Tag: ventilasi dapur

  • Mudah! 4 Cara Efektif Kurangi Kelembapan di Dapur



    Jakarta

    Kelembapan di rumah tentunya tidak bisa dihindari, salah satunya di dapur. Adanya kelembapan yang berlebih akan menimbulkan masalah-masalah yang tidak diinginkan, seperti masalah pada interior dapur.

    Dapur berkontribusi hingga 25% terhadap tingkat kelembapan di rumah, terutama dengan ventilasi yang buruk dan tanpa kipas angin. Sehingga penting untuk menjaga kelembapan di dapur.

    Dilansir dari Livingetc, berikut beberapa cara mengurangi kelembapan di dapur yang berlebih.


    Buka Jendela Dapur

    Ventilasi yang tepat sangat membantu dalam upaya mengurangi tingkat kelembapan. Apabila cuaca di luar cerah, buka jendela agar udara segar masuk dan mengurangi kelembapan.

    Hal ini akan membantu menciptakan aliran udara dan menurunkan tingkat kelembapan berlebih.

    Masak dengan Panci Tertutup

    Perubahan kecil seperti memasak dengan tutup panci dapat membuat perbedaan untuk dapur kamu. Menahan uap air saat memasak akan mengurangi pelepasan kelembapan sekaligus mempercepat waktu memasak.

    Disarankan untuk menggunakan tutup panci agar uap berkurang. Begitu juga saat makanan sudah matang, menutup makanan akan menjaga tetap hangat dan dapur bebas lembap.

    Mencuci Piring dengan Benar

    Kebiasaan mencuci piring yang benar akan membantu dalam mengurangi kelembapan. Disarankan untuk tidak menjemur piring di dapur, karena hal ini akan menambah kelembapan yang tidak perlu di udara.

    “Gunakan rak pengering di dekat jendela atau di bawah kipas langit-langit untuk mempercepat penguapan,” kata Josh Wilson, pendiri Wilson Plumbing & Heating.

    Ventilasi dapur sangat penting, tetapi mengatur kelembapan di tempat ini bisa jadi sulit apabila hal ini tidak dilakukan.

    Hiasi dengan Tanaman Hias

    Pertimbangkan untuk menggunakan tanaman penyerap air seperti bunga lili atau pakis Boston sebagai dekorasi dapur. Selain menghadirkan dedaunan yang cantik di dalam ruangan, pemilihan tanaman dapur yang tepat akan membantu mengurangi kelembapan.

    “Tanaman ini dapat mengurangi tingkat kelembapan secara alami dengan menyerap uap air melalui daunnya. Pastikan untuk tidak menyiramnya terlalu banyak, karena kelembapan tanah yang berlebihan dapat memberikan efek sebaliknya,” kata Josh

    Namun disarankan untuk tidak meletakkan terlalu banyak tanaman, hal ini justru akan dapat menambah kelembapan sehingga harus dibatasi.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Jadi Biang Kerok Rumah Bau



    Jakarta

    Rumah yang harum dan segar jelas bikin betah. Tapi pernah nggak sih kamu mencium bau nggak sedap di rumah padahal sudah rajin bersih-bersih? Bisa jadi sumber baunya bukan dari tempat sampah atau kamar mandi, melainkan dari kebiasaan kecil yang sering dilakukan tanpa sadar.

    Mengutip The Spruce, ada beberapa kebiasaan penghuni rumah yang bisa bikin udara dalam ruangan jadi tidak segar dan malah mengganggu kenyamanan.

    Berikut daftar kebiasaan yang perlu kamu waspadai:


    1. Malas Cuci Piring Setelah Makan

    Piring kotor yang dibiarkan menumpuk di wastafel ternyata bisa jadi sumber bau yang menyebar ke seluruh rumah. Sisa makanan yang menempel bisa jadi sarang bakteri dan menimbulkan bau asam seperti rawa.

    “Sisa makanan di piring basah jadi santapan lezat bagi bakteri dan bisa mengeluarkan bau tak sedap lebih cepat dari yang diduga,” jelas Robin Murphy, Presiden Maid Brigade.

    2. Memasak Tanpa Ventilasi

    Dapur tanpa ventilasi yang baik bisa bikin aroma masakan menempel lama di ruangan. Bahkan, bau masakan hari Senin bisa saja masih tercium sampai Kamis, lho

    “Bau masakan akan menempel di dinding, lemari, dan perabotan kalau sirkulasi udara buruk,” tambah Murphy.

    Pastikan dapur punya ventilasi atau gunakan cooker hood saat memasak ya.

    3. Handuk Basah Dibiarkan di Kamar Mandi

    Siapa yang suka menggantung handuk basah begitu saja setelah mandi? Hati-hati, kebiasaan ini bisa mengundang bau apek bahkan jamur!

    Handuk basah sebaiknya dijemur dulu hingga kering sempurna sebelum disimpan atau digantung kembali.

    4. Rumah Kurang Sirkulasi Udara

    Kalau udara di rumah terasa pengap atau berbau, bisa jadi aliran udaranya kurang lancar. Steve Evans dari Memphis Maids menyarankan untuk membuka jendela minimal 30 menit setiap hari agar ada pertukaran udara bersih.

    5. Merokok di Dalam Rumah

    Asap rokok bukan cuma bikin sesak napas, tapi juga meninggalkan bau yang sulit hilang. Nikotin bisa menempel di dinding, tirai, dan furnitur.

    “Bau rokok yang menempel nyaris mustahil dihilangkan kecuali dibersihkan oleh jasa profesional,” ujar Evans.

    Bahkan perabot bekas yang pernah digunakan oleh perokok juga bisa menyimpan aroma tak sedap, jadi harus selektif saat beli barang second-hand.

    Nah, itu dia beberapa kebiasaan yang bisa bikin rumah jadi bau dan nggak nyaman. Yuk, mulai ubah kebiasaan dari sekarang biar rumah selalu harum, segar, dan bikin betah seharian!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com