Tag: ular

  • Amit-amit Kejadian! Ini Penyebab dan Cara Ular Bisa Masuk ke Rumah


    Jakarta

    Penampakan ular bisa bikin geger orang-orang karena tergolong sebagai hewan berbahaya. Apalagi kalau ular muncul di dalam rumah, pasti ngeri banget deh!

    Lantas, kenapa ular masuk ke dalam rumah ya? Lalu, bagaimana caranya ular bisa masuk? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Ular Masuk Rumah

    Inilah beberapa alasan mengapa ular memasuki rumah seperti yang dikutip dari AAC Distributing.


    1. Mencari Tempat Tinggal Nyaman

    Ular biasanya mencari tempat untuk beristirahat yang suhunya nyaman bagi tubuh berdarah dingin mereka. Ular berpindah dari luar ke dalam rumah biasanya terjadi pada peralihan musim. Mereka bisa pindah untuk mendapatkan kehangatan.

    2. Mencari Mangsa

    Selain itu, ular bisa masuk rumah karena adala mangsa mereka, seperti tikus di dalam rumah. Ular memiliki indra penciuman yang kuat dan akan mengikuti aroma tikus ke dalam rumah, sehingga menemukan sumber makanan.

    3. Mencari Tempat Bersarang

    Mereka juga dapat berkeliaran sampai masuk rumah untuk membuat sarang alias bertelur. Kalau kamu menemukan sarang ular, sebaiknya biarkan saja dan segera hubungi petugas profesional. Ular bisa menjadi sangat protektif dan agresif jika ada yang mendekati sarangnya.

    Cara Ular Masuk Rumah

    Berikut ini sejumlah cara ular masuk rumah seperti yang dilansir dari family handyman.

    1. Celah dan Retakan Sekitar Pintu

    Celah dan retakan di sekitar pintu bisa menjadi titik masuk andalan bagi ular. Menurut pembasmi hama Tennessee Paul Osborne celah yang sangat kecil pun memudahkan akses ular ke dalam rumah.

    2. Celah Pada Dinding

    Osborne juga mengingatkan bahwa ular bisa masuk melalui celah-celah pada dinding atau eksterior rumah. Untuk itu, pastikan dinding rumah kamu dalam keadaan baik. Segera perbaiki kalau ada kerusakan akibat kelembapan.

    3. Merangkak ke Dalam Loteng

    Ular bisa memanjat rumah dan masuk melalui loteng ke dalam rumah. Ular yang memanjat rumah biasanya tertarik dengan bau tikus di loteng.

    Jadi penting untuk memastikan tidak ada tikus di rumah supaya ular tidak memasuki loteng. Pastikan juga semua celah tertutup rapat untuk mencegah ular masuk rumah.

    4. Kloset

    Meski jarang terjadi, ternyata sangka ular bisa muncul di kloset, lho. Mereka tidak muncul melalui pipa, biasanya, melainkan masuk dari atas mangkuk kloset.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Ini Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Pekarangan Rumah


    Jakarta

    Ular terkadang dapat ditemukan di pekarangan rumah, terutama kalau terdapat rumput tinggi dan semak-semak. Mereka bisa bersarang di pekarangan, lalu sewaktu-waktu dapat memasuki rumah.

    Jika menemukan tanda-tanda sarang ular, kamu perlu segera mengatasinya. Selain bentuknya yang mengerikan, ular bisa membahayakan penghuni rumah.

    Lantas, seperti apa ciri-ciri ada sarang ular di halaman rumah? Simak penjelasannya berikut ini.


    Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Pekarangan Rumah

    Inilah beberapa pertanda terdapat sarang ular di pekarangan rumah kamu.

    1. Lubang yang Berongga

    Dilansir dari detikJogja yang mengutip buku ‘Ular dan Reptilia Lain’ karya Steve Setford, salah satu tanda ada sarang ular adalah adanya lubang yang berongga. Biasanya ular akan menjadikan celah bebatuan, batang pohon berongga, hingga sarang ular atau hewan lain yang telah ditinggalkan sebagai tempat mereka tinggal.

    Hal inilah yang membuat saat menjumpai lubang yang berongga pada tempat-tempat tersebut. Penghuni rumah perlu berhati-hati saat menjumpai lubang berongga di sekitar halaman atau sudut rumah lainnya.

    2. Bekas Kulit Ular

    Selanjutnya ada terdapat bekas kulit ular yang dapat menandakan adanya sarang ular di sekitar rumah. Ular cenderung menanggalkan kulitnya secara rutin.

    Ular mengganti kulitnya adalah dengan menggosok-gosokkan di permukaan yang kasar. Inilah yang membuat sisa kulit ular menandakan keberadaan mereka di sekitar lokasi tersebut.

    3. Pola Liukan

    Ular termasuk hewan melata yang berjalan dengan cara meliuk-liukan tubuhnya. Hal ini secara tidak langsung dapat menunjukkan ular tersebut melewati area tersebut.

    Menurut laman Tom’s Guide, saat ular merayap di tanah tidak jarang mereka meninggalkan pola liukan yang membentuk lintasan tertentu. Tidak hanya sebagai tanda keberadaan mereka, pola liukan yang dihasilkan juga dapat dicermati untuk menentukan ukuran ular dan kecepatan mereka merayap di tanah.

    4. Kotoran Ular

    Adanya kotoran ular dapat menjadi salah satu ciri ular di sekitar kita. Kotoran ular dapat dijumpai pada lubang-lubang terbuka yang menjadi sarang bagi mereka tinggal. Ular yang masih tinggal di sarangnya, cenderung akan meninggalkan bekas kulit atau kotorannya begitu saja.

    5. Berkurangnya Hewan Kecil

    Halaman rumah menjadi salah satu tempat bagi para hewan kecil tinggal dan kerap disadari oleh manusia di sekitarnya. Misalnya saja adanya tikus, serangga, siput, hingga burung-burung liar.

    Saat populasi hewan kecil tersebut semakin berkurang, justru dapat menjadi pertanda adanya ular yang tinggal di sekitar lokasi tersebut. Ada kemungkinan hewan-hewan tersebut telah dimangsa oleh ular, sehingga populasinya berkurang.

    6. Tumpukan Dedaunan

    Ternyata tumpukan dedaunan juga dapat menjadi tanda adanya sarang ular di halaman rumah. Beberapa jenis ular justru membangun sarang dari tumpukan dedaunan.

    Nathan Rusli dalam bukunya ‘Panduan Bergambar Ular Jawa’, king cobra dengan nama ilmiah Ophiophagus hannah memiliki kecenderungan membangun sarang dari dedaunan. Sarang tersebut nantinya akan dipakai untuk menyimpan telur-telurnya.

    7. Suara Gemerisik yang Tak Biasa

    Suara gemerisik yang tidak seperti biasanya ternyata dapat menjadi salah satu ciri adanya sarang ular di halaman rumah. Diungkap dalam laman Nature Guard, suara gemerisik yang berasal dari halaman rumah atau lokasi lain di sekitar rumah bisa menjadi salah satu tanda adanya ular. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk memasang jebakan ular di area tersebut.

    8. Sisik Ular

    Selain kulit, ternyata ditemukannya sisik ular juga dapat menandakan adanya ular di sekitar lokasi tersebut. Mengutip dari jurnal ‘Inventarisasi dan Sebaran Spasial Spesies Ular di Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (Kphl) Batu Tegi’ karya Duta Aditya Putra Pradana, dkk., disampaikan bahwa sisik ular yang ditemukan tidak jarang menandakan adanya aktivitas reptil ini di lokasi tersebut.

    Itulah beberapa ciri adanya sarang ular di halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    Artikel ini sudah tayang di detikJogja.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tanaman yang Menghalangi Ular Masuk Rumah


    Jakarta

    Kemunculan ular di pekarangan dapat membuat penghuni rumah khawatir. Meski tidak semua ular berbisa, hewan melata itu sudah terkenal berbahaya dan ditakuti, apalagi jika sampai tergigit.

    Agar halaman rumah terhindar dari ular, sejumlah pencegahan dapat dilakukan. Salah satunya dengan menanam tanaman pengusir ular. Apa saja?

    Tanaman Penghalang Ular

    Ular tidak menyukai aroma menyengat. Sejumlah tanaman yang mengeluarkan aroma tajam dapat ditanam di halaman rumah. Mengutip Homes & Gardens, berikut sederet tanaman yang bisa menghalangi ular masuk ke pekarangan rumah menurut ahli pengendali hama:


    1. Marigold

    Berkat aromanya yang kuat, marigold tidaknya dapat mengusir serangga tetapi juga ular. Tanaman berbunga cerah ini memiliki akar yang tumbuh dalam dan agresif.

    Akarnya yang kokoh dapat mengeluarkan bau tajam yang mampu mengusir ular dan tikus Akar marigold yang tumbuh agresif juga bisa menjangkau persembunyian ular sehingga baunya akan mencapai jauh ke dalam tanah.

    2. Lavender

    Lavender.Ilustrasi lavender Foto: Mohammed Harith Khalil/Wikimedia Commons

    Lavender punya aroma menyengat yang tidak disukai ular dan mampu mengganggu indera penciumannya. Hewan melata itu akan menghindari tanaman berbunga ungu ini dan menjauh. Lavender dapat ditanam di area pekarangan sebanyak 5-10 tanaman.

    3. Rosemary

    Rosemary memiliki bau tajam yang bantu menghalangi ular masuk halaman rumah. Meski begitu, tanaman herba ini sebaiknya cukup ditanam dalam jumlah sedang atau di dalam pot karena daunnya yang lebat khawatir menjadi tempat persembunyian ular.

    4. Allium

    Berkat tingginya kandungan sulfonat dan bau yang menyengat, genus tanaman allium efektif mengusir ular dan hama lainnya. Tanaman allium antara lain bawang putih, bawang bombay, dan kucai.

    5. Serai

    Lemongrass or Lapine or Lemon grass or West Indian or Cymbopogon citratus were planted on the ground. It is a shrub, its leaves are long and slender green. It is an herb which was made into food and medicine.Tanaman serai Foto: Getty Images/iStockphoto/Nanniie_iiuu

    Meski aroma menyegarkannya kerap dimanfaatkan untuk bumbu masakan, bau yang dikeluarkan serai tidak disenangi ular. Tanaman rempah ini dapat ditanam di atas tanah alih-alih di dalam pot.

    Hindari menanam terlalu banyak serai di pekarangan karena bentuknya yang mirip semak khawatir menjadi tempat bersembunyi ular.

    6. Lidah Mertua

    Disebut juga sansevieria atau ‘snake plant’, tanaman lidah mertua ini mempunyai daun tinggi dan melengkung seperti pedang yang membuat ular tidak suka. Entah karena hewan melata itu merasa terancam atau karena tepi daunnya yang tajam.

    Lidah mertua subur di luar ruangan di wilayah beriklim hangat. Untuk menanamnya, letakkan di tempat yang terang tetapi jangan tepat di bawah sinar matahari langsung. Hindari menanamnya di tanah basah karena dapat menyebabkan akarnya membusuk.

    7. Eucalyptus

    tanaman EucalyptusTanaman eucalyptus Foto: iStockphoto

    Eucalyptus mengeluarkan aroma kuat sepanjang tahun. Berkat aromanya itu, tanaman ini bukan hanya dapat mengusir serangga tapi juga ular. Pertimbangkan menanam eucalyptus jika memiliki halaman sempit.

    8. Daffodil

    Daffodil mencegah ular masuk pekarangan secara tidak langsung. Tanaman ini lebih tepatnya mengusir tikus yang jadi makanan ular. Semakin sedikit sumber makanan ular di halaman rumah maka semakin kecil kemungkinan hewan melata itu datang.

    Apakah Tanaman Benar Mampu Menghalangi Ular Masuk Halaman Rumah?

    Dilansir Envynature, tanaman saja tidak menjamin pekarangan bebas ular. Sebab ular biasanya tertarik dengan area yang banyak tempat persembunyian, sumber makanan, dan kehangatan. Sehingga menanam tanaman pengusir ular tidak sepenuhnya menghalangi mereka masuk halaman rumah.

    Tanaman pengusir ular hanya menciptakan lingkungan tidak menyenangkan dengan mengeluarkan aroma tajam yang mencegah ular masuk ke area tersebut. Meski tidak menyukai aroma menyengat, ular mampu menoleransi bau tersebut jika mereka merasa terancam atau terdapat sumber makanan di sana.

    Menanam tanaman di atas yang dikombinasikan dengan rutin merawat halaman barulah bisa bantu mengusir ular. Perawatan halaman di sini mencakup:

    • Membersihkan gundukan tanah, yang mungkin jadi tempat persembunyian ular.
    • Menanam tanaman yang tidak berbentuk semak-semak rapat.
    • Memangkas tanaman liar secara teratur.
    • Memastikan pekarangan bebas hewan pengerat yang jadi sumber makanan ular.
    • Menempatkan tanaman pengusir ular di sejumlah titik masuk potensial ular untuk mengurangi kemungkinan hewan melata tersebut memasuki pekarangan.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Penyebab Ular Masuk Rumah dan Cara Cegahnya!



    Jakarta

    Pernahkah kamu mendengar ada orang yang menemukan ular di dalam rumah? Kejadian mengerikan seperti bisa saja terjadi pada rumah siapapun.

    Kamu bisa menemukan ular bersembunyi di kamar mandi, plafon, bahkan lemari. Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan lantaran ular termasuk hewan yang berbahaya.

    Lalu, kenapa ular masuk rumah ya? Yuk, simak ulasan berikut ini.


    Penyebab Ada Ular Masuk Rumah

    Ular biasanya mendekati rumah adalah untuk mencari sumber makanan dan tempat berlindung. Dilansir dari Urban Wildlife Control, suhu udara mempengaruhi ular untuk masuk rumah. Ular merupakan hewan berdarah dingin, sehingga mereka akan mencari tempat yang sejuk dan teduh di siang hari dan tempat yang hangat dan terisolasi di malam hari.

    Keberadaan tikus di rumah dapat mengundang kedatangan ular. Mereka tertarik dengan tikus-tikus yang mendekati sisa makanan di sekitar rumah.

    “Buang sisa makanan di tempat sampah dan jangan sampai keluar ke selokan, khawatir mengundang tikus. Lalu, jangan menumpuk barang terlalu lama, pohon yang sudah menjulang ke arah rumah dipangkas,” ujar Sioux One kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Cara Mencegah Ular Masuk Rumah

    Dikutip dari Rentokil, berikut cara mencegah ular masuk ke rumah.

    1. Basmi Tikus Agar Ular Tidak Masuk

    Tikus adalah makanan utama ular, maka pastikan tidak ada tikus di halaman dan dalam rumah. Ular menggunakan lidah mereka untuk mendeteksi mangsa, jadi bersihkan lingkungan sekitar, hilangkan sumber makanan tikus, dan tutup rapat lubang yang mungkin menjadi pintu masuk tikus.

    2. Potong Rumput di Halaman

    Rumput yang terlalu tinggi bisa menjadi tempat persembunyian bagi ular. Potong rumput secara teratur untuk mencegah ular bersembunyi dekat rumah.

    3. Tutup Retak dan Celah pada Dinding

    Retak dan celah pada dinding adalah pintu masuk potensial bagi ular. Pastikan untuk menutup semua celah, terutama yang mungkin terbentuk akibat kerusakan dinding.

    4. Pasang Pagar atau Tembok sebagai Benteng

    Jika rumahmu dekat dengan hutan atau area yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya ular, pasanglah pagar atau tembok di sekitarnya. Langkah ini akan memberikan lapisan pertahanan ekstra, mencegah ular mendekati rumah, dan membuat sarang di halaman.

    5. Bersihkan Kekacauan di Halaman

    Kekacauan di sekitar rumah, seperti tumpukan barang tak terpakai, rumput kering, atau batuan, bisa menjadi tempat yang nyaman bagi ular. Selalu pastikan halaman rumahmu bersih dari barang-barang tersebut untuk mengurangi kemungkinan ular berkumpul di dekat atau di dalam rumah.

    Itulah penyebab dan cara cegah ular masuk rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Rumah, Jangan Anggap Sepele


    Jakarta

    Keberadaan ular di sekitar rumah bisa membahayakan penghuni, terutama jika hewan tersebut berbisa atau sangat buas. Karena itu, keberadaan ular wajib diketahui penghuni sehingga bisa disiapkan langkan pengamanan selanjutnya.

    Ular biasa tinggal d sarang yang hangat dan tersembunyi, sehingga tak mudah ditemukan ular lain atau penghuni rumah.

    Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Rumah

    Ada beberapa ciri-ciri adanya sarang ular di rumah yang bisa diketahui. Berikut di antaranya:


    1. Ada Penampakan Jejak Ular

    Ketika berpindah dari tempat satu ke tempat lain, ula menggunakan kontraksi otot tubuh yang mendorong tubuhnya. Mengutip laman Revoke Snake Repellent, ular akan meninggalkan jejak di permukaan yang berdebu atau tertutup tanah. Biasanya jejak ular membentuk huruf, tapi juga bisa bervariasi tergantung pada gerakan ular.

    2. Ada Kulit Mengelupas

    Ular mengalami pergantian kulit yang diawali pengelupasan. Kulit yang telah mati ini ditinggalkan di area sekitar tempatnya tinggal.
    Kalau ditemukan sesuatu yang menyerupai ular tapi tidak bergerak, kemungkinan itu adalah kulit ular. Hal tersebut bisa jadi menandakan ada sarang ular di rumahmu.

    3. Ada Suara Aneh di Tempat yang Gelap dan Sempit

    Suara-suara aneh dari area tersembunyi di dalam atau area sekitar rumah bisa mengindikasikan aktivitas ular. Artinya, ada ular bersarang di tempat yang jarang digunakan atau didatangi. Misal loteng atau kamar mandi yang tidak digunakan.

    4. Hilangnya Hewan Pengerat di Rumah secara Misterius

    Tikus dan hewan pengerat lain yang tinggal di sekitar rumah bisa menjadi korban serangan ular. Jika penghuni rumah melihat satu atau dua tikus di sekitar rumah menghilang tiba-tiba, hewan tersebut kemungkinan menjadi korban ular.

    5. Ada Kotoran Ular

    Kotoran ular mirip feses burung dengan cairan berwarna kuning dan putih yang mengandung urea. Jika menemukan kotoran ular jangan disentuh meski penasaran.

    Menurut laman wildlife removal, kotoran ular mengandung bakeri salmonella yang menyebabkan salmonesis. Kondisi ini adalah keracunan yang menyebabkan gangguan gastrointestinal serius.

    6. Ada Bau yang Aneh

    Keberadaan ular bisa diketahui dari bau aneh, yang muncul dari sarang atau tempatnya beraktivitas. Mengutip laman Accurate Pest Control, apabila bau ini terciun sebaiknya segera hubungi ahli untuk memastikan keberadaan ular.

    Cara Mengusir Ular

    Untuk mengusir ular, gunakan hal-hal yang tidak disukainya seperti asap dan zat berbau. Mengutip laman Call Northwest dan Smith Pets, berikut penjelasannya.

    1. Gunakan Asap

    Ular sensitif terhadap asap. Gali lubang api dan biarkan berasap selama beberapa hari. Cara ini bisa dilakukan untuk mengusir ular dari area rumah.

    2. Gunakan Zat Berbau

    Ular peka terhadap berbagai bau belerang, minyak cengkeh kayu manis, dan cuka. Tuang bahan-bahan ini di sekeliling rumah atau di area yang terdapat aktivitas ular.

    3. Singkirkan Tempat Berlindung Ular

    Selang, tumpukan kayu bakar, atau rumput tinggi bisa jadi tempat ular bersembunyi. Singkirkan spot-spot tersebut, sehingga ular tak bisa lagi bersembunyi.

    4. Singkirkan Sumber Makanan Ular

    Singkirkan hewan-hewan yang menarik perhatian ular dari rumah misal katak, burung, dan hewan pengerat.
    Selain itu, letakkan pakan hewan peliharaan atau ternak di tempat yang tertutup rapat. Makanan ini bisa menarik perhatian tikus dan hewan lain yang menjadi mangsa ular.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, 5 Tanaman Ini Bisa Jadi Tempat Persembunyian Ular di Rumah


    Jakarta

    Keberadaan ular di halaman bisa membuat penghuni rumah ketakutan. Ada beberapa hal yang bisa menarik ular untuk masuk ke pekarangan rumah, salah satunya tanaman.

    Beberapa tanaman bisa menjadi tempat persembunyian ular. Maka dari itu, kamu harus hati-hati saat memilih tanaman sebagai hiasan di rumah.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    1. Tanaman Semanggi

    bisnis daun semanggidaun semanggi Foto: dok. Koreaboo

    Tanaman dengan daun berbentuk hati ini sangat menarik perhatian. Apalagi jika dalam satu tangkai semanggi memiliki empat daun yang kerap dianggap sebagai tanda keberuntungan.

    Tanaman ini hanya hidup dalam waktu yang singkat. Namun, tingkat kepadatan daun semanggi yang tinggi di taman rumah bisa menjadi tempat mengumpan yang aman bagi ular.

    2. Bunga Melati

    Bunga melati.Bunga melati. Foto: iStock/Photographer

    Dilansir dari greenkin, ular menyukai bunga melati karena memiliki wangi yang harum dan dedaunan yang lebat.

    Hewan pengerat seperti tikus senang hidup di tempat gelap seperti di bawah semak-semak, yang membuat ular menangkap mereka dengan mudah. Ular juga suka mengumpat di balik tanaman dari predator.

    3. Pohon Jeruk

    Ilustrasi pohon jerukIlustrasi pohon jeruk Foto: Getty Images/mrtekmekci

    Ular tertarik pada pohon jeruk karena memberikan pasokan makanan yang banyak, tempat berlindung, hingga air. Alih-alih memakan buahnya, ular memburu hewan pengerat yang mengonsumsi jeruk.

    4. Rumput Tinggi

    Down low in tall grass perspective looking toward the lawn garden tractor. Suburban residential district neighborhood front yard in June near the city of Rochester in western New York State. NOTE: Colors and features on lawn tractor changed in Photoshop to be generic.Ilustrasi rumput. Foto: Getty Images/iStockphoto/Willowpix

    Jika halaman rumahmu memiliki rumput yang tinggi sebaiknya segera dipangkas. Sebab, rumput tinggi menjadi salah satu tempat yang digemari ular.

    Dilansir The Economic Times, rumput pampas bisa menjadi tempat persembunyian ular ketika memburu hewan pengerat atau serangga yang sedang berada di rumput tersebut.

    5. English Ivy

    A selection of photographs taken primarily in our English cottage garden of a wide variety of native plants, flowers, foliage and flora.English Ivy. Foto: Getty Images/Jack Holliday

    Tanaman English ivy memberikan tempat persembunyian yang pas bagi ular untuk membidik mangsanya, seperti serangga dan hewan pengerat kecil. Dedaunan yang rimbun memberikan tempat yang aman, sejuk, dan lembap bagi ular.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa mengundang dan menjadi tempat persembunyian ular.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Ular Sering Masuk Rumah di Musim Hujan, Ini Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Saat musim hujan, setelah banjir, atau badai, ular akan berpindah dari habitatnya. Oleh karena itu, saat musim hujan ular lebih sering masuk ke dalam rumah untuk mencari tempat yang lebih hangat. Setelah banjir, hujan lebat, atau badai, ular dapat berpindah dari habitatnya, yang menyebabkan mereka mencari tempat alternatif untuk mencari makanan dan tempat berlindung.

    Selain itu, musim hujan juga meningkatkan hewan seperti tikus dan katak yang jadi makanan utama ular. Hal tersebut akan menarik ular masuk ke area pemukiman untuk berburu, termasuk di rumah manusia.

    Cara Mencegah Ular Masuk Rumah

    Terkadang, ular akan memanjat tiang listrik dan kabel listrik untuk mencari makanan, seperti burung maupun hewan pengerat. Hal inilah yang kerap membuat ular bisa dengan mudah mengakses atap dan loteng rumah.


    Mengutip Critter Guard, berikut adalah adalah tips untuk mencegah ular masuk ke rumah saat musim hujan:

    1. Tutup Pintu dan Jendela Rumah

    Ular bisa masuk ke dalam rumah saat pintu dan jendela rumah terbuka. Kalau rumah kamu punya banyak akses terbuka, perhatikan setiap celahnya.

    Karena hal tersebut akan membuat risiko ular masuk lebih tinggi. Kalau pintu atau jendela terbuka supaya udara masuk, kamu bisa pertimbangkan untuk membeli kasa. Pasalnya kasa bisa mencegah hama dan ular memasuki rumah.

    2. Tutup Retakan atau Lubang-lubang yang Ada di Rumah

    Ular bisa merayap ke dalam celah-celah pintu, beton, teras kayu, lubang saluran air, hingga atap. Mereka akan bergerak di dalam celah-celah, sehingga menutupnya sangat penting untuk mencegah ular memasuki rumah.

    3. Pastikan Rumah Bersih dan Tidak Hewan Pengerat atau Serangga

    Supaya kamu tidak dimasuki ular setelah badai besar, pastikan di rumah kamu tidak jadi tempat tinggal hama seperti tikus (makanan ular).

    4. Rapikan Halaman Luar

    Memotong semua tanaman atau rumput, akan membantu mengurangi area tempat ular cenderung bersembunyi. Kamu perlu menyingkirkan tumpukan kayu, puing-puing, maupun daun yang biasanya jadi menjadi tempat persembunyian mereka.

    5. Pakai Obat Kimia Pengusir Ular

    Pengusir ular berguna dalam membantu mencegah dan menghalangi ular masuk rumah. Biasanya, obat kimia ini tersedia di sebagian besar toko perkakas.

    Penyebab Ular Sering Masuk ke Rumah saat Musim Hujan

    • Sebagai tempat alternatif untuk tempat berlindung dari cuaca dingin.
    • Mencari makanan seperti tikus, katak, dan serangga. Jika banyak mangsa di sekitar rumah, maka ular akan tertarik masuk.
    • Tempat yang senyap atau sepi dan jarang digunakan, seperti gudang, bawah tempat tidur, atau sudut-sudut rumah yang jarang dibersihkan juga bisa jadi tempat persembunyian yang ideal bagi ular.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Sederet Penyebab dan Cara Mencegah Ular Masuk ke Rumah


    Jakarta

    Ular yang masuk ke dalam rumah tentu menjadi momok bagi banyak orang. Kehadirannya tak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga bisa berbahaya, terutama jika jenis ular yang masuk tergolong berbisa.

    Mencegah ular datang ke rumah tidak bisa sebatas menutup celah-celah masuk, tetapi juga perlu berbagai upaya lain. Seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghindari adanya tumpukan barang, hingga memanfaatkan aroma tertentu yang tidak disukai ular.

    Penyebab dan Waktu Ular Kerap Datang ke Rumah

    Dikutip dari laman Northwest, ular lebih sering terlihat saat cuaca berada di suhu berkisar antara 27-32°C. Ular paling aktif pada pagi dan sore hari, sedangkan saat siang terik mereka cenderung bersembunyi.


    Menjelang akhir musim panas, aktivitas ular kembali meningkat sebelum mereka masuk kembali ke masa hibernasi atau brumasi. Sebelum mengetahui cara mencegahnya, pastikan kamu tahu seberapa mudah ular masuk ke rumahmu.

    Beberapa penyebab ular masuk ke rumah di antaranya:

    1. Mencari Habitat

    Habitatnya di alam kemungkinan sudah rusak atau terganggu oleh manusia. Kalau rumah kamu dekat dengan pohon, rerumputan, persawahan, atau area-area yang bisa menjadi tempat persembunyian ular, mungkin ini penyebab utama mudahnya ular masuk rumah.

    2. Mencari Tempat Berteduh

    Ular cenderung mencari tempat yang lebih hangat saat musim hujan, tapi juga mencari tempat berlindung dari panas. Ular mencari tempat yang teduh untuk berlindung saat musim kemarau.

    3. Musim Berkembang Biak

    Waktu pergantian musim biasanya menjadi musim ular berkembang biak. Jadi baiknya hati-hati dengan keberadaan ular yang lebih sering dari biasanya.

    4. Pakan Melimpah

    Mungkin di sekitar wilayah tersebut, tersedia pakan yang melimpah seperti tikus dan binatang lainnya, sehingga ular memilih tinggal dan berkembang biak di permukiman.

    Cara Mencegah Ular Masuk ke Rumah dan Ogah Datang Lagi

    Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah ular dari lingkungan tempat tinggalmu. Salah satu langkah sederhana adalah menutup celah atau lubang di sekitar rumah serta menjaga kebersihan taman.

    Dalam situs Lingkungan dan Warisan Pemerintah NSW, sebetulnya ular memiliki peran penting dalam ekosistem dan sebagian besar tidak berbahaya. Mereka hanya akan menyerang manusia jika merasa terancam atau terluka.

    Sebagian besar kasus gigitan terjadi ketika seseorang mencoba menangkap atau membunuh ular. Jadi, jika kamu menemukan ular di rumah atau taman, sebaiknya tidak bertindak sendiri.

    Menghubungi penangkap ular profesional atau damkar, sesegera mungkin setelah kamu melihat adanya ular, adalah langkah yang paling aman. Berikut cara mencegah ular masuk ke rumah, dikutip dari laman Homes to Love:

    Ular sering mencari tempat yang gelap dan terlindung seperti atap, bawah rumah, atau garasi. Pastikan kamu menutup semua celah dan lubang di area tersebut agar ular tidak memiliki akses untuk bersarang.

    Pemasangan kasa pada pintu dan jendela juga bisa menjadi solusi untuk menjaga aliran udara tanpa memberikan celah bagi ular masuk.

    2. Menjaga Kebersihan Taman

    Taman yang berantakan dengan tumpukan daun atau kayu bisa menjadi tempat persembunyian ideal bagi ular. Jaga agar rumput tetap pendek, bersihkan bedengan taman dari sisa tanaman, dan susun kayu dengan rapi agar tidak menjadi tempat berlindung ular maupun hewan pengerat yang menjadi mangsanya.

    Jika rumahmu sering didatangi ular, ubah kondisi kebun agar tidak menarik perhatian mereka. Potong rumput secara teratur, taburi bahan yang sulit dilewati ular seperti kerikil tajam atau kulit telur.

    Jangan lupa, potong ranting pohon yang menjulur ke atap atau jendela, karena mungkin ular merayap ke dalam rumah melalui jalur tersebut.

    Ular sering menggunakan celah pada dinding batu sebagai tempat berjemur, berlindung, atau mencari makanan seperti tikus dan katak. Jika kamu memiliki dinding berbatu atau struktur serupa, pastikan semua rongga tertutup agar tidak menjadi sarang ular.

    4. Jauhkan Kandang Ayam dan Burung

    Ular dapat tertarik pada ayam atau burung peliharaan, baik sebagai mangsa maupun karena sisa makanannya yang mengundang tikus. Gunakan kawat kasa di sekitar kandang ayam dan burung untuk mencegah ular masuk. Menjaga kebersihan kandang juga membantu mengurangi daya tarik bagi ular.

    5. Membuang Sisa Makanan dengan Benar

    Sisa makanan yang dibiarkan terbuka dapat menarik tikus, yang akhirnya dapat mengundang ular ke rumahmu. Pastikan semua sampah makanan dibuang ke tempat sampah tertutup agar tidak menarik hewan-hewan yang menjadi mangsa ular.

    6. Beri Aroma Menyengat sebagai Pengusir Ular

    Salah satunya kamu bisa taburi kamper yang memiliki bau menyengat dan tidak disukai ular. Letakkan di dekat lubang atau celah yang berpotensi menjadi tempat masuk ular.

    Tapi, kamper beracun bagi anak-anak dan hewan peliharaan, jadi gunakan dengan hati-hati. Adapun bahan alami lainnya yakni semprotkan minyak cengkeh dan kayu manis.

    Senyawa asam sulfonat dalam bawang juga dapat mengusir ular, jadi bisa juga gunakan air campuran bawang putih dan bawang merah dengan garam batu. Racikan lainnya bisa dengan tuangkan cuka putih dan potongan cabai di sekeliling area tersebut. Aroma menyengat sangat tidak disukai ular di antaranya adalah cuka dan cabai.

    Ramuan lainnya yakni campurkan jeruk nipis dengan cabai rawit atau minyak pepermin, lalu taburkan di sekitar rumah. Campuran ini mengeluarkan bau yang tidak disukai ular dan juga menyebabkan iritasi pada kulit mereka.

    7. Menanam Tanaman yang Beraroma

    Jenis tanaman juga dapat mempengaruhi keberadaan ular. Semak-semak dan berdaun rimbun bisa menjadi tempat persembunyian ular. Beberapa tanaman dengan aroma kuat diyakini dapat membantu mengusir ular, meskipun penelitian tentang efektivitasnya masih terbatas.

    Salah satunya bunga marigold memiliki warna mencolok seperti kuning dan oranye. Menurut laman Times of India, bunga ini mengeluarkan aroma yang cukup kuat dan tidak disukai oleh ular, sehingga cocok dijadikan tanaman hias sekaligus pencegah ular.

    Adapula sereh yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan, juga dikenal ampuh mengusir ular. Tanaman ini memiliki aroma pedas yang kuat, yang membuat ular enggan mendekat ke rumah.

    Selain itu, menanam lavender dalam pot dan meletakkannya di sekitar pintu atau jendela bisa menjadi cara alami untuk mencegah ular masuk. Lidah mertua yang memiliki daun runcing juga tidak disukai ular.

    Adapun tanaman lainnya yakni basil, kaktus, rosemary, hingga menanam bawang merah dan bawang putih bisa jadi tanaman penangkal ular. Jika semua metode alami ini tidak berhasil dan kamu masih sering menemukan ular di sekitar rumah, sebaiknya hubungi ahli pengendalian hama atau penangkap ular profesional.

    Langkah Menghadapi Ular yang Masuk ke Rumah

    Menurut Richie Gilbert dari Sunshine Coast Snake Catchers dalam laman Homes to Love, produk-produk alat kejut untuk mengusir ular tidak terbukti efektif. Hewan peliharaan juga dinilai tidak mampu secara alami mengusir ular.

    Oleh karena itu, cara terbaik adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan agar ular tidak tertarik datang. Selain itu, ada juga klaim bahwa ampas kopi dan garam dapat mengusir ular karena baunya yang kuat. Tetapi, belum ada bukti ilmiah yang mendukung hal ini.

    Lalu, apa yang bisa dilakukan saat kita mendapatkan adanya ular di dalam rumah? Dikutip dari laman Satpol PP Sleman, dalam berbagai kasus yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan tidak panik.

    Kalau tidak memiliki pengalaman dalam menangani ular, segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau snake rescuer untuk meminta bantuan. Selain itu, amati pergerakan ular dan lokasi persembunyiannya agar petugas lebih mudah menemukannya.

    Jika ingin mencoba menghalau atau menangkap ular sendiri, hindari kontak langsung, terutama pada bagian kepalanya. Gunakan peralatan yang tersedia di rumah sesuai dengan ukuran ular, seperti botol air mineral, toples, ember, atau sapu untuk menangkapnya dengan aman.

    Itulah tadi penyebab dan pencegahan ular datang ke rumah. Semoga bisa membantu, ya!

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Ternyata Ular Menyelinap Masuk Rumah Lewat Sini


    Jakarta

    Kejadian ular masuk rumah memang bikin panik seisi rumah. Bagaimana tidak, ular termasuk reptil berbahaya karena biasanya memiliki gigitan yang berbisa atau lilitan yang kuat.

    Bukan tanpa sebab, ular biasanya masuk rumah untuk mencari tempat berlindung yang gelap dan lembap. Reptil ini masuk ke rumah memanfaatkan bukaan di sekitar rumah.

    Oleh karena itu, kamu harus tahu cara ular masuk rumah. Kenali titik-titik yang jadi akses buat ular menyelinap masuk.


    Cara Ular Masuk Rumah

    Inilah beberapa titik ular masuk rumah yang dikutip dari Family Handyman.

    1. Lewat Celah di Sekitar Pintu

    Celah di bawah pintu dapat menjadi salah satu titik masuk yang dimanfaatkan ular masuk ke dalam rumah. Meskipun sangat kecil dan sempit, ular dapat masuk apalagi jika di dalam rumah kamu terdapat makanannya seperti tikus atau curut.

    Jika celah kecil saja bisa masuk apalagi jika kamu memiliki celah pintu yang besar. Untuk mencegah ular masuk ke celah bawah pintu, kamu dapat memasang door seal untuk menutup celah bawah pintu.

    2. Lewat Celah Antara Bata dan Dinding

    Titik pertama yang bisa kamu perhatikan adalah celah antara bata dan dinding. Ular dapat menyelinap masuk ke dalam di antara batu bata dan dinding bagian luar rumah.

    Jika ada celah antara pelapis dinding dan pelapis batu, kamu harus segera menambalnya agar ular tak dapat masuk ke dalam rumah.

    3. Bersembunyi di Dalam Tanaman Besar

    Ular bisa hidup bersembunyi di dalam pot atau wadah tanaman besar. Jika kamu memiliki tanaman pot besar, kamu bisa menanam tanaman yang tidak disukai ular.

    Selain itu, kamu juga harus waspada terhadap berbagai jenis ular beracun yang mungkin bersembunyi di halaman rumput.

    4. Di Loteng dan Plafon Tempat Mangsa Bersembunyi

    Ular dapat memanjat ke loteng atau plafon, biasanya mereka melata melalui pohon besar di sekitar rumah kamu. Ular bersembunyi di loteng atau plafon karena terpikat dengan bau tikus yang merupakan makanan ular.

    5. Saluran Toilet

    Meskipun terdengar mustahil, ternyata ular dapat muncul di toilet atau kloset. Mereka biasanya masuk melalui saluran pipa, dan biasanya keluar di mangkuk toilet. Mereka tertarik masuk ke toilet karena untuk menghangatkan dirinya pada malam hari.

    Itulah beberapa cara ular masuk ke rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Pakai Garam, Begini Cara Ampuh Cegah Ular Berkeliaran di Sekitar Rumah


    Jakarta

    Ular adalah hewan berbisa yang bisanya mengandung racun yang dapat mempengaruhi sel dan jaringan pada makhluk yang terkena gigitan mereka. Banyak yang percaya bahwa untuk mengusir ular bisa menggunakan garam karena ular takut. Ternyata anggapan tersebut salah.

    Dilansir detikEdu, menurut laman verifikasi dan pengecek fakta Dubawa, anggapan bahwa garam dapat mengusir ular, bermula dari percobaan mengusir siput dan keong menggunakan garam. Siput dan keong memang kabur setelah ditaburkan garam, tetapi cara ini tidak menunjukkan hasil yang sama pada ular.

    Kira-kira kenapa ya?


    Menurut Green Matters, garam mudah masuk ke dalam jaringan tubuh hewan-hewan seperti siput, keong, lintah. Saat garam mengenai kulit dan masuk ke jaringan melalui osmosis, kristal garam akan bercampur dengan molekul air. Hal ini menyebabkan hewan mengalami dehidrasi.

    Layaknya manusia, tubuh tidak boleh mengalami dehidrasi berat karena dapat mengganggu tekanan dan volume darah, mengganggu fungsi organ vital, dan paling parah bisa menyebabkan kematian.

    Hal-hal seperti ini tidak berfungsi efektif pada ular. Lantas, bagaimana cara yang ampuh untuk mengusir ular? Dilansir Pulse, berikut caranya.

    1. Jaga Rumah dan Lingkungan Sekitar Bersih

    Ular menyukai lingkungan di mana banyak tempat persembunyian bagi mereka. Misalnya tumpukan kayu, rumput, dan dedaunan. Jika rumah kalian memiliki halaman yang luas, sering-sering membersihkan rumput dan jangan biarkan tumbuh terlalu tinggi.

    2. Siapkan Predator Alami

    Mungkin memasang perangkap akan sulit menangkap ular, coba ganti dengan memelihara hewan predator yang ditakuti oleh ular seperti burung hantu.

    3. Gunakan Bawang Putih dan Bawang Bombai

    Daripada memakai garam, coba pakai bawang putih dan bawang bombai. Kedua bahan alami ini mengandung asam sulfonat yang dapat mengusir ular. Caranya dengan membuat cairan dari campuran kedua bawang dan air. Lalu cairan tersebut disemprot ke ular atau area yang menjadi tempat keluar masuk ular.

    4. Biji Kola

    Kola di sini bukanlah nama minuman bersoda melainkan sebuah tanaman bernama kola atau cola. Biji kola bisa mengusir ular. Caranya dengan menyebarkan potongan biji kola ke berbagai tempat di sekitar rumah dan di halaman.

    5. Tanam Tanaman Pengusir Ular

    Beberapa tanaman juga ampuh untuk mengusir ular seperti marigold, serai, dan lidah mertua. Aroma yang dikeluarkan tanaman ini dapat mengganggu penciuman mereka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Simak Video ‘Lansia 66 Tahun Ditelan Ular Piton 6 Meter’:

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com