Tag Archives: ukuran

Mau Pasang Roster di Rumah? Begini Simulasi Hitung-hitungan Biayanya!


Jakarta

Pernah mendengar dinding roster? Dinding ini biasanya dibuat dari susunan batu yang ukurannya serupa dan tengahnya terdapat banyak lubang. Akhir-akhir ini dinding roster tengah menjadi tren, terutama pada area depan rumah.

Mengutip dari buku 28 Ide Desain Fasad Rumah Minimalis, roster bisa digunakan sebagai aksen fasad ataupun secondary skin pada bangunan.

Fungsi utama dari roster adalah menjadi akses sirkulasi udara di rumah hingga menambah estetika. Dengan adanya lubang-lubang pada dinding, udara bisa melalui celah tersebut, tetapi panas tidak akan langsung mengarah ke dalam rumah. Mengenai estetika, roster yang memiliki pola dan lubang tentu terlihat lebih menarik daripada dinding polos.


Jika kita ingin membuat dinding roster di rumah, kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan ya?

Biaya Pasang Dinding Roster di Rumah

Menurut CEO SobatBangun Taufiq Hidayat, Selasa (3/9/2024), saat ingin membangun roster, yang perlu dipersiapkan adalah biaya material dan biaya upah tukang.

Misalnya, kamu ingin membangun dinding ukuran 3 x 1,5 meter dengan menggunakan roster dari tanah liat ukuran 20 x 20 cm. Sebagai gambaran, begini contoh perhitungannya.

Biaya Material

Sebelum memulai hitung-hitungan, sebagai informasi harga material yang tertera berikut adalah perkiraan dari harga rata-rata di pasaran. Harga ini akan berbeda tergantung pada merek yang digunakan.

a. Mortar (campuran semen dan pasir): Rp 120.000 per sak. Jumlah yang dibutuhkan kira-kira 2 sak. Total biaya: Rp 240.000.

b. Roster tanah liat ukuran 20 x 20 cm. Roster ini ada yang dijual satuan seharga Rp 10.000/pcs.

Nah, cara menghitung kebutuhan roster untuk dinding ukuran 3 x 1,5 meter sebagai berikut:

Untuk roster ukuran 20 x 20 cm maka kira-kira dibutuhkan 76 pcs roster. Apabila harga satuan roster Rp 10.000, maka totalnya Rp 760.000 untuk biaya beli roster. Jumlah roster ini bisa disesuaikan dengan luas batu tulangan yang akan dibangun.

c. Besi Tulangan

Besi yang dibutuhkan sisi kanan dan kiri dinding adalah 2 batang. Ketinggian dinding tersebut 1,5 meter x 2 maka 3 meter. Sisi kanan dan kiri apabila ditotal 6 meter. Kemudian, bagian bawah dan atas juga masing-masing 2 sehingga dibutuhkan 4 batang x 3 meter maka jadi 12 meter.

Besi yang bisa dibeli ukuran 10 meter atau 8 meter. Apabila ingin membeli besi tulangan 10 meter maka kamu harus membeli 2 batang besi tulangan. Harga satuannya berkisar Rp 50.000/batang.

Total biaya besi tulangan: Rp 100.000

Jumlahkan seluruh biaya mortar + roster + besi tulangan = Rp 240.000 + Rp 760.000 + Rp 100.000

Total biaya material = Rp 1.100.000 atau Rp 1,1 juta.

Biaya Tukang

Untuk membuat dinding roster berukuran 3 x 1,5 meter membutuhkan sekitar 2 tukang dengan waktu pengerjaan paling lama 2 hari. Anggap saja biaya 1 tukang sekitar Rp 200.000 per orangnya. Berikut ini biaya pembuatan kolam renang dari segi upah tukang:

Total biaya tukang = jumlah tukang x lama pengerjaan x upah

Total biaya tukang = 2 x 2 x Rp 200.000 = Rp 800.000

Biaya tukang = 2 hari x Rp 200.000 = Rp 400.000/orang

Sehingga total perkiraan biaya pembuatan dinding roster ukuran 3 x 1,5 meter adalah:

Rp 1.100.000 + Rp 800.000 = Rp 1.900.000 atau Rp 1,9 juta.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

8 Inspirasi Desain Kamar 3×3 untuk Suasana yang Lebih Nyaman



Jakarta

Desain kamar dengan ukuran 3×3 meter bisa sangat menantang. Jika pengaturan salah, kamar akan terasa pengap dan sempit. Sebaliknya dengan desain yang tepat, ruangan terasa nyaman dan estetik

Ukuran yang terbatas akan memberi peluang berkreasi dengan pemilihan dekorasi yang tepat. Untuk kamu yang masih bingung dalam penataan desain kamar 3×3, berikut beberapa rekomendasinya

8 Inspirasi Desain Kamar 3×3

Meski minimalis, kamar 3×3 bisa tampil cantik dengan desain yang tepat. Dengan penataan tertentu, kamar bisa terkesan lebih luas.


1. Langit-langit Putih

Desain kamar 3x3Desain kamar 3×3 Foto: (John Daniel Powers/Elle Decor)

Kamar tidur minimalis ini berada di lantai atas dengan balkon di bagian depan. Langi-langit kamar didesain berwarna putih.

Menurut pemilik galeri Valentin Goux, langit-langit yang cerah ini memperindah kamar tidur yang kecil. Selain itu, langit-langit tersebut juga membantu memantulkan cahaya yang masuk dari dua jendela.

2. Wallpaper Bergaris

Desain kamar 3x3Desain kamar 3×3 Foto: (William Jess Laird/Elle decor)

Dalam kamar yang kecil, wallpaper bergaris bisa memberikan kesan ruangan yang tinggi. Sementara, warna birunya yang dominan bisa membuat tampilannya tetap nyaman.

3. Penataan Simetris

Desain kamar 3x3Desain kamar 3×3 Foto: (James French/Future PLC)

Penataan yang asimetris di dalam kamar tidur yang kecil akan terlihat aneh dan membuat ruangan tampak lebih kecil. Jadi, fokus untuk menciptakan penataan yang simetris. Misalnya seperti yang terdapat pada gambar, letakkan tempat tidur di tengah dinding dengan meja dan lampu yang serasi di kedua sisinya.

“Simetri dalam ruang kecil tidak hanya menciptakan perasaan tenang, tapi juga bisa menciptakan perasaan ruang yang lebih luas di ruangan yang lebih kecil,” kata desainer interior dan pendiri LBW Interiors, Lucinda Bullock-Webster.

4. Wallpaper di Satu Sisi

Desain kamar 3x3Desain kamar 3×3 Foto: (Malcolm Menzies/Future PLC)

Wallpaper dan karya seni yang menarik perhatian bisa menciptakan titik fokus di ruangan yang kecil. Gunakan sebagian besar seprai berwarna putih agar tampilannya tidak terlalu ramai.

5. Kamar Tidur dengan Warna Bold

Desain kamar 3x3Desain kamar 3×3 Foto: (Simon Whitmore/Future PLC)

Tak harus dengan warna yang netral, kamu bisa mendesain kamar 3×3 dengan warna yang bold. Kamu bisa memilih warna biru tua ini dengan perpaduan warna yang netral seperti putih.

6. Kamar Tidur dengan Penyimpanan di Bagian Atas

Desain kamar 3x3Desain kamar 3×3 Foto: (Dominic Blackmore/Future PLC)

Jika memiliki tidur dengan panjang dan lebar yang sama seperti 3×3, kamu harus tahu cara menata furniture untuk memanfaatkan ruangan semaksimal mungkin. Kamu bisa membuat rak tinggi untuk meletakkan barang-barang di bagian atas.

Jangan lupa untuk memberi akses cahaya matahari ke kamar. Hal ini untuk membuat ruangan kecil terasa sejuk.

7. Furnitur di Satu Bagian Dinding

Desain kamar 3x3Desain kamar 3×3 Foto: (Colin Poole/Future PLC)

Untuk membuat kamar terkesan luas, letakkan sebagian besar furnitur pada satu dinding saja. Meminimalisir jumlah furnitur yang ada di dalam kamar tidur. Kamu bisa menggunakan perabot multifungsi, misalnya bufet yang juga berfungsi sebagai meja rias.

8. Nuansa Warna Kuning Cerah

Desain kamar 3x3Desain kamar 3×3 Foto: (Dominic Blackmore Future PLC)

Desain kamar tidur 3×3 dengan warna kuning cerah bisa membantu menyegarkan ruangan yang kecil. Kamu bisa menggunakan warna kuning hanya sampai ketinggian tengah ruangan. Lalu, lanjutkan dengan warna putih atau netral untuk membantu menjaga kesan lapang dan luas.

Itulah beberapa inspirasi desain kamar 3×3 untuk suasana yang lebih nyaman. Semoga membantu ya.

(elk/abr)



Sumber : www.detik.com

Mudah! Begini Hitung-hitungan Biaya Bangun Rumah Tipe 21, 36, dan 45



Jakarta

Saat ini harga tanah semakin mahal per meternya. Selain itu lahan yang tersedia terutama di kota-kota besar juga tidak begitu luas. Alhasil, mau tak mau ukuran rumah tidak bisa dibuat begitu luas mungkin hanya cukup untuk tipe rumah 21 meter persegi, 36 meter persegi, dan 45 meter persegi.

Biasanya rumah ukuran 21 meter persegi, 36 meter persegi, dan 45 meter persegi cukup untuk dibuat 2 kamar dan 1 kamar mandi atau minimal 1 kamar tidur. Apabila kamu memang sedang ingin membangun rumah dengan ukuran tersebut, hal yang perlu kamu siapkan adalah dana. Perencanaan biaya yang baik akan membuat kamu terhindar dari biaya yang tidak diperlukan. Lantas, bagaimana memperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah masing-masing ukuran tadi?

Besaran Biaya Pembangunan Rumah Tipe 21, 36, dan 48

Profesional Kontraktor PT.Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki mengatakan bahwa biaya pembangunan rumah biasanya sekitar Rp 4-5 juta per meter persegi di daerah Jabodetabek, tapi bisa juga berubah tergantung bahan yang dipilih.


Dengan harga tersebut, kamu sudah bisa memilih beberapa tipe rumah yang dilengkapi dengan 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan dapur.

Kemudian, siapkan pula biaya untuk pemasangan instalasi listrik. Panggah mengatakan kisaran harganya mulai dari Rp 400.000. Selain biaya untuk pembangunan rumah, kamu juga perlu memiliki dana darurat sekitar 10-15% dari total biaya jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Rumah Tipe 21

Rumah tipe 21 adalah sebutan yang biasa dipakai untuk luas bangunan 21 meter persegi. Biasanya bangunan ini memiliki dimensi 3 x 7 meter, 5,25 x 4 meter, dan 6 x 3,5 meter. Dengan luas dan dimensi tersebut, rumah tipe 21 ini bisa dikategorikan sebagai rumah yang kecil. Sementara itu, untuk hitung-hitungan biaya pembangunan rumah tipe 21 sebagai berikut.

Biaya konstruksi 21 meter persegi x Rp 4 juta-Rp 5 juta = Rp 84 juta-Rp 105 juta

Biaya instalasi listrik = Rp 400 ribu

Biaya tak terduga 10% x (Biaya konstruksi + biaya instalasi) = 10% x Rp 84,4 juta-Rp 105,4 juta = Rp 8,4 juta-Rp 10,5 juta

Total biaya = Rp 92,8 juta-Rp 116 juta

Rumah Tipe 36

Rumah dengan tipe 36 dibangun dengan dimensi 6 x 6 meter atau 9 x 4 meter. Biasanya rumah tipe ini cocok untuk keluarga kecil atau pasangan yang baru menikah. Sementara itu, untuk hitung-hitungan biaya pembangunan rumah tipe 36 sebagai berikut.

Biaya konstruksi 36 meter persegi x Rp 4 juta-Rp 5 juta = Rp 144 juta-Rp 180 juta

Biaya instalasi listrik = Rp 400 ribu

Biaya tak terduga 10% x (Biaya konstruksi + biaya instalasi) = 10% x Rp 144,4 juta-Rp 180,4 juta = Rp 14,4 juta-Rp 18 juta

Total biaya = Rp 158,8 juta-Rp 198,4 juta

Rumah Tipe 45

Rumah tipe 45 umumnya dibangun dengan dimensi 6 x 7,5 meter dan sudah mulai memasuki segmen middle-low. Sementara itu, untuk hitung-hitungan biaya pembangunan rumah tipe 45 sebagai berikut.

Biaya konstruksi 45 meter persegi x Rp 4 juta-Rp 5 juta = Rp 180 juta-Rp 225 juta

Biaya instalasi listrik = Rp 400 ribu

Biaya tak terduga 10% x (Biaya konstruksi + biaya instalasi) = 10% x Rp 180,4 juta-Rp 225,4 juta = Rp 18 juta-Rp 22,5 juta

Total biaya = Rp 198,4 juta-Rp 247,9 juta

Perlu diingat bahwa perkiraan harga tersebut belum mencakup harga tanah, ya. Jadi kamu perlu menambahkan harga tanah yang kamu beli sesuai dengan harga pasar agar bisa mendapatkan perkiraan biaya bangun rumah untuk tipe 21, 34, dan 45 dengan lebih tepat.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Cara Mengukur Tinggi Ideal Plafon Agar Rumah Sejuk dan Tak Pengap


Jakarta

Plafon rumah adalah atap yang terlihat dari dalam rumah. Plafon ini juga sering disebut sebagai langit-langit rumah. Biasanya rumah-rumah di Indonesia memakai plafon berwarna putih yang terbuat dari gypsum.

Saat kamu hendak memasang plafon, tidak bisa dilakukan sembarang. Ketinggiannya harus diperhitungkan agar sirkulasi udara maksimal di dalam rumah. Bahkan disarankan plafon sebaiknya dibuat setinggi mungkin.

Rumah dengan plafon rendah terkesan sempit dan sesak. Sementara langit-langit yang tinggi membuat hunian tampak luas dan lega. Lantas, berapa tinggi plafon yang pas? Adakah tinggi ideal plafon rumah?


Tinggi Ideal Plafon Rumah

Direktur Utama PT Sanskara Bumi Perkasa, Harismawan Akbar Dwiatmojo, mengatakan tinggi ideal plafon rumah sebaiknya tidak kurang dari 2,4 meter (m) dari lantai. Selain dilihat dari jarak, ketinggian plafon yang ideal juga dipengaruhi oleh iklim wilayah di rumah itu berada. Sebagai contoh di Indonesia, sebaiknya ketinggiannya sekitar 2,8-3,2 meter untuk daerah yang bersuhu panas dan 2,4-2,5 meter untuk daerah yang lebih dingin.

“Untuk rumah di daerah dingin sebenarnya dapat dibuat lebih pendek karena mampu menangkap panas sehingga dapat hemat energi. Untuk bangunan rumah di daerah tropis dibuat sebaliknya, agar sirkulasi udara lebih lancar dan udara panas tidak terperangkap di dalam rumah,” tuturnya seperti yang dikutip Rabu (11/9/20224).

Dikutip dari Alexander and Pearl, untuk rumah yang berada di daerah yang lebih dingin dari Indonesia, plafon yang disarankan adalah yang rendah sehingga memberikan rasa hangat dan nyaman. Namun, perlu diingat plafon yang rendah membuat ruangan terasa sempit dan tidak disarankan untuk memasukkan perabotan yang terlalu tinggi.

Alasan plafon rendah tidak cocok di Indonesia dikarenakan suhu panas bisanya terperangkap di plafon rumah. Semakin dekat dengan plafon, maka penghuni rumah akan sering merasakan panas dan pengap. Sebagai gantinya, kamu bisa membuat banyak ventilasi udara seperti jendela atau lubang di beberapa sisi rumah agar ada pergantian udara.

Sebaliknya, plafon yang tinggi membuat rumah terasa lega dan terbuka. Hunian juga terkesan lebih luas, megah, dan sirkulasi udaranya bagus.

Tinggi rendahnya plafon juga berpengaruh pada pencahayaan rumah. Plafon yang tinggi pemasangan jendela akan mengikuti dengan luas fasad rumah. Semakin tinggi fasadnya, maka sinar matahari bisa masuk lebih mudah. Sementara itu, Hunian apabila plafon pendek, pencahayaan dari matahari akan masuk secukupnya.

Cara Menghitung Tinggi Ideal Plafon Rumah

Jika kamu membangun rumah sendiri, cara menghitung tinggi plafon rumah bisa dilakukan dengan menjadikan tinggi badan sebagai patokan. Caranya tambahkan ukuran tinggi badan dengan 76 centimeter (cm).

Sebagai contoh tinggi badan kamu misalnya 180 cm. Maka 180 + 76 cm = 256 cm atau setara 2,56 m. Maka 2,56 meter adalah tinggi ideal plafon rumah Z.

Tinggi plafon ini juga bisa jadi acuan untuk acuan di ruangan lain seperti kamar tidur atau kamar mandi.

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Ternyata Begini Lho Membuat Dapur yang Ideal


Jakarta

Menciptakan dapur yang ideal, nyaman dan fungsional memerlukan perhatian pada berbagai elemen, dari ukuran ruangan hingga material yang digunakan.

Kamu dapat menentukan ukuran dapur sendiri, tentu dengan ukuran yang ideal, ukuran meja berdasarkan tinggi badan, jenis lantai apa yang cocok,serta material terbaik untuk dapur. Bukan hanya sekedar tempat memasak, dapur juga merupakan pusat aktivitas dirumah.

Menetapkan Prioritas

Ukuran dapur sangat bergantung pada beberapa faktor seperti, berapa luas ruangan di rumah untuk dapur.


Diperlukan banyak ruang untuk dapur, karena dapur bukan hanya untuk tempat memasak, atau juga menyimpan peralatan, bisa jadi tempat makan atau bahkan yang hobi memasak menjadikan dapur untuk tempat hiburan dan melampiaskan bakatnya.

Standar Ukuran Dapur yang Ideal

Agar bisa mendapatkan dapur yang fungsional, kamu harus mengikuti beberapa standar ukuran yang ideal.

Bagi kamu yang memiliki rumah dengan ruang terbatas, ukuran dapur kecil yang ideal adalah sekitar 2,5 x 3m, dengan ukuran ini kamu bisa mendapatkan dapur yang cukup untuk menampung lemari es, kompor dan wastafel.

Jika memiliki ruang yang lebih besar atau berukuran sedang sekitar 3 x 3 m, kamu bisa menambahkan kabinet yang lebih banyak untuk penyimpanan ekstra.

Aturan Segitiga Kerja (Work Triangle)

Dalam menentukan ukuran dapur yang ideal, kamu juga perlu memperhatikan aturan segitiga kerja.

Ini adalah konsep desain yang mengatur 3 area utama dapur yaitu, kompor, wastafel dan lemari es.

Dalam ulasan Detikcom, Rabu (14/2/2024) diungkap jika pada saat membuat desain dapur impian, benda utama yang harus ada di sana adalah kompor.

Menyusun Tata Letak Dapur

Setelah menentukan ukuran dapur, tata letak juga penting untuk diperhatikan. Seperti, dapur linear (satu baris) cocok untuk dapur kecil dengan lebar minimal 1,5 meter.

Selain itu terdapat pula jenis dapur L-shape, jenis dapur ini sesuai dengan ruangan yang lebih luas agar memungkinkan penggunaan sudut secara optimal.

Bisa juga kamu memakai jenis U-shape yang di rekomendasikan untuk dapur dengan ruang besar, agar memberikan banyak ruang kerja dan penyimpanan yang efisien.

Memaksimalkan Ukuran Dapur

Untuk memaksimalkan ukuran dapur ada beberapa tips agar dapur terasa lebih luas dan efisien, salah satunya adalah kabinet gantung.
Pertanyaannya, apa itu kabinet gantung?

Mengutip ruparupa.com, kabinet gantung adalah lemari atau rak penyimpanan yang berfungsi untuk meletakkan perlengkapan dapur yang berukuran kecil seperti, bumbu dapur, piring, mangkuk serta benda kecil lainnya.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Segini Ukuran Kamar Anak yang Ideal di Rumah


Jakarta

Sebagai orang tua, merancang kamar anak yang nyaman dan fungsional adalah prioritas. Salah satu elemen penting dalam desain kamar anak adalah menentukan ukuran kamar anak yang ideal.

Ruang yang memadai tidak hanya mendukung kenyamanan, tetapi juga membantu tumbuh kembang anak dengan optimal. Berikut ini informasi untuk membuat kamar anak yang ideal di rumah.

Ukuran Kamar Anak Berdasarkan Usia

Setiap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda dalam hal ruang, seperti balita usia 0-5 tahun ukuran kamar yang ideal adalah 9-10 meter persegi. Untuk balita kamar tidur tidak memerlukan banyak ruang, karena kebutuhan utama mereka area tidur dan sedikit ruang bermain. Jika kamu memiliki anak usia sekolah (6-12) tahun, maka kamu harus menyediakan ruang sekitar 10-12 meter persegi.


Anak usia sekolah membutuhkan ruang untuk belajar, bermain, dan menyimpan barang-barang pribadi. Kamu juga bisa menambahkan meja belajar dan rak buku agar anak bisa beraktivitas dengan nyaman.

Ada pula kamar untuk usia remaja sekitar 13 tahun ke atas, ukuran kamar yang cocok untuk anak usia remaja berkisar di 12-15 meter persegi, remaja membutuhkan lebih banyak ruang untuk privasi, penyimpanan, dan area belajar yang lebih besar. Kamar mereka juga bisa kamu lengkapi dengan tempat duduk tambahan atau meja kerja yang luas.

Tips Memaksimalkan Ruang di Kamar Anak

Untuk ruang yang terbatas, ada beberapa cara agar kamar anak tetap fungsional dan nyaman. Kamu bisa menggunakan tempat tidur dengan laci penyimpanan atau meja belajar yang bisa dilipat.

Pemanfaatan dinding juga harus kamu perhatikan, dengan memasang rak dinding untuk menyimpan mainan, buku, atau barang-barang lain agar menghemat ruang. Zonasi ruangan untuk membagi kamar menjadi beberapa zona seperti area tidur, belajar, dan bermain agar ruangan lebih teratur dan fungsional.

Desain Kamar Anak Minimalis untuk Ruang Kecil

Jika kamu memiliki kamar anak dengan luas terbatas, desain minimalis bisa menjadi solusi yang tepat. Gunakan furnitur esensial dan pertimbangkan warna cerah seperti putih atau pastel untuk memberikan kesan luas pada ruangan, gunakan juga tempat tidur bertingkat atau meja lipat untuk menghemat ruang.

Mengutip dari coohom.com, pada Kamis (12/7/2024). Pilih furnitur yang ukurannya sesuai dengan ruangan dan usia anak. Sertakan banyak ruang penyimpanan untuk menjaga mainan, pakaian, dan barang-barang lainnya agar tetap teratur.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Segini Ukuran Kamar Anak yang Ideal


Jakarta

Sebagai orang tua, merancang kamar anak yang nyaman dan fungsional adalah prioritas. Salah satu elemen penting dalam desain kamar anak adalah menentukan ukuran kamar anak yang ideal.

Ruang yang memadai tidak hanya mendukung kenyamanan, tetapi juga membantu tumbuh kembang anak dengan optimal. Mengutip coohom.com, pilih furnitur yang ukurannya sesuai dengan ruangan dan usia anak. Sertakan banyak ruang penyimpanan untuk menjaga mainan, pakaian, dan barang-barang lainnya agar tetap teratur.

Ukuran Kamar Anak Berdasarkan Usia

Setiap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda dalam hal ruang, seperti balita usia 0-5 tahun ukuran kamar yang ideal adalah 9-10 meter persegi. Untuk balita kamar tidur tidak memerlukan banyak ruang, karena kebutuhan utama mereka area tidur dan sedikit ruang bermain.


Jika kamu memiliki anak usia sekolah (6-12) tahun, maka kamu harus menyediakan ruang sekitar 10-12 meter persegi.

Anak usia sekolah membutuhkan ruang untuk belajar, bermain, dan menyimpan barang-barang pribadi. Kamu juga bisa menambahkan meja belajar dan rak buku agar anak bisa beraktivitas dengan nyaman.

Ada pula kamar untuk usia remaja sekitar 13 tahun ke atas, ukuran kamar yang cocok untuk anak usia remaja berkisar di 12-15 meter persegi, remaja membutuhkan lebih banyak ruang untuk privasi, penyimpanan, dan area belajar yang lebih besar. Kamar mereka juga bisa kamu lengkapi dengan tempat duduk tambahan atau meja kerja yang luas.

Tips Memaksimalkan Ruang di Kamar Anak

Untuk ruang yang terbatas, ada beberapa cara agar kamar anak tetap fungsional dan nyaman. Kamu bisa menggunakan tempat tidur dengan laci penyimpanan atau meja belajar yang bisa dilipat.

Pemanfaatan dinding juga harus kamu perhatikan, dengan memasang rak dinding untuk menyimpan mainan, buku, atau barang-barang lain agar menghemat ruang. Zonasi ruangan untuk membagi kamar menjadi beberapa zona seperti area tidur, belajar, dan bermain agar ruangan lebih teratur dan fungsional.

Desain Kamar Anak Minimalis untuk Ruang Kecil

Jika kamu memiliki kamar anak dengan luas terbatas, desain minimalis bisa menjadi solusi yang tepat. Gunakan furnitur esensial dan pertimbangkan warna cerah seperti putih atau pastel untuk memberikan kesan luas pada ruangan, gunakan juga tempat tidur bertingkat atau meja lipat untuk menghemat ruang.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

6 Hal yang Wajib Kamu Pertimbangkan Sebelum Membuat Kolam Ikan



Jakarta

Kolam di halaman rumah dapat mengubah ruang menjadi tempat beristirahat yang tenang bagi penghuni rumah. Kolam menyediakan fitur air yang menyenangkan dan mendukung tanaman air serta ikan.

Membuat kolam ikan tidak bisa sembarangan, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum membuat kolam ikan. Seperti lokasi, ikan apa yang akan digunakan, dan lain sebagainya.

Melansir Fishkeeping Forever, Kamis (3/10/2024), berikut beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum membangun kolam ikan di rumah agar tidak terjadi kesalahan.


Lokasi yang Ingin Kamu Ciptakan

Membuat kolam ikan di rumah tidak bisa asal dalam memilih lokasi. PIlihlah tempat yang terkena sinar matahari sebagian, terlalu banyak sinar matahari langsung dapat menyebabkan pertumbuhan alga.

Sedangkan apabila tidak memiliki sinar matahari sebagian dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Pastikan lokasi datar dan jauh dari akar pohon atau utilitas bawah tanah.

Kolam ikan harus menjadi ekosistem interaktif yang utuh setelah dibangun. Kamu juga perlu menjaga suhu air untuk perkembangan ikan dan tumbuhan di kolam kamu.

Ukuran dan Bentuk yang Tepat

Ukuran dan bentuk kolam ikan kamu bergantung pada ruang dan preferensi kamu. Kolam yang lebih besar dapat menampung lebih banyak ikan dan berbagai tanaman, sedangkan kolam yang lebih kecil lebih mudah dirawat.

Bentuk lengkung seringkali tampak lebih alami, namun bentuk geometris dapat memberikan estetika modern untuk kolam ikan kamu.

Jenis Ikan yang Dipakai

Ikan terbaik untuk kolam kamu akan bergantung pada lokasi tempat tinggal kamu. Belilah ikan yang menyukai lingkungan dan ekosistem yang sedekat mungkin dengan lingkungan tempat tinggal kamu.

Sama halnya seperti merawat ikan di aquarium, kamu juga harus merawat ikan di kolam dengan baik. Pilih jenis ikan yang tepat untuk iklim, ukuran kolam, dan satu sama lain. Tidak semua ikan bisa akur, pastikan jenis spesiesnya cocok.

Jenis ikan yang tepat, seperti ikan koi, ikan mas, ikan guppy, ikan sapu-sapu, dan lain sebagainya.

Tanaman yang Tepat

Tanaman hidup di kolam ikan dapat membantu membersihkan air dan menambah oksigen bagi ikan kamu. Tanaman air menjadi pilihan yang terbaik,

Teratai air sangat cantik di kolam ikan kamu, tetapi harganya bisa mahal. Beberapa pilihan tanaman bagus lainnya termasuk tanaman yang mengapung bebas seperti eceng gondok atau selada air.

Periksa Pipa Bawah Tanah

Sebelum menggali tanah di kebun kamu, pastikan tidak ada pipa bawah tanah, kabel listrik, dan lain sebagainya. Pilih area yang tidak terlalu miring.

Jika kamu ragu, periksa akta properti atau otoritas setempat untuk informasi lebih lanjut tentang pipa dan kabel listrik bawah atau di dekat halaman kamu.

Mengisi Air Kolam

Saat mengisi kolam, kamu dapat menggunakan air ledeng tetapi harus sudah tua dan diolah. Atau kamu dapat menggunakan air sumur atau bahkan air hujan.

Kamu perlu menambahkan kondisioner air atau penetral klorin ke air kolam sebelum menambahkan ikan, serta setiap kali mengganti air karena sejumlah alasan.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Ini Cara Mudah Menentukan Ukuran Rolling Door dengan Tepat


Jakarta

Rolling door merupakan pintu yang memiliki sistem buka-tutup dengan cara digulir oleh bantuan rel. Daun pintunya yang berdimensi besar didorong secara horizontal.

Jenis pintu ini biasanya digunakan pada garasi rumah, kios, maupun bangunan toko. Rolling door umumnya terbuat dari aluminium dan baja, lalu lebarnya dapat disesuaikan dengan lebar bidang bukaan.

Perlu diketahui, memasang rolling door tak semudah seperti memasang pintu konvensional pada umumnya. Harus dilakukan perhitungan yang matang agar rolling door dapat dibuka dan ditutup secara benar.


Lantas, bagaimana cara menentukan ukuran rolling door? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Cara Menentukan Ukuran Rolling Door

Sebelum memasang rolling door, perlu dilakukan perhitungan agar pintu bisa terpasang dengan tepat dan berfungsi secara baik. Mengutip situs Ideal Door Garage Doors, berikut cara menentukan ukuran rolling door:

1. Ukur Sisi Dinding

Langkah yang pertama adalah dengan mengukur sisi dinding. Fungsinya untuk mengukur tempat koil pintu akan dipasang.

2. Ukur Lebar Pembukaan Pintu

Hitung lebar pembukaan pintu dengan tepat. Pastikan dihitung secara akurat agar rolling door dapat ditutup dengan sempurna.

3. Ukur Tinggi Pembukaan Pintu

Karena rolling door dibuka ke atas, maka hitung juga tinggi pembukaannya. Sesuaikan ukuran rolling door dengan cara menghitung lebar x tinggi.

4. Ukur Ruang Kepala

Selain itu, pastikan juga kamu mengukur bagian ruang kepala. Ukur jarak antara bagian atas rolling door dan langit-langit rumah. Pastikan menghitungnya secara benar agar pintu tidak menabrak langit-langit saat dibuka.

Tips Memilih Rolling Door yang Tepat

Selain menentukan ukuran rolling door, detikers juga perlu memilih rolling door yang tepat. Berikut sejumlah tipsnya yang dirangkum dari catatan detikProperti:

1. Pilih Rolling Door Sesuai Kebutuhan

Sebelum memilih rolling door, pastikan kamu sudah mengetahui pintu apa yang dibutuhkan. Rolling door tersedia dengan berbagai bahan material dan ukuran.

Jika kamu membutuhkannya untuk tujuan bisnis dengan memasangnya di ruko atau kios, pastikan pilih rolling door yang punya fitur unggulan dan kualitas tinggi. Hal ini demi memberikan keamanan ekstra.

2. Pilih Penyedia yang Handal

Selain itu, pilih penyedia rolling door yang handal dan terpercaya. Pilih penyedia yang memiliki reputasi baik dan sudah dikenal luas. Hal ini penting agar kamu bisa mendapatkan kualitas rolling door terbaik dengan harga yang sesuai.

3. Merawat Rolling Door Secara Rutin

Tips yang terakhir adalah selalu merawat rolling door secara rutin. Karena rolling door umumnya terbuat dari alumunium, besi, atau baja, maka harus dilakukan perawatan agar tidak mudah berkarat.

Perlu diingat, rolling door yang sudah berkarat lebih rentan macet saat digunakan. Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan perawatan dengan memberikan lapisan anti karat di rolling door.

Itu dia cara mudah menentukan ukuran rolling door agar sesuai. Semoga dapat membantu detikers.

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

Segini Tinggi Pagar Rumah yang Ideal agar Terlihat Estetik


Jakarta

Hampir setiap rumah memiliki pagar yang berfungsi sebagai pembatas antara area hunian dengan jalan raya. Pagar juga berfungsi untuk memberikan rasa aman bagi penghuninya dari lingkungan luar.

Oleh sebab itu, beberapa hunian seperti rumah mewah dan besar sengaja membangun pagar yang tinggi. Cara ini dilakukan untuk memberikan keamanan ekstra dari orang yang berniat jahat, binatang liar, hingga suara bising dari luar.

Namun bagi sebagian orang, membangun pagar rumah yang tinggi memberikan kesan seperti ‘penjara’, kaku, dan terlihat tidak estetik. Lantas, berapa tinggi pagar rumah yang ideal? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Segini Tinggi Pagar Rumah yang Ideal

Fungsi utama pagar adalah untuk memberikan keamanan bagi para penghuni rumah. Namun, haruskah pagar dibangun setinggi mungkin?

Mengutip laman Bisesa Contractor, rata-rata tinggi pagar rumah yang ideal adalah 1,8 meter. Ukuran tersebut dinilai sudah cukup untuk memberikan perlindungan dari bahaya tindak kejahatan, suara bising, hingga binatang liar.

Namun, ada beberapa rumah yang memasang pagar hingga setinggi 2,5 meter. Biasanya, rumah tersebut merupakan hunian mewah yang dihuni pejabat, artis ternama, hingga orang penting yang membutuhkan keamanan dan kenyamanan.

Pada intinya, kamu bisa menyesuaikan tinggi pagar rumah dengan luas bangunan. Apabila rumah kamu mengusung konsep minimalis sederhana, pagar setinggi 1,8 meter dirasa sudah cukup. Namun jika memiliki rumah mewah dan luas, pagar setinggi 2,5 meter dapat memberikan perlindungan ekstra.

Tips Memilih Pagar yang Cocok dengan Rumah Kamu

Saat ini, ada banyak jenis dan bentuk pagar yang tersedia di pasaran. Jika kamu bingung ingin pilih yang mana, detikers bisa menentukan yang paling cocok dengan kondisi dan kebutuhan rumahmu.

Mengutip catatan detikProperti, berikut tips memilih pagar yang cocok dengan rumah kamu:

1. Privasi

Tips yang pertama terkait dengan privasi. Jika ingin menjaga privasi secara maksimal, maka disarankan untuk meninggikan panel pagar. Panel yang tinggi dan tertutup akan menghalangi tatapan tetangga.

2. Keamanan

Kamu juga harus memperhatikan soal keamanan sebelum memilih jenis atau bentuk pagar. Jika ingin mencegah maling, pilih panel pagar vertikal sehingga tidak ada pegangan kaki atau tangan yang dapat digunakan untuk memanjat.

3. Lokasi Pemasangan

Lokasi pemasangan pagar juga harus diperhatikan, lho. Kamu harus menentukan lokasi yang tepat memasang pagar rumah. Lalu, pertimbangkan medan pekarangan rumah kamu dan cek apakah ada penghalang seperti pohon atau batu yang perlu kamu akali.

4. Faktor Lingkungan

Jika detikers tinggal di daerah yang berangin, sebaiknya pertimbangkan pagar apa yang kuat menahan kondisi saat berangin. Panel semi-solid diklaim paling cocok karena masih memungkinkan angin melewati lubang di sela-sela panel, sehingga tidak membebani tiang penahan pagar.

5. Kualitas Material

Tips yang terakhir adalah memperhatikan kualitas material. Sebaiknya, selalu mencari pagar yang menggunakan bahan material kokoh sehingga bisa bertahan lama.

Demikian pembahasan mengenai tinggi pagar rumah yang ideal. Semoga dapat membantu detikers.

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com