Tag: untung

  • Bukan Cuma Indah, 5 Tanaman Hias Ini Konon Bawa Untung di Rumah


    Jakarta

    Beberapa jenis tanaman dalam feng shui disebut dapat menarik hal baik seperti keberuntungan dan memperlancar aliran energi di dalam rumah. Sebab, tanaman disebut sebagai lambang energi murni kehidupan.

    Ada pun feng shui sendiri menurut Lelyana Rahardjo dan Mauto dalam buku Feng Shui Terapan adalah ilmu yang mempelajari tata letak dan lingkungan untuk mempengaruhi energi di sekitar kita. Ilmu ini dapat dipelajari oleh siapa saja dan tidak sulit, tetapi membutuhkan waktu untuk benar-benar memahaminya.

    Dalam feng shui meletakkan tanaman di dalam ruangan sangat dianjurkan. Namun, terdapat aturannya, mulai dari lokasi dan jenis tanamannya. Setiap tanaman yang disebut baik dalam feng shui juga memiliki manfaat yang berbeda-beda.


    Untuk lebih jelasnya, dilansir Thrusd, berikut beberapa tanaman yang membawa hal baik jika diletakkan di dalam rumah.

    1. Bambu Keberuntungan

    Green Lucky bamboo plant for decoration aka Dracaena Sanderiana  in Glass vase placed in front of mirror Selective focus.Green Lucky bamboo plant for decoration aka Dracaena Sanderiana in Glass vase placed in front of mirror Selective focus. Foto: iStock

    Bambu keberuntungan atau dracaena sanderiana adalah tanaman yang dipercaya dapat meningkatkan keberuntungan, keberuntungan, dan energi positif. Jika ingin meletakkan tanaman ini di rumah, minimal ada tiga batang di dalam satu wadah.

    Hal ini melambangkan kebahagiaan, kesehatan, dan umur panjang dalam feng shui. Sebagai aturan umum, tanaman feng shui ini sebaiknya ditempatkan di sudut timur laut ruang tamu karena dapat mengaktifkan energi yang berkaitan dengan keuangan.

    2. Pothos

    Ilustrasi pothosIlustrasi pothos Foto: Getty Images/iStockphoto/Firn

    Tanaman satu ini bisa ditemukan di Indonesia dan mudah dirawat. Pothos dipercaya dapat memancarkan energi yang menenangkan dan harmonis ke seluruh ruangan. Manfaat lainnya secara ilmiah adalah pothos bisa membersihkan udara kotor di rumah. Lokasi yang bagus untuk meletakkan tanaman ini adalah dapur dan kamar mandi.

    3. Peace Lily

    Ilustrasi peace lilyIlustrasi peace lily Foto: Getty Images/iStockphoto/little_honey

    Bunga peace lily atau lili perdamaian merupakan tanaman yang memiliki bunga putih yang indah lentur. Dalam feng shui tanaman satu ini dapat mengubah energi buruk menjadi energi positif. Lokasi yang disarankan adalah tempat biasa penghuni rumah merasa stres.

    Bunga putih bulat dimaksudkan untuk membawa keberuntungan, sementara daun hijau tua menarik kekayaan. Perhatikan

    daun yang terkulai, karena itu berarti bunga itu haus. Sebagian besar tanaman ini membutuhkan cahaya yang lebih terang.

    4. Giok

    ilustrasi tanaman giokilustrasi tanaman giok Foto: Getty Images/Andrey Nikitin

    Tanaman giok sangat erat kaitannya dengan keberuntungan, kekayaan, dan kesuksesan. Tanaman ini sering disebut sebagai tanaman uang dan tanaman keberuntungan. bentuknya berdaun bulat menyerupai koin, serta batang cokelat kokoh yang menyerupai batang pohon kecil.

    5. Lidah Mertua

    Indoor houseplants next to a window in a beautifully designed home or flat interior.Indoor houseplants next to a window in a beautifully designed home or flat interior. Foto: Getty Images/iStockphoto/Grumpy Cow Studios

    Tanaman satu ini memiliki daunnya tajam dan runcing. Tanaman lidah mertua atau snake plant dianggap membawa keberuntungan dan energi positif dalam feng shui. Secara ilmiah tanaman ini dapat menyaring udara. Lokasi paling tepat untuk meletakkan tanaman ini adalah dekat dengan sumber cahaya matahari.

    Itulah dia beberapa pilihan tanaman hias terbaik untuk rumah menurut feng shui. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisah Shuhaib bin Sinan, Sahabat Nabi yang Dermawan tapi Kaya Raya



    Jakarta

    Islam adalah agama yang berperan besar dalam mengubah dunia dari jaman jahiliyah menuju jaman yang terang benderang. Berbagai tokoh Islam juga memainkan peran penting dalam menyebarkan ajaran agama Islam.

    Di antara tokoh Islam tersebut adalah para Nabi utusan Allah SWT hingga para sahabat Nabi SAW. Salah satu sahabat Nabi yang berperan menyebarkan Islam adalah Shuhaib bin Sinan.

    Shuhaib bin Sinan adalah salah satu sahabat Nabi SAW yang selalu untung. Berikut kisahnya.


    Biografi Shuhaib bin Sinan

    Merujuk pada buku Ensiklopedia Sahabat Nabi oleh Muhammad Raji Hasan Kinas, Shuhaib bin Sinan merupakan putra Sinan bin Malik dan Salma binti Qa’id. Orang tua Shuhaib adalah orang Arab tulen.

    Ketika kecil, Shuhaib bin Sinan dipanggil al-Rumi karena ia pernah ditawan oleh Bangsa Romawi. Sedangkan Rasulullah SAW memanggilnya Abu Yahya.

    Shuhaib merupakan seorang anak yang sangat dicintai dan disayangi orang tuanya. Keluarga mereka hidup damai di dekat Sungai Efrat.

    Kisah Shuhaib bin Sinan, Sahabat Nabi yang Selalu Untung

    Dirangkum dari buku Rijal Haula Ar-Rasul oleh Khalid Muhammad Khalid, bahwa pada suatu ketika, negeri yang menjadi tempat tinggal Shuhaib diserang oleh Romawi. Tak hanya menyerang, Romawi juga menawan sejumlah penduduk untuk dijual belikan sebagai budak, termasuk Shuhaib bin Sinan.

    Shuhaib bin Sinan adalah anak yang cerdas, rajin, dan jujur. Atas dasar itulah, majikannya tertarik dan memerdekakan Shuhaib bin Sinan. Majikannya juga memberinya kesempatan untuk berniaga bersamanya.

    Suatu ketika, Shuhaib bin Sinan dan Ammar bin Yasir pergi ke rumah Arqam. Mereka menuju ke sana dengan penuh keberanian dalam menghadapi bahaya.

    Shuhaib telah menggabungkan dirinya dengan kafilah orang-orang beriman. Pernah diceritakan keadaan yang membuktikan besarnya rasa tanggung jawabnya sebagai seorang muslim yang telah bai’at kepada Rasulullah SAW dan bernaung di bawah panji-panji Islam.

    Shuhaib bin Sinan menjadi pribadi yang keras, ulet, zuhud tak kenal lelah, hingga dengan bekal tersebut ia berhasil mengatasi berbagai peristiwa dan menjinakkan marabahaya. Ia selalu menghadapinya dengan keberanian yang luar biasa. Shuaib tak pantang mundur dari segala pertempuran dan bahaya.

    Ketika Rasulullah SAW hendak hijrah, kafir Quraisy mencegahnya. Shuhai terjebak dan terhalang untuk hijrah, sedangkan Rasulullah SAW dan sahabatnya berhasil lolos atas barkah Allah SWT.

    Shuhaib berusaha menolak tuduhan Quraisy dengan cara bersilat lidah. Hingga ketika mereka lengah, Shuhaib naik ke punggung untanya dan melarikan diri menuju Sahara. Mengetahui hal itu, Quraisy menyusulnya dan usaha mereka hampir berhasil.

    Shuhaib kemudian menawar Quraisy yang hendak menangkapnya dengan menunjukkan tempat penyimpanan harta bendanya dengan syarat Quraisy harus membebaskannya. Quraisy pun menerima tawaran itu.

    Setelah menunjukkan tempat hartanya disimpan, Quraisy membiarkan Shuhaib hijrah hingga berhasil menyusul Rasulullah SAW. Saat itu Rasulullah SAW sedang duduk dikelilingi beberapa sahabat, ketika dengan tidak diduga Shuhaib mengucapkan salamnya.

    Rasulullah SAW yang melihatnya berseru dengan gembira, “Beruntung perdaganganmu, hai Abu Yahya! Beruntung perdaganganmu, hai Abu Yahya!”

    Kemudian turunlah surah Al Baqarah ayat 207,

    وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّشْرِيْ نَفْسَهُ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ رَءُوْفٌۢ بِالْعِبَادِ ٢٠٧

    Artinya: “Di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari rida Allah. Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba(-Nya).”

    Memang, Shuhaib menebus dirinya yang beriman itu dengan segala harta kekayaannya. Shuhaib tidak merasa rugi sedikit pun karena hartanya tidak begitu berarti baginya.

    Di samping keshalihan dan ketaqwaannya, Shuhaib adalah seorang periang dan jenaka. Shuhaib juga merupakan sosok yang pemurah dan dermawan.

    Shuhaib membelanjakan tunjangannya dari Baitul Mal untuk di jalan Allah SWT. Uang itu ia gunakan untuk membantu orang yang kemalangan dan menolong fakir miskin dalam kesengsaraan.

    Ketika Umar bin Khattab RA dipilih sebagai imam salat kaum muslim, beliau memilih enam sahabat untuk mengurus pemilihan khalifah baru. Khalifah kaum muslimin biasanya menjadi imam dalam salat-salat mereka.

    Saat ruhnya yang suci hendak menghadap Allah SWT, Umar bin Khattab RA kemudian memilih Shuhaib bin Sinan RA sebagai imam kaum muslimin menunggu munculnya khalifah baru. Maka peristiwa ini merupakan kesempurnaan karunia Allah SWT terhadap hamba-Nya yang shalih, Shuahaib bin Sinan.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com