Tag: umur panjang

  • 10 Makanan yang Bisa Bantu Perpanjang Umur, Termasuk Telur hingga Ubi


    Jakarta

    Banyak orang berupaya melakukan segala cara untuk memiliki umur yang panjang. Dari memulai pola hidup yang sehat hingga melakukan banyak perawatan.

    Untuk memiliki umur panjang memang bisa dipengaruhi beberapa faktor, seperti lingkungan, riwayat keluarga, hingga masalah kesehatan. Namun, ternyata pola makan juga bisa membantu untuk memperpanjang umur seseorang.

    Berikut 10 makanan yang menurut para ahli diet bisa membantu memperpanjang umur yang dikutip dari laman Prevention:


    Telur

    Meskipun telur memiliki kandungan kolesterol tinggi, penelitian menunjukkan makanan ini tidak mempengaruhi kolesterol darah secara keseluruhan seperti halnya lemak jenuh.

    Faktanya, salah satu meta-analisis yang diterbitkan dalam Journal of American College of Nutrition, menemukan bahwa individu dengan asupan telur yang tinggi atau sekitar tujuh kali seminggu, memiliki penurunan risiko stroke sebesar 12 persen. Itu lebih besar dibandingkan dengan mereka yang memiliki asupan telur yang rendah atau sekitar kurang dari dua kali seminggu.

    Sayuran hijau

    Sayuran hijau, seperti bayam, kangkung, dan lobak Swiss kaya akan folat, penting untuk pertumbuhan sel dan pembentukan sel darah merah. Sayuran-sayuran itu juga mendukung karoten atau pigmen yang bertindak sebagai antioksidan bisa membantu menjaga kesehatan penglihatan, tulang, gigi, dan kulit.

    “Folat dari sumber makanan alami membantu melindungi fungsi otak seiring bertambahnya usia,” kata ahli diet Suzanne Dixon, RD.

    “Selain itu, karoten memberikan tambahan antioksidan, yang melindungi terhadap pembusukan DNA atau kerusakan sel. Kerusakan ini dapat terakumulasi seiring berjalannya waktu, berkontribusi terhadap kanker dan penyakit jantung,” sambungnya.

    Ikan

    Ahli diet sekaligus penulis The Live Food Factor Susan Schenck, LAc, MOTM, mengatakan mengonsumsi ikan, terutama ikan berlemak seperti salmon, mackerel, dan sarden bisa bermanfaat untuk otak.

    “Ratusan penelitian mendukung manfaat ikan kecil berlemak untuk kesehatan otak, karena mengandung asam lemak omega-3 dan DHA (docosahexaenoic acid), yang memberi nutrisi pada otak dan mencegah kehilangan ingatan dan depresi,” kata Susan.

    Ubi jalar

    Penduduk Okinawa, Jepang, dikenal memiliki umur yang panjang, sehat, dan merupakan salah satu populasi centenarian atau orang yang hidup hingga usia 100 tahun terbesar di dunia. Salah satu rahasia mereka adalah mengonsumsi ubi jalar, yang kaya akan vitamin A, potasium, dan serat.

    “Orang Okinawa makan lebih sedikit nasi dan lebih banyak ubi dibandingkan orang Jepang pada umumnya. Perbedaan utama dalam pola makan kedua kelompok ini diyakini berperan dalam alasan mengapa orang Okinawa bisa hidup lebih lama dari orang Jepang lainnya,” kata Dixon.

    Dixon merekomendasikan makan setidaknya tiga hingga lima porsi per minggu, idealnya sebagai pengganti makanan bertepung lainnya seperti nasi, roti, dan sereal dingin.

    Bawang-bawangan

    Bawang bombay, bawang putih, kucai, daun bawang, dan bawang merah ternyata tidak hanya memberikan penambah rasa pada masakan. Ini mengandung senyawa yang disebut organosulfur, yang membantu proses detoksifikasi tubuh.

    Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa diet dengan bawang merah dan bawang putih dapat membantu menurunkan risiko penyakit. Tambahkan bawang putih cincang dan bawang bombay ke tumisan, salad, dan sup untuk mendapatkan manfaat melawan penyakit.

    Kopi

    Ternyata minum kopi dalam porsi yang cukup bisa bermanfaat bagi kesehatan. Faktanya, banyak penelitian yang mengaitkan konsumsi kopi dengan penurunan risiko kanker, penyakit kardiovaskular, demensia, penyakit hati, hingga diabetes.

    Dixon merekomendasikan untuk menambahkan susu atau krim secukupnya, dan tidak lebih dari satu sendok teh gula ke dalam minuman tersebut.

    NEXT: Teh hingga Alpukat

    Teh

    Segala jenis teh, seperti teh hijau, hitam, bahkan putih ternyata terkenal karena manfaat kesehatannya. Itu karena senyawa antioksidan dan anti-inflamasinya.

    “Konsumsi teh hitam telah dikaitkan dengan peningkatan kepadatan tulang pada wanita lanjut usia dalam berbagai penelitian, dan teh hijau telah terbukti mengurangi risiko kanker payudara dan kanker lainnya,” kata Dixon.

    Cara terbaik untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari minum teh adalah dengan tidak mengonsumsi kafein secara berlebihan. Disarankan untuk mengonsumsi tidak lebih dari dua hingga tiga cangkir setiap hari.

    Alpukat

    Alpukat kaya akan vitamin dan mineral, termasuk vitamin C, K, B, E dan A, serta serat dan lemak sehat. Buah satu ini juga mengandung potasium dalam jumlah tinggi-bahkan lebih banyak daripada pisang.

    “Kalium membantu menurunkan tekanan darah dengan menyeimbangkan efek negatif garam dalam makanan; semakin banyak kalium yang Anda makan, semakin banyak natrium yang hilang melalui urin,” kata ahli gizi Deborah Malkoff-Cohen, RD.

    Raspberry

    Raspberry, stroberi, blackberry, dan blueberry juga mengandung antioksidan yang disebut polifenol, yang terbukti mengurangi peradangan di seluruh tubuh. Dixon merekomendasikan untuk mengonsumsi tiga hingga lima porsi buah beri setiap minggunya.

    “Buah berry yang beku sama baiknya dengan yang segar dan lebih hemat anggaran bagi banyak orang,” katanya.

    Oatmeal

    Oatmeal juga ternyata bisa membantu untuk memperpanjang umur lho. Konsumsi gandum ini dikaitkan dengan penurunan kadar gula darah dan kolesterol.

    “Jika kita bisa mencegah lonjakan glukosa darah dalam jangka panjang, itu akan lebih baik bagi jantung kita,” jelas pakar gizi Frances Largeman-Roth, RDN,

    “Semangkuk oatmeal setiap hari adalah cara terbaik untuk mendapatkan manfaat ini, tapi saya juga suka menambahkan oat ke muffin dan pancake.”

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Dianjurkan Dokter, Ini Makanan dan Minuman Super yang Bisa ‘Perpanjang Umur’

    Jakarta

    Hidup dengan usia yang lebih panjang dan sehat merupakan impian dari banyak orang. Makanan adalah salah satu faktor utama penentu dari hal tersebut. Sebenarnya menu makan seperti apa yang bisa membuat badan lebih sehat dan memperpanjang usia?

    Dokter dan ilmuwan pangan Dr William Li mengungkapkan ada beberapa makanan tertentu yang dapat membantu tubuh lebih kuat terhadap penyakit. Ia membuat daftar menu makanan yang terinspirasi dari perpaduan dua budaya makan sehat Mediterania dan Asia Perpaduan tersebut ia beri nama Mediterasian.

    Mediterania dan Asia dikenal sebagai wilayah Blue Zone. Wilayah Blue Zone adalah istilah yang digunakan pada daerah yang penduduknya lebih panjang umur dan menua dengan sehat. Apa saja makanan yang dikonsumsi?


    Buah-buahan

    Jenis buah-buahan yang paling dianjurkan dalam pola makan Mediteranian adalah apel, pir, anggur, dan alpukat. Dr William mengatakan mengonsumsi tiga apel dalam sehari dapat membantu proses mengurangi lemak tubuh.

    “Pir merupakan sumber serat makanan yang sangat baik (buah berukuran sedang mengandung 6 gram) untuk kesehatan usus. Sedangkan anggur mengandung flavonoid dan vitamin C yang merupakan antioksidan kuat yang bisa melindungi DNA dan sebagai zat anti-inflamasi,” ucap Dr William dikutip dari CNBC, Minggu (28/1/2024).

    Bagaimana dengan alpukat? Alpukat memiliki kandungan asam lemak tak jenuh tunggal yang sehat. Zat tersebut dapat menurunkan kadar kolesterol jahat LDL dan menurunkan risiko penyakit jantung.

    Sayuran

    Jenis sayuran yang paling direkomendasikan dalam pola makan Mediteranian adalah brokoli, wortel, dan jamur. Brokoli kaya akan sulforaphane yang melindungi sel induk, meningkatkan kesehatan usus dan metabolisme, serta memperkuat respons imun.

    Wortel yang sering menjadi tambahan sayur sup memiliki kandungan serat tinggi. Sayuran ini cocok untuk meningkatkan kesehatan pencernaan.

    “Sedangkan untuk jamur itu mengandung serat larut yang disebut beta-D-glukan yang merangsang pertahanan untuk menumbuhkan pembuluh darah baru yang diperlukan untuk penyembuhan luka. Pada saat yang sama, hal ini dapat mencegah pembuluh darah berbahaya menjadi sumber kanker,” kata Dr William.

    Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan merupakan menu makanan yang sangat erat kaitannya dengan diet Mediterania. Beberapa jenis kacang yang direkomendasikan seperti kacang putih dan lentil.

    “Kacang merupakan makanan bergizi yang dapat membantu mengurangi faktor risiko kardiovaskular dengan menurunkan kadar kolesterol darah. Mereka juga mengandung nutrisi berharga seperti zat besi, seng, magnesium dan folat,” jelasnya.

    Makanan Laut

    Beberapa jenis makanan laut yang sangat diutamakan dalam diet Mediteranian antara lain adalah salmon, telur ikan, dan sarden. Salmon dan telur ikan secara alami mengandung omega-3 yang sangat baik untuk menjaga kesehatan pembuluh darah.

    Sedangkan ikan sarden semenjak lama sudah menjadi makanan laut Mediterania. Ikan ini mengandung bioaktif yang dapat meningkatkan metabolisme dan menurunkan kolesterol darah.

    Minuman

    Dr William menuturkan teh hijau atau matcha dan teh oolong menjadi minuman sehat yang dianjurkan dalam diet Mediterasian. Dalam penelitian, matcha dapat melawan efek metabolik dari diet tinggi lemak.

    “Sedangkan dalam sebuah studi Departemen Pertanian AS menunjukkan bahwa minum enam cangkir teh oolong tiga hari seminggu dapat meningkatkan metabolisme secara keseluruhan,” ucap Dr William.

    Selain matcha dan teh oolong, ia juga menyarankan konsumsi extra virgin olive oil (EVOO). Minyak zaitun merupakan sumber polifenol yang kuat untuk meningkatkan pertahanan kesehatan.

    (avk/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Terungkap Rahasia Body Goals dan Umur Panjang Ala Wanita Jepang, Mudah Ditiru

    Jakarta

    Wanita Jepang dianggap sebagai salah satu yang tercantik di dunia. Kebanyakan wanita di sana memiliki bentuk tubuh yang langsing dan juga sehat.

    Di usia 30 tahun, mereka terlihat seperti berusia 18 tahun karena awet muda. Bahkan, kebanyakan dari mereka berumur panjang.

    Ternyata rahasia dari kecantikan dan kebugaran wanita Jepang ada pada kebiasaan makannya. Ada beberapa kebiasaan yang membuat berat badan wanita di Jepang tetap ideal.


    Kebiasaan Makan Wanita di Jepang

    Berikut kebiasaan makan yang membuat mereka tetap langsing yang dikutip dari Bright Side.

    1. Metode Memasak

    Kebiasaan makan yang membuat berat badan wanita Jepang tetap ideal terletak pada metode memasak yang diterapkan. Mereka masih menggunakan cara masak yang tradisional.

    Sebagian besar dari mereka memasak dengan cara direbus, memanggang, mengukus, atau menggoreng dengan sedikit minyak. Metode tersebut dipercaya dapat mempertahankan kandungan nutrisi dari makanan yang diolah.

    Wanita di Jepang juga cukup berhati-hati dalam menambahkan rempah-rempah. Hal ini untuk menjaga makanan agar tetap ringan tanpa membebani perut, hati, dan ginjal.

    2. Budaya Makan

    Budaya makan di Jepang juga memiliki keunikan. Mereka cenderung makan perlahan dengan potongan-potongan kecil, porsi, dan piringnya kecil.

    Selain itu, mereka tidak pernah mengisi makanan sampai penuh di piring. Hal ini untuk menghindari makan makanan secara berlebihan.

    3. Nasi Sebagai Pengganti Roti

    Nasi merupakan bagian penting dari setiap makanan. Biasanya, orang di Jepang memasak nasi tanpa garam atau mentega.

    Jadi, tidak adanya makanan bertepung membantu menjaga bentuk tubuh mereka tetap langsing.

    4. Diet yang Seimbang

    Meski menjalani diet, makanan yang dikonsumsi orang Jepang cukup beragam. Mereka lebih menyukai ikan, rumput laut, sayuran, kedelai, nasi, buah, dan teh hijau. Diat orang Jepang sangat beragam dan seimbang, bahkan hampir tidak mengkonsumsi makanan yang berkalori tinggi.

    5. Pentingnya Sarapan

    Sarapan merupakan makanan paling mengenyangkan di Jepang. Ini menjadi makanan utama yang terdiri dari beberapa hidangan, seperti ikan, nasi, telur dadar, sup miso, hidangan kedelai dengan sayuran hijau, rumput laut, dan teh.

    6. Hampir Tak Ada Makanan Manis untuk Hidangan Penutup

    Orang Jepang jarang mengkonsumsi hidangan penutup. Makanan penutup di Jepang umumnya rendah lemak, rendah gula, dan mungkin tidak sesuai dengan selera orang Barat.

    (sao/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto