Tag: upgrade

  • 7 Tips Mengatasi Masalah AC yang Tidak Dingin



    Jakarta

    AC (Air Conditioner) sudah menjadi bagian penting dari kehidupan, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Saat cuaca panas terik, satu-satunya harapan adalah AC yang berfungsi dengan baik.

    Namun, terkadang Anda bisa menghadapi masalah AC yang tidak dingin. Nah, berikut adalah 7 tips yang bisa Anda coba untuk mengatasi masalah AC yang tidak dingin.

    1. Periksa Suhu Termostat


    Salah satu penyebab paling umum AC tidak dingin adalah pengaturan suhu yang salah pada termostat. Kadang-kadang, Anda mungkin tidak sengaja mengatur suhu terlalu tinggi. Coba periksa dan pastikan termostat Anda diatur ke suhu yang lebih rendah.

    Misalnya, untuk membuat ruangan Anda terasa lebih dingin, aturlah suhu di bawah 24 derajat Celcius. Apabila termostat berfungsi dengan baik, maka AC akan mulai menurunkan suhu ruangan. Ini merupakan langkah dasar yang mudah, namun seringkali diabaikan.

    2. Cek Filter Udara

    Filter udara yang kotor bisa menjadi penyebab utama AC Anda tidak bisa mendinginkan udara. Ketika filter kotor, aliran udara akan terhambat, membuat AC bekerja lebih keras untuk mencapai suhu yang diinginkan. Anda bisa merasakannya; kadang AC hanya mengeluarkan udara hangat.

    Untuk mengatasi ini, coba periksa filter udara. Jika kotor, segera bersihkan atau ganti dengan yang baru. Disarankan untuk memeriksa filter setiap satu hingga dua bulan sekali, terutama saat musim panas.

    3. Pastikan Unit Eksternal Bersih

    Unit AC yang terletak di luar ruangan juga harus mendapatkan perhatian. Kotoran, debu, dan dedaunan yang menempel pada unit bisa menghambat pendinginan. Pastikan untuk membersihkan area sekitar unit eksternal dan menghilangkan semua rintangan.

    Saat membersihkan, hati-hati jangan sampai merusak bagian-bagian sensitif. Jika Anda merasa kurang nyaman untuk melakukannya sendiri, menghubungi teknisi mungkin merupakan pilihan yang tepat.

    4. Cek Refrigeran

    Kekurangan refrigeran dapat menyebabkan AC Anda tidak beroperasi secara optimal. Refrigeran adalah bahan yang digunakan untuk menurunkan suhu udara. Apabila terjadi kebocoran atau kadar refrigeran terlalu rendah, AC tidak akan memberikan pendinginan yang efektif.

    Jika Anda mencurigai adanya masalah ini, sebaiknya hubungi teknisi berlisensi untuk memeriksa dan mengisi ulang refrigeran Anda. Mengisi refrigeran bisa menjadi proses yang rumit, dan Anda tidak ingin merusak sistem AC.

    5. Periksa Saluran Pembuangan

    Saluran pembuangan AC yang tersumbat bisa menyebabkan masalah pendinginan. Ketika saluran pembuangan tersumbat, air tidak dapat mengalir dengan baik, yang dapat menyebabkan AC tidak berfungsi optimal. Anda mungkin juga melihat tanda-tanda kebocoran air di sekitar AC Anda.

    Pastikan untuk memeriksa saluran pembuangan dan membersihkannya jika diperlukan. Anda bisa memanfaatkan perangkat pembersih saluran yang ada di pasaran atau menghubungi seorang teknisi untuk melakukan pembersihan secara tepat.

    6. Cek Pengaturan Mode AC

    Beberapa AC memiliki beberapa mode, seperti mode pendingin, dehumidifikasi, dan sirkulasi udara. Pastikan Anda memilih mode yang tepat. Misalnya, jika Anda ingin ruangan dingin, pastikan Anda berada di mode pendingin.

    Apabila Anda merasa ragu, silakan merujuk pada buku panduan pengguna AC Anda untuk mengetahui fungsi dan mode yang ada. Mode yang salah bisa membuat Anda merasa AC tidak berfungsi dengan baik, padahal sebenarnya hanya pengaturannya yang salah.

    7. Pertimbangkan Upgrade AC Anda

    Jika AC Anda sudah berusia tua dan sering bermasalah, mungkin sudah saatnya untuk mempertimbangkan upgrade. Teknologi AC terus berkembang, dan model-model baru lebih efisien dan hemat energi. Selain itu, jika Anda berencana membeli AC baru, pastikan untuk memeriksa harga AC yang sesuai dengan anggaran Anda.

    Salah satu merek yang bisa Anda pertimbangkan adalah Daikin. AC Daikin dikenal dengan kualitas dan efisiensi energinya. Meskipun harga AC Daikin mungkin lebih tinggi dibandingkan merek lain, namun banyak pengguna merasa puas dengan kinerja dan daya tahan produk ini.

    Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat mengatasi masalah AC yang tidak dingin dengan lebih mudah. Ingatlah untuk selalu melakukan perawatan rutin agar AC Anda tetap dalam kondisi optimal. Jangan ragu untuk menghubungi teknisi jika Anda tidak dapat menemukan penyebab masalahnya. Selamat mencoba, semoga AC Anda kembali dingin!

    (Content Promotion/HargaAC)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Beli Rumah? Perhatikan 5 Hal Ini Biar Betah Tinggal Selamanya


    Jakarta

    Membeli rumah bukan perkara mudah. Calon pembeli harus bisa memilih rumah yang nyaman dan dapat memenuhi kebutuhan penghuninya.

    Bentuk rumah dapat mencerminkan preferensi dan gaya hidup penghuninya. Oleh karena itu, pencari rumah perlu menilai rumah dari penampilan ataupun komponennya.

    Lalu, bagaimana cara memilih rumah? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Pilih Rumah yang Nyaman

    Inilah cara menentukan rumah yang nyaman dan sesuai kebutuhan calon penghuni, dikutip dari The Spruce.

    1. Fasad Rumah

    Desain rumah, terutama bagian depan atau fasad mencerminkan kepribadian pemiliknya. Pilihlah rumah dengan desain eksterior yang disukai dan sesuai selera penghuni.

    Lalu, perhatikan kondisi terasnya apakah dalam keadaannya baik atau tidak. Pertimbangkan seberapa banyak pemeliharaan pekarangan yang harus dilakukan nantinya.

    2. Ukuran Rumah

    Tentukan ukuran dan layout rumah yang dibutuhkan sebelum mencari rumah. Dengan begitu, pencari rumah tidak akan cepat tergiur dengan rumah besar ataupun fitur unik misalnya kolam renang.

    Jika ada ruangan berlebih, pemilik bisa digunakan untuk memenuhi gaya hidup keluarga. Namun, ruang berlebih juga berarti ada lebih banyak tagihan listrik dan furniture yang perlu dibayar.

    3. Kamar

    Salah satu kriteria saat memilih rumah adalah jumlah kamar tidur dan kamar mandi. Jangan sampai tertarik dengan rumah yang tidak memiliki kamar yang cukup buat kebutuhan penghuninya.

    Pikirkan siapa saja yang akan tinggal di rumah tersebut sekarang dan di masa depan. Tentukan berapa kamar yang dibutuhkan, apalagi kalau akan ada anak-anak atau kerabat yang menginap.

    4. Dapur

    Jika ada anggota keluarga yang senang menggunakan dapur, pastikan memilih rumah dengan desain dapur yang cocok. Renovasi dapur cukup memakan waktu dan biaya sehingga sebaiknya memilih rumah dengan dapur siap pakai. Lalu, rumah dengan dapur yang hanya butuh sedikit upgrade tetap layak dipertimbangkan.

    5. Jendela

    Kemudian, periksa pencahayaan alami dan pemandangan dari jendela. Pastikan penghuni mendapat pencahayaan yang cukup dan pemandangan yang cocok, apalagi kalau ada ruangan yang membutuhkan banyak cahaya di siang hari. Tentukan kalau menginginkan pemandangan rumah tetangga atau menyalakan lampu di siang hari.

    Itulah beberapa pertimbangan saat memilih rumah agar nyaman dan memenuhi kebutuhan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Renovasi Rumah Bisa Gagal Total Kalau Salah Urutan, Ini Panduan Lengkapnya!



    Jakarta

    Renovasi rumah secara menyeluruh memang proyek besar yang melelahkan, tetapi hasil akhirnya bisa benar-benar mengubah wajah hunian. Keberhasilan renovasi dalam skala besar sangat bergantung pada perencanaan yang matang dan jelas. Dengan urutan kerja yang tepat, proses renovasi bisa jauh lebih rapi, efisien, dan minim terjadi masalah di tengah jalan.

    Karena itu, memahami langkah yang logis sebelum mulai membongkar rumah adalah kunci agar proyek berjalan lancar sampai selesai. Sebelum merenovasi rumah secara keseluruhan, penting untuk melakukan evaluasi dengan mencari tahu kerusakan tersembunyi, serta bagian apa saja yang perlu disempurnakan.

    Dilansir dari situs Remodeling Magazine, Rabu (19/11/2025), berikut beberapa panduan logis dan lengkap untuk renovasi rumah.


    Evaluasi Kondisi Rumah Saat Ini

    Langkah pertama dalam renovasi rumah secara menyeluruh adalah dengan melakukan identifikasi terhadap kondisi rumah. Memeriksa aspek struktural seperti dinding, atap, lantai, dan juga sistem utilitas seperti pipa dan kelistrikan juga penting dilakukan agar tidak melewatkan masalah yang tersembunyi.

    Mempekerjakan seorang inspektur profesional juga bisa sangat membantu. Mereka dapat mengidentifikasi kerusakan ataupun potensi masalah yang tidak terlihat oleh mata awam.

    Menetapkan Tujuan Renovasi

    Setelah evaluasi dilakukan, merumuskan tujuan renovasi dengan jelas juga penting. Dalam tahap ini penting untuk menetapkan prioritas seperti fokus renovasi apakah pada kenyamanan, efisiensi energi, ataupun peningkatan nilai jual rumah.

    Menyusun Anggaran Realistis

    Renovasi besar hampir selalu menghadapi biaya tak terduga. Oleh karena itu penting juga untuk membuat rancangan anggaran dan menyiapkan dana darurat untuk persiapan dan antisipasi. Remodeling Magazine dalam artikelnya juga menganjurkan untuk memecah anggaran ke dalam kategori seperti pekerjaan struktural, pembaruan sistem (listrik dan pipa), finishing interior, serta izin dan biaya profesional.

    Membuat Daftar Periksa Renovasi

    Daftar periksa sangat penting agar proses renovasi berjalan terstruktur dan efisien. Remodeling Magazine memberikan urutan logis dalam checklist-nya, mulai dari inspekstruktur dan perbaikan struktural, kemudian instalasi sistem, hingga finishing interior.

    Contoh urutan sebagai berikut, perbaikan struktur, upgrade listrik dan pipa, penggantian HVAC (sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara), insulasi dan jendela, framing & drywall, pengecatan dan lantai, kabinet dan perlengkapan, bersih-bersih & dekorasi.

    Memilih Jasa Profesional yang Tepat

    Renovasi besar biasanya memerlukan tenaga profesional seperti arsitek, kontraktor, tukang listrik, dan sebagainya. Beberapa kriteria penting dalam memilih kontraktor yaitu dengan memastikan mereka memiliki lisensi, asuransi, referensi dari klien sebelumnya, serta portofolio yang sesuai dengan visi. Setelah itu, membuat kontrak yang jelas dengan mencakup jadwal pekerjaan, pembayaran, cakupan pekerjaan, dan mekanisme penyelesaian masalah jika ada perubahan.

    Mengurus Izin Bangunan

    Sebelum pekerjaan renovasi dimulai, sangat disarankan untuk mendapatkan semua izin dan persetujuan lokal yang diperlukan. Izin bukan hanya soal legalitas, tetapi juga keamanan proyek dan kepatuhan terhadap standar bangunan. Jangan abaikan regulasi lokal, meskipun beberapa pekerjaan tampak ringan, izin tetap bisa diperlukan untuk plumbing, listrik, atau struktur bangunan.

    Persiapan Rumah untuk Renovasi

    Sebelum renovasi dimulai, penting untuk menyiapkan rumah dan anggota keluarga terhadap gangguan. Hal ini bisa dengan menyingkirkan barang-barang berharga dan mudah rapuh, melindungi lantai dan perabot dengan penutup, bahkan mempertimbangkan untuk tinggal sementara di tempat lain jika renovasi sangat besar.

    Memberi tahu tetangga juga bisa membantu mengurangi stres, misalnya dari segi gangguan suara dan parkir kontraktor.

    Tahap pembongkaran dan Struktur

    Setelah persiapan selesai, pekerjaan fisik dimulai dengan pembongkaran. Tahap ini merupakan fase awal yang berantakan dan berisik, tetapi sangat krusial.
    Setelah pembongkaran, pengerjaan struktur seperti framing, perbaikan fondasi, dan pembaruan atap dilakukan untuk membangun fondasi renovasi yang stabil.

    Instalasi dan Pengerjaan

    Pada tahap ini, sistem utama rumah seperti pipa, listrik, dan HVAC diperbarui untuk memastikan semuanya aman dan efisien. Setelah itu, biasanya dilakukan inspeksi resmi untuk memastikan instalasi sudah sesuai standar sebelum masuk ke tahap finishing.

    Jika sistem sudah beres, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan insulasi, penggantian jendela, serta mulai masuk ke finishing interior seperti drywall, pengecatan, lantai, dan kabinet. Tahap ini membuat rumah mulai terlihat bentuk akhirnya, sehingga pemilihan material dan gaya yang tepat menjadi sangat penting.

    Dekorasi dan Pasca Renovasi

    Setelah renovasi selesai, tahap terakhir adalah memperkuat karakter ruang melalui dekorasi. Penggunaan pencahayaan berlapis dapat diterapkan untuk menghadirkan suasana yang dinamis. Tambahkan juga furniture, karpet, tanaman, dan karya seni agar ruangan terasa lebih hidup, personal, dan nyaman dihuni.
    Langkah berikutnya adalah memastikan kualitas pekerjaan lewat inspeksi akhir bersama kontraktor. Cek fungsi semua sistem, kerapian finishing, dan pastikan seluruh izin telah ditutup sebelum pembayaran akhir. Penting juga untuk membuat jadwal pemeliharaan jangka panjang untuk atap, saluran air, HVAC, dan permukaan interior agar hasil renovasi tetap awet dan bebas masalah besar di kemudian hari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com