Tag: utang

  • Doa supaya Terbebas dari Utang dan Kesulitan, Amalkan Yuk



    Jakarta

    Doa bebas utang dan kesulitan bisa diamalkan oleh umat Islam agar diberi jalan keluar untuk mendapatkan rezeki dari Allah SWT. Rasulullah SAW pun menganjurkan kepada umatnya untuk membaca doa ini.

    Dalam menjalankan kehidupan, ada kalanya seseorang terpaksa berhutang salah satunya sebab terdapat kebutuhan yang sangat mendesak. Utang tersebut kemudian menjadi beban yang harus dibayar bagi setiap orang yang memilikinya.

    Apabila tidak diselesaikan di dunia, urusan utang dapat menjadi beban di akhirat kemudian. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang dinukil dari buku Fikih Wanita karya Ust. Muiz al Bantani, dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:


    “Nyawa orang mukmin itu tergantung pada utangnya sampai dibayar terlebih dahulu.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi).

    Maksud hadits tersebut ialah seorang yang telah meninggal dunia dapat terhalang untuk masuk surga jika tidak berniat membayar utang ketika dunia padahal mampu membayarnya.

    Sebagai umat muslim, upaya yang dapat dilakukan agar segera terbebas dari utang dan kesulitannya, yaitu dengan bekerja, berusaha, dan berikhtiar dengan doa. Berikut ini terdapat doa bebas dari utang dan kesulitan yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    Doa agar Terbebas dari Utang dan Kesulitan

    Dilansir dari NU Online, Rasulullah SAW pernah mengajarkan doa agar terbebas utang dan kesulitan kepada seorang sahabat Anshar. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud.

    Dikatakan oleh Abu Sa’id al-Khudri, pada suatu hari, Rasulullah SAW masuk ke masjid. Ternyata di dalamnya terdapat seorang laki-laki Anshar yang bernama Abu Umamah. Beliau lantas menyapanya, “Hai Abu Umamah, ada apa aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu sholat?”

    Abu Umamah menjawabnya, “Kebingungan dan utang-utangku yang membuatku (seperti ini), ya Rasul.”

    Beliau kembali bertanya, “Maukah kamu aku ajarkan suatu bacaan yang jika kamu membacanya, Allah SWT akan menghapuskan kebingunganmu dan memberi kemampuan melunasi utang?”

    “Tentu saja, ya Rasul,” jawab Abu Umamah.

    Rasulullah SAW kemudian menjelaskan, “Jika memasuki waktu pagi dan sore hari, maka bacalah:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ

    Latin: Allâhumma innî a’ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a’ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a’ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a’ûdzu bika min gholabatid daini wa qahrir rijâl.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.”

    Abu Umamah turut menuturkan, “Setelah aku mengamalkan doa itu, Allah benar-benar menghilangkan kebingunganku dan memberi kemampuan untuk melunasi utang.”

    Selain itu, disebutkan dalam buku Doa Dzikir Muslimah karya Abu Ayyub El-Faruqi, umat muslim juga bisa membaca doa berikut agar dimudahkan dalam melunasi utangnya.

    اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالدَّيْنِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْدُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

    Latin: Allahumma inni a’udzu bika minal kufri wad daini wal faqri, wa a’udzubika min ‘adzabi jahannama wa a’udzu bika, min fitnatid-dajjal.

    Artinya: “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran, utang dan kefakiran. Aku mohon perlindungan kepada-Mu dari azab neraka Jahanam. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah Dajjal.” (HR An-Nasa’i).

    Itulah doa supaya terbebas dari utang dan kesulitan sesuai ajaran Rasulullah SAW yang bisa diamalkan oleh umat Islam agar diberi kemudahan. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Pelunas Hutang: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Nabi Muhammad SAW mengajarkan salah satu doa untuk umatnya yang terlilit utang. Doa tersebut mengandung kalimat permohonan kepada Allah SWT agar ditolong dari segala urusan dan masalah.

    Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam bukunya yang berjudul Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 mengatakan, doa ini termuat dalam hadits riwayat Ali bin Abi Thalib, ia berkata:

    “Seorang budak membuat perjanjian dengan tuannya untuk menebus dirinya secara berangsur-angsur, kemudian budak itu mendatangi diriku dan mengatakan, ‘Sungguh aku sudah tidak mampu menunaikan tebusan diriku, maka bantulah aku.’


    Ali kemudian berujar, ‘Maukah aku ajarkan kepadamu kalimat-kalimat yang diajarkan Rasulullah SAW kepadaku, sekiranya engkau memiliki utang seperti gunung Tsabir, niscaya Allah SWT akan melunasinya untukmu.’

    Doa Pelunas Utang

    Setelah itu, Ali memberitahu doa pelunas utang yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:

    اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأغْنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    Allahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghnii bifadhlika ‘amman siwaak

    Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang rezeki-Mu yang halal daripada yang haram dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu daripada selain Engkau.” (HR Tirmidzi)

    Doa Terhindar dari Utang

    Sedangkan untuk mengindari utang, Rasulullah SAW juga mengajari doa khusus untuk umatnya. Menukil buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera karya M Khalilurrahman Al-Mahfani, berikut doa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik agar terhindar dari jeratan utang.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَم وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

    Allahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazani wal ‘ajzi wal kasali wal bukhli wa dhala’id daini wa ghalabatir rijaal

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penderitaan, kesedihan, kelemahan (pikun), kemalasan, kekikiran, banyak utang dan dari penguasaan seseorang.” (HR Tirmidzi)

    Doa Setelah Membayar Utang

    Ketika utang sudah terbayar, jangan lupa untuk membaca doa lagi. Hal ini sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT karena telah menolong kita dari kesulitan. Doa ini untuk mendoakan orang yang memberi utang.

    Mengutip buku Sukses Dunia Akhirat dengan Doa-Doa Harian karya Mahmud Asy-Syafrowi, berikut doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

    بارَكَ اللهُ لَكَ فِي أَهْلِكَ وَمَالِكَ

    Baarakallahu laka fii ahlika wa maalika

    Artinya: “Semoga Allah memberikan berkah kepadamu dalam keluarga dan hartamu.” (HR Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ibnu Sunni)

    (hnh/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Terhindar dari Utang, Amalkan Tiap Hari Agar Hidup Selalu Merasa Cukup


    Jakarta

    Ada doa yang bisa dibaca dan diamalkan secara rutin agar terhindar dari utang. Sejatinya utang yang tidak terlunasi akan dibawa sampai akhirat. Naudzubillah.

    Utang piutang memang diperbolehkan dalam Islam asalkan tidak mengandung unsur riba di dalamnya. Pinjam meminjam uang atau barang hukumnya boleh namun dengan perjanjian bahwa peminjam wajib mengembalikannya secara utuh.

    Sebagaimana hadits Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Nabi SAW bersabda,


    “Siapa saja yang meminjam harta orang lain dengan niat mengembalikannya, niscaya Allah akan melunasi utangnya. Siapa yang meminjam harta orang lain untuk dia habiskan maka Allah akan memusnahkannya.” (HR. Bukhari dan Ibn Majah)

    Dalam hadits lain dijelaskan bahwa utang adalah perkara yang terjadi di dunia namun akibatnya akan dibawa sampai akhirat.

    Abdullah bin Umar Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda,

    من مات وعليه دَينٌ ، فليس ثم دينارٌ ولا درهمٌ ، ولكنها الحسناتُ والسيئاتُ

    “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih punya utang, maka kelak (di hari kiamat) tidak ada dinar dan dirham untuk melunasinya. Namun yang ada hanyalah kebaikan atau keburukan (untuk melunasinya)” (HR. Ibnu Majah no. 2414, disahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 437).

    Senada dengan hadits Abu Hurairah Ra., Rasulullah SAW bersabda,

    نفس المؤمن مُعَلّقة بدَيْنِه حتى يُقْضى عنه

    “Ruh seorang mukmin (yang sudah meninggal) terkatung-katung karena utangnya sampai hutangnya dilunasi” (HR. At Tirmidzi no. 1079, ia berkata, “(Hadits) hasan”, disahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

    Deretan hadits tersebut menegaskan bahwa orang yang memiliki utang wajib melunasinya. Jika ternyata seseorang masih memiliki utang dan ajalnya telah tiba, maka keluarganya lah yang memiliki kewajiban untuk melunasi utangnya.

    Doa Agar Terhindar dari Utang

    Mengutip buku Ada Orang Utang oleh Ammi Nur Baits, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah mengajarkan doa agar dijauhkan dari utang. Doa ini juga bisa dipanjatkan agar dimudahkan membayar utang.

    Doa Agar Selalu Merasa Dicukupkan

    اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    Arab-latin: Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, war agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.”

    Artinya: “Ya Allah cukupkan lah aku dengan yang halal dan jauhkan lah aku dari yang haram, dan cukupkan lah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.”

    Dari Ali bin Abi Thalib, bahwa ada seorang budak mukatab yang mendatangi beliau. Budak ini mengatakan: Saya tidak mampu melunasi cicilan tanggungan untuk membebaskan diriku, karena itu bantulah aku. Ali pun mengatakan: “Maukah saya ajarkan beberapa kalimat yang pernah diajarkan Rasulullah SAW, Andaikan engkau memiliki utang sebesar gunung Tsabir, maka Allah akan membantu
    melunasinya. Bacalah: Allahummak finii bi balaalika…dst.” (HR. Ahmad no. 1318 dan Turmudzi no. 3563)

    Doa Agar Terbebas dari Utang

    Doa terbebas dari utang yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

    ArabLatin : Allahumma inni a’udzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.”

    Doa Agar Dilindungi dari Dosa Utang

    Rasulullah juga mengajarkan doa minta perlindungan dari dosa dan doa terbebas dari utang seperti diriwayatkan dalam Hadits Bukhari nomor 5891.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ عَنِّي خَطَايَايَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّ قَلْبِي مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

    Arab-latin: Allahhumma Inni A’uudzubika minal kasali wal harami wal ma’tsami wal maghrami wamin fitnatil qabri wa’adzaabil qabri wamin fitnatin naari wa’azaabin naari wamin syarri fitnatil ghaniy wa a’uudzubika minal fitnatil faqri wa a’uudzubika min fitnatil masiihid dajjal,Allahummaghsil ‘annii khathaayaya bimaais salji walbaradi wanaqqi qalbi minal khthaayaya kamaa naqqaitats tsaubal abyadi minad danas wabaa’id baini wabainal khathaayaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghribi

    Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, kepikunan, kesalahan dan terlilit hutang, dan dari fitnah kubur serta siksa kubur, dan dari fitnah neraka dan siksa neraka dan dari buruknya fitnah kekayaan dan aku berlindung kepada-Mu dari buruknya fitnah kefakiran serta aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masih Ad Dajjal. Ya Allah, bersihkanlah kesalahan-kesalahanku dengan air salju dan air embun, sucikanlah hatiku dari kotoran-kotoran sebagaimana Engkau menyucikan baju yang putih dari kotoran. Dan jauhkanlah antara diriku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat.”

    Demikian beberapa doa agar dijauhkan dari utang. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi hamba-Nya yang bertakwa.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hadits tentang Riba, Dosanya Setara seperti Berzina dengan Ibu Sendiri


    Jakarta

    Riba tergolong sebagai perbuatan yang dilarang sekaligus diharamkan dalam Islam. Larangan riba sendiri tercantum dalam surat Ali Imran ayat 130.

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ الرِّبَا أَضْعَافاً مُّضَاعَفَةً وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ . وَاتَّقُواْ النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.”


    Dijelaskan dalam buku Fiqh Muamalah Al-Maaliyah oleh Abd Misno, riba didefinisikan sebagai pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual beli maupun pinjam meminjam secara batil atau bertentangan dengan prinsip muamalah dalam Islam.

    Praktik riba dapat menyengsarakan orang lain. Selain memiliki utang, orang yang meminjam juga dibebani dengan keharusan membayar uang lebih dari jumlah yang ia pinjam.

    Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan melalui buku Ringkasan Fikih lengkap II menerangkan bahwa riba menjadi bentuk pemutusan perbuatan baik di antara manusia, menutup pintu peminjaman dengan cara yang baik, dan membuka pintu pinjaman yang dengan bunga yang membebani orang fakir.

    Selain dalam Al-Qur’an, riba juga diterangkan dalam sejumlah hadits. Berikut haditsnya yang dikutip dari buku Ada Apa Dengan Riba? tulisan Ammi Nur Baits dan arsip detikHikmah.

    Hadits yang Membahas tentang Riba

    1. Dosanya Setara seperti Berzina dengan Ibu Sendiri

    Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa dosa dari perilaku riba diibaratkan seperti berzina dengan ibunya sendiri. Dari Ibnu Mas’ud, Nabi Muhammad bersabda:

    “Riba itu ada 73 pintu. Pintu riba yang paling ringan, seperti seorang lelaki yang berzina dengan ibunya.” (HR Hakim)

    2. Mendapat Hukuman di Alam Kubur

    Pemakan harta riba akan diganjar hukuman di alam kubur, yaitu berenang di sungai yang penuh darah. Rasulullah SAW pernah menceritakan mimpinya ketika melihat orang-orang yang berenang di sungai darah.

    Beliau mengatakan, “Kami mendatangi sungai dari darah, di sana ada orang yang berdiri di tepi sungai sambil membawa bebatuan dan satu orang lagi berenang di tengah sungai. Ketika orang yang berenang dalam sungai darah hendak keluar, lelaki yang berada di pinggir sungai segera melemparkan batu ke dalam mulutnya, sehingga dia terdorong kembali ke tengah sungai, dan demikian itu seterusnya.”

    Ketika Nabi bertanya kepada malaikat, mereka menjawab,

    “Orang yang kamu lihat berenang di sungai darah adalah pemakan riba. “(HR Bukhari).

    3. Tergolong sebagai Dosa Besar

    Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

    “Jauhilah 7 dosa besar yang membinasakan. Mereka bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa saja itu? “Beliau bersabda, Berbuat syirik kepada Allah, melakukan sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan, kecuali dengan alasan yang benar, makan riba, makan harta anak yatim.” (HR Bukhari dan Muslim)

    4. Mengundang Murka Allah SWT

    Perbuatan zina juga mengundang murka Allah SWT. Dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda:

    “Ketika zina dan riba dilakukan terang-terangan di masyarakat, berarti mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk ditimpakan ke diri mereka.” (HR Thabrani)

    5. Dilaknat oleh Rasulullah SAW

    Rasulullah SAW sangat melaknat perbuatan riba, baik itu pelaku maupun mereka yang terlibat di dalamnya. Dari Jabir bin Abdillah RA, ia berkata:

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, yang memberi makan riba, yang menulis transaksi, dan dua transaksi riba. Beliau mengatakan, “Mereka semua sama.” (HR Muslim)

    Demikian hadits tentang riba. Semoga kita senantiasa dijauhi dari perbuatan tercela tersebut, naudzubillah min dzalik.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com