Tag: udara

  • 9 Faktor Penyebab Pipa AC Beku, Segera Perbaiki Sebelum Rusak


    Jakarta

    Pipa AC beku mengindikasikan adanya bocor, kerusakan sistem, atau komponen yang mengakibatkan alat tidak berfungsi maksimal. Salah satu dampaknya adalah udara yang tetap terasa panas meski suhu AC telah diatur rendah agar sejuk.

    Jika dibiarkan, pipa AC beku bisa mengganggu seluruh sistem hingga terjadi kerusakan parah. Karena itu, jangan ragu menggunakan jasa profesional secepatnya bila menjumpai pipa AC beku.

    9 Penyebab Pipa AC Beku

    Penyebab pipa AC beku beragam salah satunya kurang freon, seperti dikutip dari situs The Bee Heat & AC. Berikut penjelasan lengkapnya


    1. Kadar Refrigeran Rendah

    Refrigeran adalah fluida yang berfungsi mentransfer panas dalam sistem pendinginan. Cairan yang dikenal sebagai freon ini mudah berubah menjadi gas dan sebaliknya. Zat tersebut menyerap panas saat menguap dan melepaskannya ketika mengembun.

    Kadar refrigeran rendah bisa dikarenakan adanya kebocoran atau kesalahan instalasi. Kerusakan yang belum tertangani, mengakibatkan refrigeran mudah menyebar ke bagian AC yang lain misal evaporator coil. Komponen utama sistem AC ini berfungsi menyerap panas dari dalam ruangan.

    Seiring dengan kondisi tersebut, tekanan sistem terus menurun yang mengakibatkan suhu makin dingin. Hasilnya, kumparan evaporator coil membeku akibat kehilangan kelembapan. Di sekitar pipa terbentuk es yang berisiko membahayakan sistem AC.

    2. Buruknya Aliran Udara

    Kondisi ini bisa terjadi akibat filter kotor, ventilasi tersumbat, atau terjadi kerusakan pada kipas blower. Akibatnya, evaporator coil AC tidak bisa bekerja maksimal menyerap panas dari udara sekitar untuk didinginkan.

    3. Kumparan Kotor

    Kotornya kumparan evaporator coil akibat, debu, sampah, atau materi lain mengakibatkan bagian ini tidak bisa bekerja maksimal. Kumparan seperti diisolasi sehingga tak bisa menyerap udara panas dan menjadi sangat dingin.

    Dampak lainnya adalah kapasitas pendinginan yang berkurang dan terbentuknya es pada sistem AC. Es ini berasal dari embun yang mencair atau membeku pada kumparan evaporator coil.

    4. Termostat Rusak

    Komponen termostat adalah sensor yang menjaga suhu ruangan sesuai pengaturan. Termostat bertugas menyampaikan sinyal pada sistem AC yang memungkinkan kipas dan kompresor untuk bekerja.

    Jika termostat tak berfungsi dengan baik, sistem AC bisa terus bekerja maksimal tanpa henti. Akibatnya evaporator coil menjadi sangat dingin hingga terbentuk es, yang berisiko merusak sistem pendingin ruangan.

    5. Ada Masalah pada Expansion Valve

    Katub yang terus terbuka mengakibatkan refrigeran masuk ke dalam evaporator coil. Akibatnya banyaknya refrigeran, kumparan (coil) menjadi sangat dingin hingga terbentuk es dan embun.

    6. Suhu Luar Ruangan

    Sistem AC memerlukan kisaran suhu tertentu agar bisa berfungsi dengan baik. Kondisi inilah yang kadang tak terpenuhi, sehingga AC outdoor tidak bisa menyerap panas dan mendinginkan udara.

    Kadang, AC bekerja terlalu keras sehingga refrigeran kembali ke dalam sistem dalam kondisi sangat dingin. Sedangkan panas yang keluar dari condensor coil tidak cukup banyak, sehingga terbentuk es.

    7. Kontrol Pencairan Es Rusak

    Sistem AC ada yang menggunakan kontrol pencairan es (defrost control) untuk membalikkan aliran refrigeran. Kontrol berfungsi mencegah pembentukan es pada kumparan bagian luar.

    Defrost control tidak berfungsi dengan baik berisiko mengakibatkan munculnya es pada kumparan. Jika tidak segera diperbaiki, tumpukan es bisa makin luas hingga saluran refrigeran.

    8. Saluran Bocor

    Sistem AC melakukan distribusi udara yang telah didinginkan melalui seluruh struktur saluran. Jika ada kerusakan, udara yang lebih hangat bisa masuk ke dalam saluran. Akibatnya, evaporator coil menjadi terlalu dingin hingga terbentuk es.

    9. Sistem Drainase Tersumbat

    AC membuat embun dengan menghilangkan kelembapan dari udara. Embun ini harus dikeluarkan dari unit indoor AC untuk mencegah kerusakan dan tumbuhnya jamur.

    Sistem drainase yang tersumbat menyebabkan air terus terkumpul dari evaporator coil. Air ini akhirnya membeku dan membentuk es pada pipa yang dapat mengakibatkan kerusakan AC.

    Cara Mengatasi Pipa AC Beku

    Jika mendapati pipa AC beku, segera matikan alat dan panggil jasa perbaikan profesional. Skill tersebut sangat diperlukan, apalagi bila pemilik AC tidak banyak tahu terkait perangkat elektronik tersebut.

    Setelah AC dimatikan, langkah perbaikan selanjutnya adalah:

    1. Memeriksa kadar refrigeran.
    2. Memperbaiki aliran udara.
    3. Membersihkan kumparan.
    4. Mengecek termostat.
    5. Inspeksi expansion valve.
    6. Mempertimbangkan suhu luar ruangan.
    7. Menguji kinerja sistem defrost control.
    8. Memperbaiki saluran (duct) bocor.
    9. Membersihkan drainase.

    Tentunya, pemilik bisa melakukan sendiri langkah perbaikan pipa AC beku jika memiliki kompetensi yang diperlukan. Sebagai langkah pencegahan, pemilik AC bisa rutin membersihkan perangkat untuk mencegah munculnya es.

    (row/row)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Cuaca Mulai Panas, Ini 5 Cara Agar Rumah Tetap Adem


    Jakarta

    Cuaca panas mulai terasa seiring dengan memasuki musim kemarau. Untuk mengurangi rasa panas tersebut, penghuni rumah biasanya menyiasatinya dengan cara menggunakan AC atau kipas angin.

    Selain itu, masih ada juga cara-cara lainnya untuk membuat rumah bisa tetap terasa adem meski cuaca sedang panas. Salah satu caranya adalah mengoptimalkan penggunaan bahan dan struktur bangunan.

    Dalam catatan detikcom, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat rumah terasa tetap adem di tengah cuaca panas.


    1. Optimalkan Atap dan Plafon Rumah

    Penggunaan atap berwarna cerah atau yang dilapisi bahan reflektif bisa membantu memantulkan sinar matahari dan mengurangi penyerapan panas. Memasang ventilasi atap atau turbine ventilator juga dapat meningkatkan sirkulasi udara sehingga panas yang terperangkap di bawah atap dapat dilepaskan dengan lebih efisien.

    2. Pasang Jendela yang Tepat

    Jendela yang tepat juga merupakan kunci untuk menjaga rumah tetap sejuk. Jendela berlapis ganda atau kaca rendah emisi (low-e) dapat mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah sekaligus mempertahankan suhu dingin di dalam.

    Selain itu, posisi jendela juga perlu dipertimbangkan. Jendela yang menghadap ke arah timur atau barat cenderung menerima lebih banyak sinar matahari langsung sehingga meningkatkan suhu dalam rumah. Menggunakan tirai tebal, gorden berlapis, atau film pelindung panas pada jendela juga dapat membantu mengurangi panas yang masuk.

    3. Pakai Pelapis Dinding yang Tepat

    Memakai pelapis dinding yang tepat juga bisa membantu rumah terasa adem. Cat berwarna terang atau pelapis dinding reflektif bisa mengurangi penyerapan panas di dalam rumah.

    Di beberapa daerah, penggunaan bahan isolasi pada dinding luar juga menjadi pilihan populer untuk mengurangi transfer panas dari luar ke dalam rumah. Bahan isolasi ini bisa berupa busa poliuretan atau panel isolasi yang dipasang di antara dinding bata.

    4. Pastikan Ventilasi Terpasang dengan Baik

    Langkah lain yang tak kalah penting adalah memastikan rumah memiliki ventilasi yang baik. Sistem ventilasi silang, di mana udara dapat bergerak bebas dari satu sisi rumah ke sisi lain, sangat efektif dalam menjaga sirkulasi udara dan mendinginkan ruangan.

    Membuka jendela pada waktu yang tepat, terutama pada pagi dan sore hari ketika suhu lebih rendah, dapat membantu mengalirkan udara segar ke dalam rumah. Pemasangan ventilasi tambahan seperti ventilasi atap atau lubang angin di dinding juga dapat meningkatkan aliran udara dan mengurangi panas dalam rumah.

    Dilansir dari BBC, saat siang hari, penghuni rumah bisa menutup jendela dan pintu untuk menjaga agar udara panas tidak masuk ke dalam rumah. Untuk menutup jendela, bisa gunakan gorden.

    5. Gunakan Dekorasi yang Sesuai

    Pada 2024 lalu, PR dan Marketing Communication Senior Manager Gravel, Ricky Alexander, sempat mengungkapkan tak hanya material dan struktur bangunan saja yang penting untuk membuat rumah adem, dekorasi juga bisa memberikan dampak serupa.

    Dekorasi rumah tidak hanya mempercantik bangunan saja namun bisa juga membuat hunian terasa adem. Ia mencontohkan untuk menambahkan unsur-unsur alam di dalam rumah, misalnya kolam ikan, air mancur, serta tanaman.

    Itulah beberapa cara untuk menjaga rumah tetap terasa adem walaupun cuaca sedang panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Segini Suhu AC yang Ideal untuk Kamar, Tidur Dijamin Pulas!


    Jakarta

    Banyak rumah yang kini memasang air conditioner atau AC, mulai dari ruang tamu, ruang kerja, hingga kamar tidur. Kehadiran AC dapat membantu mendinginkan ruangan sehingga penghuni rumah tidak kegerahan.

    Agar ruangan terasa dingin, banyak orang yang mengatur suhu AC sangat rendah. Sayangnya, suhu AC yang terlalu dingin dapat mengganggu kenyamanan tidur di malam hari.

    Kamar tidur yang terlalu dingin bisa membuat penghuni rumah merasa kedinginan dan menggigil. Selain itu, kulit bisa menjadi kering akibat menghilangnya kelembapan udara di dalam kamar.


    Maka dari itu, penting untuk mengatur suhu AC yang tepat agar tidur bisa pulas. Ingin tahu berapa suhu AC yang ideal untuk kamar tidur? Simak dalam artikel ini.

    Suhu AC yang Ideal di Kamar Tidur

    Dilansir dari situs Medical News Today, suhu AC yang ideal di kamar tidur adalah sekitar 15,6-19,4 derajat Celcius. Sementara itu, menurut pakar tidur dari Universitas Kansai, Jepang, suhu AC yang ideal agar tidur berkualitas antara 25-28 derajat Celcius.

    Meski begitu, pengaturan suhu AC bisa berbeda-beda tergantung usia. Untuk anak-anak dianjurkan mengatur suhu AC antara 18-22 derajat Celcius, sedangkan bagi orang dewasa bisa diatur sekitar 19 derajat Celcius.

    Lain halnya untuk orang lanjut usia (lansia). Faktor usia membuat suhu AC sebaiknya tidak di bawah 18 derajat Celcius. Untuk suhu AC yang ideal bagi lansia antara 19-25 derajat Celcius.

    Dampak Tidur Pada Suhu yang Berbeda

    Dikutip dari Sleep Cycle, penting untuk mengatur suhu AC kamar tidur secara tepat. Sebab, suhu yang terlalu rendah atau tinggi dapat memengaruhi kualitas tidur di malam hari.

    Jika mengatur suhu AC terlalu tinggi maka kamar tidur akan terasa hangat dan menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti berkeringat dan gelisah. Terlebih lagi jika tidur menggunakan selimut yang tebal maka tubuh akan terasa sangat gerah.

    Di sisi lain, tidur dengan suhu AC terlalu rendah membuat ruangan terasa sangat dingin. Kondisi ini dapat memicu menggigil, otot kaku, kulit kering, dan menimbulkan sirkulasi darah yang buruk.

    Pada dasarnya, untuk mengetahui suhu AC yang tepat sebenarnya dapat disesuaikan dengan kemampuan tubuh dalam menerima suhu dingin. Kalau tubuh tidak sanggup menerima udara dingin, maka sebaiknya jangan disetel pada suhu terendah.

    Itulah penjelasan soal suhu AC yang ideal untuk kamar tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Lagi Musim Sakit, Begini Cara Bersihkan Udara di Rumah


    Jakarta

    Menjaga kebersihan rumah sudah biasa dilakukan dengan membersihkan lantai, mengganti sprei kasur, hingga menggosok kamar mandi. Akan tetapi, pemilik rumah terkadang lupa untuk membersihkan udara di dalam rumah.

    Meski tak kasat mata, udara dapat mengandung banyak kotoran seperti partikel debu dan bulu hewan yang bisa menyebabkan iritasi, bersin, gangguan pernapasan, bahkan sakit kepala. Sebaliknya, menghirup udara segar membantu kamu tidur lebih nyenyak dan mencegah gejala alergi.

    Maka dari itu, penting untuk menjaga kebersihan udara agar hidup lebih nyaman dan sehat di rumah. Berikut ini cara membersihkan udara di dalam rumah, dilansir dari laman Live Science, Selasa (16/4/2024).


    1. Menyimpan Tanaman Hias

    Tanaman hias ternyata tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi ruangan lho, tetapi juga pembersih udara alami di dalam rumah. Sebuah penelitian dari jurnal Water, Soil and Air Pollution menunjukkan tanah pada tanaman pot dapat membantu menyaring udara di rumah.

    Beberapa tanaman hias yang cocok untuk membersihkan udara antara lain lidah mertua, English ivy, dan lili paris.

    2. Ganti Cairan Pembersih

    Kemudian, cairan pembersih yang mengandung bahan kimia berbahaya sebenarnya berdampak buruk untuk lingkungan dan kesehatan manusia. Kandungan berbahaya itu nanti dapat menjadi polusi di udara, sehingga dapat menimbulkan sakit kepala, kelelahan, atau iritasi mata dan hidung.

    Nah, daripada menggunakan cairan pembersih itu, kamu bisa beralih menggunakan alternatif yang ramah lingkungan. Cairan pembersih ramah lingkungan dapat kamu beli di toko-toko online ataupun buat sendiri.

    3. Gunakan Air Purifier

    Kamu dapat membersihkan udara menggunakan air purifier yang sudah banyak tersedia di pasaran. Sebaiknya kamu pilih air purifier yang menggunakan filter High Efficiency Particulate Absorbing (HEPA) yang membantu membersihkan 99.97% alergen berukuran mikro.

    4. Membuka Jendela

    Pastikan ada sirkulasi udara yang baik di dalam rumah dengan membuka jendela setiap hari. Hal ini memungkinkan udara segar bisa masuk, sementara akumulasi polutan keluar dari rumah. Selain itu, rumah tidak akan lembap dan menjadi tempat bertumbuh jamur.

    5. Gunakan Penyedot Debu

    Kotoran seperti bulu hewan peliharaan sering kali bertebaran di sekitar rumah. Bulu ini bisa menjadi alergen bagi sebagian orang. Maka, sebaiknya lakukan pencegahan dengan rajin membersihkan lantai, sofa, bahkan tempat tidur hewan menggunakan penyedot debu.

    Demikian cara membersihkan udara untuk menjaga kesehatan penghuni rumah. Semoga membantu!

    Buat kamu pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Bikin Rumah Nggak Gerah Tanpa AC


    Jakarta

    Rumah di negara beriklim tropis biasanya memiliki udara yang panas dan gerah, bahkan terasa pengap di dalam rumah. Hal ini disebabkan akibat kurangnya ventilasi yang memungkinkan sirkulasi udara.

    Udara panas yang terperangkap di dalam rumah tentu bikin penghuni rumah kegerahan. Peran jendela sebagai ventilasi untuk sirkulasi udara pun menjadi penting. Pemasangan jendela di depan rumah bisa membawa udara segar masuk ke dalam rumah, tetapi tidak mengeluarkan udara panas.

    Alhasil, rumah masih terasa panas walau jendela sudah dibuka. Kalau seperti ini, kamu membutuhkan ventilasi lain sebagai jalur panas untuk keluar dari rumah.


    Ventilasi itu juga berupa jendela yang berada di sisi lain tetapi masih berhadapan dengan jendela utama di depan yang mengirim udara segar masuk ke dalam rumah. Akses masuk dan keluar udara di dalam rumah tersebut disebut dengan ventilasi silang atau cross ventilation.

    Ventilasi Silang

    Melansir dari architropics pada Selasa (9/7/2024), ventilasi silang adalah suatu bentuk ventilasi alami yang memungkinkan angin masuk ke satu sisi ruangan dan keluar dari sisi lainnya.

    Ventilasi silang menggunakan tenaga yang digerakkan oleh angin untuk membawa udara dingin dari luar dan menggantikan udara dalam ruangan yang pengap dan hangat. Memakai sistem ventilasi silang ini dinilai efektif membuat rumah lebih sejuk.

    Jalur pertukaran udara ini tidak boleh terhalang oleh perabotan apa pun. Biarkan jendela depan dan belakang berhadapan tanpa ada meja, dinding, atau rak yang menghalangi sirkulasi udara. Penghalang juga membuat arah angin segar yang masuk ke rumah tidak bisa mendorong udara panas keluar.

    Hal lain yang perlu diperhatikan saat menerapkan ventilasi silang di rumah adalah membuat bingkai jendela yang lebar. Selain itu, kecepatan angin di luar juga faktor penting rumah dapat menjadi sejuk.

    Kekurangan Ventilasi Silang

    Meski dinilai sangat efektif membuat rumah jauh lebih sejuk, tentu sistem ini hanya berlaku bagi rumah yang memiliki 2 sisi rumah yang terbuka dan tidak berdempetan dengan tembok. Misalnya yang hanya memiliki taman belakang atau yang rumahnya berhalaman luas.

    Namun, untuk yang tinggal di komplek perumahan yang rumahnya berdempetan, rusun, atau apartemen yang hanya memiliki 1 sisi yang memiliki jendela, ventilasi silang bisa diterapkan antara jendela dan pintu yang terbuka. Maka dari itu, setidaknya rumah memiliki jendela agar rumah memiliki perputaran udara yang baik.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Ide Rumah dengan Atap Miring Satu Sisi


    Jakarta

    Rumah dengan atap miring di satu sisinya sedang diminati. Tampilannya yang unik dan berbeda dari umumnya tampak menarik dan memberikan kesan modern pada hunian. Karena itu, banyak orang menginginkan atap berdesain satu ini untuk rumah mereka.

    Atap miring satu sisi disebut juga atap gudang. Bukan hanya diterapkan pada gudang, implementasi atap seperti ini bisa pula dibuat pada bangunan rumah utama. Nah, kamu dapat temukan contoh rumah dengan atap miring satu sisi di bawah ini.

    Ide Atap Rumah Miring Satu Sisi

    Berikut desain beberapa rumah dengan atap mirip satu sisi di belakang, samping, dan depan yang dapat dijadikan referensi, dirangkum dari catatan detikcom dan Getty Images:


    1. Atap Miring Model Kesatu

    Home overlooking the country, Virginia, USARumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Jon Lovette

    Atap miring satu sisi dapat diaplikasikan di belakang atau samping rumah seperti pada foto. Model atap satu ini bisa banget diterapkan untuk ruang keluarga atau dapur.

    Bentuknya yang miring bantu air hujan turun langsung menuju pipa pembuangan. Dengan begitu, genangan air yang bisa bikin bocor dapat dicegah. Sederet jendela yang dipasang berjejer juga dapat memudahkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ke hunian.

    2. Atap Miring Model Kedua

    Lake house on Canandaigua Lake, NYRumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Ninepence

    Bangunan rumah yang terletak di bagian samping boleh dipakaikan atap rumah miring. Beberapa jendela kaca bisa dipasangkan agar rumah selalu terang dari banyaknya cahaya matahari yang masuk. Ruang tamu dan ruang kerja cocok sekali ditempatkan di bagian rumah tersebut.

    Jarak atap dan bagian dalam rumah yang lebih dekat memungkinkan pula untuk memasang jendela atap yang jadi jalur masuk pencahayaan alami.

    3. Atap Miring Model Ketiga

    Rumah atap miring satu sisi.Rumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Ivan Hunter

    Penempatan atap miring satu sisi yang berada di area pintu masuk samping menciptakan tampilan rumah yang unik. Karena dipasangkan pintu satu daun, ukuran atapnya pun jadi lebih pendek sehingga mempercepat waktu pemasangannya.

    4. Atap Miring Model Keempat

    USA, South CarolinaRumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Thomas Northcut

    Kebanyakan orang menempatkan garasi di dekat teras rumah. Tapi tak sedikit yang membangun ruangan di sisi hunian sebagai gudang maupun tempat parkir kendaraan.

    Atap miring satu sisi dapat digunakan pada ruangan yang menempel di samping rumah ini agar biaya pemasangannya lebih terjangkau.

    5. Atap Miring Model Kelima

    Beautiful suburban home with wrap-around porch.Rumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/EricVega

    Area gudang dan garasi mobil juga boleh ditempatkan di bagian sisi rumah. Kamu bisa membuat sedikit ruang tambahan dengan jendela dan pintu di samping. Tambahan ruang yang tidak terlalu luas sangat cocok dipasangkan atap miring satu sisi seperti pada foto.

    6. Atap Miring Model Keenam

    Rumah atap miring satu sisi.Rumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Comstock Images

    Kalau ingin membangun bagian rumah tambahan yang menempel bangunan utama, penggunaan atap miring satu sisi bisa jadi pilihan tepat. Karena dibuat menyatu dengan rumah utama, pemasangannya dapat memudahkan air mengalir langsung ke pipa pembuangan saat turun. Sehingga genangan air di atap dapat dicegah.

    7. Atap Miring Model Ketujuh

    new house with a concrete roof under constructionRumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Sirisak Boakaew

    Teras kecil di area pintu depan rumah dapat dibuatkan atap miring satu sisi sebagai tempat berteduh saat keluar masuk hunian. Jenis atap ini lebih cocok karena ukuran teras yang kecil. Di sisi lain, bisa jadi variasi atap berbeda dari bangunan utama rumah.

    Itu dia sederet model rumah dengan atap miring satu sisi di bagian samping dan belakang yang dapat dijadikan referensi.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Plafon Tinggi Bikin Rumah Lebih Adem Mitos atau Fakta? Begini Kata Ahli


    Jakarta

    Saat membangun rumah, kamu pasti menginginkan desain yang bisa membuat rumah terasa sejuk dan adem. Sebab, rumah yang terasa pengap dan panas sepanjang waktu pasti membuat penghuni rumah tidak nyaman, terutama saat tidur. Beberapa orang percaya salah satu aspek penting yang membuat rumah lebih sejuk adalah ketinggian plafon rumah. Kira-kira mitos atau fakta ya?

    Menurut Arsitek Denny Setiawan, rumah dengan plafon tinggi tidak dapat menjamin rumah menjadi lebih sejuk. Justru rumah dengan plafon tinggi membutuhkan energi lebih untuk mendinginkan ruangan jika di dalamnya ditambahkan AC.

    Dengan demikian, saat membangun rumah dengan plafon tinggi, kamu tidak bisa sembarangan menentukan ketinggiannya. Perlu mempertimbangkan keseluruhan atau proporsi rumah. Jangan sampai rumah terasa kecil padahal plafon sudah menjulang tinggi.


    “Saya selalu menyarankan ketinggian (rumah) itu secukupnya supaya tidak boros material. Prinsipnya adalah bagaimana kita meminimalisasi penggunaan material,” ujar Denny saat berbincang dengan detikcom, Senin (20/5/2024).

    Denny rumah setidaknya memiliki banyak ventilasi, tritisan, dan jendela agar terasa lebih sejuk dan hemat material pembangunannya.Lebih lanjut, berikut penjelasannya.

    1. Perbanyak Ventilasi Udara

    Setiap ruangan seharusnya mempunyai ventilasi udara agar ada aliran udara yang sejuk. Setidaknya ada dua ventilasi di setiap ruangan untuk menciptakan ventilasi silang. Ventilasi yang baik memungkinkan udara panas dan kelembapan tidak terperangkap di dalam rumah. Dengan begitu, suhu udara bisa keluar masuk melalui ventilasi tersebut. Ventilasi silang ini juga lebih optimal apabila ditambah dengan adanya kipas angin.

    “Memang udara semakin panas saat ini, tapi dengan desain yang benar, dengan arsitektur yang benar, yang denahnya baik itu otomatis membuat masalah panas itu harusnya tidak jadi masalah lagi,” ucapnya.

    2. Batasi Pancaran Sinar Matahari

    Meskipun ada ventilasi yang cukup, rumah bisa panas apabila sinar matahari menyorot langsung ke dalam rumah. Dengan begitu, kamu bisa batasi pancaran sinar dengan menggunakan tritisan. Denny mengimbau agar menghindari memasang jendela yang mengarah ke mata angin barat agar rumah tetap adem.

    “Di arah mata angin barat itu biasanya ketika sore hari itu panas yang membuat kita nggak nyaman. Jadi di arah barat pilihannya adalah kita nggak buka jendela di sana, atau kalau kita mau buka jendela, kita pasang kisi-kisi,” ujarnya.

    3. Gunakan Bahan Penghalau Panas

    Tidak hanya perlu menghalau sinar matahari, kamu juga harus mencegah masuknya hawa panas menggunakan styrofoam daur ulang. Bahan expanded polystyrene (EPS) styrofoam bisa menjadi bahan untuk membuat dinding rumah penghalau panas.

    “Styrofoam itu penghalau panas sebenarnya. Dia nggak menghantar panas ke dalam (rumah). Jadi styrofoam disemen kiri dan kanan (menjadi tembok). Itu secara perhitungan saya sendiri, penelitian saya itu mengurangi suhu secara pasif itu minus 3 derajat selsius,” jelasnya.

    Selain itu, ada material alternatif lain yang bisa digunakan seperti roster atau kerawang bata untuk menghalau panas. Dengan membangun penghalang dari bahan itu, memungkinkan penghuni rumah membuka pintu dan jendela untuk mendapat aliran udara sejuk tanpa khawatir privasi terganggu.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Efektif Bikin Rumah Nggak Mudah Lembap Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, kelembapan di rumah meningkat. Hal ini bisa kamu ketahui dari munculnya noda hitam di sudut-sudut rumah. Kelembapan rumah yang meningkat ini jangan dianggap sepele karena dapat merusak tampilan rumah dan membahayakan kesehatan.

    Mengutip Telegrafi, cara mengatasi masalah kelembapan di rumah cukup beragam. Ada yang harus memperbaiki struktur rumah, ada yang cukup meletakkan alat pembersih udara instan. Pilihan ini tergantung pada kebutuhan pemilik rumah.

    Dehumidifier merupakan alat yang dapat menghilangkan kelembapan berlebih di udara. Ini adalah cara instan dan paling cepat. Cara menggunakannya dengan menyalakan alat ini dan biarkan selama beberapa jam. Nanti kamu bisa melihat tempat penampungan di bagian bawah untuk mengecek air yang terserap oleh alat tersebut dari proses kondensasi (perubahan gas menjadi air).


    “Semakin sedikit kelembaban yang Anda hasilkan di dalam rumah, semakin sedikit pula kondensasi yang terbentuk. Oleh karena itu, pikirkan bagaimana Anda akan menghilangkan kelembapan selama bekerja sehari-hari,” kata manajer layanan teknis Inggris di Rentokil, Nicholas Donnithorne mengutip dari The Sun pada Selasa (5/12/2024).

    Lalu, apabila perbaikannya sampai membongkar dan mengganti struktur bangunan, biasanya karena dampak dari kelembapan tersebut cukup parah. Sebagai contoh bisa timbul jamur di dinding, plafon, dan material kayu di rumah atau membuat dinding dan plafon bergelembung.

    Namun tenang, ada beberapa cara agar rumah tidak mudah lembap di tengah musim hujan seperti saat ini.

    1. Membuka Jendela

    Keberadaan ventilasi dapat membantu menurunkan tingkat kelembapan di rumah. Sebagai contoh membuka jendela saat memasak dan mandi secara rutin dapat memberikan akses sinar matahari dan angin di rumah.

    2. Jangan Biarkan Ada Pakaian Basah di Kamar Mandi

    Kamar mandi adalah ruangan paling lembap di rumah. Jika kamar mandi sering dibiarkan dalam keadaan basah dan jarang dibersihkan, lantainya akan mudah licin, muncul jamur di sela-sela keramik, hingga muncul binatang seperti cacing.

    Selain itu, hindari menyimpan handuk atau pakaian basah di dalam kamar mandi. Kebiasaan ini juga mempengaruhi kelembapan di kamar mandi.

    3. Jaga Suhu Ruangan

    WHO, Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan suhu di dalam rumah sekitar 18-20°C dengan kelembapan relatif 50-60 persen. Maka dari itu, penting untuk memiliki ventilasi yang cukup di dalam rumah atau setidaknya menyalakan kipas angin yang dapat meningkatkan aliran udara.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Water Heater dan Beragam Jenisnya


    Jakarta

    Pernah mendengar alat bernama water heater? Alat tersebut biasanya digunakan untuk menghasilkan air panas yang bisa digunakan untuk mandi.

    Jika kamu tinggal di wilayah bersuhu dingin dan ingin menikmati mandi dengan air panas, water heater ini cocok untuk kamu. Nah, untuk mengetahui water heater lebih baik, simak informasi berikut ini.

    Apa Itu Water Heater?

    Dilansir The Spruce, water heater adalah alat yang berfungsi untuk memanaskan air bersuhu dingin. Air panas dari water heater dapat digunakan untuk mandi, cuci pakaian, cuci piring, serta bisa dialirkan ke pipa keran lainnya.


    Water heater sendiri memiliki banyak jenisnya. Terdapat water heater yang dilengkapi tangki penampungan untuk cadangan air panas penggunaan berikutnya, maupun yang tidak. Ukuran tangki water heater bervariasi, bahkan ada yang muat hingga ratusan liter air sekaligus.

    Untuk water heater tanpa tangki tidak menyimpan cadangan air yang dipanaskan. Melainkan memanaskan air untuk digunakan pada saat itu juga.

    Jenis-Jenis Water Heater Berdasarkan Sumber Energi

    Ada beberapa jenis water heater yang sering ditemui, contohnya seperti water heater gas dan listrik. Namun, masih ada beberapa jenis lainnya. Berikut ini penjelasannya.

    Water Heater Listrik

    Dikutip dari Forbes, cara kerja water heater listrik adalah dengan mengalirkan arus listrik bertegangan tinggi kepada sebuah batang di tengah tangki air. Listrik ini nantinya akan memanaskan air dari bagian tengah tangki ke arah luar.

    Water heater listrik bisa awet hingga lebih dari 20 tahun. Namun juga tetap tergantung merek produk, perawatan, dan penggunaannya ya.

    Water Heater Gas

    Mengutip Better Homes & Gardens, water heater ini mengandalkan gas sebagai sumber energi proses pemanasannya. Jenis gas yang digunakan umumnya yaitu gas alam atau propana. Water heater gas tersedia pilihan bertangki dan tanpa tangki.

    Water heater berenergi gas dapat bertahan 15-20 tahun. Namun tetap tergantung merek produk, perawatan, dan penggunaannya.

    Solar Water Heater

    Solar water heater atau water heater tenaga surya ini miliki tangki yang besar di mana air ditempatkan di sana sampai siap untuk digunakan. Water heater jenis ini menggunakan energi matahari yang dikonversi melalui panel surya me energi listrik untuk memanaskan air.

    Biasanya water heater tenaga surya sangat bergantung pada energi matahari, namun memiliki sistem energi cadangan seperti gas atau listrik agar bisa tetap digunakan.

    Hybrid Water Heater

    Water heater jenis ini menggunakan sistem pompa panas untuk menarik panas dari tanah dan udara untuk memanaskan air, alih-alih menggunakan sumber bahan bakar langsung. Metode pemanasan air ini memungkinkan hybrid water heater menggunakan daya hingga 60% lebih sedikit daripada pemanas air tangki konvensional.

    Sistem ini memiliki tangki penyimpanan berinsulasi besar dan pompa panas yang dipasang di bagian atas tangki, yang membutuhkan lebih banyak ruang daripada pemanas air tangki konvensional. Selain itu, jenis pemanas air ini lebih mahal daripada pemanas tangki konvensional dan sangat bergantung pada panas sekitar, itulah sebabnya pemanas air hibrida tidak direkomendasikan untuk daerah beriklim dingin.

    Itulah informasi mengenai pengertian dan jenis-jenis water heater.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Bangun Rumah Bentuk A-Frame? Cek Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Rumah berbentuk A-Frame atau rangka huruf A memiliki gaya yang ikonik. Gayanya yang keren dan unik didefinisikan oleh bagian depannya yang berbentuk seperti huruf kapital A dengan atap bersudut tajam yang dimulai di dekat garis pondasi dan bertemu di bagian atas.

    Gaya rumah ini menjadi populer, terutama untuk rumah liburan seiring dengan kemampuannya untuk mencerminkan alam. Maka dari itu, rumah dengan bentuk seperti ini sangat cocok untuk kawasan pegunungan dan pantai.

    Sebelum memutuskan untuk membangun rumah berbentuk A-Frame, melansir Modern Cabin Living, berikut beberapa kelebihan dan kekurangan membuat rumah dengan bentuk A-Frame.


    Keuntungan Rumah A-Frame

    Dirancang Hemat Uang dan Energi

    Kemiringan atap rumah berbentuk A-Frame memberi banyak area untuk digunakan jika ingin memasang panel surya. Hal ini membuat rumah tidak hanya hemat biaya, tetapi juga ramah lingkungan.

    Selama musim panas, rumah ini cenderung lebih mudah didinginkan karena sebagian besar ruang tinggal berada di lantai bawah dan tidak ada dinding vertikal yang menghalangi aliran udara.

    Bentuk yang Kuat

    Bentuk segitiga rumah A-Frame membuatnya lebih kuat daripada desain lain yang dapat membantunya bertahan terhadap iklim yang keras seperti, hujan, angin, dan salju.

    Namun, karena gaya rangka A segitiga pada rumah ini merupakan ciri khas yang berarti rumah tersebut tidak fleksibel dalam hal desain dan tampilan.

    Memiliki Denah Lantai Terbuka

    Denah lantai terbuka merupakan salah satu permintaan terbesar yang dicari dan rumah A-Frame menyediakan hal itu, Ruang-ruang ini memiliki dinding vertikal yang terbatas, sehingga ada sedikit ruang yang memotong garis luar di seluruh rumah.

    Denah ini memenuhi beberapa permintaan lain, seperti langit-langit yang tinggi, jendela besar yang indah, dan desain yang tidak rumit.

    Cocok untuk Rumah Liburan

    Rumah berbentuk A-Frame sangat populer karena memungkinkan kamu menikmati pemandangan tanpa gangguan. Pada saat yang sama, kurangnya tempat penyimpanan dan lebih sedikit kamar sehingga tidak cocok untuk menjadi rumah utama.

    Rumah ini bisa menjadi pilihan untuk menjadi rumah liburan yang menyenangkan sehingga dapat dikunjungi setiap tahunnya.

    Kekurangan Rumah A-Frame

    Atap yang Mahal

    Bila atap rangka A rusak, biaya penggantinya bisa mahal. Pada saat yang sama, bila tidak diisolasi dengan baik maka atap tersebut dapat menyedot energi dan membuat rumah tidak memiliki kontrol suhu yang tepat.

    Tidak Ada Ruang Penyimpanan Konvensional

    Ruang penyimpanan merupakan masalah besar bagi banyak keluarga, dan tampaknya hal ini sangat diperlukan. Jika ruang penyimpanan merupakan masalah besar, rumah A-Frame bukan menjadi pilihan.

    Hal ini karena A-Frame memiliki banyak dinding vertikal dan membatasi ruang untuk membangun lemari, yang berarti kamu harus kreatif dalam menambahkan area penyimpanan ke rumah A-Frame kamu.

    Tidak Cocok untuk Keluarga Besar

    Dinding vertikal yang terbatas, ruang penyimpanan yang terbatas, dan jumlah kamar yang terbatas menjadi hal yang kurang nyaman untuk keluarga besar. Rumah A-Frame menjadi rumah utama yang bagus untuk individu atau pasangan yang masih sendiri.

    Meskipun rumah A-Frame telah melonjak popularitasnya, gaya dan desain yang tak lekang oleh waktu tidak akan pernah ketinggalan zaman.

    Itulah kelebihan dan kekurangan rumah bentuk rangka huruf A atau A-Frame.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com