Tag: ventilasi kamar mandi

  • Begini Cara Merawat Ventilasi Biar Kamar Mandi Nggak Gampang Lembap


    Jakarta

    Kamar mandi adalah salah satu tempat di rumah yang paling rentan terhadap masalah jamur dan kelembapan. Dari masalah yang mudah dilihat seperti cat yang terkelupas dan hingga masalah tersembunyi seperti jamur dan lumut atau bau busuk. Semua masalah tersebut biasanya disebabkan oleh masalah ventilasi yang buruk di dalam kamar mandi kamu.

    Melansir dari The Spruce, tanda-tanda seperti udara lembab, noda bekas air, jamur, bau busuk, cat yang mengelupas, dan bercak pada langit langit adalah tanda bahwa kamar mandi kamu memiliki ventilasi yang buruk. Jika kamu mengalami tanda-tanda seperti itu, maka kamu harus perhatikan beberapa hal ini.

    Berikut adalah hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan untuk menjaga ventilasi di kamar mandi tetap baik.


    Hal yang Harus Dilakukan

    Pilih Kipas Kamar Mandi yang Tepat

    Hal yang penting untuk dilakukan adalah memilih kipas kamar mandi atau exhaust yang tepat. Kamu harus memilih kipas yang sesuai dengan ukuran luas kamar mandi.

    Kipas kamar mandi atau exhaust biasanya diberi tanda CFM, yang merupakan singkatan dari kaki kubik per menit. Ini untuk menentukan berapa banyak udara yang dipindahkan kipas selama jangka waktu yang ditentukan. Semakin luas kamar mandinya, semakin tinggi juga tingkat CFM kipas angin yang dibutuhkan. Berikut adalah panduannya.

    Dalam satuan meter persegi, konversi untuk panduan ukuran kipas knalpot kamar mandi adalah sebagai berikut:

    4,2 meter persegi = 50 CFM
    4,3 meter persegi hingga 7 meter persegi = 70 CFM hingga 80 CFM
    7,meter persegi hingga 9,75 meter persegi = 110 CFM
    Lebih dari 9.75 meter persegi = 150 CFM

    Jika ragu, lebih baik memiliki kipas angin yang terlalu besar daripada kipas angin yang terlalu kecil.

    Buka Jendela Kamar Mandi

    Jika di kamar mandi kamu ada jendelanya, buka jendela untuk ventilasi ekstra dan aliran udara yang lebih segar. Namun, jangan lupa untuk tetap menyalakan kipas angin/exhaust.

    Membuka jendela hanya akan membuat lebih banyak aliran udara saat kipas angin dinyalakan, karena kipas akan menarik udara dari jendela. Peningkatan aliran udara akan menghilangkan kelembaban berlebih lebih cepat daripada kipas yang berjalan atau jendela yang terbuka saja.

    Bersihkan Genangan Air di Kamar Mandi

    Membiarkan genangan air di bak mandi, wastafel, pancuran, atau bahkan lantai akan membuat kamar mandi kamu menjadi lembap. Bahkan jika kipas menyala, air akan terus menguap dan melembabkan udara di kamar mandi. Oleh karena itu, segera bersihkan genangan air untuk menghindari masalah yang lebih parah.

    Nyalakan Kipas Angin Cukup Lama

    Kamu harus menyalakan kipas kamar mandi sebelum menyalakan pancuran untuk mandi. Setelah itu, kamu juga harus membiarkannya menyala selama beberapa menit setelah mandi untuk menghilangkan udara lembab dari kamar mandi. Banyak orang juga yang bahkan membiarkan kipas kamar mandinya menyala selama 30 menit hingga satu jam setelah keluar dari kamar mandi.

    Hal yang Tidak Boleh Dilakukan

    Memasang Kipas di Tempat yang Salah

    Memasang kipas di tempat yang tidak efektif, seperti di atas toilet, tidak akan menghilangkan kelembaban dengan baik, terutama jika showernya berada di seberang ruangan. Sebaiknya, tempatkan kipas di lokasi yang strategis seperti di tengah untuk memaksimalkan ventilasi.

    Membiarkan Pintu Kamar Mandi Tertutup

    Menutup pintu atau tirai kamar mandi setelah penggunaan bisa membuat kamar mandi menjadi pengap seperti sauna. Hal ini akan membuat kelembaban terperangkap di dalam dan tidak bisa menguap yang bisa menyebabkan kamar mandi menjadi lembap berlebihan.

    Lupa Membersihkan Kipas Kamar Mandi

    Kipas kamar mandi lama-lama pasti akan kotor dan membuat debu dan puing-puing berkumpul setelah beberapa bulan penggunaan. Membersihkan kipas secara teratur penting untuk memastikan aliran udara yang baik dan mencegah kamar mandi lembap.

    Membuang Udara dari Kamar Mandi ke Loteng

    Jika kamu memiliki loteng, membuang udara kamar mandi ke sana hanya memindahkan masalah kelembaban ke area lain di rumah. Ini bisa menyebabkan masalah kelembaban yang sama di area loteng, yang kemudian dapat menyebar ke seluruh rumah. Lebih baik membuang udara kamar mandi sepenuhnya keluar dari rumah.

    Itulah hal yang harus dilakukan dan jangan dilakukan agar ventilasi kamar mandi tetap baik. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tempat yang Tepat Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi Agar Tak Lembap



    Jakarta

    Exhaust fan adalah kipas yang digunakan untuk mengeluarkan udara panas dan kelembapan ruangan, salah satunya kamar mandi. Exhaust Fan dapat berfungsi dengan maksimal jika dipasang di tempat yang benar. Lantas, di mana tempat yang tepat pasang exhaust fan di kamar mandi?

    Sebelum memasang exhaust fan kamu perlu mengetahui cara kerja kipas ini. Exhaust fan bukan untuk mendinginkan kamar mandi, melainkan menarik udara lembap keluar ruangan. Biasanya exhaust fan bisa menjadi solusi praktis untuk kamar mandi yang kecil dan tidak ingin ditambahkan lubang seperti jendela.

    Ada beberapa exhaust fan yang bisa disetel menyala otomatis ketika lampu kamar mandi dinyalakan. Namun, ada pula yang menggunakan remote dan alat bantu lainnya.


    Setelah dipasang exhaust fan, ke depannya udara lembap, jamur, bau tidak sedap, cat dindingnya mengelupas, hingga lantai yang licin bisa berkurang dari kamar mandi. Mengutip dari The Spruce, Senin (27/5/2024), berikut tempat yang tepat pasang exhaust fan di kamar mandi.

    1. Loteng atau Atap Kamar Mandi

    Layaknya ventilasi pada umumnya, pemasangan exhaust fan tentu memerlukan ventilasi untuk membuang udara dari kamar mandi tersebut. Perlu diingat biasanya kamar mandi lokasinya di tengah rumah dan di pojok rumah. Belum lagi jika tipe rumah berdekatan dengan tetangga sehingga tidak bisa sembarangan melubangi dinding.

    Solusinya adalah dengan memasangnya di atap atau langit-langit kamar mandi. Jika rumah tidak ditambah ke atas atau hanya terdiri dari 1 lantai saja, pemasangan saluran ventilasi pembuangan keluar lebih mudah. Namun, terdiri dari 2 lantai atau lebih, kamu perlu menyiapkan saluran pembuangannya sejak awal pembangunan.

    Saat memasangnya letakkan di antara dua balok langit-langit dan sisakan ruangan untuk peralihan udara dari kipas ke saluran. Selain itu, pastikan tidak ada yang bermasalah pada atap.

    2. Area Paling Lembap di Kamar Mandi

    Untuk memerangkap kelembapan, pasti kita harus mencari tempat untuk memasang perangkap tersebut. Maka dari itu, saat memasang exhaust fan kamu perlu mengetahui sumber kelembapan di kamar mandi. Biasanya ini adalah area di atas bak mandi atau pancuran.

    Kamu bisa meletakkan exhaust fan langsung di atas bak mandi atau alas pancuran, namun cukup ditempatkan di mana saja di dekat area mandi.

    3. Dekat Jalur Pembuangan Terdekat

    Membuat ventilasi tidak susah, lubang yang cukup bisa membuang kelembapan kamar mandi. Namun jika memakai exhaust fan kamu tentu perlu jalur pembuangan. Maka pilih jalur yang paling pendek agar pembuangan cepat dan tidak ada yang terperangkap di jalurnya.

    Ukuran paling ideal untuk jalur ventilasi exhaust fan adalah 30 cm dari tutup ventilasi luar. Selain itu pastikan rute ventilasi tersebut lurus.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Lokasi Andalan buat Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi


    Jakarta

    Exhaust fan merupakan kipas yang digunakan untuk mengeluarkan udara panas dan kelembapan pada ruangan. Perangkat ini banyak digunakan di kamar mandi.

    Menurut arsitek Denny Setiawan, exhaust fan sangat berguna untuk mengurangi kelembapan di kamar mandi. Exhaust fan ini bisa menjadi solusi untuk kamar mandi yang kekurangan ventilasi udara.

    “Musuh dari kamar mandi itu bukan luasnya kesempitan, tapi kelembaban yang tidak keluar oleh ventilasi alami dan cahaya matahari sebagai disinfektan, membuat kamar mandi terasa lembab dan pengap. Kamar mandi yang pengap dan lembab Ini kemudian akan membawa penyakit bagi penggunanya,” kata Denny saat dihubungi Jumat (20/12/2024).


    Cara menghidupkan exhaust fan tidak sulit karena ada yang sudah otomatis menyala ketika lampu kamar mandi menyala sehingga tidak perlu menekan tombol apa pun.

    Untuk memaksimalkan kerjanya, exhaust fan harus dipasang di lokasi yang tepat. Dilansir The Spruce, berikut tempat yang tepat memasang exhaust fan.

    1. Plafon atau Atap Kamar Mandi

    Pemasangan exhaust fan sebenarnya tidak membutuhkan tempat yang luas. Diletakkan di bagian plafon juga bisa. Biasanya posisi ini cocok untuk lokasi kamar mandi yang terhimpit di antara 2 ruang sehingga tidak bisa sembarangan membuat lubang. Ketika memasang exhaust fan, siapkan juga saluran pembuangan yang langsung mengarah keluar.

    2. Area Paling Lembap di Kamar Mandi

    Bagi yang memiliki kamar mandi yang luas bahkan seluas kamar tidur. Pasti di dalamnya terdapat area basah dan kering. Exhaust fan lebih cocok diletakkan di area yang basah dan paling mudah lembap. Area tersebut berada di dekat shower, bak mandi, atau keran. Letak exhaust fan tersebut bisa dipasang di plafon atau di atas shower.

    3. Dekat Jalur Pembuangan Terdekat

    Membuat ventilasi tidak susah, lubang yang cukup bisa membuang kelembapan kamar mandi. Namun jika memakai exhaust fan kamu tentu perlu jalur pembuangan. Maka pilih jalur yang paling pendek agar pembuangan cepat dan tidak ada yang terperangkap di jalurnya. Ukuran paling ideal untuk jalur ventilasi exhaust fan adalah 30 cm dari tutup ventilasi luar. Selain itu pastikan rute ventilasi tersebut lurus.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com