Tag: ulang

  • 5 Jenis Furnitur yang Tidak Dicat Ulang, Jangan Sembarangan Ngecat!


    Jakarta

    Cat biasanya dipakai untuk mewarnai benda agar tampak lebih baru, lebih cantik, atau sesuai dengan warna favorit. Tapi jangan salah, karena ada furnitur yang tidak boleh dicat ulang.

    Jika sembarangan mengecat, suatu benda justru mungkin akan kehilangan estetika atau bahkan nilainya anjlok. Simak artikel ini untuk mengetahui 5 jenis furnitur yang tidak dicat ulang.

    Jenis Furnitur yang Tidak Dicat Ulang

    Dirangkum dari The Spruce dan Better Homes & Gardens, berikut ini 5 jenis furnitur yang tidak dicat ulang:


    1. Barang yang Baru Selesai Diproduksi Pabrik

    Mengecat furnitur mungkin akan aman-aman saja jika metode pengaplikasiannya tepat. Tapi jika berurusan dengan perabot baru yang baru selesai diproduksi pabrik, mungkin akan beda cerita.

    Sebaiknya detikers menunda mengecat perabot baru tersebut karena catnya mungkin tidak akan melekat dengan baik pada hasil akhir pabrikan. Nantinya cat akan mudah mengelupas, bahkan membuat perabot menjadi cepat aus.

    2. Barang Antik

    Barang-barang antik dihargai tinggi karena keotentikan dan usianya yang sudah tua. Jika detikers mengecatnya, maka barang antik ini akan kehilangan nilainya. Bila barang itu dijual, mungkin orang akan mengira barang itu adalah barang baru dan tidak memiliki nilai historis. Otomatis harganya juga akan turun drastis.

    3. Barang dari Kulit dan Kain

    Barang atau perabot dari bahan kulit dan kain juga termasuk dalam jenis furnitur yang tidak dicat ulang. Bahan kulit dan kain bisa berubah teksturnya menjadi kasar atau kaku jika dicat. Jika memang menginginkan warna yang sesuai keinginan, maka detikers bisa melapisinya atau mengganti permukaannya dengan bahan yang cocok.

    4. Trim Kayu Alami

    Trim kayu dapat mempercantik ruangan atau benda tertentu. Beberapa orang sengaja tidak mengecatnya karena kayu tersebut sudah memiliki warna alami yang menarik.

    Tambahan cat bisa jadi akan merusak keindahan serat alami kayu. Tapi jika ingin membuat penampilannya menjadi lebih segar, detikers bisa menggunakan plitur atau pernis agar serat kayunya masih terlihat.

    5. Engsel dan Gagang Pintu

    Ketika detikers mengubah cat tembok, mungkin juga akan mengubah warna pintunya. Tapi sebaiknya jangan mengecat bagian engsel dan gagang pintunya.

    Engsel dan gagang pintu biasanya berbahan logam. Jika bagian ini dicat, kemungkinan bisa mengurangi fungsinya, seperti terasa lengket atau bahkan tidak bisa diputar.

    Jika memang ingin mengubah warnanya, detikers harus melepas komponen dan mengecatnya satu per satu. Biarkan mengering terlebih dahulu, lalu pasang kembali komponennya.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengamalkan Doa Nabi Yunus untuk Hajat Lunasi Utang


    Jakarta

    Ketika Nabi Yunus AS berada di dalam ikan puas, beliau memanjatkan sebuah doa untuk hajat tertentu agar dimudahkan dari segala kesulitan seperti dalam kondisi terlilit utang. Berikut bacaan doa dan cara mengamalkan doa Nabi Yunus AS.

    Kisah dan doa Nabi Yunus AS diabadikan dalam surah Al Anbiya ayat 87 yang berbunyi,

    وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ


    Artinya: “(Ingatlah pula) Dzun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Tiada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

    Doa yang dipanjatkan oleh Nabi Yunus AS dimohonkan kepada Allah SWT untuk menyelamatkannya dari perut ikan besar yang menelannya. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Salim bin Abi al-Ja’di menyebutkan bahwa Nabi Yunus AS tidak hanya ditelan oleh satu ikan besar, tetapi kemudian ikan itu ditelan oleh ikan lain yang lebih besar, membuat kegelapan yang dialaminya menjadi dua kali lipat, ditambah dengan kegelapan lautan.

    Selama berada dalam perut ikan tersebut, Nabi Yunus AS mendengar suara tasbih dari ikan-ikan lain di lautan, bahkan dari telur-telur ikan yang jumlahnya tidak terhitung.

    Para ahli tafsir juga menyebutkan bahwa Nabi Yunus AS sempat mengira dirinya sudah meninggal. Namun, setelah berhasil menggerakkan tubuhnya, ia segera bersujud dan berdoa kepada Allah SWT untuk pertolongan.

    Bacaan Doa Nabi Yunus untuk Hajat

    لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

    Lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

    Artinya: “Tiada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

    Mengacu pada Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama RI, ketika berdoa Nabi Yunus AS menyadari atas kesalahannya yang ia perbuat sebagai Nabi dan Rasul, yakni tidak bersabar dan berlapang dada saat berdakwah di hadapan kaumnya.

    Cara Mengamalkan Doa Nabi Yunus

    Doa Nabi Yunus AS tidak hanya diamalkan untuk memohon petunjuk dan mengabulkan permohonan, tetapi juga untuk memohon kesembuhan dan wafat dalam keadaan syahid. Hal ini disampaikan dalam kitab Fathul Mu’in karya Al Imam Zainuddin bin Abdul ‘Aziz Al Malebari, seperti yang dikutip dari Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor.

    Menurut keterangan dalam kitab tersebut, “Barang siapa membaca doa ‘Laa ilaaha illaa anta...’ sebanyak 40 kali ketika sakit, jika ia meninggal karena sakitnya, akan diberi ganjaran seperti syuhada. Dan jika sembuh, ia akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Semoga Allah SWT mengampuni dan menyelamatkan kita dari azab neraka.”

    Para ulama sering membaca doa Nabi Yunus AS sebanyak 40 kali setelah salat Subuh. Beberapa juga mengamalkannya setiap hari sebanyak 1.000 kali untuk memohon pengampunan dosa.

    Keistimewaan Doa Nabi Yunus

    Keistimewaan lain dari doa Nabi Yunus AS pernah disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW, yakni dapat mengabulkan permohonan seorang muslim kepada Allah SWT.

    دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

    Artinya: “Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: ‘Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin’ Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR At Tirmidzi)

    Adab dan Sunah Berdoa

    Salah satu hal yang membuat doa terkabul ialah sikap yang benar saat berdoa.

    Banyak orang melakukan kesalahan dalam bersikap ketika berdoa yang sering kali tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Hal ini dapat mempengaruhi ketulusan niat dalam berdoa, sehingga wajar jika Allah SWT tidak mengabulkan permohonannya.

    Dikutip dari buku Rahasia Agar Doa Mustajab karya Ustaz Cinta, berikut adalah beberapa adab dan tata cara berdoa yang baik:

    1. Berdoalah dengan sungguh-sungguh dan yakin bahwa doa akan dikabulkan. Jangan berprasangka bahwa Allah SWT tidak akan mengabulkan doa kita. Keraguan dapat membuat doa menjadi tidak terkabul.

    2. Berdoalah dengan penuh kerendahan hati, tidak terburu-buru, dan dengan khusyuk. Khusyuk berarti merasa seakan-akan melihat Allah SWT, atau setidaknya merasa dilihat oleh-Nya, sehingga timbul keyakinan bahwa Allah SWT mendengar doa kita.

    3. Berdoalah hanya kepada Allah semata. Ini sangat penting karena doa adalah bentuk ibadah. Memohon kepada selain Allah SWT adalah kesyirikan, dan tiada yang mampu mengabulkan doa selain Allah SWT.

    Selain memahami adab dalam berdoa, muslim juga dianjurkan untuk mengamalkan sunah-sunah dalam berdoa, antara lain:

    • Berwudhu
    • Menghadap kiblat
    • Mengangkat tangan ke langit
    • Mengawali doa dengan pujian
    • Berdoa untuk diri sendiri terlebih dahulu
    • Mengulang-ulang doa
    • Berdoa di waktu mustajab
    • Mengucapkan amin

    Wallahu a’lam.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com