudah retak atau licin, terutama untuk area seperti kamar mandi dan dapur.

    Memilih ubin memang terlihat sederhana, tetapi jika salah perhitungan, biaya dan tenaga yang dikeluarkan bisa jauh lebih besar. Jadi, pastikan kamu teliti sebelum membeli dan memasangnya di rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com