Tag: ungkapan

  • Kiyomeru, Prinsip dari Jepang biar Nggak Males Bersih-bersih Rumah



    Jakarta

    Apakah kamu mengalami kesulitan dalam menjaga kebersihan rumah? Jika iya, prinsip pembersihan Jepang yang dikenal sebagai Kiyomeru bisa menjadi solusi yang tepat untuk kamu.

    Metode ini tidak hanya fokus pada kebersihan fisik, tetapi juga membantu menciptakan suasana yang lebih tenang dan teratur di rumah. Simak penjelasan ini yang akan menjelajahi bagaimana Kiyomeru dapat membantu kamu mengatasi tantangan kebersihan dan membuat rumah kamu lebih nyaman.

    Apa Itu Kiyomeru?

    Dilansir Homes and Gardens, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Kiyomeru berarti memurnikan. Dalam konteks ini, pembersihan dianggap sebagai ritual yang tidak hanya membersihkan rumah, tetapi juga jiwa kamu .


    Azumi Uchitani, penulis, seniman, dan dosen serta salah satu pendiri Akademi Kebijaksanaan Jepang, menjelaskan bahwa kata Kiyomeru (清める) dilambangkan dengan karakter 清, yang berarti kemurnian dan kebersihan.

    Konsep ini melampaui sekadar kebersihan fisik, ia mencakup pemurnian spiritual yang lebih dalam dan pembersihan energi dari barang-barang serta lingkungan sekitar kita.

    Berakar pada tradisi Shinto dan kepercayaan Buddha yang mendalam, Kiyomeru mencerminkan pentingnya harmoni, pembaruan, dan penghormatan terhadap hal-hal yang sakral dalam budaya Jepang.

    Harmoni adalah elemen kunci dari konsep ini, mendorong individu untuk belajar hidup selaras dengan harta benda dan lingkungan mereka. Ketika Kiyomeru diterapkan pada pembersihan, hal ini juga merujuk pada pembersihan energi rumah kamu (chi).

    Bagaimana Kiyomeru Dapat Membantu dalam Membersihkan Rumah?

    Ketika seseorang membersihkan rumah, mereka biasanya berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain atau dari satu tempat ke tempat lain, merapikan barang-barang yang tidak terpakai dan mengatasi kekacauan yang terlihat. Aktivitas ini sering kali dianggap sebagai pekerjaan yang berat oleh banyak orang.

    Namun, dalam budaya Jepang, pembersihan tidak dipandang dengan cara yang sama. Bersih-bersih dianggap bukan sebagai tugas yang melelahkan, melainkan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur terhadap rumah dan harta benda kita.

    “Praktik Kiyomeru sangat mendalam dalam budaya dan kehidupan sehari-hari orang Jepang,” kata Azumi. Salah satu contohnya adalah upacara minum teh Jepang, Sado (atau Chado) 茶道, yang merupakan ritual mendalam yang menekankan pengalaman kesatuan dan pertukaran energi murni melalui pembuatan dan penyajian teh matcha.

    Pertukaran sakral antara tuan rumah dan tamu dimulai dan diakhiri dengan Kiyomeru, sebuah proses pembersihan dan pemurnian peralatan makan yang indah. Meskipun peralatan makan mungkin tampak bersih, tujuannya adalah untuk memurnikan energi setiap alat makan dan menunjukkan rasa terima kasih atas perannya.

    Ritual ini mencerminkan interaksi harmonis antara kebersihan, perhatian, dan penghormatan terhadap semua yang digunakan. Jika kita mendekati tugas membersihkan rumah dengan pola pikir yang berbeda, yaitu dengan rasa syukur kita dapat memperoleh perspektif yang lebih dalam.

    Tugas yang sebelumnya kita benci kini bisa berubah menjadi pengingat betapa beruntungnya kita memiliki tempat untuk dijaga kebersihannya. Mengubah cara pandang terhadap tugas ini dapat mengurangi asosiasi negatif dan mempermudah proses pembersihan, terutama saat merasa kewalahan.

    Cara Menerapkan Prinsip Kiyomeru dalam Pembersihan Rumah

    Untuk mulai menerapkan Kiyomeru dan prinsip-prinsipnya dalam kehidupan kamu, penting untuk melihatnya sebagai lebih dari sekadar alat, melainkan sebagai gaya hidup.

    “Kiyomeru adalah sebuah cara hidup,” jelas Azumi. Tujuannya adalah untuk menjaga aliran energi yang harmonis dalam hidup kita.

    Oleh karena itu, kita perlu memahami bahwa lingkungan sekitar kita adalah perpanjangan dari diri kita sendiri. Ketika kita merawat tubuh kita, kita juga harus merawat lingkungan di sekitar kita.

    Kita terhubung secara energetik dengan lingkungan, dan ketika area luar bersih dan teratur, energi dapat mengalir dengan lancar, sehingga hidup kita pun menjadi harmonis.

    Azumi memberikan panduan langkah demi langkah untuk membersihkan rumah kamu dengan Kiyomeru sebagai cara hidup.

    Ubah Pola Pikir Kamu

    Renungkan keyakinan dan sikap kamu terhadap pembersihan dan penataan. Apa saja pikiran atau perasaan yang kamu miliki. Jika ada rasa enggan terkait pembersihan, ubahlah terlebih dahulu.

    Anggaplah ruang tinggal dan kerja kamu sebagai perpanjangan dari diri kamu. Ketika kamu menyikat gigi setiap pagi dan malam, bersihkan juga toilet. Saat mandi untuk membersihkan tubuh, dan jangan melupakan debu yang mulai menumpuk.

    Mengatasi penumpukan tugas akan sangat membantu.

    Ciptakan Ritual Pembersihan di Pagi dan Malam Hari

    Mulailah hari kamu dengan tindakan sederhana yang menciptakan suasana kemurnian dan keteraturan. Setelah bangun tidur, rapikan tempat tidur, buka jendela untuk menghirup udara segar, dan sapu lantai.

    Di malam hari, lakukan hal-hal kecil seperti merapikan rumah sebelum tidur untuk menciptakan suasana yang harmonis. Ini adalah kebiasaan yang dimiliki oleh mereka yang memiliki rumah bersih.

    Tetapkan Jadwal Bersih-bersih Harian, Mingguan, Bulanan, dan Musiman

    Jadikan pembersihan sebagai bagian alami dari rutinitas kamu, seperti menggosok gigi atau mandi. Setiap hari, fokus pada tugas-tugas penting seperti merapikan permukaan, mengelap meja, dan menyapu ringan. Bersihkan toilet, pancuran, dan bak mandi setiap hari.

    Setiap minggu, luangkan waktu untuk menyedot debu, membersihkan debu, dan merapikan lemari pakaian. Setiap bulan, lakukan pembersihan menyeluruh di rumah serta proyek pembersihan besar seperti mencuci jendela atau membersihkan lemari es. Musiman.

    Segarkan lemari pakaian kamu di musim panas dan dingin serta lakukan pembersihan menyeluruh di akhir tahun, termasuk membersihkan debu serta jendela, dapur, dan area lainnya.

    Tentukan Aturan

    Pastikan titik kontak pertama dengan rumah kamu, agar pintu masuk tetap menarik dan bersih. Jaga agar pintu dan keset bebas dari noda, rawat sepatu kamu dengan baik karena sepatu tersebut menopang beban aktivitas harian kamu.

    Lepaskan sepatu saat masuk dan letakkan dengan rapi di tempat yang telah ditentukan sambil mengucapkan terima kasih atas jasanya. Di dapur, jangan biarkan piring kotor menumpuk di wastafel segera cuci atau masukkan ke mesin pencuci piring.

    Akhiri hari kamu dengan membersihkan wastafel agar tetap teratur. Di kamar mandi, biasakan untuk membersihkan toilet setiap pagi dan sore. Luangkan waktu 10 menit untuk ritual pemurnian.

    Sisihkan waktu 10 menit setiap hari untuk menjaga kebersihan dan kemurnian. Tindakan kecil yang konsisten ini akan membantu menumbuhkan keharmonisan dan kesadaran di ruang kamu.

    Bagian yang Harus Dibersihkan

    Karina Toner, pembersih profesional dan manajer operasi di Spekless, menyarankan untuk memulai pembersihan di area rumah yang paling penting bagi kamu, seperti pintu masuk dan kamar tidur.

    “Fokuslah pada area yang paling vital untuk menjaga kebersihan, seperti pintu masuk agar energi positif dapat masuk atau kamar tidur untuk mendukung tidur yang berkualitas,” kata Karina.

    “Menggunakan penghilang bau alami dan produk pembersih ramah lingkungan saat membersihkan rumah juga merupakan cara yang baik untuk menjaga kebersihan tanpa meninggalkan bau atau bahan kimia yang menyengat,” tambahnya.

    Manfaat Kiyomeru

    Kiyomeru bukan sekadar metode, melainkan perubahan pola pikir yang menumbuhkan rasa hormat terhadap lingkungan dan diri kamu sendiri. Dengan mengadopsi pendekatan ini, kamu dapat mengubah pembersihan dari tugas yang menakutkan menjadi ritual perawatan dan peremajaan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Makna Innalillahiwainnailaihirojiun dan Kapan Harus Dibaca?


    Jakarta

    Setiap manusia pasti akan menghadapi ujian dan musibah dalam hidup. Musibah bisa datang dalam berbagai bentuk, mulai dari kehilangan harta, kesulitan, sakit, hingga kematian.

    Saat menghadapi musibah, hati yang tenang dan kesabaran menjadi kunci untuk tetap teguh dan berserah kepada Allah SWT. Islam mengajarkan doa dan dzikir yang membantu menghadapi ujian tersebut, salah satunya bacaan istirja’ atau bacaan innalillahiwainnailaihirojiun.


    Bacaan Innalillahiwainnailaihirojiun dan Maknanya

    Berikut bacaan Innalillahiwainnailaihirojiun beserta maknanya:

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

    Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn(a).

    Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kami akan kembali.”

    Berdasarkan buku Sukses Dunia-Akhirat Dengan Doa-Doa Harian karya Mahmud Asy Syafrowi, istilah istirja’ berasal dari kata dasar raja’a yang berarti “kembali” atau berusaha untuk kembali.

    Maksudnya, kita berupaya kembali kepada Allah SWT, menyerahkan diri sepenuhnya, dan mengembalikan seluruh urusan kita kepada-Nya. Segala sesuatu yang kita miliki, seperti kehidupan, kesehatan, keluarga, keturunan, jabatan, dan harta, sebenarnya hanyalah titipan dari-Nya. Suatu saat, semuanya akan diminta kembali oleh Sang Pemilik. Bahkan diri kita sendiri pun bukan sepenuhnya milik kita, karena tubuh ini akan hancur dan nyawa akan kembali kepada-Nya.

    Yang menarik dalam ucapan istirja’ adalah penggunaan dhamir “na” yang berarti “kita”, bukan “ni” yang berarti “saya”. Dhamir ini menunjukkan mutakallim ma’al ghair, yakni subjek yang dimaksud tidak hanya pengucap, tetapi juga orang lain. Dengan kata lain, ungkapan ini menekankan bahwa saya, Anda, kalian semua, beserta segala yang kita miliki, sejatinya adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya.

    Karena semua yang kita miliki berasal dari Allah SWT, setiap kehilangan atau pengambilan titipan-Nya disebut sebagai musibah, sekecil apa pun. Musibah tidak hanya berupa sakit atau kematian, seperti yang umumnya dipahami, tetapi mencakup segala hal yang tidak menyenangkan bagi manusia, baik besar maupun kecil. Rasulullah SAW bersabda,

    “Apa yang menimpa seorang mukmin dari hal yang tidak disukainya, maka itu dinamakan musibah.” (HR Thabrani)

    Oleh sebab itu, ucapan istirja’ relevan tidak hanya saat menghadapi kematian, tetapi juga dalam berbagai situasi lain, seperti ketakutan, kelaparan, kemiskinan, dan cobaan hidup lainnya.

    Kapan Innalillahiwainnailaihirojiun Dibaca?

    Menurut buku Fikih Basmalah (Merenda Makna, Menyelami Hukum Dan Menyusur Hikmah) karya Qosim Arsadani, bacaan istirja’ umumnya dibaca ketika seseorang terkena musibah. Musibah yang dimaksud bisa mengenai diri sendiri maupun orang lain, baik berupa kehilangan harta, kesulitan, maupun kematian.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 156,

    اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ

    Arab latin: Allażīna iżā aṣābathum muṣībah(tun), qālū innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn(a).

    Artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).

    Dari Ummu Salamah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Siapa saja yang terkena musibah, hendaknya membaca: ‘Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan kepada-Nya akan kembali. Wahai Allah, di sisi-Mu saya berharap dengan musibahku, maka berilah aku pahala dan gantilah untukku sebabnya dengan sesuatu yang lebih baik’.” (HR Ahmad)

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya


    Jakarta

    Membaca sholawat merupakan suatu amalan kebaikan yang berbentuk pujian atau doa sebagai ungkapan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Setiap muslim diwajibkan untuk senantiasa mengingat perjuangan dan ajaran yang dibawa Rasulullah SAW dengan bersholawat.

    Bahkan, terdapat satu ayat yang menyebutkan bahwa Allah SWT dan para malaikat pun bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 56,


    إِنَّ اللَّهَ وَمَلَتَبِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَتَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

    Arab Latin: innallâha wa malâ’ikatahû yushallûna ‘alan-nabiyy, yâ ayyuhalladzîna âmanû shallû ‘alaihi wa sallimû taslîmâ

    Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

    Mengutip buku Di Bawah Bimbingan Ilahi karya Sholihin H.Z, terdapat 3 doa malaikat Jibril yang diaminkan oleh malaikat Jibril, salah satunya adalah celaka bagi seorang hamba enggan mengucapkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

    Jibril berkata, “Hinalah seseorang yang (namamu) disebutkan padanya namun ia tidak mengucapkan sholawat,” kemudian Rasulullah SAW berkata, “Amin”.

    Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Barang siapa memohonkan sholawat atasku sekali, Allah SWT bersholawat atasnya sepuluh kali (HR. Muslim)

    Salah satu dari berbagai macam sholawat yang dapat diamalkan umat Islam adalah sholawat Jibril. Sholawat ini memiliki bacaan yang sangat pendek, namun keutamaan yang diberikan bagi pembacanya sangatlah banyak. Berikut bacaan sholawat Jibril.

    Bacaan Sholawat Jibril: Arab, Latin, dan Artinya

    صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ

    Arab Latin: Shallallahu ‘alâ Muhammad

    Artinya: “Semoga Allah memberikan rahmatNya kepada Nabi Muhammad.”

    Keutamaan Membaca Sholawat Jibril

    Mengutip buku Rahasia Sehat Berkah Shalawat karya Syukron Maksum, jika sholawat Jibril ini dibaca secara rutin, maka pembacanya akan dicintai oleh semua orang dan 70 pintu rahmat akan dibukakan untuknya.

    Sebagaimana yang diungkapkan oleh Imam Sya’roni bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

    “Barang siapa membaca sholawat ini (sholawat Jibril), maka ia telah membuka 70 pintu rahmat untuk dirinya dan Allah akan menitipkan cinta-Nya pada hati manusia sehingga mereka tidak akan marah kepadanya, kecuali orang yang menyimpan kemunafikan di dalam hatinya.”

    Adapun menurut riwayat dari As-Sakhawi, ada seorang laki-laki dari Syiria yang ingin mengunjungi Nabi SAW, ayahnya telah tua renta dan buta, namun ingin melihat Nabi SAW.

    Lalu ayahnya disarankan untuk membaca sholawat Jibril di atas. Setelah membaca sholawat Jibril tersebut, sang ayah kemudian dapat melihat Rasulullah SAW dalam mimpinya, bahkan bisa meriwayatkan hadits dari beliau.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ketika Bercermin, Amalkan untuk Kebaikan Diri


    Jakarta

    Doa ketika bercermin adalah salah satu doa harian yang bisa diamalkan. Sebab, manusia dalam kesehariannya sering sekali melakukan kegiatan bercermin.

    Bercermin merupakan aktivitas manusia untuk melihat memeriksa dan melihat penampilan mereka, khususnya sebelum pergi ke luar rumah. Dalam buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-Doa Harian karya Mahmud Asy-Syafrowi, dijelaskan bahwa Allah SWT sesungguhnya menciptakan umat-Nya dengan baik, sebagaimana disebutkan dalam Surat At-Tagabun ayat 3 berikut:

    خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّ وَصَوَّرَكُمْ فَاَحْسَنَ صُوَرَكُمْۚ وَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ ٣


    Artinya: “Dia menciptakan langit dan bumi dengan benar, Dia membentuk kamu lalu memperindah bentukmu, dan kepada-Nyalah kembali(-mu).”

    Mengutip buku Doa Mustajab untuk Muslimah karya Wira Kautsari Wijayanti, Lc., M.A., berdoa saat bercermin merupakan ungkapan kesadaran atas keindahan yang diberikan Allah kepada kita dan permohonan agar diberikan juga kebaikan dalam akhlak dan perilaku sehari-hari.

    Dengan berdoa ketika bercermin, umat Islam diingatkan untuk tidak hanya mementingkan penampilan fisik, melainkan jg kebaikan hati dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam.

    Doa Bercermin: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

    Mengutip dari berbagai sumber, berikut ini adalah tiga versi doa bercemin:

    1. Doa Bercermin Versi 1

    Mengutip buku Doa-Doa Rasulullah oleh Ibnu Taimiyah, diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, sesungguhnya Rasulullah ketika melihat (wajahnya) di cermin, beliau mengucapkan doa:

    اَلْحَمْدُلِلّٰهِ الَّذِى سَوَّى خَلْقِى فَعَدَّلَهُ وَكَرَّمَ صُوْرَةَ وَجْهِى فَحَسَّنَهَاوَجَعَلَنِى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

    Arab latin: Alhamdulillahilladzi sawwaa khalqii fa’addalahu wa karrama shurata wajhii fahassanaha waja’alanii minal muslimin.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan dan memperbaiki penciptaanku, memuliakan bentuk wajahku, maka Dia membaguskan dan menjadikan aku termasuk orang-orang Islam.”

    2. Doa Bercermin Versi 2

    Masih mengutip dari buku yang sama dengan sebelumnya, diriwayatkan oleh Ali bin Abu Thalibh ra., sesungguhnya Rasulullah ketika melihat (wajahnya) di cermin, maka beliau akan berdoa:

    اَللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ

    Arab latin: Allohumma kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii

    Artinya: “Ya Allah sebagaimana Engkau telah ciptakan aku dengan baik, maka perbaikilah akhlakku.”

    Doa Bercermin Versi 3

    Selain dua versi di atas, terdapat doa lain yang dapat dibaca ketika bercermin, sebagaimana dikutip dari buku Doa dalam Al-Qur’an dan Sunnah karya M. Quraish Shihab.

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنُ خُلُقي

    Arab latin: Alhamdulillaah allaahumma kamaa hassanta khalqi fahassin khuluqii.

    Artinya: “Segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah perindah tubuhku, maka perindah juga akhlakku.”

    Adab Bercermin

    Mengutip buku Living Hadis karya Salim Rosyadi dkk., selain membaca doa ketika bercermin, Islam juga mengatur adab ketika bercermin. Berikut ini adalah adab-adab bercermin:

    1. Mengingat nikmat yang telah diberikan Allah SWT seraya berdoa.
    2. Tidak terlalu mengagumi kecantikan diri sendiri.
    3. Tidak terlalu lama berada di depan cermin.
    4. Tidak berlebih-lebihan ketika bercermin.
    5. Tidak mencela kekurangan fisik sendiri.
    6. Bersyukur dengan segala kelebihan diri.
    7. Bersabar dengan segala kekurangan.

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Bangun Tidur dan Artinya yang Bisa Diamalkan


    Jakarta

    Bangun tidur adalah momen di mana kita kembali dari istirahat panjang di malam hari. Dalam Islam, tidur dianggap sebagai bentuk “kematian sementara,” sehingga saat bangun dari tidur, dianjurkan untuk mengucapkan doa sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT.

    Tidur adalah karunia Allah yang sangat berharga. Setelah lelah beraktivitas, tidur memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan energi. Seperti yang Allah firmankan dalam surah Ar-Rum ayat 23:

    وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ


    Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”

    Membiasakan membaca doa bangun tidur adalah salah satu bentuk dzikir harian yang sangat dianjurkan. Selain memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT, doa ini juga memberikan energi positif di awal hari. Dengan memulai hari dengan mengingat Allah, hati kita akan terasa lebih tenang, dan langkah kita akan terasa lebih terarah.

    Doa Bangun Tidur: Arab, Latin dan Terjemahannya

    Doa bangun tidur memiliki makna mendalam yang mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat hidup yang diberikan oleh Allah SWT. Dalam buku karya Abu Ihsan yang berjudul Penuntun Doa, Yuk!, doa yang dapat diucapkan saat bangun tidur adalah sebagai berikut:

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

    Arab latin: Alhamdullillahilladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wailaihin nusyuur

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.”

    Adab Bangun Tidur

    Selain membaca doa, ada beberapa adab lain yang dianjurkan setelah bangun tidur. Mengutip sumber yang sama, berikut adalah beberapa adab yang dapat diterapkan:

    • Membaca istighfar sebanyak tiga kali.
    • Membaca syahadat.
    • Membaca doa bangun tidur.
    • Menghindari mengusap tangan ke mata, karena tangan yang kurang bersih dapat menyebabkan mata gatal atau sakit.
    • Segera bangun dan hindari bermalas-malasan.
    • Melaksanakan sholat Subuh tepat waktu.
    • Merapikan tempat tidur dan menjaga kebersihan kamar.

    Doa sebelum Tidur

    Sebelum tidur, umat Islam juga dianjurkan untuk membaca doa. Berikut doa yang dikutip dari buku 100 Doa Harian Untuk Anak karya Nurul Ihsan.

    Doa Pendek Sebelum Tidur

    بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

    Arab latin: Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut.

    Artinya: “Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati.” (Sahih Bukhari, At-Tauhid: 6845)

    Doa Panjang Sebelum Tidur

    Selain doa pendek, terdapat pula doa sebelum tidur yang lebih panjang. Berikut lafadz lengkapnya:

    للَّهُمَّ أَسْلَمْتُ إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلَا مَنْحَى مِنْكَ إِلا إِلَيْكَ، أَمَنْتُ بكتابكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

    Arab latin: Allahuma aslamtuilaika wawajjahtuwajhii ilaika, wafawwadhtuamrii ilaika waalja’tudzahrii ilaika raghbatan waraghbatan ilaika laa maljaawalaa manjaa minka illa ilaika amantu bikitaabikalladzii anzaita wabinabiyyikalladzi arsalta

    Artinya : “Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu. Aku menghadapkan wajahku kepada-Mu. Aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Aku menyandarkan punggungku kepada-Mu lantaran mengharap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari ancaman-Mu kecuali hanya kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang Kau turunkan juga (aku beriman) kepada nabi-Mu yang Kau utus.” (HR Muslim, Bukhari dan Abu Dawud)

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Arti Ungkapan Alhamdulillah Ala Kulli Hal, Tulisan Arab dan Waktu Membacanya


    Jakarta

    Sering kali kita menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan. Di saat seperti ini, penting untuk mengingat ungkapan Alhamdulillahi ‘ala kulli hal. Apa sebenarnya maksud dari kalimat tersebut?

    Alhamdulillahi ‘ala kulli hal adalah ungkapan syukur yang menunjukkan kepasrahan dan keridhaan seorang hamba terhadap segala ketetapan Allah.

    Tulisan Arab Alhamdulillah Ala Kulli Hal dan Artinya

    الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ


    Arab latin: Alhamdulillahi ‘ala kulli hal

    Artinya: Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan.

    Berdasarkan buku Jangan Hancur karena Keadaan (Dunia Takkan Berhenti Berputar hanya karena Kamu Tidak Baik-Baik Saja) karya Fitri Handayani menjelaskan bahwa ungkapan Alhamdulillah ala kulli hal adalah ucapan yang diajarkan untuk diucapkan ketika kita menghadapi hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

    Meskipun situasi tersebut sulit atau tidak sesuai harapan, kita harus tetap bersyukur dan menerima takdir Allah dengan ikhlas.

    Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

    “Orang yang selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT sama dengan orang yang berpuasa.” (HR Ibnu Majah)

    Hadits ini menunjukkan betapa besar keutamaan sikap syukur dalam Islam. Rasulullah SAW menggambarkan orang yang senantiasa bersyukur atas nikmat Allah memiliki derajat yang sama dengan orang yang berpuasa.

    Hal ini menegaskan bahwa bersyukur bukan hanya sekadar ucapan, tetapi juga bentuk ibadah yang memiliki nilai tinggi di sisi Allah.

    Waktu Terbaik Mengucapkan Alhamdulillah Ala Kulli Hal

    Setiap hari, barangkali ada di antara kita yang sering mengalami hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan. Terkadang, rencana yang kita buat malah tidak berjalan seperti yang diinginkan.

    Namun, kita bisa belajar dari setiap kejadian dan percaya bahwa ada kebaikan di baliknya. Ketika lelah atau kecewa datang, kita harus tetap bersyukur dan mengingat bahwa segala yang terjadi adalah bagian dari rencana Allah.

    Inilah saat yang tepat untuk mengucapkan “Alhamdulillah Ala Kulli Hal,” karena kita yakin bahwa semua yang terjadi adalah yang terbaik dari-Nya.

    Perbedaannya dengan Alhamdulillah Bini’matihi Tatimmush Shalihaat

    Dari Aisyah RA, kebiasaan Rasulullah SAW ketika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan, “Bi ni’matihi tatimmus shalihat.” Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan, beliau mengucapkan, “Alhamdulillah ‘ala kulli hal” (HR Ibnu Majah), yang dikutip dari buku Ingatlah Allah, Allah akan Mengingatmu susunan D.A. Akhyar.

    Kedua kalimat ini menunjukkan sikap syukur Rasulullah SAW terhadap segala keadaan. “Bi ni’matihi tatimmus shalihat” digunakan untuk mengungkapkan rasa syukur atas nikmat dan kebaikan, sementara “Alhamdulillah ‘ala kulli hal” digunakan untuk tetap bersyukur meskipun dalam kondisi yang tidak menyenangkan.

    Ucapan-ucapan ini mengajarkan kita untuk senantiasa mengingat Allah dan bersyukur, baik dalam keadaan yang menyenangkan maupun yang penuh ujian.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com