Tag: ubin

  • Ini Alasan Jangan Langsung Pakai Kamar Mandi Usai Direnovasi



    Jakarta

    Merenovasi pada kamar mandi menjadi hal yang kadang membuat jengkel. Apalagi, jika renovasi tersebut dilakukan pada lantai atau ubin kamar mandi. Hal ini dapat membuat penghuninya harus sabar menunggu hingga ubin kering dan renovasinya selesai untuk bisa menggunakannya.

    Setelah renovasi selesai, sebaiknya kamar mandi tidak langsung dipakai. Biarkan terlebih dahulu, apalagi jika ada perbaikan pada bagian lantai kamar mandi.

    Melansir dari situs Home Building, pengeringan nat pada ubin tergantung pada area yang dikerjakan. Nat atau semen pada ubin umumnya membutuhkan waktu 48-72 jam atau sekitar 2-3 hari untuk mengering. Namun, perlu diperhatikan juga proses pencampuran nat. Jika terlalu banyak air yang ditambahkan, tentu akan butuh waktu lebih lama dan tidak dapat berfungsi dengan baik.


    Waktu pengeringan nat ubin bervariasi sebab tergantung dengan lingkungan seperti suhu dan kelembapan ruangan. Kamar mandi biasanya memiliki tingkat kelembapan yang lebih tinggi daripada ruangan lain di rumah. Artinya, perlu waktu yang lebih lama untuk nat ubin mengering.

    Jadi, untuk bisa mandi setelah pemasangan ubin pada kamar mandi, biasanya minimal 72 jam atau sekitar 3 hari. Selama itu, bisa dipastikan bahwa nat ubin sudah mengeras dengan baik dan tidak rusak saat terkena air. Jangan lupa aplikasikan pelapis jika nat sudah kering dan biarkan selama 24 jam lagi.

    Salah satu metode sederhana untuk mengetahui nat ubin sudah kering adalah melihat warnanya. Jika nat basah, warnanya akan cenderung lebih gelap. Lapisan pertama nat akan lebih cepat kering daripada lapisan terakhir. Maka, lapisan pertama akan lebih cepat terang daripada lapisan terakhir.

    Pastikan nat benar-benar kering. Sebab, jika nat terkena air, maka akan hancur dan bahkan bisa rontok. Ubin juga akan melemah dan terlepas satu sama lain jika nat tidak berfungsi dengan baik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Hanya di Plafon, Ini 3 Titik di Kamar Mandi yang Harus Dilengkapi Lampu


    Jakarta

    Saat mendesain kamar mandi, hal yang perlu diperhatikan bukan hanya perihal ubin lantai dan perangkatnya saja, pemilik rumah juga harus memperhatikan pencahayaannya.

    Pencahayaan tersebut bisa dari bohlam lampu dan cahaya alami dari jendela. Apabila kamar mandi di rumah tidak bisa dibuat ventilasi yang cukup untuk jalan masuk cahaya, ruangan tersebut minimal harus dilengkapi dengan lampu yang benar-benar bisa menunjang pencahayaannya.

    Biasanya pemasangan bohlam lampu dilakukan secara asal yakni di plafon. Padahal peletakannya juga harus melihat luas kamar mandi lokasi perangkat di dalam kamar mandi. Jangan sampai letak lampu membuat bayangan pada lokasi yang seharusnya tersorot cahaya.


    Dilansir This Old House, berikut beberapa lokasi yang direkomendasikan untuk memasang lampu.

    1. Cermin

    Biasanya di setiap kamar mandi memiliki cermin yang tingginya sejajar dengan wajah penggunanya. Bohlam lampu yang diminta untuk dipasang, diletakkan di sekeliling cermin. Hal ini untuk membantu saat kamu sedang bercermin, wajah dapat menerima cahaya tanpa bayangan.

    Pilih lampu yang panjangnya minimal 24 inci atau sesuainya dengan ukuran cermin. Pasang lampu dengan daya minimal 150 watt.

    Bisa juga menggunakan lampu LED. Lampu LED dikenal sebagai pencahayaan yang hemat energi dan kemampuannya menghasilkan cahaya yang konsisten dan terang.

    2. Mengarah ke Shower

    Pencahayaan yang tepat di area shower tetap harus memeperhatikan keselamatan karena aliran listrik bisa menyambar lewat air. Jadi saat pemasangannya harus berhati-hati.

    Jenis lampu yang bisa digunakan adalah lampu LED yang bentuk memanjang. Lokasi yang tepat untuk memasang lampu ini adalah sepanjang tepi shower atau di dalam lekungan dinding ceruk untuk menghasilkan cahaya yang lembut dan merata. Jangan lupa saat memasang lampu di dekat shower dilapisi dengan pelindung yang aman dan transparan.

    3. Bathtub

    Apabila di kamar mandi tersebut memiliki bathtub, pencahayaan yang tepat berbentuk lampu gantung. Selain lebih aman, pencahayaan dari atas dapat memberikan kesan elegan pada kamar mandi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bahan yang Ampuh Hilangkan Noda Kuning di Lantai Kamar Mandi


    Jakarta

    Lantai kamar mandi mudah sekali berubah warna terutama pada bagian sela-selanya atau yang disebut dengan nat lantai. Noda kuning tersebut bisa menjalar ke dinding, kloset, hingga bak mandi yang bersinggungan langsung dengan lantai yang kotor.

    Noda kuning tersebut merupakan tanda bahwa kamar mandi harus dibersihkan dengan serius. Noda tersebut muncul karena beberapa hal, mulai dari pertumbuhan jamur, lumut, sisa kerak sabun yang tidak ikut terbuang dengan air, campuran minyak tubuh, penumpukan kelembapan hingga endapan mineral air sadah untuk rumah yang kondisinya airnya kurang bersih.

    Jadi noda kuning bisa dibersihkan dan sifatnya sementara apabila langsung ditangani. Pemilik rumah tidak perlu melakukan pengecatan ulang atau mengganti ubin untuk membuat tampilan lantai tampak baru.


    Dilansir Express, berikut beberapa bahan yang ampuh untuk menghilangkan noda kuning pada lantai kamar mandi.

    1. Soda Kue

    Bahan satu ini memang terkenal sebagai bahan yang ampuh untuk mengangkat noda membandel. Dua sendok soda kue yang dicampurkan ke dalam air dalam menghilangkan noda kuning pada lantai kamar mandi.

    Setelah campuran air tersebut disiram ke lantai, gosok lantai dengan gerakan memutar. Alat yang bisa dipakai adalah sikat khusus lantai dan sikat gigi bekas untuk area yang kecil.

    2. Cuka

    Pemakaian cuka disarankan apabila soda kue tidak begitu berpengaruh untuk membersihkan noda kuning pada lantai. Cara memakainya, campuran satu sendok cuka dengan dua sendok soda kue. Lalu, tuang ke lantai dan gosok dengan sikat.

    3. Hidrogen Peroksida

    Jika masih tidak hilang juga, coba siapkan hidrogen peroksida. Namun, penggunaannya harus hati-hati, penyimpanannya juga sebaiknya di tempat yang aman apabila tidak dipakai. Pemakainya juga sebaiknya menggunakan sarung tangan yang aman untuk melindungi tangan.

    Campurkan 2 sendok soda kue dengan satu sendok hidrogen peroksida. Kemudian, tuang ke lantai yang memiliki noda paling membandel. Diamkan selama 30 menit, setelah itu baru gosok dan bilas.

    Bahan yang Tidak Aman untuk Membersihkan Lantai Kamar Mandi

    Ahli melarang penggunaan pemutih, amonia, dan pembersih yang terlalu asam untuk membersihkan lantai kamar mandi. Sebab, bahan-bahan tersebut terlalu keras, dapat merusak, dan menurunkan kualitas nat, terutama jika pelapis lantainya memang kualitasnya rendah.

    Itulah bahan-bahan yang ampuh hilangkan noda kuning di lantai kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Atasi Lantai Kamar Mandi Licin dengan Mudah


    Jakarta

    Lantai kamar mandi yang licin tentu bikin tidak nyaman. Selain itu, lantai licin juga berbahaya karena seseorang bisa terpeleset dan berisiko mengalami cedera hingga luka-luka.

    Penyebab umum lantai kamar mandi licin karena jarang dibersihkan. Seperti kita tahu, lantai kamar mandi selalu basah terkena air dan sisa-sisa sabun yang menempel. Seiring penggunaan, alhasil ubin kamar mandi jadi licin.

    Sebagai bentuk antisipasi, ada sejumlah tips mengatasi lantai licin di kamar mandi dengan mudah. Bagaimana caranya? Simak dalam artikel ini.


    Cara Atasi Lantai Kamar Mandi Licin

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi lantai kamar mandi yang licin. Dikutip dari catatan situs Enviro Master, Rabu (15/5/2025) berikut sejumlah tipsnya:

    1. Pakai Semprotan Anti Slip

    Tips yang pertama adalah menggunakan larutan atau semprotan anti slip ke lantai. Cara ini dapat mengubah lantai yang licin jadi lebih kasar sehingga mencegah terpeleset.

    Semprotan anti slip ini dapat digunakan pada ubin keramik, ubin porselen, dan ubin yang terbuat dari batu. Tenang saja, penggunaan semprotan anti slip ini tak akan merusak atau mengubah motif ubin kamar mandi.

    2. Pilih Ubin Khusus Kamar Mandi

    Kamu bisa mencegah lantai licin sejak awal dengan memasang ubin khusus di kamar mandi. Permukaan ubin dibuat secara agar bertekstur dan kasar, berbeda dengan lantai pada ruang tamu atau kamar tidur yang halus.

    3. Membersihkan Kamar Mandi Secara Rutin

    Meski sudah menggunakan ubin khusus, bukan berarti kamar mandi tidak dibersihkan secara rutin. Sebab, kamar mandi dapat kotor dan licin karena digunakan terus-menerus.

    Selain itu, cara ini juga dapat mencegah timbulnya lumut atau kotoran yang menempel di ubin atau dinding kamar mandi. Pastikan kamu membersihkan kamar mandi minimal seminggu sekali.

    4. Pakai Alas Tambahan

    Tips berikutnya adalah memakai stiker anti slip atau alas tambahan anti slip. Alas ini dapat diletakkan di atas lantai yang cenderung licin. Cara ini diklaim sebagai solusi murah dan efisien untuk mengatasi lantai kamar mandi licin.

    Stiker atau alas anti slip bisa dipasang dan dilepas dengan mudah. Beberapa produk bahkan ada yang dapat dicuci kembali agar tetap higienis.

    5. Pilih Pembersih Khusus Kamar Mandi

    Membersihkan kamar mandi tak bisa pakai bahan-bahan sembarangan. Sebaiknya, pilih pembersih khusus kamar mandi yang telah mengandung zat khusus agar bisa mengangkat kerak dan membersihkan kotoran membandel.

    6. Jaga Lantai Tetap Kering

    Tips yang terakhir adalah menjaga lantai kamar mandi tetap kering. Caranya adalah dengan memasang kipas atau exhaust fan di kamar mandi untuk mencegah kelembapan sekaligus bikin lantai kamar mandi cepat mengering.

    Selain itu, kamu juga bisa mengelap kloset atau pancuran air dengan kain microfiber. Cara ini dapat melindungi peralatan tersebut dari noda dan jamur yang menempel.

    Itulah enam cara mengatasi lantai kamar mandi yang licin dengan mudah. Semoga bermanfaat!

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Noda Hitam di Ubin Kamar Mandi Bisa Jadi Black Mold, Begini Cara Atasinya!



    Jakarta

    Pernahkah melihat noda di area dinding atau kamar mandi berwarna hitam? Waspadai tanda-tanda black mold atau jamur hitam. Jamur yang muncul di dalam kamar mandi menandakan sirkulasi udara buruk dan terjadinya kelembapan yang berlebih.

    Dilansir dari situs Real Simple, pada Rabu (21/05/2025), membersihkan black mold harus hati-hati. Jika tak sengaja menghirup black mold atau membersihkan dengan tangan kosong dapat menyebabkan gejala alergi atau pernapasan.

    Gunakan masker, sarung tangan karet, dan pelindung mata saat membersihkan black mold. Jangan lupa nyalakan kipas angin atau buka pintu serta jendela untuk meningkatkan ventilasi.


    Membasmi black mold di kamar mandi dapat menggunakan beberapa bahan, seperti pemutih, cuka putih, dan soda kue.

    Adapun, dengan menggunakan pemutih perhatikan langkah berikut:

    1. Campuran satu cangkir pemutih dan air ke dalam ember besar.
    2. Celupkan spons ke dalam larutan kemudian oleskan spons pada bagian yang terkena jamur. Jangan lupa kenakan sarung tangan karet.
    3. Basahi bola kapas pada larutan lalu letakkan di atas jamur dan biarkan menempel selama 15 menit lalu gosok dengan sikat.
    4. Bilas dengan bersih dan biarkan mengering. Bila black mold masih ada, ulangi langkah ini.

    Sementara itu, membersihkan black mold dengan cuka putih ikuti langkah ini:

    1. Siapkan botol semprot lalu isi dengan cuka putih.
    2. Semprotkan cuka pada permukaan yang ada black mold dan biarkan selama satu jam.
    3. Semprot kembali cuka lalu gosok dengan sikat.
    4. Bilas permukaan dengan air.

    Selain itu, jika menggunakan soda kue dapat simak langkah di bawah ini:

    1. Campurkan ½ cangkir soda kue dengan beberapa sendok makan air. Sesuaikan takarannya hingga menjadi pasta kental.
    2. Oleskan pasta pada bagian terkena black mold dan diamkan selama 30 menit lalu gosok dengan sikat.
    3. Bilas menggunakan air bersih.

    Itulah beberapa cara mengatasi black mold di kamar mandi, semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Cek 5 Hal Ini Sebelum Beli Rumah Second yang Habis Renovasi



    Jakarta

    Rumah second yang baru renovasi bisa bikin calon pembeli kepincut karena tampilannya yang menarik. Eits, tapi jangan buru-buru mengambil keputusan ya. Calon pembeli perlu melakukan survei secara menyeluruh dulu.

    Dilansir dari CNBC Make It, Senin (16/6/2025), calon pembeli bisa tertipu karena mengira rumah sudah melalui renovasi yang berkualitas. Padahal, perbaikan yang dilakukan bisa saja hanya di permukaan saja.

    Calon pembeli sebaiknya mempertanyakan apakah penjual benar-benar melakukan pembaruan yang signifikan. Di samping itu, apakah penjual cuman mempercantik tampilan rumah agar cepat terjual?


    Nah, calon pembeli perlu perhatikan secara seksama saat survei rumah, terutama dapur dan kamar mandi. Sebab, dua ruangan itu bisa mengungkap kondisi rumah.

    Cari tanda-tanda pengerjaan sendiri, misalnya pengecatan yang tidak rapi, ubin yang tidak sejajar, pemasangan kabinet yang tidak rata, hingga pendempulan yang kurang rapi.

    Lantas, bagaimana cara menilai rumah second? Simak penjelasannya berikut ini.

    5 Hal yang Perlu Dicek dari Bangunan Rumah Second

    1. Eksterior Rumah

    Fasad rumah mungkin terlihat estetik, apalagi pada foto di situs jual beli rumah. Calon pembeli perlu mengecek fitur-fitur yang tidak terlalu terlihat. misalnya dinding luar, jendela, atap, hingga lanskap.

    Fitur tersebut nantinya dapat memakan biaya besar kalau perlu perbaikan. Dinding yang mulai hancur mungkin tidak terlihat dalam foto, tetapi bagian ini sama pentingnya dengan ubin rumah.

    2. Perimeter Properti

    Pahami batas-batas tanah, lalu identifikasi pelanggaran atau bangunan di sekeliling properti. Tanyakan juga tentang hak kepemilikan.

    Sebaiknya pelajari tentang batasan dengan tetangga dan utilitas yang terkubur di bawah tanah sebelum melakukan transaksi.

    3. Area Tambahan

    Calon pembeli bisa menilai rumah secara umum dengan memeriksa ruang-ruang tambahan, misalnya garasi dan gudang. Area-area ini biasanya merupakan bagian yang tidak terlalu penting.

    Ruangan tambahan yang terlihat rapi bisa jadi indikasi baik pemilik menjaga keseluruhan rumah. Sebab, ruangan tambahan seperti ini biasanya dipikirkan belakangan.

    4. Masalah Air dan Drainase

    Temukan tanda-tanda masalah air di dalam rumah. Perhatikan noda air di langit-langit dan dinding, bau apek, atau tanda-tanda bekas banjir.

    Lalu, lihatlah kemiringan tanah saat menjauh dari fondasi rumah. Drainase yang buruk dapat menyebabkan masalah besar, termasuk kerusakan fondasi.

    5. Usia Infrastruktur

    Pelajari tentang saluran listrik, pipa saluran air, dan septic tank pada rumah tersebut. Cek kalau dalam kondisi baru atau berpotensi rusak. Sebab, bagian rumah ini sulit buat diperbaiki.

    Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli rumah second. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Kamar Mandi Licin Bikin Celaka, Amankan Pakai Ini


    Jakarta

    Lantai kamar mandi sering kali licin karena terdapat genangan air dan sisa sabun bekas penghuni yang mandi. Kondisi lantai seperti ini berisiko membuat seseorang terpeleset kalau tidak berhati-hati.

    Biasanya lantai kamar mandi menjadi licin karena jarang dibersihkan. Lalu, penggunaan ubin yang kurang tepat juga membuat lantai licin.

    Pemilik rumah sebaiknya menyiasati lantai licin agar penghuni bisa aman menggunakan kamar mandi tanpa takut tergelincir. Bagaimana cara mengatasi lantai kamar mandi licin? Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Atasi Lantai Kamar Mandi Licin

    Inilah beberapa tips agar lantai kamar mandi tidak licin, dikutip dari Enviro Master, Jumat (4/7/2025).

    1. Pilih Ubin Khusus Kamar Mandi

    Cegah lantai licin sejak awal dengan memilih ubin lantai khusus kamar mandi. Pilihlah ubin dengan permukaan bertekstur kasar. Ubin ini berbeda dengan lantai kamar tidur atau ruang tamu yang halus.

    2. Bersihkan Kamar Mandi Secara Rutin

    Pastikan untuk rutin membersihkan kamar mandi minimal seminggu sekali. Sebaiknya gunakan pembersih khusus kamar mandi agar ampuh membersihkan kerak atau kotoran membandel.

    Kamar mandi yang sering digunakan lama-lama akan kotor dan licin. Cara ini juga mencegah timbulnya lumut dan kotoran menempel pada ubin.

    3. Pakai Semprotan Anti Slip

    Selain itu, pemilik dapat menyemprotkan larutan anti slip ke lantai. Cairan tersebut mampu mengubah lantai licin jadi lebih kasar, sehingga mencegah penghuni terpeleset di kamar mandi.

    4. Pakai Alas Tambahan

    Kemudian, pemilik bisa memakai alas atau stiker anti slip pada lantai. Solusi ini terbilang murah dan efisien untuk mengatasi lantai kamar mandi licin.

    5. Jaga Lantai Tetap Kering

    Terakhir, penghuni dapat menjaga lantai kamar mandi tetap kering biar nggak licin. Salah satu caranya dengan memasang kipas atau exhaust fan, sehingga kamar mandi cepat kering dan tidak lembap.

    Itulah beberapa cara agar lantai kamar mandi tidak licin. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Keramik Lantai Meledak Sampai Terangkat? Ini Penyebabnya Kata Kontraktor


    Jakarta

    Pernahkah melihat keramik lantai meledak alias terangkat sebagian? Kondisi lantai seperti itu memang menjengkelkan karena merusak estetika rumah serta berpotensi mencelakakan penghuninya.

    Kontraktor Wildan mengatakan ledakan pada keramik lantai biasa disebut cracking atau popping. Menurutnya, keramik lantai terangkat biasanya terjadi pada rumah-rumah tua yang berusia 20-30 tahun.

    Kalau sudah terangkat, pemilik perlu mengganti ubin itu dengan memasang yang baru. Bahkan, pemilik rumah yang perfectionist dapat memasang ulang keramik lantai untuk satu ruangan.


    Namun, apa yang menyebabkan keramik lantai meledak dan bagaimana cara cegahnya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Keramik Lantai Meledak

    Inilah beberapa faktor yang membuat lantai keramik meledak atau popping.

    1. Penurunan Lantai

    Wildan mengatakan salah satu penyebab popping lantai adalah penurunan atau pergeseran pada lantai atau tanah. Hal ini biasanya terjadi di lantai satu sebuah rumah.

    “Jadi posisi keramik awalnya itu kan datar, karena ada penurunan itu posisinya dia (ubin keramik) ketekan (saat diinjak). Jadi dia agak letup, keramiknya popping,” ujar Wildan kepada detikProperti, Senin (7/7/2025).

    2. Hawa Panas dari Tanah

    Selain itu, ia menyebut lantai dapat terangkat karena hawa panas dari bawah tanah. Akibat hawa panas itu, terdapat indikasi gas alam yang keluar dari bawah tanah. Wildan menjelaskan gas tersebut berusaha keluar, sehingga menekan lantai hingga terbuka.

    3. Panas Semen yang Terperangkap

    Sementara lantai dua, ia menjelaskan popping dapat disebabkan oleh panas semen yang terperangkap. Adonan semen bersifat panas, jadi perlu diredakan dengan bantuan air.

    Caranya, Wildan menyarankan agar ubin keramik direndam selama 15 menit hingga 1 jam sebelum dipasang. Kemudian, pastikan permukaan tanah datar dan disiram air sebelum membuat lantai rumah.

    4. Komposisi Adukan Mortar Tidak Tepat

    Selain itu, Wildan mengatakan adukan mortar atau campuran untuk memasang ubin lantai harus memiliki komposisi yang tepat. Terdapat rasio komposisi adukan mortar yang harus diikuti.

    “Pokoknya kalau kurang semen, dia gampang mencar (adukan mortar). Kalau kebanyakan semen, dia cepat setting. Jadi pasti pas satu banding,” katanya.

    5. Keramik Tidak Berkualitas

    Keramik juga bisa terangkat karena tidak kuat menahan tekanan, sehingga sebagian terangkat ketika diinjak. Wildan menyarankan untuk menggunakan keramik yang berkualitas agar memiliki daya tekan yang sesuai standar.

    “Pilih material yang bagus. Cuman kalau yang misalkan (keramik) KW-KW itu, kuat tekannya di bawah yang sesuai standar harusnya,” tuturnya.

    Itulah beberapa penyebab keramik lantai meledak sampai terangkat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Jenis Ubin buat Lantai Rumah, Mana yang Paling Kuat?



    Jakarta

    Lantai adalah permukaan yang terekspos di dasar bangunan bangunan. Bagian ini biasanya dilapisi dengan ubin agar permukaan lebih kuat, estetik, dan bersih.

    Kontraktor sekaligus CEO Sobat Bangun Taufiq Hidayat mengatakan penghuni rumah tentu menginginkan lantainya rata dan keras. Nah, ada berbagai jenis material ubin buat melapisi lantai yang bisa dipilih sesuai dengan konsep arsitektur rumah.

    “Lantai rumah itu nanti akan terpengaruh sama tingkat kekuatan, tingkat kerataan, ke-level-an. Kan penginnya rata itu ya kalau pakai ubin, pakai keramik, pakai marmer itu maunya rata dan tingkat kekuatan keras,” ujar Taufiq kepada detikProperti, Senin (7/7/2025).


    Apa saja jenis-jenis ubin lantai untuk rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Ubin Lantai

    Inilah beberapa jenis ubin yang dapat digunakan buat lantai rumah.

    1. Kayu

    Salah satu jenis material untuk melapisi lantai adalah kayu. Ubin kayu dapat memiliki beragam motif alami dan bisa disesuaikan bentuknya.

    Kelebihan

    • Warnanya alami
    • Tekstur lembut
    • Mudah dibentuk
    • Meredam panas

    Kekurangan

    • Tidak tahan cuaca
    • Tidak tahan rayap

    2. Keramik

    Ubin keramik sering digunakan di rumah. Ubin ini terbuat dari tanah liat yang melewati proses pembakaran.

    Kelebihan

    • Keras
    • Kuat terhadap benturan
    • Relatif murah

    Kekurangan

    • Memantulkan panas
    • Bentuk sesuai pabrik tidak dapat diubah

    3. Marmer

    Ubin marmer terbuat dari bongkahan batu alam dengan motif serat alami. Ubin ini sering digunakan di rumah-rumah mewah.

    Kelebihan

    • Adem
    • Tampilan estetik
    • Menyerap kelembapan

    Kekurangan

    • Sangat mahal
    • Pengerjaan sulit

    4. Granit

    Ubin granit mirip seperti marmer yang terbuat dari batu dan disertai motif. Namun, ubin ini terbuat dari batu granit.

    Kelebihan

    Kekurangan

    • Pemasangan sangat presisi
    • Harganya mahal

    Itulah informasi seputar jenis ubin lantai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbaiki Lantai Keramik Retak Harus Dibongkar? No, Pakai Cara Ini Aja


    Jakarta

    Lantai keramik sewaktu-waktu bisa retak atau pecah. Biasanya hal itu terjadi kalau lantai terkena benturan keras atau tekanan yang besar.

    Selain itu, keramik yang terkena sumber panas juga bisa menyebabkan guratan retak. Retakan itu akan semakin jelas ketika lantai diberi tekanan.

    Lantai keramik rusak kemungkinan juga bisa terjadi karena proses pemasangan yang kurang tepat. Bagian bawah ubin tidak ada pengikat yang erat antara partikel dengan agregat, sehingga keramik terdengar kopong atau kosong ketika diketuk.


    Jika menemukan lantai keramik retak, sebaiknya segera diperbaiki. Sebab, keramik rusak bakal merusak estetika rumah. Lalu, keramik retak biasanya memiliki ujung-ujung tajam yang berisiko melukai penghuni rumah.

    Untuk memperbaiki ubin keramik retak, pemilik rumah tidak harus membongkar lantai. Semua tergantung tingkat kerusakan lantai. Terkadang pemilik hanya perlu menggunakan lem untuk mengatasi lantai keramik pecah.

    Lalu, bagaimana cara memperbaiki lantai keramik retak? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik Retak Tanpa Dibongkar

    Inilah langkah-langkah untuk menyambung kembali keramik retak tanpa harus membongkarnya, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Pertama, pemilik perlu membersihkan ubin keramik untuk melihat jalur retakannya. Gunakan amplas atau pengikis ke dalam retakan untuk mengikis bagian yang terlalu tajam. Lalu, gunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran pada keramik.

    2. Oleskan Epoxy

    Selanjutnya, oleskan epoxy untuk mengisi retakan. Caranya dengan menyiapkan campuran epoxy mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan. Kemudian, siapkan karton atau alat khusus untuk meratakan permukaan.

    Tuang epoxy ke retakan keramik dan tunggu hingga mengeras. Pemilik bisa memakai tusuk gigi untuk mengaplikasikan epoxy ke retakan yang tipis. Untuk retakan yang lebar, gunakan alat dengan permukaan yang rata. Namun, hindari penggunaan pisau karena epoxy akan cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang pemilik menuang terlalu banyak epoxy, sehingga menyebar ke bagian lain. Jika demikian, rapikan dengan cara mengikis bagian tersebut. Segera lakukan langkah ini sebelum epoxy mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Terakhir, epoxy yang sudah mengering dapat dicat agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin.

    Pilihlah cat yang warnanya mirip dengan keramik dan finish-nya mengkilap. Lalu, sebaiknya gunakan cat berbahan dasar minyak agar tidak mudah pudar kalau terkena air.

    Itulah cara mudah memperbaiki lantai keramik retak tanpa perlu dibongkar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com