Tag Archives: untung

Bitcoin Lagi Ngegas, Ahli Finansial Ingatkan Tetap Kelola Risiko


Jakarta

Kondisi pasar kripto pada November 2024 menunjukkan peningkatan optimisme. Tercatat, hingga 13 November 2024, Bitcoin menyentuh All Time High (ATH) baru, hampir menyentuh angka US$90,000. Didorong oleh kemenangan Donald Trump dan penurunan suku bunga The Fed, kapitalisasi pasar kripto mulai mendekati level ATH $3 triliun.

Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha mengatakan kenaikan Bitcoin dalam seminggu terakhir ini menunjukkan performa positif yang mendorong kapitalisasi pasar BTC.

“Bitcoin tercatat telah naik 24% selama tujuh hari terakhir dan melesat hampir 100% secara Year to Date (YTD). Performa positif ini sekaligus mendorong kapitalisasi pasar BTC sempat mencapai $1,768 Triliun, sekaligus melampaui Meta (Ex-Facebook) dan Silver,” ujar Panji dalam keterangan tertulis, Kamis (14/11/2024).


Di tengah euforia pasar saat ini, investor tetap harus mengelola risiko investasi dengan lebih bijak agar terhindar dari FOMO atau investasi yang mengikuti trend semata. Investor perlu mewaspadai adanya penurunan yang didorong aksi profit taking.

“Di tengah euforia bull run, investor harus tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking) yang bisa memicu koreksi harga. Meski tren positif sedang terjadi, pasar kripto cenderung volatil. Dengan strategi yang tepat, investor bisa menghindari kehilangan profit yang sudah diraih,” tambah Panji.

Untuk itu, Panji memberikan beberapa strategi bijak investasi kripto di tengah bull run market. Berikut tiga strateginya.

Cara Mudah Identifikasi Waktu untuk Beli dan Jual

Beberapa indikator dapat memberi gambaran tentang kinerja suatu aset dan kondisi pasar secara keseluruhan. Hal ini tentunya bisa membantu memprediksi arah pergerakan pasar.

Terdapat banyak indikator untuk kripto yang dapat digunakan, namun beberapa yang paling populer adalah melihat level Fear and Greed Index. Selain itu, bisa juga menggunakan indikator teknikal RSI (Relative Strength Index).

Indikator ini dapat membantu untuk mengenali momen yang tepat untuk masuk dan keluar pasar. Dengan demikian, investor bisa menangkap awal tren bullish dan mengambil keputusan dengan lebih cermat.

“Saat ini, Fear and Greed Index di level 84 zona extreme greed investor dapat mempertimbangkan take profit bertahap. Ketika indeks menunjukkan ekstrem, ini bisa menjadi sinyal untuk lebih berhati-hati. Selain itu, indikator seperti RSI dapat membantu mengidentifikasi apakah aset dalam kondisi overbought atau oversold memberikan gambaran waktu yang tepat untuk jual atau akumulasi,” jelas Panji.

Hindari FOMO (Fear of Missing Out)

Euforia pasar bisa membuat investor fomo dan sering kali mendorong mereka untuk membeli aset saat harga sudah terlalu tinggi. Namun, ini bisa berisiko jika harga tiba-tiba terkoreksi. Jika indikator teknis seperti Fear and Greed Index berada di zona extreme greed, ini adalah sinyal untuk tetap tenang dan menghindari keputusan impulsif.

“Jangan terburu-buru masuk pasar hanya karena tren sedang naik. Bersikaplah rasional dan fokus pada analisis daripada mengikuti emosi,” tutur Panji.

Take Profit Secara Berkala

Take profit secara berkala dengan memanfaatkan sell limit orders. Dengan begini, Anda bisa secara otomatis menjual kripto Anda ketika mencapai harga tertentu di pasar.

“Melakukan take profit secara berkala memungkinkan investor untuk mengunci keuntungan secara bertahap,” kata Panji.

“Ini juga membantu menghindari godaan untuk terus menahan posisi tanpa rencana jelas yang bisa merugikan jika pasar tiba-tiba berbalik arah dari bullish ke bearish,” tutup Panji.

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi.Ajaib Kripto membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli aset kripto. Harga aset kripto berfluktuasisecara real-time. Harap berinvestasisesuai keputusan pribadi.

(akn/ega)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Terjun Bebas, Ini Penyebabnya


Jakarta

Harga mata uang kripto, Bitcoin (BTC) terjun bebas setelah menembus level US$ 100.000 pada awal Desember lalu. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin anjlok 5% menjadi US$ 95.519 pada Senin (9/12) kemarin.

Mengutip Coindesk, Selasa (10/12/2024) kapitalisasi pasar kripto global turun. Bitcoin kembali turun ke level US$ 95.000 atau 5% selama 24 jam terakhir. Sementara itu, Ether (ETH) turun 10% menjadi US$ 3.590.

Berdasarkan Indeks CoinDesk20, penurunan juga terjadi di beberapa aset kripto. Bahkan penurunan 20% untuk Cardano (ADA), Avalanche (AVAX), dan XRP (XRP).


Ada beberapa tanda menurunnya momentum di pasar kripto, termasuk menurunnya volume dan aksi ambil untung besar-besaran oleh pemegang jangka panjang. Pendiri 10x Research, Markus Thielen mengatakan fase ini merupakan salah satu fase konsolidasi sementara sebelum pasar kembali bullish.

“Namun, para trader sekarang harus memperhatikan dengan seksama posisi mana yang berkinerja lebih baik dan mana yang berkinerja buruk, karena reli memasuki fase di mana tidak semuanya akan terus meningkat,” kata Thielen.

Dia mengimbau agar para trader menjauhi segmen yang lebih lemah dan fokus pada aset kripto pilihan masing-masing. Hal ini dilakukan agar para trader dapat menavigasi pasar kripto secara efektif.

“Untuk menavigasi pasar ini secara efektif, para trader harus menjauhi segmen yang lebih lemah dan berfokus pada posisi inti mereka yang memiliki keyakinan tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, perusahaan perdagangan aset kripto terkemuka di Singapura, QCP Capital dalam laporannya menyebut kondisi tersebut disebabkan beberapa hal, di antaranya para trader di pasar semakin memposisikan diri untuk dalam kondisi sideways hingga akhir tahun, mengambil untung dari tren bullish mereka sebelumnya, hingga berpotensi memperpanjang posisi hingga awal tahun depan.

“Meskipun kami masih bullish secara struktural, (harga) spot kemungkinan seperti sekarang selama sisa musim liburan,” tulis laporan tersebut.

Lihat juga Video: Cara Situs Judi Online Samarkan Transaksi: Pakai Kripto-Money Changer

[Gambas:Video 20detik]

(ara/ara)



Sumber : finance.detik.com

Pasar Ambil Untung, Sinyal Bullish Bitcoin Jadi Buntung


Jakarta

Aset keuangan kripto, Bitcoin (BTC) menghadapi sejumlah tantangan untuk membalikkan kondisi bearish, kendati sinyal bullish tampak pada perdagangan hari ini, Jumat (8/8/2025). Pasalnya, BTC tengah mengalami aksi profit taking atau ambil untung yang dilakukan investor jangka panjang.

Berdasarkan data CoinShare, terjadi arus keluar pertama dalam 15 minggu terakhir dengan nilai US$ 223 juta dari produk investasi aset digital. Aksi profit taking ini terjadi menyusul pertemuan FOMC yang bernada hawkish dan rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan.

Mengutip data perdagangan Coinmarketcap, BTC tercatat menguat 1,75% pada perdagangan 24 jam terakhir. Kemudian menguat 1,31% selama sepekan dengan harga sebesar US$ 116.856 atau sekitar Rp 1,90 miliar (asumsi kurs Rp 16.294).


Angka tersebut tercatat jauh lebih menguat dibanding perdagangan di hari sebelumnya, di mana harga BTC tercatat sebesar US$ 114.721 atau sekitar Rp 1,87 miliar. Meski begitu, perdagangan kripto secara umum disebut masih akan menghadapi tantangan.

“Momentum pemulihan Bitcoin terhenti karena banyaknya sinyal bearish yang muncul di pasar on-chain dan derivatif,” tulis analisis Coinmarketcap dalam laman resminya, Jumat (8/8/2025).

Penguatan BTC hari ini juga diikuti mata uang kripto lainnya. Ethereum (ETH) misalnya, menguat 5,89% 24 jam terakhir, kemudian menguat 5,38% ke harga US$ 3.889 atau sekitar Rp 63,37 juta.

Kemudian untuk mata uang BNB tercatat menguat 1,59% sepanjang perdagangan 24 jam. Akan tetapi, BNB melemah 0,76% sepekan terakhir. BNB berada di harga US$ 782,52 atau sekitar Rp 12,75 juta.

Sementara untuk Solana (SOL) berada di harga US$ 174,45 atau sekitar Rp 2,84 juta. SOL menguat 3,90% sepanjang 24 jam terakhir, dan melanjutkan tren penguatan sepekan terakhir 2,60%.

Sedangkan untuk mata uang XRP tercatat melonjak signifikan sebesar 10,99% selama 24 jam dan 10,84% sepekan terakhir. Dengan koreksi tersebut, harga XRP saat ini berada di posisi US$ 3,31.

Di sisi lain, harga stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC) cenderung variatif pada perdagangan hari ini. USDC melemah 0,01% sepekan terakhir, sedangkan USDT menguat 0,03% sepekan terakhir. Masing-masing stablecoin asal Amerika Serikat (AS) itu berada di harga US$ 0,99 dan US$ 1.

Lihat juga Video: Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?

(kil/kil)



Sumber : finance.detik.com

Transaksi Kripto RI Ambruk Gegara Aksi Ambil Untung Investor


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya penurunan transaksi kripto yang signifikan secara bulanan (month-to-month/mtm). Transaksi mata uang digital ini tercatat sebesar Rp 32,31 triliun pada Juni 2025, turun 34,83% dari Rp 49,57 triliun di bulan Mei.

Chairman Indodax Oscar Darmawan menjelaskan penurunan transaksi kripto merupakan hal yang normal terjadi dalam dinamika pasar. Ia menyebut, pelemahan jumlah transaksi itu juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor global dan domestik.

“Penurunan nilai transaksi kripto dari Rp 49,57 triliun di bulan Mei menjadi Rp 32,31 triliun di bulan Juni 2025 memang mencerminkan adanya siklus normal dalam dinamika pasar kripto,” terang Oscar saat dihubungi detikcom, Jumat (8/8/2025).


Secara global, terang Oscar, dinamika pasar pada bulan Juni sempat mengalami fase konsolidasi usai bullish rally dari pertama kali konfirmasi kenaikan pada bulan April. Dalam kondisi tersebut, banyak investor yang ambil untung atau profit taking.

“Beberapa investor cenderung melakukan profit-taking, sehingga volume transaksi menurun,” terangnya.

Selain itu, pasar kripto secara global juga masih menanti sentimen baru yang cukup kuat untuk mengembalikan posisi transaksi. Beberapa sentimen tersebut mencakup penerbitan lisensi ETF baru atau adopsi kripto yang dilakukan oleh institusi. Menurutnya, hal ini yang mendorong para investor cenderung wait-and-see.

Meski begitu, Oscar meyakini ekosistem kripto di RI akan terus tumbuh. Hal ini didorong peralihan pengawasan kripto dari Bappebti ke OJK. Menurutnya, ini adalah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola industri.

“Jadi meskipun ada fluktuasi jangka pendek dalam volume transaksi, secara fundamental industri ini terus bertumbuh dan bergerak menuju arah yang lebih sehat dan teratur,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menyebut adanya tren penurunan transaksi, menjadi sebesar Rp 32,31 triliun di bulan Juni dari posisi Mei 2025 yang tercatat Rp 49,57 triliun.

Sementara secara akumulasi, nilai transaksi aset kripto sepanjang 2025 mencapai Rp 224,11 triliun. Di sisi lain, jumlah pengguna kripto sendiri terpantau naik di bulan Juni, menjadi sebesar 15,85 juta dari 15,07 juta di bulan sebelumnya.

“Per Juni 2025 jumlah konsumen berada dalam tren peningkatan yaitu mencapai angka 15,85 juta konsumen, meningkat signifikan 5,18% dibanding posisi Mei 2025,” ungkapnya dalam konferensi pers RDK secara virtual, Senin (4/8/2025).

Lihat juga Video: Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?

(kil/kil)



Sumber : finance.detik.com

Timbang-timbang Untung Rugi Kompor Induksi



Jakarta – Teknologi terus berkembang, termasuk berbagai peralatan untuk memasak. Salah satu teknologi terbaru dalam dunia memasak adalah kompor induksi.

Kompor induksi merupakan sebuah inovasi teknologi yang sangat canggih. Dengan kompor induksi, kita bisa permukaan panci saat memasak tetap dingin saat disentuh. Selain itu, merebus air jauh dengan kompor induksi konon lebih cepat dibanding kompor lainnya.

Bagi kamu yang mungkin tertarik untuk menggunakannya, artikel ini akan membahas segala yang perlu kamu ketahui tentang kompor induksi, dari cara kerjanya hingga kelebihan dan kekurangannya.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Punya Rumah Kosong Mending Jual Atau Kontrakin, Mana yang Lebih Cuan?


Jakarta

Ada saja rumah kosong yang dibiarkan tak terpakai, bahkan sampai terbengkalai karena tidak ditempati oleh pemiliknya. Biasanya hal ini terjadi karena pemilik masih pindah-pindah hunian atau menginginkan kawasan lain yang lebih memadai, terutama dekat dengan tempat kerja.

Sebagian masyarakat mungkin mendapat warisan rumah dari orang tua, padahal sudah punya tempat tinggal. Kondisi tersebut membuat rumah terkesan terbengkalai dan kurang bermanfaat.

Oleh karena itu, terkadang pemilik memilih untuk menjual atau menyewakan rumahnya agar properti miliknya lebih bermanfaat. Lantas, lebih baik menjual rumah atau menyewakan rumah kosong ya?


Dalam menjawab masalah ini, detikProperti mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Erwin Karya selaku Director of Ray White Indonesia, dan Nina Kuntjoro, selaku Vice President Xavier Marks Home.

Lebih Untung Dijual atau Disewakan?

Menurut Erwin. Pengelolaan rumah kosong itu tergantung dengan kebutuhan pemiliknya. Bila kamu membutuhkan uang dalam waktu dekat, sebaiknya kamu menjualnya saja langsung. Sebaliknya, bila kamu sedang tidak ada keperluan uang yang mendesak, kamu bisa buat rumah itu menjadi rumah sewa.

“Tergantung kebutuhan,” jawab Erwin.

“Apabila tidak ada kebutuhan dana dalam jumlah besar, sebaiknya disewakan saja untuk mendapatkan yield/imbal hasil yang dapat menjadi passive income bagi pemilik rumahnya,” jelasnya.

Nina juga menambahkan, bahwa menjual rumah yang sudah lama memang lebih menguntungkan daripada menyewakannya.

“Memang kalau yang menguntungkan itu kan kalau seandainya dia itu beli rumah sudah lama, misalkan rumah yang dia beli itu dari tahun 80, berarti nilai investasi dari rumah itu udah naik kan. Itu lebih menguntungkan. Tapi kalau misalkan dia beli baru mungkin 1~2 tahun lalu, mungkin kalau dijual nilainya belum terasa sekali,”jawab Nina.

“Sekarang juga sudah banyak orang yang beli rumah utuh yang bagus dan tidak ada kekurangan, lalu rumah itu disewakan. Ya itu juga bisa jadi pilihan,” lanjutnya.

Untung Rugi Menjual atau Menyewakan Rumah Kosong

Bila kamu membutuhkan uang dalam jangka pendek ini, tentunya menjual rumah tersebut bisa menjadi jawaban yang paling kuat. Dengan menjual rumah, kamu bisa lebih mudah untuk mendapatkan uangnya. Apalagi kalau dibeli lunas secara tunai.

Tidak hanya itu, menjual rumah langsung juga menjadikan kamu terbebas dari biaya perawatan rumah tersebut.

Sebaliknya, bila kamu ingin menyewakan rumah kosong tersebut, kamu akan perlu untuk melakukan perawatan rutin, karena hak milik properti masih berada di tangan kamu. Tetapi dengan menyewakan rumah kosong, kamu akan mempunyai pendapatan pasif dari hasil penyewaan tersebut.

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Pengin Ngontrak atau Beli Rumah? Pertimbangkan Dulu Untung Ruginya


Jakarta

Ada beberapa opsi hunian yang bisa kamu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Untuk tinggal di rumah tapak, kamu dapat memilih antara membeli rumah ataupun menyewa atau disebut juga ngotrak rumah.

Opsi mengontrak cocok bagi yang ingin menghuni rumah hanya sementara saja. Sedangkan membeli rumah merupakan komitmen untuk tinggal di suatu hunian untuk jangka panjang. Baik mengontrak atau membeli rumah, masing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian.

Nah, sebelum membuat keputusan besar, ada baiknya mempertimbangkan keuntungan dan kerugian kedua opsi tersebut. Berikut ini untung rugi mengontrak dan menyewa rumah, dikutip dari RayWhite, Selasa (1/7/2024).


Sewa Rumah

Keuntungan

Menyewa rumah terbilang menguntungkan karena kamu bisa memilih lokasi yang diinginkan untuk menetap yang dapat disesuaikan dengan lokasi pekerjaan detikers, atau lokasi dengan mobilitas tertinggi sehari-hari. Dengan itu kamu bisa menjaga cash flow dengan lebih baik.

Kamu juga bisa pindah kapanpun saat kamu bosan atau pindah lokasi kerja. Kamu nggak punya keterikatan terhadap rumah dan nggak harus memelihara rumah itu dengan lebih baik dan penuh cinta.

Kerugian

Akan tetapi, menyewa rumah menyewa rumah juga ada ruginya lho. Setiap tahunnya harga properti akan naik terus sehingga akan semakin sulit bagi kamu untuk memiliki hunian pribadi. Jika memutuskan untuk memiliki anak, kamu juga harus mencari rumah lain yang lebih besar daripada rumah sebelumnya yang ditinggali hanya berdua dengan pasangan.

Pertimbangkan juga kemungkinan kalau pemilik rumah berhenti menyewakan hunian nya.

Beli Rumah

Keuntungan

Buat kamu yang akhirnya memutuskan untuk membeli rumah, ada beberapa keuntungan yang bisa kamu dapat.

Dengan membeli rumah, detikers bakal memiliki aset tetap dan investasi jangka panjang yang akan bermanfaat nantinya. Kamu juga nggak perlu khawatir kalau sewaktu-waktu pemilik rumah berhenti untuk menyewakan huniannya. Kamu bisa hidup lebih stabil dan nggak perlu menjadi nomaden.

Kamu juga akan lebih bertanggung jawab karena memiliki rumah sendiri. Apapun yang terjadi adalah kewajiban dan hak kamu sebagai pemilik properti. detikers juga akan hidup jauh lebih tenang karena tinggal di hunian milik sendiri.

Pun kalau harus membayar cicilan KPR, jelas uang yang dibayarkan tiap bulannya untuk aset kita sendiri, bukan hanya untuk membayar hunian orang lain.

Kerugian

Namun, tetap ada kerugian kala membeli rumah. Butuh usaha yang lebih untuk mencari hunian yang tepat, dalam segi harga dan lokasi.

Karena, bukan hal yang mudah untuk mencari hunian yang tepat. Selain itu, juga dibutuhkan effort yang lebih besar untuk menyisihkan uang tiap bulannya untuk mencicil hunian, yang artinya kita perlu berkorban dari sisi gaya hidup.

Gimana? Sudah tercerahkan? Beli atau mengontrak rumah nih?

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Untung Rugi Pakai Sumur Bor di Rumah



Jakarta

Semua rumah harus punya sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuninya. Salah satu opsi sumber air yang banyak digunakan masyarakat adalah sumur bor.

Sumur bor adalah lubang buatan untuk mengambil air dari dalam tanah. Sumur air ini biasanya dibuat menggunakan mesin bor dalam tanah untuk menjangkau air di akuifer atau lapisan bawah tanah.

Namun, membuat sumur bor di rumah bukan perkara mudah. Bagi kamu yang ada niatan membuat sumur bor sebaiknya pertimbangkan dulu untung ruginya. Yuk, simak ulasannya berikut ini.


Pertimbangan Membuat Sumur Bor

Inilah pertimbangan untung rugi membuat sumur bor di rumah seperti yang dikutip dari A&H Drilling.

1. Biaya

Kelebihan

Mempunyai sumur bor berarti kamu tidak perlu membayar tagihan air bulanan. Bukan cuma menghemat pengeluaran, kamu juga mempunyai akses air sendiri di rumah.

Kekurangan

Meskipun memiliki sumur air sendiri bisa akan menghemat tagihan air. Biaya pembuatan awalnya cukup mahal. Tentunya biaya ini sangat bergantung pada jenis sistem sumur, kualitas peralatan, dan biaya pemasangan.

Selain itu, kamu juga perlu mempertimbangkan waktu dan tenaga untuk membuat sumur. Ada proses untuk memetakan air tanah sebelum membuat sumur. Kemudian, membangun dan memelihara sumur juga cukup memakan waktu dan tenaga.

2. Kualitas Air

Kelebihan

Soal kualitas air, tentu bervariasi tergantung pada lokasi sumur. Namun, biasanya air sumur lebih sehat dan enak dibandingkan air dari hasil industri. Hal ini dikarenakan tidak adanya bakteri umum yang ditemukan dalam air industri seperti timbal dan merkuri.

Kekurangan

Akan tetapi, air sumur dapat mengandung lebih banyak bahan kimia lain seperti zat besi dan fluorida. Hal ini dapat dengan diatasi dengan memasang alat pemurni air atau sistem penyaringan di sumur.

3. Penggunaan Energi

Kelebihan

Sumur bor dapat menghemat energi secara keseluruhan. Berbeda halnya kalau menyaring air untuk seluruh kota memerlukan mesin yang besar, sehingga menghabiskan banyak energi. Dengan memilih untuk memperoleh air dari sumur air sendiri, kamu dapat menghemat penggunaan energi.

Kekurangan

Meskipun kamu bisa mandiri mempunyai sumber air sendiri, sumur bor mengandalkan listrik untuk memompa air. Kalau suatu ketika tidak ada listrik, maka air tidak bisa dipompa keluar.

Oleh karena itu, kamu perlu memastikan ada cadangan air di kala darurat. Sebaiknya, siapkan generator cadangan dan penyimpanan air darurat kalau ingin menggunakan sumur bor.

Itulah beberapa pertimbangan membuat sumur bor di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Menimbang Untung Rugi Beli Rumah Bekas atau Baru



Jakarta

Rumah merupakan salah satu kebutuhan bagi hampir seluruh orang. Namun, kendalanya tidak semua orang dapat membeli rumah terutama rumah baru. Alhasil ada yang memutuskan untuk mencari rumah bekas yang harganya lebih murah kemudian merenovasinya.

Namun, sebelum kamu memutuskan membeli rumah bekas atau menabung untuk membeli rumah baru, pertimbangkan dahulu dengan matang untung rugi keduanya. Kira-kira apakah membeli rumah bekas lalu merenovasinya akan lebih untung atau lebih baik membeli rumah baru?

Steve Sudijanto, Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management mengatakan dari segi harga membeli rumah second sangat menguntungkan karena harganya lebih terjangkau daripada membeli rumah baru. Alasannya bukan karena rumah bekas atau telah dipakai, melainkan biasanya pemilik rumah ingin menjual rumah dengan cepat.


“Orang yang menjual rumah pasti membutuhkan uang atau mau pindah ke luar kota. Pasti mendambakan uang cash. Kalau nggak kan nggak dijual. Atau mereka mau naik pangkat, mau pindah rumah yang lebih besar, butuh uang juga kan untuk nombokin,” kata Steve kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Kelebihan lainnya membeli rumah second biasanya lokasinya berada di kawasan yang lebih berkembang karena sudah berdiri lebih lama. Misalnya sudah banyak tempat komersial, lalu lintas lebih ramai karena sudah banyak yang tinggal di sana, dan tersedia fasilitas umum yang lebih mudah dijangkau.

Kondisi ini mungkin akan berbeda dengan rumah baru. Biasanya rumah-rumah baru masih dalam tahap pengembangan, sehingga ada banyak lahan kosong.

Namun, kondisi lingkungan di sekitar rumah ini bisa berbeda-beda, tergantung di mana kamu ingin tinggal. Maka, kamu perlu mencari lokasi yang strategis saat mencari rumah second ataupun baru agar saat mempertimbangkannya tetap mendapat pilihan terbaik.

“Kita bisa beli rumah di fasilitas yang sudah matang, yang sudah mapan. Sektor 1-5 itu biasanya sudah lengkap, dekat stasiun kereta (dan) dekat jalan tol. Sudah matang, buahnya sudah manis, tinggal renovasi,” katanya.

Pertimbangan selanjutnya adalah kamu harus memilih rumah second yang tidak memiliki kerusakan parah atau struktural. Dengan begitu kamu dapat mempertimbangkan apakah rumah tersebut harus direnovasi atau tidak. Jika rumah second sudah murah dan tidak perlu direnovasi maka pengeluaranmu tidak banyak.

Hal yang sama juga berlaku untuk rumah baru. Meski biasanya memang memiliki ketahanan yang bagus karena baru selesai dibangun, tetapi kamu tetap harus mengeceknya seperti kondisi atap bocor atau tidak, kondisi airnya, pada siang hari panas atau tidak, cek potensi jamur dan rayap, dan kondisi saluran pembuangan.

“Jangan sampai membeli rumah kita harus merobohkan struktur, itu rugi. Karena kalau mendapat rumah yang strukturnya sudah nggak baik, itu akhirnya kita kayak bangun baru, akhirnya ya mahal,” imbuhnya.

Ia menyebut kerusakan permanen pada rumah yang perlu dihindari seperti berkaitan dengan struktur, rayap, hingga pernah banjir. Oleh karena itu penting untuk datang langsung untuk survei rumah second untuk memilih properti yang tidak banyak masalah.

“Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap,” tuturnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Rumah Kosong Lebih Untung Dijual atau Disewakan? Ini Jawabannya!



Jakarta

Selain rumah siap huni, pasti kamu pernah melihat rumah kosong yang tidak lagi ditempati oleh pemiliknya. Rumah ini biasanya tampilannya berantakan, banyak semak belukar, kosong, dan apabila sudah belasan tahun ditinggal akan menunjukkan kerusakan pada bagian fasad dan jendela.

Banyak faktor yang menyebabkan rumah tersebut kosong. Bisa karena lokasinya yang jauh dari tempat kerja, anak-anaknya sudah keluar dari rumah itu dan orangtuanya meninggal, rumah warisan tetapi tidak ada yang bisa merawat rumah itu lagi, dan alasan lainnya.

Rumah kosong yang ditemui di Indonesia tidak melihat besar atau kecil. Nilai rumah berapa pun apabila pemiliknya tidak dapat merawatnya, rumah tersebut berpotensi menjadi rumah kosong.


Sebenarnya, rumah tersebut bisa lho kamu manfaatkan sebagai sumber cuan seperti disewa atau langsung dijual. Sebagai pertimbangan mana yang lebih baik, simak penjelasan berikut.

Rumah Kosong Lebih Untung Dijual atau Disewakan?

Menurut Director of Ray White Indonesia Erwin Karya cara pengelolaan rumah kosong itu tergantung dengan kebutuhan pemiliknya. Bila kamu sedang membutuhkan uang secepatnya, sebaiknya kamu menjual rumah kosong. Sebaliknya, apabila kamu sedang tidak ada keperluan uang yang mendesak, kamu bisa memanfaatkan rumah tersebut sebagai rumah sewa.

“Apabila tidak ada kebutuhan dana dalam jumlah besar, sebaiknya disewakan saja untuk mendapatkan yield atau imbal hasil yang dapat menjadi passive income bagi pemilik rumahnya” jelas Erwin kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Vice President Xavier Marks Home Nina Kuntjoro menambahkan, bahwa menjual rumah kosong jauh lebih menguntungkan daripada disewakan.

“Memang kalau yang menguntungkan itu kan kalau seandainya dia itu beli rumah sudah lama, misalkan rumah yang dia beli itu dari tahun 80, berarti nilai investasi dari rumah itu udah naik kan. Itu lebih menguntungkan. Tapi kalau misalkan dia beli baru mungkin 1~2 tahun lalu, mungkin kalau dijual nilainya belum begitu terasa,” terang Nina.

“Sekarang juga sudah banyak orang yang beli rumah utuh yang bagus dan tidak ada kekurangan, lalu rumah itu disewakan. Ya itu juga bisa jadi pilihan” lanjutnya.

Keuntungan dan Kerugian Menjual atau Menyewakan Rumah Kosong

Sama seperti yang dijelaskan sebelumnya, apabila kamu menjual rumah kosong, keuntungan yang didapat jauh lebih besar dan cepat. Sementara itu, keuntungan menyewakan rumah kosong, kamu akan memiliki pendapatan pasif dari hasil penyewaan tersebut.

Namun, kerugiannya apabila rumah tersebut disewakan, kamu perlu merenovasi bagian rumah yang rusak agar layak dihuni. Kemudian, baru kamu bisa menyewakan. Kamu juga akan dikenakan biaya perawatan rumah tersebut.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com