Tag Archives: universitas

Minim Edukasi Jadi Tantangan Ekonomi Digital di RI


Jakarta

Ekonomi digital terus berkembang di dunia termasuk di Indonesia. Semakin banyaknya perusahaan financial technology (fintech) di Indonesia menjadi bukti akan hal itu. Sayangnya perkembangan yang pesat itu belum diimbangi dengan edukasi.

Berdasarkan data Statista, perusahaan fintech tumbuh signifikan dari 51 perusahaan di tahun 2011, naik menjadi 336 perusahaan di tahun 2023. Perusahaan kripto juga masuk ke dalam pemain fintech di sektor baru yang turut menyumbang peningkatan ekonomi digital di Indonesia.

Secara umum industri fintech dan ekosistem ekonomi digital di Indonesia melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri memprediksi, nilai transaksi perdagangan digital di tahun 2024 bisa menyentuh Rp 500 triliun. Dari transaksi aset crypto bahkan OJK mencatat, hingga Agustus 2024 lalu, transaksinya sudah tembus Rp 344 triliun.


“Tingginya transaksi crypto menjadi kabar baik karena makin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya investasi untuk mengembangkan aset yang dimiliki. Di lain sisi, tantangannya semakin besar terutama dari sisi edukasi agar masyarakat bisa berinvestasi dengan bertanggung jawab dan bijak, khususnya pada aset crypto yang masuk dalam kategori high risk high return,” ujar Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad Dalam keterangan tertulis perusahaan dikutip Minggu (20/10/2024).

Dia melanjutkan, para pelaku di industri fintech juga sudah melakukan berbagai hal untuk meningkatkan edukasi masyarakat khususnya terkati aset kripto. Dia mencontohkan seperti acara bertajuk Empowering Fintech with Cloud yang diselenggarakan oleh Huawei Cloud bersama dengan Weefer. Acara tersebut terdapat panel diskusi yang dihadiri oleh OJK, Koinworks, Qoala, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), dan juga PT Pintu Kemana Saja (PINTU).

Dalam diskusi ini, seluruh panelis mengeksplorasi terkait kemajuan dalam industri fintech dan juga aset crypto dan membahas bagaimana peran berbagai lembaga serta perusahaan fintech untuk mendorong inklusi keuangan.

“Meski pertumbuhan crypto dan fintech masif, edukasi tetap menjadi tantangan terbesar khususnya di industri crypto yang adopsinya sangat pesat. Sejak awal kami telah memahami hal tersebut dan tentu kami ambil tanggung jawab dalam memberikan sarana dan prasarana edukasi bagi masyarakat yang belum berinvestasi crypto atau pun yang membutuhkan analisis terkait pasar crypto. Beberapa strategi yang telah kami jalankan di antaranya berinvestasi pada channel edukasi Pintu Academy & Pintu News,” ungkap Iskandar.

“Strategi lain yang kami lakukan adalah aktif berkolaborasi dengan berbagai stakeholders seperti Bappebti, Bursa Crypto CFX, Asosiasi, Universitas, hingga banyak Komunitas. Kami percaya kolaborasi menjadi salah satu langkah terbaik untuk mempercepat dan memperluas edukasi terkait aset crypto. Kolaborasi dengan berbagai mitra strategis ini juga termasuk membahas mengenai perkembangan regulasi aset crypto. Kita patut berbangga, dari sisi regulasi Indonesia cukup cakap dan adaptif untuk mengakomodir kegiatan perdagangan investasi crypto yang saat ini ekosistem perdagangannya semakin kuat,” tutup Iskandar.

(das/das)



Sumber : finance.detik.com

Heboh Fenomena Pinjol Masuk Kampus


Jakarta

Istilah ‘gali lubang tutup lubang’ sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Istilah ini menggambarkan keadaan di mana seseorang meminjam uang untuk melunasi utang yang sudah ada.

Belakangan, istilah tersebut kian populer di kalangan kampus. Hal ini menyusul maraknya kampus yang menjalin kerja sama dengan pinjaman online atau dikenal dengan pinjol. Layanan pinjol ini diklaim untuk membantu mahasiswa dalam melakukan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT).

Berdasarkan catatan detikcom, ada banyak kampus yang bekerja sama dengan jasa pinjol melalui PT Inclusive Finance Group (Danacita) sejak Agustus 2023. Tercatat pada Mei 2024 lalu, sudah 82 universitas hingga sekolah tinggi yang menggunakan skema pembayaran UKT melalui pinjaman online. Salah satunya yakni Institut Teknologi Bandung (ITB). Biaya bulanan platform yang dibebankan kepada konsumen sebesar 1,75%.


Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan ITB Muhammad Abduh, dalam konferensi pers, menegaskan kerja sama ini tidak bertujuan mengambil keuntungan untuk kampus.

“Danacita itu kerja sama dengan ITB untuk membantu mahasiswa yang memiliki permasalahan keuangan. Tidak ada hubungannya dengan pemasukan untuk ITB. Pemasukan untuk ITB ketika mahasiswa itu membayar,” tegas Abduh 1 Februari 2024 silam.

Universitas Negeri Gadjah Mada juga turut bekerja sama dengan Danacita untuk menyediakan skema pembayaran UKT melalui pinjaman online. Kerja sama ini bahkan terjalin sejak Agustus 2022. Kendati demikian, di UGM, kerja sama dengan Danacita hanya diberlakukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Sekretaris UGM Andi Sandi mengatakan kerja sama tersebut datang dari Danacita untuk memudahkan pembayaran UKT, terutama bagi mereka yang mahasiswa program pascasarjana yang memang sudah bekerja. Andi menyebut kini terdapat 33 mahasiswa program pascasarjana yang menggunakan skema tersebut.

“Untuk Danacita itu tidak serta-merta orang bisa pakai gitu. Karena harus ada approval dari tingkat fakultas. Dan ketika itu disetujui oleh Danacita, dananya tidak tertransfer ke pribadi, tapi ditransfer langsung ke rekening fakultas,” ungkap Sandi.

Sandi menuturkan kemampuan mahasiswa tersebut bisa membayar pinjaman online dinilai dari data yang diterima pihak kampus dan Danacita. Ketika ada kemampuan membayar yang mendukung, opsi tersebut baru bisa digunakan oleh mahasiswa terkait.

“Kalau S1 sebenarnya kita cukup yakin dengan mekanisme yang ada bahwa itu tidak akan sampai pada titik untuk menggunakan feature dari lembaga jasa keuangan itu kalau S1. Kalau S2, kan apalagi yang mereka sudah kerja ya, mereka kan bisa ngitung, apalagi ini orang ekonomi,” kata Sandi kepada detikX.

Sementara itu, Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito mengatakan OJK telah memanggil Danacita terkait dengan pemberitaan yang beredar. Hasilnya, sejauh ini belum ada pelanggaran yang ditemukan.

Terkait dengan skema pembayaran UKT melalui pinjaman online, Sardjito menuturkan OJK tidak memiliki wewenang mengatur hal tersebut karena kaitannya dengan kebijakan kampus. Namun Sardjito menambahkan, sebagai pribadi yang pernah menjadi mahasiswa dulunya, penting bagi pihak kampus untuk mencari opsi yang paling baik bagi mahasiswanya.

“Apabila mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi tentunya yang niat sekolah tapi nggak punya uang, tentu harus dicarikan model atau mode-mode pembayaran UKT yang paling baik untuk mahasiswa. Dan ini tugasnya universitas untuk mencarikan, untuk mencari yang terbaik, jadi tidak hanya mikir yang penting kampus terbayar ini UKT-nya, terserah nanti mahasiswa mau bagaimana dengan pihak pemberi pinjaman,” kata Sardjito kepada detikX.

Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud-Ristek, Prof Nizam, tidak menanggapi secara spesifik terkait dengan adanya fenomena kerja sama kampus dengan penyedia pinjaman online. Ia mengakui negara belum mampu mendanai penyelenggaraan pendidikan tinggi di PTN. Oleh sebab itu, pendanaan dilakukan gotong-royong bersama masyarakat.

Namun, kala itu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bersama Kementerian Keuangan sedang mengkaji skema pinjaman tanpa bunga untuk mahasiswa. Ia memberikan contoh praktik student loan yang dipandang cukup berhasil adalah skema income contingent loan yang diterapkan di Australia dan beberapa negara lainnya. Prinsipnya, mahasiswa membayar kembali pinjamannya setelah bekerja dan berpenghasilan di atas suatu batas tertentu.

“Saat ini skema pinjaman murah bagi mahasiswa dengan sistem pengembalian yang lebih baik tersebut sedang dipersiapkan oleh Kementerian Keuangan, semoga dapat segera terimplementasikan,” pungkasnya.

Adapun langkah sejumlah Universitas dan Perguruan Tinggi mendapatkan perhatian serius oleh berbagai kalangan. Misalnya, anggota Komisi X DPR RI, AS Sukawijaya yang menyayangkan pinjol masuk kampus. Ia menilai fenomena ini lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.

“Pinjol masuk kampus saya sangat menyayangkan sekali. Harusnya pihak kampus atau pemerintah memiliki solusi lain. Ini fenomena tidak baik. Entah itu pinjol resmi atau tidak, banyak mudaratnya,” ujarnya dikutip dari laman DPR RI.

Ia menegaskan bahwa dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) tercatat pinjaman bagi mahasiswa tidak boleh mengenakan bunga. “Jadi, jelas di UU Sidiknas disebut kalau ada pinjaman tak boleh ada bunga,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mengatakan opsi membayar dengan pinjol bukan keputusan yang bijaksana karena konstitusi menyebutkan bahwa pendidikan adalah tugas negara. Terbukti, kewajiban negara ini tercantum pada pasal 31 ayat 1-5 dalam UUD 1945. Ia mengusulkan pembaharuan terhadap struktur dan formula anggaran pendidikan.

“Maka, menurut saya, perlu diadakan diskusi kembali tentang struktur dan formula anggaran pendidikan yang 20 persen yaitu sebesar Rp660 triliun ke mana saja. Kenapa harus membiarkan problem seperti solusi membayar UKT dengan skema pinjol ini muncul?” ungkap Fikri.

Pengamat kebijakan pendidikan sekaligus Ketua Prodi Magister dan Doktor Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia Cecep Darmawan menyayangkan fenomena kerja sama pinjol dengan pihak universitas. Sebab, menurutnya, universitas lah yang harus mencari jalan keluar bagi mahasiswa yang kesulitan membayar UKT, bukan dengan diserahkan ke pinjol.

“Orang bisa pinjam (online) sendiri ya kalau mau. Jadi bukan solusi, bahkan kalau pinjol itu bunganya berlipat-lipat dan menjerat dalam mahasiswa, ya ini akan memprihatinkan, ya kasihan mahasiswa kecuali kalau pinjolnya tanpa bunga, itu bagus,” ucap Cecep.

Menurutnya, universitas yang bekerja sama dengan pinjol terlalu pragmatis dan kurang kreatif dalam mencari jalan keluar mengelola keuangan. Apabila ini dibiarkan dan berlanjut, dikhawatirkan pihak kampus akan semakin lepas tangan.

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Bitcoin cs Anjlok Jelang Pelantikan Trump, Ada Apa?


Jakarta

Pasar kripto tertekan pagi ini jelang pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Salah satu koin kripto yang terkemuka, Bitcoin (BTC) sempat mengalami penurunan di bawah US$ 100.000.

Berdasarkan data coindesk, Senin (20/1/2025) Bitcoin mengalami penurunan 4,5% dalam 24 jam. Tidak hanya itu, mata uang kripto lain, seperti Ethereum, XRP, Solana, dan Binance coin juga kompak minus lebih dari 10%.

Sementara itu, koin meme milik Donald Trump TRUMP juga turut anjlok 30% menjadi US$ 49. Penurunan ini seiring dengan peluncuran koin sang istri MELANIA.


“Meme Melania resmi sudah diluncurkan! Anda dapat membeli $MELANIA sekarang,” tulis Melania Trump di platform sosial X pada hari Minggu.

MELANIA melonjak 24.000% ke harga rekor US$ 13. Disebut-sebut, naiknya MELANIA berhasil mempengaruhi likuiditas dari koin TRUMP yang merupakan aset digital paling banyak diperdagangkan di Binance selama akhir pekan.

Menurut beberapa pengamat, perdagangan sempat heboh pada koin TRUMP dan MELANIA menggambarkan fase FOMO dari pasar yang bullish dan dapat mengakibatkan koreksi harga BTC yang signifikan.

Sementara itu, CIO Arca, Jeff Dorman, meyakini debut TRUMP adalah lampu hijau untuk pasar kripto. “Token TRUMP baru saja memberi sinyal kepada setiap perusahaan, kotamadya, universitas & merek individu bahwa kripto sekarang dapat digunakan sebagai mekanisme pembentukan modal dan penguatan pelanggan,” kata Dorman di akun X-nya.

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

BotXcoin Sah Jadi Aset Kripto Legal di RI


Jakarta

Aset kripto lokal BotXcoin (BOTX) resmi tercatat sebagai aset kripto legal di Indonesia setelah melalui proses panjang di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Kepastian itu kian ditegaskan seiring peralihan kewenangan regulasi aset kripto dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

CEO BotXcoin, Randi Setiadi Liu, menyebut pengakuan hukum ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan proyek. “Kami tahu kepercayaan adalah aset paling berharga di industri ini. Legalitas ini bukan sekadar status, melainkan bukti komitmen kami untuk membangun fondasi yang kokoh, transparan, dan berkelanjutan,” katanya, Rabu (10/9/2025).

Seiring legalitas tersebut, BotXcoin juga memperkuat fundamentalnya melalui restrukturisasi manajemen dan strategi jangka panjang. Salah satu langkah strategis adalah program token burn, terakhir dilakukan pada 15 Agustus dengan membakar 200 juta token BOTX untuk mendukung stabilitas harga.


Dari sisi akademisi, ekonom digital Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menilai legalitas menjadi kunci agar aset kripto bisa tumbuh sehat di Indonesia.

“Investor jangan hanya melihat kenaikan harga. Legalitas dan fundamental proyek harus jadi pertimbangan utama untuk jangka panjang,” jelasnya.

Saat ini BotXcoin sudah diperdagangkan di sejumlah bursa kripto, termasuk Indodax, p2pb2b, dan Vindax. Dengan status barunya, BotXcoin berharap dapat memperluas basis investor, baik dalam maupun luar negeri.

(rrd/rrd)



Sumber : finance.detik.com

https://finance.detik.com/fintech/d-8154978/warga-ri-makin-doyan-main-kripto-tapi-hati-hati-sama-ini?single=1

https://finance.detik.com/fintech/d-8154978/warga-ri-makin-doyan-main-kripto-tapi-hati-hati-sama-ini?single=1



Sumber : finance.detik.com

Orang RI Doyan Main Kripto, Begini Dampaknya buat Ekonomi


Jakarta

Industri kripto disebut mempunyai potensi menciptakan hingga 1,22 juta lapangan kerja baru di sektor digital nasional. Hal ini berdasarkan studi terbaru Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).

Masih dari studi yang sama, kontribusi industri kripto terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai Rp 189,46 hingga Rp 260,36 triliun atau 0,86-1,18%. Pada 2024, perdagangan aset kripto di Indonesia telah memberikan kontribusi sebesar Rp 70,04 triliun, serta menciptakan lebih dari 333 ribu lapangan kerja baru.

Potensi ini dapat terealisasikan apabila pendapatan dari perdagangan aset kripto dialirkan kembali ke sektor riil melalui konsumsi dan investasi domestik.


Vice President Indodax Antony Kusuma, menilai pertumbuhan industri kripto bukan sekadar angka transaksi, melainkan peluang nyata bagi penguatan ekonomi digital Indonesia. “Industri kripto memberikan ruang bagi inovasi, tenaga kerja digital, dan kontribusi signifikan terhadap PDB jika dikelola secara tepat,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (17/10/2025).

Antony menekankan pentingnya keseimbangan regulasi dan inovasi. Menurutnya, regulasi yang tepat akan menciptakan iklim industri yang kompetitif, aman, dan mendorong partisipasi masyarakat secara luas.

Ia menyebut pembaruan aturan periklanan untuk platform berizin juga dianjurkan agar edukasi dan transparansi publik tetap terjaga, sambil mendorong penggunaan platform legal. Pihaknya aktif mendukung inisiatif ini melalui program internal yang meningkatkan literasi digital dan edukasi keamanan aset kripto bagi penggunanya.

“Kami melihat literasi dan keamanan sebagai fondasi utama pertumbuhan industri. Tanpa itu, potensi ekonomi dan penciptaan lapangan kerja tidak akan optimal,” imbuhnya.

Ia menilai akan ada efek multiplier yang mendorong pertumbuhan sektor riil lainnya. Dengan meningkatnya transaksi digital, platform kripto legal menjadi penting sebagai jembatan bagi investor untuk berpartisipasi secara aman dalam ekosistem ini.

Ia menilai industri kripto bukan hanya soal investasi, tetapi tentang pembangunan ekosistem digital yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan inovasi lokal. Pihaknya berkomitmen untuk terus memfasilitasi pertumbuhan industri kripto yang sehat, mendukung regulasi yang tepat, serta memaksimalkan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.

Antony Kusuma menekankan bahwa peran platform digital tidak hanya sebagai platform perdagangan, tetapi juga sebagai fasilitator ekosistem yang mendukung inovasi dan lapangan kerja baru.

“Kita harus melihat industri ini sebagai peluang strategis untuk membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif, mendorong adopsi teknologi, dan membuka kesempatan kerja bagi generasi muda Indonesia,” terangnya.

Lihat juga Video Nilai Transaksi Kripto September 2025 Turun 14,53 Persen

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Ajaib Sekuritas Jembatani Gen Z soal Literasi Keuangan Lewat Future Skills


Jakarta

Ajaib Sekuritas memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda dengan berpartisipasi sebagai pengajar dan mitra industri dalam program Future Skills for University, sebuah inisiatif pembelajaran lintas kampus yang diinisiasi oleh Pijar Foundation.

Program ini merupakan salah satu terobosan nasional dalam membangun future-ready talent ecosystem dengan menjembatani mahasiswa dari berbagai universitas untuk memperoleh pengalaman belajar langsung dari praktisi industri terkemuka. Direktur Utama Ajaib Sekuritas, Juliana mengatakan pihaknya percaya literasi finansial harus dimulai sejak bangku kuliah.

“Keterlibatan di Future Skills memberi kami kesempatan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman dasar investasi yang benar dan aman. Mereka adalah generasi yang akan memasuki dunia finansial digital dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Juliana dalam keterangannya, Selasa (18/11/2025).


Adapun Future Skills menghadirkan konsep pembelajaran kolaboratif yang menggabungkan unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, dengan praktik dunia profesional. Melalui kemitraan dengan berbagai universitas seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Airlangga, serta mitra industri lintas sektor, peserta dapat mengambil mata kuliah berbasis proyek (project-based learning) yang dapat dikonversi menjadi SKS resmi.

Sebagai bagian dari kontribusinya, Ajaib Sekuritas membawakan materi mengenai inovasi di sektor keuangan digital dan investasi, termasuk wawasan praktis mengenai pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda Indonesia. Keterlibatan ini menjadi langkah nyata Ajaib dalam mendukung pengembangan talenta yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap menghadapi dinamika ekonomi digital.

AjaibFoto: Ajaib Sekuritas

Ajaib Sekuritas menjadi satu-satunya platform investasi yang berperan sebagai pengajar dalam batch ini. Materi disampaikan oleh Ratih Mustikoningsih, Senior Financial Expert Ajaib, yang menghadirkan perspektif dunia kerja nyata bagi mahasiswa.

Kelas ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga mengajak mahasiswa mengerjakan proyek nyata yang relevan dengan kondisi finansial mereka sebagai pemula. Program ini memperluas akses pembelajaran lintas kampus dan menghadirkan kolaborasi lintas sektor yang masih jarang dilakukan di Indonesia.

Dengan lebih dari 200 peserta aktif dari berbagai universitas, Future Skills menjadi contoh nyata sinergi antara dunia industri dan akademik dalam mempersiapkan generasi future-ready talents.

“Kami sangat senang bermitra dengan Ajaib dalam program Future Skills by Pijar Foundation, yang memberikan materi untuk menunjang pengetahuan keuangan masa kini dan masa depan bagi peserta kelas,” ujar Curriculum and Program Lead at Future Skills by Pijar Foundation, Titus Aldi.

Keterlibatan Ajaib dalam program ini sejalan dengan visinya untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia dan memperluas akses terhadap investasi yang aman dan inklusif. Melalui kolaborasi seperti ini, Ajaib berharap semakin banyak generasi muda yang mampu memahami, mengelola, dan menumbuhkan potensi finansialnya sejak dini.

Adapun materi yang dibawakan Ajaib mencakup:

● Mindset keuangan sehat untuk mahasiswa

● Dasar investasi dan manajemen risiko

● Mengenal pasar modal digital

● Studi kasus real dari investor pemula

● Latihan perencanaan investasi sederhana

● Praktik membuat mini portfolio assignment

(akd/ega)



Sumber : finance.detik.com

Riset LPEM FEB UI Catat AdaKami Kontribusi hingga Rp 10,9 T ke PDB


Jakarta

Platform pinjaman daring berizin AdaKami tercatat menyumbang kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran pembiayaan kepada masyarakat. Riset terbaru Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengestimasikan bahwa pada 2024, AdaKami berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar Rp 6,95 triliun hingga Rp 10,96 triliun.

Kontribusi tersebut dihasilkan melalui efek berganda (ripple effect) dari penyaluran pinjaman, yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh peminjam AdaKami, melainkan juga tercermin pada aktivitas ekonomi lokal melalui peningkatan perputaran ekonomi di berbagai sektor. Mekanisme ini dimungkinkan karena pembiayaan konsumsi berperan menjadi pemicu bagi permintaan terhadap barang dan jasa di sektor produktif.

Adakami Foto: Istimewa

Dalam periode analisis, LPEM FEB UI mencatat setidaknya 185 sektor ekonomi nasional memperoleh nilai tambah dari aktivitas ekonomi yang dipicu oleh pendanaan AdaKami. Tiga sektor dengan porsi dampak terbesar adalah jasa lembaga keuangan lainnya (21,34%), jasa pendidikan pemerintah (10,03%), serta perdagangan selain mobil dan sepeda motor (9,30%), yang kemudian menyebar ke sektor-sektor lain baik secara langsung maupun tidak langsung.


Besaran kontribusi tersebut setara dengan PDB negara kepulauan seperti Tonga, yang pada 2024 tercatat sebesar USD 558 juta atau sekitar Rp 9,38 triliun dengan kurs saat ini. Selain memberikan kontribusi pada PDB, penyaluran pinjaman AdaKami juga berkontribusi membuka kesempatan kerja bagi 47-78 ribu orang yang tersebar di 17 sektor industri, antara lain perdagangan besar dan eceran (19,84%), jasa pendidikan (18,63%), serta pertanian, kehutanan, dan perikanan (15,11%).

“Penyaluran pembiayaan mendorong ripple effect melalui peningkatan konsumsi rumah tangga-baik rutin maupun non-rutin-yang kemudian menggerakkan sektor ritel, grosir, transportasi, manufaktur, hingga sektor primer. Dengan demikian, dukungan terhadap sektor ekonomi riil terjadi melalui penguatan permintaan barang dan jasa produktif yang memicu aktivitas ekonomi dan produksi, setidaknya dalam jangka pendek,” ujar Wakil Kepala LPEM FEB UI Mohamad Dian Revindo dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).

Chief of Public Affairs AdaKami Karissa Sjawaldy mengatakan bahwa AdaKami sebagai platform pinjaman daring terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

“Kami percaya bahwa akses pembiayaan yang inklusif dan dikelola secara prudent serta bertanggung jawab dapat membawa manfaat yang luas bagi masyarakat. Kontribusi positif yang dihasilkan melalui aktivitas pembiayaan ini mendorong AdaKami untuk terus menghadirkan layanan yang berkelanjutan serta meningkatkan literasi keuangan pengguna. Dengan demikian, pendanaan yang disalurkan dapat membantu masyarakat agar dapat bertahan, tumbuh, dan beradaptasi di tengah dinamika ekonomi, sekaligus mendukung penguatan ekonomi nasional,” kata Karissa.

Adakami Foto: Istimewa

Ketahanan Rumah Tangga dan Stabilisasi Konsumsi

Hasil riset LPEM FEB UI menunjukkan bahwa penyaluran pinjaman AdaKami berperan sebagai bantalan keuangan (financial buffer) yang membantu rumah tangga memenuhi kebutuhan, terutama dalam situasi mendesak, sehingga mampu menjaga tingkat konsumsi (consumption smoothing).

Survei mencatat bahwa pinjaman AdaKami juga dimanfaatkan oleh pengguna untuk menghadapi tekanan ekonomi atau guncangan (shock), seperti pemutusan hubungan kerja, sakit keras, dan peristiwa meninggal dunia dalam keluarga.

Selain itu, 24,51% pengguna AdaKami menyatakan bahwa tanpa adanya pinjaman daring, mereka harus menggunakan tabungan atau menjual aset untuk memenuhi kebutuhan. Temuan ini menunjukkan bahwa pinjaman daring seperti AdaKami berperan sebagai mekanisme penyangga, yang membantu rumah tangga menghindari strategi bertahan hidup yang berpotensi merugikan kondisi keuangan jangka panjang.

Peran penyangga tersebut tercermin pada stabilitas pola konsumsi dan pengelolaan rumah tangga pengguna. Kelompok peminjam AdaKami memiliki rata-rata pengeluaran total sebesar Rp4,8 juta per bulan, yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Di saat yang sama, pengguna AdaKami juga menunjukkan perilaku menabung yang relatif lebih baik, dengan rata-rata tabungan hampir Rp700 ribu, lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya.

Secara keseluruhan, temuan ini mengindikasikan bahwa pendanaan AdaKami tidak hanya mendorong pemenuhan kebutuhan konsumsi, tetapi juga mendukung kemampuan rumah tangga dalam mengelola keuangan secara lebih stabil di tengah dinamika ekonomi.

Mendukung Usaha Mikro dan Perorangan

Selain untuk mendukung kebutuhan rumah tangga, pendanaan AdaKami juga dimanfaatkan sebagai modal pengembangan usaha mikro dan perorangan. Hasil survei menunjukkan bahwa 53,1% pengguna yang memanfaatkan pinjaman untuk keperluan usaha menggunakan pembiayaan untuk menambah stok barang, sementara 28,1% responden menyebutkan terjadi peningkatan omzet usaha.

Temuan dari wawancara mendalam (in-depth interview) juga menunjukkan bahwa pembiayaan AdaKami membantu pelaku usaha meningkatkan skala usaha secara bertahap, seiring dengan bertambahnya kapasitas produksi dan aktivitas penjualan. Adapun sektor usaha utama yang memanfaatkan pendanaan meliputi perdagangan (53,1%), penyediaan akomodasi dan makan minum (18,8%), serta pertanian (18,8%), yang merupakan sektor-sektor di sekitar aktivitas ekonomi masyarakat dan berperan penting dalam perputaran ekonomi lokal.

Literasi Keuangan Pengguna Relatif Tinggi

Survei juga mencatat bahwa pengguna AdaKami memiliki tingkat literasi keuangan yang relatif tinggi. Sebanyak 89,2% responden memahami konsep bunga, biaya, dan tenor pinjaman. Selain itu, pemahaman terhadap prinsip dan konsep keuangan secara umum, seperti inflasi, investasi, serta pembelian saham, juga tercatat lebih baik dibandingkan kelompok lainnya.

Riset LPEM FEB UI ini menegaskan pinjaman daring seperti AdaKami tidak hanya berperan sebagai sumber pembiayaan jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem keuangan formal yang mendukung ketahanan rumah tangga, aktivitas ekonomi produktif, dan peningkatan literasi keuangan, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional.

Penguatan Keberlangsungan Industri Pinjaman Daring

Dalam upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pinjaman daring, studi LPEM FEB UI ini juga menemukan masih diperlukannya pendidikan dan peningkatan literasi untuk mengatasi potensi kerentanan perilaku yang ditemui di sebagian responden, yaitu sikap terlalu percaya diri (overconfidence) serta tendensi mementingkan manfaat jangka pendek (present-biased) dalam mengatur keuangan, termasuk keputusan terkait pinjaman.

Sikap terlalu percaya diri dalam memperkirakan kemampuan membayar bunga dan pokok pinjaman juga dapat menyebabkan penilaian yang kurang akurat terhadap kapasitas finansial. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kemampuan pembayaran di kemudian hari dan meningkatkan risiko terjebak dalam siklus utang. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih sistematis dari regulator dan pelaku usaha pindar untuk meminimalkan kerentanan ini.

Lebih lanjut, regulator perlu mendorong perluasan edukasi pengelolaan keuangan kepada pengguna. Di saat yang sama, penguatan pengawasan menjadi penting untuk memastikan implementasi aturan teknis berjalan konsisten dan efektif, termasuk penertiban pinjaman ilegal, serta memperkuat pelindungan konsumen melalui standar penagihan yang beretika dan mekanisme pengaduan yang transparan.

Sementara itu, pelaku industri perlu memperkuat transparansi dan kualitas informasi mengenai beban pinjaman, konsekuensi keterlambatan, serta aspek pelindungan konsumen agar pengguna memahami secara utuh risiko dan kewajibannya. Pengembangan fitur simulasi kemampuan bayar berbasis pendapatan (self-assessment) sebelum pencairan juga penting untuk membantu calon peminjam menilai posisi keuangannya secara lebih realistis.

Lebih lanjut, diperlukan penguatan kebijakan secara komprehensif, baik pada level internal melalui penyempurnaan risk profiling dan mekanisme pencegahan tunggakan sebelum penagihan, kemudian pada level regulator melalui pengawasan dan penyelarasan aturan yang adaptif, serta peningkatan literasi keuangan pengguna agar praktik jasa keuangan pindar tetap beretika, prudent, dan selaras dengan regulasi serta dinamika sosial-ekonomi di Indonesia.

Data dalam riset ini diperoleh melalui survei primer pada Oktober-November 2025 terhadap 615 responden di tujuh provinsi dengan pengguna AdaKami terbesar, dengan metode kombinasi wawancara langsung (offline) dan pengisian mandiri (online). Responden terbagi dalam kelompok pengguna pinjaman online dan informal untuk memungkinkan perbandingan yang komprehensif. Kontribusi ekonomi kemudian dihitung menggunakan pendekatan input-output untuk mengestimasi dampak langsung, tidak langsung, dan efek pengganda terhadap sektor-sektor ekonomi.

(akn/ega)



Sumber : finance.detik.com

Bursa Kripto CFX Pangkas Biaya Transaksi 50%


Jakarta

Bursa kripto PT Central Finansial X (CFX) memangkas biaya transaksi sebesar 50%, dari 0,04% ke 0,02% yang berlaku mulai 1 Maret 2026. Pemangkasan biaya transaksi ini rencananya akan dilakukan kembali menjadi 0,01% pada 1 Oktober 2026.

“Penurunan biaya ini tidak semata-mata hanya untuk menciptakan struktur biaya yang lebih kompetitif, tapi juga untuk membangun pangsa pasar yang lebih besar. Harapannya, volume transaksi di dalam negeri dapat meningkat sehingga industri ini memberikan dampak positif pada perekonomian nasional, melalui penambahan pendapatan negara termasuk pajak,” ungkap Direktur Utama Bursa Kripto CFX, Subani dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/2/2026).

Sementara, CEO Indodax William Sutanto menyebut pemangkasan biaya transaksi ini menjadi kunci keberlanjutan industri aset kripto secara jangka panjang. Pasalnya, struktur biaya ini menjadi salah satu permasalahan utama rendahnya transaksi di industri aset kripto domestik.


Adapun berdasarkan studi Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), volume perdagangan dari konsumen Indonesia di platform luar negeri yang tidak berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2,6 kali lipat lebih besar dibandingkan platform legal di Indonesia.

“Struktur biaya yang lebih efisien dan kompetitif merupakan angin segar bagi industri aset kripto karena dapat mendorong frekuensi transaksi yang lebih tinggi. Hal tersebut juga dapat menarik kembali para konsumen yang selama ini bertransaksi di platform luar untuk kembali masuk ke dalam negeri. Jangka panjangnya, ini dapat memperdalam likuiditas pasar domestik serta membuat ekosistem kita menjadi lebih kompetitif dibanding pasar global,” jelas William.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kagum Teknologi Indonesia (Ajaib) Adrian Sudirgo, menilai pemangkasan struktur biaya menjadi salah satu strategi industri untuk mendongkrak volume transaksi. “Pada akhirnya, perkembangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi konsumen serta mendorong pertumbuhan industri yang lebih sehat,” ujar Adrian.

Diketahui sebelumnya, penurunan biaya transaksi merupakan upaya CFX mendongkrak daya saing industri aset digital nasional. Keputusan ini diambil menyusul adanya ketimpangan biaya transaksi antara platform berizin OJK dengan platform yang ilegal yang memicu capital outflow.

Berdasarkan data OJK, nilai transaksi aset kripto di Indonesia tercatat sebesar Rp 482,23 triliun sepanjang 2025. Sementara itu, jumlah konsumen aset kripto berhasil mencapai 12,92 juta konsumen per akhir Desember 2025.

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Segini Suhu AC yang Ideal untuk Kamar, Tidur Dijamin Pulas!


Jakarta

Banyak rumah yang kini memasang air conditioner atau AC, mulai dari ruang tamu, ruang kerja, hingga kamar tidur. Kehadiran AC dapat membantu mendinginkan ruangan sehingga penghuni rumah tidak kegerahan.

Agar ruangan terasa dingin, banyak orang yang mengatur suhu AC sangat rendah. Sayangnya, suhu AC yang terlalu dingin dapat mengganggu kenyamanan tidur di malam hari.

Kamar tidur yang terlalu dingin bisa membuat penghuni rumah merasa kedinginan dan menggigil. Selain itu, kulit bisa menjadi kering akibat menghilangnya kelembapan udara di dalam kamar.


Maka dari itu, penting untuk mengatur suhu AC yang tepat agar tidur bisa pulas. Ingin tahu berapa suhu AC yang ideal untuk kamar tidur? Simak dalam artikel ini.

Suhu AC yang Ideal di Kamar Tidur

Dilansir dari situs Medical News Today, suhu AC yang ideal di kamar tidur adalah sekitar 15,6-19,4 derajat Celcius. Sementara itu, menurut pakar tidur dari Universitas Kansai, Jepang, suhu AC yang ideal agar tidur berkualitas antara 25-28 derajat Celcius.

Meski begitu, pengaturan suhu AC bisa berbeda-beda tergantung usia. Untuk anak-anak dianjurkan mengatur suhu AC antara 18-22 derajat Celcius, sedangkan bagi orang dewasa bisa diatur sekitar 19 derajat Celcius.

Lain halnya untuk orang lanjut usia (lansia). Faktor usia membuat suhu AC sebaiknya tidak di bawah 18 derajat Celcius. Untuk suhu AC yang ideal bagi lansia antara 19-25 derajat Celcius.

Dampak Tidur Pada Suhu yang Berbeda

Dikutip dari Sleep Cycle, penting untuk mengatur suhu AC kamar tidur secara tepat. Sebab, suhu yang terlalu rendah atau tinggi dapat memengaruhi kualitas tidur di malam hari.

Jika mengatur suhu AC terlalu tinggi maka kamar tidur akan terasa hangat dan menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti berkeringat dan gelisah. Terlebih lagi jika tidur menggunakan selimut yang tebal maka tubuh akan terasa sangat gerah.

Di sisi lain, tidur dengan suhu AC terlalu rendah membuat ruangan terasa sangat dingin. Kondisi ini dapat memicu menggigil, otot kaku, kulit kering, dan menimbulkan sirkulasi darah yang buruk.

Pada dasarnya, untuk mengetahui suhu AC yang tepat sebenarnya dapat disesuaikan dengan kemampuan tubuh dalam menerima suhu dingin. Kalau tubuh tidak sanggup menerima udara dingin, maka sebaiknya jangan disetel pada suhu terendah.

Itulah penjelasan soal suhu AC yang ideal untuk kamar tidur. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason