Tag Archives: usia

Utang Pinjol Orang Tua Naik Hampir 300%


Jakarta

Jumlah orang tua yang berutang ke fintech peer-to-peer lending (P2P) atau pinjaman online (pinjol) meningkat drastis. Hal ini terlihat dari naiknya total utang kelompok usia di atas 54 tahun per Maret 2025 kemarin.

Berdasarkan data Statistik Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) OJK Periode Maret 2025, outstanding pinjaman perseorangan yang diterima kelompok berusia di atas 54 tahun alias para orang tua sudah mencapai Rp 3,43 triliun dengan jumlah rekening penerima 805.344 entitas.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,14 triliun, besaran pinjaman orang tua ini tumbuh sampai 299,36% alias naik hampir tiga kali lipat.


Sementara untuk tingkat kredit macet lebih dari 90 hari (TWP90) peminjam berusia 54 tahun ke atas atau mereka dari kalangan baby boomers juga yang terbesar di antara kelompok usia lain. Di mana total tunggakan utang pinjol kelompok ini mencapai Rp 129,29 miliar setara 3,76% dari total seluruh pinjaman.

Di luar itu, besaran outstanding pinjaman online perorangan di Indonesia secara keseluruhan mencapai Rp 75,44 triliun. Jumlah ini jauh lebih besar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp 56,68 triliun.

Jika dilihat berdasarkan usia, total utang pinjol masih didominasi oleh kelompok berusia 19-34 tahun atau mereka kalangan milenial dan generasi Z sebanyak Rp 37,87 triliun dengan jumlah rekening penerima 14.001.344 entitas.

Jumlah ini tercatat naik cukup tinggi hingga 131,46% dibandingkan tahun sebelumnya dengan total utang pinjol sebesar Rp 28,8 triliun. Selain nominal, jumlah peminjam juga tercatat naik yang terlihat dari rekening penerima pinjaman bertambah 4.818.739 entitas.

Kemudian disusul oleh peminjam berusia 35-54 tahun dengan outstanding Rp 33,92 triliun dengan jumlah rekening penerima 8.685.044 entitas. Jumlah ini tercatat naik 141,7% dari Maret 2024, yakni Rp 23,93 triliun dengan jumlah rekening penerima 6.397.083 entitas.

Barulah setelah itu ada debitur usia di atas 54 tahun memiliki total utang Rp 3,43 triliun dengan jumlah rekening penerima 805.344 entitas. Terakhir untuk peminjam berusia di bawah 19 tahun memiliki total utang Rp 323,86 miliar dengan jumlah rekening penerima 193.673 entitas.

Diliuar itu tingkat kredit macet lebih dari 90 hari (TWP90) alias gagal bayar utang pinjol pada periode Maret 2015 secara keseluruhan berada di kisaran 2,19%. Sementara untuk outstanding kredit macet alias tunggakan perseorangan yang belum dibayar sebesar Rp 1,65 triliun.

Daftar Utang Pinjol Berdasarkan Kelompok Usia

1. Usia di Bawah 19 Tahun: Gen Z dan Alpha

– Total utang pinjol: Rp 323,86 miliar
– Total gagal bayar: Rp 4,16 miliar (1,28%)

2. Usia 19-34 Tahun: Gen Z dan Milenial

– Total utang pinjol: Rp 37,87 triliun
– Total gagal bayar: Rp 794,41 miliar

3. Usia 35-54 Tahun: Milenial dan Gen X

– Total utang pinjol: Rp 33,92 triliun
– Total gagal bayar: Rp 725,16 miliar

4. Usia di Atas 54 Tahun: Gen X dan Baby Boomers

– Total utang pinjol: Rp 3,47 triliun.
– Total gagal bayar: Rp 129,29 miliar (3,67%).

(igo/fdl)



Sumber : finance.detik.com

Pajak Kripto Tembus Rp 719 M hingga November 2025


Jakarta

Kontribusi pajak dari transaksi aset kripto hingga November 2025 telah mencapai Rp 719,61 miliar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat transaksi itu mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari total pajak kripto, sekitar 50% di antaranya disumbang platform jual beli aset kripto Indodax. Perusahaan itu mencatat total setoran pajak sebesar Rp 376,12 miliar hingga November 2025.

CEO Indodax William Sutanto menyampaikan capaian tersebut mencerminkan komitmen Indodax sebagai pemimpin pasar yang memenuhi kewajiban perpajakan serta menjalankan aktivitas usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


“Kontribusi pajak yang dibayarkan INDODAX hingga November 2025 mencerminkan komitmen kami dalam menjalankan kewajiban sebagai pelaku industri aset kripto yang patuh terhadap regulasi. Kami melihat kepatuhan sebagai bagian penting dari keberlanjutan ekosistem aset kripto di Indonesia,” ujar William Sutanto dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).

Selain itu, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, OJK memaparkan bahwa nilai transaksi aset kripto sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp 482,23 triliun, lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2024 yang mencapai lebih dari Rp 650 triliun.

Meski demikian, jumlah konsumen aset kripto justru terus meningkat dan hingga akhir Desember 2025 tercatat mencapai 20,19 juta konsumen, dengan mayoritas berasal dari kelompok usia muda.

Menanggapi tren tersebut, William menilai peningkatan jumlah konsumen di tengah penurunan nilai transaksi mencerminkan fase pendewasaan industri aset kripto.

“Kami melihat pertumbuhan jumlah konsumen sebagai sinyal bahwa pemahaman masyarakat terhadap aset kripto semakin matang. Aktivitas tidak lagi semata didorong oleh volume transaksi, tetapi juga oleh kesadaran terhadap risiko, kepatuhan, dan penggunaan yang lebih terukur,” tutur William.

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Segini Suhu AC yang Ideal untuk Kamar, Tidur Dijamin Pulas!


Jakarta

Banyak rumah yang kini memasang air conditioner atau AC, mulai dari ruang tamu, ruang kerja, hingga kamar tidur. Kehadiran AC dapat membantu mendinginkan ruangan sehingga penghuni rumah tidak kegerahan.

Agar ruangan terasa dingin, banyak orang yang mengatur suhu AC sangat rendah. Sayangnya, suhu AC yang terlalu dingin dapat mengganggu kenyamanan tidur di malam hari.

Kamar tidur yang terlalu dingin bisa membuat penghuni rumah merasa kedinginan dan menggigil. Selain itu, kulit bisa menjadi kering akibat menghilangnya kelembapan udara di dalam kamar.


Maka dari itu, penting untuk mengatur suhu AC yang tepat agar tidur bisa pulas. Ingin tahu berapa suhu AC yang ideal untuk kamar tidur? Simak dalam artikel ini.

Suhu AC yang Ideal di Kamar Tidur

Dilansir dari situs Medical News Today, suhu AC yang ideal di kamar tidur adalah sekitar 15,6-19,4 derajat Celcius. Sementara itu, menurut pakar tidur dari Universitas Kansai, Jepang, suhu AC yang ideal agar tidur berkualitas antara 25-28 derajat Celcius.

Meski begitu, pengaturan suhu AC bisa berbeda-beda tergantung usia. Untuk anak-anak dianjurkan mengatur suhu AC antara 18-22 derajat Celcius, sedangkan bagi orang dewasa bisa diatur sekitar 19 derajat Celcius.

Lain halnya untuk orang lanjut usia (lansia). Faktor usia membuat suhu AC sebaiknya tidak di bawah 18 derajat Celcius. Untuk suhu AC yang ideal bagi lansia antara 19-25 derajat Celcius.

Dampak Tidur Pada Suhu yang Berbeda

Dikutip dari Sleep Cycle, penting untuk mengatur suhu AC kamar tidur secara tepat. Sebab, suhu yang terlalu rendah atau tinggi dapat memengaruhi kualitas tidur di malam hari.

Jika mengatur suhu AC terlalu tinggi maka kamar tidur akan terasa hangat dan menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti berkeringat dan gelisah. Terlebih lagi jika tidur menggunakan selimut yang tebal maka tubuh akan terasa sangat gerah.

Di sisi lain, tidur dengan suhu AC terlalu rendah membuat ruangan terasa sangat dingin. Kondisi ini dapat memicu menggigil, otot kaku, kulit kering, dan menimbulkan sirkulasi darah yang buruk.

Pada dasarnya, untuk mengetahui suhu AC yang tepat sebenarnya dapat disesuaikan dengan kemampuan tubuh dalam menerima suhu dingin. Kalau tubuh tidak sanggup menerima udara dingin, maka sebaiknya jangan disetel pada suhu terendah.

Itulah penjelasan soal suhu AC yang ideal untuk kamar tidur. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason

Segini Ukuran Kamar Anak yang Ideal di Rumah


Jakarta

Sebagai orang tua, merancang kamar anak yang nyaman dan fungsional adalah prioritas. Salah satu elemen penting dalam desain kamar anak adalah menentukan ukuran kamar anak yang ideal.

Ruang yang memadai tidak hanya mendukung kenyamanan, tetapi juga membantu tumbuh kembang anak dengan optimal. Berikut ini informasi untuk membuat kamar anak yang ideal di rumah.

Ukuran Kamar Anak Berdasarkan Usia

Setiap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda dalam hal ruang, seperti balita usia 0-5 tahun ukuran kamar yang ideal adalah 9-10 meter persegi. Untuk balita kamar tidur tidak memerlukan banyak ruang, karena kebutuhan utama mereka area tidur dan sedikit ruang bermain. Jika kamu memiliki anak usia sekolah (6-12) tahun, maka kamu harus menyediakan ruang sekitar 10-12 meter persegi.


Anak usia sekolah membutuhkan ruang untuk belajar, bermain, dan menyimpan barang-barang pribadi. Kamu juga bisa menambahkan meja belajar dan rak buku agar anak bisa beraktivitas dengan nyaman.

Ada pula kamar untuk usia remaja sekitar 13 tahun ke atas, ukuran kamar yang cocok untuk anak usia remaja berkisar di 12-15 meter persegi, remaja membutuhkan lebih banyak ruang untuk privasi, penyimpanan, dan area belajar yang lebih besar. Kamar mereka juga bisa kamu lengkapi dengan tempat duduk tambahan atau meja kerja yang luas.

Tips Memaksimalkan Ruang di Kamar Anak

Untuk ruang yang terbatas, ada beberapa cara agar kamar anak tetap fungsional dan nyaman. Kamu bisa menggunakan tempat tidur dengan laci penyimpanan atau meja belajar yang bisa dilipat.

Pemanfaatan dinding juga harus kamu perhatikan, dengan memasang rak dinding untuk menyimpan mainan, buku, atau barang-barang lain agar menghemat ruang. Zonasi ruangan untuk membagi kamar menjadi beberapa zona seperti area tidur, belajar, dan bermain agar ruangan lebih teratur dan fungsional.

Desain Kamar Anak Minimalis untuk Ruang Kecil

Jika kamu memiliki kamar anak dengan luas terbatas, desain minimalis bisa menjadi solusi yang tepat. Gunakan furnitur esensial dan pertimbangkan warna cerah seperti putih atau pastel untuk memberikan kesan luas pada ruangan, gunakan juga tempat tidur bertingkat atau meja lipat untuk menghemat ruang.

Mengutip dari coohom.com, pada Kamis (12/7/2024). Pilih furnitur yang ukurannya sesuai dengan ruangan dan usia anak. Sertakan banyak ruang penyimpanan untuk menjaga mainan, pakaian, dan barang-barang lainnya agar tetap teratur.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Ukuran Tempat Tidur yang Pas Berdasarkan Usia Anak


Jakarta

Memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka. Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka.

Nah, dilansir dari mychildsroom.co.uk, dikutip Jumat (13/9/2024), berikut ini informasi mengenai ukuran tempat tidur sesuai dengan umur anak.

Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik. Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur.


Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga seprai dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur. Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

Tempat Tidur untuk Anak Usia 6-12 Tahun

Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat. Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

Tempat Tidur untuk Remaja Usia 13 Tahun ke Atas

Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed). Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan.

Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas. Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi. Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan.

Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur. Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingga lebih efisien dalam penggunaan ruang. Membeli tempat tidur untuk anak-anak anda jauh lebih rumit daripada membeli tempat tidur untuk diri sendiri.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Ukuran Tempat Tidur Anak yang Sesuai Berdasarkan Usia


Jakarta

Memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka. Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka.

Dalam ulasan mychildsroom.co.uk, Rabu (21/8/2024), membeli tempat tidur untuk anak-anak jauh lebih rumit daripada membeli tempat tidur untuk diri sendiri. Berikut ini, panduan memilih tempat tidur anak berdasarkan usianya.

Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik.


Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur. Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga sprei dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur.

Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

Tempat Tidur untuk Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)

Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat.

Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

Tempat Tidur untuk Remaja usia 13 Tahun ke Atas

Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed).

Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan. Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas.

Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat,, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi.

Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur.

Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingg lebih efisien dalam penggunaan ruang.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Segini Ukuran Kamar Anak yang Ideal


Jakarta

Sebagai orang tua, merancang kamar anak yang nyaman dan fungsional adalah prioritas. Salah satu elemen penting dalam desain kamar anak adalah menentukan ukuran kamar anak yang ideal.

Ruang yang memadai tidak hanya mendukung kenyamanan, tetapi juga membantu tumbuh kembang anak dengan optimal. Mengutip coohom.com, pilih furnitur yang ukurannya sesuai dengan ruangan dan usia anak. Sertakan banyak ruang penyimpanan untuk menjaga mainan, pakaian, dan barang-barang lainnya agar tetap teratur.

Ukuran Kamar Anak Berdasarkan Usia

Setiap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda dalam hal ruang, seperti balita usia 0-5 tahun ukuran kamar yang ideal adalah 9-10 meter persegi. Untuk balita kamar tidur tidak memerlukan banyak ruang, karena kebutuhan utama mereka area tidur dan sedikit ruang bermain.


Jika kamu memiliki anak usia sekolah (6-12) tahun, maka kamu harus menyediakan ruang sekitar 10-12 meter persegi.

Anak usia sekolah membutuhkan ruang untuk belajar, bermain, dan menyimpan barang-barang pribadi. Kamu juga bisa menambahkan meja belajar dan rak buku agar anak bisa beraktivitas dengan nyaman.

Ada pula kamar untuk usia remaja sekitar 13 tahun ke atas, ukuran kamar yang cocok untuk anak usia remaja berkisar di 12-15 meter persegi, remaja membutuhkan lebih banyak ruang untuk privasi, penyimpanan, dan area belajar yang lebih besar. Kamar mereka juga bisa kamu lengkapi dengan tempat duduk tambahan atau meja kerja yang luas.

Tips Memaksimalkan Ruang di Kamar Anak

Untuk ruang yang terbatas, ada beberapa cara agar kamar anak tetap fungsional dan nyaman. Kamu bisa menggunakan tempat tidur dengan laci penyimpanan atau meja belajar yang bisa dilipat.

Pemanfaatan dinding juga harus kamu perhatikan, dengan memasang rak dinding untuk menyimpan mainan, buku, atau barang-barang lain agar menghemat ruang. Zonasi ruangan untuk membagi kamar menjadi beberapa zona seperti area tidur, belajar, dan bermain agar ruangan lebih teratur dan fungsional.

Desain Kamar Anak Minimalis untuk Ruang Kecil

Jika kamu memiliki kamar anak dengan luas terbatas, desain minimalis bisa menjadi solusi yang tepat. Gunakan furnitur esensial dan pertimbangkan warna cerah seperti putih atau pastel untuk memberikan kesan luas pada ruangan, gunakan juga tempat tidur bertingkat atau meja lipat untuk menghemat ruang.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Syarat Ambil Rumah Subsidi, Kenali Kelebihan dan Kekurangannya



Jakarta

Dalam upaya mewujudkan impian punya hunian, banyak orang yang mulai melirik program rumah subsidi. Rumah subsidi adalah program dari pemerintah dalam penyediaan hunian layak dan siap huni.

Tujuannya untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar bisa memiliki rumah layak huni dengan cicilan yang terjangkau. Pembelian rumah subsidi dilakukan dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Sebelum mengajukannya, penting bagi kita memahami syarat ambil rumah subsidi yang ditetapkan pemerintah.


Syarat Ambil Rumah Subsidi

Dilansir dari laman Sahabat Pegadaian berikut merupakan syarat KPR rumah subsidi secara umum:

Kewarganegaraan dan Usia

Program rumah subsidi difokuskan untuk WNI yang berusia di bawah batasan tertentu, yakni WNI minimal usia 21 tahun atau sudah menikah. Oleh karena itu, pendaftar perlu membuktikan status kewarganegaraan mereka.

Dilansir laman Bank CIMB Niaga, sedangkan usia maksimal yaitu 55 tahun bagi karyawan, atau berusia 65 tahun bagi wiraswasta ketika cicilan lunas.

Batasan Penghasilan

Syarat beli rumah subsidi selanjutnya yaitu punya penghasilan sesuai batasan tertentu. batasan yang dimaksud bisa berbeda-beda, tergantung program subsidi dan wilayah.

Supaya bisa mengajukan KPR rumah subsidi, pendaftar harus memiliki penghasilan di bawah batasan yang ditetapkan.

Belum Memiliki Rumah

Program rumah subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang belum memiliki hunian sendiri. Makannya, calon pembeli tidak boleh memiliki rumah terlebih dahulu secara pribadi maupun milik pasangan.

Tujuannya agar program pemerintah ini bisa tepat sasaran (diterima oleh yang membutuhkan).

Dokumen Pendukung

Pengambilan rumah subsidi perlu menyertakan syarat dokumen. Berikut merupakan dokumen syarat rumah subsidi:

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Rekening bank.
  • Slip gaji.
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  • Surat lainnya yang diperlukan untuk verifikasi lembaga terkait.

Aktif Bekerja

Pengajuan KPR rumah subsidi ditujukan bagi masyarakat yang memiliki pekerjaan stabil. Hal tersebut dibuktikan dengan surat keterangan kerja ataupun bukti penghasilan.

Karena pendaftar yang aktif bekerja dan berpenghasilan akan bisa memenuhi pembayaran cicilan KPR sesuai ketentuan.

Kelebihan Rumah Subsidi

  • Uang muka (DP) rendah yakni hanya 1% dari total harga jual.
  • Cicilan kredit yang cenderung terjangkau.
  • Suku bunga tetap sebesar 5%.
  • Tenor panjang sampai 20 tahun.
  • Bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
  • Nilai properti yang cenderung meningkat.
  • Hak konsumen dilindungi oleh kebijakan pemerintah.

Kekurangan Rumah Subsidi

  • Lokasinya cenderung jauh dari pusat kota.
  • Ukuran rumahnya dibatasi.
  • Penjualan kembali properti dibatasi.
  • Kualitas bangunan cenderung kurang baik.

(khq/fds)



Sumber : www.detik.com

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan jika KPR Lunas Lebih Awal?


Jakarta

Saat membeli rumah dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR), detikers tidak hanya menyetorkan cicilan pokok dan bunga bulanan. Nasabah juga membayar asuransi jiwa sebagai salah satu komponen KPR.

Asuransi jiwa dalam KPR adalah langkah antisipasi apabila terjadi hal yang tak diinginkan selama pembayaran cicilan. Misalnya, debitur meninggal selama pelunasan KPR yang biasanya memiliki masa tenor panjang.

Seiring penerapan aturan tersebut, muncul pertanyaan terkait klaim asuransi jiwa. Jika KPR lunas lebih cepat, apakah asuransi jiwa bisa segera dicairkan? Simak penjelasannya berikut.


Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan jika KPR Lunas Lebih Awal?

Asuransi jiwa KPR bisa saja dicairkan lebih cepat, jika cicilan sudah lunas sebelum jatuh tempo dan pemegang polis belum meninggal dunia. Menurut pengamat asuransi Dedy Kristianto, hal tersebut bergantung polis dan asuransi yang diambil nasabah.

“Sebenarnya tergantung produk yang diambil apakah misalnya ada nilai tunainya atau tidak. Kalau ada nilai tunai walaupun nggak meninggal bisa diambil,” ujarnya dikutip dari catatan detikProperti.

Asuransi jiwa ini umumnya dibayarkan hanya sekali pada saat akad KPR. Besaran premi asuransi jiwa yang disetorkan berbeda-beda antara debitur satu dan lainnya, meski harga rumahnya sama. Perbedaan premi disebabkan berbagai faktor, misalnya usia debitur saat mengambil KPR.

Bagaimana jika Debitur Meninggal Dunia dan KPR Belum Lunas?

Apabila pemegang polis meninggal dunia dan KPR belum selesai, maka perusahaan asuransi akan melunasi cicilan yang tersisa. Selain itu, utang KPR juga otomatis akan diputihkan atau dianggap lunas seandainya debitur tutup usia.

“Biasanya KPR itu sudah kerjasama dengan asuransi jiwa. Jadi seandainya konsumen meninggal dunia, otomatis diputihkan utangnya. Rumah akan dianggap lunas,” jelas perencana keuangan Andy Nugroho dikutip dari pemberitaan detikProperti.

Kerja sama tersebut bersifat opsional, sehingga pembeli rumah dengan skema KPR bisa saja tidak memiliki asuransi jiwa. Namun, debitur tersebut tidak bisa mengalami pemutihan utang. Sisa cicilan KPR akan diberikan pada ahli waris, yang harus membayar hingga lunas.

Sebagai contoh, jika nasabah adalah seorang suami yang tutup usia maka cicilan dibebankan kepada ahli warisnya yaitu istri dan anaknya. Jika suami dan istrinya meninggal bersamaan maka kewajiban membayar cicilan diturunkan kepada anaknya.

Namun bila anaknya masih di bawah umur, bank akan menunjuk wali yang berhak untuk mereka melalui pengadilan. Apabila tidak mampu melanjutkan pembayaran cicilan KPR, maka pilihan terakhir adalah menjual rumah tersebut.

(row/row)



Sumber : www.detik.com

Lantai Keramik Ambles, Bisa Jadi Ini 4 Penyebabnya!


Jakarta

Lantai keramik adalah salah satu pilihan penutup lantai yang banyak dipakai di Indonesia. Keramik dikenal memiliki daya tahan yang bagus dan tampilan yang menarik. Namun, lantai keramik berpotensi mengalami kerusakan seperti lantainya terlihat ambles dan menjorok ke dalam.

Kondisi ini membuat permukaan lantai tidak rata dan keramik yang pecah bisa berbahaya saat terinjak. Pecahan keramik ini bisa merobek kulit karena ujung keramik cukup tajam.

Apabila kamu menyadari jika lantai keramik di rumah terlihat turun atau ambles, kamu perlu memanggil ahli untuk memeriksanya. Apabila menilik dari situs True Level Concrete, Selasa (5/11/2024), ada beberapa penyebab lantai keramik turun atau ambles, berikut di antaranya.


1. Tanah di Bawahnya Tidak Padat

Lantai yang turun biasanya tidak memiliki penyokong dari bawahnya atau kata lainnya tanah atau susunan di bawahnya kosong atau tidak padat. Jika di bawah keramik tersebut tidak ada permukaan yang keras, maka saat lantai tersebut menerima tekanan, keramik tidak bisa menahannya.

2. Lantai Lembap

Lantai lembap biasanya disebabkan karena bagian bawahnya kelebihan air sehingga membentuk celah di antara keramik. Seiring waktu, tanah di bawahnya akan mudah tergerus dan susunannya tidak begitu padat. Selain genangan air, kondisi ini juga bisa disebabkan karena air selokan yang tersumbat, dan erosi tanah.

3. Pergerakan tanah

Pergerakan tanah merupakan fenomena alam yang sudah biasa terjadi. Pergerakan tanah tidak sama dengan longsor. Pergerakan tanah ada yang tidak terlihat, ada pula yang terasa jelas. Selain itu, memang sudah sifat tanah yakni mengembang saat basah, dan menyusut saat kering. Perubahan iklim dan waktu juga dapat menyebabkan tanah bergerak.

4. Ada Masalah pada Struktur Bangunan

Kerusakan lantai dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti salah mendesain struktural, kondisi tanah di bawah rumah, atau usia bangunan tersebut.

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com