Tag: udara

  • Perlukah Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi? Ini Manfaatnya


    Jakarta

    Exhaust fan merupakan salah satu alat yang banyak digunakan di kamar mandi. Namun, tak semua pemilik rumah sadar dan mau memasang kipas pembuangan.

    Padahal, exhaust fan memiliki sejumlah manfaat bagi kamar mandi agar terasa nyaman saat digunakan. Namun, kendala harga yang cukup mahal dan pemasangan yang rumit diduga jadi pemicu banyak orang tak mau memasang alat ini.

    Lantas, kenapa perlu memasang exhaust fan di kamar mandi? Simak penjelasan dan sejumlah manfaat dari alat tersebut dalam artikel ini.


    Pentingnya Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi

    Kamar mandi merupakan salah satu area di rumah yang paling lembap karena selalu basah terkena air. Jika tingkat kelembapan terlalu tinggi maka bisa menimbulkan jamur hingga merusak peralatan di dalamnya.

    Salah satu cara agar kamar mandi tidak terlalu lembap adalah dengan menyaring udara lembap di kamar mandi keluar. Nah, alat yang digunakan adalah exhaust fan.

    Dikutip dari Atomberg, Minggu (25/5/2025), exhaust fan atau kipas pembuangan adalah perangkat ventilasi udara yang dipasang di kamar mandi. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kelembapan, udara lembap, dan bau tak sedap. Meski terdapat kipas, tapi alat ini bukan untuk mendinginkan kamar mandi.

    Exhaust fan bekerja dengan cara menarik udara lembap keluar ruangan. Alat ini bisa jadi solusi praktis jika kamar mandi di rumah berukuran kecil atau tidak bisa membuat lubang ventilasi udara.

    Saat ini, banyak exhaust fan yang bisa menyala secara otomatis saat lampu kamar mandi dinyalakan. Namun, ada juga beberapa jenis exhaust fan yang menggunakan remot agar bisa hidup.

    Manfaat Pasang Exhaust di Kamar Mandi

    Dengan memasang exhaust fan di kamar mandi, ada sejumlah manfaat yang didapat oleh penghuni rumah, di antaranya:

    • Udara di kamar mandi jadi tidak lembap
    • Mencegah munculnya jamur dan bakteri yang hinggap di kamar mandi
    • Aroma bau di kamar mandi cepat hilang
    • Mencegah dinding kamar mandi bergelembung dan mengelupas
    • Mengeringkan lantai kamar mandi dengan cepat, sehingga mencegah seseorang terpeleset karena licin.

    Tempat yang Pas untuk Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi

    Memang diperuntukkan untuk kamar mandi, tapi exhaust fan tidak bisa dipasang secara asal. Dikutip dari The Spruce, berikut tempat yang tepat untuk pasang exhaust fan di kamar mandi:

    1. Loteng atau Atap Kamar Mandi

    Agar berfungsi secara optimal, exhaust fan sebaiknya dipasang di loteng atau atap kamar mandi. Hal ini agar udara lembap bisa dibuang keluar melalui saluran ventilasi dengan efektif.

    Jika rumah kamu terdiri dari 1 lantai, maka pemasangan exhaust fan jauh lebih mudah. Namun jika hunian terdiri dari 2 lantai atau lebih, kamu perlu menyiapkan saluran pembuangan sejak awal rumah dibangun.

    Saat dipasang, pastikan posisi exhaust fan di antara dua balok langit-langit dan sisakan ruang untuk peralihan udara dari kipas ke saluran. Selain itu, pastikan tidak ada masalah pada atap rumah seperti sarang hewan atau benda asing.

    2. Area Paling Lembap di Kamar Mandi

    Saat memasang exhaust fan, penting untuk mencari tahu sumber kelembapan di kamar mandi. Umumnya udara paling lembap berada di bak mandi atau shower.

    Agar udara lembap bisa keluar dengan efektif, pasang exhaust fan di atas bak mandi atau shower. Namun jika kamar mandi berukuran kecil, sebaiknya pasang di tengah-tengah agar dapat menyaring udara lebih cepat.

    3. Dekat Jalur Pembuangan Terdekat

    Saat memasang exhaust fan, detikers perlu memperhatikan jalur pembuangan udaranya juga. Sebaiknya pasang kipas tersebut di jalur yang paling pendek agar pembuangan lebih cepat dan tidak ada yang terperangkap di saluran.

    Itulah mengapa penting memasang exhaust fan di kamar mandi dan sejumlah manfaatnya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Kedinginan saat Tidur? Segini Suhu AC yang Ideal


    Jakarta

    Saat tidur di malam hari, banyak orang yang mengatur suhu Air Conditioner (AC) di suhu rendah. Namun, hal ini bikin tubuh jadi kedinginan dan menggigil. Namun jika suhu yang diatur terlalu tinggi, alhasil tidak bisa merasakan sensasi suhu dinginnya.

    Sebagai pemilik AC, detikers perlu tahu cara mengatur suhu AC yang ideal untuk kamar tidur. Sebab, suhu yang pas dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang di malam hari.

    Lantas, berapa suhu AC yang ideal di kamar tidur? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Suhu AC yang Ideal di Kamar Tidur

    Dilansir situs Medical News Today, Minggu (25/5/2025), suhu AC yang ideal untuk kamar tidur bisa diatur sekitar 16-19,5 derajat Celcius.
    Sementara itu, pakar tidur dari Universitas Kansai menganjurkan suhu AC diatur antara 25-28 derajat Celcius agar tidur lebih berkualitas di malam hari.

    Mengatur suhu AC pada tingkat yang ideal bisa memberikan berbagai manfaat. Selain meningkatkan kualitas tidur, hal ini turut berdampak positif mulai dari:

    • Menjaga suhu tubuh tetap normal
    • Mencegah dehidrasi
    • Udara di kamar jadi lebih bersih
    • Mencegah kulit kering.

    Tips Mengatur Suhu AC saat Tidur

    Sebelum menyalakan AC di kamar tidur, pastikan kamu melakukan beberapa tips di bawah ini agar ruangan cepat dingin. Dikutip dari Mitsubishi Electronic, berikut sejumlah tipsnya:

    1. Tutup Rapat Pintu dan Jendela Kamar

    Pastikan kamu telah menutup pintu dan jendela kamar secara rapat. Jika tidak, maka udara dingin yang berhembus dari AC bisa keluar kamar tidur. Selain bikin kamar jadi kurang dingin, hal ini bisa jadi pemicu listrik cepat boros.

    2. Gunakan Mode Sleep pada AC

    Saat tidur di malam hari, kamu bisa mengaktifkan mode sleep pada AC. Mode ini berfungsi untuk menyesuaikan suhu ruangan secara otomatis agar lebih nyaman dan tidak kedinginan saat tidur. Selain itu, mode sleep pada AC juga lebih hemat listrik karena mengurangi kinerja kompresor AC.

    Demikian penjelasan mengenai cara atur suhu AC yang ideal untuk kamar tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Taruh Kipas Angin di 4 Area Ini, Ada yang Bisa Bikin Udara Makin Panas


    Jakarta

    Kipas angin sering digunakan ‘mengusir’ hawa panas di rumah. Umumnya, kipas angin ditempatkan di kamar tidur, ruang tamu, maupun ruang keluarga.

    Walau demikian, ada beberapa area yang sebaiknya tidak ditaruh kipas angin. Salah satu alasannya karena bisa membuat ruangan terasa makin panas.

    Area mana saja yang sebaiknya tidak ditaruh kipas angin? Dikutip dari Ideal Home, berikut ini informasinya.


    Di Permukaan Tinggi

    Menaruh kipas angin di permukaan yang tinggi justru bisa mengeluarkan udara panas. Hal ini tentunya bisa membuat ruangan terasa makin panas.

    Sebaiknya, letakkan kipas angin di posisi yang lebih rendah ke untuk membantunya mengambil udara dingin yang telah turun dan mendorongnya ke penghuni ruangan.

    Di Dekat Jendela

    Kipas angin juga sebaiknya jangan ditaruh di dekat jendela karena bisa membawa udara yang panas dari luar rumah. Namun, bisa berbeda kalau penghuni rumah menaruh dua kipas angin di dekat jendela, salah satunya menghadap luar jendela dan yang satunya menghadap ke dalam ruangan untuk mendapatkan udara sejuk.

    Selain itu, menyalakan kipas angin yang berada di dekat jendela bisa membawa masuk serbuk sari sehingga memicu terjadinya alergi.

    Di Tempat Berdebu

    Selanjutnya, jangan taruh kipas angin di tempat yang berdebu. Sebab, bisa menerbangkan debu-debu yang memicu alergi.

    Kalau kipas angin sudah mulai berdebu, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar angin yang dikeluarkan lebih banyak.

    Di Dekat Tanaman

    Menyalakan kipas angin di dekat tanaman bisa membuat daun-daun kering dan merusak daun yang rapuh. Maka dari itu, sebaiknya tidak menempatkan kipas angin di dekat tanaman, apalagi yang membutuhkan kelembapan tinggi.

    Itulah beberapa area yang sebaiknya dihindari untuk menyalakan kipas angin. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Manfaat Punya Taman Minimalis di Area Tengah Rumah dan Tips Bikinnya


    Jakarta

    Taman di dalam rumah saat ini banyak dipilih karena dapat mempercantik ruangan secara alami. Selain itu, taman di dalam rumah dapat membuka jalur sirkulasi udara dan bisa menjadi pemasok oksigen di dalam rumah.

    Namun, tidak semua rumah bisa membuat taman di dalam rumah. Sebab, saat ini ukuran rumah semakin kecil karena keterbatasan lahan. Apabila dipaksakan, rumah justru terlihat lebih sempit dan membuat ruang gerak jadi terbatas.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan, taman di dalam rumah bisa dibuat menyesuaikan sisa ruang yang ada, tidak harus besar. Tujuan adanya taman di dalam rumah adalah sebagai ventilasi yang bisa menjangkau beberapa ruangan di dalam rumah yang jauh dari area luar rumah. Selain itu, adanya taman di dalam rumah juga membuat rumah jauh lebih terang berkat pencahayaan alami.


    “Jadi kita perlu memastikan setiap ruangan bisa mendapat akses yang sama terhadap taman. Kalau ruangannya banyak, lahannya terbatas, kita tidak bisa membuat ventilasi atau pencahayaan alami di salah satu ruang di rumah kita. Makanya dikasih taman supaya memaksimalkan semua ruangan mengakses view taman,” kata Denny kepada detikProperti, Selasa (3/6/2025) lalu.

    Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Bikin Taman di Dalam Rumah

    1. Rencanakan Sejak Awal

    Membuat taman di dalam rumah berarti membutuhkan area yang terbuka hingga ke bagian atas. Pembuatannya tidak bisa asal-asalan dengan membobol bagian rumah. Denny menyarankan agar rencana ini telah disiapkan sejak awal membangun rumah agar mudah untuk dibuat.

    2. Pilih Tanaman yang Tak Merusak Bangunan

    Denny menyarankan untuk memilih tanaman berakar tunggal apabila ingin menanam tanaman yang besar. Namun, bisa pula dengan meletakkan tanaman yang bisa tumbuh di dalam pot.

    “Sebenarnya inner court itu bisa langsung terakses ke tanah ya karena lebih baik resapannya langsung ke tanah. Tapi bisa juga memakai pot-pot tanaman. Kemudian, sistem drainasenya disambung ke sistem drainase awal rumah. Jadi tidak punya alasan kita nggak punya taman. Sebenarnya taman itu fleksibel, bisa dibuat di awal, di akhir juga bisa,” jelasnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tinggi Ideal Plafon agar Rumah Tampak Lega dan Terasa Segar


    Jakarta

    Plafon merupakan atap yang terlihat dari dalam rumah. Biasanya plafon dibuat mulus yakni ditutup dengan gypsum agar tampilannya lebih menarik dan rapi. Namun, plafon memiliki fungsi yang jauh lebih penting daripada tampilannya.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan plafon dapat membantu rumah terasa segar dan lapang. Meskipun ruangan di rumah tersebut tidak begitu luas, plafon yang tinggi dapat mempengaruhi suhu di dalam rumah. Hal ini dikarenakan udara panas di dalam rumah letaknya berada di bagian atas.

    Apabila plafon tersebut rendah, penghuninya akan lebih cepat merasa panas, pengap, dan sempit. Apalagi jika rumah tersebut tidak memiliki sirkulasi udara dua sisi yang mendukung atau biasa disebut dengan ventilasi silang.


    Plafon yang dibuat tinggi akan mempermudah pertukaran udara segar dan udara panas. Selain itu, di bagian atas juga harus ditambahkan kipas angin agar udara panas tersebut bergerak.

    Tidak hanya itu, plafon juga bisa mempengaruhi pencahayaan di rumah. Apabila plafon di rumah tinggi, pemiliknya bisa menambahkan jendela pada fasad atau ventilasi khusus cahaya. Ventilasi ini sebisa mungkin tidak tertutup apa pun termasuk kanopi. Dengan begitu cahaya tetap dapat masuk ke rumah dan saat hari cerah, pemiliknya tidak perlu repot-repot menyalakan lampu.

    Lantas, berapa tinggi plafon yang disarankan agar bisa membantu lupa terasa lebih lapang dan segar?

    Tinggi Ideal Plafon Rumah

    Direktur Utama PT Sanskara Bumi Perkasa, Harismawan Akbar Dwiatmojo, membeberkan tinggi ideal plafon rumah sebaiknya tidak kurang dari 2,4 meter dari lantai. Pengukurannya dihitung dari lantai ke atas. Senada, Denny juga menyebutkan tinggi ideal plafon rumah adalah 2,4 meter. Apabila ingin membangun rumah 2 lantai dengan satu plafon yang sama seperti model mezzanine, tinggi plafonnya adalah dua kalinya 4,8 meter.

    Harismawan menyampaikan ketinggian plafon juga dipengaruhi oleh iklim. Di Indonesia sendiri, daerah yang suhunya agak tinggi dan panas tinggi plafon yang disarankan adalah 2,8-3,2 meter, lebih tinggi dari batas ideal. Sementara, untuk rumah yang berada di daerah yang dingin, bisa mengikuti tinggi ideal 2,4-22,5 meter.

    “Untuk rumah di daerah dingin sebenarnya dapat dibuat lebih pendek karena mampu menangkap panas sehingga dapat hemat energi. Untuk bangunan rumah di daerah tropis dibuat sebaliknya, agar sirkulasi udara lebih lancar dan udara panas tidak terperangkap di dalam rumah,” tuturnya kepada detikProperti, seperti yang dikutip Rabu (2/7/2025).

    Cara Menghitung Tinggi Ideal Plafon Rumah

    Cara menghitung tinggi plafon rumah juga cukup mudah. Patokannya adalah tinggi badan sendiri, ditambah ukuran tinggi badan 76 centimeter. Untuk lebih jelasnya, berikut contohnya.

    Tinggi badan Z misalnya 180 cm. Maka 180 + 76 cm = 256 cm atau setara 2,56 m. Maka 2,56 meter adalah tinggi ideal plafon rumah Z.

    Cara hitungan ini juga berlaku untuk tinggi plafon pada ruangan lain, seperti kamar tidur, kamar mandi hingga dapur. Jarak plafon ini juga bisa disesuaikan lagi dengan jenis dan gaya rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Benar Nggak Atap Hitam Bikin Rumah Panas? Begini Faktanya



    Jakarta

    Konon atap warna hitam bisa menyebabkan rumah panas terutama pada saat terik. Hal ini dikarenakan warna hitam dipercaya bisa menyerap panas. Banyak orang akhirnya menghindari atap hitam karena hal tersebut dan memilih alternatif lain.

    Apakah benar warna hitam bisa mempengaruhi suhu di dalam rumah?

    Menurut laman Nombarch, warna bukan satu-satunya faktor naiknya suhu di rumah. Faktor lainnya juga bisa disebabkan pada material atap yang digunakan. Ada material yang bisa menangkis panas meski warnanya hitam sehingga rumah tidak panas. Ada pula material atap yang tidak berwarna hitam, tetapi bisa membuat rumah lebih panas, yakni asbes.


    Atap warna hitam disebut dapat menyerap panas karena panas dari matahari terperangkap di lapisan bawah. Kemudian, panas tersebut akan terasa hingga ke dalam, terutama yang rumahnya tidak memiliki plafon dan ventilasi yang memadai. Panas akan terus terperangkap di bagian atas rumah tersebut. Rumah akan terasa pengap dan udara yang berputar di dalamnya terasa hangat.

    Arsitek Denny Setiawan menjelaskan, udara panas letaknya akan selalu berada di atas. Ia menyarankan setiap rumah seharusnya memiliki sistem ventilasi silang. Fungsinya untuk menarik udara segar dan mendorong udara panas keluar. Sirkulasi udara yang buruk dapat menyebabkan rumah jauh lebih lembap karena tidak ada perputaran udara di dalam.

    Apabila tidak ada ventilasi silang, bisa disiasati dengan penggunaan kipas angin agar udara di dalam rumah bergerak. Namun, kipas angin tidak dapat menurunkan suhu di rumah tersebut.

    Solusinya adalah menghidupkan air conditioner (AC) agar suhu di rumah turun dan lebih segar. Namun, ada efek samping apabila terlalu sering menyalakan AC adalah dapat merusak ozon serta membuat tagihan listrik bulanan membengkak.

    Ia juga menyarankan untuk mengatasi rumah yang panas dengan membuat plafon atau langit-langit rumah yang tinggi. Idealnya memiliki tinggi 2,4 meter dari lantai. Plafon tersebut juga perlu ditambahkan kipas angin dengan baling-baling menghadap ke bawah untuk membantu pergerakan udara panas. Cara ini bisa menjadi solusi untuk rumah yang sudah terlanjur memakai atap berwarna hitam.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Ngadem Pakai AC tapi Takut Boncos? Begini Tipsnya


    Jakarta

    AC menjadi alat andalan untuk menyejukkan ruangan di kala cuaca panas. Namun, penggunaan AC dapat memakan banyak pemakaian listrik bulanan.

    Hal tersebut membuat konsumen khawatir penggunaan listrik yang besar akan membuat tagihan membengkak. Meski demikian, bukan berarti penghuni rumah tak boleh menikmati udara dingin dari AC.

    Ada beberapa cara untuk menghemat listrik ketika menggunakan AC. Simak tipsnya berikut ini.


    Tips Hemat Listrik Pakai AC

    Inilah cara menghemat listrik saat menggunakan AC, dikutip dari Apartment Therapy.

    1. Rutin Bersihkan Filter AC

    Tips pertama untuk hemat listrik adalah merawat sistem AC secara rutin dengan membersihkan filter. Filter AC yang kotor bisa mengganggu sistem kerja AC, sehingga membutuhkan energi yang besar buat bekerja. Hal ini bisa membantu menghemat uang dalam jangka panjang.

    2. Pastikan Unit Outdoor AC di Area Teduh

    AC bisa bekerja lebih baik kalau unit outdoor AC berada di tempat yang teduh. Pastikan unit outdoor AC tidak terkena terik matahari. Pemilik rumah bisa memasang penutup untuk mencegah unit AC terkena panas berlebih.

    3. Pakai Kipas Angin

    Penghuni rumah bisa memanfaatkan kipas angin untuk membantu mengalirkan udara dingin. Cara ini bisa lebih murah daripada menyalakan AC sepanjang hari.

    Taruh kipas angin di lokasi yang dekat dengan tempat kegiatan agar udara dingin mengalir ke seluruh ruangan. Jangkauan udara dingin itu akan lebih maksimal dengan cara ini.

    4. Jangan Otak-atik Suhu AC

    Penghuni sebaiknya tidak mengubah-ubah suhu AC. Tetapkan satu suhu saja dan biarkan AC mendinginkan ruangan secara perlahan. Penghuni bisa menyalakan kipas angin sambil menunggu ruangan dingin.

    5. Matikan AC Jika Akan Ditinggal Lama

    Jika penghuni rumah akan lama meninggalkan ruangan, sebaiknya matikan saja AC-nya. Sebab, menyalakan AC terlalu lama akan memakan banyak listrik.

    Berbeda halnya kalau hanya meninggalkan ruangan beberapa jam, penghuni cukup naikkan suhu AC. Cara ini lebih hemat karena AC tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mendinginkan kembali ruangan ketika dinyalakan lagi.

    Itulah beberapa tips seputar cara hemat listrik saat memakai AC. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pasang Outdoor AC Nggak Bisa Asal, Ini Posisi yang Tepat!


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) di rumah sering kali tidak dingin meski sudah diatur ke suhu rendah? Bisa jadi permasalahannya bukan karena jarang dirawat tapi akibat posisi outdoor AC yang salah.

    Perlu diketahui, AC terdiri dari dua komponen yaitu AC dalam (indoor) dan AC luar (outdoor). AC dalam berfungsi untuk menghembuskan udara dingin ke seluruh ruangan agar terasa sejuk.

    Sementara outdoor AC adalah bagian kipas yang berbentuk kotak dan dipasang di luar ruangan. Supaya indoor AC dapat berfungsi optimal maka perlu disambungkan dengan outdoor AC.


    Sayangnya, masih ada pemilik rumah yang tidak memerhatikan posisi outdoor AC karena hanya fokus memasang AC dalam. Padahal, posisi outdoor AC juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi udara dingin yang keluar dari AC dalam.

    Agar tidak salah dalam memasang outdoor AC di rumah, simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Posisi yang Tepat untuk Menaruh Outdoor AC

    Outdoor AC memang dipasang di luar, tapi bukan berarti diletakkan secara asal. Dikutip dari All Purpose Air Conditioning, Jumat (11/7/2025), berikut posisi yang tepat:

    1. Tempat yang Sejuk dan Terhindar Sinar Matahari

    AC luar sebaiknya dipasang di tempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Pastikan outdoor AC dipasang di tembok yang menghadap ke utara atau selatan karena arah ini cenderung tidak terpapar cahaya matahari.

    Hindari memasang AC luar yang menghadap ke arah timur atau barat. Sebab, posisi ini langsung menghadap sinar matahari ketika pagi dan sore yang berisiko membuat AC bekerja lebih ekstra untuk mendinginkan ruangan.

    Kalau kamu baru pindah ke rumah baru, pastikan sudah menentukan tempat yang pas untuk memasang outdoor AC. Jika belum, cobalah amati sekitar rumah untuk mencari tempat yang paling minim terkena sinar matahari.

    2. Tempat Terbuka dan Datar

    Agar dapat mendinginkan udara secara maksimal, outdoor AC sebaiknya dipasang di tempat yang datar, kering, dan terbuka. Pastikan juga AC luar dipasang di tempat yang punya ventilasi udara baik dan tidak terhalang benda apapun, seperti tembok rumah atau bangunan besar lainnya.

    Perlu diketahui, AC luar yang terhalang apapun dapat menghambat proses pendinginan AC. Alhasil, AC tidak mampu bekerja secara efisien dan bisa mengakibatkan boros listrik.

    3. Tempat yang Mudah Dijangkau

    Tips berikutnya adalah memasang outdoor AC di tempat yang mudah dijangkau. Cara ini dilakukan agar AC dapat diakses dengan mudah ketika ingin dibersihkan atau dicek secara berkala. Posisi AC luar yang terlalu tinggi atau sulit dijangkau membuat proses perawatannya jadi sulit.

    Sebagai catatan, sebaiknya cuci AC rumah setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski tidak ada kerusakan pada AC, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

    Meski begitu, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Kalau kondisi udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka AC perlu dicuci lebih sering lagi.

    4. Jauh dari Pohon Tinggi

    Meski disarankan dipasang di tempat yang sejuk, tapi hindari memasang outdoor AC di bawah pohon tinggi dan rindang. Sebab, AC luar dapat menyedot daun, debu, hingga kotoran ke dalam unit AC. Hal itu membuat AC jadi cepat kotor dan jika tidak segera dibersihkan maka berisiko cepat rusak.

    Selain itu, jangan memasang outdoor AC di tempat rendah atau dekat dengan tanah. Soalnya, saat terjadi hujan dan terdapat genangan di sekitar AC luar maka dapat memicu kerusakan. Sebaiknya pasang AC di tempat yang agak tinggi supaya lebih aman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Suhu AC yang Paling Pas Buat di Kamar Tidur


    Jakarta

    Saat ini hampir semua rumah memakai air conditioner (AC) sebagai perangkat elektronik pendingin ruangan. Perangkat ini sangat praktis dan bisa membantu tidur jauh lebih nyenyak dan nyaman karena tidak perlu khawatir panas.

    AC dapat diatur kedinginannya dari belasan hingga puluhan derajat. Kira-kira berapa suhu AC yang paling ideal di kamar tidur ya?

    Suhu AC yang Ideal di Kamar Tidur

    Dilansir situs Medical News Today, suhu AC yang ideal untuk kamar tidur bisa diatur sekitar 16-19,5 derajat celcius. Sementara itu, pakar tidur dari Universitas Kansai menyebutkan suhu AC antara 25-28 derajat celcius dianjurkan agar tidur lebih berkualitas di malam hari.


    Ternyata dengan mengatur suhu AC yang ideal, tidak terlalu dingin dan panas memiliki banyak keuntungan lho, berikut di antaranya.

    • Menjaga suhu tubuh tetap normal
    • Mencegah dehidrasi
    • Udara di kamar jadi lebih bersih
    • Mencegah kulit kering.

    Tips Mengatur Suhu AC saat Tidur

    Saat menyalakan AC terdapat beberapa aturan yang harus diikuti agar ruangan cepat dingin dan AC tidak bekerja terlalu keras ketika mendinginkan ruangan. Berikut tips yang harus dilakukan saat menyalakan AC.

    1. Tutup Rapat Pintu dan Jendela Kamar

    Ketika AC menyala sebaiknya ruangan tersebut dalam keadaan tertutup. Meskipun ada orang yang keluar masuk, ruangan harus langsung ditutup agar suhu dingin tetap terjaga. Membiarkan AC menyala di ruangan yang terbuka dan sulit dingin membuat tagihan listrik membengkak.

    2. Gunakan Mode Sleep pada AC

    Saat tidur di malam hari, kamu bisa mengaktifkan mode sleep pada AC. Mode ini berfungsi untuk menyesuaikan suhu ruangan secara otomatis agar lebih nyaman dan tidak kedinginan saat tidur. Selain itu, mode sleep pada AC juga lebih hemat listrik karena mengurangi kinerja kompresor AC.

    Demikian penjelasan mengenai cara atur suhu AC yang ideal untuk kamar tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Suhu AC yang Ideal di Kamar Agar Tidur Lebih Nyenyak


    Jakarta

    Memasang AC di kamar tidur membuat ruangan terasa sejuk sekaligus membantu istirahat lebih nyenyak. Namun, beberapa orang kerap kebingungan saat mengatur suhu AC di kamar tidur.

    Jika mengatur suhu AC terlalu rendah maka bisa membuat tubuh kedinginan. Namun jika suhunya terlalu tinggi membuat kamar tidak terasa dingin, sehingga terasa gerah dan malah tidak bisa tidur.

    Ternyata, mengatur suhu AC untuk kamar tidur ada ketentuannya, lho. Penasaran berapa suhu AC yang tepat untuk kamar tidur? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Suhu AC yang Tepat untuk Kamar Tidur

    Dikutip dari Medical News Today, suhu AC yang ideal di kamar tidur adalah sekitar 16-19,5 derajat Celcius. Sedangkan menurut pakar tidur dari Universitas Kansai, Jepang, suhu AC yang terbaik yakni antara 25-28 derajat Celcius demi menjaga tidur tetap berkualitas.

    Di sisi lain, Biro Efisiensi Energi (Bureau of Energy Efficiency/BEE), India, mengungkapkan suhu ruangan yang ideal untuk tubuh manusia yakni sekitar 24 derajat Celcius. Banyak orang yang berpikir menyetel AC pada suhu 16 derajat Celcius akan memberikan suhu dingin yang terbaik, tapi faktanya tidak demikian.

    Pada dasarnya, suhu AC yang tepat sebenarnya tergantung pada kapan kita menggunakan AC tersebut. Jika udara di luar sedang dingin, maka kamu bisa mengatur suhu di atas 22 derajat Celcius. Kalau cuaca sedang panas bahkan terasa gerah di malam hari, mengatur suhu di bawah 21 derajat Celcius tidak akan menjadi masalah.

    Manfaat Tidur di Suhu yang Dingin

    Tidur di kamar yang suhunya dingin tak hanya bikin nyenyak, tapi juga bisa memberikan sejumlah manfaat lainnya. Kembali mengutip Medical News Today, berikut sederet manfaatnya:

    1. Menjaga Suhu Tubuh

    Saat tidur di malam hari, metabolisme tubuh bisa menurun sekitar 30 persen.

    2. Mencegah Dehidrasi

    Ketika tidur di ruangan yang sejuk dan cenderung dingin, maka kamu dapat terhindar dari dehidrasi dan kegerahan karena panas.

    3. Udara Bersih

    AC memiliki filter udara yang berfungsi untuk menyaring kotoran, debu, dan partikel kecil di udara. Namun, pastikan kamu membersihkan AC secara berkala.

    Itulah suhu yang ideal di kamar agar tidur lebih nyenyak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com