Tag: ventilasi

  • 5 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Rumah Bau, Jangan Dilakukan!


    Jakarta

    Rumah yang memiliki sirkulasi udara baik dapat meningkatkan rasa nyaman bagi penghuninya. Apalagi jika udara tersebut terasa harum dan segar pasti membuat penghuni rumah betah. Maka tak jarang pemilik rumah membeli pengharum ruangan untuk kesegaran tambahan.

    Namun, kadang kala terhirup udara tidak sedap di rumah. Penghuni rumah pasti berpikir hal tersebut muncul dari tempat sampah atau kamar mandi. Padahal, kebiasaan si pemilik rumah juga sangat berpengaruh terhadap kualitas udara yang dihirup sehari-hari.

    Dikutip dari situs The Spruce, pada Senin (19/5/2025), terdapat beberapa hal dan kebiasaan buruk penghuni rumah yang membuat ruangan memiliki bau tidak sedap.


    Membiarkan Piring Kotor

    Sebagian orang memang merasa malas jika harus mencuci piring sehabis makan. Padahal, piring kotor yang dibiarkan terlalu lama di wastafel dapat menimbulkan bau tidak sedap yang menyebar ke seluruh ruangan, lho.

    “Sisa makanan yang tersisa di piring basah menjadi santapan lezat bagi bakteri, melepaskan bau asam dan rawa yang dapat memenuhi dapur lebih cepat dari yang diduga,” ucap Robin Murphy, Presiden Maid Brigade.

    Memasak Tanpa Ventilasi

    Kekuatan makanan adalah aromanya bisa menyebar ke seluruh ruangan, baik itu aroma yang sedap atau tidak sedap sekalipun. Oleh karena itu, memiliki dapur yang ada ventilasinya sangat penting untuk mencegah aroma makanan bertahan lama.

    “Tanpa ventilasi yang baik, bau masakan akan menempel di dinding, lemari, dan perabotan. Bisa jadi masakan hari Senin masih terasa baunya hingga hari Kamis,” jelas Murphy.

    Membiarkan Handuk Basah

    Bau handuk basah sangatlah mengganggu. Kebiasaan membiarkan handuk basah digantung begitu saja selesai mandi tanpa ada upaya mengeringkannya pada sinar matahari merupakan kebiasaan buruk.

    Menurut Murphy, handuk basah tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap tetapi juga bisa mengundang jamur dan bakteri. Pastikan handuk kering kembali sebelum digantung di kamar mandi.

    Tidak Membuka Jendela

    Ketika rumah tidak memiliki aliran udara yang baik, rumah akan memantulkan aroma ke lingkungan sekitarnya. Pemilik Memphis Maids Steve Evans memberikan saran bahwa setiap hari jendela harus dibuka minimal 30 menit untuk memberikan akses keluar masuk udara.

    Merokok di Dalam Rumah

    Kebiasaan merokok di dalam rumah dapat membuat ruangan memiliki bau yang menempel dan susah hilang. Hal ini akibat adanya partikel rokok yang menempel di ruangan.

    “Nikotin dapat menempel pada dinding dan furnitur dan mustahil untuk dihilangkan kecuali oleh jasa pembersihan rumah,” ujar Evans.

    Perhatikan juga saat membeli perabotan bekas, jika tercium aroma rokok maka sebaiknya hindari karena bau rokok pada umumnya menempel pada perabotan.

    Itu dia kebiasaan yang harus dihindari agar tidak membuat rumah menjadi bau. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Tips Buat Rumah Lebih Sejuk dengan Memanfaatkan Ventilasi Silang


    Jakarta

    Tinggal di negara beriklim tropis dan tidak berada di dataran tinggi, pasti kerap merasa gerah dan panas meski tengah berada di dalam rumah. Bahkan saat hujan turun, rumah pun tetap terasa lembap dan pengap.

    Salah satu alasan yang membuat rumah terasa panas meskipun di luar terasa segar adalah udara panas terperangkap di dalam rumah. Saat hujan turun, kebanyakan orang menutup pintu agar cipratan air tidak masuk ke dalam rumah. Padahal itu membuat panas di dalam rumah tidak dapat dibuang dan angin segar juga tidak dapat mengisi bagian dalam rumah.

    Penempatan jendela di rumah memainkan peran penting untuk sirkulasi di rumah. Jadi meski turun hujan, kamu tetap bisa membuka jendela rumah membiarkan udara masuk dan menutup pintu untuk mencegah air masuk.


    Pemasangan satu jendela di depan rumah efektif membawa udara segar masuk ke dalam rumah, tetapi tidak mengeluarkan udara panas. Sehingga akan ada bagian di rumahmu yang tetap terasa panas meski jendela sudah terbuka. Maka dari itu, kamu perlu ventilasi lain yang digunakan sebagai jalur keluarnya panas dari dalam rumah.

    Ventilasi itu juga berupa jendela yang berada di sisi lain tetapi masih berhadapan dengan jendela utama di depan yang mengirim udara segar masuk ke dalam rumah. Akses masuk dan keluar udara di dalam rumah tersebut disebut dengan ventilasi silang atau cross ventilation.

    Ventilasi Silang

    Mengutip dari situs architropics.com pada Kamis (20/2/2024), ventilasi silang adalah suatu bentuk ventilasi alami yang memungkinkan angin masuk ke satu sisi ruangan dan keluar dari sisi lainnya.

    Ventilasi silang menggunakan tenaga yang digerakkan oleh angin untuk membawa udara dingin dari luar dan menggantikan udara dalam ruangan yang pengap dan hangat. Memakai sistem ventilasi silang ini dinilai efektif membuat rumah lebih sejuk.

    Jalur pertukaran udara ini tidak boleh terhalang oleh perabotan apa pun. Biarkan jendela depan dan belakang berhadapan tanpa ada meja, dinding, atau rak yang menghalangi sirkulasi udara. Penghalang juga membuat arah angin segar yang masuk ke rumah tidak bisa mendorong udara panas keluar.

    Hal lain yang perlu diperhatikan saat menerapkan ventilasi silang di rumah adalah membuat bingkai jendela yang lebar. Selain itu, kecepatan angin di luar juga faktor penting rumah dapat menjadi sejuk.

    Kekurangan Sistem Ventilasi Silang

    Meski dinilai sangat efektif membuat rumah jauh lebih sejuk, tentu sistem ini hanya berlaku bagi rumah yang memiliki 2 sisi rumah yang terbuka dan tidak berdempetan dengan tembok. Misalnya yang hanya memiliki taman belakang atau yang rumahnya berhalaman luas.

    Namun, untuk yang tinggal di komplek perumahan yang rumahnya berdempetan, rusun, atau apartemen yang hanya memiliki 1 sisi yang memiliki jendela, ventilasi silang bisa diterapkan antara jendela dan pintu yang terbuka. Maka dari itu, setidaknya rumah memiliki jendela agar rumah memiliki perputaran udara yang baik.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lagi Musim Sakit, Begini Cara Bersihkan Udara di Rumah


    Jakarta

    Menjaga kebersihan rumah sudah biasa dilakukan dengan membersihkan lantai, mengganti sprei kasur, hingga menggosok kamar mandi. Akan tetapi, pemilik rumah terkadang lupa untuk membersihkan udara di dalam rumah.

    Meski tak kasat mata, udara dapat mengandung banyak kotoran seperti partikel debu dan bulu hewan yang bisa menyebabkan iritasi, bersin, gangguan pernapasan, bahkan sakit kepala. Sebaliknya, menghirup udara segar membantu kamu tidur lebih nyenyak dan mencegah gejala alergi.

    Maka dari itu, penting untuk menjaga kebersihan udara agar hidup lebih nyaman dan sehat di rumah. Berikut ini cara membersihkan udara di dalam rumah, dilansir dari laman Live Science, Selasa (16/4/2024).


    1. Menyimpan Tanaman Hias

    Tanaman hias ternyata tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi ruangan lho, tetapi juga pembersih udara alami di dalam rumah. Sebuah penelitian dari jurnal Water, Soil and Air Pollution menunjukkan tanah pada tanaman pot dapat membantu menyaring udara di rumah.

    Beberapa tanaman hias yang cocok untuk membersihkan udara antara lain lidah mertua, English ivy, dan lili paris.

    2. Ganti Cairan Pembersih

    Kemudian, cairan pembersih yang mengandung bahan kimia berbahaya sebenarnya berdampak buruk untuk lingkungan dan kesehatan manusia. Kandungan berbahaya itu nanti dapat menjadi polusi di udara, sehingga dapat menimbulkan sakit kepala, kelelahan, atau iritasi mata dan hidung.

    Nah, daripada menggunakan cairan pembersih itu, kamu bisa beralih menggunakan alternatif yang ramah lingkungan. Cairan pembersih ramah lingkungan dapat kamu beli di toko-toko online ataupun buat sendiri.

    3. Gunakan Air Purifier

    Kamu dapat membersihkan udara menggunakan air purifier yang sudah banyak tersedia di pasaran. Sebaiknya kamu pilih air purifier yang menggunakan filter High Efficiency Particulate Absorbing (HEPA) yang membantu membersihkan 99.97% alergen berukuran mikro.

    4. Membuka Jendela

    Pastikan ada sirkulasi udara yang baik di dalam rumah dengan membuka jendela setiap hari. Hal ini memungkinkan udara segar bisa masuk, sementara akumulasi polutan keluar dari rumah. Selain itu, rumah tidak akan lembap dan menjadi tempat bertumbuh jamur.

    5. Gunakan Penyedot Debu

    Kotoran seperti bulu hewan peliharaan sering kali bertebaran di sekitar rumah. Bulu ini bisa menjadi alergen bagi sebagian orang. Maka, sebaiknya lakukan pencegahan dengan rajin membersihkan lantai, sofa, bahkan tempat tidur hewan menggunakan penyedot debu.

    Demikian cara membersihkan udara untuk menjaga kesehatan penghuni rumah. Semoga membantu!

    Buat kamu pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Merawat Ventilasi Biar Kamar Mandi Nggak Gampang Lembap


    Jakarta

    Kamar mandi adalah salah satu tempat di rumah yang paling rentan terhadap masalah jamur dan kelembapan. Dari masalah yang mudah dilihat seperti cat yang terkelupas dan hingga masalah tersembunyi seperti jamur dan lumut atau bau busuk. Semua masalah tersebut biasanya disebabkan oleh masalah ventilasi yang buruk di dalam kamar mandi kamu.

    Melansir dari The Spruce, tanda-tanda seperti udara lembab, noda bekas air, jamur, bau busuk, cat yang mengelupas, dan bercak pada langit langit adalah tanda bahwa kamar mandi kamu memiliki ventilasi yang buruk. Jika kamu mengalami tanda-tanda seperti itu, maka kamu harus perhatikan beberapa hal ini.

    Berikut adalah hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan untuk menjaga ventilasi di kamar mandi tetap baik.


    Hal yang Harus Dilakukan

    Pilih Kipas Kamar Mandi yang Tepat

    Hal yang penting untuk dilakukan adalah memilih kipas kamar mandi atau exhaust yang tepat. Kamu harus memilih kipas yang sesuai dengan ukuran luas kamar mandi.

    Kipas kamar mandi atau exhaust biasanya diberi tanda CFM, yang merupakan singkatan dari kaki kubik per menit. Ini untuk menentukan berapa banyak udara yang dipindahkan kipas selama jangka waktu yang ditentukan. Semakin luas kamar mandinya, semakin tinggi juga tingkat CFM kipas angin yang dibutuhkan. Berikut adalah panduannya.

    Dalam satuan meter persegi, konversi untuk panduan ukuran kipas knalpot kamar mandi adalah sebagai berikut:

    4,2 meter persegi = 50 CFM
    4,3 meter persegi hingga 7 meter persegi = 70 CFM hingga 80 CFM
    7,meter persegi hingga 9,75 meter persegi = 110 CFM
    Lebih dari 9.75 meter persegi = 150 CFM

    Jika ragu, lebih baik memiliki kipas angin yang terlalu besar daripada kipas angin yang terlalu kecil.

    Buka Jendela Kamar Mandi

    Jika di kamar mandi kamu ada jendelanya, buka jendela untuk ventilasi ekstra dan aliran udara yang lebih segar. Namun, jangan lupa untuk tetap menyalakan kipas angin/exhaust.

    Membuka jendela hanya akan membuat lebih banyak aliran udara saat kipas angin dinyalakan, karena kipas akan menarik udara dari jendela. Peningkatan aliran udara akan menghilangkan kelembaban berlebih lebih cepat daripada kipas yang berjalan atau jendela yang terbuka saja.

    Bersihkan Genangan Air di Kamar Mandi

    Membiarkan genangan air di bak mandi, wastafel, pancuran, atau bahkan lantai akan membuat kamar mandi kamu menjadi lembap. Bahkan jika kipas menyala, air akan terus menguap dan melembabkan udara di kamar mandi. Oleh karena itu, segera bersihkan genangan air untuk menghindari masalah yang lebih parah.

    Nyalakan Kipas Angin Cukup Lama

    Kamu harus menyalakan kipas kamar mandi sebelum menyalakan pancuran untuk mandi. Setelah itu, kamu juga harus membiarkannya menyala selama beberapa menit setelah mandi untuk menghilangkan udara lembab dari kamar mandi. Banyak orang juga yang bahkan membiarkan kipas kamar mandinya menyala selama 30 menit hingga satu jam setelah keluar dari kamar mandi.

    Hal yang Tidak Boleh Dilakukan

    Memasang Kipas di Tempat yang Salah

    Memasang kipas di tempat yang tidak efektif, seperti di atas toilet, tidak akan menghilangkan kelembaban dengan baik, terutama jika showernya berada di seberang ruangan. Sebaiknya, tempatkan kipas di lokasi yang strategis seperti di tengah untuk memaksimalkan ventilasi.

    Membiarkan Pintu Kamar Mandi Tertutup

    Menutup pintu atau tirai kamar mandi setelah penggunaan bisa membuat kamar mandi menjadi pengap seperti sauna. Hal ini akan membuat kelembaban terperangkap di dalam dan tidak bisa menguap yang bisa menyebabkan kamar mandi menjadi lembap berlebihan.

    Lupa Membersihkan Kipas Kamar Mandi

    Kipas kamar mandi lama-lama pasti akan kotor dan membuat debu dan puing-puing berkumpul setelah beberapa bulan penggunaan. Membersihkan kipas secara teratur penting untuk memastikan aliran udara yang baik dan mencegah kamar mandi lembap.

    Membuang Udara dari Kamar Mandi ke Loteng

    Jika kamu memiliki loteng, membuang udara kamar mandi ke sana hanya memindahkan masalah kelembaban ke area lain di rumah. Ini bisa menyebabkan masalah kelembaban yang sama di area loteng, yang kemudian dapat menyebar ke seluruh rumah. Lebih baik membuang udara kamar mandi sepenuhnya keluar dari rumah.

    Itulah hal yang harus dilakukan dan jangan dilakukan agar ventilasi kamar mandi tetap baik. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tempat yang Tepat Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi Agar Tak Lembap



    Jakarta

    Exhaust fan adalah kipas yang digunakan untuk mengeluarkan udara panas dan kelembapan ruangan, salah satunya kamar mandi. Exhaust Fan dapat berfungsi dengan maksimal jika dipasang di tempat yang benar. Lantas, di mana tempat yang tepat pasang exhaust fan di kamar mandi?

    Sebelum memasang exhaust fan kamu perlu mengetahui cara kerja kipas ini. Exhaust fan bukan untuk mendinginkan kamar mandi, melainkan menarik udara lembap keluar ruangan. Biasanya exhaust fan bisa menjadi solusi praktis untuk kamar mandi yang kecil dan tidak ingin ditambahkan lubang seperti jendela.

    Ada beberapa exhaust fan yang bisa disetel menyala otomatis ketika lampu kamar mandi dinyalakan. Namun, ada pula yang menggunakan remote dan alat bantu lainnya.


    Setelah dipasang exhaust fan, ke depannya udara lembap, jamur, bau tidak sedap, cat dindingnya mengelupas, hingga lantai yang licin bisa berkurang dari kamar mandi. Mengutip dari The Spruce, Senin (27/5/2024), berikut tempat yang tepat pasang exhaust fan di kamar mandi.

    1. Loteng atau Atap Kamar Mandi

    Layaknya ventilasi pada umumnya, pemasangan exhaust fan tentu memerlukan ventilasi untuk membuang udara dari kamar mandi tersebut. Perlu diingat biasanya kamar mandi lokasinya di tengah rumah dan di pojok rumah. Belum lagi jika tipe rumah berdekatan dengan tetangga sehingga tidak bisa sembarangan melubangi dinding.

    Solusinya adalah dengan memasangnya di atap atau langit-langit kamar mandi. Jika rumah tidak ditambah ke atas atau hanya terdiri dari 1 lantai saja, pemasangan saluran ventilasi pembuangan keluar lebih mudah. Namun, terdiri dari 2 lantai atau lebih, kamu perlu menyiapkan saluran pembuangannya sejak awal pembangunan.

    Saat memasangnya letakkan di antara dua balok langit-langit dan sisakan ruangan untuk peralihan udara dari kipas ke saluran. Selain itu, pastikan tidak ada yang bermasalah pada atap.

    2. Area Paling Lembap di Kamar Mandi

    Untuk memerangkap kelembapan, pasti kita harus mencari tempat untuk memasang perangkap tersebut. Maka dari itu, saat memasang exhaust fan kamu perlu mengetahui sumber kelembapan di kamar mandi. Biasanya ini adalah area di atas bak mandi atau pancuran.

    Kamu bisa meletakkan exhaust fan langsung di atas bak mandi atau alas pancuran, namun cukup ditempatkan di mana saja di dekat area mandi.

    3. Dekat Jalur Pembuangan Terdekat

    Membuat ventilasi tidak susah, lubang yang cukup bisa membuang kelembapan kamar mandi. Namun jika memakai exhaust fan kamu tentu perlu jalur pembuangan. Maka pilih jalur yang paling pendek agar pembuangan cepat dan tidak ada yang terperangkap di jalurnya.

    Ukuran paling ideal untuk jalur ventilasi exhaust fan adalah 30 cm dari tutup ventilasi luar. Selain itu pastikan rute ventilasi tersebut lurus.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ventilasi: Pengertian, Jenis dan Fungsinya


    Jakarta

    Ventilasi merupakan komponen penting dalam sebuah bangunan, termasuk rumah. Dengan adanya ventilasi, bisa terjadi pertukaran udara dari luar dan dalam rumah agar ruangan tidak pengap.

    Ventilasi ini diperlukan agar para penghuni dalam sebuah bangunan bisa bernapas dengan udara yang segar. Bahkan, ventilasi juga termasuk komponen ciri rumah sehat. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 829/Menkes/SK/VII/1999, pada rumah sehat, luas lubang ventilasi alamiah yang permanen minimal 10% luas lantai.

    Nah, untuk mengetahui informasi lebih lanjut, yuk simak pengertian, fungsi, hingga jenis ventilasi di bawah ini.


    Pengertian Ventilasi

    Dilansir dari hseblog, ventilasi adalah proses pertukaran udara pada suatu ruangan untuk menyediakan udara segar dan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Proses tersebut mengeluarkan udara pengap dan menggantinya dengan udara dari luar yang segar.

    Proses pertukaran udara ini dinilai penting untuk menghilangkan kelembapan, bau, asap, panas, debu, bakteri di udara, dan polutan lainnya di dalam ruangan.

    Fungsi Ventilasi

    Fungsi utama dari ventilasi adalah menjaga kualitas udara yang baik di dalam ruangan. Tanpa ventilasi yang baik, bisa saja di dalam ruangan dipenuhi polutan dan patogen yang bisa membahayakan kesehatan dan kenyamanan penghuni di dalamnya.

    Jenis-jenis Ventilasi

    Berdasarkan publikasi WHO yang berjudul Natural Ventilation for Infection Contol in Health-Care Settings, ada 3 jenis ventilasi yang umum digunakan, yaitu ventilasi alami, ventilasi mekanik, dan ventilasi hybrid. Berikut ini penjelasannya.

    Ventilasi Alami

    Ventilasi alami adalah ventilasi yang menggunakan kekuatan alam, seperti angin, yang mendorong udara luar melalui bukaan selubung bangunan yang dibuat khusus. Contohnya, melalui jendela, pintu, cerobong, dan lainnya. Ventilasi alami pada bangunan biasanya disesuaikan dengan iklim, desain bangunan, dan perilaku manusia.

    Ventilasi Mekanik

    Ventilasi mekanik umumnya menggunakan bantuan kipas untuk keluar-masuknya udara pada sebuah bangunan. Kipas tersebut bisa dipasang di jendela atau dinding, atau dipasang di saluran untuk menyuplai udara ke dalam atau membuang udara dari ruangan. Contohnya penggunaan exhaust fan pada kamar mandi.

    Ventilasi Campuran (Hybrid Ventilation)

    Ventilasi campuran ini merupakan kombinasi dari ventilasi alami dan ventilasi mekanik. Jenis ventilasi ini umumnya menggunakan ventilasi alami untuk pertukaran udara. Namun, jika aliran udara terlalu rendah, diperlukan bantuan ventilasi mekanik.

    Penggunaan ventilasi jenis ini perlu kehati-hatian. Sebaiknya, memasang exhaust fan di mana udara dalam ruangan bisa dibuang langsung keluar melalui dinding atau jendela,

    Itulah pengertian, fungsi, dan jenis-jenis ventilasi. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Langkah Efektif Membasmi Serangga di Kamar Mandi



    Jakarta

    Kamar mandi sering menjadi tempat munculnya berbagai serangga seperti kecoa, laba-laba, dan kelabang. Sehingga membuat ketidaknyamanan dan ketakutan saat sedang menggunakan kamar mandi.

    Permasalahan ini menjadi lebih serius apabila hewan yang berbahaya juga ikut masuk ke dalam kamar mandi melalui saluran pembuangan. Banyak faktor yang menyebabkan serangga-serangga ini sampai membuat sarang di kamar mandi kamu, sehingga membuat ketidaknyamanan dan ketakutan saat sedang menggunakan kamar mandi.

    Melansir balconygardenweb, Rabu (11/09/2024), berikut cara mengatasi dan mencegah serangga untuk bersarang di kamar mandi kamu.


    1. Identifikasi Serangga Sebelum Mengambil Tindakan

    Mengidentifikasi serangga merupakan langkah awal untuk mengetahui tindakan apa yang akan dilakukan. Dengan mengetahui jenisnya, dapat membantu hal apa yang harus dilakukan.

    Jenis serangga juga bermacam-macam, apabila menemukan serangga yang cukup berbahaya segera panggil yang sudah profesional dalam hal ini.

    2. Bersihkan Secara Menyeluruh

    Membersihkan kamar mandi dengan menyeluruh hingga detail kecil yang berisiko menjadi sarang untuk serangga. Kamar mandi yang bersih menjauhkan serangga untuk membuat sarang di kamar mandi kamu.

    Dalam hal ini, penting untuk melihat detail kecil seperti sisa sabun, rambut, kotoran yang menumpuk, karena bisa menjadi sumber makanan untuk serangga.

    3. Atasi Kelembapan di Kamar Mandi

    Kelembaban bisa dirasakan apakah kamar mandi kamu pengap dan bau. Periksa bagian ventilasi udara apakah berfungsi dengan normal atau tidak.

    Serangga kecil sangat tertarik dengan area yang memiliki kelembaban, sehingga banyaknya sarang yang menjadi tempat tinggal mereka.

    4. Periksa Titik Masuk

    Titik masuk serangga seringkali menjadi hal yang banyak dilupakan. Faktor serangga bisa masuk ke kamar mandi, karena saluran air yang tidak tertutup rapat sehingga menjadi jalan untuk serangga masuk.

    Lihat juga celah berlubang yang memungkinkan serangga kecil untuk masuk, lalu tutup celah dengan dempul untuk mencegah serangga masuk.

    5. Gunakan Pengharum dan Pembasmi Serangga

    Untuk mencegah serangga masuk ke kamar mandi, gunakan pengharum ruangan agar kamar mandi menjadi lebih wangi.

    Gunakan juga pembasmi serangga untuk yang sudah masuk, sehingga tidak dapat membuat sarang dan menjadikan kamar mandi kamu tempat tinggal mereka.

    6. Lakukan Inspeksi Rutin

    Serangga sering muncul tanpa disadari, dengan upaya yang sudah dilakukan tidak dapat memastikan serangga untuk datang kembali. Lakukan cek rutin pada kamar mandi, agar mencegah serangga untuk bersarang di kamar mandi kamu.

    Membasmi serangga di kamar mandi memerlukan kombinasi antara kebersihan dan penggunaan alat atau bahan pembasmi serangga. Pastikan untuk melakukan pencegahan dengan menjaga kamar mandi tetap bersih dan kering serta bebas di genangan air.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Plafon Tinggi Bikin Rumah Lebih Adem Mitos atau Fakta? Begini Kata Ahli


    Jakarta

    Saat membangun rumah, kamu pasti menginginkan desain yang bisa membuat rumah terasa sejuk dan adem. Sebab, rumah yang terasa pengap dan panas sepanjang waktu pasti membuat penghuni rumah tidak nyaman, terutama saat tidur. Beberapa orang percaya salah satu aspek penting yang membuat rumah lebih sejuk adalah ketinggian plafon rumah. Kira-kira mitos atau fakta ya?

    Menurut Arsitek Denny Setiawan, rumah dengan plafon tinggi tidak dapat menjamin rumah menjadi lebih sejuk. Justru rumah dengan plafon tinggi membutuhkan energi lebih untuk mendinginkan ruangan jika di dalamnya ditambahkan AC.

    Dengan demikian, saat membangun rumah dengan plafon tinggi, kamu tidak bisa sembarangan menentukan ketinggiannya. Perlu mempertimbangkan keseluruhan atau proporsi rumah. Jangan sampai rumah terasa kecil padahal plafon sudah menjulang tinggi.


    “Saya selalu menyarankan ketinggian (rumah) itu secukupnya supaya tidak boros material. Prinsipnya adalah bagaimana kita meminimalisasi penggunaan material,” ujar Denny saat berbincang dengan detikcom, Senin (20/5/2024).

    Denny rumah setidaknya memiliki banyak ventilasi, tritisan, dan jendela agar terasa lebih sejuk dan hemat material pembangunannya.Lebih lanjut, berikut penjelasannya.

    1. Perbanyak Ventilasi Udara

    Setiap ruangan seharusnya mempunyai ventilasi udara agar ada aliran udara yang sejuk. Setidaknya ada dua ventilasi di setiap ruangan untuk menciptakan ventilasi silang. Ventilasi yang baik memungkinkan udara panas dan kelembapan tidak terperangkap di dalam rumah. Dengan begitu, suhu udara bisa keluar masuk melalui ventilasi tersebut. Ventilasi silang ini juga lebih optimal apabila ditambah dengan adanya kipas angin.

    “Memang udara semakin panas saat ini, tapi dengan desain yang benar, dengan arsitektur yang benar, yang denahnya baik itu otomatis membuat masalah panas itu harusnya tidak jadi masalah lagi,” ucapnya.

    2. Batasi Pancaran Sinar Matahari

    Meskipun ada ventilasi yang cukup, rumah bisa panas apabila sinar matahari menyorot langsung ke dalam rumah. Dengan begitu, kamu bisa batasi pancaran sinar dengan menggunakan tritisan. Denny mengimbau agar menghindari memasang jendela yang mengarah ke mata angin barat agar rumah tetap adem.

    “Di arah mata angin barat itu biasanya ketika sore hari itu panas yang membuat kita nggak nyaman. Jadi di arah barat pilihannya adalah kita nggak buka jendela di sana, atau kalau kita mau buka jendela, kita pasang kisi-kisi,” ujarnya.

    3. Gunakan Bahan Penghalau Panas

    Tidak hanya perlu menghalau sinar matahari, kamu juga harus mencegah masuknya hawa panas menggunakan styrofoam daur ulang. Bahan expanded polystyrene (EPS) styrofoam bisa menjadi bahan untuk membuat dinding rumah penghalau panas.

    “Styrofoam itu penghalau panas sebenarnya. Dia nggak menghantar panas ke dalam (rumah). Jadi styrofoam disemen kiri dan kanan (menjadi tembok). Itu secara perhitungan saya sendiri, penelitian saya itu mengurangi suhu secara pasif itu minus 3 derajat selsius,” jelasnya.

    Selain itu, ada material alternatif lain yang bisa digunakan seperti roster atau kerawang bata untuk menghalau panas. Dengan membangun penghalang dari bahan itu, memungkinkan penghuni rumah membuka pintu dan jendela untuk mendapat aliran udara sejuk tanpa khawatir privasi terganggu.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Pipa Air dan Fungsinya yang Harus Kamu Tahu


    Jakarta

    Pipa air menjadi komponen penting dalam infrastruktur air bersih dan sistem penyediaan air. Memahami berbagai jenis pipa air yang tersedia dan fungsinya sangat penting untuk memastikan sistem perpipaan berjalan dengan efektif.

    Tanpa pipa air, sistem penyediaan air yang efisien akan sulit terwujud. Namun penting untuk diingat bahwa tidak semua pipa air diciptakan sama, setiap jenis pipa memiliki karakteristik dan fungsinya sendiri.

    Melansir The Spruce, Selasa (1/10/2024), berikut ini beberapa jenis pipa air dan fungsinya yang perlu kamu tahu.


    Pipa PEX

    Pipa PEX (Cross-linked Polyethylene) adalah pipa plastik tahan lama yang digunakan untuk memasok air. Pipa ini cukup kaku untuk menahan tekanan pasokan air tetapi cukup fleksibel untuk dipasang di seluruh dinding, langit-langit, dan ruang bawah tanah.

    Pipa PEX umumnya tersedia dalam diameter 1/2 inci dan 3/4 inci, tetapi dapat ditemukan juga dalam diameter hingga 3 inci. Pipa PEX mudah dipotong dan disambung, biasanya pipa ini diberi kode warna merah

    Biasanya pipa ini digunakan sebagai saluran distribusi air panas dan dingin di dalam rumah. Gunakan juga PEX untuk perpipaan dan distribusi hidrolik, seperti untuk radiator.

    Pipa PVC

    Pipa PVC (Polyvinyl Chloride) adalah bahan pipa plastik putih yang umum digunakan untuk saluran pembuangan. Pipa ini populer karena lebih ringan dan lebih mudah digunakan daripada pipa baja galvanis.

    Pipa PVC cukup mudah dipasang dan hanya memerlukan gergaji besi dan kotak potong. Pipa jenis ini tidak cocok untuk aplikasi bertekanan tinggi.

    Pipa Tembaga

    Pipa tembaga pada dasarnya terbuat dari tembaga murni, terbukti dari tampilannya yang berwarna merah kecoklatan mengkilap. Pipa tembaga sering digunakan untuk seluruh pasokan air di dalam rumah.

    Ppia tembaga bernilai karena tidak menimbulkan risiko kesehatan, tidak seperti bahan pipa lainnya. Pipa tembaga biasanya digunakan untuk wastafel, pancuran, bak mandi, dan perlengkapan lainnya.

    Pipa ABS

    Pipa ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) terbuat dari resin termoplastik dan sangat mirip dengan pipa PVC, kecuali warnanya hitam dan sedikit lebih lunak. Pipa ini biasa digunakan sebagai saluran ventilasi dan pembuangan.

    Pipa ini cukup tahan lama, meskipun paparan sinar matahari dapat merusaknya dan merupakan pilihan yang hemat biaya.

    Pipa Baja Galvanis

    Pipa baja galvanis adalah pipa baja yang kaku dan tahan korosi yang telah digunakan selama puluhan tahun untuk drainase, pasokan air, pasokan gas, dan beberapa keperluan lainnya.

    Pipa ini jarang digunakan dan tidak digunakan untuk pasokan air dalam proyek konstruksi atau renovasi baru. Meskipun memiliki daya tahan yang baik, pemasangannya juga mahal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamar Tidur Terasa Pengap? Begini Cara Atasinya Biar Lebih Segar


    Jakarta

    Terkadang kamar tidur bisa terasa pengap, terutama saat cuaca panas. Susana kamar seperti ini bisa mengganggu istirahat penghuni rumah.

    Bukan hanya itu, hawa pengap di dalam kamar bisa menimbulkan masalah lainnya, seperti pertumbuhan jamur dan lumut. Nah, kalau kamu merasa kamar tidur pengap, segera atasi ya.

    Lalu, bagaimana cara menghilangkan hawa pengap di dalam kamar? Berikut penjelasannya seperti yang dilansir dari Focus on Energy, Jumat (4/10/2024).


    Tips Atasi Kamar Tidur yang Pengap

    1. Cek Ventilasi Udara

    Udara pengap biasanya terjadi di ruangan yang kurang ventilasi. Oleh karena itu, kamu harus sering mengecek ventilasi udara. Buka jendela dan pintu. Beberapa area rumah mungkin juga membutuhkan ventilasi spot.

    2. Pakai Dehumidifier

    Jika masalah udara pengap ini disebabkan oleh masalah kelembapan, maka menggunakan dehumidifier adalah solusinya. Dehumidifier bisa membantu mengatasi masalah ini dengan mengeluarkan kelembaban itu langsung dari udara di ruangan mana pun yang membuat kamu kesulitan.

    3. Gunakan Kipas Angin

    Jika ruangan kamu tidak memiliki ventilasi yang cukup, kamu harus menggunakan kipas angin. Dengan menggunakan kipas langit-langit, atau kipas angin di dalam ruangan yang pengap, kamu bisa menjaga udara tetap bergerak dan menghindari udara pengap.

    4. Tutup Kebocoran Udara

    Jika kamu menambahkan insulasi, pertimbangkan juga untuk menutup kebocoran udara. Hal ini membantu mencegah udara panas dan lembap dari luar masuk ke dalam rumah.

    Kebocoran kecil pun bisa membuat debu, polusi, dan kelembapan masuk ke dalam rumah kamu. Menutup kebocoran udara membuat insulasi dan sistem pendingin di rumah kamu bisa bekerja lebih baik, sambil menjaga udara segar di dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com