Tag: ukuran ruangan

  • Ternyata Begini Lho Membuat Dapur yang Ideal


    Jakarta

    Menciptakan dapur yang ideal, nyaman dan fungsional memerlukan perhatian pada berbagai elemen, dari ukuran ruangan hingga material yang digunakan.

    Kamu dapat menentukan ukuran dapur sendiri, tentu dengan ukuran yang ideal, ukuran meja berdasarkan tinggi badan, jenis lantai apa yang cocok,serta material terbaik untuk dapur. Bukan hanya sekedar tempat memasak, dapur juga merupakan pusat aktivitas dirumah.

    Menetapkan Prioritas

    Ukuran dapur sangat bergantung pada beberapa faktor seperti, berapa luas ruangan di rumah untuk dapur.


    Diperlukan banyak ruang untuk dapur, karena dapur bukan hanya untuk tempat memasak, atau juga menyimpan peralatan, bisa jadi tempat makan atau bahkan yang hobi memasak menjadikan dapur untuk tempat hiburan dan melampiaskan bakatnya.

    Standar Ukuran Dapur yang Ideal

    Agar bisa mendapatkan dapur yang fungsional, kamu harus mengikuti beberapa standar ukuran yang ideal.

    Bagi kamu yang memiliki rumah dengan ruang terbatas, ukuran dapur kecil yang ideal adalah sekitar 2,5 x 3m, dengan ukuran ini kamu bisa mendapatkan dapur yang cukup untuk menampung lemari es, kompor dan wastafel.

    Jika memiliki ruang yang lebih besar atau berukuran sedang sekitar 3 x 3 m, kamu bisa menambahkan kabinet yang lebih banyak untuk penyimpanan ekstra.

    Aturan Segitiga Kerja (Work Triangle)

    Dalam menentukan ukuran dapur yang ideal, kamu juga perlu memperhatikan aturan segitiga kerja.

    Ini adalah konsep desain yang mengatur 3 area utama dapur yaitu, kompor, wastafel dan lemari es.

    Dalam ulasan Detikcom, Rabu (14/2/2024) diungkap jika pada saat membuat desain dapur impian, benda utama yang harus ada di sana adalah kompor.

    Menyusun Tata Letak Dapur

    Setelah menentukan ukuran dapur, tata letak juga penting untuk diperhatikan. Seperti, dapur linear (satu baris) cocok untuk dapur kecil dengan lebar minimal 1,5 meter.

    Selain itu terdapat pula jenis dapur L-shape, jenis dapur ini sesuai dengan ruangan yang lebih luas agar memungkinkan penggunaan sudut secara optimal.

    Bisa juga kamu memakai jenis U-shape yang di rekomendasikan untuk dapur dengan ruang besar, agar memberikan banyak ruang kerja dan penyimpanan yang efisien.

    Memaksimalkan Ukuran Dapur

    Untuk memaksimalkan ukuran dapur ada beberapa tips agar dapur terasa lebih luas dan efisien, salah satunya adalah kabinet gantung.
    Pertanyaannya, apa itu kabinet gantung?

    Mengutip ruparupa.com, kabinet gantung adalah lemari atau rak penyimpanan yang berfungsi untuk meletakkan perlengkapan dapur yang berukuran kecil seperti, bumbu dapur, piring, mangkuk serta benda kecil lainnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Langkah Tata Letak Ruangan Agar Terasa Nyaman



    Jakarta

    Saat pindah ke rumah baru, tata letak ruangan menjadi hal penting yang harus dipikirkan. Tata letak yang efisien dapat menghemat uang dan waktu kamu, serta ruangan terlihat rapi dan tidak berantakan.

    Banyak yang harus dipertimbangkan saat menata ruangan, seperti pengaturan pada tempat duduk dan menentukan fungsi ruangan yang akan ditata. Pertimbangkan juga ukuran furniture yang akan digunakan, agar ruangan tidak sempit.

    Melansir dengarden, berikut beberapa cara untuk merencanakan tata letak ruangan kamu agar lebih efisien.


    1. Mulai dengan Gambar di Kertas

    Ambil selembar kertas kosong untuk menggambar tata letak furniture sebelum memindahkannya secara fisik. Hal ini akan meminimalisir kesalahan yang akan dilakukan menata furniture, sehingga akan lebih menghemat waktu.

    2. Tetapkan Titik Fokus

    Hampir setiap ruangan kemungkinan besar memiliki titik fokus. Ruangan yang besar bahkan mungkin memiliki lebih dari satu titik fokus. Sebelum menempatkan furniture, carilah titik fokus utama ruangan, seperti pintu, jendela yang akan mempengaruhi penempatan.

    Misalnya di ruang keluarga, tempat duduk biasanya menghadap televisi yang bisa menjadi titik fokus tambahan. Karya seni, lampu hias, atau dinding aksen bisa dimanfaatkan untuk merencanakan tata letak yang efisien.

    3. Gunakan Karpet

    Pertimbangkan untuk menggunakan karpet sebagai panduan untuk penempatan furniture. Setelah menempatkan karpet di ruangan, mulailah menata furniture di atas karpet. Seperti di ruang tamu, dua kaki depan sofa dan kursi setidaknya harus berada di tepi karpet.

    4. Pilih Tempat Duduk yang Sesuai

    Di ruang tamu atau ruang keluarga, coba untuk memulai dengan sofa dan beberapa kursi yang nyaman. Pilih kursi tergantung dengan apa yang akan kamu lakukan di ruangan itu, dan sesuaikan dengan ukuran ruangan agar tidak sempit dan penuh.

    5. Keseimbangan dan Harmoni

    Simetri menjadi konsep kunci dalam hal penempatan furniture. Keseimbangan berarti keteraturan, stabilitas, dan harmoni sekaligus menciptakan ruangan yang menyenangkan secara visual.

    Dalam ruangan yang bentuknya tidak teratur, menemukan keseimbangan tidak akan mudah. Seperti gunakan seni dinding dan pencahayaan untuk membantu menciptakan ruangan yang merata.

    6. Pertimbangkan Lalu Lintas Ruangan

    Tidak ada yang lebih buruk daripada ruangan yang penuh dengan perabotan. Setiap ruangan membutuhkan ruang yang cukup untuk bergerak di dalam ruangan. Sebagai aturan praktis, sediakan jarak untuk memperlancar arus lalu lintas ruangan.

    7. Ciptakan Zona Fungsional

    Setiap ruangan memiliki fungsi, penempatan furniture harus disesuaikan dengan ruangan. Sebaiknya pertimbangkan penggunaan ruangan saat kamu mulai merencanakan, fungsi ruangan pada akhirnya akan membantu menentukan tata letak.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Ruang Tamu Kecil? Jangan Lakukan 5 Hal Ini!



    Jakarta

    Ruang tamu berukuran kecil tidak harus mengabaikan gaya dekorasinya. Dengan kreativitas, tata dekoratif yang cerdas, dan pemilihan furniture ruang tamu yang tepat, ruang tamu kecil juga bisa terlihat cantik.

    Kamu dapat mengaplikasikan gaya interior yang sesuai dengan pilihan kamu, dari pola yang unik dan dinding aksen yang menarik perhatian.

    Dilansir dari Good Housekeeping, Senin (18/11/2024), berikut hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat mendekorasi ruang tamu kecil agar mendapatkan hasil yang maksimal.


    Jangan Mengabaikan Ruang Vertikal

    Bila tidak banyak ruang, mungkin akan terlihat mustahil untuk mendekorasi dan melengkapi rumah. Namun, kamu bisa menata dekorasi secara vertikal, seperti memasang gorden tepat di bawah langit-langit yang akan membuat ruangan terasa lebih besar.

    “Konsol dan rak yang dipasang di dinding membuat lantai terlihat dan membantu memperluas ruang. Saya juga merekomendasikan penggunaan cermin untuk membuat ruangan terasa lebih besar dan berfokus pada vertikalitas,” kata Gideon Mendelson, dari Mendelson Group.

    Jangan Mengandalkan Satu Sumber Pencahayaan

    Pencahayaan di atas kepala tidak selalu menjadi yang paling ideal. Gunakan lampu ramping dan lampu yang dipasang di dinding untuk mencerahkan ruangan dan membuatnya terasa lebih besar.

    “Pencahayaan berlapis adalah kuncinya, gunakan kombinasi lampu langit-langit, lampu lantai, dan lampu meja untuk mencerahkan ruangan,” kata Amanda Leigh, dari House of Rolison.

    Disarankan juga untuk memasang cermin untuk memantulkan cahaya alami, sehingga ruangan akan terasa lebih luas.

    Jangan Membeli Furniture Besar dan Hanya Satu Fungsi

    Tidak semua furniture memiliki banyak fungsi, penting untuk memilih beberapa furniture yang menyediakan ruang penyimpanan ekstra. Sesuaikan ukuran furniture dengan ukuran ruangan agar tidak terasa sempit.

    Jangan Takut dengan Warna atau Pola Tertentu

    Mungkin kamu pernah mendengar untuk menjauhi warna cat gelap saat di ruangan kecil. Hal itu memang pilihan yang aman, namun tidak mustahil untuk dicoba dengan pengaplikasian yang tepat.

    “Baik warna cat gelap maupun terang dapat bekerja dengan baik jika kamu menyeimbangkannya dengan dekorasi yang tepat,” ujar Mendelson.

    Pilih dekorasi yang melengkapi estetika, seperti memilih warna cat yang lebih gelap untuk dinding, karpet bermotif, atau mendekorasi dengan furniture berwarna cerah.

    Jangan Mendorong Furniture ke Dinding

    Mendorong furniture sedekat mungkin dengan dinding untuk membuka lebih banyak ruang di tengah ruangan, disarankan untuk tidak melakukannya.

    “Letakkan furniture sedikit menjauh dari dinding untuk menciptakan tampilan yang lebih terbuka. Biarkan jalur tetap kosong agar aliran udara lebih lancar,” kata Leigh.

    Meskipun mendorong sofa terlalu dekat ke dinding dapat membuat ruangan tampak sempit, mendorongnya terlalu jauh dapat membuatnya terasa terpisah. Disarankan untuk memposisikan furniture sedikit menjauh dari sudut dan tepi ruangan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com