Tag: university

  • Awet! 5 Tanaman Ini Bisa Hidup Hingga Puluhan Tahun


    Jakarta

    Merawat tanaman dari benih hingga tubuh subur tentunya memiliki rasa bangga tersendiri. Apalagi, kalau tanaman tersebut bisa hidup lama.

    Saat kamu merawat tanaman dengan baik, bukan tidak mungkin tanaman tersebut bisa hidup lama bahkan hingga puluhan tahun. Nah, beberapa tanaman di rumah ini bisa hidup hingga puluhan tahun.

    Dilansir dari Martha Stewart, Selasa (10/9/2024), berikut ini informasinya.


    Rubber Plant

    Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space.Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anna Ostanina

    Tanaman ini memiliki daun lebar, mengilap, dan berwarna hijau tua. Di alam liar, tanaman ini bisa tumbuh hingga 100 kaki. Jika dirawat di dalam ruangan, tanaman ini bisa hidup sampai 25 tahun lamanya. Namun perlu diingat, getah dari tanaman ini beracun bagi hewan peliharaan.

    Monstera

    Tanaman Hias Monstera DeliciosaTanaman Hias Monstera Deliciosa Foto: Dokumentasi Pribadi HaiBunda

    Tanaman monstera atau janda bolong juga bisa hidup untuk waktu yang lama. Perawatannya yang mudah juga menjadi salah satu hal yang membuat banyak orang merawatnya di rumah. Tanaman ini bisa hidup hingga 50 tahun lamanya jika dirawat dengan benar.

    Lidah Mertua

    Ilustrasi tanaman lidah mertuaIlustrasi tanaman lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/SKashkin

    Snake Plant atau lidah mertua menjadi tanaman selanjutnya yang tahan lama. Dengan perawatan yang baik dan benar, tanaman ini bisa hidup hingga puluhan tahun.

    Spider Plant

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Tanaman ini juga banyak disukai orang karena perawatannya yang mudah. Meski perawatannya mudah, tanaman ini bisa hidup hingga 20 tahun lamanya.

    “Spider Plant sangat mudah beradaptasi dan dapat hidup hingga 20 tahun sebagai tanaman hias,” kata Ahli Horikultural di Colorado State University, Linda Langelo, dikutip dari Martha Stewart.

    Philodendron

    house plant heart leaf Philodendron vine in white pothouse plant heart leaf Philodendron vine in white pot Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

    Philodendron merupakan keluarga tanaman yang sangat beragam dengan banyak varietas. Tanaman ini bisa hidup hingga 25 tahun atau lebih. Bahkan, philodendron bisa bertahan di musim kemarau. Namun, kalau daunnya sudah mulai menguning hal itu menandakan tanaman itu butuh air.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa hidup hingga puluhan tahun. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Usir Lalat Pakai Cat Warna Kuning, Beneran Ampuh? Ini Penjelasannya



    Jakarta

    Lalat merupakan serangga hama yang cukup mengganggu di rumah. Kehadirannya juga bisa dianggap membahayakan karena membawa penyakit dan identik dengan hal yang kotor. Bahkan, riset mengatakan lalat bisa menyebarkan lebih dari 65 penyakit, termasuk demam tifoid, kolera, dan diare.

    Oleh karena itu ada baiknya jika banyak lalat di rumah segera cari cara untuk mengusirnya. Banyak cara yang digunakan untuk mengusir lalat, mulai dari menyemprot racun serangga, hingga menggunakan warna yang dibenci lalat seperti warna kuning.

    Banyak yang beranggapan bahwa lalat membenci warna kuning, tapi apakah benar begitu?


    Menurut riset yang dilakukan oleh University of Florida, lalat tiga kali lebih tertarik pada warna biru dibandingkan kuning dan bahwa warna kuning tampaknya bisa mengusir lalat.

    Hasil penelitian di dalam Journal of Medical Entomology edisi terkini, mengukur preferensi warna lalat dengan menggunakan tes perilaku yang menentukan warna mana yang paling dituju lalat.

    Dengan menggunakan alat elektroretinogram yang bisa mengukur reaksi mata lalat, menunjukkan bahwa serangga tersebut juga lebih merespons warna biru dibandingkan warna kuning.

    Selain itu, sebuah riset yang dilakukan oleh Innocean Indonesia dan Dulux juga menunjukkan bahwa lalat cenderung tidak mendekati warna kuning. Mereka melakukan percobaan dengan menyiapkan dua meja dengan piring makanan, satu dicat dengan warna kuning cerah dan yang lainnya tidak di cat.

    Hasilnya menunjukkan bahwa lalat lebih tertarik pada meja yang tidak berwarna kuning. Akhirnya, karena dianggap cukup efektif, eksperimen tersebut menghasilkan Project Yellow Canteen. Project ini menyulap kantin sekolah menjadi warna kuning, yang nyatanya ampuh untuk mengusir lalat di kantin.

    Maka dari itu, jika kamu ingin mengusir lalat, kamu bisa coba untuk menggunakan warna kuning di rumah atau di ruang makan. Tak hanya itu, kamu bisa juga mengusir lalat dengan menggunakan lampu LED kuning.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Lalat Langsung Kabur Jika Melihat Warna Kuning? Begini Faktanya!



    Jakarta

    Salah satu serangga yang kehadirannya mengganggu adalah lalat. Serangga satu ini memiliki kemampuan terbang yang gesit sehingga sulit untuk menangkapnya.

    Kehadiran lalat tidak diinginkan karena hewan satu ini membawa berbagai penyakit. Riset mengatakan lalat bisa menyebarkan lebih dari 65 penyakit, termasuk demam tifoid, kolera, dan diare. Apabila mereka hinggap ke atas makanan, tentu berbahaya.

    Berbagai cara dilakukan untuk membasmi lalat. Salah satu percobaan dalam sebuah riset yang dilakukan oleh University of Florida berhasil menemukan fakta baru yang tak disangka-sangka. Dalam laporan riset tersebut dikatakan bahwa lalat tidak menyukai warna kuning.


    Hasil penelitian di dalam Journal of Medical Entomology edisi terkini, mengukur preferensi warna dengan menggunakan tes perilaku yang menentukan warna mana yang paling dituju lalat. Riset tersebut menunjukkan banyak lalat yang tertarik dengan warna biru. Sementara warna kuning tidak banyak dihampiri lalat.

    Selain itu, sebuah riset yang dilakukan oleh Innocean Indonesia dan Dulux juga menghasilkan hal yang sama. Mereka melakukan metode riset dengan meletakkan dua meja dengan piring makan. Satu meja memakai warna kuning dan satunya lagi memakai warna lain. Riset tersebut menunjukkan bahwa lalat cenderung enggan mendekati warna kuning.

    Dari hasil penelitian ini, banyak yang percaya bahwa memakai warna bohlam kuning juga dapat mengusir lalat. Alasannya bukan karena lebih redup, tetapi warna kuning lebih terang bagi penglihatan mereka. Oleh karena itu, mereka akan langsung menjauh saat melihat objek dengan warna kuning.

    Kamu bisa menerapkan cara ini di rumah karena jauh lebih aman daripada memasang perangkap kimia atau harus berkejaran untuk mengusirnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Warna Air Kolam Ikan Berubah Jadi Hijau? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Keberadaan kolam ikan di rumah bisa menjadi dekorasi yang menarik. Adanya kolam ikan di rumah, berarti para penghuni juga harus siap untuk rutin membersihkannya.

    Jika kolam ikan dirawat dengan baik tentunya akan membuat tampilan rumah semakin menarik. Namun, jika tidak dirawat justru bisa merusak estetika rumah.

    Kolam ikan yang tak dirawat kerap kali berubah warna airnya. Biasanya, air mulai berubah menjadi warna hijau. Kok bisa?


    Melansir dari Michigan State University Extension Natural Resources, salah satu penyebab paling umum pada perubahan warna air adalah penumpukan nutrisi yang mengakibatkan mekarnya alga. Hal itu bisa membuat warna air berubah menjadi hijau, cokelat, bahkan merah.

    Tumbuhnya alga juga bisa menyebabkan masalah kualitas air serta menyebabkan penurunan kadar oksigen saat alga mati dan membusuk.

    Di sisi lain, perubahan warna air bisa dipengaruhi oleh keberadaan plankton, sedimen yang mengendap, maupun mineral yang terlarut. Perubahan warna air pada kolam tergantung pada penyebabnya.

    Cara Menghilangkan Alga dari Kolam

    Dilansir dari Yard Focus, ada beberapa cara untuk menghilangkan alga dari kolam. Berikut ini informasinya.

    Tambahkan Hewan Pemakan Alga ke Kolam

    Kamu bisa menambahkan ikan sapu-sapu untuk membantu membersihkan kolam ikan. Hewan ini akan menempel di sisi kolam ikan dan memakan lumut yang menempel di sana.

    Selain itu, kamu juga bisa menaruh berudu di dalam kolam ikan. Berudu memakan alga saat mereka akan tumbuh menjadi katak.

    Menambahkan hewan-hewan ini bisa membantu menjaga keseimbangan ekosistem kolam dengan memakan bahan tanaman sebelum terurai dan menambah kadar nutrisi. Dengan ikan dan berudu, kamu akan melihat air kolam yang lebih jernih dan lebih sedikit lumut dari waktu ke waktu.

    Tambahkan Tanaman Penyerap Nutrisi

    Kamu bisa menambahkan lili air maupun gelagah di kolam ikan. Tanaman ini akan menyerap nutrisi yang dibutuhkan alga untuk tumbuh. Tanaman ini juga bisa tumbuh dengan baik tanpa mengganggu ikan maupun lingkungan.

    Pasang Filter Air

    Memasang filter adalah solusi yang paling banyak digunakan. Filter air bisa membuang nutrisi ekstra yang merupakan sumber makanan lumut dan membersihkan air dari kotoran. Hal inilah yang membuat lumut sulit tumbuh.

    Sistem penyaringan yang baik juga meningkatkan kualitas air kolam secara keseluruhan, yang sangat bagus untuk ikan dan tanaman. Pastikan kamu sudah mengatur filter dengan benar dan menjaganya tetap bersih.

    Itulah penyebab dan beberapa cara mengatasi alga pada kolam ikan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Usir Katak dari Teras Rumah, Coba 7 Trik Ini!



    Jakarta

    Katak sering kali ditemukan di teras atau halaman rumah. Biasanya hewan ini bisa ditemukan di dekat lampu teras. Alasannya karena lampu di teras menarik berbagai serangga yang menjadi makanan katak pohon.

    Katak-katak ini, seperti katak pohon Pasifik, biasanya hidup di daerah basah, semak-semak, atau tempat yang jauh dari air, namun mereka tertarik ke lokasi yang banyak serangga.

    Menurut Departemen Perikanan dan Satwa Liar Oregon, katak pohon dewasa aktif pada malam hari dan bisa ditemukan jauh dari perairan. Mereka biasanya mencari tempat teduh atau bersembunyi di balik batu atau kayu pada siang hari. Sayangnya, katak-katak ini sering meninggalkan kotoran, yang bisa mengganggu aktivitas penghuni rumah yang ingin menggunakan pintu depan.


    Berikut adalah 7 tips dan trik bahan untuk mengusir katak dari rumah berdasarkan informasi dari jurnal Oregon State University:

    1. Matikan Lampu Teras

    Lampu teras yang menyala dapat menarik serangga yang menjadi sumber makanan bagi katak pohon. Solusi termudah adalah dengan mematikan lampu teras pada malam hari, atau menggantinya dengan lampu yang hanya menyala ketika ada gerakan.

    2. Gunakan Lampu Gerak (Motion-Activated Lights)

    Gantilah lampu teras dengan lampu gerak yang hanya menyala ketika ada orang atau hewan yang mendekat. Ini akan mengurangi daya tarik bagi serangga yang datang ke teras, yang pada gilirannya akan mengurangi kedatangan katak pohon.

    3. Penghalang Fisik (Physical Barriers)

    Pasang penghalang fisik seperti pagar kecil atau jaring di sekitar teras atau area yang sering dilewati katak. Penghalang ini akan membantu mencegah katak mendekat ke pintu depan rumah.

    4. Gunakan Minyak Esensial

    Bau dari minyak esensial seperti minyak citronella, peppermint, atau lavender bisa membantu mengusir katak. Cobalah menyemprotkan campuran minyak tersebut dengan air di sekitar area teras atau halaman untuk menciptakan aroma yang tidak disukai oleh katak.

    5. Menjaga Kebersihan Area Teras

    Katak sering datang karena keberadaan serangga yang mudah ditemukan di area teras yang kotor. Pastikan teras atau halaman rumah tetap bersih dan bebas dari serangga atau sampah yang bisa menarik katak.

    6. Ampas Kopi

    Kamu bisa menggunakan ampas kopi atau mendaur ulang ampas kopi bekas anda. Taburkan ampas kopi ini ke lahan yang sering didatangi katak.

    7. Tanam Tanaman Pengusir Katak

    Beberapa jenis tanaman, seperti lavender atau marigold, memiliki aroma yang tidak disukai oleh katak. Tanam tanaman ini di sekitar teras atau halaman rumah untuk membantu mengusir katak dengan cara alami.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Lalat Kabur Jika Melihat Warna Kuning? Begini Kata Ahli



    Jakarta

    Banyak penelitian telah dilakukan untuk mencari tahu bagaimana cara mengusir lalat. Hewan kecil ini sulit untuk diusir apalagi ditangkap karena badannya yang kecil dan gerakkannya yang gesit.

    Salah satu penelitian menemukan bahwa lalat merespon terhadap warna. Ada beberapa warna yang menarik perhatian, ada pula yang mereka hindari.

    Dalam riset yang dilakukan oleh University of Florida yang tertuang pada Journal of Medical Entomology edisi terkini, mereka memantau perilaku lalat dari preferensi warna yang dipilih oleh lalat.


    Mereka menyiapkan alat elektroretinogram yang bisa mengukur reaksi mata lalat untuk mengetahui warna apa yang akan direspon oleh lalat. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa lalat lebih merespon warna biru dibandingkan kuning.

    Selain itu, sebuah riset yang dilakukan oleh Innocean Indonesia dan Dulux juga melakukan teknik respon warna. Mereka melakukan uji coba dengan menyiapkan dua jenis meja dengan piring berisi makanan di atasnya.

    Satu meja berwarna kuning dan lainnya tidak dicat. Hasilnya menunjukkan bahwa lalat lebih tertarik pada meja yang tidak berwarna kuning.

    Setelah eksperimen ini, Dulux membuat sebuah proyek bernama Project Yellow Canteen yakni mengubah kantin menjadi serba kuning agar tidak ada lalat yang berani terbang di dalamnya.

    Selain warna kuning dari cat, eksperimen serupa juga bisa dicoba dengan menggunakan lampu LED kuning. Lampu ini bisa dipakai di beberapa spot di rumah, terutama dapur dan ruang makan.

    Alasan eksperimen ini diperlukan adalah agar kita mengetahui cara mengusir lalat yang paling efektif. Seperti yang kita ketahui, lalat memang tidak menggigit manusia, tetapi serangga ini membawa banyak bakteri dan kuman di kakinya.

    Kotoran tersebut bisa saja berasal dari tempat sampah atau tempat kotor lainnya. Ketika mereka terbang dan hinggap di makanan, dapat terjadi kontaminasi. Apabila makanan dan minuman tersebut dikonsumsi khawatirnya dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti demam tifoid, kolera, dan diare.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Kloset Harus Tertutup Saat Menekan Tombol Flush? Ini Kata Ahli



    Jakarta

    Kloset duduk memiliki penutup yang berfungsi untuk mencegah penyebaran kuman, bau, dan cipratan air. Banyak yang menyarankan ketika kita hendak menyiram lubang kloset, sebaiknya penutup tersebut diturunkan hingga lubang tersebut tertutup. Kira-kira apa ya alasannya?

    Dilansir Better Homes and Garden, seorang CEO dan pemilik AK Building Service, Shari Cedar, mengatakan ketika flush ditekan dan air keluar untuk membersihkan lubang kloset akan muncul aerosol yang mengandung bakteri dan virus ke permukaan kamar mandi dan udara di sekitar. Oleh karena itu, lebih baik kloset dalam keadaan tertutup.

    Sebagai informasi, aerosol merupakan partikel halus di udara yang dapat membawa patogen seperti E. coli, C. difficile, norovirus, dan adenovirus, di udara dan di seluruh kamar mandi.


    Namun, Arianna Castro, seorang manajer komunikasi ilmiah di P&G, mengungkapkan dalam studi The American Journal of Infection Control bahwa menutup tutup toilet sebelum menyiram tidak benar-benar mengurangi penyebaran partikel virus.

    Kajian tersebut tetap menyarankan kloset perlu diberi disinfektan secara teratur untuk membunuh partikel-partikel kuman yang mungkin menempel di kamar mandi.

    Castro menekankan menutup kloset ketika menyiram memang hanya membatasi jangkauan semburan, tetapi risiko penyebarannya tetap dapat terjadi karena beberapa kuman dapat bertahan pada air kloset setelah beberapa kali penyiraman.

    “Lebih buruk lagi, beberapa kuman bertahan di air toilet selama beberapa kali pembilasan, yang berarti risikonya tidak hilang setelah satu kali pembilasan. Bagaimana jika Anda menggunakan toilet umum tanpa penutup? Kuman itu akan menyebar ke mana-mana,” jelas Cedar, seperti yang dikutip Sabtu (5/4/2025).

    Sebuah penelitian dari University of Colorado melakukan uji coba untuk mengetahui efek dari penyebaran partikel kuman dan bakteri saat flush ditekan. Mereka menggunakan laser berdaya tinggi untuk memvisualisasikan efeknya.

    Ternyata partikel kuman dan bakteri tersebut dapat berceceran ke segala arah dengan kecepatan 20 meter per detik, mencapai ketinggian 14 meter hanya dalam waktu 8 detik.

    Jadi, Cedar maupun Castro mengatakan lebih baik menutup kloset saat hendak menyiram. Meskipun tidak menjamin kamar mandi aman dari bakteri, setidaknya partikel kuman dan bakteri tidak jatuh ke area yang lebih jauh di kamar mandi. Mereka setuju bahwa tidak ada salahnya menutup tutup toilet saat menyiram toilet.

    “Berdasarkan penelitian yang ada, saya rasa sangat disarankan untuk menutup toilet saat menyiramnya guna meminimalkan penyebaran patogen melalui udara dan meningkatkan praktik kebersihan yang lebih baik,” tutur Castro.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Begini Cara Usir Semut Pakai Baking Soda


    Jakarta

    Semut merupakan serangga yang sangat sering dijumpai di rumah. Keberadaannya seringkali membuat penghuni rumah merasa risih dan melakukan berbagai cara untuk mengusirnya.

    Salah satu cara membasminya adalah dengan menggunakan baking soda. Namun, pakai baking soda saja masih belum cukup, harus ada tambahan bahan lainnya agar bisa membasmi semut.

    Dilansir dari The Spruce, seorang entomolog dan profesor jurusan lingkungan dan kesehatan kerja University of Nevada Dr. Louisa Messenger mengatakan bahwa semut tidak terlalu tertarik pada baking soda saja tanpa ada bahan yang membuatnya tertarik, misalnya seperti gula.


    Nah, berikut ini beberapa cara membasmi semut menggunakan baking soda.

    Baking Soda dengan Gula

    Baking soda yang dicampur dengan gula bisa membantu menarik dan membunuh semut. Nantinya, semut akan membawa campuran tersebut ke koloni mereka dan berpotensi memengaruhi seluruh koloni.

    Berikut ini caranya.
    – Campurkan baking soda dan gula bubuk dengan perbandingan yang sama
    – Tempatkan campuran tersebut, masing-masing satu sendok makan, dalam tutup botol atau penutup yang dangkal
    – Tempatkan tutup botol itu di dekat atau sepanjang jalur semut

    Baking Soda dan Cuka

    Selain dengan tambahan gula, mengusir semut juga bisa menggunakan tambahan cuka. Bau dari cuka bisa mengganggu semut. Berikut ini caranya.

    – Aduk cuka, sabun cuci piring, dan baking soda dalam mangkuk
    – Tambahkan air dan tuang campuran ke dalam botol semprot
    – Semprotkan larutan di dekat dan di sepanjang jalur semut. Bisa juga disemprotkan di dekat pintu maupun jendela

    Selain dengan baking soda, penghuni rumah juga bisa mengusir dengan bahan-bahan dengan aroma yang kuat, misalnya seperti kayu manis, kulit jeruk atau perasan lemon, hingga minyak esensial. Penghuni rumah bisa menempatkan kayu manis di depan pintu masuk sementara untuk minyak esensial bisa dicampur air dan semprotkan di sepanjang jalur semut.

    Itulah beberapa cara basmi semut di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Kolam Berubah Hijau Berbahaya buat Ikan, Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Salah satu tantangan saat membuat kolam ikan di rumah adalah pemiliknya harus rajin merawat dan membersihkannya. Kolam ikan yang tidak diperhatikan justru menjadi kolam lumut, berwarna hijau dan tidak enak dilihat.

    Dilansir dari Michigan State University Extension Natural Resources, penyebab kolam ikan berubah menjadi kehijauan karena adanya penumpukan nutrisi yang mengakibatkan mekarnya alga. Aktivitas alga ini tidak hanya mengubah air menjadi hijau, melainkan bisa menjadi cokelat dan merah.

    Banyaknya alga di dalam air tidak akan baik untuk ikan. Kesehatannya akan terganggu karena kualitas air menurun dan terbatasnya oksigen yang diterima oleh ikan. Alhasil risiko kematian sangat besar bagi ikan yang hidup di dalam kolam yang sudah penuh dengan alga.


    Bukan hanya karena alga, perubahan warna air pada kolam juga bisa disebabkan karena sedimen yang mengendap dari mineral yang terlarut. Sedimen ini bisa terbawa di dalam air yang kualitasnya kotor.

    Cara Menghilangkan Alga dari Kolam

    Membuat kolam ikan pasti tidak murah, apalagi jika di dalamnya terdiri dari ikan-ikan kesukaan. Pemilik rumah harus berusaha untuk merawatnya agar ikan tetap dapat hidup dengan nyaman di air dan setiap hari pemilik rumah bisa mendapat hiburan dari kolam tersebut. Bagi pemilik rumah yang baru memiliki kolam ikan dan belum ada pengalaman untuk membersihkan ikan, dilansir dari Yard Focus, berikut cara untuk menghilangkan alga dari kolam.

    1. Rawat Hewan Pemakan Alga ke Kolam

    Cara paling mudah untuk memastikan pertumbuhan alga masih dalam batas ambang adalah di dalam kolam tersebut terdapat ikan sapu-sapu. Hewan ini seperti namanya suka sekali menempel pada sisi kolam dan membersihkan atau memakan lumut yang menempel di sana.

    Hewan lainnya yang juga bisa membersihkan alga dari kolam adalah berudu. Hewan ini memakan alga saat mereka akan tumbuh menjadi katak. Namun, apabila pemilik kolam takut terhadap katak, lebih baik pelihara ikan sapu-sapu.

    Menambahkan hewan-hewan ini bisa membantu menjaga keseimbangan ekosistem kolam dengan memakan bahan tanaman sebelum terurai dan menambah kadar nutrisi.

    2. Tambahkan Tanaman Penyerap Nutrisi

    Bukan hanya hewan yang bisa membasmi alga, tanaman lili air maupun gelagah juga ampuh mencegah pertumbuhan alga. Caranya tanaman ini menyerap nutrisi yang dibutuhkan alga. Namun, keberadaan tanaman tidak akan mengganggu ikan maupun lingkungan.

    3. Pasang Filter Air

    Saat ini sudah banyak perangkat kebersihan yang dapat menjaga kolam ikan tetap bersih. Salah satunya adalah filter air. Perangkat ini bisa membuang nutrisi ekstra yang merupakan sumber makanan lumut dan membersihkan air dari kotoran. Hal inilah yang membuat lumut sulit tumbuh.

    Sistem penyaringan juga bermanfaat meningkatkan kualitas air kolam sehingga baik untuk ikan dan tanaman. Pastikan kamu sudah mengatur filter dengan benar dan menjaganya tetap bersih.

    Itulah penyebab dan beberapa cara mengatasi alga pada kolam ikan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Ukuran Minimal Kolam Renang yang Ideal di Rumah Menurut Arsitek



    Jakarta

    Punya lahan yang luas di rumah terkadang bingung bagaimana cara memanfaatkannya. Jika detikers mengalami hal yang sama, coba bikin kolam renang untuk sarana olahraga dan rekreasi di rumah.

    Anggapan bahwa membangun kolam renang harus punya lahan luas itu nggak benar adanya. Lahan yang luas hanya dibutuhkan jika detikers mau buat kolam renang berstandar internasional yang biasa dipakai untuk olimpiade. Umumnya luasnya 25-50 meter persegi.

    Ada pun kolam renang di rumah yang hanya untuk dipakai pribadi, menurut arsitek sekaligus dosen Binus University Denny Setiawan tidak ada ketentuan ukuran khusus. Pemilik rumah dibebaskan menentukan luasnya yang disesuaikan dengan lahan, fungsi, dan konsep rumah.


    “Di rumah tinggal tidak ada batasan minimum atau maksimum. Berbeda kalau misalnya kita bicara kolam renang sebagai sport itu kita butuh minimal 25 meter,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025).

    Meskipun tidak ada ketentuan luas maksimal, Denny mengatakan kolam renang minimal bisa untuk meluruskan kaki dan berendam. Luas minimal yang cukup untuk ketentuan tersebut adalah 2,4 meter persegi. Oleh karena itu, saat ini banyak kolam renang mungil yang hanya muat untuk berendam.

    “Tapi ada batas minimum lebar kolam renang yang ideal yaitu adalah 2,4 meter. Ya, karena tepak atau depak manusia itu lebarnya kurang lebih adalah sekitar 1,6 meter, 80 cm ke kiri, 80 cm ke kanan. Nah, dengan 2,4 meter artinya kita bisa punya space di kiri dan kanan masih bisa sekitar 30-30 itu masih ideal untuk kolam renang,” jelasnya.

    Lalu, Denny sangat menyarankan memiliki kolam renang pribadi di rumah. Manfaatnya sangat banyak terutama bagi kesehatan.

    Kolam renang memberikan kita sarana untuk berolahraga yang baik untuk kesehatan jantung, paru-paru, dan sendi. Selain itu, memiliki kolam renang pribadi di rumah juga tidak perlu khawatir akan kebersihannya karena yang menggunakannya adalah keluarga sendiri.

    Lalu, memiliki kolam renang juga bagus untuk ketenangan. Denny mengatakan riak air, terutama yang tersorot cahaya dapat membuat seseorang lebih rileks.
    Selain itu, keberadaan kolam renang pada sebuah hunian juga bisa menambah nilai pada properti tersebut.

    “Pada praktiknya di beberapa vila, memang seringkali arsitek, desainer, atau pemilik kemudian itu berusaha untuk mendapatkan atau memiliki kolam renang. Kalau kolam renang itu efeknya luar biasa terhadap kualitas estetika ruang,” ujarnya.

    Kolam renang di rumah juga bisa membuat rumah jadi lebih sejuk karena uap air yang dihasilkan dapat terserap oleh udara panas dan membuat sekitarnya lembap.

    Cara perawatan kolam renang, kata Denny, tidaklah sulit. Kolam renang cukup dikuras 3 bulan sekali. Dengan catatan, kolam renang tersebut memiliki filter air untuk memastikan airnya selalu bersih dan tidak berjamur. Filter tersebut minimal bekerja 6 jam dalam sehari.

    “Nggak harus setiap hari. Tapi perlu dirawat dan dipastikan filter bekerja minimal 6 jam sehari. Boleh dimatiin, tapi sehari paling nggak itu 6 jam. Kalau nggak dia akan berjamur,” terangnya.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com